cover
Contact Name
A. Velahyati Baharuddin
Contact Email
andi.velahyati@atim.ac.id
Phone
+6285255799459
Journal Mail Official
uppm@atim.ac.id
Editorial Address
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar Kampus Politeknik ATI Makassar, Jl. Sunu No. 220, Makassar 90211.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Majalah Teknik Industri
ISSN : 14107015     EISSN : 26228769     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Majalah Teknik Industri merupakan Jurnal Ilmiah Berkala yang diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik ATI Makassar. Majalah Teknik Industri ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Redaksi menerima karangan ilmiah tentang hasil Penelitian Aplikatif, Survey, dan Penelitian rekayasa yang erat hubungannya dengan Teknik Industri di bidang Otomasi Sistem Permesinan, Industri Manufaktur, Kimia Mineral, dan Industri Agro.
Articles 98 Documents
Konversi Gliserol (Hasil Samping Proses Biodiesel) menjadi Akrolein dengan Metode Gelombang Ultrasonik Isran Asnawi; Ruslan Kalla; Rismawati Rasyid
Majalah Teknik Industri Vol 29 No 2 (2021): Majalah Teknik Industri Desember 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses biodiesel menghasilkan limbah berupa crude gliserol. Crude gliserol tersebut merupakan peluang untuk dikembangkan menjadi produk gliserol komersil melalui proses pemurnian. Gliserol ini kemudian dapat dikonversi menjadi produk lain yang bernilai tambah, salah satunya adalah akrolein. Mengingat tingginya permintaan akrolein di Indonesia, maka pada penelitian ini bertujuan untuk mengonversi gliserol menjadi akrolein menggunakan metode gelombang ultrasonik dari bahan baku limbah biodiesel. Limbah biodiesel yaitu crude gliserol terlebih dahulu dimurnikan dengan metode pengasaman, adsorpsi, dan penguapan. Hasil pemurnian kemudian dilanjutkan pada proses konversi menjadi produk akrolein dan dilakukan analisa konversi gliserol dan analisa yield akrolein. Pemurnian tersebut menghasilkan gliserol dengan kadar 86,15%. Gliserol tersebut kemudian dikonversi menjadi akrolein menggunakan gelombang ultrasonik dengan parameter proses adalah massa gliserol-air 1:8, katalis H2SO4 1%, waktu proses 20-40 menit, dan suhu 30-60 oC. Hasil parameter proses terbaik diperoleh pada kondisi suhu 60 oC dan waktu sonikasi 40 menit dengan perolehan nilai konversi sebesar 50,69% dan yield akrolein sebesar 11,3%.
Pembuatan Briket Dari Arang Pelepah Nipah Menggunakan Perekat Putih Telur Ayam Hybrid Mustafa; Firman; Muh. Taufik Syam
Majalah Teknik Industri Vol 29 No 2 (2021): Majalah Teknik Industri Desember 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nipah termasuk tanaman dari suku Palmae, tumbuh di sepanjang sungai yang terpengaruh pasang surut air laut. Tumbuhan ini dikelompokkan kedalam hutan mangrove. Nipah juga merupakan sumber pangan dan energi, namun belum banyak dipublikasikan mengenai potensi maupun pemanfaatannya. Salah satu potensi dari pohon nipah dengan memanfaatkan daunnya adalah pelepah nipah yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif yaitu briket. Dasar utama pemilihan bahan baku karena ketersediannya cukup banyak di Indonesia khususnya di provinsi Kalimantan Timur berdasarkan data statistik komoditas nipah terbitan BPS Perkebunan 2020 luas hutan mangrove mencapai 244.437,37 ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi tekanan dan variasi kandungan bahan perekat terhadap nilai kalor dan karakteristik briket yang dihasilkan. Penelitian ini dimulai dengan pengeringan bahan baku selama 3 hari selanjutnya melakukan proses karbonisasi bahan baku dengan suhu 550°C, setelah itu arang hasil karbonisasi dihaluskan lalu dilakukan pengayakan sampai ukuran 100 mesh, selanjutnya dicampurkan dengan bahan perekat yaitu putih telur ayam hybrid dan dicetak menggunakan alat press sehingga diperoleh hasil briket dan dilakukan Analisa proksimat dan nilai kalor. Hasil penelitian terbaik diperoleh pada konsentrasi perekat 15% dengan tekanan 18 kg/cm2. Dengan karakteristik nilai kalor 4446 kal/g, kadar air 2,02 %, kadar abu 10,10 % dan zat terbang 32,78 %.
Perbaikan Proses Pengeringan dan Identifikasi Senyawa Aktif Minuman Fungsional Serai (Cymbopogon Citratus) Titik Nurwidayati; Paluphy Eka Yustini
Majalah Teknik Industri Vol 29 No 2 (2021): Majalah Teknik Industri Desember 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serai (Cymbopogon Citratus) merupakan salah satu tanaman yang biasa digunakan sebagai rempah, salah satunya menjadi produk minuman fungsional oleh masyarakat Indonesia. Minuman fungsional Serai (Cymbopogon Citratus) telah dikembangkan di Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai minuman kesehatan antara lain di daerah Jahab, Loa Ipuh KM 12-14 dan di desa Gendang Raya. Teknologi proses pengolahan pembuatan minuman fungsional serai relatif masih sederhana terutama pada proses pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengeringan minuman fungsional serai menjadi produk yang bermutu. Penelitian dibagi kedalam beberapa tahap yaitu proses penyiapan bahan baku, proses pengeringan bahan baku dan pengujian produk yang meliputi kadar air dan identifikasi senyawa aktif menggunakan GCMS. Suhu terbaik untuk proses pengeringan minuman fungsional serai menggunakan oven yaitu pada suhu 100oC dimana pada suhu tersebut produk memiliki senyawa utama Citral dan Juniper Camphor terbanyak dengan kadar air sesuai dengan SNI.
Monitoring Arus Listrik dengan Kontroller Embedded System Terintegrasi Taufik Muchtar; Atikah Tri Budi Utami; Lutfi; Muhammad Nawir
Majalah Teknik Industri Vol 29 No 2 (2021): Majalah Teknik Industri Desember 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis energi merupakan masalah yang sangat mengkhawatirkan dan meresahkan hampir di setiap negara di dunia termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi kemungkinan terjadinya krisis energi listrik, mulai dari pencarian sumber energi baru dan yang terbarukan, menemukan peralatan yang rendah dalam konsumsi energinya sampai dengan pengembangan sistem efisiensi energi. Sistem efisiensi energi listrik membutuhkan monitoring arus listrik secara langsung atau real-time monitoring. Tujuan penelitian ini adalah Monitoring Arus Listrik Pada Embedded system yang terintegrasi. Metode yang digunakan adalah rancang bangun dan uji coba atau ekperimen di laboratorium. Proses pembuatan alat ini melalui beberapa tahap yakni tahap simulasi, tahap pengujian alat ukur, tahap pembuatan prototype sistem dan fabrikasi alat secara terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat bekerja seperti yang diharapkan dan ditargetkan. Eror pengujian perangkat dibandingkan dengan pengukuran secara langsung dengan alat ukur sebesar, eror arus 0,46 %.
Peningkatan Kualitas Batubara dengan Menggunakan Pelumas Bekas di PT. Indonesia Power PLTU Barru OMU Muliyana; Herlina Rahim
Majalah Teknik Industri Vol 29 No 2 (2021): Majalah Teknik Industri Desember 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia Power PLTU Barru OMU menggunakan batubara jenis lignit sebagai bahan bakar pada boiler. Pelumas bekas di PT. Indonesia Power PLTU Barru OMU merupakan salah satu limbah yang belum diolah lebih lanjut yang masih mengandung energi. Untuk meningkatkan kualitas batubara dengan menggunakan pelumas bekas memerlukan suatu metode yang disebut upgrading brown coal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas batubara dengan menggunakan pelumas bekas dengan mengukur parameter nilai kalori, nilai total sulfur, kadar moisture, kadar volatile matter, kadar ash content dan kadar fixed carbon pada sampel sebelum dan setelah dilakukan upgrading brown coal. Penelitian ini bersifat eksperimental, yaitu dengan melakukan pengujian kualitas batubara dengan menggunakan pelumas bekas. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan pelumas bekas dapat meningkatkan kualitas batubara melalui proses upgrading brown coal. Hasil pengujian parameter kualitas menunjukkan bahwa sampel kode D memiliki kualitas baik dengan nilai kalori 7252,86 kal/g, nilai total sulfur 0,129%, kadar moisture 3,055%, kadar volatile matter 69,875%, kadar ash content 5,06% dan kadar fixed carbon 22,51%. Namun, sampel kode D tidak mampu menurunkan kadar volatile matter dan menaikkan fixed carbon.
Rancang Bangun Mesin Sangrai Kopi Dengan Infrared Merla Madjid; Elia
Majalah Teknik Industri Vol 29 No 2 (2021): Majalah Teknik Industri Desember 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyangraian kopi merupakan salah satu proses pengolahan biji kopi untuk pemilihan aroma rasa pada biji kopi. Permasalahan yang ada yaitu sumber panas yang belum efisien dalam proses penyangraian pada masyarakat setempat terutama di kecamatan Mappedeceng, Luwu Utara. Perancangan alat ini guna mengatasi permasalahan menurunnya kualitas biji kopi saat proses penyangraian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat penyangraian kopi dengan sumber panas infrared. Metode analisis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian ini dengan membuat gambar alat menggunakan Autodesk Inventor dengan ukuran-ukuran yang telah ditentukan. Hasil infrared ini lebih efisian dari segi waktu 31 menit, warna coklat tua, rasa yang tidak terlalu pahit dan menghasilkan aroma kopi yang harum jika dibandingkan dengan proses manual.
Pengaruh Penambahan Kitosan pada Serat Rami-Serat Nata de coco Sebagai Material Komposit Pengganti Logam Konvensional Kurnia Widhi Astuti; A.H. Bambang Setiadji
Majalah Teknik Industri Vol 29 No 2 (2021): Majalah Teknik Industri Desember 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat rami dan serat nata de coco memiliki kekuatan spesifik yang menyerupai serat gelas tipe E dan menunjukkan nilai perpanjangan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kitosan kekuatan mekanik material bahan anti peluru. Penggunaan serat rami pada penelitian ini adalah serat yang telah mengalami proses pengeringan. Perlakuan kimia pada serat rami dengan cara menambahkan kitosan sebagai coupling agent dengan proses perendaman pada variasi waktu 1-3 jam. Selanjutnya dilakukan pencampuran hardener ke dalam resin epoksi dengan perbandingan 1:1 dengan komposit serat EpNREp dan NEpN. Karakterisasi komposit meliputi sudut kontak pada serat rami, kekuatan tarik dengan metode ASTM-D638, ketahanan kimia serta analisis SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kitosan memberikan kekuatan mekanik optimum sebesar 273 Mpa dan 143,93 Mpa, hasil sudut kontak sebesar 20,560. Analisis SEM pada komposit serat-resin epoksi memberikan dominasi patah serat dan sedikit terjadinya fiber pull out.
Stakeholder Integration dalam Inovasi Berkelanjutan pada Usaha Skala Kecil dan Menengah Kota Makassar Widya Hastuti A
Majalah Teknik Industri Vol 29 No 2 (2021): Majalah Teknik Industri Desember 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini dunia industri didorong untuk dapat melakukan inovasi keberlanjutan sebagai dampak dari upaya pembangunan berkelanjutan untuk berkontribusi pada keberlanjutan generasi mendatang Our Common Future dalam membentuk kesadaran lingkungan, ataupun memberikan dampak sosial dan manfaat ekonomi yang lebih baik. Hal ini juga berlaku pada usaha skala kecil dan menengah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wirausaha khususnya di negara berkembang secara umum pada inisiatif pencapaian keberlanjutan tidak memiliki perhatian yang lebih kuat seperti halnya yang ada di negara maju (misalnya, Jepang) karena dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya kerangka kelembagaan tingkat birokrasi dan peraturan pemerintah yang berbeda dengan negara maju. Sementara pada sisi organisasi, pendekatan proaktif usaha skala kecil dan menengah terkait keberlanjutan dengan bertindak mematuhi peraturan yang berlaku secara hukum dipandang sebagai keunggulan kompetitif strategis. Pada strategi manufaktur, disarankan untuk melakukan perubahan dengan menggunakan pendekatan inkremental karena memerlukan kerangka kerja komprehensif yang melibatkan karyawan untuk dapat fleksibel dalam proses lingkungan yang tidak pasti meskipun dalam praktiknya proses keberlanjutan yang tepat masih belum diketahui dengan jelas. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran integrasi stakeholder/pemangku kepentingan dalam inovasi berkelanjutan pada usaha skala kecil dan menengah di Kota Makassar.
Studi Pengujian Sifat Mekanik Material Baja ST-37 Regna Tri Jayanti
Majalah Teknik Industri Vol 29 No 2 (2021): Majalah Teknik Industri Desember 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian mekanik bahan sangat penting dilakukan untuk mengkarakterisasi sifat mekanik dalam rangka memberikan data pendukung dan spesifikasi dari bahan guna mempercepat proses desain dan inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi sebanyak mungkin sifat mekanik ST-37 yang merupakan material baja karbon dengan menggunakan alat Future Tech Brinell Hardness Tester Type FB-3000 LC, Universal Testing Machine Zwick Roell, dan Charpy Impact Machine. Prosedur pengujian mekanis dan persiapan spesimen dikerjakan dengan menggunakan prosedur (ASTM E 10 – 17 untuk pengujian kekerasan, ASTM A 370 – 03a untuk pengujian tarik, dan ASTM E 23 - 12c untuk pengujian impak). Hasil pengujian menunjukkan bahwa material baja ST – 37 memiliki sifat mekanik yang cukup baik dilihat dari nilai kekerasan yang berada pada rentang 200 – 230 HB, nilai kekuatan tarik ST – 37 diantara 301 – 327 Mpa dan ketangguhan yang tinggi dengan nilai penyerapan energi spesimen sekitar 35 – 42 Joule. Faktor rancangan material dan perlakuan serta alat yang digunakan dalam mempersiapkan material sesuai dengan standar dimensi pengujian perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi nilai pengujian.
Ekstraksi dan Identifikasi Daun Gaharu untuk Sediaan Herbal Susi Heryani; Suharman; Eddy Sapto Hartanto
Majalah Teknik Industri Vol 29 No 2 (2021): Majalah Teknik Industri Desember 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman gaharu banyak tumbuh di Indonesia. Bagian tanaman ini terutama daunnya telah lama dipergunakan oleh masyarakat di wilayah Pekanbaru Riau sebagai bahan berkhasiat obat. Untuk mengetahui kandungan daun gaharu yang digunakan sebagai herbal maka dilakukan penelitian Ekstraksi dan Identifikasi daun gaharu untuk sediaan Herbal. Hasil ekstraksi maserasi menunjukkan bahwa daun gaharu dari jenis sup integra dan malacencis mengandung karbohidrat, energi total, kadar air, lemak, energi dari lemak, kadar abu dan protein yang cukup signifikan berdasarkan jumlah kalori dan persentase bahan. Uji fitokimia menunjukkan bahwa daun gaharu jenis sup integra positif mengandung plavonoid, tanin dan steroid dan negatif mengandung alkaloid, saponin, quinon dan triterponoid. Daun gaharu jenis malensis positif mengandung plavonoid, tanin, saponoid dan steroid dan negatif mengandung alkaloid, quinon dan treterponoid. Secara kualitatif baik daun gaharu jenis sup integra maupun jenis malencis banyak mengandung tanin. Daun gaharu jenis sup integra memiliki kandungan tanin yang lebih tinggi (0,05%) tetapi menghasilkan plavonoid yang lebih sedikit (2,34%) dibanding jenis malencis (0,01% dan 2,74%). Jumlah rendemen yang dihasilkan dari proses ekstraksi maserasi daun gaharu pada skala laboratorium 67,5 hingga 72,5% dan pada skala pilot plant 75 hingga 80%.

Page 7 of 10 | Total Record : 98