cover
Contact Name
Genoveva Mari
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnalintheos@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Teologi
Published by Actual Insight
ISSN : 27767450     EISSN : 27757676     DOI : https://doi.org/10.56393/intheos.v1i1.170
In Theos: Jurnal Pendidikan dan Teologi. Jurnal ini adalah jurnal penelitian yang terbit bulanan dengan berfokus pada publikasi hasil-hasil riset dalam bidang pendidikan agama secara umum dan kajian-kajian teologis. Jurnal ini ditujukan untuk teolog praktis dan guru pendidikan agama, ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam agama, dan perwakilan dari disiplin budaya-ilmiah lainnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempromosikan kajian-kajian mendalam dalam kelimuan di pendidikan agama dan teologi. Jurnal ini memuat sumbangan teori yang deskriptif empiris dan kritis tentang praktik religius dalam masyarakat, terutama berkaitan dengan deskripsi agama sebagaimana yang dipraktikkan. Agama dalam konteks ini dapat dipahami dalam arti luas kata yang dengannya semua kecenderungan apresiatif terhadap pandangan akhir tentang diri sendiri dan dunia dapat digambarkan sebagai yang religius.
Articles 293 Documents
Representasi Sains dan Rekonstruksi Peradaban dalam Anime Dr. Stone: Analisis Hermeneutika Friedrich Schleiermacher Febrilianti Febrilianti; Elka Anakotta
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 9 (2025): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i9.4274

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi sains dan rekonstruksi peradaban dalam anime Dr. Stone melalui hermeneutika Friedrich Schleiermacher serta menelaah relevansinya bagi Pendidikan Agama Kristen. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif kepustakaan melalui pembacaan Dr. Stone Season 1 sebagai sumber primer dan artikel ilmiah terkait sebagai sumber sekunder. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan interpretasi gramatikal, interpretasi psikologis, dan lingkar hermeneutik untuk membaca anime sebagai teks budaya audiovisual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sains dalam Dr. Stone tidak hanya berfungsi sebagai pengetahuan teknis, tetapi juga sebagai dasar simbolik dan praktis bagi pembentukan kembali kehidupan bersama. Pada tataran gramatikal, makna dibangun melalui dialog, istilah ilmiah, dan struktur naratif, sedangkan pada tataran psikologis ia tamPendidikan Agama Kristen sebagai harapan, tanggung jawab, kerja sama, dan orientasi masa depan. Pembacaan ini juga memperlihatkan bahwa hasil interpretasi hermeneutik dapat diterjemahkan ke ranah pedagogis secara lebih konkret. Secara teologis, anime ini membuka ruang refleksi Pendidikan Agama Kristen tentang sains sebagai tanggung jawab iman dalam mandat budaya, hikmat, dan pemeliharaan Allah.
Disonansi Kepemimpinan Kristen dan Rekonstruksi Model Kepemimpinan Spiritual Integratif: Kajian Eksegetis-Teologis atas Wahyu 2:1–7 Antakirana Antakirana
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 10 (2025): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i10.4154

Abstract

Kepemimpinan Kristen kontemporer sering menghadapi ketegangan antara keberhasilan pelayanan yang tampak secara eksternal dan kualitas kehidupan rohani internal pemimpin. Fenomena ini tercermin dalam teguran Yesus kepada jemaat Efesus dalam Wahyu 2:1–7. Artikel ini bertujuan menganalisis disonansi antara kinerja pelayanan dan kemerosotan spiritual melalui kajian biblika dan literatur kepemimpinan Kristen. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegetis historis-gramatikal terhadap Wahyu 2:1–7 serta analisis isi terhadap literatur kepemimpinan kontemporer. Hasil studi menunjukkan paradoks: jemaat Efesus tekun dalam pelayanan dan tetap setia secara doktrinal, namun kehilangan “kasih yang semula” sebagai inti relasi dengan Kristus. Disonansi muncul ketika fokus kepemimpinan bergeser dari identitas spiritual dan relasi kristologis menuju orientasi aktivitas dan kinerja. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini merumuskan Model Kepemimpinan Spiritual Integratif yang menekankan evaluasi reflektif, pertobatan transformatif, dan restorasi disiplin rohani. Berakar pada diagnosis kristologis Wahyu 2:1–7, model ini menempatkan pemulihan kasih kepada Kristus sebagai fondasi teologis pembaruan kepemimpinan gereja kontemporer.
Ritual Adat Penti dalam Perspektif Kosmoteologis: Studi pada Masyarakat Manggarai Yohanes Kurniawan Oban; Silvinus Hayon Bening; Wilfridus Kamanto
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 10 (2025): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i10.4327

Abstract

Eksploitasi lahan dan degradasi lingkungan kontemporer mengancam keberlangsungan banyak ritual adat, termasuk ritual penti pada masyarakat Manggarai. Berbagai penelitian mengenai ritus penti dalam masyarakat Manggarai umumnya lebih banyak berfokus pada dimensi budaya, sosial dan fungsi komunal dari ritual tersebut, sementara dimensi kosmoteologisnya belum banyak dianalisis secara lebih mendalam.  Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengkaji ritus penti sebagai ekspresi kosmoteologi masyarakat Manggarai yang memperlihatkan relasi kosmis tetradik antara Tuhan, leluhur, manusia dan alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa ritus penti tidak hanya sekedar berfungsi sebagai tradisi budaya belaka, melainkan juga sebagai mekanisme spiritual dalam menjaga harmoni kosmik dan keseimbangan relasional antara seluruh unsur kehidupan. Dalam perspektif ekoteologi Katolik, ritual ini merefleksikan spiritualitas ekologis dan sakramentalitas alam yang menempatkan ciptaan sebagai ruang kehadiran ilahi. Penelitian ini menegaskan bahwa ritus penti memiliki relevansi teologis penting dalam membangun paradigma ekologis kontekstual di tengah krisis ekologis kontemporer.
Konsep Kebebasan Rasional Thomas Aquinas: Kritik Teologis terhadap Adiksi Artificial Intelligence pada Pelajar Jozef Wojtyla Baho; Gabriel Putra Prima; Aloysius Stefanus Boleng Ola
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 10 (2025): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i10.4363

Abstract

Artikel ini membahas konsep kebebasan rasional menurut Thomas Aquinas dalam menghadapi perkembangan penggunaan Artificial Intelligence (AI) di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis-teologis dalam kerangka teologi moral Katolik dengan menelaah pemikiran Thomas Aquinas mengenai kebebasan manusia sebagai kemampuan untuk memilih yang baik berdasarkan akal budi dan orientasi moral. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana konsep kebebasan rasional menurut Thomas Aquinas dapat menjadi landasan moral bagi pelajar dalam menggunakan AI secara bijaksana dan bertanggung jawab. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengkaji pemikiran Thomas Aquinas tentang kebebasan dan mengaitkannya ketergantungan pelajar terhadap penggunaan AI dalam proses pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AI yang tidak disertai evaluasi kritis dapat mendorong pelajar pada sikap pasif, ketergantungan teknologi, dan kecenderungan mencari jalan instan dalam menyelesaikan tugas akademik. Refleksi atas pemikiran Thomas Aquinas memberikan pendasaran moral pada pelajar untuk menggunakan AI secara proporsional sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia. Kajian ini memberikan kontribusi teologis dalam pengembangan refleksi teologi moral Katolik mengenai relasi manusia dan teknologi, sekaligus menawarkan dasar etis dan edukasi kesadaran bagi pelajar agar mampu memanfaatkan AI secara kritis, bertanggung jawab, dan tetap menghargai martabat akal budi manusia.
Artificial Intelligence dan Krisis Air: Tinjauan Etis-Teologis dalam Perspektif Viriditas Hildegard von Bingen Michael Martin Gerrits; Rafael Rau Maran; Yohanes Maria Vianei Satria Hide Weruin
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 10 (2025): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i10.4390

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar terhadap sistem kerja manusia dalam berbagai sektor kehidupan. Meskipun demikian, AI juga menimbulkan persoalan etis-ekologis yang signifikan berkaitan dengan konsumsi energi, penggunaan sumber daya, dan dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan. Artikel ini bertujuan menganalisis implikasi ekologis AI dalam hubungannya dengan krisis air menggunakan konsep viriditas Hildegard von Bingen. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif melalui pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur yang relevan mengenai AI, krisis air, serta refleksi etis-teologis berkaitan dengan konsep viriditas Hildegard. Tujuannya adalah mengungkapkan hubungan antara perkembangan teknologi dan krisis air, serta mendapatkan sebuah landasan etis-spiritual bagi penggunaan AI berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital, termasuk AI, perlu disertai tanggung jawab moral dan kepedulian ekologis. Pemikiran Hildegard tentang relasi harmonis manusia dan alam, yang diperkaya Laudato si’. Dalam konteks pendinginan pusat data, viriditas memandang infrastruktur digital sebagai ruang hidup ciptaan yang terus mengalirkan daya kehidupan.
Khesed dalam Mazmur 103:17–18 sebagai Paradigma Kasih Karunia bagi Mutu Pengelolaan Pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta Paulus Basy; Fernis Laia; Dance Otniel Adu; Theofilus Faot
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 10 (2025): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i10.4394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna ḥesed dalam Mazmur 103:17–18 sebagai paradigma kasih karunia Allah serta relevansinya dalam teori dan praksis pengelolaan pendidikan Kristen di Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta. Ḥesed dipahami sebagai kasih setia Allah yang kekal, berlandaskan perjanjian, dan tidak bergantung pada kelayakan manusia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis teologis-biblika terhadap Mazmur 103:17–18 dan studi literatur mengenai kasih karunia serta manajemen pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pengelolaan pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta masih menghadapi kecenderungan administratif dan teknokratis, ditandai dengan lemahnya pendampingan pastoral, komunikasi akademik yang kurang dialogis, dan relasi dosen-mahasiswa yang belum optimal. Paradigma ḥesed memberikan kontribusi praktis melalui penguatan kepemimpinan melayani, mentoring spiritual, budaya akademik yang humanis, serta peningkatan tanggung jawab dan kepedulian dalam pelayanan pendidikan. Dengan demikian, ḥesed menjadi paradigma teologis yang relevan dalam membangun pengelolaan pendidikan Kristen yang holistik, transformatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter, spiritualitas, integritas, serta kualitas pelayanan akademik.
Implementasi Nilai Hukum Kasih Matius 22:39 sebagai dasar dalam Pembentukan Karakter Anti-Bullying pada Anak Usia Dini Helwen Pattikawa; Diniyarti Rara Bolu; Elsye Yusnengsih
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 11 (2025): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i11.4472

Abstract

Perilaku bullying pada anak usia dini menunjukkan adanya masalah hubungan sosial, lemahnya pembentukan karakter dalam lingkungan pendidikan. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada perkembangan emosional anak, tetapi juga memengaruhi kemampuan anak dalam membangun hubungan sosial yang sehat. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pendidikan karakter dan pencegahan bullying pada anak usia dini, kajian yang secara khusus mengintegrasikan ajaran kasih dalam Matius 22:39 masih terbatas dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ajaran kasih berdasarkan Matius 22:39 dalam membentuk karakter anti-bullying pada anak usia dini. Ayat ini dipilih karena secara eksplisit menegaskan prinsip mengasihi sesama seperti diri sendiri sehingga relevan sebagai dasar teologis yang mendorong sikap empati, penghormatan terhadap sesama, relasi sosial yang harmonis serta pencegahan perilaku bullyingmanusia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ajaran kasih melalui keteladanan, pembiasaan, penguatan perilaku positif, dan pembelajaran berbasis nilai Kristiani mampu mengembangkan empati, kepedulian, penghargaan terhadap sesama, serta pengendalian perilaku agresif pada anak. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan Pendidikan Agama Kristen melalui penguatan model pendidikan karakter anti-bullying yang berlandaskan nilai-nilai Alkitabiah.
Hoaks sebagai Distorsi Kebenaran : Pembacaan Biblikal Kejadian 3:1 di Era Digital Febrilianti Febrilianti; Nofita Dino; Andarias Momot; Febby Patty
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 8 (2025): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i8.3906

Abstract

Artikel ini menafsirkan Kejadian 3:1 sebagai pola awal distorsi kebenaran untuk membaca fenomena hoaks di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi biblikal-kontekstual. Data utama berupa Kejadian 2:16–17 dan 3:1–5 dianalisis melalui pendekatan naratif-retoris, kemudian didialogkan dengan kajian misinformasi, agama digital, dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ular tidak diawali dengan penyangkalan langsung, melainkan melalui pembingkaian ulang firman Allah lewat pertanyaan yang memanipulasi makna, sehingga larangan terhadap satu pohon diperluas seolah-olah berlaku bagi seluruh pohon dalam taman. Temuan ini menegaskan bahwa distorsi kebenaran sering bekerja secara halus melalui perubahan konteks dan penekanan makna. Kebaruan artikel ini terletak pada pembacaan Kejadian 3:1 sebagai model awal distorsi kebenaran yang menghubungkan eksegesis Alkitab dengan etika komunikasi dan pedagogi iman di era digital. Implikasinya, gereja dan Pendidikan Agama Kristen perlu mengembangkan literasi kebenaran yang mencakup verifikasi sumber, ketelitian hermeneutik, etika bermedia, serta tanggung jawab komunal dalam menghadapi arus informasi digital.
Tari Maena Nias sebagai Media Kontekstual dalam Pembelajaran Pendidikan Kristen Fernis Laia
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 8 (2025): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i8.4241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Tari Maena Nias sebagai media kontekstual dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK). Selain sebagai ekspresi budaya, Maena mengandung nilai-nilai filosofis berupa kebersamaan, persatuan dalam gerak dan syair, relasi sosial yang harmonis, serta sukacita kolektif. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip utama iman Kristen, khususnya kasih, persekutuan (koinonia), dan kehidupan sebagai satu tubuh dalam Kristus. Penelitian ini berfokus pada bagaimana makna filosofis Tari Maena dapat diinterpretasikan dan dikontekstualisasikan dalam pembelajaran PAK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis budaya, yang menekankan pada penggalian nilai-nilai filosofis, sosial, teologis, dan edukatif yang terkandung dalam tarian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Maena mencerminkan nilai-nilai teologis yang selaras dengan ajaran Kristen, terutama dalam aspek koinonia yang tampak melalui gerakan kolektif, nyanyian berbalas, dan partisipasi yang inklusif. Selain itu, Tari Maena terbukti efektif sebagai media pembelajaran kontekstual yang meningkatkan pemahaman Alkitab, partisipasi aktif, serta apresiasi terhadap budaya lokal. Dengan demikian, budaya lokal menjadi jembatan antara iman dan kehidupan nyata peserta didik.
Pembangunan Gedung Gereja Megah di Tengah Masyarakat Berdaya Ekonomi Lemah: Tinjauan Biblis terhadap Teks 1 Raja-Raja 5:1–18 Novembry Patty; Andre Layan; Yoel Baunsele
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 8 (2025): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i8.4243

Abstract

Penelitian ini berfokus pada dominasi pembangunan fisik dalam praktik pembangunan jemaat di Jemaat GPM Ullath yang cenderung kurang memperhatikan aspek pemberdayaan sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan wawancara. Selain itu, pendekatan kritik historis-kritis digunakan untuk menganalisis teks 1 Raja-Raja 5:1–18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan fisik menjadi orientasi utama dalam praktik pembangunan jemaat. Sementara itu, dalam teks 1 Raja-Raja 5:1–18 ditemukan adanya praktik kerja paksa yang diberlakukan kepada seluruh warga, baik Israel maupun non-Israel, sebagai bagian dari proyek pembangunan. Temuan ini memberikan refleksi kritis terhadap praktik pembangunan jemaat masa kini. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan pentingnya reorientasi pembangunan jemaat dengan memberikan perhatian yang lebih besar pada pemberdayaan sumber daya manusia. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa tujuan utama pembangunan jemaat adalah untuk menjawab kebutuhan jemaat sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan demikian, pembangunan sumber daya manusia perlu menjadi prioritas dalam praktik pembangunan jemaat.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 11 (2025): November Vol. 5 No. 10 (2025): Oktober Vol. 5 No. 9 (2025): September Vol. 5 No. 8 (2025): Agustus Vol. 5 No. 7 (2025): Juli Vol. 5 No. 6 (2025): Juni Vol. 5 No. 5 (2025): Mei Vol. 5 No. 4 (2025): April Vol. 5 No. 3 (2025): Maret Vol. 5 No. 2 (2025): Februari Vol. 5 No. 1 (2025): Januari Vol. 4 No. 12 (2024): Desember Vol. 4 No. 11 (2024): November Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober Vol. 4 No. 9 (2024): September Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus Vol. 4 No. 7 (2024): Juli Vol. 4 No. 6 (2024): Juni Vol. 4 No. 5 (2024): Mei Vol. 4 No. 4 (2024): April Vol. 4 No. 3 (2024): Maret Vol. 4 No. 2 (2024): Februari Vol. 4 No. 1 (2024): Januari Vol. 3 No. 12 (2023): Desember Vol. 3 No. 11 (2023): November Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober Vol. 3 No. 9 (2023): September Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus Vol. 3 No. 7 (2023): Juli Vol. 3 No. 6 (2023): Juni Vol. 3 No. 5 (2023): Mei Vol. 3 No. 4 (2023): April Vol. 3 No. 3 (2023): Maret Vol. 3 No. 2 (2023): Februari Vol. 3 No. 1 (2023): Januari Vol. 2 No. 12 (2022): Desember Vol. 2 No. 11 (2022): November Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober Vol. 2 No. 9 (2022): September Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus Vol. 2 No. 7 (2022): Juli Vol. 2 No. 6 (2022): Juni Vol. 2 No. 5 (2022): Mei Vol. 2 No. 4 (2022): April Vol. 2 No. 3 (2022): Maret Vol. 2 No. 2 (2022): Februari Vol. 2 No. 1 (2022): Januari Vol. 1 No. 12 (2021): Desember Vol. 1 No. 11 (2021): November Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober Vol. 1 No. 9 (2021): September Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus Vol. 1 No. 7 (2021): Juli Vol. 1 No. 6 (2021): Juni Vol. 1 No. 5 (2021): Mei Vol. 1 No. 4 (2021): April Vol. 1 No. 3 (2021): Maret Vol. 1 No. 2 (2021): Februari Vol. 1 No. 1 (2021): Januari More Issue