cover
Contact Name
M. Iqbal
Contact Email
ijoms.2022@gmail.com
Phone
+6281266936966
Journal Mail Official
ijoms.2022@gmail.com
Editorial Address
Taman Balaraja blok G 2 No.1 RT 03 RW 08 Desa Parahu Kec. Sukamulya Kab. Tangerang - Banten 15610
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences
ISSN : 29862426     EISSN : 29637635     DOI : 10.59066/ijoms
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences is a scientific journal published by CV. Era Digital Nusantara. The papers to be published in IJoMS are research articles (quantitative or qualitative research approaches), literature studies or original ideas that are considered to contribute to scientific studies of Economics, Law, Psychology, Sociology, Government and Politics.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 273 Documents
Kecemasan Menikah pada Dewasa Awal di Karawang Ditinjau dari Fenomena Fatherless Yunita Ryana Dewi; Cempaka Putrie Dimala; Haryanti Mustika
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2466

Abstract

Kecemasan terhadap pernikahan telah menjadi salah satu masalah psikologis yang semakin sering ditemui di kalangan dewasa awal, termasuk di Kabupaten Karawang, wilayah yang dalam enam tahun terakhir justru mencatat penurunan angka pernikahan yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh fatherless terhadap kecemasan menikah pada dewasa awal di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Sampel penelitian berjumlah 400 dewasa awal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria berusia 18-40 tahun, belum menikah, dan berdomisili di Kabupaten Karawang. Fatherless diukur dengan Father Involvement Scale, sedangkan kecemasan menikah diukur dengan skala kecemasan. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatherless berpengaruh negatif signifikan terhadap kecemasan menikah. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,870 menunjukkan bahwa fatherless menjelaskan 87% kecemasan menikah, sedangkan 13% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hal ini menegaskan bahwa kualitas relasi dengan ayah adalah salah satu fondasi psikologis paling menentukan dalam kesiapan dewasa awal menghadapi pernikahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya keterlibatan ayah yang dialami individu (fatherless) berkaitan dengan meningkatnya kecemasan menikah pada dewasa awal di Kabupaten Karawang. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan ayah yang konsisten sejak masa kanak-kanak sebagai bekal psikologis anak dalam membangun kesiapan menikah di masa dewasa.
Ketika Smartphone Sulit Dilepaskan: Pengaruh Self-Esteem dan Loneliness terhadap Nomophobia pada Generasi Z Luthfia Nabillah Nurhidayati; Nuram Mubina; Yuwono Pratomo
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2476

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menjadikan smartphone sebagai bagian penting dalam kehidupan Generasi Z. Penggunaan smartphone yang semakin tinggi memberikan berbagai kemudahan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat memunculkan masalah psikologis, salah satunya nomophobia, yaitu kecemasan ketika individu tidak dapat mengakses smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-esteem dan loneliness terhadap nomophobia pada Generasi Z di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Responden penelitian berjumlah 210 Generasi Z berusia 15–28 tahun yang berdomisili di Kabupaten Karawang dan merupakan pengguna aktif smartphone. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q), Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dan UCLA Loneliness Scale Version 3, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan JASP 0.19.2.0 dan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem dan loneliness secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nomophobia dengan kontribusi sebesar 15,8%. Secara parsial, self-esteem berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nomophobia, sedangkan loneliness berpengaruh positif dan signifikan terhadap nomophobia. Dengan demikian, semakin tinggi self-esteem, semakin rendah kecenderungan nomophobia, sedangkan semakin tinggi loneliness, semakin tinggi kecenderungan nomophobia pada Generasi Z di Kabupaten Karawang.
Pengawasan Negara Terhadap Ruang Cyber dalam Penanganan Peretasan Data Pribadi dan Ancaman Privasi: Pengawasan Negara dan Tanggung Jawab atas Dugaan Kebocoran Data MyPertamina dalam Perspektif UU Pelindungan Data Pribadi Aryadika Syaban; Sidi Ahyar Wiraguna
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2699

Abstract

Dugaan penawaran 44.237.264 rekaman yang diklaim berasal dari MyPertamina pada November 2022 menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan negara terhadap pengendali data dan penyelenggara sistem elektronik. Karena sumber kebocoran belum dibuktikan melalui putusan atau laporan forensik publik yang final, penelitian ini tidak menetapkan PT Pertamina sebagai pelaku pelanggaran, melainkan menggunakan insiden tersebut sebagai kasus uji normatif. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan terbatas. Bahan hukum dianalisis dengan interpretasi gramatikal, sistematis, dan teleologis serta pemetaan kewenangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU Nomor 27 Tahun 2022 telah menetapkan dasar pemrosesan, penilaian dampak, keamanan, pencegahan akses tidak sah, notifikasi kegagalan, pejabat pelindungan data, sanksi, dan hak ganti rugi. Namun, efektivitas pengawasan masih dibatasi oleh belum operasionalnya lembaga PDP yang independen, irisan mandat Komdigi dan BSSN, serta minimnya transparansi hasil investigasi. Status BUMN tidak otomatis mengatribusikan tindakan korporasi kepada negara menurut Articles on State Responsibility; pertanggungjawaban korporasi harus dibedakan dari kewajiban konstitusional negara untuk mengatur, mengawasi, menegakkan, dan menyediakan pemulihan. Kebaruan penelitian adalah model akuntabilitas berlapis yang memisahkan tanggung jawab pengendali data dari kewajiban negara sebagai regulator, supervisor, dan penjamin pemulihan.
Estimasi Kehilangan Kinerja yang Berkaitan dengan Soiling pada PLTS Atap: Perbandingan PR Aktual, PVsyst, dan Respons Pembersihan di Gedung Cooling Water Pump PLTU Suralaya Setya Cahya Utama; Dhami Johar Damiri
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2841

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap Gedung Cooling Water Pump (CWP) PLTU Suralaya beroperasi pada lingkungan industri yang berpotensi meningkatkan deposisi pengotor (soiling) akibat kedekatannya dengan area penimbunan batubara, aktivitas penanganan abu pembakaran, dan lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan mengestimasi kehilangan kinerja yang berkaitan dengan kondisi soiling melalui perbandingan Performance Ratio (PR) aktual dengan hasil simulasi PVsyst serta mengevaluasi respons kinerja setelah kejadian pembersihan modul. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain studi kasus ex post facto berdasarkan data operasi selama 22 bulan valid pada Januari 2024–Desember 2025 dan empat kejadian pembersihan yang diperlakukan sebagai natural experiments. Analisis dilakukan melalui perbandingan PR aktual dan simulasi, perubahan kinerja sebelum dan sesudah pembersihan, serta pemeriksaan pola kurva daya inverter terhadap iradiasi dan heatmap specific power. Hasil menunjukkan bahwa PR aktual rata-rata mencapai 70,88% pada 2024 dan 72,61% pada 2025, lebih rendah daripada PR desain sebesar 74,23%. Perubahan PR antarperiode sebelum dan sesudah pembersihan menghasilkan estimasi kehilangan kinerja terkait soiling sebesar 12,8%–36,7%; nilai tersebut diperlakukan sebagai upper-bound estimate yang masih terkonfounded oleh temperatur modul, mismatch, availability, clipping, curtailment, bias sensor iradiasi, degradasi, dan ketidakpastian model PVsyst. Pembersihan basah menunjukkan pemulihan PR yang lebih besar dibandingkan pembersihan kering, sedangkan analisis paired t-test terhadap empat kejadian pembersihan menunjukkan indikasi perbedaan kinerja yang bersifat eksploratori (p satu arah = 0,032; Cohen’s d = 1,43), sehingga hasil inferensial perlu ditafsirkan secara hati-hati. Estimasi deviasi produksi energi yang berkaitan dengan kondisi soiling mencapai 214,2 MWh atau sekitar Rp314,2 juta selama periode observasi, tetapi nilai tersebut tidak dapat sepenuhnya diatribusikan kepada soiling. Temuan menunjukkan adanya indikasi residual/cemented soiling yang lebih sulit dihilangkan melalui pembersihan kering. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui integrasi data PR aktual, simulasi PVsyst, dan respons pembersihan untuk mengidentifikasi indikasi kehilangan kinerja yang berkaitan dengan soiling pada PLTS di lingkungan industri pembangkit listrik. Hasil penelitian dapat menjadi dasar awal untuk perencanaan strategi pemeliharaan dan interval pembersihan, dengan mempertimbangkan bahwa diperlukan pengukuran soiling ratio secara langsung serta data lingkungan yang lebih lengkap untuk memperoleh estimasi kausal yang lebih kuat.
Pembelajaran Matematika Berbantuan Mathigon untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis: Studi Pra-Eksperimental pada satu kelas Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Sunata; Thesa Kandaga; Rina Indriani
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman konsep matematis mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran matematika berbantuan Mathigon pada materi luas lingkaran. Penelitian ini merupakan studi pra-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 12 mahasiswa Universitas Terbuka semester 5 dalam satu kelas. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematis yang diberikan sebelum dan setelah pembelajaran. Pembelajaran berbantuan Mathigon dilaksanakan selama empat kali pertemuan melalui aktivitas visual, interaktif, dan manipulatif dengan mengaitkan konsep luas persegi, persegi panjang, trapesium, dan segitiga sebagai dasar dalam menemukan konsep luas lingkaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, uji Wilcoxon Signed-Rank, dan ukuran efek (effect size). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor meningkat dari 78,00 pada pretest menjadi 85,33 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 7,33 poin. Nilai N-Gain sebesar 0,35 menunjukkan peningkatan dalam kategori sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (Z = −3,059; p < 0,001). Ukuran efek sebesar r = 0,883 menunjukkan efek perubahan yang sangat besar dalam sampel penelitian. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep matematis mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran berbantuan Mathigon. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol dan hanya melibatkan satu kelas dengan jumlah peserta yang terbatas, peningkatan tersebut belum dapat diinterpretasikan sebagai efek kausal Mathigon atau digeneralisasikan secara luas. Hasil penelitian memberikan indikasi awal bahwa Mathigon berpotensi mendukung pembelajaran konsep matematika melalui visualisasi, eksplorasi, manipulasi, dan pengaitan antarkonsep.
Analysis of Innovation and Implementation of the "Silaw Mas" Application on Employee Performance with Job Satisfaction as an Intervening Variable in Pangkalan Susu Sub-District Jamilah; Yohny Anwar; Darmilisani
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2666

Abstract

This study aims to analyze the effect of innovation and the implementation of the SILAW MAS application on employee performance with job satisfaction as an intervening variable at Pangkalan Susu Subdistrict Office. This research uses a quantitative approach with a survey method. The population in this study consisted of all employees of the Pangkalan Susu Subdistrict Office totaling 89 people, and the sampling technique used was saturated sampling, so the entire population was used as the research sample. The data analysis technique used was Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) with the assistance of SmartPLS software. The results showed that innovation has a positive and significant effect on job satisfaction and employee performance. Job satisfaction also has a positive and significant effect on employee performance. The implementation of the SILAW MAS application has a positive and significant effect on job satisfaction, but does not have a significant direct effect on employee performance. In addition, job satisfaction is proven to mediate the effect of innovation and the implementation of the SILAW MAS application on employee performance. The conclusion of this study is that increasing innovation and optimizing the implementation of the SILAW MAS application can improve job satisfaction, which in turn has an impact on improving employee performance. Therefore, the institution is expected to strengthen innovation and improve the quality of application system implementation to achieve more optimal employee performance.
The Influence of Transformational Leadership and Organizational Culture on Employee Performance at PT Pelindo Multi Terminal Muhammad Reza; Saimara A. M. Sebayang; Yohny Anwar
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2667

Abstract

This study aims to examine the influence of transformational leadership and organizational culture on employee performance at PT Pelindo Multi Terminal. The background of this study is based on the importance of the role of leaders who are able to provide motivation, direction, and support, accompanied by a strong work culture in creating a productive work environment. This study employs a quantitative approach using a survey method by distributing questionnaires to employees as respondents. The results show that transformational leadership has a positive and significant effect on employee performance, indicating that the more effective the leadership style implemented, the higher the level of employee performance. In addition, organizational culture is also proven to have a positive and significant effect, meaning that strong work values, effective communication, and good work habits can enhance employee commitment and performance quality. Simultaneously, these two variables are able to explain 51.8% of the variation in employee performance, demonstrating that leadership and organizational culture are important factors in improving performance. However, there are still other factors outside the scope of this study that also influence employee performance. Therefore, the findings of this study are expected to serve as a reference for companies in improving leadership quality and strengthening organizational culture in order to optimize employee performance.
Analysis of the Application of Technology, Training, and Work Discipline on Teacher Performance with Competence as an Intervening Variable at UPT SMP Negeri 19 Medan Rinaldi Rizal Affandi; Yohny Anwar; Muhammad Toyib Daulay
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2668

Abstract

This study aims to analyze the effect of technology implementation, training, and work discipline on teacher performance with competence as an intervening variable. This research uses a quantitative approach with an associative research type. The population in this study consisted of all teachers totaling 50 people, and the sampling technique used was a census method, so the entire population was used as the sample with 100 respondents. The data analysis method used was Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Square (PLS) with the assistance of SmartPLS software. The results showed that work discipline has a positive and significant effect on teacher performance and competence. Competence also has a positive and significant effect on teacher performance. Training has a positive and significant effect on competence but does not have a significant effect on teacher performance. Technology implementation does not have a significant effect on teacher performance or competence. Furthermore, competence is proven to mediate the effect of work discipline and training on teacher performance, but it does not mediate the effect of technology implementation on teacher performance. Therefore, improving teacher performance can be achieved through enhancing work discipline and teacher competence.
Legal Analysis of the Problem of Determining Criminal Responsibility Between Users and Distributors in Narcotics Crimes (Study at the North Sumatra Regional Police) Riski Robbi Hamonanggan Sitorus; Mhd Azhali Siregar; Fitri Rafianti
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2669

Abstract

This study aims to analyze the legal issues of determining criminal responsibility between users and dealers in narcotics crimes and examine the factors that influence the classification of suspect status in investigative practices at the North Sumatra Regional Police. This issue is important because determining status as a user or dealer has direct implications for the application of criminal sanctions, both through rehabilitative and repressive approaches. The unclear boundaries between these two categories in law enforcement practices often lead to disparities in case handling and potentially ignore the principles of justice and legal certainty. This study uses a normative legal method supported by an empirical legal approach. Data were obtained through a literature review of laws and regulations, books, scientific journals, and interviews with investigators, legal practitioners, and academics. Primary legal materials include Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code, and Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code. Data analysis was conducted qualitatively by examining the alignment between legal norms and their implementation practices. The results show that determining criminal liability between users and dealers still faces various legal obstacles, including differing interpretations of the elements of "possession," "control," and "storage," limited evidence, and the suboptimal implementation of integrated assessments. Furthermore, non-legal factors such as economic pressure, the influence of illicit trafficking networks, community legal culture, and the integrity of law enforcement officers also influence investigation results. In practice at the North Sumatra Regional Police, drug users who should receive rehabilitation are still being processed as dealers. This study concludes that Indonesian positive law provides a normative basis for distinguishing drug users and dealers, but its implementation still requires more consistent guidelines, improved quality of evidence, strengthened inter-agency coordination, and optimization of the rehabilitative approach to achieve legal certainty, justice, and benefits in a balanced manner.
The Influence of Work Discipline, Leadership Style, and Competence on Teacher Performance at State Senior High School 2 Binjai Valentino Dimas Habibie; Emi Wakhyuni; Darmilisani
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2671

Abstract

This study aims to analyze the influence of work discipline, leadership style, and competence on teacher performance at State Senior High School 2 Binjai. The study employs a quantitative approach using a survey method conducted through the distribution of questionnaires to 81 respondents who are teachers. The variables examined in this study include work discipline (X1), leadership style (X2), competence (X3), and teacher performance (Y). The data analysis techniques applied include validity and reliability tests of the instruments, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing using the t-test and F-test to identify both partial and simultaneous effects among variables. The results show that, partially, work discipline has a significant effect on teacher performance, as indicated by a calculated t-value of 2.851, which is greater than the t-table value of 1.991. Leadership style is also proven to have a significant effect on teacher performance, with a calculated t-value of 2.581 > 1.991. Likewise, competence has a significant effect on teacher performance, with a calculated t-value of 2.285 > 1.660. Simultaneously, the three independent variables—work discipline, leadership style, and competence—have a significant effect on teacher performance. This is evidenced by the F-test results, which show a calculated F-value of 2.524, greater than the F-table value of 2.492. These findings indicate that improvements in teacher performance result from the interaction of various factors, particularly work discipline, the effectiveness of leadership style, and the level of professional competence possessed by teachers.