cover
Contact Name
Baskoro Harwindito
Contact Email
p3m@polteksahid.ac.id
Phone
+62816965433
Journal Mail Official
jurnaljstp@polteksahid.ac.id
Editorial Address
Jl. Kemiri Raya No.22, Pd. Cabe Udik, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Published by Politeknik Sahid
ISSN : 2541447X     EISSN : 25414488     DOI : https://doi.org/10.56743/jstp.v8i1
Jurnal Sains Terapan Pariwisata adalah jurnal nasional terlengkap untuk semua yang peduli dengan inovasi dan pengembangan aspek pariwisata serta isu pariwisata terkini, seperti Destinasi Wisata, Perhotelan, Gastronomy dan MICE. Jurnal ini berisi penelitian teoritis dan terapan, mendorong penelitian berdasarkan berbagai metode, termasuk pendekatan kualitatif, kuantitatif dan metode campuran.
Articles 266 Documents
Pengaruh Experiental Marketing Terhadap Loyalitas Pelanggan Di Hotel Aryaduta Lippo Village Karawaci Ramon Hurdawati; Dimas Widianto
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini dalam persaingan bisnis perhotelan semakin ketat. Hotel Aryaduta Lippo Village, yang telah dibangun sejak tahun 1994 diharuskan melakukan upaya untuk menjaga pelanggan. Salah satu strategi yang bisa mereka lakukan adalah memberikan pengalaman berkesan saat menginap atau menggunakan produk Hotel Aryaduta Lippo Village. Karena itu Hotel Aryaduta LippoVillage bisa menggunakan salah satu strategi pemasaran yang disebut experiental marketing untuk menjaga loyalitas pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh experience marketing terhadap loyalitas pelanggan Aryaduta Lippo Village Hotel. Peneliti menggunakan kuesioner dengan seratus sampel responden tamu Aryaduta Lippo Village Hotel Karawaci. Kemudian hasil kuesioner dari data analisis metode kuantitatif meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier sederhana, uji analisis korelasi Spearman, koefisien determinasi pengujian dan pengujian hipotesis via uji t. Data yang telah memenuhi uji validitas, reliabilitas dan asumsi klasik diolah untuk menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut: Y = 1.114 + 0,185X. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan uji t, t (13.188)> t tabel (1.985) adalah hipotesis yang terbukti secara signifikan variabel bebas variabel terikat experiential marketing mempengaruhi loyalitas pelanggan. Angka Koefisien Determinasi menunjukkan bahwa 66,4% experiential marketing mempengaruhi loyalitas pelanggan sedangkan sisanya 33,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan di Hotel Aryaduta Lippo Village Karawaci, experiential marketing berpengaruh terhadap peningkatan loyalitas pelanggan di Hotel Aryaduta Lippo Karawaci.
Uji Coba Pemanfaatan Limbah Biji Pepaya Sebagai Teh Suci Sandi Wachyuni; Riyan Setiawan
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi didefinisikan secara sederhana sebagai ide, perangkat, atau metode baru. Namun, inovasi sering juga dipandang sebagai penerapan solusi yang lebih baik yang memenuhi persyaratan baru, kebutuhan yang tidak diartikulasikan, atau kebutuhan pasar yang ada. Hal ini dilakukan melalui produk, proses, layanan, teknologi, atau model bisnis yang lebih efektif, tersedia untuk pasar, pemerintah dan masyarakat. Istilah inovasi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang orisinal dan lebih efektif dan, sebagai konsekuensinya, baru, yang masuk ke pasar atau masyarakat. Hal ini terkait dengan, tapi tidak sama dengan, penemuan. Limbah adalah zat yang dibuang setelah penggunaan primer, atau tidak ada gunanya, cacat dan tidak berguna. Istilah ini sering bersifat subjektif karena apa yang terbuang sia-sia tidak perlu disia-siakan dengan yang lain dan terkadang tidak akurat secara obyektif. Manfaat biji pepaya, dengan tingkat enzim pencernaan, sifat antibakteri, anti-parasit dan hati regeneratif yang kuat. Salah satu kegunaan benih pepaya adalah mencegah atau bahkan mengobati keracunan makanan. Benih pepaya diyakini memiliki efek antibakteri dan antiinflamasi yang kuat pada sistem pencernaan kita. Studi telah menunjukkan ekstrak yang dibuat dari mereka efektif untuk membunuh bakteri E. coli, Salmonella, Staph dan bakteri berbahaya lainnya. Kafein adalah stimulan sistem saraf pusat. Untuk sementara bisa membuat Anda merasa lebih awas dan energik, tapi bisa juga membuat Anda gugup. Penarikan atau overdosis dapat menyebabkan berbagai masalah. Untuk analisis data uji kualitas hedonik dan hedonik, penulis menggunakan metode analisis ANOVA dengan Duncan. Setelah mengetahui hasil analisis data, sampel terbaik akan berlanjut menguji kafein.
Pelatihan Wirausaha Masyarakat Kampung Cilengkong Kecamatan Pamijahan-Bogor Untuk Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (Mea) Dalam Mengoptimalisasikan Potensi Panen Singkong Yulianti Yulianti; Dewi Ayu Kusumaningrum
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ASEAN Economic Community (MEA) can be a good marketing area for farmers with well-planned training and planned expertise. Due to the knowledge and skills that are always up to date certainly can create a competitive product but still pay attention to the value of local culture and using local raw materials. So it has its own uniqueness that is not owned by other countries. One of them is by preserving traditional food that is processed in a creative way. Local food ingredients such as cassava that can grow easily, quickly and efficiently. During this processed into several types of traditional cakes, but when viewed from the physical chemical properties of the material, cassava can be processed into raw material substitute wheat. Based on the information obtained, that the main producer of this village is cassava. So far, the harvest obtained by the villagers is generally sold directly to the market without any other process at a cheap price. This is the basis for the selection of training topics in this community service is processed products cassava harvest. Implementation of food processing training, product packaging and how to sell products with the theme "Cassava Build Cilengkong" was held in the Assembly Ta'lim Cilengkong, Pamijahan, Bogor regency, West Java. Operation for 1 day on Thursday, April 13, 2017. Training participants are PKK mothers, DKM mothers (Council of Mosque Prosperity), housewives. Attendees were 50 people. Implementation; Site Survey, Proposal Submission, Coaching Preparation, Implementation of Training Activities with training method of giving materials. Then proceed with the practice directly in the processing of cassava products in the form of coaching. So that participants can hone their skills directly. In this Training are proposed Plastic packaging suitable for use, the addition of packaging labels with attractive brand logo, material composition information, manufacturing date and expiration, storage method, production place and contact number. In this case the villagers are taught how to sell their products of creation by manual or online
Pentingnya Standar Acara Even Dalam Pencitraan Budaya Indonesia Farmawati Malik
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, the development of event organization in Indonesia is thrive, such as event of music, and events of national and international singers, and event to extend the exhibition; for example events (in musics, in theater and in show-dancing); event in seminar; educational events; promotion event (to promotion new product); wedding event; anniversary event (anniversary); graduation event; sporting events; health events, and others. Judging from the trend meetings mice Indonesia in ICCA ranks 67 with a large rate of growth over the last 10 years amounted to 10.57%. ICCA (International Congress and Convention Association Report, 2010). Organizing events is to increase the number of visitors is the biggest opportunity each year compared to other travelers. This opportunity can also introduce indigenous culture / local Indonesian community on an on going basics. Examples Jakarta culture to society Jakarta.Lately every event organized seems no elements of local culture. Mostly in event can get the biggest number of visitors these are dominated by young people, women and the users of social networking (cybermania). Therefore required an standart of event, how keep even organizations in Jakarta has been using the original culture / local is included in the event package. This writing uses the description that is identified 7 step into analysis and also see how big the event participants understand the original local cultural elements included in every event in Indonesia, both national event internasional. Afterthat we also expected there was a recommendation and standart of event that any organization of events taking elements of introducing the local culture. It means building an image through the local people is more important, than will be touch by young generations even the tourists who will visit Indonesia next.
Strategi Pemasaran Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Jakarta Dalam Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru Heru Suheryadi; Asep Parantika
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan kebutuhan industri yang semakin tinggi dan persaingan antar lembaga pendidikan tinggi pariwisata yang semakin kompetitif. Sedangkan fakta dan data yang ada selama sepuluh tahun terakhir menunjukan jumlah mahasiswa baru STP Sahid yang fluktuatif meskipun sudah menjalankan strategi pemasarannya dengan semaksimal mungkin, seperti promosi dan kerjasama dengan pihak terkait. Oleh karena itu STP Sahid perlu mengadakan langkah antisipasi melalui berbagai strategi yang tepat untuk dapat mendongkrak perolehan jumlah mahasiswa barunya disamping untuk memenangkan persaingan diantara para kompetitor, salah satunya dengan analisa menggunakan matriks SWOT.Dengan analisis matriks SWOT dan dilanjutkan dengan perhitungan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk penentuan skala prioritas pelaksanaan strategi pemasaran yang didukung kuesioner dalam penentuan faktor kunci analisis SWOT terhadap 166 responden dari unsur mahasiswa, orang tua mahasiswa, alumni, karyawan, dan pihak industri. sedangkan penentuan alternatif strategi terpilih dan prioritas pelaksanaannya melalui Focus Group Discussion (FGD) terhadap 5 (Lima) orang unsur pimpinan dan direktur marketing di lingkungan STP Sahid Jakarta. Hasil dari penyebaran kuesioner dan FGD tersebut didapatkan 25 (Dua Puluh Lima) elemen faktor kunci, 12 elemen alternatif strategi, dan 5 (lima) elemen alternatif strategi terpilih dengan urutan priotas utama setelah dihitung melalui QSPM adalah sebagai berikut: (1) Menjalin kerjasama dengan stakeholder dalam bentuk berupa hibah atau beasiswa sebesar 7,28, (2) Pengembangan produk sesuai minat pasar sebesar 7,24, (3) Memperbaiki dan menambahkan fasilitas serta memaksimalkan pemeliharaan untuk menciptakan harga yang kompetitif sebesar 6,92, (4) Pengembangan kurikulum berbasis KKNI dalam menghadapi MEA sebesar 6,24, (5) Memanfaatkan mahasiswa reguler untuk kembali ke SMK/SMA tempat asalnya untuk dapat mensosialisasikan tentang STP Sahid sebesar skor 6,08. Dari hasil tersebut diharapkan dapat benar – benar dipertimbangkan untuk dilaksanakan pada strategi pemasaran kedepannya sehingga diharapkan pula akan terjadi perubahan yang signifikan dalam perolehan jumlah mahasiswa barunya.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Yenwaupnor Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Kusmayadi; Aldini Kaihatu
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 3 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Raja Ampat memiliki empat desa wisata seperti Desa Wisata Arborek, Desa Wisata Yenwaupnor, Desa Wisata Sauwandarek, dan Desa Wisata Sawinggarai yang memiliki berbagai tempat wisata menarik, namun Desa Wisata Yenwaupnor, dinilai mempunyai banyak potensi. Desa Wisata Yenwaupnor merupakan desa wisata yang berlokasi di distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Desa Wisata Yenwaupnor memiliki keindahan laut, pantai, dan hutan yang masih alami. Masyarakat sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan. Keunikan Desa Wisata Yenwaupnor adalah salah satu desa wisata yang memiliki tempat berkumpulnya Burung Cendrawasih. Burung Cendrawasih menjadi ciri khas Desa Wisata Yenwaupnor dengan menjadi penghasilan buat masyarakat setempat. Perlunya langkah strategis untuk mengembangkan Desa Wisata Yenwaupnor. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan strategi pengembangan yang tepat untuk diterapkan di Desa Wisata Yenwaupnor melalui strategi VICE dengan menganalisis faktor internal yang terdiri dari pengunjung, industri, masyarakat, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah VICE (visitor, industry, community, environment) Hasil penelitian ini menunjukan telah tersusunnya strategi pengembangan untuk diterapkan oleh kepala kampung Desa Wisata Yenwaupnor dan Pemerintah Raja Ampat. Saran untuk pihak masyarakat desa adalah membuat sebuah konsep perencanaan dan untuk pemerintah disarankan untuk lebih memperhatikan masyarakat dan desa wisata yang berada di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.
Tren Adult Coloring Books Di Destinasi Pariwisata Studi Kasus: Denpasar, Bali Ni Luh Putu Trisdyani
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 3 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku mewarnai telah lama dikenal sebagai salah satu media pembelajaran yang efektif bagi anak-anak, hal ini disebabkan karena buku mewarnai lebih interaktif dan memiliki tampilan (visualisasi) yang menarik. Fakta yang menarik adalah, dewasa ini tren perkembangan buku mewarnai (coloring book) juga semakin meningkat pesat pada kalangan masyarakat atau komunitas yang tergolong dewasa (adult) dan telah terbukti membawa manfaat ekonomis yang cukup tinggi. Namun, terbatasnya kajianmengenai fenomena tersebut, menyebabkan pertanyaan mendasar tentang mengapa buku mewarnai semakin digemari mayarakat pada kalangan orang dewasa? dan apa yang mendorong mereka untuk menggemari kegiatan tersebut?, belum bisa dijelaskan secara ilmiah. Berdasarkan realita tersebut, maka penelitian ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi munculnya tren buku mewarnai untuk orang dewasa dan identifikasi visual buku mewarnai dari perspektif kajian seni sehinggaselanjutnya dapat terus dikembangkan kepada model visual yang relevan pada buku mewarnai untuk orang dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif dan interpretatif dengan pengumpulan data melaluiteknik sampling, dimana dalam penelitian ini adalah purposive sampling pada 100 sampel melalui survey dan focus group discussion melalui orang-orang yang dianggap sebagai kunci (key person) serta paham tentang perkembangan buku mewarnai untuk orang dewasa di masyarakat. Adapun instrumen penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, panduan observasi, kuesioner, kamera, dan alat-alat untuk mencatat. Sedangkan data sekunder diperoleh dari penerbit buku,makalah atau pun penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Data yang terkumpul selanjutnya dinalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif berdasarkan interpretasi peneliti.
Pengembangan Produk Wisata Alternatif Berbasis Edukasi Di Geopark Batur, Kintamani Komang Trisna Pratiwi Arcana; I Wayan Arcana
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 3 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bagian dari Global Geopark Network (GGN) atau jaringan taman bumi global (UNESCO, 2015), kawasan wisata Geopark Batur memiliki peran untuk memperkenalkan serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang geologi, terutama terkait dengan reduce, reused, dan recycle suatu sumber daya dalam pariwisata (green tourism). Disisi lain, potensi wisata yang ada di kawasan kaldera Geopark Batur mendukung untuk dikembangkan atau dikemas sebagai produk wisata edukasi, yang sesuai dengan tujuan Global Geopark Network (GGN). Berdasarkan fakta tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan produk wisata edukasi yang sesuai dengan potensi kawasan wisata Geopark Batur, Kintamani, Bali. Sehingga kemudian dapat diimplementasikan oleh masyarakat sekitar dan menjadi salah satu bentuk pariwisata alternatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Adapun intrumen penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, panduan observasi, open ended questionaire, kuesioner riset SWOT dan dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dinalisis dengan analisis SWOT dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Berdasarkan hasil kajian potensi produk wisata dari atribut atraksi wisata, akses, fasilitas wisata, ketersediaan paket wisata, aktivitas wisata di destinasi dan prasarana pendukung destinasi wisata di Kawasan Geopark Batur menunjukkan bahwa destinasi ini berada pada tahapan Konsolidasi. Strategi pengembangan produk wisata yang tepat dengan menata ulang pengelolaan destinasi, memberikan pelatihan sadar wisata, guiding, dan pelayanan pada masyarakat lokal, membenahi sarana prasarana pendukung, merangkai perhelatan khusus terkait Geopark Batur, menyusun paket wisata khusus berbasis edukasi bagi para pelajar dan mahasiswa, serta mengembangkan desa wisata berbasis budaya, pertanian, alam, dan edukasi untuk mengembalikan kejayaan destinasi wisata.
Pengaruh Daya Tarik Wisata Pantai Gandoriah Terhadap Motivasi Kunjungan Wisatawan Di Kota Pariaman Titing Kartika; Septy Indrianty; Sonya Putri Yuliani
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 3 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya tarik wisata merupakan salah satu motivasi pendorong wisatawan untuk berkunjung ke sebuah destinasi wisata. Pantai Gandoriah merupakan sebuah daya tarik wisata yang berada di Kota Pariaman, provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan data kunjungan wisatawan tahun 2016, banyak wisatawan yang telah datang mengunjungi Pantai Gandoriah, yang terkenal dengan kecantikan alam dan empat pulau yang berada disekitar pantai dan budaya tabuiknya. Daya tarik wisata merupakan salah satu faktor penting dalam menarik motivasi wisatawan untuk berkunjung. Daya tarik wisata yang baik dapat memotivasi wisatawan untuk berkunjung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi daya tarik wisata yang ada di Pantai Gandoriah, mengidentifikasi motivasi berkunjung wisatawan serta mengetahui seberapa erat hubungan antara daya tarik wisata dengan motivasi kunjungan wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, Dalam penelitian ini ditetapkan sampel untuk pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner adalah sebesar 100 orang yang dari hasil perhitungan Metode Slovin. Masing-masing pertanyaan kuesioner diberi pembobotan dengan menggunakan skala Likert. Kemudian digunakan perhitungan Korelasi Pearson Product Moment untuk mengukur hubungan antar variabel. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa secara keseluruhan daya tarik wisata berpengaruh terhadap motivasi berkunjung, hal ini dilihat dari nilai atraksi, aksesbilitas dan sarana dan prasarana mempengaruhi motivasi sebesar 47%, selebihnya atau sebesar 53% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.
Pengembangan Kuliner Sate Taichan Goreng Sebagai Atraksi Wisata Di Kota Bekasi Ramon Hurdawaty; Maryetti; Sekar Ayu Dewinda
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 3 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sate Taichan Goreng terletak di Galaxy dan Harapan Indah, Bekasi yang memiliki cita rasa dan variasi menu yang unik. Ada Taichan Paha, Sayap Taichan, Sate Kulit, Sate Kikil, Sate CumiCumi, dan variasi Sate lainnya. Dalam penelitian ini, ingin mengetahui bagaimana pengembangan kuliner Sate Taichan sebagai atraksi wisata kuliner di Bekasi. Sedangkan untuk metode penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif dan juga menggunakan analisis SWOT yang bertujuan untuk mencari dan mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kalimat tertulis atau lisan dari orang berpengaruh dan kompeten dalam pengelolaan Taichan Goreng. Teknik pengumpulan data adalah data primer dan data sekunder, seperti observasi, wawancara, dokumentasi, perpustakaan, dan internet. Atraksi wisata dari kuliner Sate Taichan Goreng yaitu what to see meliputi bisa melihat cara membakar satenya tersebut, what to do dengan adanya fasilitas yang ada dan mencicipi banyaknya pilihan menu yang ditawarkan, what to buy meliputi jenis makanannya itu sendiri, what to arrived meliputi kendaraan yang digunakan bisa menggunakan kendaraan pribadi dan jarak tempuh jika dari Jakarta memakan waktu kurang lebih satu jam, dan what to stay terdapat penginapan atau hotel-hotel kecil yang ada di sekitar tempat tersebut. Analisis SWOT terhadap pengembangan makanan Sate Taichan Goreng di Kota Bekasi, khususnya Kota Bekasi menunjukkan bahwa posisi makanan sate taichan goreng berada pada posisi Strengths-Opportunity (SO). Maka, perlu dilakukan program pengembangan dalam rangka untuk memafaatkan kekuatan dan peluang yang ada di antaranya adalah: adaptasi menu, melibatkan media masa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membuka pasar tradisional, dan kreatif dalam mengolah sebuah makanan.

Page 3 of 27 | Total Record : 266


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 9 No. 3 (2024): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 7 No. 3 (2022): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 6 No. 3 (2021): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 5 No. 3 (2020): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 5 No. 2 (2020): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 4 No. 3 (2019): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 3 No. 3 (2018): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 3 No. 2 (2018): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 3 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2017): Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal Sains Terapan Pariwisata More Issue