Jurnal Media Penyiaran
Jurnal Media Penyiaran (JMP) pertama kali publikasi tahun 2021 dengan nomor ISSN (Elektonik): 2797-8095 yang diterbitkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Jurnal Media Penyiaran (JMP) adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Penyiaran Fakultas Komunikasi Dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika. Jurnal Media Penyiaran (JMP) terbit berkala pada bulan Juni dan bulan Desember. Redaksi Jurnal Media Penyiaran menerima artikel ilmiah dan hasil peneliitian pada bidang media penyiaran seperti televisi, radio, dan new media (website, blog, dan media sosial).
Articles
68 Documents
Instagram Media Baru Penyebaran Berita (Studi pada akun @feydown_official)
Tuty Mutiah;
A Rafiq
Jurnal Media Penyiaran Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : LPPM UBSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.564 KB)
|
DOI: 10.31294/jmp.v1i2.852
Instagram aplikasi sosial media yang dapat menjangkau berbagai kalangan. Instagram menjadi media pembelajaran dalam berbagai kegiatan berupa foto dan video, Instagram digunakan oleh perusahaan atau lembaga bahkan instansi pemerintahan sebagai media baru dalam penyebaran berita atau media promosi. Tujuan penelitian menganalisa bagaimana Instagram media baru penyebaran berita melalui akun @feydown_official menjadi komunikasi online yang menghubungkan orang banyak sebagai informasi secara cepat. Penelitian kualitatif menggunakan teknik analisis data dan model interaktif. Saat ini pengguna instagram sangat didemari media massa, jumlah penggunanya terus meningkat karena kecepatannya melebihi media massa konvensional dengan leluasa penggunanya instagram memberikan tanggapan yang membuat fenomena citizen journalism membangkitkan penyebaran berita kriminal dengan platform yang mengandalkan internet. Dengan maraknya penipuan di Instagram memudahkan pengguna Instagram mengetahui informasi yang sedang terjadi kepada khalayak. Akun @feydown_official merupakan akun istagram mengenai Info kriminal seputar penipuan yang terjadi melalui media digital yang memiliki banyak pengikut. Saat ini Instagram bisa menjadi media baru yang memberikan informasi kepada masyarakat. Elemen 5W+1H menjadi kelengkapan informasi menjadi poin. Sehingga dikalangan penerima informasi dengan lengkapnya informasi disebarkan membuat pengikut akun Instagram @feydown_official semakin banyak dan lebih lengkap memberikan informasi dalam penyebaran berita kriminal.
Polemik Mimetisme Media dan Relasi Etika Dalam Pernikahan Atta dan Aurel di Masa Pandemi
Bayu Irawan;
Lestyarini Cindara Putri;
Nurmalia
Jurnal Media Penyiaran Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : LPPM UBSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.728 KB)
|
DOI: 10.31294/jmp.v1i2.883
Media televisi yang menjadi salah satu sumber informasi yang banyak diakses oleh masyarakat, televisi semakin lama telah kehilangan fungsi normatif yang dimiliki, acara-acara yang disiarkan hanya berfokus pada pencapaian rating sehingga iklan yang dimiliki semakin banyak dan memberikan keuntungan terhadap stasiun televisi. Penelitian ini dibuat untuk mengulas dan meneliti lebih lanjut terkait dengan polemik mimetisme suatu media, memfokuskan penelitiannya terhadap media televisi serta menganalisis relasi etika penyiaran dimana studi kasus yang diangkat adalah relasi etika media dalam penyiaran pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah di masa pandemi yang menuai kontroversi. Penelitian ini menggunakan studi literatur yang merupakan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan metode pengumpulan data, membaca dan mencatat, serta mengolah bahan penelitian. Hasil dari penelitian ini terkait pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah terdapat beberapa temuan yaitu (1) rating oriented, (2) kesan standar ganda, (3) tidak peka terhadap kondisi (4) etika. Temuan ini menawarkan gagasan bagaimana media sebaiknya diatur dan dikelola untuk kepentingan publik, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan berkontribusi pada negara. Media sebaiknya memiliki tujuan sosial dan edukasi.
Pembangunan Berkelanjutan Atau Emisi Nol Persen: Komunikasi Perubahan Iklim Presiden Joko Widodo di COP26
andika mustaqim
Jurnal Media Penyiaran Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : LPPM UBSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.535 KB)
|
DOI: 10.31294/jmp.v1i2.896
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi tentang komunikasi perubahan iklim yang dilakukan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau dikenal dengan COP26 di Glasgow, Inggris. Fokus utama penelitian ilmiah ini adalah mengupas strategi dan model komunikasi perubahan iklim dengan basis pada narasi-narasi yang disampaikan Presiden Jokowi. Metode penelitian yang diterapkan adalah narasi risiko iklim dengan dasar pendekatan kualitatif dengan paradigma intrepretif. Penelitian ini menemukan bahwa Presiden Jokowi mengutamakan topik emisi nol persen dan pembangunan berkelanjutan. Sedangkan strategi komunikasi perubahan iklim Presiden Jokowi pada COP26 lebih mengacu pada fakta dan data; kebijakan dan mekanisme; tuntutan; target dan prioritas; dan agenda kepemimpinan bahwa Presiden Jokowi berharap menjadi pemimpin global dalam perubahan iklim. Adapun model komunikasi perubahan iklim Presiden Jokowi didasarkan pengulangan dan intonasi pada kata dan frasa; serta pendekatan naratif personal yang merujuk kekuasaan, otoritas, pengetahuan, ideologi dan identitas. Hasil penelitian ini juga bisa diaplikasikan pada ranah praktis oleh para pemimpin dan pemegang kebijakan perubahan iklim untuk membangun komunikasi yang lebih baik kepada publik.Pembangunan Berkelanjutan, Emisi Nol Persen, Komunikasi Iklim, COP26, Joko Widodo
Peningkatan Kinerja Karyawan Melalui Gaya Komunikasi Manajer Restoran Nanny’s Pavillon Mall Cipinang Indah
Murtiadi Murtiadi;
Yulianti Fajar Wulandari;
Yan Bastian;
Lymbarski Caesariano;
Sultan Hikmawan
Jurnal Media Penyiaran Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : LPPM UBSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (863.258 KB)
|
DOI: 10.31294/jmp.v1i2.897
Dalam suatu perusahaan, peran manager sebagai seorang pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengelola organisasi. Oleh karena itu, komunikasi organisasi yang didalamnya terdapat komunikasi kepemimpinan perlu diterapkan seorang manager dalam upaya meningkatkan kinerja terhadap karyawan (bawahannya). Sehingga berpengaruh terhadap motivasi kerja dan peningkatan penjualan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya komunikasi Resto Manager (RM) Nanny’s Pavillon Mall Cipinang Indah yang diterapkan dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan. Adapun teori-teori yang digunakan adalah komunikasi organisasi, komunikasi kepemimpinan, gaya komunikasi, motivasi kerja, serta tinjauan pustaka terkait restoran Nanny’s Pavillon Mall Cipinang Indah. Sedangkan metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumplan data yang dilakukan yaitu dengan menggunakan data primer (wawancara mendalam / indepth interview dan observasi) dan data sekunder (dokumentasi foto, struktur organisasi, dan kepustakaan).Hasil Penelitian pada Resto Manager Nanny’s Pavillon Mall Cipinang Indah adalah gaya kepemimpinan yang bersifat Demokratis. Resto Manager menerapkan sikap gaya kepemimpinan demokratis kepada para karyawannya dalam operasional kerja. Sikap demokratis terlihat dari sikap Resto Manager yang menerima masukan, saran maupun ide dari para karyawan. Ketika terjadi suatu permasalahan di restoran, seorang Resto Manager melibatkan para karyawannya dalam pengambilan keputusan.
Representasi Hero Dalam Film Gundala: Analisis Semiotika Roland Bartes
Jaka Jaka Atmaja;
Amir;
Teguh Tri Susanto;
Khairul Rizal;
Nuralam
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : LPPM UBSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (998.837 KB)
|
DOI: 10.31294/jmp.v2i1.952
Dalam penelitian ini penulis akan memfokuskan pada representasi seorang Hero yang ditampilkan dalam film Gundala diwakilkan oleh seorang tokoh bernama Sancaka. Penulis akan menggunakan beberapa adegan dalam film untuk mendukung analisis yang kemudian dikaitkan dengan beberapa teori yang ada. Gundala adalah satu film yang sangat penting untuk dijadikan objek penelitian dikarenakan kisahnya diangkat dari komik di era tahun 1969 an. Perubahan konteks dan konten Gundala dari tahun 1969 ke 2019 menjadi satu hal yang unik untuk diteliti saat ini. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini membahas mengenai bagaimana Representasi Hero dalam film Gundala: Analisis Seniotika Roland Barthes. berdasarkan makna atas tanda-tanda dalam teks film tersebut. Berkaitan dengan masalah penelitian dan metode yang digunakan maka penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif . Dengan memakai semiologi model Barthes maka analisis data akan dilakukan melalui dua tahap signifikasi, yaitu denotasi dan konotasi serta mitos. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis menarik kesimpulan yaitu:Secara Denotasi Sancaka (Gundala) sebagai seorang Pahlawan yang cukup berpengaruh dalam berperan menolong para pedagang dipasar dan melindungi yang lemah.Secara konotasi Sancaka (Gundala) dalam film Gundala ini digambarkan sebagai sosok yang memiliki karakter petarung yang kuat yang didapat dari sebuah kekuatan petir. Secara mitos sosok hero yang identik dengan aksi superhero nya , selanjutnya penggambaran sosok Sancaka dengan karakter sederhana namun baik serta melindungi untuk masyarakat yang lemah dan tertindas. Kata Kunci: Representasi, Film Gundala, Semiotika Roland Barthes.
Representasi Makna Solidaritas Pada Jargon “Cendol Dawet” Dalam Musik Dangdut Indonesia”
Ichsan Widi Utomo;
Christopher Yudha Erlangga
Jurnal Media Penyiaran Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : LPPM UBSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (514.78 KB)
|
DOI: 10.31294/jmp.v1i2.953
Kajian ini mengkaji tentang makna yang terkandung dalam Jargon Cendol Dawet yang saat ini marak di dunia musik Indonesia khususnya genre Dangdut. Dalam jargon ini merupakan representasi makna kebersamaan yang dikaji dengan semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes karena menafsirkan tanda merupakan proses komunikasi. Penelitian ini menggunakan paradigma Kritis. Hasil penelitian ini menemukan makna kebersamaan yang terkandung dalam jargon tersebut.
Personal Branding Konten Kreator Melalui Citra Diri Mahasiswa Di Instagram (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Akun @Jeromepolin)
Venessa Agusta Gogali;
Muhammad Tsabit
Jurnal Media Penyiaran Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : LPPM UBSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5206.343 KB)
|
DOI: 10.31294/jmp.v1i2.991
Berkembanganya dunia teknologi dengan penggunaan media baru yaitu internet membuat banyak khalayak melek terhadap kemajuan dunia digital dan penggunaan media baru seperti media sosial menjadi salah satu media yang disukai untuk mengekspresikan diri. Salah satu aplikasi media social yang banyak unduh masyarakat Indonesia adalah Instagram. Instagram yang memiliki fitur menarik secara sengaja dimanfaatkan bagi pelaku konten kreator dalam membangun Personal Branding. Dengan kata lain, Personal Branding adalah proses pembentukan persepsi publik terhadap berbagai aspek seseorang, termasuk kepribadian, kemampuan, atau nilai, sehingga menghasilkan persepsi positif dari publik yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai alat pemasaran. Dalam penelitian ini penulis tertarik dengan Personal Branding yang dibangun oleh Jerome Polin Pemilik akun Instagram @jeromepolin dalam membangun citranya sebagai mahasiswa dan konten kreator. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dalam melihat 8 konsep Personal Branding dalam Instagram Jerome Polin. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Personal Branding Jerome poline memiliki ciri khas citra diri sebagai mahasiswa, kepribadian yang menarik dengan pola pikir positif dan terus semangat belajar, dan konsisten terhadap konten yang mengedukasi para pengikutnya. Kata Kunci: Personal Branding, Konten Kreator, Instagram
Representasi Feminisme di Bidang Olahraga Dalam Film The Queen’s Gambit (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Ichsan Widi Utomo
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : LPPM UBSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2136.104 KB)
|
DOI: 10.31294/jmp.v2i1.1044
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menginterpretasikan representasi feminisme dibidang olahraga dalam film The Queen’s Gambit dan juga untuk mengetahui makna Denotasi, Makna Konotasi, dan Mitos dalam film The Queen’s Gambit. Penelitan ini menggunakan metode kualitatif dan juga analisis semiotika Roland Barthes. Analisis semiotika Roland Barthes dalam ini dimulai dengan adanya makna denotasi yaitu arti sebenarnya, kemudian makna konotasi yaitu yang memiliki arti ganda. Makna konotasi yang sudah melekat dan diyakini oleh masyarakat, pada akhirnya akan menjadi mitos. Konsep Feminisme Liberal dapat dilihat melalui beberapa indikator seperti perempuan harus dapat bekerja; perempuan harus dapat menjadi seorang intelektual; perempuan harus dapat bekerja mencapai transformasi sosialis masyarakat; dan perempuan harus dapat menolak keliyanannya. Hasil yang didapat dari adegan-adegan yang terkait representasi feminisme di bidang olahraga terdapat beberapa konsep yaitu bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama dengan laki-laki dalam hal intelektualitas dan ketahanan fisik; bergesernya dominasi dari laki-laki khususnya dalam cabang/ bidang olahraga; dan perempuan saat ini sudah bisa memiliki kesempatan dan hak yang sama dalam ranah publik seperti laki-laki, khususnya di bidang olahraga.
Makna Jargon Kepak Sayap Kebhinnekaan Pada Baliho Puan Maharani
Muhammad Tsabit
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : LPPM UBSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.751 KB)
|
DOI: 10.31294/jmp.v2i1.1046
Bagaimana Makna Pada Makna Jargon Kepak Sayap Kebhinnekaan. Jargon Puan Maharani dijabarkan melalui bahasa yang sederhana namun perlu penafsiran yang mendalam. Untuk menafsirkan isi jargon ini digunakan pisau bedah berupa kajian hermeneutika Paul Ricoeur. Hermeneutik merupakan unsur penting dalam memahami atau memberikan makna dari sebuah teks. Peneliti tertarik untuk mengetahui lebih lanjut lagi makna yang tersirat didalamnya. penelitian ini dilakukan adalah untuk menggali makna yang terkadung pada Kepak Sayap Kebhinnekaan. metode penelitian yang digunakan dalam memahami judul yang diangkat ini adalah metode kualitatif deskriptif analisis dan untuk menafsirkan isi jargon ini digunakan pisau bedah berupa kajian hermeneutika Paul Ricoeur Peneliti mengumpulkan informasi-informasi yang penting yang terkait dengan masalah penelitian, dan selanjutnya mengelompokkan data tersebut sesuai dengan topik masalahnya. Adapun macam analisis yang penulis uraikan untuk menganalisis objek permasalahan penelitian ini yaitu refleksi filosofis dan interpretasi hermeneutika, Lingkar Percaya dan Memahami Lingkaran hermeneutika Ricoeur, Memahami dan Menjelaskan Jika mencermati hermeneutika yang dipraktikkan oleh Ricoeur, Hermeneutika dan Praktik Kecurigaan Hermeneutika. Berdasarkan uraian dan hasil penelitian dapat diambil sebagai berikut Makna Kepak Sayap Kebhinnekaan.
Gaya Komunikasi Ganjar Pranowo Dalam Tayangan Youtube Atas Kasus Penerimaan Siswa Baru Dengan Sistem Zonasi
Achmad Haikal;
Marlinda Poernomo;
Rahtika Diana;
Rio Septian
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : LPPM UBSI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1249.057 KB)
|
DOI: 10.31294/jmp.v2i1.1048
Gaya komunikasi adalah suatu kekhasan yang dimiliki setiap orang dan gaya komunikasi antara orang yang satu dengan orang lainnya berbeda. Perbedaan antara gaya komunikasi antara satu orang dengan yang lain dapat berupa perbedaan dalam ciri-ciri model dalam berkomunikasi, tata cara berkomunikasi, cara berekspresi dalam berkomunikasi dan tanggapan yang diberikan atau ditunjukkan pada saat berkomunikasi ditambahkan oleh (Widjaja, 2000) Gaya komunikasi merupakan cara penyampaian dan gaya bahasa yang baik. Gaya yang dimaksud sendiri dapat bertipe verbal yang berupa kata-kata atau nonverbal berupa vokalik, bahasa badan, penggunaan waktu, dan penggunaan ruang dan jarak. Ganjar Pranowo mempunyai gaya komunikasi dalam menjalani tugasnya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Berbicara mengenai gaya komunikasi akan selalu menjadi topik yang menarik, dikarenakan setiap pemimpin mempunyai gaya komunikasi sendiri. Gaya komunikasi yang baik berfungsi untuk mendesain dan membentuk organisasi sesuai dengan visi dan misi yang ingin dicapai.Ganjar Pranowo mempunyai gaya komunikasi dalam menjalani tugasnya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Berbicara mengenai gaya komunikasi akan selalu menjadi topik yang menarik, dikarenakan setiap pemimpin mempunyai gaya komunikasi sendiri. Gaya komunikasi yang baik berfungsi untuk mendesain dan membentuk organisasi sesuai dengan visi dan misi yang ingin dicapai.