cover
Contact Name
Alpiani
Contact Email
fishianajournal@gmail.com
Phone
+6285399432765
Journal Mail Official
fishianajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 11, Tamalanrea, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries
ISSN : -     EISSN : 29640555     DOI : -
Fishiana Journal of Marine and Fisheries menyediakan forum untuk semua pemangku kepentingan di sektor perikanan dan kelautan, yang menampilkan artikel ulasan, penelitian asli, komentar, berita, sorotan penelitian dan pengembangan, wawancara dengan para pemimpin opini kunci, dan banyak lagi, dengan tujuan untuk membangun komunitas komunikasi perikanan dan kelautan. Artikel yang diterbitkan dalam Fishiana Journal mencakup bidang-bidang utama dalam pengembangan dan penerapan perikanan dan kelautan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2025): Mei" : 10 Documents clear
Strategi Komunikasi Bidang Pemasaran Pariwisata dalam Meningkatkan Ekowisata di Desa Karangan Latimojong Kabupaten Enrekang Anggraeni, Dini; Tanrasula, Muh. Agung Tirtaya G.; Fazira, Era; Mahmud, Mahmud
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Enrekang dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Karangan Latimojong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan kunci, yaitu pihak Dinas Pariwisata, pengelola objek wisata, dan wisatawan, penelitian ini dilaksanakan pada januari  februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan meliputi kolaborasi dengan masyarakat lokal, penyelenggaraan event budaya, serta pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan Facebook sebagai saluran promosi utama. Strategi ini dikembangkan berdasarkan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), yang terbukti efektif dalam menarik perhatian, membangun ketertarikan, menumbuhkan keinginan, hingga mendorong tindakan wisatawan untuk berkunjung. Meskipun strategi ini telah berhasil meningkatkan visibilitas dan minat wisatawan, beberapa kendala seperti keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi ke depan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya perencanaan komunikasi yang lebih integratif dan partisipatif dalam upaya pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal.
Ketahanan Larva Rajungan (Portunus Pelagicus, Linn. 1758) dari Induk Alam dan Induk Domestikasi terhadap Bakteri Vibrio Harveyi Hiola, Ridha
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.244

Abstract

Vibrio harveyi adalah jenis bakteri patogen yang berpotensi menyerang rajungan pada stadia larva maupun dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan larva rajungan (Portunus pelagicus) yang berasal dari induk alam dan induk domestikasi (tambak) terhdap serangan bakteri Vibrio harveyi. Penelitian ini menggunakan larva stadia zoae 3 dan zoea 4 sebagai objek uji tantang terhadap infeksi bakteri Vibrio harveyi. Parameter yang di analisis meliputi uji LD50(24 jam) uji tantang, menghitung jumlah kepadatan bakteri dan identifikasi bakteri. Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan metode statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan untuk uji LD50(24 jam) diperoleh pada konsentrasi 105. Analisis statistik melalui uji-T pada tingkat kepercayaan 95% menghasilkan nilai signifikansi < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan antara kelompok larva dari induk alam dan domestikasi, dimana larva dari induk domestikasi memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan larva yang berasal dari induk alam untuk zoea 3 dan 4. Berdasarkan hasil sekuensing DNA isolat bakteri diperoleh bahwa 2 isolat yang diisolasi setelah uji tantang adalah Vibrio sp dengan tingkat homolog 96% untuk isolat B1 dan 94% untuk isolat B2).
Strategi Komunikasi PPK dalam Mengurangi Golput Pada Masyarakat Pesisir Kecamatan Mandai Kabupaten Maros Tanrasula, Muh. Agung Tirtayasa G.; Anggraeni, Dini; Mahmud, Mahmud; Cahya, Asriani Dwi
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi PPK dalam mengurangi golput pada masyarakat pesisir Kecamatan Mandai Kabupaten Maros. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi PPK dalam mengurangi golput di Kecamatan Mandai Kabupaten Maros antara lain strategi komunikasi yakni mengenal khalayak memberikan pesan ajakan anti golput, anti politik uang, dan ajakan ke TPS. Selanjutnya mementukan metode berupa sosialisasi dengan teknik redundancy (informasi berulang), komunikasi persuasif dan edukatif serta menentukan media (instagram, flayer, sosialisasi ke masyarakat dengan flayer). Adapun hambatan yang ditemui antara lain proses penyampaian pesan yang tidak maksimal karena kondisi tidak nyaman, kondisi fisik masyarakat, hambatan samantik yaitu keterbatasan penguasaan bahasa, hambatan psikososial masyarakat yang cenderung tertutup dalam lingkungan serta kurang peduli terhadap perkembangan media sosial yang berdampak pada keterbatasan mendapatkan informasi yang terkini.
Budidaya Rumput Laut Gracilaria sp. Skala Laboratorium dengan Meniru Lingkungan Alami Rahmawati, Rahmawati; Arbit, Nur Indah Sari; Jabbar, Firmansyah Bin Abd; Carong, Suparjo Razasli
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.248

Abstract

Rumput laut Gracilaria sp. merupakan salah satu rumput laut yang memiliki potensi sebagai penghasil agar, yang banyak dimanfaatkan dalam bebagai industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan rumput laut Gracilaria sp. dalam beradaptasi dan tumbuh secara optimal pada skala laboratorium dengan meniru kondisi lingkungan alaminya. Metode penelitian menggunakan tiga wadah styrofoam berisi air laut yang telah disaring dan diaerasi, diisi dengan substrat pasir dan potongan karang, serta bibit rumput laut sebanyak 200 gram per wadah. Pemeliharaan dilakukan selama 28 hari dengan pemantauan harian terhadap parameter kualitas air seperti suhu, salinitas, pH dan oksigen terlarut (DO), sedangkan nitrat dan fosfat diukur pada awal dan akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan negatif pada semua wadah (A1: -82; A2: -61; A3: -100), yang disebabkan oleh stres adaptasi, kualitas air yang buruk dan pencahayaan tidak optimal. Parameter kualitas air seperti suhu sore hari (28,74–29,25°C) melebihi kisaran optimal (20–28°C), sedangkan kadar fosfat (0,526–1,210 mg/L) dan nitrat (10–25 mg/L) jauh melebihi batas optimal (fosfat: 0,051–0,100 mg/L; nitrat: 1–3 mg/L). Meskipun salinitas (32,82–33 ppt) dan pH (8,08–8,29) berada dalam kisaran yang sesuai, tingginya kadar nutrien dan ketidakstabilan suhu menjadi faktor penghambat utama. Keberhasilan budidaya Gracilaria sp. memerlukan pengendalian ketat terhadap parameter lingkungan, terutama suhu, pencahayaan dan kadar nutrien.
Perbedaan Kualitas Ikan Kering dan Masa Simpan dengan Metode Garam Basah dan Garam Kering: Differences in Dried Fish Quality and Shelf Life using Wet Salting and Dry Salting Methods Gustiyani Ayu, Reza
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.253

Abstract

Penggaraman merupakan salah satu metode pengawetan tradisional yang banyak digunakan dalam pengolahan ikan kering di Indonesia. Teknik ini bertujuan untuk menurunkan kadar air dalam tubuh ikan dan menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk, sehingga dapat memperpanjang umur simpan produk. Terdapat dua metode utama dalam penggaraman, yaitu garam basah (wet salting) dan garam kering (dry salting), yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas daging ikan kering dan masa simpan hasil pengolahan dengan dua metode penggaraman, yaitu garam basah (wet salting) dan garam kering (dry salting). Ikan kakap segar digunakan sebagai bahan utama dalam percobaan ini. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kandungan garam, tekstur, warna, uji mikrobiologi, serta preferensi konsumen melalui uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode garam kering lebih efektif dalam menurunkan kadar air (rata-rata 10,3%) dan menghasilkan kandungan garam lebih tinggi (rata-rata 6,3%) dibandingkan metode garam basah (kadar air rata-rata 12,8% dan kandungan garam 3,8%). Selain itu, metode garam kering juga mampu menekan jumlah koloni mikroba lebih rendah (75 koloni/gram) dibandingkan garam basah (150 koloni/gram), sehingga memperpanjang masa simpan produk. Meskipun ikan dari metode garam basah lebih disukai dari segi tekstur dan warna, ikan dari metode garam kering lebih disukai dari segi rasa secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan rekomendasi penggunaan metode garam kering untuk produksi ikan kering berkualitas tinggi dan berumur simpan lebih panjang.
Komposisi dan Nilai Ekonomi Hasil Tangkapan Jaring Insang Menggunakan Lampu Atraktor Celup Muhyun, Ainun Apriliyani; Puspito, Gondo; Mustaruddin, Mustaruddin; Pratama, Gilar Budi
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.270

Abstract

Pemanfaatan cahaya sebagai atraktor dalam penangkapan ikan telah berkembang sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas hasil tangkapan, salah satunya pada alat tangkap jaring insang. Penelitian bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan nilai ekonomi ikan hasil tangkapan jaring insang yang dioperasikan pada malam hari menggunakan lampu atraktor celup. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari 23 trip penangkapan di perairan Kepulauan Selayar yang mencakup jumlah, berat, dan jenis ikan, serta data harga jual per spesies. Hasil penelitian menunjukkan jaring insang menangkap 19 jenis ikan yang didominasi oleh ikan bernilai ekonomi tinggi dari genus Lethrinus, Siganus, dan Lutjanus.Total nilai ekonomi tangkapan mencapai Rp10.756.855, dengan rata-rata penerimaan per trip sebesar Rp467.689 dan R/C ratio > 1, yang menunjukkan bahwa kegiatan pengoperasian jaring insang dengan bantuan cahaya layak secara finansial. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan penggunaan lampu atraktor celup berpotensi menjadi salahsatu strategi teknologi sederhana yang efektif dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan tradisional.
Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan Kelurahan Pohe Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo Antu, Yulinda R.; Erlansyah, Erlansyah; Mohamad , Abdurahman Kano
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.249

Abstract

The welfare of fishing communities is defined as the socio-economic status of coastal populations whose livelihoods are predominantly reliant on marine resources. Pohe Village exemplifies such a community, endowed with considerable coastal resource potential that presents favorable prospects for local fishermen. This study seeks to evaluate the welfare level of the fishing community in Pohe Village, located in Hulonthalangi District, Gorontalo City. A qualitative research methodology was adopted, with data presented in both descriptive narrative and visual forms. The study employed a combination of primary and secondary data sources. Sampling was carried out using purposive sampling, wherein respondents were intentionally selected based on specific criteria aligned with the research objectives. Data analysis was conducted through tabulation techniques, based on responses obtained from questionnaires distributed to members of the local fishing community. The measurement of welfare levels was guided by the indicators set forth by the Central Statistics Agency (Badan Pusat Statistik/BPS). The results reveal that the welfare level of the fishing community in Pohe Village falls within the moderate category, with an average score of 2. The distribution of respondents according to welfare classification is as follows: 7 respondents (23.33%) were categorized as having a high level of welfare, 20 respondents (66.67%) were in the moderate category, and 3 respondents (10%) were classified as having a low level of welfare.
Analisis Pertumbuhan Lobster Pasir (Panulirus homarus) dengan Jenis Pakan dan Kedalaman Berbeda Menggunakan Metode Kerangkeng Ala Vietnam Utama, Mochhamad Ikhsan Cahya; Rostika, Rita; Wijayanti, Lady Ayu Sri; Cahya, Muhamad Dwi
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.302

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana berbagai jenis pakan dan kedalaman berpengaruh terhadap pertumbuhan lobster pasir (Panulirus homarus). Studi dilakukan selama 60 hari dengan kerangkeng berdiameter 80 cm dan tinggi 90 cm yang diisi dengan sepuluh ekor benih lobster. Sebanyak 20% dari berat tubuh lobster diberi makan dua kali sehari. Pertumbuhan berat mutIak, Iaju pertumbuhan harian (LPH), rasio konversi pakan (FCR), mortalitas, dan efisiensi pemberian pakan (EPP) adalah semua indikator yang diamati. Pengumpulan sampel dilakukan setiap sepuluh hari untuk mengamati perkembangan, dan secara berkala dilakukan pengukuran kualitas air untuk mengukur salinitas, pH, suhu, dan oksigen terIarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C, yang dilakukan pada kedalaman 5 meter dengan pakan ikan rucah, menunjukkan peningkatan bobot mutlak 51,67 g, LPH 1,74%, FCR 6,51, dan EPP 15,42%. Hasil penelitian ini adalah bahwa jenis pakan dan kedalaman lobster berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhannya, dan kualitas air yang baik juga membantu kelangsungan hidup dan pertumbuhan lobster. Untuk mengurangi stres selama molting, disarankan untuk menambah tempat persembunyian di dalam kerangkeng.
Komposisi Jenis Fitoplankton di Perairan Teluk Tanah Merah, Depapre, Papua Umbekna, Sara; Wijayanti, Lady A S; Paiki, Kalvin; Lubis, Adelina M
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.318

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Teluk Tanah Merah, Distrik Depapre, yang merupakan perairan di bagian utara Papua dan menghadap Samudera Pasifik, dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan kelimpahan fitoplankton di perairan tersebut. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juli 2023. Sampel plankton diambil secara horizontal menggunakan jaring plankton berukuran 25 µm, serta pengukuran parameter hidrologi seperti suhu, salinitas, kecerahan, dan DO secara in-situ  pada 8 stasiun penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 23 spesies fitoplankton yang tergolong dalam 2 kelas, 4 ordo, 9 family dan 8 genus. Nilai indeks keanekaragaman jenis berkisar antara 1,35-2,69 dengan rata-rata 2,11. Sedangkan nilai indeks dominansi tergolong rendah berkisar antara 0,08-0,25.  Diatom merupakan kelas dengan persentase tertinggi yaitu sebesar 61%, dan Dinoflagellata 39%. Spesies fitoplankton yang predominan selama penelitian dengan presentase kelimpahan >10% yaitu Thalasiotrix longisima, Ceratium trichoceros, Ceratium fusus, Coscinodiscus sp, dan Thalassiosira sp. Sebaran suhu di perairan Teluk Tanah Merah berkisar antara 28-30°C dengan rata-rata 29,49°C ±0,64°C , salinitas berkisar antara 29-32 ppt dengan rata-rata 30,25 ppt ±0,89 ppt, DO berkisar antara 6,8- 8 mg/L dengan rata-rata 7,26 mg/lL±0,36 mg/L, dan kecerahan berkisar 4,5- 8 m dengan rata-rata 5,86 m ± 1,07 m.
Strategi Livelihood dan Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan Pulau Pala di Kawasan Konservasi Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep Pase, Asdar Marsuki; Yahya, Muhammad Lutfi; Mushaddiq, Mushaddiq; Awaluddin, Awaluddin; Massiseng, Andi Nur Apung
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.344

Abstract

Studi ini mengeksplorasi pola penghidupan dan kondisi sosial-ekonomi komunitas nelayan rajungan dan udang kipas di Pulau Pala, yang berada dalam kawasan konservasi Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep. Pendekatan mixed-method mengombinasikan kuesioner terstruktur, wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta diskusi kelompok yang fokus pada 20 informan kunci (nelayan, pengepul, ibu rumah tangga, dan pejabat desa). Temuan utama meliputi keterbatasan peralatan tangkap, fluktuasi harga pasar, dan benturan aktivitas dengan nelayan luar. Rata- rata penghasilan harian nelayan berada di kisaran Rp90.000–135.000, sedangkan pengepul meraup Rp268.000 setiap tiga hari distribusi. Mekanisme patron-klien memfasilitasi akses modal namun berimplikasi pada ketergantungan utang dan ketimpangan pembagian hasil. Diversifikasi produk olahan serta inovasi pemanfaatan limbah cangkang menjadi kitosan teridentifikasi sebagai strategi adaptif untuk memperkuat ketahanan ekonomi komunitas nelayan. Rekomendasi difokuskan pada pembentukan koperasi, kemudahan akses kredit, peningkatan teknologi tangkap ramah lingkungan, serta penegakan zonasi dan patroli terintegrasi guna mendukung keberlanjutan sosial-ekonomi dan ekosistem.

Page 1 of 1 | Total Record : 10