cover
Contact Name
Hasan Basri
Contact Email
jipai.pais2@uinsgd.ac.id
Phone
+6285710010526
Journal Mail Official
jipai.pais2@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) S2 Program Pascasarjana UIN SGD Bandung Jalan Cimencrang, Panyileukan, Cimencrang, Gedebage Kota Bandung, Jawa Barat 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam
ISSN : 28091345     EISSN : 28095359     DOI : https://doi.org/10.15575/jipai.v2i2
Core Subject : Religion, Education,
Focus: Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) provides readers with a better insight into the theory and practice and development of Islamic religious education. Scopes: Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) specializes in inter, multi and transdisciplinary studies of Islamic religious education in its various components in theory, practice and development in both formal and non-formal educational institutions.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 38 Documents
PENERAPAN DESAIN INSTRUKSIONAL MODEL KEMP BERBASIS KOOPERATIF LEARNING STAD PADA MATERI FIQIH Evi Syarif Hidayat; Tarsono Tarsono
Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Islamic Religious Education Study Program Postgraduate Program UIN Sunan Gunung Djati Band

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.902 KB) | DOI: 10.15575/jipai.v1i1.10995

Abstract

mata pelajaran PAI yang diidentikkan dengan pembelajaran yang bersifat hapalan, pasif dan hanya beroerintasi kepada buku teks. Hal ini dikuatkan oleh peran guru PAI yang mengajar tanpa desain instruksional yang matang dan mengandalkan kebiasaannya sebagai pemberi nasihat dalam pengajaran. Pembelajaran bersifat satu arah dan lebih banyak diisi dengan ceramah dari guru. Tujuan penelitian untuk merancang desain instruksional berdasarkan model Kemp yang dielaborasi dengan pendekatan kooperatif learning metode STAD pada kompetensi Fiqih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sebagai kerangka, patokan dan asas, dan metode penelitian ialah kajian isi dengan memanfaatkan seperangkat prosedur untuk menarik kesimpulan yang benar dari berbagai sumber buku dan dokumen. Hasil penulisan ialah rancangan pembelajaran PAI dengan model Kemp yang terdiri dari sepuluh unsur, dimulai dari pernyataan tujuan umum dan diakhiri dengan evaluasi hasil belajar. Pembelajaran PAI akan lebih bermakna apabila guru PAI mau mengembangkan desain instruksional model Kemp ini. Implikasi penulisan ini, perlu ditindaklanjuti dengan kajian praktik lapangan untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi desain instruksional model Kemp.
Educational Media Perspectives of the Qur'an and Hadith: Its Development in the Digital Era Muhammad Sufyan As-Tsauri; Hafid Hafid; Ilham Faisal Abduh
Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Islamic Religious Education Study Program Postgraduate Program UIN Sunan Gunung Djati Band

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.812 KB) | DOI: 10.15575/jipai.v2i1.13226

Abstract

Education is a basic need for society to achieve progress. In the educational process, learning activities occur, which in this case, require media. The purpose of this study is to discuss the verses of the Qur'an and Hadith regarding Islamic Educational Media. The method in this study uses a literature review. The results of this study explain that in the early days of Islamic education, the Prophet used this educational medium in conveying Islamic teachings to his friends, using the media of the Prophet's behavior, parts of the body, pictures, heaven, and earth, sun and moon, and silk. Along with the times, this educational media was then developed through diagrams, graphs, globes, videos, tapes, power points, and others. From the results of these studies, teachers should continue to innovate educational media using themselves and the natural environment to respond to changing times in the digital era. There are four principles of using media: choosing the right type of media, taking into account the maturity level of students, presenting the media appropriately, and placing the media in the right time, place, and situation.Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat untuk mencapai kemajuan. Dalam proses pendidikan terjadi kegiatan pembelajaran yang dalam hal ini membutuhkan media. Tujuan dari penelitian ini untuk membahas ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis berkenaan dengan Media Pendidikan Islam. Metode dalam penelitian ini menggunakan kajian studi pustaka. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pada masa awal pendidikan Islam, Rasulullah telah mengaplikasikan media pendidikan ini dalam menyampaikan ajaran Islam kepada para sahabat, dengan menggunakan media perilaku Rasulullah sendiri, anggota badan, gambar, langit dan bumi, matahari dan bulan, dan sutra. Seiring dengan perkembangan zaman, media pendidikan ini kemudian dikembangkan berupa diagram, grafik, globe, video, kaset, power point dan lain-lain. Dari hasil penelitian tersebut, maka guru hendaknya terus melakukan inovasi media pendidikan baik menggunakan dirinya sendiri maupun alam sekitar untuk menjawab perubahan zaman di era digital. Terdapat empat prinsip penggunaan media yaitu memilih jenis media dengan tepat, memperhitungkan tingkat kematangan siswa, menyajikan media dngan tepat, dan menempatkan media di waktu, tempat, dan situasi yang tepat.
PEMAHAMAN STANDAR PROSES: TANTANGAN BAGI GURU PAI DI MADRASAH ALIYAH YAPIKA KERSAMANAH GARUT Cecep Hilmi Nurdin; Chaerul Rochman; Ida Farida Ch; Karman Karman
Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Islamic Religious Education Study Program Postgraduate Program UIN Sunan Gunung Djati Band

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.774 KB) | DOI: 10.15575/jipai.v1i1.10484

Abstract

Standar proses merupakan sumber pada perkembangan proses belajar yang berlaku untuk peserta didik dalam mencapai kompetensi standar proses. Standar proses adalah salah satu dari standar nasional pendidikan(SNP), ketentuan aplikasi dalam aturan yang diberlakukan pemerintah dalam kurikulum. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang mendeskripsikan data dikuti dengan penafsiran atau pemaparan dari ketercapaian standar proses  di madrasah. Madrasah Aliyah YAPIKA Kersamanah Garut, merupakan salah satu madrasah di bawah Pemerintah Kementrian Agama Kabupaten Garut. Madrasah Aliyah YAPIKA Kersamanah Garut memiliki pendidik yang konsen mengajar dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam(PAI) dan mata pelajaran non Pendidikan Agama Islam(PAI). Dalam pemeliharaan kualitas pendidikan, ketetapan pada fungsi dan tujuan pendidikan, maka dari itu kurikulum, proses belajar, ataupun pengelolaan yang ada di Madrasah Aliyah YAPIKA Kersamanah semuanya harus bersandar pada Standar Nasional Pendidikan(SNP). Oleh karena itu, karena standar proses merupakan salah satu standar nasional pendidikan(SNP), untuk mencapai hal tersebut perlu adanya analisa pencapaian standar proses yang dilakukan terhadap guru PAI dan non PAI di MA YAPIKA Kersamanah. Artikel ini memiliki tujuan untuk mengetahui ketercapaian standar proses pendidikan di Madrasah Aliyah Kersamanah Garut, penelitian ini berpusat dalam mengkaji indikator-indikator yang pada saat ini belum berjalan secara optimal.
Effectiveness of Contextual Learning Models, Problem-Based Learning, and Learning Outcomes Millah Maryam As-Sa'idah; Ujang Dedih; Maslani Maslani
Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Islamic Religious Education Study Program Postgraduate Program UIN Sunan Gunung Djati Band

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.206 KB) | DOI: 10.15575/jipai.v2i1.18786

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of contextual, problem-based learning and conventional learning models on student learning outcomes. The method used is quantitative with a comparative design. The object of this research is the learning outcomes of the seventh-grade students of MTs YPPS Sukamiskin. Class VII A consists of 32 students using a contextual model, class VII B has 34 students using a problem-based learning model, and class VII C has 32 students using a conventional one. Testing the data using the one-way ANOVA test which was analyzed by the SPSS version 20 application. The results of the normality test study, data using contextual learning models, problem-based learning and conventional normal distribution, and other evidence are indicated by the distribution of points on the Q-Q diagram on a diagonal line.  While the results of the homogeneity test, the variance data is not homogeneous, this is indicated by the sig value of more than 0.05, namely 0.013. The conclusion from the results of this study is that the use of contextual learning models is more effective than problem-based and contextual learning models. This is evidenced by the average result (mean) using the contextual model is 81.5625, while the average result of the problem based learning model is 61.1765 and the average result of the conventional model is 57.5000.Penelitian ini berujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran contextual, problem based learning dan konvensional terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan kuantitatif dengan desain komparatif. Objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas VII MTs YPPS Sukamiskin. Kelas VII A berjumlah 32 menggunakan model contextual, kelas VII B berjumlah 34 siswa menggunakan model problem-based learning dan kelas VII C berjumlah 32 siswa menggunakan konvensional. Pengujian data menggunakan uji ANOVA satu jalur yang dianalisis oleh aplikasi SPSS versi 20. Hasil penelitian uji normalitas, data yang menggunakan model pembelajaran contextual, problem-based learning dan konvensional berdistibusi normal dan bukti lain ditujukan oleh sebaran titik-titik pada diagram Q-Q berada pada garis diagonal. Sedangkan pada hasil uji homogenitas, data variansi nya tidak homogen hal ini ditujukan oleh nilai sig lebih dari 0,05 yaitu 0,013. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran contextual lebih efektif dibanding dengan model problem-based learning dan contextual. Hal tersebut dibuktikan hasil rata-rata (mean) dengan penggunaan model contextual adalah 81,5625, sedangkan hasil rata-rata model problem-based learning adalah 61,1765 dan hasil rata-rata model konvensional adalah 57,5000.
MODEL ADDIE (ANALYSIS, DESIGN, DEVELOPMENT, IMPLEMENTATION AND EVALUATION) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Fitria Hidayat; Muhamad Nizar
Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Islamic Religious Education Study Program Postgraduate Program UIN Sunan Gunung Djati Band

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.362 KB) | DOI: 10.15575/jipai.v1i1.11042

Abstract

Seorang guru atau learning designer perlu menguasai 2-5 model desain pembelajaran. Oleh karena itu, dikenal beberapa desain pembelajaran yang salah-satunya bersifat instruksional. Dalam hal ini perlu diketahui tentang model generik dari suatu sistem desain pembelajaran, salah satunya model generik ADDIE. Model tersebut akan dikaitkan dengan pembelajaran PAI. Penulis melakukan pendekatan kualitatif dengan penelitian library research. Pada tulisan ini penuis menemukan bahwa ADDIE ini merupakan model generik yang dapat diterapkan dalam pendidikan. ADDIE sendiri merupakan akronim dari Analisys, Design, Development, Implementation dan Evaluation yang dapat diterapkan secara prosedural, siklikal dan integratif. Pendekatan yang dilakukan penulis menggunakan ADDIE procedural yang menuntut guru untuk melakukan langkah-langkah sesuai dengan urutan. Pembelajaran PAI dapat diketahui progres dan pembelajaran dapat tervalidasi dengan baik karena adanya langkah-langkah yang tersusun.
Tiktok Application: A Study of Student Learning Concentration Khairana Filzah Faradis; Reksiana Reksiana
Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Islamic Religious Education Study Program Postgraduate Program UIN Sunan Gunung Djati Band

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.733 KB) | DOI: 10.15575/jipai.v2i1.15299

Abstract

Lack of concentration in learning causes a decrease in the quality of learning, so it needs to be improved to improve student learning. This study aims to determine the learning concentration of students of the Tarbiyah Faculty of the Institute of Al-Qur'an Science (IIQ) Jakarta, which is influenced by the use of the TikTok application. With this, researchers can determine whether or not there is an effect on using the TikTok application. This research includes quantitative research with a descriptive method. The population in this study was 596 students, and the objects were all students of the Tarbiyah Faculty of the Institute of Al-Qur'an (IIQ) Jakarta, with a total sample of 86 people. The data collection technique uses a questionnaire. The results showed that, in the simple linear regression test, there was an influence between the X variable and the Y variable. That is <0.05= 0.007. It means that if the significance value is less than 0.05, it can be declared significant. Based on the result, the use of the TikTok application contributes 7.1% to the level of concentration in student learning, and other factors influence the rest.Kurangnya konsentrasi belajar menyebabkan menurunnya kualitas belajar, sehingga hal tersebut perlu ditingkatkan agar belajar mahasiswa lebih baik lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi belajar mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta yang dipengaruhi oleh penggunaan aplikasi TikTok. Dengan ini peneliti dapat mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan aplikasi TikTok. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 596 mahasiswa, yang dijadikan objek adalah seluruh mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta dengan jumlah sampel 86 orang. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada uji regresi linier sederhana terdapat pengaruh antara variabel X dengan variabel Y. Yaitu < 0,05 = 0,007. Artinya jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 dapat dinyatakan signifikan. Dan dapat diketahui pula bahwa penggunaan aplikasi TikTok memberikan kontribusi 7,1% dalam tingkat konsentrasi belajar mahasiswa selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain.
PERBEDAAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN PENDEKATAN TRADISIONAL DAN PENERAPANNYA DI KELAS (Analisis Pendekatan Pembelajaran PAI) Ari Nuryana; Asep Hernawan; Adang Hambali
Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Islamic Religious Education Study Program Postgraduate Program UIN Sunan Gunung Djati Band

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.075 KB) | DOI: 10.15575/jipai.v1i1.10544

Abstract

Perubahan kurikulum yang sering terjadi di Republik ini berimplikasi juga terhadap aplikasi pendidikan di lapangan, terkhusus menyangkut pendekatan pembelajaran yang dipakai oleh masing-masing guru. Dalam penelitian ini, penulis bertujuan untuk menjelaskan kepada pembaca terkait perbedaan pendekatan kontekstual dengan pendekatan tradsional serta penerapannya ketika di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode analisis isi (content analysis), jenis data kualitatif dan menggunakan teknik kepustakaan. Salah satu yang dapat ditemukan terkait perbedaan pendekatan kontekstual dan tradisional adalah dalam pendekatan kontekstual siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Sedangkan dalam pendekatan tradisional siswa adalah penerima informasi secara pasif.
The Libat Method to Improve Qur'anic Learning Ability Fery Ahmad Komarudin; Karman Karman; Opik Taupik Kurahman; Mohammad Hendri Alfarouq
Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Islamic Religious Education Study Program Postgraduate Program UIN Sunan Gunung Djati Band

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.741 KB) | DOI: 10.15575/jipai.v2i1.18166

Abstract

The background of this research begins with students' low learning ability, which has an impact on learning outcomes to be low. This study is related to Islamic Education subjects in the scope of reading and writing the Qur'an. Therefore, this study aims to improve students' ability to read and write the Qur'an through Libat method. The research method used in this research is the Classroom Action Research method. The results were quite satisfactory; about 83% of students had an increased ability to read and write the Qur'an from two cycles. So it can be said that the entangling method can improve students' ability to read and write the Qur'an.Latar belakang penelitian ini diawali oleh rendahnya kemampuan belajar siswa yang berdampak hasil belajar menjadi rendah, dalam penelitian ini berkaitan dengan mata pelajaran Islamic Education dalam lingkup materi membaca dan menulis Al-qur`an. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk upaya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-qur`an pada peserta didik melalui metode Libat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Classroom Action Research atau yang dikenal dengan penelitian tindakan kelas. Adapun hasil temuannya setelah diterapkan metode Libat, memiliki hasil yang cukup memuaskan sekitar 83% peserta didik memiliki peningkatan di dalam kemampuan membaca dan menulis Al-qur`an, hal itu dapat dilihat dari setiap dan antar siklus. Sehingga dapat dikatakan bahwa metode Libat mampu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-qur`an pada peserta didik.
ANALISIS PENGARUH PANDEMI COVID-19 PADA PROSES PEMBELAJARAN TAHSIN DAN TAHFIDZ ONLINE DI LEMBAGA KURSUS AL-QUR’AN TAR-Q Ramdan Ramdan
Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Islamic Religious Education Study Program Postgraduate Program UIN Sunan Gunung Djati Band

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.008 KB) | DOI: 10.15575/jipai.v1i1.11315

Abstract

Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih terus menjadi misteri menakutkan bagi seluruh umat manusia di dunia yang dampaknya bukan hanya pada sektor ekonomi dan kesehatan saja namun juga berdampak pada sektor pendidikan, bukan hanya pada pendidikan-pendidikan formal saja namun juga pada pendidikan non formal yang salah satunya adalah lembaga pendidikan kursus dan pelatihan tahsin dan tahfidz Al-Qur’an. Lembaga tar-Q yang merupakan salah satu lembaga yang bergerak pada bidang pendidikan Al-Qur’an adalah salah satu lembaga pendidikan non formal yang ikut terkena imbas atau dampak dari pandemi covid-19 baik pada murid atau peserta didik, pada orang tua juga pada guru atau pendidik.
The Creativity of Islamic Religious Education Teachers for Effective Learning Fauzan, Farhan Ahmad; Hasbiyallah, Hasbiyallah; Fikri, Miftahul
Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Islamic Religious Education Study Program Postgraduate Program UIN Sunan Gunung Djati Band

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.192 KB) | DOI: 10.15575/jipai.v2i2.18196

Abstract

Learning in schools currently cannot be effective due to the lack of organized learning by the teacher. This study was to determine the effect of the creativity of Islamic Religious Education teachers in Elementary Schools or Madrasah Ibtidaiyah on effective learning. The research method is a quantitative method with a post-positivist approach. The population in this study was 25 teachers of Islamic education at the Elementary School or Madrasah Ibtidaiyah in the city of Bandung. While the sample is 18 teachers. Data collection through questionnaires. The data analysis technique used data normality test and correlation test. Hypothesis testing using a  path analysis of 0.05. The results of the normality test of the data showed that the data were normally distributed, which was indicated by the distribution of the points on the Q-Q diagram on a diagonal line in both the teacher creativity test and effective learning. The results of the correlation test show that there is a positive relationship between teacher creativity in realizing effective learning with a coefficient of 0.522. The conclusion from the results of this study is that there is an influence of teacher creativity in an effort to realize effective learning. So the more Islamic Religious Education teachers increase their creativity, the higher the chances of realizing effective learning.Pembelajaran di sekolah saat ini belum bisa efektif dikarenakan kurang terorganisirnya pembelajaran oleh Guru.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kreativitas guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah terhadap pembelajaran efektif. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan post-positivisme. Populasi dalam penelitian ini adalah 25 orang guru pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah di Kota Bandung. Sedangkan sampel nya adalah 18 guru. Pengumpulan data melalui angket. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas data dan uji kolerasi. Pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur 0,05. Hasil penelitian uji normalitas data menunjukkan data yang berdistribusi normal yang ditujukkan oleh sebaran titik-titik pada diagram Q-Q berada pada garis diagonal baik pada uji kreativitas guru maupun pembelajaran efektif. Hasil uji kolerasi menunjukan terdapat hubungan yang positif antara kreativitas guru terhadap pembelajaran efektif dengan koefesien sebesar 0,522. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh kreativitas guru dalam usaha mewujudkan pembelajaran efektif. Maka semakin guru Pendidikan Agama Islam meningkatkan kreativitas nya, semakin tinggi peluang untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif.

Page 1 of 4 | Total Record : 38