cover
Contact Name
Suhartina
Contact Email
suhartina@iainpare.ac.id
Phone
+6285342005852
Journal Mail Official
carita@iainpare.ac.id
Editorial Address
IAIN Parepare, Jalan Amal Bakti 08, Bukit Harapan, Soreang Kota Parepare
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Carita : Jurnal Sejarah dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 29859077     DOI : https://doi.org/10.35905/carita
Core Subject : Social,
This journal focuses on any research related to the history of Islamic culture and the history of Islamic civilization
Articles 42 Documents
Sejarah Kerajaan Turki Usmani Munzir, Muhammad; Artianasari, Nining; Ismail, Muhammad
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 1 No 2 (2023): CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The kingdom of Turkish Usmani was one of the longest-ruling Islamic kingdoms and the most extensive territory. This kingdom is recorded to have conquered many areas of Europe so that the Turkish Kingdom is always interesting to study. This research will discuss how the History of the Kingdom of Turkish Usmani with an emphasis on progress and the Causes of its destruction. This paper is compiled based on data in the form of library research materials with descriptive-historical methods. The results of this study show that one of the greatest advances of the Kingdom of Turkish Usmani was progress in the military field where this is evidenced by the vast areas of conquest carried out by the Usmani Turkish Kingdom. One of the causes of the destruction of the Kingdom of Turkish Usmani was the regeneration of the Sultan which did not go well so that the quality of the Sultan from time to time was declining so that he could no longer control the expanding fiefdom. Dinasti Turki Usmani merupakan salah satu kerajaan Islam yang paling lama berkuasa dan paling luas wilayah kekuasaannya. Kerajaan ini tercatat menguasi banyak wilayah Eropa sehingga Kerajaan Turki selalu menarik untuk dikaji. Penelitian ini akan membahas bagaimana Sejarah Kerajaan Turki Usmani dengan menekankan pada kemajuan dan Penyebab kehancurannya. Tulisan ini disusun berdasarkan data-data berupa bahan pustaka ‘library research’ dengan metode deskriptif-historis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu kemajuan terbesar dari Kerajaan Turki Usmani adalah kemajuan di bidang militer dimana hal ini dibuktikan dengan luasnya daerah-daerah penaklukan yang dilakukan oleh Kerajaan Turki Usmani. Adapun salah satu penyebab hancurnya Kerajaan Turki Usmani adalah regenerasi Sultan yang tidak berjalan baik sehingga kualitas Sultan dari masa ke masa semakin menurun sehingga tidak dapat lagi mengendalikan daerah kekuasaan yang semakin meluas.
Kontribusi Peradaban Islam terhadap Peradaban Eropa Yani, Ahmad
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 1 No 2 (2023): CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to reveal the contribution of Islamic civilization to European civilization by discussing: (1) the process of Islamic civilization entering Europe (2) the influence of Islamic civilization on Europe. The results of this study reveal that Islamic civilization entered Europe in four ways, namely the channel of Islamic civilization which influenced Europe through Spain, Sicily, the Crusades and trade exchanges, but the most important channel in this case was Islamic Spain. Spain is the most important place for Europe to absorb Islamic civilization, both in political, social, economic and civilizational relations between countries. It is a historical fact that Spain has been under Islamic rule for more than seven centuries. European civilization was built from the womb of the historical phase of Islam occupying Spain. Socio-politically, Islam is in a very strong position to expand and civilizationally is in its golden peak. This expansion process was followed by the transfer of science from the Muslims to the Spanish population at that time. The open culture and generous knowledge built by the Muslims at that time made every group, region, or ethnic group very wide open to gain knowledge from the Muslims in Spain, including many Europeans who learned knowledge in various fields from Muslim Spain. , both the sciences 'aqli and science naqli. When they have returned to their respective areas, many have developed this knowledge in mainland Europe. Tulisan ini bertujuan mengungkapkan kontribusi peradaban Islam terhadap peradaban Eropa dengan pembahasan meliputi: (1) proses peradaban Islam masuk ke Eropa (2) pengaruh peradaban Islam terhadap Eropa. Hasil kajian ini terungkap bahwa peradaban Islam masuk di Eropa dengan empat cara yaitu saluran peradaban Islam yang mempengaruhi Eropa melalui Spanyol, Sisilia, Perang Salib maupun pertukaran perniagaan, akan tetapi saluran yang terpenting dalam hal ini adalah Spanyol Islam. Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa menyerap peradaban Islam, baik dalam hubungan politik, sosial, ekonomi maupun peradaban antar negara. Suatu fakta historis Spanyol selama tujuh abad lebih berada dalam kekuasaan Islam. Peradaban Eropa dibangun dari rahim fase sejarah Islam menduduki Spanyol. Secara sosial politik, Islam dalam posisi yang sangat kuat untuk melakukan ekspansi dan secara peradaban dalam Puncak keemasaannya. Proses ekspansi ini diikuti dengan transfer of sciense dari kaum muslimin ke penduduk Spanyol saat itu. Kebudayaan terbuka dan dermawan ilmu yang dibangun oleh kaum Muslimin saat itu, menjadikan setiap kelompok, daerah, atau suku bangsa sangat terbuka lebar menimba ilmu pengetahuan dari kaum Muslimin di Spanyol, termasuk banyak orang-orang Eropa yang menimba ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang dari Muslim Spanyol, baik ilmu-ilmu ‘aqli maupun ilmu naqli. Ketika mereka sudah kembali ke daerah masing-masing banyak yang mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut di daratan Eropa.
Sejarah Konflik di Suriah: Sosok Tokoh Hafez al-Assad dan Bashar al-Assad Muh. Taufiq Syam; Hasaruddin
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v2i1.4323

Abstract

The protest movement against the government regime that took place in the peninsular region of the Arabian peninsula, helped initiate the birth of conflict in Syria. On the one hand, there are also claims that this conflict was triggered by conflict between Shia-Sunni groups between the government involving the central figures Hafez al-Assad and Bashar al-Assad and the opposition groups. Therefore, the purpose of this research is to find out the historical background of the birth of the conflict in Syria and the extent of the main roles of Hafez al-Assad and Bashar al-Assad in the history of the conflict that occurred in Syria. This study used a literature review method with a descriptive analysis approach. The literature that discusses the Arab Spring and the history of the Syrian conflict is the main study material to answer the problem formulation in this paper. In the final stage, this research will present conclusions from the discussion and implications of the background causes of the conflict in Syria.
ISLAM SEKULER DI TURKI DAN PEMIKIRAN KEMAL ATATURK Mahsyar, Ahmad Dhiyaul Haq; Alfiansyah Anwar; Umar Sulaiman
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v2i1.4661

Abstract

There are three areas that can be observed in applying secularism in the era of the Kemalis reforms. First, is the secularization of the state, education, and the law in the form of attacks on the traditional power centers of the institutionalized clergy. Second, is the attack on the symbols of European civilization. Third, is the secularization of social life and attacks on Islam that its people adhere to. The aspects of Mustafa Kemal Ataturk's thinking include those in the political system. At that time, Turkey was a very dictatorial one-party regime. Second, in religious reform. The state guarantees freedom of worship, for citizens, in its implementation carried out in the spirit of radical nationalism and imposed by Kemalis. And the third, in the field of education. Kemal's efforts in his policy showhow his desire should be completely sterile from sharia interference. However, the author at this point agrees with Al-Attas's opinion that Islam rejects any application of a secular concept in any form. Because all of that does not belong to Islam and is contrary to everything.
DESA INDUSTRI: DINAMIKA PENGUSAHA BATIK DI DESA SENDANG DUWUR PACIRAN LAMONGAN 1980-2012 Khoiri, Miftahul; Wahyuni, Ida
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v2i1.5039

Abstract

ABSTRAK Batik adalah hasil karya seni kerajinan warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Batik juga merupakan salah satu peninggalan sejarah yang memberikan corak khas kepada kebudayaan bangsa Indonesia. Batik di Indonesia berpusat di pulau Jawa terutama di Yogyakarta, Solo, Pekalongan, serta daerah-daerah yang lainnya diseluruh Jawa yang kemudian menyebar luas ke seluruh daerah di Indonesia dengan memiliki ciri khas masing-masing khususnya batik lokal yang ada di Sendang Duwur. Kajian artikel ini bertujuan untuk melihat dinamika industri pengusaha batik yang ada di Desa Sendang Duwur, guna memperkenalkan batik lokal ke kanca nasioal maupun internasional. Dalam riset artikel ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskritif karena merupakan kajian lapangan. Adapun dalam metode riset, penulis menggunakan metode sejarah yang terdapat empat tahapan dalam pengkajian yakni, heuristic, kritik, interpretasi, serta historiografi. Dalam riset ini dapat ditemukan hasilnya bahwa, tradisi membatik bermula dari istri Sunan Sendang Duwur yakni, Dewi Tilarsih yang dibuat kegiatan untuk mengisi waktu luang. Saat ia wafat, kegiatan tersebut dijalankan oleh warga tetangganya yang ketika itu melihat dalam membatik sampai sekarang dengan dinamika yang menghasilkan berbagai macam motif. Industri Batik bermula dari rumah masyarakat masing-masing sampai pada terbentuknya komunitas-komunitas industri batik. Dengan begitu, terdapat modal, tenaga kerja, pemasaran, sampai perekonomian dari industri batik. Adanya industri batik yang dijalankan oleh warga masyarakat di Desa Sendang Duwur, menguntungkan para pengusaha batik dalam perekonomian. Karena sebelum adanya industri batik, masyarakatnya hanya bekerja sebagai petani yang perekonomiannya hanya dapat dibuat untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi dengan muncul dan besarnya industri batik di Desa Sendang Duwur ini, masyarakatnya dapat hidup kecukupan hingga dapat menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Terdapat berbagai varian serta motif dalam Batik Sendang Duwur yakni dedaunan, bunga-bunga, putihan, namkathil, singo mengkok, bandeng lele. Selain motif atau varian, batik Sendang Duwur juga terdapat berbagai jenis produk yakni, Selendang, Jarik, Udeng, Sarung, Baju Batik, dan Krudung. Banyaknya jenis varian serta motif yang dimiliki oleh batik Sendang Duwur tersebut di dorongan dari masyarakat Sendiri, serta dari pemerintah setempat. Kata kunci: Dinamika, Industri, Pengusaha Batik, Motif Batik ABSTRACT Batik is a work of art and craft inherited from the ancestors of the Indonesian nation. Batik is also one of the historical heritages that gives a distinctive style to the culture of the Indonesian nation. Batik in Indonesia is centered on the island of Java, especially in Yogyakarta, Solo, Pekalongan, and other areas throughout Java which then spread to all regions in Indonesia with their own characteristics, especially local batik in Sendang Duwur. This article study aims to look at the dynamics of the batik entrepreneur industry in Sendang Duwur Village, in order to introduce local batik to national and international offices. In researching this article, the author uses a descriptive qualitative approach because it is a field study. As for the research method, the author uses the historical method in which there are four stages in the study namely, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. In this research, it can be found that the batik tradition originated from Sunan Sendang Duwur's wife, namely, Dewi Tilarsih, who made activities to fill her spare time. When he died, the activity was carried out by residents of his neighbors who at that time saw the dynamics of batik making up to now producing various kinds of motives. The Batik industry starts from the homes of each community until the formation of batik industry communities. That way, there is capital, labor, marketing, to the economy of the batik industry. The existence of a batik industry run by residents in Sendang Duwur Village benefits batik entrepreneurs in the economy. Because before the existence of the batik industry, the people only worked as farmers whose economy could only be made for their daily needs. However, with the emergence and size of the batik industry in Sendang Duwur Village, the community can live sufficiently so that they can send their children to tertiary education. There are various variants and motifs in Sendang Duwur Batik, namely leaves, flowers, putihan, namkathil, singo mengkok, milkfish catfish. In addition to motifs or variants, Sendang Duwur batik also has various types of products, namely Shawl, Jarik, Udeng, Sarong, Batik Shirt, and Krudung. The many types of variants and motifs owned by Sendang Duwur batik are encouraged by the people themselves, as well as from the local government. Keywords: Dynamics, Industry, Batik Entrepreneurs, Batik Motifs
Metode Sejarah dalam Perspektif Ibnu Khaldun (Telaah Kitab Mukaddimah) Hamzah, Saidin; Nisa, Andi Khaerunin
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v2i1.5301

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menelaah dan menjelaskan Metode Sejarah dalam Perspektif Ibnu Khaldun dalam kitab mukaddimah yang merupakan pendahuluan dari kitab al-Ibar. Untuk menguraikan hal itu masalah pokok penelitian ini adalah bagaimana metode sejarah dalam perspektif ibnu Khaldun? Adapun sub masalah Pertama, Bagaimana biografi Ibnu Khaldun?. Yang kedua, Bagaimana pemikiran sejarah Ibnu Khaldun dan kara-karyannya?. Untuk menjawab permasalahan tersebut metode yang ditempuh adalah penelitian bersifat analytical history (Penelitian Sejarah) antara lain heuristik (pengumpulan data), kritik sumber (intern maupun ekstren), interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gerak sejarah dalam perspektif Ibnu Khaldun adalah siklus, manusia atau masyarakat mengalami tiga fase dalam kehidupan yaitu: lahir, berkembang, dan mati. Dalam dunia politik pemerintahan dikenal masa kebangkitan, keemasan dan akhirnya kehancuran. Jadi Gerak sejarah menurut Ibnu Khaldun adalah berpangkal pada kehendak Tuhan. Perubahan yang terjadi pada masyarakat karena kehendak Tuhan, meskipun secara alamiah manusia adalah berubah tetapi perubahan (gerak sejarah) terjadi karena qadar Tuhan.
Kontribusi Khalifah Usman bin Affan dalam Perkembangan Peradaban Islam Yani, Ahmad; Nuraeni; Fattah , Muhammad
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v2i1.5340

Abstract

Kajian ini membahas tentang sosok Usman bin Affan, khalifah yang kontroversi terkait kebijakan-kebijakannya, namun tidak bisa dipungkiri ia pemimpin yang luar biasa terkait dengan jasanya terhadap perkembangan peradaban Islam. Metode yang dipakai adalah metode sejarah dengan menempuh empat tahapan kritis: heuristic, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil kajian mengungkapkan bahwa Usman bin Affan merupakan khalifah ketiga dari urutan khulafa’urrasyidin beliau termasuk salah seorang tokoh yang sangat dihormati dan disegani oleh masyarakat. Selain berkedudukan tinggi, dia juga sangat kaya raya dan sangat pemurah menafkahkan kekayaannya untuk kepentingan agama Islam; Pemilihan khalifah usman bin affan atas rekomendasi dari umar dengan membentuk tim formatur yang terdiri dari enam sahabat dari berbagai kelompok sosial yang ada; Usman bin Affan berkontribusi dalam perkembangan peradaban Islam. Beliau adalah pemimpin pertama dalam sejarah umat Islam yang membangun angkatan laut muslim. Selain itu, ia juga berhasil mengkodofikasi Alquran yang pada hari ini masih bisa dilihat hasilnya yakni Mushaf Usmani. Selain itu, Usman juga berkomitmen terhadap perluasan wilayah Islam dengan menguasai Kabul, Gaznah, Balk, dan Turkistan bagian timur, selanjutnya sebagian wilayah Khurasan, Asia kecil ke Tripoli dan Afrika Utara.
PERKEMBANGAN ISLAM DI KEDATUAN SUPPA ABAD KE-17 Majid, Muh. Ilham; Yunus, Abd. Rahim; Wahyuddin
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v2i1.6482

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang perkembangan Islam di Kedatuan Suppa abad ke-17 dengan difokuskan pada kedatangan dan penerimaan Islam di Suppa dan pengaruh Islam terhadap kehidupan masyarakat Suppa. Untuk menjawab hal tersebut, maka ditempuh dengan metode kritis melalui empat tahapan: heruistik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Pendekatan yang dilakukan sebagai pisau analisis adalah pendekatan antropologi budaya, sosiologi. Riset ini menemukan bahwa kontak Islam dengan masyarakat Suppa tidak terlepas dari jalur pelayaran dan perdagangan di wilayah pesisir, kemudian diterima secara melembaga pada abad ke-17 khususnya pada masa pemerintahan Datu Suppa We Passulle Daeng Bulaeng tahun 1609 yang diikuti oleh masyarakat Suppa secara umum. Islam kemudian terintegrasi ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat setempat, sehingga Islam menjadi bagian dari identitas masyarakat Suppa.
ETIKA PERANG SALAHUDDIN AL-AYYUBI DALAM PERANG SALIB 1174-1192 M. Nurrohim, Nurrohim
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 2 No 2 (2024): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v2i2.6486

Abstract

Terdapat beberapa cerita berkenaan dengan kemasyhuran etika/ akklak Salahuddin al-Ayyubi terhadap lawannya, salah satunya adalah kisah rivalitas sehat antara dirinya dengan Raja Richard. Dalam upaya merebut Jerussalem dari tangan kekuasaan Salahuddin, Raja Richard memenangkan pertempuran Asur, namun ketika berusaha untuk melanjutkan penyerangan ke Jerussalem Raja Richard menderita kelelahan yang sangat dan kekuarangan suplai makanan. Salahuddin kemudian dengan sukarela mengirimkan bantuan makanan dan mengirim dokter pribadi untuk memeriksa kesehatan Raja Richard. Kisah rivalitas sehat ini yang kemudian masyhur di kalangan Barat. Penelitian ini berusaha menggali data berkenaan tentang individu Salahuddin dan etika yang ia terapkan selama Perang Salib. Batasan 1174-1192 M. adalah batasan ketika Salahuddin mulai memerintah dan mendirikan Daulah Abbasiyah sampai ketika ia meninggal di tahun 1192 M.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Pendekatan yang digunakan adalah penedekatan multidimesional yang meliputi pendekatan sejarah, agama dan politik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh Salahuddin selama Perang Salib selalu ia hubungkan dengan pemahaman maupun kepatuhan keagamaannya. Ia berpegang kepada al-Qur’an maupun Hadis serta senantiasa berpegang kepada uswah hasanah Nabi Muhammad SAW. Ini menjadi jawaban terhadap etika perang yang dianut oleh Salahuddin al-Ayyubi.
HISTORITAS PERKEMBANGAN HADIS (DARI PERIODE KLASIK HINGGA KONTEMPORER) Junaid bin Junaid; Muh. Nasruddin A
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 2 No 2 (2024): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v2i2.7135

Abstract

ABSTRACT The history of the study of hadith from time to time experienced a very significant development, initially the study of hadith from oral to oral developed into writing, the change was nothing but a form of concern for the loss of the Prophet's traditions, the development of hadith reached its peak when entering the tabiin period precisely the reign of Caliph Umar bin Abdul Aziz, where hadith at this time was officially codified in order to overcome the spread of false traditions pioneered by the perpetrators of heresy. Furthermore, after the hadith was codified its development became very rapid, with the birth of canonical books of hadith until the emergence of terms of hadith scholarship that were oriented as hadith selectors (sanad criticism of hadith) and hadith sharh books appeared as explanations of the Prophet's traditions. Until the next period, the study of hadith shifted not only to sanad criticism but has entered criticism of the matan. Even along with the times that have entered the digital era, hadith began to be packaged in order to present the study of hadith more easily. ABSTRAK Sejarah kajian hadis dari masa ke masa mengalamai perkembangan yang sangat signifikan, mulanya kajian hadis dari lisan ke lisan berkembang menjadi tulisan, perubahan tersebut tak lain sebagai bentuk kekhawatiran akan hilangnya hadis-hadis Nabi SAW, perkembangan hadis mencapai puncaknya ketika memasuki periode tabiin tepatnya pemerintahan khalifah Umar bin Abdul Aziz, dimana hadis pada masa ini resmi dikodifikasi guna menanggulangi tersebarnya hadis-hadis palsu yang di pelopori oleh para pelaku bid’ah. Lebih lanjut, setelah hadis dikodifikasi perkembanganya menjadi sangat pesat, dengan lahirnya kitab-kitab kanonik hadis hingga muncul term-term keilmuan hadis yang berorientasi sebagai penyeleksi hadis (kritik sanad hadis) serta muncul pula kitab-kitab syarh hadis sebagai penjelas hadis-hadis Nabi SAW. Hingga periode selanjutnya kajian hadis beralih tidak hanya berkutat pada kritik sanad melainkan sudah memasuki kritik terhadap matan. Bahkan seiring dengan perkembangan zaman yang sudah memasuki era digital, hadis mulai di kemas di dalamnya guna menghadirkan pengkajian hadis dengan lebih mudah.