cover
Contact Name
Nuris Dwi Setiawan
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285726173515
Journal Mail Official
danang@stekom.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 605
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 29640377     EISSN : 29640342     DOI : 10.59031
Core Subject : Education,
Linguistik: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, sosiolinguistik, analisis percakapan, analisis wacana kritis Sastra: sastra kontemporer, sastra komparatif, pendekatan interdisipliner dalam sastra, kritik sastra, sastra dan sejarah, sastra dan media, sastra dan seni lainnya, puisi dan prosa Filsafat: epistemologi, metafisika, etika, estetika, teologi Psikologi: psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi konseling. Pendidikan: instruksi, pengajaran dan pelatihan, bimbingan dan konseling, studi pembelajaran. Hukum Studi budaya, Sosial
Articles 168 Documents
Unsur Intrinsik Dalam Naskah Drama “Trik“ Karya Putu Wijaya Ine Patmawati; Euis Winda Nengsih; Fatin Salsa Nabila
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.558

Abstract

Putu Wijaya's Trik Drama is one of the representations of the absurd theater style that developed in Indonesia. This work depicts a critique of social, political, and cultural conditions, where life is often full of manipulation, falsehood, and power play. As a prolific writer, Putu Wijaya uses this script to highlight the complexity of human life in the face of a reality that is full of uncertainty and conflict. In the context of history and culture, Trik emerged as a response to the social situation in Indonesia which was full of power dynamics and manipulation during the New Order period. Through absurd symbols and profound dialogue, this text pokes fun at human behavior that often uses tricks or deception to achieve personal ends, without considering moral values or truth. As part of modern Indonesian literature, Trik also reflects Putu Wijaya's view of art as a medium to arouse public awareness. With a unique theatrical approach, he encourages the audience or readers to think critically about the issues that humans face in daily life. This manuscript is not only relevant in its time, but also remains actual in describing the ethical and existential dilemmas of human beings to this day. Putu Wijaya's Drama Trik is an absurd theatrical work that explores the themes of manipulation, power, and the search for truth in human life. The abstract of the play includes the conflict between reality and illusion constructed by the characters, where they utilize each other's tricks and deceptions to achieve personal goals. In this drama, Putu Wijaya criticizes human nature that is often caught up in a game of power, lies, and boundless ambition. With a distinctive writing style and full of irony, Trik invites readers or viewers to reflect on the essence of truth, integrity, and existence in a life full of uncertainty.
Relevansi Pemikiran Pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam Konteks Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia Wahyu Sihab; Mukhsin Achmad
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v3i1.559

Abstract

This research discusses Ki Hajar Dewantara's concept of educational thought, focusing on character education and the formation of students' personalities, as well as the challenges and opportunities in integrating this thought into the national education system. Ki Hajar Dewantara emphasized the importance of liberating education, namely education that does not only focus on intellectual aspects, but also on the formation of students' character as a whole so that they become independent, noble, and highly motivated individuals. In the current context of national education, Ki Hajar Dewantara's ideas are still relevant, but their implementation faces various challenges, such as a dense curriculum, lack of in-depth understanding among educators, and the dominance of cognitive approaches in schools. However, there are also great opportunities to integrate Ki Hajar Dewantara's educational values through curriculum reform, training for educators, and the application of holistic learning methods. This study concludes that the integration of Ki Hajar Dewantara's thoughts into the national education system can be a strong foundation for building a generation that is not only intelligent, but also has character, provided that the existing challenges can be overcome with a comprehensive approach.
Peran Wali Kelas dalam Peningkatan Kedisiplinan Peserta Didik di MTs Hulipa Hulipa
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v3i1.564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran wali kelas dalam peningkatan kedisiplinan peserta didik di MTs Yasrib Batu-Batu Soppeng. Metodologi yang digunakan yakni penelitian kualitatif berbasis Field Research dengan menggunakan pendekatan pedagogik, fenomenologi, dan sosiologi dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Peran wali kelas dalam peningkatan kedisiplinan peserta didik adalah sebagai fasilitator berupa mengayomi peserta didik dan memberikan kenyamanan kepada peserta didik selama proses pembelajaran, sebagai motivator berupa memotivasi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran, memotivasi peserta didik dalam berdisiplin berpakaian, memotivasi peserta didik untuk memanfaatkan waktu belajar, memberi dorongan kepada peserta didik untuk memanfaatkan waktu luang, dan memberi motivasi kepada peserta didik untuk meningkatkan prestasi belajar. Peran wali kelas sebagai problem solving secara pribadi ialah memahami karakter masing-masing peserta didik, secara sosial ialah dengan memahami kondisi sosial peserta didik, secara akademis ialah memahami dan meningkatkan kemampuan akademis perserta didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Time Token Dan Talking Stick Terhadap Peningkatan Minat Dan Hasil Belajar Siswa Kelas V IPS SDN 106827 Desa Durian Alexander Samosir; Chintani Sihombing; Mindo Sinaga
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v3i1.574

Abstract

This research aims to analyze. (1) The influence of learning models on student learning outcomes. (2) The influence of social studies learning outcomes on students who have high interest and students who have low interest. (3) The interaction between the learning model and the level of interest influences student learning outcomes. This research is a quasi-experimental research (quasi-experiment). This population is class V students at SD Negeri 106827 Desa Durian. The sample in this study was selected using purposive random sampling from two classes. The experimental class was treated with the time token model, the control class was treated with the Talking Stick model. The instruments used consisted of: learning results tests and learning interest questionnaire sheets. Data analysis was carried out using two-way ANOVA. The results of this research indicate that the time token learning model is a solution and alternative for teachers to improve students' social studies learning outcomes.
Penerapan Konsep Ibadah Akhlak Dan Muamalah Dalam Kehidupan Mahasiswa: Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Muh Andi Sulaiman; Gigih Setianto; Cholisa Rosanti
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v3i1.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali penerapan konsep ibadah, akhlak, dan muamalah dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Konsep-konsep ini merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang diharapkan dapat membentuk karakter dan pola perilaku mahasiswa dalam berbagai aspek kehidupan, baik di kampus maupun di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mendapatkan gambaran mendalam mengenai bagaimana mahasiswa menerapkan nilai-nilai ibadah (hubungan vertikal dengan Tuhan), akhlak (hubungan horizontal dengan sesama), dan muamalah (hubungan sosial dan ekonomi) dalam kehidupan mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan telah berusaha menerapkan ketiga konsep tersebut dalam aktivitas akademik, organisasi kemahasiswaan, dan interaksi sosial mereka. Namun, terdapat variasi dalam tingkat kesadaran dan pemahaman terkait implementasi ajaran-ajaran tersebut, terutama dalam aspek muamalah yang lebih terkait dengan transaksi ekonomi dan etika profesi di dunia digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam di perguruan tinggi, khususnya dalam konteks mahasiswa jurusan informatika.
Analisis Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Nurrahmayani Nurrahmayani; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.578

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Cacaleppeng. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskripsi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pernyataan tertulis yang menjelaskan bagaimana cara memberikan tugas kepada peserta didik untuk membuat sebuah cerita tentang hasil karya peserta didik. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data padan, dimana analisisnya didasarkan pada jenis-jenis kategori kosakata. Berdasarkan hasil penelitian, dari tiga karangan utama yang dianalisis menggunakan bahasa Indonesia, siswa kelas IV di SDN Cacaleppeng penguasaan kata benda memiliki presentase terbesar, yaitu Faida, yang memiliki 51 kosakata, dan presentase terkecil, yaitu Agil, yang memiliki sembilan kosakata. Karena kata benda lebih mudah dipahami oleh siswa selama kegiatan belajar mengajar, maka penggunaannya memiliki presentasi yang paling tinggi.
Analisis Pidato Pemanfaatan Kemajuan Teknologi Untuk Pembangunan Berkelanjutan Abdul Syukur; Arina Rahma Tika; Erlita Praha Ardila Putri; Sigit Wibowo
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.582

Abstract

Penelitian ini menganalisis teknik penerjemahan pidato kepresidenan untuk menyampaikan pesan etis dan ide pembangunan berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menggali teknik penerjemahan seperti modulasi, kesetaraan budaya, dan adaptasi gaya bahasa, serta dampaknya pada pemahaman audiens.Hasil penelitian menunjukkan penggunaan teknik modulasi pada frasa "harnessing technological progress," diterjemahkan menjadi "memanfaatkan kemajuan teknologi," yang lebih relevan dengan konteks Indonesia. Teknik kesetaraan budaya diterapkan pada istilah "inclusive future," diadaptasi menjadi "masa depan yang inklusif dan adil," mengacu pada nilai keadilan dalam budaya lokal. Adaptasi gaya bahasa juga tampak pada frasa "emerging technologies," yang diterjemahkan langsung menjadi "teknologi baru yang berkembang."Teknik modulasi dan kesetaraan budaya dominan dalam analisis ini, menunjukkan efektivitasnya dalam menyampaikan nilai penting pidato. Penggunaan teknik penerjemahan yang tepat memfasilitasi interpretasi yang lebih jelas dan bermakna, menciptakan koneksi antara pidato presiden dan audiens lokal.
Analisis Interpretasi Pada Pidato Transformative Power Of Education Aisyah Kusuma Wardan; Asti Nur Cahyani; Siti Lutfiah; Wanda Agustina Sasmita Ningrum
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.584

Abstract

Dalam konteks pidato “The Transformative power of education”, penerjemahan menjadi sangat penting karena pidato ini bertujuan untuk menginspirasi dan memberdayakan audiens dengan gagasan transformasi melalui pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik dan strategi penerjemahan yang digunakan dalam teks linguistik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pidato dari Prof. Neil Mercer yang diterjemahkan oleh Siti Ismiati. Dalam artikel ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menjelaskan teknik interpreting berdasarkan teori-teori terkemuka dalam bidang linguistik dan penerjemahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teknik penerjemahan yang digunakan dalam pidato “The Transformative power of education”. Dengan mengacu pada teori-teori terkemuka dalam penerjemahan interpreting, penelitian ini menganalisis penerapan teknik seperti teknik cutting dan omission. Setiap teknik dievaluasi berdasarkan efektivitasnya dalam mempertahankan makna, struktur, dan relevansi budaya.
Studi Pendahuluan Tentang Efektivitas Video Animasi Berbasis Game Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia Di Sekolah SMP 1 Islam Tirtayasa Lola Meliana; Dewi Robiatun Muharomah; Gigin Ginanjar
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v3i1.590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas video animasi berbasis game sebagai media pembelajaran pada materi sistem ekskresi manusia di SMP Islam 1 Tirtayasa. Metode yang digunakan adalah studi pendahuluan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan guru dan siswa sebagai partisipan untuk mengevaluasi daya tarik, pemahaman materi, dan interaktivitas media pembelajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video animasi berbasis game dapat meningkatkan minat belajar siswa serta membantu mereka memahami konsep yang kompleks. Namun, diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan aspek interaktivitas dan kesesuaian dengan kurikulum.
Budaya Konsumtif Anak Muda Dalam Penggunaan Produk Di Era Digital Pada Mahasiswa Unimof Siti Saharia; Diva Isnayati; Israyanti Israyanti; Muniati Muniati; Abuzar Algifari; Mario K. E. Wetter; Febronia Suwanti; Ardiansyah Andika Fajar; Fransiska Liliana; Veronika Dua Riong; Numrotul Inayah
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v3i1.596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa pengaruh media sosial, FOMO, dan impulsivitas merupakan faktor utama yang mendorong perilaku konsumtif. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa kurangnya pendidikan keuangan dan literasi digital memperparah masalah ini. Hasil penelitian ini menyarankan perlunya intervensi yang komprehensif, termasuk pendidikan keuangan yang lebih baik, kampanye kesadaran, serta regulasi yang lebih ketat terhadap iklan yang menargetkan anak muda.