cover
Contact Name
Joko Suwito
Contact Email
donysulystiono@poltekkesdepkes-sby.ac.id
Phone
+6281234802629
Journal Mail Official
jurnalkeperawatanpolkesbaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Karang Menjangan No.12, Airlangga, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60286
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 24078999     EISSN : 24078999     DOI : 10.36568
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan covers all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing.
Articles 81 Documents
Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Dalam Pelaksanaan Protokol Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 Clara Felicia Regina Fortunata; Retno Puspitadewi, Teresia; Wahyurianto, Yasin
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i2.86

Abstract

The daily increase of cases, with the highest confirmed surge in Covid-19 in the Latsari village, indicates that community compliance with health protocols is still not optimal. The COVID-19 virus continues to spread as a result of non-compliance with health protocols, and it has numerous harmful consequences in various sectors, including health, economic, education, and political sectors. This study aims to describe the knowledge and behavior of the community in implementing health protocols during the COVID-19 pandemic in the RT 03 / RW 02 area, Latsari Village, Tuban District, Tuban Regency. The research design utilized a descriptive method with cross sectional approach. A total of 67 family heads were included in this study, with a sample of 57 families. The sampling technique used in this study was a simple random sampling. Research variables used community knowledge and behavior in implementing health protocols during the COVID-19 pandemic. Meanwhile, the data collecting methods were in the form of a questionnaire. Once the data was collected, it was then processed and tabulated descriptively. According to the results of this study, almost half of the community had a less knowledge about how to implement health protocols during the COVID-19 pandemic, and almost all people had a poor behavior towards the implementation of COVID-19 health protocols. Due to the lack of knowledge and behavior of the community, the number of confirmed cases of COVID-19 increased in RT 03 / RW 02 Latsari Village. Several steps that can be taken as an effort to prevent the spread of COVID-19, are that the community is encouraged to implement the 5M movement (wearing masks, washing hands, maintaining distance, staying away from crowds, limiting mobilization and interaction), and providing a place for washing hands in every house with water flowing and antiseptic soap.
Gambaran Status Gizi Pada Anak Prasekolah di TK Dharma Wanita Persatuan Kloposepuluh Siti Putri Agustin; Siti Maemonah; Widarti, Luluk
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i2.87

Abstract

Masalah gizi seperti gizi kurang (underweight) dan gizi lebih (overweight) dapat terjadi pada siapapun termasuk anak prasekolah. Gizi kurang merupakan keadaan dimana anak mengalami kegagalan dalam mencapai berat badan ideal sesuai dengan usianya, sedangkan gizi lebih merupakan suatu kondisi yang diakibatkan karena penumpukan lemak yang berlebih di dalam tubuh. Masalah gizi tersebut dapat berdampak pada anak baik dampak jangka pendek maupun dampak jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada anak prasekolah di TK Dharma Wanita Persatuan Kloposepuluh serta dapat memprediksi masalah kesehatan yang dapat terjadi selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak prasekolah (4-6 tahun) yang bersekolah di TK Dharma Wanita Persatuan Kloposepuluh sejumlah 55 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi anak prasekolah di TK Dharma Wanita Persatuan Kloposepuluh hampir seluruhnya (81,8%) memiliki status gizi baik, 12,7% dengan gizi kurang, 3,7% dengan gizi lebih dan 1,8% dengan obesitas. Gizi kurang dan gizi lebih yang terjadi pada anak prasekolah merupakan dampak dari berbagai faktor yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Orang tua dan keluarga diharapkan lebih memperhatikan asupan gizi anak baik dalam hal kandungan gizi maupun kebersihan makanan serta mencari informasi mengenai nutrisi bagi anak sehingga anak dapat tumbuh optimal sesuai dengan usianya.
Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Tingkat 2 Prodi D3 Keperawatan Sidoarjo Dalam Menghadapi Praktik Klinik Keperawatan Di Rumah Sakit Pangestuning Hidaya Na'im Putri; Maemonah, Siti; Widarti, Luluk
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i3.88

Abstract

ABSTRAK Kecemasan merupakan suatu perasaan takut dan khawatir yang pada sesuatu yang tidak jelas atau belum pasti akan terjadi. Banyak mahasiswa mengalami kecemasan dalam menjalani perkuliahan, termasuk mahasiswa keperawatan dalam menghadapi praktik klinik keperawatan. Hal ini dapat terjadi disebabkan karena kurangnya pengalaman mahasiswa dalam melakukan praktik klinik dan adanya perubahan lingkungan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan mahasiswa tingkat 2 Prodi D3 Keperawatan Sidoarjo dalam menghadapi praktik klinik keperawatan di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan mengumpulkan data melalui pernyataan terstruktur Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Penelitian dilakukan di Prodi D3 Keperawatan Sidoarjo pada bulan Maret 2023. Subjek penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa tingkat 2 Prodi D3 Keperawatan Sidoarjo yang berjumlah 47 mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan presentase tingkat kecemasan yang dialami mahasiswa yaitu, 55% mahasiswa mengalami kecemasan ringan,28% mahsiswa mengalami kecemasan sedang, 4% mahasiswa mengalami kecemasan berat, 13% mahasiswa tidak mengalami kecemasan dan tidak ada mahasiswa yang mengalami kecemasan berat sekali. Sebagian besar mahasiswatingkat 2 Prodi D3 Keperawatan Sidoarjo mengalami kecemasan ringan dalammenghadapi praktik klinik keperawatan dengan tanda dan gejala yang hampir sama,yaitu mengalami lemah, kepala terasa berat, tegang, dan gelisah.  Kata Kunci: Tingkat kecemasan, mahasiswa, praktik klinik, HARS  ABSTRACT Anxiety is a feeling of fear and worry about something unclear or not sure what will happen. Many students experience anxiety in attending lectures, including nursing students in facing clinical practice nursing. This can happen due to the lack of experience of students in carrying out clinical practice and changes in the new environment. The purpose of this study was to determine the level of anxiety level 2 students of the Sidoarjo D3 Nursing Study Program in dealing with clinical nursing practice in hospitals. This research was conducted using a descriptive method with a cross-sectional approach by collecting data through structured statements of the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The research was conducted at the Sidoarjo D3 Nursing Study Program in March 2023. The subjects of this study were all level 2 students of the Sidoarjo D3 Nursing Study Program, a total of 47 students. The results of this study indicate the percentage level of anxiety experienced by students, namely, 55% of students experienced mild anxiety, 28% of students experienced moderate anxiety, 4% of students experienced severe anxiety, 13% of students did not experience anxiety and no students experienced very severe anxiety. Most students level 2 of the D3 Nursing Study Program in Sidoarjo experienced mild anxiety facing clinical practice of nursing with signs and symptoms that are almost the same,namely experiencing weakness, a heavy head, tension, and anxiety.  Keywords: Anxiety level, student, clinical practice, HARS
Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Ttd) Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang ANGGITA PUTRI, KELVIN; TRI NINGSIH, WAHYU; TRIANA NUGRAHENI, WAHYUNINGSIH
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i3.89

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kasus anemia remaja putri tertinggi Kabupaten Tuban berada di wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang. Hal tersebut akan berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangannya, mereka calon ibu yang akan hamil dan melahirkan hal tersebut memperbesar risiko kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan kepatuhan terhadap konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Prambontergayang. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 186 orang, dengan besar sampel 127 remaja putri. Teknik pengambilan sampel simple random sampling.  Variabel penelitian pengetahuan, sikap dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di wilayah kerja puskesmas Prambontergayang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan hampir setengah (36,2%) remaja putri memiliki pengetahuan kurang terhadap konsumsi tablet tambah darah, sebagian besar (56,7%) memiliki sikap positif terhadap konsumsi tablet tambah darah dan hampir seluruhnya (79,5%) memiliki kepatuhan rendah terhadap konsumsi tablet tambah darah. Oleh sebab itu pengawasan dalam konsumsi tablet tambah darah yang rutin (52 butir) setiap tahun diperlukan untuk mencegah anemia.   Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan, Tablet Tambah Darah  ABSTRACT The highest increase in anaemia cases among adolescent girls in Tuban Regency is in the Prambontergayang Health Centre working area. This will have a negative impact on their growth and development, they are future mothers who will become pregnant and give birth it increases the risk of maternal and infant mortality. This study aims to determine the description of knowledge, attitudes and compliance with the consumption of blood supplement tablets (BST) in adolescent girls in the Prambontergayang Health Centre working area. The research design used descriptive with a cross sectional approach. The population in this study was 186 people, with a sample size of 127 adolescent girls. Simple random sampling technique.  Research variables of knowledge, attitude and compliance of blood supplement tablets consumption in adolescent girls in the working area of the Prambontergayang Health Centre. Data collection using a questionnaire through google form. Data analysis using frequency distribution. The results of this study showed that almost half (36.2%) of adolescent girls had insufficient knowledge of blood tablet consumption, most (56.7%) had a positive attitude towards blood tablet consumption and almost all (79.5%) had low compliance with blood tablet consumption. Therefore, supervision in the consumption of blood supplement tablets regularly (52 grains) every year is necessary to prevent anaemia.  Keywords: Knowledge, Attitude, Compliance, Iron Supplement
Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang Pada Anak Usia Sekolah Di Mi Plus Al- Islam Dagangan Husna, Halimah Fatayatul; Proboningsih, Jujuk; padoli, Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i3.91

Abstract

PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG PADA ANAK USIA SEKOLAH DI MI PLUS AL- ISLAM DAGANGAN MOTHER'S KNOWLEDGE ABOUT BALANCED NUTRITION IN SCHOOL-AGE CHILDREN AT MI PLUS AL-ISLAM DAGANGAN ABSTRAK Gizi buruk dan overweight merupakan salah satu permasalahan kesehatan di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia. Masalah tersebut tidak hanya terjadi pada balita, tetapi juga pada anak usia sekolah. Salah satu penyebab terjadinya gizi buruk dan overweight adalah tidak seimbangannya asupan nutrisi yang dikonsumsi anak. Penyebab tersebut dapat terjadi salah satunya karena pengetahuan ibu yang kurang tetang gizi seimbang pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada anak usia sekolah di MI Plus Al-Islam Dagangan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah ibu siswa kelas 1 sampai kelas 4 di MI Plus Al-Islam Dagangan sebanyak 203 ibu, dengan besar sampel 148. Sampel diambil dengan quota sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dengan jumlah 10 soal dan diolah dengan analisa presentase serta disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentasi. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada anak usia sekolah  dengan kriteria kurang terdapat 10 ibu (6,8%), kriteria cukup 38 ibu (25,7%), dan kriteria baik 100 ibu (67,5%), dari total 148 ibu. Hasil penelitian ini menununjukkan usia ibu mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu, pendidikan mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu, dan pekerjaan tidak mempengruhi tingkat pengetahuan ibu. Diharapkan untuk ibu yang memiliki pengetahuan cukup dan kurang dapat meningkatkan pengetahuannya dengan mengikuti sosialisasi atau penyuluhan tentang kesehatan anak yang dilakukan di Puskesmas Dagangan. Bagi ibu yang sudah memiliki pengetahuan baik, diharapkan dapat melaksanakan pemenuhan kebutuhan gizi seimbang agar anak tumbuh dan berkembang dengan optimal. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu, Gizi Seimbang  ABSTRACT Malnutrition and overweight are health problems in several developing countries, including Indonesia. This problem does not only occur in toddlers, but also in school-age children. One of the causes of malnutrition and overweight is an imbalance in the intake of nutrients consumed by children. One of these causes can occur due to mothers' lack of knowledge about balanced nutrition in school-age children. This study aims to determine mother's knowledge about balanced nutrition in school-age children at MI Plus Al-Islam Dagangan. The research design used is descriptive. The population of this study were 203 mothers of grade 1 to 4 students at MI Plus Al-Islam Dagangan, with a sample size of 148. Samples were taken by quota sampling. Data was collected by means of a questionnaire with a total of 10 questions and processed by percentage analysis and presented in the form of frequency and percentage distributions. The results showed that 10 mothers (6.8%) had sufficient knowledge about balanced nutrition in school-age children, 38 mothers (25.7%) had sufficient criteria, and 100 mothers (67.5%) had good criteria, of the total 148 mothers. The results of this study indicate that the mother's age affects the mother's knowledge level, education affects the mother's knowledge level, and work does not affect the mother's knowledge level. It is expected that mothers who have sufficient and less knowledge can increase their knowledge by participating in socialization or counseling about child health which is carried out at the Dagangan Health Center. For mothers who already have good knowledge, it is hoped that they can carry out the fulfillment of balanced nutritional needs so that children grow and develop optimally. Keywords: Knowledge, Mother, Balanced Nutrition
Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi di Masyarakat Desa Jonggrang Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Anggraini, Wulan Nur; Proboningsih, Jujuk; Waluyo, Kiaonarni Ongko; Ambarwati, Rini
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i3.92

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak di masyarakat. Kejadian hipertensi masih mengalami peningkatan akibat salah satu faktornya adalah ketidakpatuhan pasien dalam minum obat. Ketidakpatuhan ini mengakibatkan tekanan darah yang tidak terkontrol sehingga beresiko mengalami komplikasi seperti kerusakan otak dan penyakit jantung. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di masyarakat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah pasien hipertensi yang berkunjung ke Polindes Desa Jonggrang, dengan besar sampel  81 orang yang dipilih dengan accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  sebagian besar (64%) pasien hipertensi memiliki kepatuhan minum obat sedang dan sebagian kecil 10% pasien  memiliki kepatuhan minum obat rendah. Diharapkan pasien hipertensi memiliki komitmen yang tinggi tentang pentingnya mengkonsumsi obat secara rutin Kata Kunci : Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Masyarakat ABSTRACT Hypertension is one of the most common diseases in the community. The incidence of hypertension is still increasing due to one of the factors is patient non-compliance in taking medication. This non-compliance results in uncontrolled blood pressure, putting patients at risk of complications such as brain damage and heart disease. The purpose of this study was to identify medication adherence in hypertensive patients in the community. This study used a descriptive research design. The population of this study were hypertensive patients who visited Jonggrang Village Polindes, with a sample size of 81 people selected by accidental sampling. The results of this study indicate that most (64%) hypertensive patients have moderate medication compliance and a small proportion of 10% of patients have low medication compliance. It is expected that hypertensive patients have a high commitment to the importance of taking medication regularly. Keywords: Hypertension, Adherence to Taking Medication, Community
Pengetahuan Petugas Pariwisata Tentang Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan Tenggelam Di Wisata Pemandian Pacet Mojokerto budi setiawan, indra; padoli, padoli; Ongko Waluyo, Kiaonarni; Widyastuti, Dwi Utari
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i3.94

Abstract

ABSTRAK   Angka kematian akibat insiden tenggelam yang masih tinggi disebabkan karena kontribusi dari faktor sistem pertolongan dan penanganan awal. Banyak kejadian korban pertolongan pertama yang justru meninggal dunia atau menderita kecacatan karena kurang pemahaman petugas dalam memberikan pertolongan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi Pengetahuan Petugas Pariwisata Tentang Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan Tenggelam Di Wisata Pemandian Pacet Mojokerto. Jenis penelitian ini deskriptif, melibatkan  60 Petugas pariwisata. Hasil penelitian didapatkan Sebagian besar (55%) petugas pariwisata memiliki pengetahuan pertolongan pertama cukup, hamper setengahnya memiliki pengetahuan baik (18%) dan Kurang (16%). Diharapkan petugas pariwisata lebih banyak mencari informasi tentang pertolongan pertama pada tenggelam dari berbagai sumber dan mengikuti berbagai pelatihan gawat darurat terutama penanganan pertama pada kejadian tenggelam. Kata Kunci : Pengetahuan, Petugas Pariwisata, Kegawatdaruratan, Tenggelam     ABSTRACT   The high mortality rate due to drowning incidents is inseparable from the contribution of the rescue and initial care system. Many incidents of first aid victims who actually died or suffered disabilities due to the lack of understanding of officers in providing assistance. The purpose of this study was to identify the Knowledge of Tourist Officers About First Aid in Drowning Emergencies at Pacet Mojokerto Bathing Tour. This type of research is descriptive, involving 60 tour workers. The results showed that most (55%) tour workers had sufficient first aid knowledge, almost half had good knowledge (18%) and less (16%). It is expected that tourism officers seek more information about first aid in drowning from various sources and attend various emergency training, especially the first handling of drowning incidents.             Keywords: Knowledge, Tourism Officer, Emergency, Drowning
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlambatan Diagnosis Kanker Pada Klien Kanker Payudara Di Wilayah Kerja Puskesmas Waru Sidoarjo Rengganis, Anisa Suryaning; Padoli; Christiany, Irine
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i3.95

Abstract

ABSTRAK        Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang paling umum terjadi pada wanita. Penderita kanker payudara biasa ditemukan pada stadium lanjut disebabkan adanya keterlambatan diagnosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan diagnosis kanker pada klien kanker payudara. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita penderita kanker payudara yang berkunjung untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Waru Sidoarjo dan ukuran sampel 30 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Dalam mengumpulkan data penelitian menggunakan kuesioner yang nantinya akan disebarkan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan wanita kanker payudara sebagian besar (51,4%) mengalami keterlambatan diagnosis rendah. Pasien dengan keterlambatan rendah adalah mereka terdeteksi stadium 1 (72,2%), sebagian besar memiliki pengetahuan penyakit kanker payudara yang cukup (69,2%) dan mengalami ketakutan tinggi terhadap penyakit (75,0%). Diharapkan klien rutin melakukan deteksi dini menggunakan cara SADARI dan  sesegera mungkin memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika merasakan adanya benjolan atau gejala kanker payudara.   Kata Kunci: Kanker Payudara, Keterlambatan Diagnosis   ABSTRACT Breast cancer is one of the most common cancers in women. Breast cancer patients are usually found at an advanced stage due to a delay in diagnosis. The purpose of this study was to determine the factors that influence the delay in cancer diagnosis in breast cancer clients. This type of research is descriptive with a cross sectional approach. The population in this study were women with breast cancer who visited to check themselves to the Puskesmas Waru Sidoarjo and a sample size of 30 people selected by accidental sampling technique. In collecting research data using a questionnaire that will be distributed to respondents. The results showed that most breast cancer women (51.4%) experienced a low delay in diagnosis. Patients with low delay are those detected at stage 1 (72.2%), most have sufficient knowledge of breast cancer (69.2%) and experience high fear of the disease (75.0%). It is expected that clients routinely conduct early detection using SADARI and as soon as possible check themselves to a health care facility if they feel a lump or symptoms of breast cancer. Keywords: Breast Cancer, Delayed Diagnosis
Karakteristik Usia Dan Pengetahuan Masyarakat Dalam Pencegahan Penularan Covid 19 Di Kelurahan Sidorejo Kecamatan Tuban NINDITO, MELDHA ERLIAN; TN, Wahyuningsih; Tri Ningsih, Wahyu
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.98

Abstract

ABSTRAK   Kenaikan kasus covid-19 disebabkan karena tingginya mobilitas dan kurangnya pengetahuan, kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.Berdasarkan survei awal di Kelurahan Sidorejo masyarakat tidak melakukan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi dengan baik dan benar.  Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteristik usia dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga RT : 03 Kelurahan Sidorejo dengan jumlah 150 dengan sampel 109 orang yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Variable dependendalam penelitian ini adalah pengetahuan dalam pencegahan penularan Covid-19, sedangkan variabel independen adalah karakteristik usia. Cara pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis dengan menggunaka uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat berusia 17-45 Tahun (56,9 %), hampir setengahnya  (44,4%) memiliki pengetahuan tentang pencegahan covids 19 yang kurang .kelurahan sidorejo yaitu sebanyak tingkat pengetahuan masyarakat terbanyak berpengetahuan kurang dan cukup. Ada hubungan p=0,000  (p< 0,05) antara karakteristik usia dengan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19, dimana masyarakat  yang berusia dibawah 46 tahun cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding yang berusia di atas 46 tahun. Masyarakat diharapkan mendapatkan penyuluhan atau sosialisasi menggunakan media promosi yang disesuaikan dengan tingkat usia dan tingkat pendidikan masyarakat.           Kata kunci : Karakteristik Usia, Pengetahuan, Covid-19   ABSTRACT The increase in covid-19 cases is due to high mobility and lack of knowledge, public awareness in efforts to prevent Covid-19 transmission. Based on an initial survey in Sidorejo Village, people did not do the 5Ms, namely wearing masks, maintaining distance, washing hands using soap, staying away from crowds, limiting mobilization and interaction properly and correctly.  This study aims to determine the relationship between age characteristics and the level of community knowledge about preventing Covid-19 transmission. The research design used was an analytic correlation study with a cross sectional approach. The population in this study were all heads of families of RT: 03 Sidorejo Village with a total of 150 with a sample of 109 people taken with purposive sampling technique. The dependent variable in this study is knowledge in preventing Covid-19 transmission, while the independent variable is age characteristics. How to collect data using a questionnaire which was then analyzed using the Chi Square test. The results showed that most of the people aged 17-45 years (56.9%), almost half (44.4%) had knowledge about the prevention of covids 19 which was lacking. There is a relationship of p=0.000 (p<0.05) between age characteristics and community knowledge about preventing Covid-19 transmission, where people under 46 years old tend to have better knowledge than those over 46 years old. The community is expected to get counseling or socialization using promotional media tailored to the age level and education level of the community. Keywords: Age Characteristics, Knowledge, Covid-19
Faktor Dominan Terjadinya Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Tuban: HIPERTENSI USMAN EFENDI, FRANSISKA DAFA AINAYA EFENDY; Su’udi, Su’udi; Sumiatin, Titik
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.101

Abstract

ABSTRAK   Kenaikan kasus covid-19 disebabkan karena tingginya mobilitas dan kurangnya pengetahuan, kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.Berdasarkan survei awal di Kelurahan Sidorejo masyarakat tidak melakukan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi dengan baik dan benar.  Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteristik usia dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga RT : 03 Kelurahan Sidorejo dengan jumlah 150 dengan sampel 109 orang yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Variable dependendalam penelitian ini adalah pengetahuan dalam pencegahan penularan Covid-19, sedangkan variabel independen adalah karakteristik usia. Cara pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis dengan menggunaka uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat berusia 17-45 Tahun (56,9 %), hampir setengahnya  (44,4%) memiliki pengetahuan tentang pencegahan covids 19 yang kurang .kelurahan sidorejo yaitu sebanyak tingkat pengetahuan masyarakat terbanyak berpengetahuan kurang dan cukup. Ada hubungan p=0,000  (p< 0,05) antara karakteristik usia dengan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19, dimana masyarakat  yang berusia dibawah 46 tahun cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding yang berusia di atas 46 tahun. Masyarakat diharapkan mendapatkan penyuluhan atau sosialisasi menggunakan media promosi yang disesuaikan dengan tingkat usia dan tingkat pendidikan masyarakat.           Kata kunci : Karakteristik Usia, Pengetahuan, Covid-19   ABSTRACT The increase in covid-19 cases is due to high mobility and lack of knowledge, public awareness in efforts to prevent Covid-19 transmission. Based on an initial survey in Sidorejo Village, people did not do the 5Ms, namely wearing masks, maintaining distance, washing hands using soap, staying away from crowds, limiting mobilization and interaction properly and correctly.  This study aims to determine the relationship between age characteristics and the level of community knowledge about preventing Covid-19 transmission. The research design used was an analytic correlation study with a cross sectional approach. The population in this study were all heads of families of RT: 03 Sidorejo Village with a total of 150 with a sample of 109 people taken with purposive sampling technique. The dependent variable in this study is knowledge in preventing Covid-19 transmission, while the independent variable is age characteristics. How to collect data using a questionnaire which was then analyzed using the Chi Square test. The results showed that most of the people aged 17-45 years (56.9%), almost half (44.4%) had knowledge about the prevention of covids 19 which was lacking. There is a relationship of p=0.000 (p<0.05) between age characteristics and community knowledge about preventing Covid-19 transmission, where people under 46 years old tend to have better knowledge than those over 46 years old. The community is expected to get counseling or socialization using promotional media tailored to the age level and education level of the community. Keywords: Age Characteristics, Knowledge, Covid-19