cover
Contact Name
Dyah Pravitasari
Contact Email
dyah@unha.ac.id
Phone
+6285749301578
Journal Mail Official
finger@unha.ac.id
Editorial Address
Sukaraja Buay Madang OKU Timur
Location
Kab. ogan komering ulu timur,
Sumatera selatan
INDONESIA
FingeR: Journal of Elementary School
Published by STKIP Nurul Huda
ISSN : -     EISSN : 29627494     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
FingeR (Journal of Elementary School) is a journal of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah/Pendidikan Guru Sekolah Dasar/ Primary School/ Basic Education/ MI/ SD which contains various articles that study : 1. Analysis of student competency in PGMI/PGSD/MI/SD 2. Learning strategies in PGMI/PGSD/MI/SD 3. Conceptual ideas, theory, and practice of PGMI/PGSD/MI/SD 4. Study and application theory of PGMI/PGSD/MI/SD 5. Learning development and design in PGMI/PGSD/MI/SD 6. The professionalisme teacher/lecture PGMI/PGSD/MI/SD 7. Critical thinking PGMI/PGSD/MI/SD 8. The results of education and teaching research PGMI/PGSD/MI/SD
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Faktor Penghambat Pelaksanaan Pendidikan Inklusif Bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di SD Negeri 15 Martapura Septy Rahma Qoiriyah; Sri Tutur Martaningsih; Achadi Budi Santosa
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi: Desember
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/kxavby45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang menghambat pemenuhan hak pendidikan bagi siswa inklusi di SD Negeri 15 Martapura. Siswa inklusi tersebut merupakan bagian dari warga negara yang memiliki hak yang setara dalam memperoleh layanan pendidikan secara adil dan tanpa diskriminasi, sejalan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan berbagai kendala yang menghambat pemenuhan hak pendidikan bagi siswa inklusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi pihak sekolah, dan orang tua siswa. Hasil temuan menunjukkan bahwa kendala utama dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di SD Negeri 15 Martapura antara lain: (1) faktor keluarga, seperti perasaan malu dari orang tua terhadap kondisi anak, dan keterbatasan waktu karena kesibukan; (2) keterbatasan sarana dan prasarana sekolah yang belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan individual siswa inklusi; dan (3) kualifikasi guru pendamping yang belum memadai, di mana belum ada guru pendamping yang memiliki latar belakang pendidikan luar biasa, sedangkan sisanya merupakan guru kelas atau guru mata pelajaran tanpa kompetensi khusus di bidang pendidikan inklusi. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi sistematis dari pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang benar-benar inklusif
Transformasi Pembelajaran melalui Media Augmented Reality (AR): Pengaruhnya terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V MI Nurul Huda Andreanto, Muhammad Bagus; Tri Ratna Dewi; Resti Septikasari
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi: Desember
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jyxqr925

Abstract

Kualitas pendidikan dasar di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah rendahnya prestasi belajar siswa yang disebabkan oleh dominasi penggunaan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh penerapan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) terhadap hasil belajar siswa kelas V MI Nurul Huda Sukaraja pada materi sistem pencernaan manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 21 siswa yang dipilih menggunakan teknik systematic sampling. Instrumen penelitian berupa 25 butir soal pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Prosedur penelitian meliputi pemberian pretest, pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan media AR yang menampilkan visualisasi tiga dimensi organ pencernaan secara real-time, serta pemberian posttest. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat (normalitas) dan pengujian hipotesis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest sebesar 66,09 meningkat menjadi 80,95 pada posttest, dengan tingkat ketuntasan belajar naik dari 28,57% menjadi 85,71%. Hasil uji statistik menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa media berbasis AR efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, serta memperkuat penelitian sebelumnya yang menekankan potensi AR dalam meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman terhadap konsep-konsep abstrak. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis AR layak digunakan sebagai alternatif inovatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa di madrasah ibtidaiyah.
Modernisasi Dampak Diskriminasi Status Sosial dalam Pendidikan Tingkat Madrasah Ibtidaiyah Burniat; Komarudin Sassi
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi: Desember
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/qr707m32

Abstract

Modernisasi merupakan sebuah proses perubahan masyarakat dan kebudayaan dengan seluruh aspeknya dari yang tradisional ke modern. Modernisasi selain berdampak positif ternyata bisa juga memiliki dampak negatif yang salah satunya berdampak pada perilaku siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Dampak tersebut dapat terjadi apabila kita tidak bisa menyaring modernisasi tersebut. Oleh karena itu sebagai guru kita harus bisa untuk meminimalisasi munculnya dampak negatif yang akan membahayakan pada pembentukan karakter siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku siswa Madrasah Ibtidaiyah. Hal ini dibuktikan dengan perilaku negatif yang sering dilihat seperti, tawuran, pergaulan bebas, penyalahgunaan internet dan handphone yang menyebabkan siswa menjadi mudah marah dan kurang bersosialisasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur ke beberapa jurnal yang terakreditasi sesuai dengan pembahasan penelitian. Penelitian ini bertujuan agar pembaca mengetahui dampak modernisasi terhadap perilaku siswa di Madrasah Ibtidaiyah serta guru dapat meminimalisasi dampak negatif yang akan terjadi pada siswa.
Penggunaan Media Video Animasi Dalam Pembelajaran Pecahan Di Sd Negeri 5 Nongan I Wayan Numertayasa; Ni Luh Putu Vina Dewi
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi: Desember
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/29m4ee61

Abstract

Media pembelajaran memiliki peran dalam membantu siswa memahami konsep matematika yang bersifat abstrak, khususnya pada materi pecahan. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media video animasi yang bersumber dari platform YouTube dalam pecahan pada pembelajaran siswa kelas VI SD Negeri 5 Nongan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 12 siswa kelas VI. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru kelas, observasi proses pembelajaran, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil kajian menggambarkan bahwa media video animasi digunakan untuk menyajikan konsep pecahan secara visual serta mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Kajian ini memberikan gambaran mengenai pemanfaatan media video animasi dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Revitalisasi Akhlak Anak: Membangun Eksistensi Diri yang Sehat Mental di Tengah Toksisitas Digital Masnila; Arlis Karlina; Dwi Noviani
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi: Desember
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/p665av50

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pola interaksi sosial dan pembentukan identitas diri manusia modern. Di satu sisi, dunia digital memberikan ruang ekspresi dan kreativitas tanpa batas, namun di sisi lain menghadirkan tantangan serius berupa degradasi moral, krisis identitas, dan gangguan kesehatan mental akibat paparan toksisitas digital seperti ujaran kebencian, perundungan daring, serta budaya hedonisme virtual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi revitalisasi akhlak sebagai upaya membangun eksistensi diri yang sehat secara mental di tengah arus digitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian literatur terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa akhlak berperan sebagai fondasi spiritual dan etis dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan digital dan tanggung jawab moral. Revitalisasi akhlak, khususnya nilai-nilai seperti kejujuran, empati, dan kontrol diri, menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter digital yang beretika. Dengan demikian, penguatan pendidikan akhlak berbasis nilai-nilai Islam di era digital merupakan langkah strategis untuk membangun eksistensi diri yang bermartabat dan memiliki kesehatan mental yang stabil di tengah fenomena toksisitas digital.
Pengaruh Cooperative Learning TGT Berbasis Media Interaktif Baamboozle terhadap Pemahaman Majas Siswa SD: Sebuah Eksperimen Salma Ayuning; Andarini Permata Cahyaningtyas
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi: Juni
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/nchthc90

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media interaktif Baamboozle terhadap pemahaman majas siswa kelas V SD Labschool UNNES. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental Non-Equivalent Control Group dan sampel 17 siswa per kelompok. Instrumen berupa tes pemahaman majas yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran. Analisis data meliputi uji normalitas dan homogenitas, Paired Sample T-Test, Independent Sample T-Test, serta N-Gain menggunakan SPSS 27. Hasil menunjukkan penerapan model TGT berbantuan Baamboozle meningkatkan pemahaman majas secara signifikan; rata-rata skor kelompok eksperimen naik dari 72,47 menjadi 89,82, sedangkan kontrol dari 56,41 menjadi 58,53. Sig. Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test = 0,000 (p < 0,05). N-Gain eksperimen 63,49%, kontrol 4,11%. Temuan menegaskan efektivitas model TGT berbantuan media interaktif sebagai strategi pembelajaran inovatif dan interaktif untuk meningkatkan pemahaman majas.
Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Pada Materi Bangun Ruang Melalui Media Interaktif Polypad Untuk Siswa Kelas 5 UPT SD Negeri Pujiharjo Revaldi; Eri Purwanti Eri Purwanti
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi: Juni
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/84y61m81

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar matematika siswa, khususnya pada materi bangun ruang yang dianggap abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar matematika melalui penggunaan media interaktif Polypad pada siswa kelas 5 UPT SD Negeri Pujiharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan Sampel penelitian berjumlah 29 siswa, yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Polypad memberikan dampak positif yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Berdasarkan analisis data, skor rata-rata motivasi belajar meningkat dari 159,31 Pra Penelitian menjadi 165,14 Pasca Penelitian Hasil uji t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,005 (p < 0,05), yang membuktikan bahwa peningkatan motivasi belajar merupakan hasil nyata dari intervensi media Polypad dan bukan faktor kebetulan. Secara umum, kategori motivasi belajar siswa meningkat dari Baik (80%) menjadi Sangat Baik (83%).Temuan spesifik menunjukkan lonjakan tertinggi pada indikator Cita-cita dan harapan Masa depan sebesar 6%, yang mengubah predikat indikator tersebut dari "Baik" (79%) menjadi Sangat Baik (85%). Hal ini mengindikasikan bahwa visualisasi interaktif pada Polypad membantu siswa memahami manfaat jangka panjang penguasaan matematika. Simpulan penelitian ini adalah media interaktif Polypad efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang hidup, meningkatkan partisipasi aktif, dan mengoptimalkan motivasi belajar siswa pada materi bangun ruang.
Penggunaan Media Virtual Lab Berbasis PhET Dalam Pembelajaran IPAS Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Bentuk dan Perubahan Energi Pada Siswa Kelas V SDN 1 Pandan Sari Yurike Fransiska; Kukuh Maulana Alfathan; Abdilah Rosyidi
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi: Juni
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/rz5z6s04

Abstract

Capaian pemahaman konsep dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar, khususnya pada materi bentuk dan perubahan energi yang bersifat abstrak, masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan segera. Pola pembelajaran yang terlalu bertumpu pada metode ceramah guru terbukti menekan keterlibatan aktif siswa dan melahirkan berbagai miskonsepsi yang sulit dihilangkan. Studi ini dirancang untuk menilai efektivitas media Virtual Lab berbasis Physics Education Technology (PhET) dalam mendukung penguasaan konsep energi siswa kelas V SDN 1 Pandan Sari. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen model satu kelompok pretest-posttest, melibatkan 30 siswa yang ditetapkan melalui total sampling. Instrumen berupa tes pilihan ganda 20 butir soal, dengan analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji beda dua rata-rata berpasangan, serta uji beda dua rata-rata independen melalui SPSS 24. Rerata nilai mengalami lonjakan signifikan dari 31,33 saat pretest menjadi 81,50 saat posttest. Uji beda berpasangan menunjukkan probabilitas 0,000 (< 0,05), yang memvalidasi kebermaknaan peningkatan tersebut secara statistik. Uji beda independen turut mengonfirmasi adanya perbedaan nyata antar kelompok. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa media Virtual Lab PhET secara signifikan mampu meningkatkan penguasaan konsep bentuk dan perubahan energi dalam pembelajaran IPAS.
Efektivitas Permainan Edukasi Kahoot terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Siswa dalam Mempelajari Aqidah dan Akhlak di Kelas V Ngudi Utomo Dea Aulia Putri; Nurhadi Kusuma
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi: Juni
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/xwn3va25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas permainan edukatif Kahoot dalam meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa dalam mempelajari Aqidah dan Akhlak di Sekolah Dasar Negeri Ngudi Utomo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental dengan model kelompok kontrol pretest-posttest. Sampel terdiri dari dua kelas: kelas eksperimen yang menerima pengajaran menggunakan Kahoot dan kelas kontrol yang menerima metode pengajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan kuesioner motivasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar menggunakan Kahoot menunjukkan hasil belajar yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan metode tradisional. Selain itu, penggunaan Kahoot meningkatkan motivasi belajar siswa, yang tercermin dalam keterlibatan, antusiasme, partisipasi, dan minat yang lebih besar selama proses pembelajaran. Fitur interaktif, umpan balik instan, dan elemen kompetisi berbasis permainan membantu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong keterlibatan aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa Kahoot merupakan alat pendidikan yang efektif untuk meningkatkan prestasi kognitif dan motivasi belajar dalam mata pelajaran Aqidah dan Akhlak. Oleh karena itu, mengintegrasikan media pembelajaran berbasis game seperti Kahoot ke dalam pembelajaran di kelas direkomendasikan untuk mendukung pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna.
Analisis Peran Guru Terhadap Dampak Mediasosial Tiktok Dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas Tinggi di MIS Nurul Falah Sri Lela; Mujazi
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi: Juni
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/f6gg6q35

Abstract

Penelitian ini berfokus pada peran guru dalam menghadapi dampak penggunaan media sosial TikTok terhadap pembentukan karakter siswa kelas tinggi di MIS Nurul Falah Kutabumi. Latar belakang penelitian muncul karena semakin banyak siswa sekolah dasar yang aktif menggunakan TikTok, baik sebagai hiburan maupun sebagai bagian dari interaksi sosial mereka. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol sering kali memengaruhi perilaku, bahasa, hingga cara siswa berinteraksi, sehingga memunculkan tantangan baru dalam dunia pendidikan.Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana guru berperan dalam mengontrol, mengarahkan, serta memberikan solusi atas dampak penggunaan TikTok terhadap siswanya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan guru kelas V dan VI serta beberapa siswa yang aktif menggunakan TikTok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting, terutama dalam memberi arahan, nasihat, serta pengawasan terhadap siswa. Guru tidak hanya menegur ketika ada perilaku yang menyimpang akibat pengaruh TikTok, tetapi juga berusaha memberikan pembelajaran karakter melalui pendekatan personal dan edukatif. Dengan begitu, siswa diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak tanpa melupakan nilai moral, sopan santun, dan etika yang seharusnya dijaga.