cover
Contact Name
Lilis
Contact Email
lilis@poltek-amimedan.ac.id
Phone
+6282161032237
Journal Mail Official
jurnal@poltek-amimedan.ac.id
Editorial Address
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia (AMI) Medan Jl. Brigjend Bejo d/h Pertempuran No.125 Pulo Brayan Medan, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara 20239
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JME
ISSN : 26560658     EISSN : 26560666     DOI : https://doi.org/10.54196/jme
Journal of Maritime and Education (JME) merupakan jurnal ilmiah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Adiguna Maritim Indonesia Medan. JME menjadi sarana publikasi hasil riset , aplikasi riset dan pengembangannya di bidang sains dan teknologi. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan Februari dan Agustus. Edisi pertama yang diterbitkan secara cetak dan online pada bulan februari tahun 2019. Pemuatan artikel di jurnal ini dialamatkan kekantor redaksi. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan cetak dan online.
Articles 133 Documents
SOSIALISASI BAHASA ASING DALAM BIDANG KEPELABUHAN DAN KELAUTAN SEBAGAI PENINGKATAN KUALITAS BAHASA PADA MASYARAKAT PESISIR DI PELABUHAN TANJUNG TIRAM PROVINSI SUMATERA UTARA Nurmaliana Sari Siregar; Meriah Kita Deliani
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 2 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v5i2.114

Abstract

Penguasaan istilah bidang kepelabuhan dan kelautan dalam bahasa asing, baik transportasi ataupun alat-alat pendukung lainnya, dapat meningkatkan kulitas bahasa masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meliihat kemampuan masyarakat pesisir di Pelabuhan Tanjung Tiram. Penelitian ini di laksanakan di Desa Bandar Rahmat Kecamatan Tanjung Tiram. Adapun jumlah sample yang diambil sebnyak 25 orang di pelabuhan Tanjung Tiram yang dipilih secara acak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah dan metode praktikum secara langsung. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa peserta memiliki kemampuan yan g cukup baik dalam hal mengingat kosa kata istilah-istilah Bahasa asing. Masyarakat dapat memanfaatkan hal tersebut dengan mengenalkan transpotasi kapal penyeberangan antardesa dengan menggunakan bahasa asing kepada pengunjung.
PROSEDUR GANTI NAMA KAPAL DI KANTOR KESYAHBANBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS II CIREBON OLEH PT.PELAYARAN GEMA BAHARI CIREBON Taruna; Muhammad Sahid; Windy Safira Purba Sigumonrong
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 2 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v5i2.115

Abstract

Pelayaran Gema Bahari Cirebon bergerak dalam bidang keagenan yakni perusahaan ditunjuk oleh pihak owner atau pemilik kapal untuk menangani kapal keagenan, dimulai kapal tersebut dating ek pelabuhan Cirebon sampai kapal bergerak atau berlayar kepelabuhan selanjutnya. Juga melayani kegiatan Crew Change (pergantian awak kapal), melayani segala kebutuhan kapal dan crew serta melayani pengurusan dokumen kapal. Komitmen perusahaaan ini adalah untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dengan biaya yang kompetitif kepada setiap pelanggan dan mitra kerja. Kapal merupakan sarana transportasi didalam bidang kelautan yang memiliki banyak fungsi, namun setiap orang ataupun badan hukum yang ingin memiliki kapal dan dapat beroperasi di wilayah Indonesia wajib didaftarkan. Yang menjadi permasalahan ialah terkait prosedur dan biaya balik nama kapal dimana yang sebelumya milik perseorangan mau dibalik nama ke badan hukum Perseroan Terbatas (PT). Balik nama kapal tersebut dilakukan oleh pejabat pendaftar dan pencatat balik nama kapal dengan membuat akta balik nama kapal dan dicatat dalam daftar induk kapal yang bersangkutan dengan pendaftaran kapal. Akta balik nama kapal hanya dapat dibuat apabila menurut catatan dalam daftar induk, kapal dalam keadaan tidak sedang dibebani hipotek atau jaminan lainnya serta bebas dari segala bentuk sitaan dalam pendaftaran kapal. Pendaftaran bisa dilakukan di kantor KSOP Kelas II Cirebon sesuai perintah PT. Pelayaran Gema Bahari. Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode penelitian lapangan (Field Research) dan dengan membaca, mengumpulkan data maupun tulisan-tulisan dari buku yang tersedia di perpustakaan (Library Research).
PERANAN BAGIAN OPERASIONAL DALAM PELAYANAN KAPAL DOMESTIK PADA PT. KANAKA DWIMITRA MANUNGGAL CABANG DUMAI Yusnidah; Netty Kesuma; Khairuman; Wira Agung Sejati
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 2 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v5i2.116

Abstract

Perusahaan pelayaran merupakan perusahaan jasa yang bergerak dibidang transportasi laut. Dalam suatu perusahaan pelayaran, bagian operasional memegang peranan yang sangat penting. Penulisan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peranan bagian operasional pada PT. Kanaka Dwimitra Manunggal Cabang Dumai dalam melayani kapal domestik, serta menjalin kerjasama antara pihak - pihak terkait agar semua kegiatan berjalan dengan lancar selama kapal berada di pelabuhan. Pada PT. Kanaka Dwimitra Manunggal Cabang Dumai, bagian operasional memiliki peranan yang sangat penting dalam menjalankan serta melancarkan pelayanan terhadap kapal - kapal domestik. Peranan penting tersebut dapat kita lihat dari aktivitas kerja yang dilaksanakan oleh bagian operasional pada PT. Kanaka Dwimitra Manunggal. Bagian operasional pada PT. Kanaka Dwimitra Manunggal memiliki banyak peranan serta kegiatan dalam menjalankan fungsinya, pada bagian ini kita dapat melihat kinerja perusahaan di kantor maupun di lapangan dalam memajukan perusahaan. Dalam penulisan makalah ini, penulis tentunya menggunakan beberapa metode penelitian yang biasa digunakan dalam penulisan penelitian diantaranya yaitu metode melalui penelitian lapangan (field research) dan metode penelitian melalui perpustakaan (library research).
KESELAMATAN NELAYAN TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI DAERAH PESISIR DESA PULAU KAMPAI KABUPATEN LANGKAT Ginting , Dafid; Lilis, Lilis; Dirhamsyah, Dirhamsyah; Ginting, Suratni; Yusnidah, Yusnidah; Sahid, Muhammad; Rispianti, Dina; Marwiyah, Masringgit; Sari, Nurmalia; Vianus, Yepta
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.167

Abstract

Pelabuhan Pangkalan Susu merupakan pelabuhan yang terletak di Kecamatan Pangkalan Susu dengan status sebagai pelabuhan khusus kelas IV dalam wilayah kerja Pelindo I. Dengan status pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan luar negeri tentunya merupakan sebuah peluang untuk menunjang pembangunan daerah melalui sektor perdagangan laut. Potensi tersebut disadari oleh stakeholder yang terkait melalui wacana untuk pengembangan fungsi Pelabuhan Pangkalan Susu sehingga kedepannya dapat dimanfaatkan dari terminal khusus menjadi terminal umum. Pengembangan pelabuhan ini diharapkan akan memberikan dampak antara lain seperti ; a.meningkatkan kegiatan perekonomian daerah ; b.meningkatkan peluang berusaha; c.menciptakan lapangan kerja baru; d.meningkatkan pendapatan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dan interview yang dilakukan tim pengusul Politeknik Adiguna maritim Indonesia (POLTEK AMI) Medan terhadap masyarakat di daerah pesisir Pulau Kampai, yang teletak di pesisir pantai timur Sumatera Utara diketahui bahwa kemampuan dalam berlayar yang dimiliki oleh nelayan ataupun nakhoda kapal-kapal penyeberangan antar pulau diperoleh secara turun – temurun dari orang tuanya, karena pekerjaan menetap ayahnya sebagai nelayan dan juga sebagai pengangkut penumpang penyeberangan dari pulau ke pulau sebagai transfortasi laut yang selalu melibatkan anaknya untuk berlayar baik mencari ikan maupun mengantar penumpang dari pulau ke pulau. Sehingga perlu di adakan sosialisasi mengenai alat- alat keselamatan , agar nelayan penangkap ikan dapat terus dan berkelanjutan dalm usahanya menangkap ikan.
UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN DAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN SAMPAH DI DAERAH PESISIR DESA PULAU KAMPAI KABUPATEN LANGKAT Danilwan, Yuris; Sutria, Yuna; Sabila, Fadiyah Hani; Taruna, Taruna; Said, Aja Avriana; Fransiska, Eka; Delina, Meriah Kita; Handayani, Irma; Ridho, Syarifur; Rinaldi, Fahmi
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.168

Abstract

Peserta dari kegiatan ini terdiri dari para nelayan dan penduduk sekitaran pelabuhan yang berada di pesisir Pelabuhan Pangkalan Susu yang memiliki mata pencaharian sehari-hari adalah berlayar, misalnya nelayan atau nakhoda kapal penyeberangan dari pulau ke pulau. Berdasarkan hasil observasi dan interview yang dilakukan tim pengusul Politeknik Adiguna maritim Indonesia (POLTEK AMI) Medan terhadap masyarakat di daerah Desa Pulau Kampai, bagaimana cara mengatasi pelestariaan lingkungan dan pencemaran laut yang terjadi di daerah pesisir Desa Pulau Kampai. Sementara itu laut merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat setepat khususnya para nelayan berada di Desa Pulau kampai di Kabupaten Langkat. Maka tim Politeknik Adiguna Maritim Indonesia (POLTEK-AMI) Medan ingin mensosialisasikan pelestarian lingkungan dan bahaya pencemaran dilaut baik itu sampah,limbah industri maupun limbah minyak atau yang lainnya. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat beserta kepala daerah setempat bekerja sama untuk melakukan sosialisasi pelestarian lingkungan dan pencegahan pencemaran yang bersumber dari sampah, limbah industri dan dari kapal terhadap pencemaan laut. Sasaran Sosialisasi adalah masyarakat pesisir yang berpropesi sebagai nelayan di daerah tersebut dan juga masyarakat daerah pesisir tersebut.
PENERBITAN DOKUMEN MUAT CLINKER MV. SAMUDRA SAKTI II OLEH PT. PELINDO MULTI TERMINAL BELAWAN Dirhamsyah, Dirhamsyah; Ritonga , Nursyahrul; Sazli, Aqil
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.169

Abstract

Samudera Sakti II oleh PT. Pelindo Multi Terminal Belawan. Penerbitan dokumen muat dilakukan setelah pemastian muatan melalui kontrak pembelian antara Buyer dan pemilik barang. Setelah ada kontrak dengan pemilik barang, dipastikan apakah barang sudah tersedia ataupun bisa juga pemilik barang memberikan Shipping Insruction,lalu SPK(Surat Penunjukkan Kerja) kepada PT. Pelindo Multi Terminal selaku PBM terkait berapa banyak barang yang akan di muat ke kapal. Lalu pihak PT. Pelindo Multi Terminal dapat menghubungi perusahaan Trucking yang akan membawa dari tempat pemilik barang hingga ke pelabuhan. Setelah itu, Foreman akan membicarakan bagaimana Stowage plan untuk pemuatan agar selama pemuatan stabilitas kapal tetap terjaga. Selama proses pemuatan harus di perhatikan kondisi alam agar barang tidak banyak basah dan tidak terjadi claim sebagai salah satu bentuk bahwasanya PT. Pelindo Multi Terminal yang menjaga arus atau proses selama pemuatan Clinker ke MV. Samudera Sakti II. Kemudian setelah pemuatan selesai maka akan diterbitkan lah dokumen muat atau Cargo Manifest yang sudah disesuaikan dengan kontrak pembelian yang akan tertera pada Bill Of Lading. Penerbitan Dokumen Muat Clinker MV. Samudera Sakti II oleh PT. Pelindo Multi Terminal terlaksana sesuai dengan prosedur yang berlaku.
PEMBONGKARAN DAN PEMUATAN COOUNTAINER DARI DAN KE KAPAL PADA PT.MERATUS LINE CABANG BELAWAN Sahid, Muhammad; Suparman, Suparman; Yursal, Yursal; Vivi, Wella
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.170

Abstract

Pembongkaran Angkutan laut dapat dijadikan sebagai sarana penghubung antar negara, sehingga mempermudah pengiriman barang dari satu negara ke negara lain. Alat transportasi laut (kapal) memiliki kelebihan dibandingkan alat trasportasi lainnya, yaitu dapat mengangkut barang dari satu tempat ke tempat yang lainnya dalam jumlah yang besar Namun di sisi lain, jumlah barang yang banyak dan ukuran yang beraneka ragam, menyulitkan dalam penanganannya. Karena itu digunakanlah petikemas (container) yang dirancang secara khusus dengan ukuran tertentu, dapat dipakai berulang kali, dapat menyimpan barang dan terhindar dari kerusakan. Menggunakan petikemas (container) pendistribusian barang lebih mudah dan efisien baik untuk perdagangan nasional maupun internasional. Pengiriman barang menggunakan petikemas (container) melalui jalur laut masih menjadi prioritas utama dan volumenya terus meningkat dari tahun ke tahun. Terutama untuk pengiriman barang dalam jumlah besar dan jarak jauh karena tidak ada pilihan lain yang lebih aman. Tidak adanya pilihan lain dalam pengiriman menyebabkan permintaan pengiriman petikemas (container) melalui jalur laut sangat tinggi. PT. Meratus Line merupakan salah satu perusahaan pelayaran yang ada di Indonesia dan berpusat di Surabaya, dimana perusahaan ini bergerak dalam pengiriman barang dengan sistem containerisasi melalui angkutan laut yang bertujuan keseluruh wilayah Indonesia.
PENGURUSAN MEMORANDUM IN/OUT SECARA MANUAL PADA KAPAL TB.MACAN TUTUL PENGANGKUTAN BATU BARA OLEH PT. MUTIARA SHIPPING AGENCY DI KANTOR KSOP UTAMA BELAWAN Taruna, Taruna; Rinaldi , Fahmi; Kesuma, Netty; Situmeang, Niko Jhonnedi
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.171

Abstract

Mutiara Shipping Agency adalah salah satu perusahaan pelayaran yang bergerak dalam bidang keagenan kapal (shipping agency) yang mengageni kapal lokal maupun kapal asing. Sebagaimana aktifitas-aktifitas perusahaan pelayaran pada umumnya, PT. Mutiara Shipping Agency juga memberikan pelayanan yang sama, yaitu melayani setiap kebutuhan kapal mulai dari rencana kedatangan kapal, penyandaran kapal, memasok kebutuhan kapal dan crew, pengurusan crew sign on dan sign off, pengurusan dokumen-dokumen barang, perpanjangan sertifikat kapal, pengurusan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sampai dengan pemberangkatan kapal. Proses pengurusan memorandum ini merupakan bagian daripada pengurusan memorandum in dan memorandum out kapal yang penting untuk dipahami, guna untuk kelancaran pelaksanaan memorandum, dimana setiap kapal yang masuk ke suatu Pelabuhan khususnya Pelabuhan belawan wajib unutk melaksanakan memorandum in setelah kapal sandar, dan memorandum out pada saat pengurusan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Sehubungan dengan pentingnya memorandum ini, maka sangat penting untuk mempelajari dan memahami proses pengerjaan nya agar tidak terjadi kesalahan yang sangat berpengaruh pada pengurusan memorandum. PT. Mutiara Shipping Agency selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik terhadap principals, diantaranya membuat perencanaan-perencanaan untuk memastikan tidak terjadi kesalahan yang berarti pada saat pelaksanaan, baik dalam hal penanganan dokumen kapal, pengurusan izin melalui sistem maupun memorandum. Dalam setiap bidang pekerjaan tentu memiliki berbagai kesulitan dan resiko yang akan dihadapi. Demikian juga dalam proses memorandum in dan memorandum out, haruslah dikerjakan dengan teliti, karena mengingat akan dampak yang mungkin saja terjadi dan dapat mengakibatkan delay pada kapal jika melakukan kesalahan dalam memorandum, pengambilan data penulis penelitian memperolehnya melalui field research dan library research.
SISTEM PENGOPERASIAN DERMAGA UJUNG BARU DAN CITRA PADA PT.PELINDO (PERSERO) CABANG BELAWAN Fransiska, Eka; Sari, Nurmaliana; Candra, Rafli
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.172

Abstract

Proses sistem pengoperasian Dermaga Ujung Baru dan Citra di PT.Pelindo Cabang Belawan ini sudah berjalan dengan baik dimulai dengan kegiatan proses pelayanan kapal, handling bongkar muat, jasa penumpukan dan bunkering yang dimana seluruh kegiatan sudah dilakukan sesuai prosedur perusahaan. Peranan PT.Pelindo Cabang Belawan terhadap dermaga ujung baru dan citra ini sangatlah besar dalam memfasilitasi kapal-kapal yang ingin melakukan kegiatan bongkar dan muat di dermaga belawan khususnya Dermaga Ujung Baru dan Citra. Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah riset lapangan (field research) dimana penulis melakukan observasi dan wawancara secara langsung dengan pihak perusahaan dan riset perpustakaan (library research) dimana penulis mendapatkan materi atau bahan penelitian dari buku-buku yang ada di perpustakaan maupun sumber bacaan lainnya yang berkenaan dengan pokok bahasan yang diambil.
PROSES PENANGANAN CLEARANCE OUT KARANTINA PADA SISTEM SSM UNTUK MENERBITKAN CERTIFICATE PHQC PADA KAPAL MT. JUPITER STRAR OLEH PT. SEMESTA SEJAHTERA LESTARI CABANG LAMPUNG Yusnidah, Yusnidah; Lilis , Lilis; Wau, Yelvianus
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.173

Abstract

Penelitian ini membahas proses penanganan clearance out karantina melalui Sistem Single Submission SSM untuk penerbitan Port Health Quarantine Certificate PHQC pada kapal MT Jupiter Star yang dikelola oleh PT Semesta Sejahtera Lestari, Cabang Lampung. Clearance out karantina merupakan tahapan penting dalam memastikan bahwa kapal yang akan berangkat dari pelabuhan memenuhi semua persyaratan kesehatan dan bebas dari ancaman penyakit yang dapat menular ke wilayah lain. Proses ini diawali dengan pengajuan permohonan oleh agen kapal melalui Sistem SSM, yang dirancang untuk memfasilitasi interaksi antara berbagai instansi terkait, termasuk Kantor Kesehatan Pelabuhan KKP, Bea Cukai, Imigrasi, dan Ksop. Setelah permohonan diajukan, petugas karantina akan melakukan pemeriksaan kesehatan kapal, termasuk pemeriksaan terhadap awak kapal dan dokumentasi kesehatan lainnya. Hasil pemeriksaan ini kemudian dicatat dalam sistem dan, apabila semua persyaratan terpenuhi, PHQC akan diterbitkan. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut, seperti integrasi data antar instansi yang kadang kurang optimal, serta pentingnya peningkatan koordinasi antara pihak-pihak terkait untuk memastikan kelancaran proses clearance out. Pada akhirnya, penerapan sistem SSM diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses penerbitan sertifikat kesehatan pelabuhan, yang pada gilirannya mendukung kelancaran aktivitas pelayaran dan perdagangan internasional

Page 10 of 14 | Total Record : 133