JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat
JATIMAS aims to provide a platform for publishing reports and research findings on community service activities conducted in rural areas, with a specific emphasis on addressing the needs and challenges faced by rural communities. The journal seeks to promote knowledge sharing and innovative approaches to enhance the well-being and development of rural areas. The journal scope includes (but is not limited to): 1. Community Service Activities: The journal welcomes reports on a wide range of community service activities undertaken in rural areas or related to agricultural activities, such as healthcare initiatives, educational programs, infrastructure development projects, environmental conservation efforts, social welfare projects, and more. These reports should highlight the impact and outcomes of the activities, providing valuable insights for future initiatives. 2. Rural Community Development: Manuscripts focusing on strategies, policies, and best practices for rural community development are encouraged. This may include topics such as capacity building, entrepreneurship, sustainable livelihoods, local governance, social inclusion, and empowering marginalized groups within rural communities. 3. Agricultural Innovations and Practices: The journal covers agricultural topics relevant to rural areas, including but not limited to agricultural practices, techniques, innovations, and technologies. Contributions may explore areas such as crop cultivation, livestock management, agroforestry, sustainable farming methods, organic agriculture, and the use of modern tools and machinery in rural farming. 4. Sustainable Resource Management: Manuscripts addressing the sustainable management of natural resources in rural areas are of particular interest. This includes research on land use planning, water resource management, soil conservation, biodiversity preservation, and the adoption of renewable energy sources in rural communities. 5. Policy and Governance: The journal encourages articles examining policy frameworks and governance mechanisms that influence rural development and agricultural practices. These may include analyses of government policies, regulations, funding mechanisms, and institutional arrangements relevant to rural community service and agricultural sectors. 6. Case Studies and Experiences: The journal welcomes case studies and practical experiences from researchers, practitioners, and community members engaged in rural community service and agricultural activities. These reports should provide valuable insights into successful models, challenges encountered, lessons learned, and recommendations for future endeavours. JATIMAS seeks to foster interdisciplinary collaboration, bridge the gap between research and practice, and contribute to the overall development and sustainability of rural areas worldwide.
Articles
100 Documents
Pelatihan Intensif Produk Dendeng Babi Asap Sebagai Pengembangan Potensi Desa Panji, Buleleng, Bali
Palgunadi, Ni Made Dian Kemala Ratih;
Marlina, Putu Ari;
Eka Purwanti, Ni Luh Putu;
Sinarwati, Ni Kadek
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3446
Pork is one of the potentials of Panji Village, which is managed by the community into various preparations, one of which is smoked beef jerky. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), or Village Enterprises, of Panji Village, makes this smoked pork jerky processed product a specialty and souvenir of Panji Village. However, this smoked pork jerky still has a weak shelf life, so it does not last long to be used as a souvenir product. This activity aimed to provide knowledge about processing smoked pork jerky with a long shelf life to related production groups. The method used in carrying out this activity consisted of surveys and interviews about the processing of smoked beef jerky that had been carried out, followed by the presentation of material related to the shelf life of jerky by the Department of Agriculture and Food Security of the Province of Bali. The two activities were carried out on different days. The participants of this activity were women from the beef jerky production group in Panji Village. Based on the results of the survey after education and simulation were carried out, it was discovered that 86.7% of the participants agreed that this activity was highly beneficial for the development of processed products of smoked pork jerky. The activity participants understood the material provided and were ready to apply it in the subsequent production of smoked pork jerky. Daging babi menjadi salah satu potensi dari Desa Panji yang dikelola oleh masyarakatnya menjadi berbagai olahan, salah satunya dendeng asap. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Panji menjadikan produk olahan dendeng babi asap ini menjadi produk unggulan dan oleh-oleh khas Desa Panji. Meski demikian, dendeng babi asap khas Desa Panji ini masih memiliki kelemahan pada umur simpan yang tidak tahan lama untuk dijadikan produk oleh-oleh. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan serta keterampilan tentang pengolahan dendeng babi asap dengan umur simpan yang awet kepada kelompok produksi terkait. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini terdiri dari survei dan wawancara tentang pengolahan dendeng asap yang telah dilakukan. Penyampaian materi berkaitan dengan umur simpan dendeng oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Kedua kegiatan tersebut dilakukan pada hari yang berbeda. Peserta kegiatan ini adalah ibu-ibu dari kelompok produksi dendeng di Desa Panji. Berdasarkan hasil survei setelah dilakukan edukasi diketahui bahwa sebesar 86.7% peserta kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemaparan mengenai pengolahan dendeng babi asap agar memiliki umur simpan yang lebih lama kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) selaku produsen. Sedangkan 13.3% lainnya mengatakan kegiatan ini belum bermanfaat secara berarti karena dilakukan secara presentasi, bukan praktik. Peserta kegiatan telah memahami materi yang diberikan dan siap untuk menerapkannya dalam produksi dendeng babi asap selanjutnya. Berdasarkan pelatihan ini, diberikan hibah alat produksi berupa oven untuk pengeringan sebelum menggunakan asap guna memaksimalkan umur simpan dendeng babi asap.
Pemberdayaan PKK Desa Mukuh Melalui Pembuatan Pupuk Booster Terasi di Kayen Kidul, Kabupaten Kediri
Nareswari, Aptika Hana Prastiwi;
Rahardjo, Tjatur Prijo;
Fauzhi, Ahmad Rizal
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3461
Most family welfare program members in Mukuh Village are homemakers interested in using their yards independently. They have cultivated medicinal plants and horticulture. They acted as small-scale agricultural actors facing obstacles in the form of difficulty initiating flowering and producing fruit. Fertilizer is the most appropriate option to overcome this acquaintance. Using fertilizers still focuses on chemical products, causing damage to the soil environment and decreasing productivity. This condition gave rise to the idea of reusing organic matter as fertilizer. Faculty of Agriculture, Kadiri University, united in the Community Service Team through KUKERTA 2022, facilitated the empowerment of Mukuh Village’s family welfare program members manufacturing organic booster fertilizer made of shrimp paste to overcome agricultural problems in this region through community sharing. Shrimp paste booster application is made by spraying the booster liquid on prospective flowers or fruit of cultivated plants using a handle sprayer. This activity has increased the resident’s knowledge and skills in managing small-scale agriculture to meet family needs with natural agricultural inputs through organic booster fertilizers. A shrimp paste booster fertilizer can easily stimulate flowers and fruit from the cultivated garden and repel fruit flies (Bactrocera spp.) Anggota PKK Desa Mukuh sebagian besar merupakan ibu rumah tangga yang memiliki minat dalam pemanfaatan pekarangan secara mandiri. Tanaman yang telah diusahakan di pekarangan anggota PKK Desa Mukuh adalah tanaman obat keluarga (TOGA) dan hortikultura. Anggota PKK Desa Mukuh sebagai pelaku pertanian skala kecil mengalami kendala berupa sulitnya tanaman berbunga dan menghasilkan buah. Pupuk menjadi opsi paling tepat untuk mengatasi kendala tersebut. Penggunaan pupuk masih berfokus pada pupuk kimia atau anorganik yang menyebabkan kerusakan lingkungan tanah hingga penurunan produktivitas. Kondisi tersebut menimbulkan pemikiran untuk kembali menggunakan bahan organik sebagai sumber pupuk. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kadiri melalui program Kuliah Kerja Nyata 2022 (KUKERTA 2022) bertujuan memberdayakan anggota PKK Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri dalam pembuatan pupuk organik booster berbahan baku terasi melalui sosialisasi dan community sharing untuk mengatasi masalah pertanian di wilayah tersebut. Aplikasi pupuk booster terasi dilakukan dengan menyemprotkan cairan pupuk booster ke calon bunga atau calon buah tanaman budidaya menggunakan handle sprayer. Kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga akan pentingnya mengelola pertanian skala kecil dengan tujuan pemenuhan kebutuhan lingkup keluarga dengan input pertanian alami melalui penggunaan pupuk organik booster. Pupuk booster berbahan dasar terasi dapat dengan mudah dibuat untuk merangsang bunga dan buah dari tanaman pekarangan yang dibudidayakan sekaligus sebagai penghalau lalat buah.
Diversifikasi Kreasi Olahan Pangan Berbahan Baku Jagung bagi Warga Desa Mlandangan Kabupaten Nganjuk
Widayatsih, Tri;
Lisanty, Nina;
Agustina, Liya;
Junaidi, Junaidi
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3465
Most people in Mlandangan Village, Nganjuk Regency, highly depend on corn farming. Corn is a superior local product in the location. However, residents only sell products in raw form, and there is no diversification of processed food made from corn. After the harvest period, those directly involved in corn farming generally no longer have a steady income. Therefore, to increase the added value of corn for the local community, diversification of corn processing into instant corn rice (ampok) is needed. Socialization and training were conducted at the location to increase the community's knowledge and skills in diversifying corn processing and providing added value to local corn products. The target of the activity was the mothers and women farmers in RT 02 RW 12. The activity can potentially increase the selling value of corn products, which will affect the welfare of the people involved. Given the location of the village, which is close to road access, it is hoped that instant ampok processed products can be traded not only within the village environment but also outside the area as the flagship product of Mlandangan Village. Kehidupan sebagian besar masyarakat di Desa Mlandangan Kabupaten Nganjuk bergantung kepada hasil pertanian jagung. Tanaman jagung menjadi produk unggulan lokal di lokasi tersebut. Meski demikian, warga menjual produk hanya dalam bentuk mentah dan belum adanya diversifikasi olahan pangan berbahan baku jagung. Saat setelah masa panen, umumnya masyarakat yang terlibat langsung dalam usahatani jagung tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Oleh karena itu, untuk meningkatkan nilai tambah jagung bagi masyarakat setempat, diversifikasi pengolahan jagung menjadi nasi jagung (ampok) instan dibutuhkan. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan di lokasi bertujuan menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam diversifikasi pengolahan jagung dan memberikan nilai tambah produk jagung lokal. Sasaran kegiatan adalah para ibu dan wanita tani di RT 02 RW 12. Kegiatan berpotensi meningkatkan nilai jual produk jagung yang akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat yang terlibat di dalamnya. Mengingat lokasi desa yang dekat dengan akses jalan raya, diharapkan produk olahan ampok instan dapat diniagakan tidak hanya di dalam lingkungan desa, tetapi juga ke luar wilayahnya sebagai produk unggulan Desa Mlandangan.
Sosialisasi Pemilahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Rumah Tangga di Lingkungan Masyarakat
Kiswara, Lusiana Dewi;
Mahardika, Aditya Perdana;
Hary, M. Rizky Septian;
Sidhi, Eko Yuliarsha
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3478
The increasing population and the socio-economic level of the community increase the amount of waste from day to day. Dangerous and poisonous (B3) waste is no exception. Not many people know that household waste also contains many types of B3 waste. Household B3 waste is a type of waste that contains hazardous, toxic, and explosive substances as the remains of daily household activities. The need for household B3 waste management is due to decreasing its adverse impacts on environmental and human health. Most people in rural areas still dispose of B3 and non-B3 waste without sorting. This socialization activity aimed to еducate the partner community, The Rеmbang Villagе of Ngadiluwih District community, regarding B3 wastе and its management. The action included prеparation, community approach, survey, and socialization. Participants were enthusiastic, and the program raised their awareness and improved their skills and knowledge in waste management. Seiring meningkatnya penambahan penduduk serta aktifitas dan tingkat sosial ekonomi masyarakat memicu terjadinya peningkatan jumlah sampah dari hari ke hari, tidak terkecuali sampah B3. Belum banyak masyarakat yang menyadari bahwa limbah rumah tangga juga banyak mengandung jenis limbah B3. Sampah atau limbah B3 rumah tangga adalah sampah yang mengandung zat-zat berbahaya beracun dan mudah meledak yang berasal dari sisa kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. Pengelolaan limbah B3 rumah tangga diperlukan karena apabila limbah B3 tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak pencemaran lingkungan dan dampak pada kesehatan. Karena Sebagaian besar masyarakat di pedesaan masih membuang sampah B3 dengan sampah non B3 secara tercampur tanpa melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga, khusunya sampah B3. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini mengambil tema sosialisasi mengenai bagaimana penyimpanan dan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun perlu dilakukan. Kegiatan ini dilakukan  dengan terjun langsung pada lingkungan  masyarakat seperti: mengikuti kerjabakti bersama warga,  memberi penjelasan  kepada masyarakat langsung maupun lewat poster tentang pentingnya memilah sampah terutama sampah B3 sebelum di kelola, dan dampak lingkungan jika sampah B3 tidak di kelola dengan baik. Hasil dari kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Rembang Kec. Ngadiluwih lebih sadar akan pengolahan sampah supaya tercipta lingkungan yang bersih.
Edukasi Pemanfaatan Kotoran Ternak Menjadi Pupuk Bokashi di Kelurahan Pojok Kota Kediri Provinsi Jawa Timur
Probojati, Rasyadan Taufiq;
Anshor, Yoyok Zakaria;
Pambudi, Achmad Yogi;
Hadiyanti, Nugraheni
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3479
The use of chemical fertilizers in agriculture is still the mainstay of farmers. However, in reality, fertilizer prices are getting higher and unaffordable, causing farmers to find it increasingly difficult. One of the solutions offered by the service team is to use livestock manure in bokashi fertilizer. The service was located in the Pojok Village, Kediri City, East Java Province. The methods include an initial survey, identification of partner problems, socialization and education, training and practice, then monitoring and evaluation. The initial survey results revealed that most residents applied chemical fertilizers in farming and did not know how to use livestock manure as an ingredient for making bokashi fertilizer. Furthermore, the service team conducted socialization and was followed by partners enthusiastically. The partner's response to this training was outstanding and was considered to provide a solution to the farmers. However, further assistance is still needed to apply bokashi fertilizer sustainably. Penggunaan pupuk kimia dalam bidang pertanian saat ini masih menjadi andalan petani, namun dalam kenyataannya harga pupuk yang semakin tinggi dan tidak terjangkau mengakibatkan petani semakin kesulitan. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian adalah memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk bokashi. Lokasi pengabdian dilakukan di Kelurahan Pojok Kota Kediri Provinsi Jawa Timur. Metode yang dilakukan diawali dengan survei awal, identifikasi permasalahan mitra, sosialisasi dan edukasi, pelatihan dan praktik, kemuadian monitoring dan evaluasi. Hasil survei awal diketahui bahwa mayoritas warga masih menggunakan pupuk kimia dalam bertani dan kurangnya pengetahuan petani tentang pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk bokashi. Selanjutnya, sosialisasi yang dilaksankan oleh tim pengabdi direspon sangat baik oleh mitra, terbukti dengan antusias warga yang hadir untuk mengikuti sosialisasi. Respon mitra terhadap pelatihan ini sangat baik dan dianggap memberikan solusi kepada petani. Namun, masih diperlukan pendampingan lebih lanjut untuk mengaplikasikan pupuk bokashi secara keberlanjutan.
Pelatihan Kerajinan Tangan Merajut dan Sosialisasi Pemasaran Digital Guna Meningkatkan Kreativitas Remaja di RT 01 RW 05 Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri
Setiawan, David Fajar;
Selvia, Malikatus;
Setyowati, Tenty;
Aji, Taskur Ajam
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3480
An area's large capacity and population density are often among the obstacles to improving community welfare if it is not utilized and appropriately managed. Kedak Village is one of the densely populated villages in the Semen District, Kediri Regency, East Java. This community service activity aimed to increase teenagers' knowledge and skills in knitting handicrafts and digital marketing after seeing the massive potential of human resources owned by Kedak Village. The methods used in this activity were lecture, practice, and evaluation. At the lecture stage, the community was introduced to the ins and outs of knitting handicrafts and the process of product marketing through digital media, followed by practice and evaluation of activities. The results of this training were that participants can know and make knitting crafts and digital marketing. This community service activity was expected to be developed by residents and can be used as one of the superior products in Kedak Village. Besarnya kapasitas dan kepadatan penduduk di suatu wilayah sering menjadi salah satu kendala dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat jika tidak dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. Desa Kedak merupakan salah satu desa padat penduduk yang terletak di Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Jawa Timur. Dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan remaja di bidang kerajinan tangan rajut dan pemasaran digital setelah melihat besarnya potensi sumber daya manusia yang dimiliki oleh Desa Kedak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pengajaran, praktik, dan evaluasi. Di tahap pengajaran, masyarakat akan dikenalkan dengan seluk beluk kerajinan tangan rajut dan proses pemasaran produk melalui media digital yang kemudian dilanjutkan dengan praktik dan evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah peserta dapat mengetahui dan membuat kerajinan tangan rajut beserta pemasaran digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat dikembangkan oleh penduduk setempat dan dapat dijadikan sebagai salah satu produk unggulan di Desa Kedak.
Pengembangan Kegiatan Badan Usaha Milik (BUM) Desa Tambakromo Dalam Peningkatan Sumber Pendapatan Desa (PADES) Melalui Bank Sampah
Zulkarnain, Andreas;
Agusty, Virgian Galuh;
Widyastuti, Liana
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3483
The issue of global problems in all countries, including Indonesia's regions, is waste. The accumulated waste produced is comparable to a population of 275 million people in 2022. Garbage is something left over from the use of various materials that have been used by humans but cannot decompose by themselves. Efforts to maintain and protect a clean and healthy environment, one of which is by building waste processing areas that provide economic value to the surrounding community. The waste bank works to collect waste from the district and sort it according to needs and value. This service was carried out in Tambakromo Village, with the target audience being women and youth. The purpose of this service was to make the village community aware of the existence of a waste bank. The method used in this service was to socialize the impact of community waste on the environment and assist in sorting community waste into goods with benefits and economic value. The results obtained from this service were increasing the income of village communities and strengthening women's empowerment activities and youth organizations to maintain a more beautiful environment. Isu permasalahan global di seluruh negara termasuk berbagai wilayah Indonesia merupakan sampah. Akumulasi limbah sampah yang dihasilkan sebanding oleh populasi 275 juta orang pada tahun 2022. Sampah adalah sesuatu sisa penggunaan dari berbagai bahan yang telah digunakan oleh manusia namun tidak dapat terurai dengan sendirinya. Upaya memelihara dan melindungi lingkungan yang asri, salah satunya dengan membangun kawasan pengolahan limbah sampah yang dapat dipergunakan kembali dan memberikan nilai ekonomis buat masyarakat sekitar. Bank sampah bekerja untuk menyalurkan sampah dari masyarakat yang telah dipilah sesuai kebutuhan dan masih dapat dimanfaatkan nilainya. Pengabdian ini dilakukan di Desa Tambakromo dengan sasaran khalayak ibu-ibu dan pemuda di desa tersebut. Tujuan pengabdian ini agar masyarakat desa sadar akan keberadaan bank sampah (waste bank). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah dengan mensosialisasikan dampak sampah masyarakat terhadap lingkungan dan pendampingan pemilahan sampah masyarakat untuk dijadikan barang yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan memperkuat kegiatan pemberdayaan perempuan dan organisasi kepemudaan untuk menjaga lingkungan hidup yang asri.
Sosialisasi Minat Pertanian Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Di SD Negeri Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri
Anindita, Devina Cinantya;
Sari, Difa Pramudita;
Ambarwati, Duwi;
Priyanto, Aji
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3484
The tropical climate gives Indonesia sunshine all around, which has the potential for agricultural development. In line with the development of time, there has been a change in land use from agricultural land to non-agricultural land. Land use changes occur due to an increase in high population and rapid growth in the economic sector. The impact of land conversion is a decrease in food production which can cause food imports to occur. Land conversion impacts economic changes and the composition of labor requirements. Many young people are not interested in working in the agricultural sector and prefer to work in the service sector. The efforts to invite people back to work in the farming sector by socializing the introduction of the farm industry from an early age. The socialization was carried out at Banjarejo Public Elementary School, Ngadiluwih District, Kediri. The socialization target was elementary school students in grades 4, 5, and 6. The socialization method was direct practice related to eggplant and tomato cultivation. The socialization materials included an introduction to the world of agriculture, the practice of direct planting of eggplant and tomatoes, and socialization on the use of organic and inorganic waste. Banjarejo Public Elementary School students were enthusiastic in practicing eggplant and tomato cultivation. Iklim tropis membuat Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun, hal ini berpotensi baik untuk perkembangan pertanian. Sejalan dengan berkembangnya waktu, terjadi alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke non-pertanian. Alih fungsi lahan terjadi karena peningkatan pertumbuhan penduduk yang tinggi serta pertumbuhan sektor ekonomi yang cepat. Dampak alih fungsi lahan adalah menurunnya produksi pangan yang dapat menyebabkan terjadi impor bahan pangan. Alih fungsi lahan berdampak pada perubahan ekonomi dan perubahan komposisi kebutuhan tenaga kerja, banyak masyarakat usia muda tidak tertarik bekerja di sector pertanian dan lebih memilih bekerja di sektor jasa. Upaya untuk mengajak kembali masyarakat bekerja dibidang pertanian dengan cara sosialisasi pengenalan sektor pertanian sejak usia dini. Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan di SD Negeri Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kediri. Target sosialiasasi adalah siswa sekolah dasar kelas 4, 5 dan 6. Metode sosialisasi yang digunakan yaitu praktik secara langsung terkait budidaya tanaman terong dan tomat. Materi sosialisasi meliputi, pengenalan dunia pertanian, praktik penanaman langsung tanaman terong dan tomat serta sosialisasi pemanfaatan sampah organik dan anorganik. Murid-murid SD Negeri Banjarejo sangat antusias saat praktik langsung budidaya tanaman Terong dan Tomat.
Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Pisang Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Kelurahan Sumberjo Kecamatan Wonosari Kabupaten Jombang
Agusty, Virgian Galuh;
Shipya, Dione Tabita;
Mariyono, Mariyono
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3485
Sumberjo Village, Wonosari District, Jombang Regency, is a famous banana-producing center. This potential can be used to improve the family's economy. One of the efforts that can be made is to diversify banana products into chips and snacks. This activity aimed to increase the community's knowledge, creativity, and skills by diversifying food products made from bananas. This activity included homemakers who were members of the farmer group association of Sumberjo Village. Methods in implementing community service activities included approaches to the community, socialization of processed banana products, training, and assistance in manufacturing and marketing banana crackers and chips. Community service activities in Sumberjo Village were well conducted, as evidenced by the community's enthusiasm to participate in activities from beginning to end. The activities increased innovation ideas to manage the local potential.Kelurahan Sumberjo Kecamatan Wonosari Kabupaten Jombang terkenal sebagai daerah sentra pisang. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian keluaga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan diversifikasi produk pisang menjadi cemilan kemplang dan emping. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kreatifitas serta keterampilan masyarakat secara partisipatif melalui diversifikasi produk pangan berbahan baku pisang. Peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam GAPOKTAN kelurahan Sumberjo. Metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat meliputi Pendekatan kepada masyarakat, sosialisasi produk olahan pisang, pelatihan dan pendampingan pembuatan sekaligus pemasaran kemplang dan emping pisang. Kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Sumberjo dapat terlaksana dengan baik dibuktikan dengan antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Kegiatan meningkatkan ide-ide inovasi untuk mengelolah potensi yang ada di sekitar
Penyuluhan dan Pelatihan Budidaya Jahe Merah di Kelompok Wanita Tani Desa Tanggeran, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen
Barokah, Umi;
Fatmawati, Nurlaila;
Rahmawati, Aulia;
Nugroho, Rahmat Joko
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3486
Community service activities were carried out in Tanggeran Village, Sruweng District, Kebumen Regency. This activity was carried out to increase public knowledge of the cultivation of red ginger plants and maximize village business funds in Kebumen Regency. The choice of red ginger is because this medicinal and herbal plant has a high economic value compared to other types of ginger. The methods used in this activity were counseling, discussion, and training to transfer knowledge of red ginger cultivation to participants. The participants who participated in this counseling and training were the "Tiara Tani" Women Farmers Group. This community service program consisted of two stages. The first stage included a pre-test, counseling, and post test with red ginger cultivation materials and training on red ginger cultivation techniques, including seed preparation, planting, and plant maintenance. Transferred knowledge to the Tiara Tani group was measured using a pre-test and a post test for 21 participants. The tests result proved an increase in participant knowledge gained from the activities. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Tanggeran, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam budidaya tanaman jahe merah, serta untuk memaksimalkan dana usaha desa di Kabupaten Kebumen. Pemilihan jahe merah karena tanaman obat dan herbal ini memiliki nilai ekonomis tinggi dibanding jenis tanaman jahe lainnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, diskusi dan pelatihan sebagai upaya transfer ilmu budidaya jahe merah ke peserta. Peserta yang mengikuti penyuluhan dan pelatihan ini adalah Kelompok Wanita Tani “Tiara Taniâ€. Program pengabdian masyarakat ini terdiri dari 2 tahapan, yang pertama yaitu pre-test, penyuluhan dan post test dengan materi budidaya jahe merah, dan yang kedua yaitu pelatihan teknik budidaya jahe merah diantaranya penyiapan bibit, penanaman dan pemeliharaan tanaman. Pengetahuan yang didapat dari transfer ilmu kelompok wanita tani Tiara Tani diukur dengan menggunakan pre-test sebelum kegiatan dan post test setelah rangkaian kegiatan selesai dilakukan. Hasil dari pre-test dan post test yang diikuti oleh 21 responden menunjukkan bahwa hasil pre-test tingkat pengetahuan responden tentang jahe merah dan budidayanya sebesar 9 responden (42,86%) yang menjawab benar sedangkan berdasarkan hasil post test sebesar 12 responden (57,14%) yang menjawab benar dengan pertanyaan yang sama seperti pre-test.