cover
Contact Name
Lilis
Contact Email
lilis@poltek-amimedan.ac.id
Phone
+6282161032237
Journal Mail Official
jurnal@poltek-amimedan.ac.id
Editorial Address
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia (AMI) Medan Jl. Brigjend Bejo d/h Pertempuran No.125 Pulo Brayan Medan, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara 20239
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JME
ISSN : 26560658     EISSN : 26560666     DOI : https://doi.org/10.54196/jme
Journal of Maritime and Education (JME) merupakan jurnal ilmiah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Adiguna Maritim Indonesia Medan. JME menjadi sarana publikasi hasil riset , aplikasi riset dan pengembangannya di bidang sains dan teknologi. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan Februari dan Agustus. Edisi pertama yang diterbitkan secara cetak dan online pada bulan februari tahun 2019. Pemuatan artikel di jurnal ini dialamatkan kekantor redaksi. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan cetak dan online.
Articles 123 Documents
PENGURUSAN DOKUMEN BILL OF LADING( B/L) PENJUAL DAN PEMBELI ANTAR NEGARA PADA PT. EVERGREEN SHIPPING AGENCY INDONESIA CABANG MEDAN Lilis, Lilis; Husfializa , Elly
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.174

Abstract

Antara Negara pembeli dan penjual pada umunya mempergunakan jenis mata uang berbeda. Kedua belah pihak tidak bisa saling mengetahui apakah penjual telah mengirimkan barangnya dan sudahkah pembeli melakukan pembayaran atas barang tersebut. Untuk mencegah hal tersebut diatas terjadi, maka diperlakukan suatu dokumen yang biasa disebut dengan Bill Of Lading (B/L) yang berfungsi sebagai tanda terima yang sah bahwa muatan tersebut sudah diangkut diatas kapal, sebagai perjanjian pengangkutan antara pengirim dan pengangkut, serta sebagai bukti kepemilikan barang yang diangkut oleh kapal. Dengan adanya dokumen tersebut, pihak penjual atau eksportir akan berusaha bagaimana caranya agar dapat memenuhi kewajiban untuk mengirimkan dan melakukan penyerahan barang kepada pembeli atau importir dan menerima haknya atas pembayaran dari barang yang diserahkan itu. Dengan adanya dokumen Bill Of Lading, pihak penjual akan berusaha bagaimana cara memenuhi kewajiban untuk mengirimkan pula, untuk dapat melakukan kewajiban dalam melunasi pembayaran barang yang dibelinya.
ANALISIS RISIKO KEBAKARAN OLEH LEDAKAN PIPA BERTEKANAN TINGGI DI KAPAL Deliani, Meriah Kita; Marwiyah, Masringgit; Saputra, Rifa
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.175

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis risiko kebakaran yang disebabkan oleh ledakan pipa bertekanan tinggi. Di kapal, kebakaran merupakan kecelakaan paling fatal dan paling sering terjadi dibandingkan dengan kecelakaan lainnya, salah satunya adalah kebakaran akibat ledakan pada pipa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu studi literatur untuk mengidentifikasi dan menyajikan data-data tentang faktor-faktor penyebab ledakan pipa di atas kapal, dampak yang ditimbulkan, serta mitigasi yang perlu dilakukan. Dengan mengetahui faktor-faktor yang sering menyebabkan kebakaran di kapal serta langkah-langkah mitigasi yang harus diambil saat kebakaran terjadi, kita dapat lebih berhati-hati dan profesional dalam menangani situasi darurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebakaran terjadi akibat adanya unsur-unsur yang, apabila bersatu, dapat memicu kebakaran, yaitu udara, bahan mudah terbakar, dan sumber panas. Ledakan pada pipa bertekanan tinggi dapat menyebabkan kebakaran yang dipicu oleh kelalaian manusia serta usia pipa yang sudah tua. Dampak yang ditimbulkan meliputi percikan api yang memicu kebakaran serta kerusakan properti di atas kapal. Oleh karena itu, langkah-langkah mitigasi perlu diterapkan untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran tersebut.
PENGURUSAN IZIN BONGKAR DAN MUAT KAPAL ASING DI LUAR KAWASAN PABEAN PADA KANTOR BEA DAN CUKAI OLEH PT.BAHARI EKA NUSANTARA CABANG BELAWAN Ginting, Suratni; Setiawan, Budi
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.176

Abstract

Untuk mengetahui proses pengurusan izin bongkar dan muat kapal asing di luar kawasan pabean pada kantor bea dan cukai , pelaksanaan bongkar dan muat di luar kawasan pabean harus memiliki izin kepada pihak bersangkutan. Dikarenakan pelaksanaan bongkar dan muat kapal asing diluar kawasan pabean yang tanpa izin dari pihak yang bersangkutan merupakan suatu tindak pidana yang dimana diatur dalam Pasal 102 huruf (b) Undang-Undang No.17 Tahun 2006 tentang kepabeanan. Dikarenakan adanya kongesti pada pelabuhan maka kapal disandarkan diluar kawasan pabean dengan syarat-syarat tertentu. Namun terdapat beberapa kendala pada saat perizinan bongkar dan muat diluar kawasan pabean yaitu berupa keterlambatan pembongkaran yang menyebabkan kerugian pada pihak-pihak yang terkait dalam pembongkaran. Perlunya koordinasi dan ketelitian dalam pengurusan izin bongkar dan muat diluar kawasan pabean. Peran PT. Bahari Eka Nusantara Cabang Belawan untuk perizinan bongkar dan muat luar kawasan pabean ini sangatlah penting karena melalui PT. Bahari Eka Nusantara Cabang Belawan ini sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kapal yang akan sandar di luar kawasan pabean yang diageni nya. Perizinan bongkar dan muat kapal diluar kawasan sangatlah penting bagi pihak yang ikut dalam kegiatan bongkar dan muat agar tidak terjadinya tindak pidana yang ditujukan kepada penanggungjawab pihak bongkar dan muat kapal .Hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa masih terdapat kendala yang diisebabkan oleh kurangnya pemahaman dalam prosedur penginputan izin mengggunakan system SIBELA. Keterlambatan pemilik barang mengirim dokumen syarat bongkar muat di luar kawasan pabean, keterlambatan pengajuan izin bongkar dan muat di luar kawasan pabean yang menjadi hambatan keterlambatan peng approve izin bongkar dan muat kapal asing di luar kawasan pabean.
Prosedur Penyelesaian Pelayanan Barang Impor di Free Trade Zone pada PT. Uniair Indotama Cargo Batam Sakila, Putri Nur; Yursal, Yursal; Said, Aja Avriana
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Cara Penyelesaian Pelayanan Barang Impor yang Terkena Jalur Merah di Free Trade Zone Pada PT. Uniair Indotama Cargo Batam. Prosesnya dimulai dari Dokumen yang dibutuhkan dalam kegiatan impor hingga penetapan jalur oleh pihak Bea Cukai melalui Aplikasi Ceisa. Dalam proses penyelesaian dimaksud, harus memperhatikan dokumen apa saja yang harus di siapkan untuk kegiatan impor yang terkena jalur merah yang akan diberikan pada petugas pemeriksaan pada saat di lapangan dan juga dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk di ajukan kepada Bea Cukai untuk penerbitan SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang) yang akan di periksa secara manual oleh petugas pemeriksa Bea Cukai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengamatan lapangan (Field research) dan metode Pustaka (Library research) untuk mengetahui lebih dekat bagaimana perusahaan PT. Uniair Indotama Cargo Batam dalam melaksanakan kegiatan penyelesaian pelayanan impor sesuai kebutuhan terutama dalam penyelesaian barang impor yang terkena jalur merah di Free Trade Zone. Adapun masalah-masalah yang dihadapi dalam penanganan ialah terlambatnya pemeriksaan dilakukan dikarenakan bencana alam ataupun karena banyaknya barang yang harus diperiksa oleh petugas pemeriksaan maka diharuskan bergiliran tiap perusahaan. Kerja sama serta koordinasi yang baik antara perusahaan PPJK dengan instansi terkait dengan kegiatan impor dan ekspor barang sangat dibutuhkan demi kelancaran pelayanan terhadap ketepatan waktu selesainya barang itu sendiri. Perlu diingat maksud dari koordinasi yang dimaksud adalah bahwa masing-masing instansi dapat melakukan tugas dan fungsinya sehingga pelayanan terhadap kegiatan impor barang dapat berjalan dengan lancar, aman dan efisien.
PROSES PERMINTAAN PANDU PADA PT. PELINDO MELALUI SISTEM MONITORING OLEH PT. SINAR MARITIM ANUGRAH BELAWAN Prayoga, Muhammad Agil; Marbun, Yepta Vianus
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.178

Abstract

Kapal yang beroperasi harus dipimpin oleh seorang nakhoda yang memiliki pengalaman dalam memimpin awak kapal serta memiliki pengetahuan tentang bernavigasi. Nakhoda tidak hanya sebagai pengambil keputusan tertinggi dalam kapal, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keselamatan kapal, muatan, penumpang dan awak kapalnya. Semua kemampuan serta pengalaman yang dimiliki oleh seorang nakhoda ternyata tidak semua dapat dilakukannya sendiri, tetapi memerlukan bantuan jasa pandu dan tunda. Pandu adalah pelaut yang memiliki keahlian di bidang nautika yang telah memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pemanduan kapal. Personel pandu akan membantu nakhoda dalam memberikan nasihat (advisor), informasi serta petunjuk kepada nakhoda tentang keadaan perairan setempat yang artinya tanggung jawab kapal sepenuhnya tetap berada pada Nakhoda. Jasa pelayanan pemanduan kapal merupakan pelayanan pertama dan terakhir yang diberikan kepada kapal yang akan singgah di suatu pelabuhan. Oleh karena itu hal ini menjadi sangat penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya. Selama ini layanan pandu/tunda (Towage dan Pilotage) dilakukan secara manual.
PROSES PENERBITAN BILL OF LADING PADA PT BAHARI EKA NUSANTARA CABANG BELAWAN Dermawan, Boby; Deliani, Meriah Kita
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.179

Abstract

Bill Of Lading (B/L) merupakan dokumen penting dalam pengangkutan laut yang berfungsi sebagai tanda terima barang yang telah dimuat ke kapal serta sebagai bukti kepemilikan barang. Dalam industri pelayaran, penerbitan B/L menjadi salah satu syarat utama dalam proses ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penerbitan Bill Of Lading dalam kegiatan ekspor di PT Bahari Eka Nusantara Cabang Belawan serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan perusahaan untuk memastikan kelancaran penerbitan dokumen tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan analisis terhadap data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme penerbitan Bill Of Lading serta strategi yang diterapkan dalam meningkatkan efisiensi proses ekspor.
PENANGANAN KEDATANGAN DAN KEBERANGKATAN KAPAL OLEH KEAGENAN PADA PT.BAHARI EKA NUSANTARA CABANG BELAWAN Sholeha, Dinda; Lilis, Lilis
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam bagaimana perusahaan PT.Bahari Eka Nusantara Cabang Belawan dalam melayani kedatangan dan keberangkatan kapal. Peran keagenan dalam melayani kedatangan dan keberangkatan kapal pada PT. Bahari Eka Nusantara Cabang Belawan sudah berjalan dengan baik. dimana peranan keagenan dalam pengurusan kedatangan dan keberangkatan kapal memerlukan dokumen pendukung, yang berfungsi untuk menjelaskan mengenai rincian kegiatan kapal mulai dari kapal tiba hingga kapal berangkat yang singgah di pelabuhan Belawan dengan efisiensi dan efektifitas pelayanan terhadap kapal oleh perusahaan pelayaran maka dalam aktifitasnya dengan instansi intansi yang terkait dimana pelaksanaannya harus dalam koridor dan kebijaksanaan dari instansi instansi yang berkaitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Study Pustaka (Library Research) dan Metode Study lapangan (Field Research). Dimana penulis melakukan observasi dilapangan secara langsung dan mengetahui apa saja kegiatan yang dilakukan dilapangan.
RANCANG BANGUN SISTEM ABSENSI MENGGUNAKAN E-KTP DENGAN MEMANFAATKAN CLOUD GOOGLE SPREADSHEET SEBAGAI MEDIA PENYIMPANAN BERBASIS IOT DI POLITEKNIK ADIGUNA MARITIM INDONESIA MEDAN Lesmana, Muhammad Donni; Hermansyah, Hermansyah; Nisaa’, Dian
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.181

Abstract

Pengelolaan absensi karyawan adalah aspek krusial dalam manajemen sumber daya manusia. Data absensi yang akurat dan terperinci mempengaruhi evaluasi kinerja, penggajian, serta produktivitas dan kemajuan institusi secara keseluruhan. Karena pandemi COVID-19, Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan, yang sebelumnya menggunakan sistem fingerprint untuk absensi, kini beralih ke sistem absensi manual. Namun, metode manual ini dinilai tidak efisien dan kurang akurat dalam menghitung dan merekap absensi bulanan. E-KTP yang dimiliki oleh warga negara Indonesia dilengkapi dengan chip RFID yang dapat digunakan untuk identifikasi karyawan, sehingga E-KTP dapat digunakan sebagai alat absensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem absensi berbasis IoT yang memanfaatkan Google Cloud Spreadsheet untuk penyimpanan data absensi. Sistem ini diharapkan dapat mempermudah pengelolaan data kehadiran karyawan di institusi.
TANGGUNG JAWAB BAGIAN OPERASIONAL TERHADAP PENANGANAN MUATAN CURAH CAIR PADA PT. USDA SEROJA JAYA CABANG BATAM Ginting, Dafid; Sembiring, Mei Eliana Br; Lilis, Lilis
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.182

Abstract

Sebelum kapal tiba di pelabuhan Kabil di Batam, pihak shipper wajib mengirimkan dokumen-dokumen yang di perlukan dalam proses pemuatan. Jika kapal telah tiba di pelabuhan Crude Palm Oil (CPO) Kabil di Batam, pihak keagenan juga membuat permohonan untuk pemeriksaan kepada instansi terkait seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang berada di pelabuhan punggur, imigrasi, bea dan cukai dan Harbour master di pelabuhan Crude Palm Oil (CPO) Kabil. Dan setelah kapal tiba dan sandar di dermaga pihak KKP akan naik kekapal untuk pemeriksaan seluruh awak kapal dan kesehatan kapal, dan jika kapal membawa muatan sebelumnya maka kapal tersebut akan di periksa oleh petugas bea dan cukai. Kemudian agen akan melayani segala kebutuhan kapal selama berada di dermaga dan juga pihak keagenan akan mengurus dokumen yang akan di perlukan kapal agar muatan termuat dengan baik. Selanjutnya setelah dokumen di serahkan ke pihak keagenan, pihak loading master orang yang di tunjuk sebagai pihak bongkar muat mereka akan menyiapkan pipa (hose), di bantu dengan crane kapal untuk mempermudah proses loading (muat). Sebelum kapal berangkat dan meninggalkan pelabuhan pihak keagenan mengurus perizinan ke pihak instansi terkait agar kapal mendapat predikat layak laut. Instansi tersebut antara lain Bea dan Cukai untuk muatan yang akan keluar dari daerah pabean. Imigrasi untuk awak kapal. KKP untuk kesehatan kapal dan awak kapal, serta kantor Kesyahbandaran pelabuhan Crude Palm Oil (CPO) Kabil, untuk menerbitkan SPB (Surat Persetujuan Berlayar) atau Port Clearance dan pihak keagenan menghubungi atau memesan pandu (pilot) untuk memandu kapal keluar dari dermaga sampai kealur ambang berlayar.
SISTEM KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT BATU BARA DI PT.ADHI GUNA PUTERA CABANG PANGKALAN SUSU Rispianti, Dina; Ridho , Syarifur; Farabila, Siti
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.183

Abstract

Penulisan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem keamanan dan keselamatan kerja pada kegiatan bongkar muat batu bara di PT. Adhi Guna Putera Cabang Pangkalan Susu, dalam penulisan makalah ini sampai sejauh mana para pekerja memahami tentang resiko yang mungkin timbul pada kegiatan bongkar muat batu bara. Pendekatan yang diambil dalam penulisan penelitian ini yaitu melalui pengamatan langsung di lapangan atau metode lapangan (field research) yaitu observasi dan wawancara serta metode perpustakaa (library research). Dengan melihat penerapan, tujuan dan manfaat dari sistem keamanan dan keselamatan kerja baik bagi perusahaan maupun pekerja itu sendiri terhadap faktor bahaya yang mungkin ditimbulkan pada kegiatan bongkar muat batu bara serta potensi bahaya pada kegiatan bongkar muat batu bara tersebut.

Page 11 of 13 | Total Record : 123