cover
Contact Name
Yuliana Jamaluddin
Contact Email
yuliana.jamaluddin@iain-manado.ac.id
Phone
+6285255448704
Journal Mail Official
nur.syahidah@iain-manado.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi Utara, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies
ISSN : -     EISSN : 29860342     DOI : https://doi.org/10.30984/mustafid
Ilmu Al-Quran dan Tafsir merupakan Program Studi di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwa IAIN Manado yang mempunyai Visi Menjadi Pusat Pengembangan Ilmu Al-Quran Dan Tafsir Yang Unggul Dan Moderat Berbasis Masyarakat Multikultural dan Misi 1. Menyelenggarakan Pendidikan Ilmu Al-Quran Dan Tafsir Yang Aktual Dan Kontekstual Untuk Membentuk Pribadi Yang Unggul Dan Moderat., 2. Menyelenggarakan Penelitian Yang Berorientasi Pada Pengembangan Ilmu Al-Quran Dan Tafsir Yang Berbasis Multikultural. 3. Menyelenggarakan Pengabdian Yang Berbasis Hasil Penelitian Ilmu Al-Quran Dan Tafsir Untuk Mewujudkan Masyarakat Multikultural Yang Moderat. 4. Melakukan Kerjasama Dengan Lembaga-Lembaga Yang Berorientasi Pada Pengembangan Ilmu Al-Quran Dan Tafsir
Articles 48 Documents
Istidraj Perspektif Asy-Syaukani dalam Tafsir Fath Al-Qadir Rahmawati, Jihan; Nurain, St Nur Syahidah Dzatun
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 3 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v3i2.1013

Abstract

Istidrāj adalah bentuk kesenangan dan kenikmatan yang diberikan kepada orang-orang yang menjauh dari Allah, yang sebenarnya merupakan azab yang Allah berikan kepada mereka tanpa mereka sadari. Allah menarik mereka perlahan-lahan menuju kebinasaan, dan akan menghukum mereka secara tiba-tiba tanpa mereka ketahui. Tujuan dari istidrāj ini adalah untuk menguji apakah seorang hamba akan bertobat dan kembali kepada Allah atau malah semakin jauh dari-Nya. Penulis berusaha untuk memahami konsep istidrāj berdasarkan tafsir Fatḥ al-Qadīr. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber literatur, terutama tafsir Fatḥ al-Qadīr sebagai data primer, serta kitab-kitab tafsir dan jurnal-jurnal relevan sebagai data sekunder. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis maudhu’i. Penelitian ini bertujuan untuk menggali penafsiran istidrāj dalam tafsir Fatḥ al-Qadīr karya Asy-Syaukani. Dalam Al-Qur'an, istilah istidrāj disebutkan secara langsung dalam QS. al-A’rāf (7): 182 dan QS. al-Qalam (68): 44, serta secara tersirat dalam QS. ali-Imrān (3): 178 dan QS. al-An’ām (6): 44. Menurut Asy-Syaukani, istidrāj dipahami sebagai hukuman yang diberikan kepada orang kufur atau melakukan pelanggaran bukan dengan hukuman yang menyakitkan melainkan dengan memberikan nikmat atau menunda siksaan agar mereka terus lalai dalam tidak-taatan.
Analisis Tasybih dalam QS. Ar-Rahman Salsabila, Hanna
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 3 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v3i2.817

Abstract

Keindahan bahasa Al-Qur'an merupakan salah satu aspek yang menjadi daya tarik utamanya, di mana balaghah memainkan peran penting dalam memperkuat pesan ilahi yang terkandung di dalamnya. Balaghah, sebagai ilmu yang mempelajari keindahan bahasa dan gaya retorika, membantu memahami makna yang lebih mendalam dalam teks suci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan tujuan penggunaan tasybih dalam QS. Ar-Rahman, salah satu surat yang kaya akan keindahan bahasa dan pesan retorikanya. Melalui pendekatan analisis balaghah berbasis studi literatur, Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat ayat dalam QS. Ar-Rahman yang mengandung tasybih, yaitu ayat 14, 24, 37, dan 58. Bentuk tasybih yang ditemukan dalam QS. Ar-Rahman meliputi tasybih mursal mujmal pada ayat 14, 24, dan 58, di mana adat tasybih disebutkan tetapi wajh as-syibhnya dihilangkan. Sementara itu, pada ayat 37, bentuk tasybih yang digunakan adalah tasybih baligh, di mana baik adat maupun wajh as-syibhnya dihilangkan. Tujuan penggunaan tasybih dalam ayat-ayat tersebut adalah untuk memperjelas musyabbah, sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih kuat dan mendalam.
Mengenal Kitab Tafsir Al-Quran Abad 20 M (Masa Pra Kemerdekaan) Rohani, Nurul
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 3 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v3i2.834

Abstract

Penulisan tafsir Al-Qur'an di Indonesia pada abad ke-20 mencerminkan perkembangan yang pesat, terutama melalui dua karya utama, yaitu "Mengenal Kitab-Kitab Tafsir Indonesia Abad 20 M" dan "Mengenal Pengarang Kitab Al-Furqon Fi Tafsir Al- Qur'an." Gusmian menggambarkan tiga periode perkembangan tafsir, mulai dari periode awal hingga periode ketiga yang kreatif, dengan munculnya pendekatan tematik dan kajian teologis. Penafsiran Al-Qur'an mengalami transformasi dengan penerapan metode hermeneutika dan eksplorasi masalah hukum serta tema sosial. Ahmad Hassan, penulis "Al-Furqon Fi Tafsir Al-Qur'an," menjadi perwakilan penting dalam pengembangan tafsir di Indonesia. Lahir di Singapura pada 1887, Hassan memainkan peran utama dalam organisasi Persatuan Islam (Persis) dan menghasilkan tafsir yang bersifat literal, tematik, serta mudah dipahami. Kitab tafsirnya menonjolkan penggunaan beragam sumber, bahasa yang jelas, namun juga memiliki kekurangan, seperti minimnya penafsiran pada beberapa ayat. Komunikasi verbal dalam tafsir Al- Furqon mencirikan penekanan pada kualitas perkataan yang menonjolkan keesaan Allah, yang tercermin baik dalam aspek tulisan maupun lisan. Keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang evolusi tafsir Al-Qur'an di Indonesia sepanjang abad ke-20.
Dampak Eksploitasi terhadap Alam Diqi, Intan Diana Fitriyati
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 3 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v3i2.997

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas dampak buruk dari eksploitasi sumber daya alam seperti penambangan batu dan pengerukan pasir yang menyebabkan kerusakan tanah, mata air, dan lingkungan. Studi Analisis tafsir Safinah Kalla Saya'lamu Fii Tafsiri Syaikhina Maimun menunjukkan bahwa eksploitasi manusia terhadap alam dapat memiliki dampak negatif yang signifikan bahkan dianggap sebagai tanda kiamat. Krisis lingkungan saat ini disebabkan oleh perilaku manusia yang eksploitif terhadap sumber daya alam, dan manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga sumber daya alam dengan baik. Penelitian ini bertujuan mempelajari tafsiran Syaikhina Maimun terkait dengan dua hal yaitu eksploitasi sumber daya alam dan akibatnya sebagai tanda kiamat. Penelitian ini bersifat deskriptif untuk menggambarkan objek penelitian secara menyeluruh dengan menggunakan analisis isi dan interpretasi deduktif. Berdasarkan data yang didapat, penelitian ini menjawab hipotesis terkait Dampak Eksploitasi terhadap Alam (studi analisis tafsir Safinah Kalla Saya'lamun fii Tafsiri Syaikhina Maimun) Karena bumi tempat tinggal manusia, maka manusia juga harus merawat bumi dalam keadaan sebagaimana perintah Allah.
Resiliensi Qur'ani dalam Lensa Tafsir al-Misbah Choiroh, Wahyuni Nuryatul; Kamal, Faiz
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 3 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v3i2.1123

Abstract

Penelitian ini membahas tentang konsep resiliensi Qur'ani dalam membangun ketahanan mental generasi muda, dengan menggunakan analisis dan implementasi pada Tafsir Al-Misbah. Penelitian ini merupakan kajian pustaka yang menganalisis implementasi konsep resiliensi Qur'ani dalam Tafsir Al-Misbah karya Prof. Quraish Shihab. Dengan menerapkan metode tafsir maudhu’i (tematik), penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti muhasabah, shabr, dan tawakkal kedalam kerangka resiliensi psikologis generasi muda ditengah kompleksitas dinamika kehidupan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan praktik shabr (kesabaran), muhasabah (refleksi diri), dan tawakkal (berserah diri kepada Allah), jika diintegrasikan dengan elemen-elemen lain pendukung resiliensi, mampu menciptakan ketangguhan mental dan spiritual yang kuat pada generasi muda. Resiliensi yang dibangun melalui integrasi nilai-nilai spiritual berperan sebagai mekanisme koping yang efektif dalam menghadapi stresor kehidupan. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai spiritual dan resiliensi menjadi fondasi yang krusial dalam membentuk generasi yang mampu berkembang secara optimal di tengah kompleksitas zaman modern.
Tafsir ‘Ilmi dalam Tafsir Al-Maraghi Gani, Muhammad Safar
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 3 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v3i2.1181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis corak tafsir 'ilmi dalam kitab Tafsir al-Maraghi pada Juz 'Amma. Tafsir 'ilmi merupakan pendekatan yang menekankan pada integrasi antara ilmu pengetahuan modern dengan tafsir ayat-ayat Al-Qur'an. Dalam kitab Tafsir al-Maraghi, karya Ahmad Musthafa al-Maraghi, banyak ditemukan ayat-ayat yang ditafsirkan dengan menghubungkannya pada fenomena ilmiah yang sudah diakui oleh ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi untuk mengidentifikasi dan mengkaji ayat-ayat dalam Juz 'Amma yang memiliki corak tafsir 'ilmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Maraghi berusaha menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an dengan pendekatan ilmiah, namun tetap mempertahankan prinsip-prinsip agama. Al-Maraghi tidak hanya menjelaskan makna literal ayat, tetapi juga memberikan penjelasan tentang keterkaitan antara ayat-ayat Al-Qur'an dengan fakta-fakta ilmiah. Studi ini menunjukkan relevansi tafsir 'ilmi sebagai upaya untuk menjembatani antara agama dan ilmu pengetahuan, serta memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an di era modern.
Persepsi Orientalis terhadap Hadis: Kajian Epistemologi Amrullah, Amrullah; Harun, Amrullah; Sakti, Irfan Jaya
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v4i1.1208

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang studi hadis di kalangan orientalis, yang mencakup motivasi, metode, serta pandangan mereka terhadap hadis Nabi Muhammad saw. Penelitian ini termasuk dalam jenis riset kepustakaan (library research), dengan sumber datanya berupa literature-literatur terkait. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa orientalis adalah istilah untuk ahli yang mempelajari dunia Timur, termasuk budaya, agama, sejarah, dan masyarakatnya. Motivasi mereka beragam, mulai dari misi keagamaan, kepentingan politik, eksplorasi bisnis, hingga tujuan ilmiah. Dalam kajian hadis, para orientalis sering berpendapat bahwa hadis dan sunnah tidak berasal dari Nabi Muhammad saw. Mereka menganggap sanad dan matan sebagai hasil rekayasa, serta menolak hadis sebagai sumber hukum Islam dengan dalih bahwa Nabi tidak diutus untuk menetapkan hukum. Namun, tidak semua orientalis hanya mengkritik. Arent Jan Wensinck (1939 M) memberikan kontribusi besar dalam ilmu hadis dengan menyusun karya monumental seperti al-Mu’jam al-Mufahrats li Alfazh al-Hadis an-Nabawi dan Miftah Kunuz al-Sunnah. Karya ini memudahkan peneliti dalam melacak dan memahami hadis dengan lebih sistematis.
Keadilan Ekologis dalam Perspektif Al-Qur'an: Membaca Surah An-Nahl Ayat 3 Melalui Kaidah Izhhar dan Idhmar Akib, Mohammad
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v4i1.1349

Abstract

Artikel ini membahas konsep keadilan ekologis dalam perspektif Al-Qur'an melalui pendekatan kaidah izhhar (penyebutan eksplisit) dan idhmar (penyebutan implisit) dengan fokus pada Surah An-Nahl ayat 3. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana ayat tersebut dapat menjadi landasan teologis dalam mendorong kesadaran ekologis dan tanggung jawab manusia terhadap alam. Metode yang digunakan adalah pendekatan tafsir tematik, yang menghubungkan kandungan ayat dengan prinsip izhhar dan idhmar serta relevansinya terhadap isu lingkungan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah An-Nahl ayat 3 memberikan penekanan pada kebesaran Allah sebagai pencipta segala sesuatu melalui tanda-tanda yang tersurat (izhhar) dan tersirat (idhmar) di alam. Pendekatan ini menegaskan bahwa kejelasan keberadaan Allah dapat ditemukan dalam keteraturan dan harmoni alam. Dengan demikian, manusia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan lingkungan sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa keadilan ekologis dalam Al-Qur'an bukan hanya terkait dengan pelestarian lingkungan, tetapi juga dengan keadilan sosial yang berkelanjutan. Kesimpulannya, kaidah izhhar dan idhmar dapat menjadi alat hermeneutik untuk memahami pesan-pesan ekologis dalam Al-Qur'an, terutama dalam kaitannya dengan keadilan dan tanggung jawab manusia terhadap alam.
Nilai Ekologis Islam: Konsep Khalifah dan Amanah Arsyad, Muhammad; Hasanah, Noor
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v4i1.1361

Abstract

Krisis lingkungan global yang kian parah menuntut respons yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga fundamental dari sisi etis dan spiritual. Artikel ini berargumen bahwa Islam, melalui konsep ekologisnya, menawarkan kerangka kerja yang kokoh untuk mengatasi krisis tersebut. Fokus utama penelitian ini adalah pada konsep Khalifah (wakil Tuhan di bumi) dan Amanah (mandat kepercayaan), yang dianalisis secara mendalam melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsep Khalifah memosisikan manusia bukan sebagai penguasa absolut, melainkan sebagai pengelola yang bertanggung jawab atas kelestarian alam. Sementara itu, konsep Amanah menegaskan bahwa sumber daya alam adalah titipan suci yang harus dimanfaatkan secara adil, proporsional, dan berkelanjutan. Dengan demikian, internalisasi kedua nilai ini dapat mentransformasikan perilaku manusia dari eksploitatif menjadi harmonis, serta menjadikan upaya pelestarian lingkungan sebagai wujud ibadah dan pemenuhan tanggung jawab spiritual.
Analisis Hukum Ghīlah dan ‘Azl Khalil, Ahmad Alfan; Hasbillah, Ahmad Ubaydi
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v4i1.1440

Abstract

Syariat Islam tidak hanya mengatur aspek ibadah ritual, tetapi juga mencakup dimensi biologis dan sosial kehidupan manusia, termasuk dalam hubungan suami istri. Dua praktik yang dikenal sejak masa Nabi Muhammad ﷺ, yaitu ghīlah (hubungan suami istri saat istri sedang menyusui) dan ‘azl (mengeluarkan mani di luar rahim), mencerminkan fleksibilitas hukum Islam yang mempertimbangkan antara kemaslahatan dan kemudaratan. Hadis riwayat Muslim nomor 1442 menjadi landasan utama dalam memahami hukum kedua praktik tersebut, dengan penekanan bahwa Nabi ﷺ tidak melarang ghīlah, dan para sahabat melakukan ‘azl tanpa adanya larangan eksplisit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum ghīlah dan ‘azl melalui pendekatan takhrīj hadis, analisis matan, serta telaah terhadap pandangan para ulama klasik. Selain itu, studi ini juga mengaitkan interpretasi tradisional dengan konteks kontemporer, khususnya dalam isu kesehatan ibu dan anak, serta hak reproduksi dalam institusi pernikahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis riwayat Muslim nomor 1442 berstatus ṣaḥīḥ dan dapat dijadikan ḥujjah dalam penetapan hukum. Hadis ini juga tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip medis modern, terutama terkait kesehatan ibu menyusui dan perencanaan keluarga. Selain itu, pemahaman terhadap hadis-hadis hukum seperti ini memerlukan pendekatan multidisipliner, yang tidak hanya bertumpu pada analisis tekstual, tetapi juga mempertimbangkan maqāṣid al-syarī‘ah serta dinamika sosial yang terus berkembang.