cover
Contact Name
Genoveva Mari
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnalintheos@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Teologi
Published by Actual Insight
ISSN : 27767450     EISSN : 27757676     DOI : https://doi.org/10.56393/intheos.v1i1.170
In Theos: Jurnal Pendidikan dan Teologi. Jurnal ini adalah jurnal penelitian yang terbit bulanan dengan berfokus pada publikasi hasil-hasil riset dalam bidang pendidikan agama secara umum dan kajian-kajian teologis. Jurnal ini ditujukan untuk teolog praktis dan guru pendidikan agama, ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam agama, dan perwakilan dari disiplin budaya-ilmiah lainnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempromosikan kajian-kajian mendalam dalam kelimuan di pendidikan agama dan teologi. Jurnal ini memuat sumbangan teori yang deskriptif empiris dan kritis tentang praktik religius dalam masyarakat, terutama berkaitan dengan deskripsi agama sebagaimana yang dipraktikkan. Agama dalam konteks ini dapat dipahami dalam arti luas kata yang dengannya semua kecenderungan apresiatif terhadap pandangan akhir tentang diri sendiri dan dunia dapat digambarkan sebagai yang religius.
Articles 270 Documents
Pemaknaan Mendirikan Batu Simbuang Dan Relevansinya Pada Zaman Sekarang Di Kalimbuang Bori Pasalli’, Aguesto Gidion; Batong, Hernawati
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i1.2660

Abstract

Tulisan ini mengkaji makna serta relevansi tradisi mendirikan batu simbuang (menhir) dalam upacara adat rambu solo’ di suku Toraja, khususnya di Kalimbuang Bori’, Kabupaten Toraja Utara. Adapun penelitian ini dilakukan untuk mengetahui relevansi mendirikan batu simbuang pada zaman sekarang di Kalimbuang Bori’. Ini bertujuan untuk menghormati arwah orang yang meninggal dan mengantarkan menuju alam roh. Batu simbuang sebagai simbol keabadian, kekekalan, dan kesinambungan arwah, menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur, pendekatan deskripsi analitis, dan wawancara dengan seorang tokoh masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah mengalami perkembangan zaman, tradisi mendirikan batu simbuang masih relevan dan terus dilakukan di Kalimbuang Bori’. Namun terdapat peraturan baru yang diterapkan untuk mengatur pendirian batu simbuang di Kalimbuang Bori’. Hal ini menunjukkan adanya upaya menjaga tradisi adat sambil menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Perubahan ini juga mencerminkan dinamika budaya lokal yang adaptif terhadap kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi. Selain sebagai simbol spiritual, pendirian batu simbuang juga berfungsi sebagai daya tarik wisata budaya yang mendukung ekonomi masyarakat setempat. Dengan demikian, tradisi ini tidak hanya memiliki nilai spiritual tetapi juga berdampak positif terhadap pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat.
Dampak Gaya Hidup Digital Terhadap Hubungan Sosial Mahasiswa Pelayan Pastoral Tingkat 4 STP-IPI Malang Ina, Katrina Ivontri; Goa, Lorentius
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i1.2710

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial, termasuk di kalangan mahasiswa Pelayan Pastoral. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak gaya hidup digital terhadap hubungan sosial mahasiswa Pelayan Pastoral Tingkat 4 Sekolah Tinggi Pastoral-Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang. Menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan teknik purposive sampling, penelitian melibatkan 10 mahasiswa dan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa menghabiskan 6-8 jam sehari berinteraksi dengan perangkat digital, yang berdampak penting pada kualitas interaksi tatap muka dan pola hubungan sosial. Temuan dalam penelitian ini yaitu mengungkap fenomena "hubungan yang membingungkan", di mana mahasiswa merasa semakin terhubung secara digital namun terasing dalam hubungan fisik. Penelitian menemukan adanya pergeseran dalam praktik pelayanan pastoral, dengan kecenderungan menggunakan teknologi untuk tugas keagamaan dibandingkan pendekatan tradisional. Hasil Penelitian ini menyimpulkan perlunya pendekatan seimbang dalam penggunaan teknologi digital dalam pendidikan dan praktik pastoral, sambil mempertahankan esensi komunikasi antar pribadi yang mendalam dan secara langsung.
Tongkonan Sebagai Nilai Kerukunan Beragama Dalam Tradisi Rambu Solo Di Toraja Biyang, Angelia Purnadharani; Laba, Kristian; Limbong, Desfianti; Pasenggong, Vemiati; Pute, Jimmi Pindan
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i1.2711

Abstract

Konsep tentang kerukunan beragama masih menjadi pergumulan berat di kalangan kaum agamawan, pakar agama dan tokoh-tokoh agama. Kesediaan diri untuk menghargai serta mengusahakan hubungan yang baik dengan aliran kepercayaan lain sesungguhnya masih cukup jauh tertinggal dibandingkan dengan keberagaman lainnya. Untuk itu, penulis berkehendak untuk merangkai tulisan dengan tujuan untuk menemukan model-model yang menjadi tawaran terhadap konflik beragama yang ditemukan dalam tradisi rambu solo’ masyarakat Toraja melalui falsafah Tongkonan. Metode atau prosedur penelitian diterapkan dalam metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kualitatif diterapkan dalam study kepustakaan dan analisis wawancara untuk mengumpulkan data sekaligus menemukan nilai-nilai kerukunan dalam tradisi rambu solo’ yang dapat untuk direvitalkan kembali sebagai konsep untuk menciptakan kerukunan beragama. Pendekatan deskriptif diterapkan sebagai bentuk lukisan atau gambaran keadaan yang benar-benar reall terjadi di tengah-tengah masyarakat sehubungan dengan keadaan sosial beragama. Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa tradisi rambu solo’ mengandung nilai solidaritas, kepeduliaan, keramahtamahan, dan penerimaan yang dapat menjadi model edukasi terhadap kerukunan beragama. Penelitian tersebut menunjukan bahwa tongkonan sebagai falsafah masyarakat Toraja mengandung arti tentang penghormatan, persatuan dan kerukunan.
Meningkatkan Sikap Penerimaan Diri Pada Lansia Di Panti Werdha Tropodo Melalui Kegiatan Kelompok Kecil Evangelisasi Herin, Bergita Layon; Subasno, Yohanes
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i1.2712

Abstract

Lanjut usia atau lansia adalah tahap kehidupan yang dimulai pada usia sekitar 60 tahun ke atas, Secara bilogis penduduk lansia juga adalah penduduk yang mengalami proses penuanaan secara terus menerus. Tahap ini ditandai oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Oleh sebab itu aspek yang penting dari kesejahteraan seseorang, terutama di usia lanjut adalah sikap penerimaan diri, Penerimaan diri mengacu pada kemampuan untuk menerima dan mencintai diri sendiri, termasuk kekuatan, kelemahan, dan keterbatasan diri. Penerimaan diri sangat penting bagi lansia karena dapat mempengaruhi kualitas hidup, kebahagiaan dimasa tua mereka. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui pelaksananan kegiatan kelompok kecil Evangelisasi dapat meningkatkan sikap penerimaan diri lansia di Panti Werdha Bhakti Luhur Tropodo, Sidoarjo Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam sebagai alat utama untuk mengumpulkan data. Jumlah subjek yang digunakakan berjumlah lima orang lansia di Panti Werdha Bhakti Luhur Tropodo. Hasil Penelitian menemukan bahwa Kelompok Kecil Evangelisasi memberikan dampak positif dalam proses penerimaan diri lansia. Kegiatan ini membantu lansia menerima kelemahan dan keterbatasan, meningkatkan rasa percaya diri, serta memberikan dukungan emosional yang penting.
Teologi Penderitaan: Makna dan Implikasi Frasa “Mengutuki Hari Kelahirannya” dalam Ayub 3:1 Pandie, Suryandi Marino; Mapule, Ashar
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i1.2720

Abstract

Penderitaan memengaruhi respons iman seseorang secara beragam: ada yang menerimanya dan semakin beriman, namun ada pula yang kehilangan iman. Ayub, seorang tokoh Alkitab yang dikenal beriman, menghadapi penderitaan mendalam yang memunculkan pertanyaan teologis. Penelitian ini bertujuan merumuskan teori teologi penderitaan berdasarkan makna frasa "mengutuki hari kelahirannya" dalam Ayub 3:1. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan Ayub mengutuki hari kelahirannya bukanlah penolakan literal terhadap eksistensi atau penghujatan kepada Allah, melainkan ekspresi puitis yang tulus atas penderitaannya. Dalam perspektif teologis, Ayub mengajarkan bahwa pergumulan iman tidak bertentangan dengan pengakuan terhadap keagungan Allah. Ekspresi penderitaan yang jujur justru dapat menjadi bagian dari perjalanan spiritual seseorang. Kajian ini merumuskan tiga implikasi teologis utama: pertama, Allah mengakui kejujuran ekspresi manusia dalam penderitaan; kedua, terdapat perbedaan mendasar antara ratapan dan penghujatan; dan ketiga, kesadaran akan kedaulatan Allah menjadi fondasi iman dalam menghadapi penderitaan. Implikasi ini membentuk kerangka teologis yang komprehensif dan seimbang untuk memahami serta merespons penderitaan dalam perspektif iman.
Analisis Pertumbuhan Gereja Toraja karena Pemberitaan Injil atau Budaya di Toraja Rendi, Yosep; Novita, Vemiantri
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i2.2765

Abstract

Karya ilmiah ini ditulis bertolak dari permasalahan bahwa Gereja Toraja secara kuantitas bertumbuh dengan sangat pesat di sebagian besar wilayah Nusantara bahkan sampai di luar negeri, namun secara kualitas iman masih kurang, hal itu dipengaruhi oleh budaya Toraja yang sangat kuat. Karya ilimiah ini diharapkan menjadi informasi dan acuan bagi pembaca dan peneliti selanjutnya untuk meneliti perkembangan Gereja Toraja dalam perspektif yang lain. Karya ilmiah ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan melakukan pengkajian teori sebagai bahan analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumenter dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan dikaitkan dengan rumusan masalah yang dikaji maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Gereja Toraja lahir, bertumbuh dan berkembang hingga sampai pada masa kini karena dipengaruhi oleh dua pilar yang saling berdampingan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain yaitu pemberitaan Injil dan budaya. Tugas Gereja Toraja sekarang ini adalah mengupayakan makna teologi di balik akta-akta dalam budaya juga mengupayakan pemberitaan Injil dan budaya selalu hidup berjalan berdampingan sehingga nilai-nilai Injil dan budaya dapat menyatuh agar dapat menghasilkan kekuatan yang dapat mengubah masyarakat.
Gereja Terhadap Pa Mbelgah: Siasat Gereja Sebagai Pembinaan Jemaat di Awal Kekristenan Karo Tarigan, Mehamad Wijaya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i2.2786

Abstract

Penelitian ini mencoba menjelaskan tentang Siasat Gereja Terhadap Pa Mbelgah (Siasat Gereja Sebagai Pembinaan Jemaat di Awal Kekristenan Karo). Penelitian ini memakai metode Deskriptif Kualitatif, dengan melakukan observasi, membaca buku-buku serta arsip NZG. Penelitian ini membahas tentang cara misionaris menghadapi masyarakat Karo yang memakai gendang Karo untuk perayaan-perayaan adat-budaya Karo, dapat ditemukan pada kasus seorang tokoh Karo yang terkemuka dan sudah masuk Kristen, yaitu Pa Mbelgah Purba (Bakal Purba). Menurut Tim Penelitian GBKP tahun 1976 beliau dan kawan-kawannya menerima baptisan kudus tanpa pengajaran katekisasi yang teratur. Seharusnya pertanyaan kepada Pa Mbelgah harus dijawab dengan jawaban Pastoral-Injili bukan jawaban legalistis. Jawaban seperti ini penulis lihat belum memadai. Misionaris melihat musik tradisional dan orkestra sebagai milik masa lalu yang kafir yang tidak bisa dimiliki dalam kehidupan Kristen yang baru. Pa Mbelgah bersikeras karena dia harus menjalankan tanggung jawab sebagai penguasa daerah Kabanjahe dan dia tetap memakai gendang Karo. Akhirnya Pa Mbelgah dikucilkan dari gereja. Seharusnya di sinilah kesempatan misionaris NZG untuk melakukan dialog kontekstualnya.
Eksegese Naratif tentang Jalan Hikmat yang Membentuk Karakter Pemuda dalam Amsal 4: 11-20 Saragih, Agusjetron
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i2.2802

Abstract

Hikmat (ibrani. Hokmah) adalah pengetahuan yang datang dari Allah sehingga manusia mampu memahami dan melakukan jalan Tuhan. Hikmat membuat manusia mampu memilih jalan yang sulit sehingga keputusan-keputusannya selalu menyenangkan hati Tuhan. Hikmat adalah kekuatan sehingga manusia mampu berdiri teguh di dalam iman. Hal ini berarti bahwa seorang pemuda Kristen perlu hidup di dalam hikmat. Pemuda dalam menetukan jalan hidup sering ragu dan bimbang khususnya menentukan pilihan, baik dalam pekerjaan dan juga pasangan hidup. Bahkan pemuda sering tergoda memilih jalan pintas yang hanya memilih jalan mudah dan menyenangkan diri sehingga pada akhirnya tersesat. Harapan agar pemuda Kristen memiliki hikmat sehingga dapat memilih, menimbang dan berjalan di jalan yang baik. Hikmat adalah dasar dan pagar sehingga pemuda mampu hidup di dalam kebenaran Tuhan. Inilah tujuan penulisan karya ilmiah ini, menyelidiki pengertian Hikmat dan dampaknya bagi pembentukan Karakter Pemuda pada Amsal 4:11-20. Penulis akan menggunakan metode penafsiran Eksegese Naratif dalam menafsir Amsal 4:11-20 dan melihat implikasinya bagi pemuda gereja masa kini.
Kontribusi Teologi Migrasi Bagi Perwujudan Sinodalitas Gereja Bersama Kaum Migran Denar, Benediktus; Jewadut, Jean Loustar; Nirmala, Fransiska Rosari
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i2.2874

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara Gereja dan kaum migran dari sudut pandang teologi migrasi. Faktanya, setiap aspek kehidupan manusia dipengaruhi oleh migrasi, yang dapat dianggap sebagai salah satu masalah paling kompleks di dunia. Artikel ini ditulis dengan pendekatan kualitatif dan berfokus pada cara studi kepustakaan dilakukan. Metode ini memungkinkan pengumpulan dan analisis informasi dari berbagai sumber, termasuk buku, artikel, dokumen, surat kabar, kebijakan, dan temuan penelitian atau penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa migrasi bukan hanya sebuah fakta sosial yang memiliki implikasi dalam kehidupan yang kompleks, tetapi juga cara berpikir tentang Tuhan dan apa artinya menjadi manusia yang hidup tanpa sekat sosial. Dengan demikian, kita dapat memahami dan menanggapi pengalaman hidup kaum migran dengan lebih baik. Sumber refleksi teologis tentang migrasi adalah sejarah hidup dan pengalaman penderitaan kaum migran. Salah satu landasan teologis untuk membangun sinodalitas Gereja bersama kaum migran adalah teologi migrasi. Bentuk sinodalitas ini mencakup Gereja yang terbuka untuk mendengarkan dan belajar dari pengalaman hidup kaum migran, mengembangkan kerja kolaboratif dengan pihak-pihak terkait untuk memperjuangkan martabat luhur kaum migran, dan melakukan diakonia pastoral melalui animasi, mediasi, dan advokasi.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Toilet Anak Autisme Melalui Metode Latihan di Wisma Patmos Atas Aso, Maria Wilhelmina Wea; Yulius, Martinus Irwan
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i2.2545

Abstract

Anak autis perlu membutuhkan perhatian yang khusus, salah satunya aktivitas sehari-hari yang membutuhkan kemandirian yaitu toilet. Autisme adalah gangguan perkembangan komprehensif yang menghasilkan hambatan untuk sosialisasi, komunikasi dan perilaku. Autisme adalah gangguan tentang bagaimana anak-anak melihat dunia dan bagaimana mereka belajar melalui pengalaman mereka. Anak dengan gangguan autistik biasanya kurang mampu merasakan kontak sosial. Pelatihan pengembangan diri bagi anak autis melalui penyampaian informasi atau pengetahuan antara perawat dan anak autis dalam latihan mengamati dan memahami tujuan berupa kemampuan merawat diri sendiri atau mandiri. Dalam pengamatan, subjek sendiri mengalami kesulitan dalam kegiatan toilet karena keterbatasan keterampilan motorik halus seperti kesulitan mengkoordinasikan tangan untuk menyiram atau membersihkan setelah ke toilet. Penelitian ini menemukan bahwa kesulitan dalam kemandirian aktivitas toilet pada anak autis bukan hanya disebabkan oleh hambatan komunikasi atau sosialisasi, tetapi secara spesifik terkait dengan keterbatasan keterampilan motorik halus. Pelatihan pengembangan diri untuk anak autis memang sangat sulit dilakukan karena anak autis berbeda dengan anak pada umumnya lainnya.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 6 (2025): Juni Vol. 5 No. 5 (2025): Mei Vol. 5 No. 4 (2025): April Vol. 5 No. 3 (2025): Maret Vol. 5 No. 2 (2025): Februari Vol. 5 No. 1 (2025): Januari Vol. 4 No. 12 (2024): Desember Vol. 4 No. 11 (2024): November Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober Vol. 4 No. 9 (2024): September Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus Vol. 4 No. 7 (2024): Juli Vol. 4 No. 6 (2024): Juni Vol. 4 No. 5 (2024): Mei Vol. 4 No. 4 (2024): April Vol. 4 No. 3 (2024): Maret Vol. 4 No. 2 (2024): Februari Vol. 4 No. 1 (2024): Januari Vol. 3 No. 12 (2023): Desember Vol. 3 No. 11 (2023): November Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober Vol. 3 No. 9 (2023): September Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus Vol. 3 No. 7 (2023): Juli Vol. 3 No. 6 (2023): Juni Vol. 3 No. 5 (2023): Mei Vol. 3 No. 4 (2023): April Vol. 3 No. 3 (2023): Maret Vol. 3 No. 2 (2023): Februari Vol. 3 No. 1 (2023): Januari Vol. 2 No. 12 (2022): Desember Vol. 2 No. 11 (2022): November Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober Vol. 2 No. 9 (2022): September Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus Vol. 2 No. 7 (2022): Juli Vol. 2 No. 6 (2022): Juni Vol. 2 No. 5 (2022): Mei Vol. 2 No. 4 (2022): April Vol. 2 No. 3 (2022): Maret Vol. 2 No. 2 (2022): Februari Vol. 2 No. 1 (2022): Januari Vol. 1 No. 12 (2021): Desember Vol. 1 No. 11 (2021): November Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober Vol. 1 No. 9 (2021): September Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus Vol. 1 No. 7 (2021): Juli Vol. 1 No. 6 (2021): Juni Vol. 1 No. 5 (2021): Mei Vol. 1 No. 4 (2021): April Vol. 1 No. 3 (2021): Maret Vol. 1 No. 2 (2021): Februari Vol. 1 No. 1 (2021): Januari More Issue