cover
Contact Name
Ahmad Sodikin
Contact Email
sodikin@unha.ac.id
Phone
+6285608388750
Journal Mail Official
jupin@unha.ac.id
Editorial Address
Sukaraja Buay Madang OKU Timur
Location
Kab. ogan komering ulu timur,
Sumatera selatan
INDONESIA
JUPIN: Jurnal Pendidikan Islam Nusantara
Published by STKIP Nurul Huda
ISSN : -     EISSN : 29622271     DOI : -
Focus. JUPIN: Jurnal Pendidikan Islam Nusantara is an open access scholarly journal, publishing peer reviewed studies of Islamic Education thought and practice. It is available online to promote critical, hermeneutical, historical, and constructive conversations. JUPIN: Jurnal Pendidikan Islam Nusantara publishes regular research papers, reviews, communications and reports on research projects. In addition, the journal accepts comprehensive book reviews by distinguished authors and discussions of important venues for the publication of scholarly work in the study of Islamic Education. JUPIN: Jurnal Pendidikan Islam Nusantara aims to serve the interests of a wide range of thoughtful readers and academic scholars of Islamic education, as well as theologians, philosophers, social scientists, anthropologists, psychologists, neuroscientists and others interested in the multidisciplinary study of Islamic Education. Scope. Study of Al-Quran and Hadith on Education; Philosophy of Islamic Education; History of Islamic Education; Theological Foundation of Education; Policies of Islamic Education; Politics of Islamic Education; Islamic Education Professionalism; Islamic Education Curriculum; ICT in Islamic Education; E-Learning in Islamic Education; Islamic Education Institution; Teaching and Learning in Islamic Education; Ethnography on Islamic Education; Local Wisdom-Based Islamic Education; Development of Learning Theory and Design; Psychology of Islamic Education; Islamic Education Paradigms; Character of Islamic Education; and Gender in Islamic Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Diferensiasi Model Pembelajaran Guru Pendidikan Aagama Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bangka Tengah Sari, Nila Siska; Syarifah HR DG Tujuh; Rudini; Karyono; Deka Sulastri
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 4 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/b5wn6a03

Abstract

In Madrasah teachers predominantly apply a teacher-centred learning model. Even though students currently growing up in the digital era certainly like interactive, technology-based and factual learning. Innovative and adaptive learning models can bring great benefits to students in terms of intellectual development, skills and output. The aim of the research is to analyze the differentiation in the use of PAI teacher learning models at MTsN 1 Central Bangka. This research includes qualitative research. Data was obtained through semi-structured interviews, observation and documentation. The informants were 6 PAI teachers at MTsN 1 Central Bangka. The results of the research found that the use of learning models by six PAI teachers at MTsN 1 Central Bangka could be divided into three learning models. Firstly, there are 4 groups of PAI teachers who mostly use direct learning models. The two groups that used the problem-based learning model consisted of 1 person. The three groups that use the cooperative learning model consist of 1 person. This research can contribute to PAI teachers implementing student-centered learning models that are innovative, varied and adaptive according to educational subjects and learning materials in class. This research can explore the ability of PAI teachers to develop innovative and adaptive learning models that can help students meet their learning needs both in terms of output, motivation and certain skills.
Nilai Moderat dalam Islam : Strategi Nadlatul Ulama (NU) dalam menjalankan Islam Moderat/washatiyah di Indonesia Sodikin, Ahmad; Munawir, Ahmad; Mustofa, Ali; Indana, Nurul; Rodin, Imam
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 4 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/21tb7594

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi nilai-nilai moderasi Islam (wasathiyah) dalam strategi dakwah dan sosial keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. Moderasi Islam menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan radikalisme, ekstremisme, serta konflik sosial berbasis agama. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana konsep moderasi Islam dalam perspektif NU serta bagaimana strategi NU dalam mengimplementasikannya di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian literatur dan dokumen resmi NU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU mengembangkan nilai moderasi Islam melalui prinsip tawassuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal yang diwujudkan dalam pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, serta penguatan kebangsaan. Strategi ini terbukti efektif menjaga stabilitas sosial dan memperkuat harmoni antarumat beragama di Indonesia..
Strategi Guru PAI Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Ali Mustofa; Nurul Indana; Zeidan Syaif Al Haqi
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 5 No. 01 (2026): EDISI JUNI 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/k3a1z373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi perilaku bullying siswa di SDQ Al Hanif Jombang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru PAI, kepala sekolah, dan siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang terjadi di SDQ Al Hanif meliputi bullying verbal, non-verbal, dan pemboikotan sosial. Guru PAI memainkan peran sebagai pendidik, konselor, mediator, dan teladan akhlak. Strategi yang diterapkan guru PAI meliputi pendekatan preventif melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran, pendekatan kuratif berupa mediasi dan pembinaan spiritual terhadap korban dan pelaku, serta strategi penguatan karakter melalui kegiatan keagamaan dan pembiasaan akhlak mulia. Adapun hambatan yang dihadapi guru PAI mencakup waktu pembelajaran yang terbatas, rendahnya kesadaran orang tua, serta belum adanya SOP penanganan bullying di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak berbasis nilai-nilai Islam.
Kesenjangan Keterampilan Dasar Mengajar Guru PAI dalam Pembelajaran Islam Multikultural Berbasis Teknologi di SMAN 1 Jetis Bantul Arya Pramudita; Wahyu Kholis Prihantoro; Eliya Nabilatul Fauziyah; Muhammad Qoulum Maktsur
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 5 No. 01 (2026): EDISI JUNI 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/f4dgfd45

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah umum menghadapi masalah yang rumit dalam konteks multikultural dan di tengah perkembangan teknologi, sehingga membutuhkan keterampilan dasar mengajar guru yang mampu beradaptasi, integratif, dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil keterampilan dasar mengajar guru PAI, menemukan kesenjangan antara kondisi ideal dan praktik pengajaran yang sebenarnya, meneliti penyebabnya, dan cara mengembangkan kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMAN 1 Jetis Bantul. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan mereduksi data, menyajikan data, dan membuat kesimpulan menggunakan teknik triangulasi agar data yang diperoleh tetap valid dan akurat. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa guru PAI sudah menerapkan keterampilan dasar mengajar, tetapi masih dalam tahap pada tahap operasional dan belum terpadu secara reflektif. Ditemukan adanya kesenjangan dalam integrasi yang menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran belum selaras, serta belum optimalnya integrasi antara pedagogi, teknologi, dan kesadaran multikultural. Faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan meliputi aspek pedagogik, struktural, dan epistemologis yang saling terkait. Penelitian ini menemukan bahwa keterampilan dasar mengajar guru PAI perlu didefinisikan ulang sebagai kemampuan dalam menggabungkan berbagai aspek sesuai dengan kondisi lingkungan dan mampu merefleksikan dampaknya dengan memperkuat model pendidikan yang terpadu agar meningkatkan mutu pembelajaran di tengah perkembangan dunia digital dan masyarakat multikultural.
Teknik 3M dalam Metode Praktis Usmani untuk Meningkatkan Kefasihan Membaca Al-Qur’an Santri Saifudin Zuhri; Ahmad Sodikin; Sholeh Hasan
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 5 No. 01 (2026): EDISI JUNI 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/qb9kb173

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih merupakan kompetensi penting dalam pendidikan Islam, khususnya di lingkungan pesantren. Namun, dalam proses pembelajaran masih ditemukan berbagai kendala, seperti ketidaktepatan makhraj, ketidakstabilan pelafalan harakat, serta rendahnya penguasaan tajwid dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknik 3M (mecucu, meringis, dan mangap) dalam Metode Praktis Usmani untuk meningkatkan kefasihan membaca Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren Nurul Huda Tanah Merah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik 3M melalui demonstrasi, praktik terbimbing, dan pembiasaan membaca secara berulang mampu membantu santri meningkatkan ketepatan makhraj, pelafalan harakat, dan penguasaan tajwid dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan artikulatif-kinestetik melalui teknik 3M dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kefasihan membaca Al-Qur’an santri pemula di lingkungan pesantren serta dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran Al-Qur’an yang lebih interaktif dan aplikatif.
Efektivitas Pemberian Punishment Dalam Meningkatkan Intensitas Shalat Berjamaah Shubuh Pada Mahasiswa Di Pesantren Naya Nazhifa Firdausi; Muhammad Raihan Naufal Ash Shidiqy; Muhammad Jamaluddin
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 5 No. 01 (2026): EDISI JUNI 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/12z4yv73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan hukuman dalam meningkatkan intensitas perilaku makmum muwafiq pada pelaksanaan shalat Subuh berjamaah di kalangan mahasantri Pondok Pesantren Masjid Agung Jami' Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain One-Group Time-Series Design . Sebanyak 25 mahasantri dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria keterlambatan dalam mengikuti shalat Subuh berjamaah. Intervensi berupa hukuman yang diberikan secara konsisten kepada mahasantri yang tidak memenuhi kriteria makmum muwafiq . Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan serta Wilcoxon Signed Rank Test . Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada intensitas perilaku setelah intervensi, ditunjukkan oleh perbedaan rata-rata sebelum (M = 37,28, SD = 7,87) dan sesudah intervensi (M = 43,68, SD = 4,96), t(24) = 6,411, p < 0,001, dengan ukuran efek besar (d = 0,97). Analisis Wilcoxon Signed Rank Test juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (Z = 4,119, p = 0,001), dengan 22 dari 25 partisipan mengalami peningkatan perilaku. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan hukuman secara konsisten efektif meningkatkan kedisiplinan perilaku makmum muwafiq dalam shalat berjamaah. Penelitian ini memperkuat relevansi Teori Operant Conditioning dalam konteks pendidikan Islam serta menawarkan strategi modifikasi perilaku yang dapat diterapkan dalam pelatihan ibadah di lingkungan pesantren.
Internalisasi Nilai-Nilai Etika Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Bermedia Sosial Peserta Didik Madrasah Aliyah Muhammad Saiful Amin Saif; Imam Rodin
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 5 No. 01 (2026): EDISI JUNI 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/wf0xz761

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap perilaku peserta didik dalam menggunakan media sosial. Di satu sisi, teknologi digital memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi dan mendukung proses pembelajaran, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai permasalahan seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, ujaran kebencian, dan pelanggaran privasi digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menginternalisasikan nilai-nilai etika digital melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh internalisasi nilai-nilai etika digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap perilaku bermedia sosial peserta didik Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 180 peserta didik kelas XI, sedangkan sampel penelitian sebanyak 124 responden yang ditentukan menggunakan teknik proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai etika digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku bermedia sosial peserta didik dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,442. Temuan ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter digital peserta didik melalui penguatan nilai tabayyun, kejujuran, tanggung jawab, kesantunan komunikasi, dan penghormatan terhadap privasi di ruang digital.