cover
Contact Name
Hamid
Contact Email
numera@uinsaizu.ac.id
Phone
+628818762897
Journal Mail Official
numera@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani No. 40 Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia Telp. 0281-635624 Fax. 0281-636553
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Nusantara Raya
ISSN : -     EISSN : 29634970     DOI : 10.24090/jnr
Jurnal Nusantara Raya publishes articles with aim and scope: 1. Language teaching 2. Literature teaching 3. Learning Indonesian Language and Literature 4. Study of Indonesian, Archipelago, and Malay Languages 5. Study of Indonesian literature 6. Comparative Literature Study 7. Comparative Linguistics
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2025)" : 10 Documents clear
Kehidupan Spiritual Desa Jembangan: Perayaan Isra Mi’raj Sebagai Wujud Ketaqwaan Al Kubro, Muhammad Fathan; Fawaid Manggala, Azmi; Nur Hidatullah, Patrya; Dwi Hartono, Prasetyo; Kusumaningrum, Endah
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.13313

Abstract

Kehidupan spiritual masyarakat Desa Jembangan memiliki karakteristik yang kaya dan beragam, salah satunya tercermin dalam perayaan Isra Mi’raj. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan nilai-nilai ketaqwaan yang terkandung dalam perayaan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perayaan Isra Mi’raj di Desa Jembangan bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan momen refleksi spiritual yang mendalam bagi masyarakat. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, seperti pengajian, doa bersama, dan tradisi lokal yang memperkuat ikatan sosial antarwarga. Selain itu, perayaan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketaqwaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Isra Mi’raj di Desa Jembangan tidak hanya memperkuat aspek spiritual individu, tetapi juga memperkokoh solidaritas komunitas dalam menjalankan ajaran agama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami dinamika kehidupan spiritual di masyarakat pedesaan serta pentingnya perayaan keagamaan dalam membangun ketaqwaan. Perayaan Isra Mi’raj di Desa Jembangan menjadi salah satu bentuk ekspresi ketaqwaan masyarakat yang tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan ritual, tetapi juga dalam interaksi sosial yang terjalin selama kegiatan tersebut. Masyarakat berpartisipasi aktif dalam berbagai rangkaian acara, yang mencakup ceramah agama, pembacaan shalawat, dan kegiatan sosial lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa perayaan ini berfungsi sebagai penguat nilai-nilai keagamaan dan sosial yang ada di dalam komunitas. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan perayaan, seperti perubahan sosial dan pengaruh modernisasi yang dapat mempengaruhi cara masyarakat menjalankan tradisi. Dengan demikian, perayaan Isra Mi’raj di Desa Jembangan tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga sebagai upaya untuk mempertahankan identitas budaya dan agama di tengah arus perubahan zaman.
Workshop Parenting Pengasuhan Positif untuk Meningkatkan Kualitas Komunikasi Orang Tua dan Anak di Desa Jembangan Asih, Wiji; Nawal Rizqullah, Fitta; Pitaloka, Anisa; Dwi Astuti, Asri; Indah Pristiwi, Wuri; Mu-sek, Ruhanee; Kusumaningrum, Endah
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.13320

Abstract

Orang tua memerlukan bimbingan dan panduan dalam membantu anak-anak mereka bertumbuh dan berkembang. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu keluarga melaksanakan pengasuhan pada anak mereka. Dengan menggunakan panduan parenting, sebagai temuan/hasil dari penelitian sebelumnya. Panduan ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah modul yang mudah digunakan keluarga dalam membimbing remaja, menghadapi pengaruh globalisasi ini. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan hasil peningkatan pemahaman orang tua tentang pola pengasuhan kepada anak terutama tentang pengasuhan positif dan kualitas komunikasi yang baik dalam keluarga yang diterapkan pada anak-anak mereka. Dalam suatu sesi, tim pengabdi juga berkesempatan berinteraksi dan berdialog langsung dengan para orang tua terkait hal-hal yang mereka temui selama pengasuhan. Manfaat yang didapat diharapkan keluarga dapat menerapkan model pengasuhan tepat ini pada setiap interaksi yang terjadi di keluarga. Pengasuhan positif merupakan pendekatan yang menekankan pada komunikasi yang baik, penghargaan, dan disiplin tanpa kekerasan dalam mengasuh anak-anak. Dalam rangka meningkatkan kualitas komunikasi orang tua dan anak, masalah yang di hadapi orang tua di desa Jembangan kurangnya pengetahuan dan kemampuan dalam mengasuh anak-anak dengan pendekatan pengasuhan positif. Fokus pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan orang tua dalam mengasuh anak-anak dengan pendekatan pengasuhan positif.
Shifting the Way the Public Forms Religious Understanding in the Era of Digital Disruption Imam Hidayat; Hamid Samiaji, Mukhamad
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.14254

Abstract

The era of digital disruption has brought a major transformation in the way people access, understand, and form religious beliefs. Advances in information and communication technology, particularly through the internet and social media, have created new spaces that challenge conventional religious authority structures. This article aims to analyze how digital disruption changes the pattern of religious formation among the public, focusing on changes in the source of authority, religious learning mechanisms, and the dynamics of virtual communities. This study uses a qualitative-descriptive approach with literature studies and digital observations. The results of the study show that there is a shift in religious authority from formal institutions to religious figures who are active on social media, there is a tendency for fragmentation and polarization in religious discourse, the emergence of an economic religious content encourages the commodification of religion, and the weak digital literacy of the community increases the potential for the spread of false, intolerant, or extreme religious information. These findings confirm the need for adaptive strategies for religious institutions and the improvement of people's religious digital literacy.
Aksiologi Ilmu dalam Filsafat Pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Anisah; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menegaskan kembali makna dan fungsi aksiologi ilmu dalam filsafat pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebagai dasar pembentukan nilai, moral, dan tujuan pendidikan dasar. Selama ini, kajian filsafat pendidikan Islam lebih menyoroti aspek epistemologi dan ontologi, sedangkan dimensi aksiologi ilmu masih jarang dikaji dalam konteks pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi pustaka dengan analisis filosofis dan hermeneutik terhadap karya Al-Ghazali, Syed Muhammad Naquib al-Attas, serta pemikir kontemporer seperti Moh. Roqib dan Nata. Hasil kajian menunjukkan bahwa aksiologi ilmu dalam pendidikan MI meliputi tiga dimensi utama: (1) nilai moral dan spiritual, (2) pembentukan karakter dan adab peserta didik, serta (3) tujuan sosial dan teologis ilmu bagi kemaslahatan dan pengabdian kepada Allah SWT. Kebaruan penelitian terletak pada model konseptual tiga dimensi aksiologi ilmu yang mengintegrasikan nilai, moral, dan tujuan sebagai fondasi kurikulum dan pembelajaran MI, guna melahirkan insan berilmu dan beradab yang seimbang antara intelektualitas, moralitas, dan spiritualitas.
Aksiologi Pembelajaran Humanis-Religius di Madrasah Ibtidaiyah: Menemukan Nilai dan Tujuan Ilmu dalam Era Modern Latif, Amin; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.15462

Abstract

Pendidikan Islam pada hakikatnya berfungsi membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Namun, perkembangan pendidikan modern cenderung menekankan aspek kognitif dan instrumental sehingga nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan mulai terpinggirkan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan aksiologis antara tujuan ideal pendidikan Islam dengan praktik pembelajaran di lembaga dasar, khususnya Madrasah Ibtidaiyah. Artikel ini bertujuan menganalisis dasar aksiologis pembelajaran humanis-religius serta relevansinya terhadap arah dan tujuan ilmu dalam konteks modern. Kajian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan filsafat pendidikan Islam, berfokus pada dimensi aksiologi yang menelaah nilai dan tujuan ilmu. Data diperoleh dari literatur klasik dan modern, seperti karya Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Al-Attas, dan pemikir pendidikan kontemporer seperti Rogers, Freire, dan Kuntowijoyo. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran humanis-religius merupakan wujud penerapan nilai aksiologis Islam, yaitu integrasi antara rasionalitas, moralitas, dan spiritualitas dalam proses pendidikan. Dengan menempatkan ilmu sebagai sarana pengabdian kepada Allah dan kemaslahatan manusia, Madrasah Ibtidaiyah dapat menjadi ruang pembentukan generasi beradab dan berjiwa religius di tengah tantangan modernitas.
Adab atau Ilmu: Tinjauan Filosofis dalam Perspektif Pendidikan Islam Prayogo, Arif; Nurfuadi
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.15480

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis kedudukan adab dan ilmu dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Dianalisis melalui pendekatan filsafat pendidikan meliputi aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara ontologis, ilmu dipandang sebagai karunia Ilahi yang memiliki nilai kebenaran dan petunjuk. Sedangkan adab berfungsi sebagai landasan normatif yang menempatkan ilmu sesuai kedudukannya. Secara epistemologis, proses perolehan ilmu tidak hanya bertumpu pada akal dan pengalaman empiris, tetapi juga pada wahyu. Adab sebagai prasyarat fundamental agar pencarian ilmu berlangsung secara benar dan bernilai keberkahan. Secara aksiologis, tujuan penggunaan ilmu diarahkan pada kemaslahatan, pengembangan akhlak, serta pengabdian kepada Allah Swt. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi antara adab dan ilmu merupakan keharusan dalam pendidikan Islam, karena adab menjadi fondasi moral bagi ilmu, sementara ilmu memperkaya pengamalan adab, sehingga keduanya menghasilkan pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi kehidupan.
Peran Filsafat Pendidikan Islam dalam Membangun Pendidikan Karakter Siswa Kelas IV SD Negeri Ajibarang Wetan Desianto; Khoirul Azis, Donny
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.15493

Abstract

This study aims to describe the role of Islamic educational philosophy in building the character education of fourth-grade students at SD Negeri Ajibarang Wetan. The background of this research arises from the growing need to strengthen character education in elementary schools amid increasingly complex moral and social challenges. Islamic educational philosophy is considered relevant because it emphasizes a balance between intellectual, emotional, and spiritual development rooted in the values of tawhid (divine unity), adab (ethics), and human responsibility as khalifah (steward) on earth. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers, the principal, and students, as well as document analysis. The findings reveal that Islamic educational values have been effectively integrated into learning activities, school culture, and religious practices. Teachers implement the principles of ta’dib (moral education), uswah hasanah (exemplary conduct), and muhasabah (self-reflection) to shape students’ character. These practices have resulted in positive behavioral changes such as honesty, responsibility, discipline, and social care. However, the study also found that teachers’ understanding of the philosophical foundations of Islamic education varies, indicating the need for further professional development to strengthen conceptual and reflective competence. The implications of this study highlight the importance of systematically integrating Islamic educational philosophy within the Merdeka Curriculum to develop students who are morally upright, religiously aware, and intellectually balanced.
Pendekatan Epistemologi Immanuel Kant dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di MI Ma’arif 02 Bajing Kulon Aditya Suryani, Dian; Hidayat, Fahri
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.15476

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pola pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar yang bersifat hafalan dan belum menumbuhkan kemampuan berpikir reflektif serta kritis peserta didik. Kondisi ini menunjukkan adanya persoalan epistemologis dalam proses pembentukan pengetahuan mengenai nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan epistemologi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di MI Ma’arif 02 Bajing Kulon serta mengkaji relevansinya dengan pemikiran Immanuel Kant. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan epistemologi diterapkan melalui tiga aspek utama, yaitu pengalaman empiris, penalaran rasional, dan refleksi moral. Peserta didik tidak hanya menerima materi secara verbal, tetapi dilatih mengamati fenomena nyata, menganalisis kasus, berdiskusi, serta merefleksikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan ini sejalan dengan epistemologi rasional-transendental Immanuel Kant yang menekankan keterpaduan antara pengalaman dan akal budi dalam membentuk pengetahuan dan kesadaran moral. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pancasila berbasis epistemologi mampu mendorong terbentuknya peserta didik yang kritis, berkarakter, dan memiliki kesadaran moral yang lebih matang. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi guru dalam merancang pembelajaran Pancasila yang lebih reflektif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter, sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik pendidikan nilai yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
Peran Ontologi dalam Pemahaman Sumber Pengetahuan pada Pembelajaran Modern Vidya Prastiwi, Destiana; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.15521

Abstract

Artikel ini membahas peran ontologi dalam memahami sumber pengetahuan pada pembelajaran modern. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sumber pengetahuan kini semakin beragam dan kompleks. Melalui pendekatan ontologis, artikel ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi peran ontologi dalam memahami dan mengorganisasi sumber pengetahuan guna meningkatkan efektivitas pembelajaran modern dan bagaimana penerapannya untuk mendukung pembelajaran yang lebih modern, adaptif, dan kontekstual. Melalui pendekatan studi pustaka, penulis melakukan pengkajian, pembelajaran dan pemahaman terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan objek yang sedang dikaji. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan ontologi dalam sistem pembelajaran modern mendukung integrasi multi-sumber informasi dan pengembangan pembelajaran adaptif. Dalam era pembelajaran modern, pentingnya sumber pengetahuan yang terorganisir semakin meningkat. Ontologi sebagai sistem klasifikasi pengetahuan berfungsi untuk mendefinisikan dan mengelompokkan informasi, sehingga memudahkan dalam pencarian dan penggunaan sumber pengetahuan yang relevan. Penerapan ontologi pada pembelajaran modern yaitu dengan fokus pada bagaimana struktur dan klasifikasi pengetahuan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Integrasi Filsafat Pendidikan dengan Delapan Dimensi Profil Lulusan Guna Mewujudkan Generasi Emas: - Rakhmat; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i1.15522

Abstract

Artikel ini membahas integrasi filsafat pendidikan dengan delapan dimensi profil lulusan sebagai upaya strategis dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Filsafat pendidikan dipahami sebagai dasar konseptual yang memberikan arah, nilai, dan tujuan bagi praktik pendidikan, sebagaimana dipaparkan oleh tokoh-tokoh seperti John Dewey, Ki Hajar Dewantara, dan Al-Syaibani. Sementara itu, delapan dimensi profil lulusan—keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, berakhlak mulia, peduli lingkungan, dan komunikasi—menjadi kerangka karakter dan kompetensi yang perlu ditanamkan kepada peserta didik. Melalui kajian literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menemukan bahwa setiap dimensi profil lulusan memiliki titik temu dengan prinsip-prinsip filsafat pendidikan, mulai dari etika, humanisme, hingga konstruktivisme. Integrasi keduanya dapat diwujudkan melalui penguatan kurikulum berbasis nilai, pembelajaran berbasis proyek, kegiatan kokurikuler, serta peran guru sebagai philosophical practitioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan yang terintegrasi dengan nilai-nilai filosofis mampu memperkuat karakter, kecerdasan moral, dan kompetensi abad ke-21 peserta didik. Dengan demikian, integrasi filsafat pendidikan dan delapan dimensi profil lulusan merupakan langkah penting untuk membentuk sumber daya manusia yang berdaya saing, berkarakter Pancasila, serta siap menghadapi tantangan global menuju Generasi Emas 2045.

Page 1 of 1 | Total Record : 10