cover
Contact Name
I Gst. Putu Sudiarta
Contact Email
gussudiarta@undiksha.ac.id
Phone
+6281226621965
Journal Mail Official
gussudiarta@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana No 11, Kampus Tengah, Singaraja-Bali Kode Pos 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
ISSN : 26157446     EISSN : 26157454     DOI : https://doi.org/10.23887/jppmi
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication include the topic abaut Mathematics education
Articles 117 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 TEJAKULA TAHUN AJARAN 2018/2019 K.A.Y.D. Putra; Sariyasa; N.M.S. Mertasari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 10 No 1 (2021): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v10i1.1024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tejakula. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan Post-Test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 4 Tejakula tahun ajaran 2018/2019. Kemudian sampel kelas diambil dengan teknik random sampling sehingga diperoleh kelas VII A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII H sebagai kelompok kontrol. Dalam penelitian ini pengumpulan data kemampuan pemecahan masalah siswa menggunakan tes uraian. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor tes pemecahan masalah pada kelas eksperimen adalah 35,25 dan pada kelas kontrol adalah 25,49. Hasil uji-t Data Pemecahan Masalah Matematika Siswa menunjukkan bahwa thitung = 4,64968 dan ttabel = 1,99601. Dengan demikian diperoleh bahwa thitung lebih dari ttabel atau thitung >ttabel. Hal ini, berarti kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tejakula yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Make A Match lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.
PENGARUH PENDEKATAN VISUAL THINKING TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TEJAKULA K.P. Adnyana; I.G.N.Y. Hartawan; I.N. Suparta
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 10 No 1 (2021): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v10i1.1025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan visual thinking dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tejakula tahun ajaran 2019/2020. Nilai ulangan akhir semester 2018/2019 digunakan untuk uji kesetaraan kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk memperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian. Tes uraian digunakan untuk mengumpulkan data. Dari data post-test diperoleh rata-rata skor keterampilan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan visual thinking adalah 67.361 dan rata-rata skor keterampilan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pembelajaran konvensional adalah 60.571. Dari hasil analisis data menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5% menunjukan bahwa . Hal ini berarti keterampilan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan visual thinking lebih tinggi daripada keterampilan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan visual thinking memberikan pengaruh positif terhadap keterampilan pemecahan masalah matematika siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SAWAN P.L. Puspitayanti; I.G.N. Pujawan; I.G.N.Y. Hartawan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 10 No 1 (2021): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v10i1.1026

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together berbantuan Peta Konsep lebih tinggi daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan tahun ajaran 2019/2020. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian. Dari data post-test diperoleh rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together berbantuan Peta Konsep adalah 41,65 dan rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional adalah 35,46. Dari hasil analisis data menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5% menunjukan bahwa sehingga ditolak yang berarti pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together berbantuan Peta Konsep lebih tinggi daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together berbantuan Peta Konsep memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman konsep masalah matematika siswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII-B DI SMP NEGERI 2 KUTA UTARA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LAPS-HEURISKTIK N.K.S. Arini; I.M. Sugiarta; I.G.P. Suharta
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 10 No 1 (2021): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v10i1.1028

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran LAPS-Heuristik; dan (2) mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran LAPS-Heuristik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B SMP Negeri 2 Kuta Utara sebanyak 32 orang. Data penelitian digunakan menggunakan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa rata-rata mengalami peningkatan yang dapat dilihat dari rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa pada siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut sebesar 54,53, 61,25,dan 70. Pada siklus II dan siklus III diperoleh rata-rata pemecahan masalah matematika siswa berada pada katagori tinggi. Persentase banyaknya siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika yang berada pada katagori minimal tinggi mencapai 78,13% dari total keseluruhan siswa pada siklus III. Peningkatan ini tercapai karena adanya upaya-upaya perbaikan yang dilakukan setiap siklusnya sehingga siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan sering mengungkapkan idenya dalam menyelesaikan masalah. Melalui penerapan model pembelajaran LAPS-Heuristik setiap siswa dibiasakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam LKS secara sistematis sesuai dengan langkah-langkah identifikasi masalah, mendefinisikan msalah, merencanakan solusi dan mengkaji kembali hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaiakan permasalahan. Hal ini membantu penyelesaian masalah matematika siswa. Rata-rata skor tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran LAPS-Heuristik sebesar 58,84 berada pada katagori sangat positif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK TERHADAP PEMAHAMAN KOSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 MARGA N.M.C.T. Dewi; I.P.W. Ariawan; N.M.S. Mertasari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v10i2.1030

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Populasi penelitan ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Marga tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 222 siswa dan tersebar ke dalam 7 kelas. Sampel dipilih dengan teknik random sampling. Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh melalui tes uraian. Analisis data menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil pengujian dengan uji t diperoleh nilai thitung = 2,145 dan ttabel = 1,9989 sehingga thitung > ttabel. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa.
MENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SPLDV SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER BERBANTUAN LKS TERSTRUKTUR R. Susmawathi; I.P.W. Ariawan; I.N. Suparta
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v10i2.1032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemahaman konsep SPLDV siswa dan mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran Treffinger berbantuan LKS Terstruktur. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dalam penlitian ini adalah siswa Kelas VIII E SMP Negeri 3 Mengwi semester ganjil Tahun Ajaran 2018/2019 sebanyak 34 siswa. Data kemampuan pemahaman konsep siswa diperoleh melalui tes kemampuan pemahaman konsep SPLDV dan data tanggapan siswa diperoleh melalui angket. Tes kemampuan pemahaman konsep siswa pada Siklus I menghasilkan rata-rata skor sebesar 69.67, Siklus II sebesar 74.26, dan Siklus III sebesar 80.20. Ketuntasan belajar klasikal siswa pada Siklus I sebesar 70.59%, Siklus II sebesar 79.41%, dan Siklus III sebesar 85.29%. Peningkatan pemahaman konsep SPLDV terjadi karena guru lebih menekankan pada: (1) Challenge yang berupa pertanyaan-pertanyaan pancingan yang membantu siswa memahami permasalahan yang dihadapi, (2) Pemberian latihan mandiri secara kontinu, (3) Memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk aktif memberikan tanggapan, menyampaikan hasil diskusi, menjawab ataupun memberikan sanggahan mengenai konsep-konsep yang dipelajari.Selain itu, tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran Treffinger berbantuan LKS Terstruktur berada pada kategori positif dengan rata-rata skor tanggapan siswa sebesar 46.53.
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION BERBANTUAN JIGSAW PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VII SMP N 2 BANJARANGKAN N.W. Melyaningsih; I.M. Sugiarta; I.M. Ardana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v10i2.1033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan model Problem Based Instruction berbantuan jigsaw puzzle terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu dengan desain post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII SMP N 2 Banjarangkan yang berjumlah 164 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik clustered random sampling dengan uji kesetaraan menggunakan uji-t dua ekor. Data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan dengan tes berbentuk uraian (essay) di akhir pertemuan (post test). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t satu ekor yaitu ekor kanan dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen adalah 62,571, sedangkan kelas kontrol adalah 49,428. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh = 2,11 dan = 2,00 sehingga . Hasil ini menunjukkan bahwa model Problem Based Instruction berbantuan jigsaw puzzle efektif untuk meningkatkan kemampaun pemecahan masalah matematika siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING BERBANTUAN MODUL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII-3 SMP NEGERI 3 BANJAR N.P.S.K. Sari; I.W.P. Astawa; I.N. Suparta
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v10i2.1034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran POGIL berbantuan modul, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran POGIL berbantuan modul. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-3 SMP Negeri 3 Banjar sebanyak 32 orang pada semester genap tahun ajaran 2018/2019. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang berbentuk soal uraian sedangkan data tanggapan siswa dikumpulkan menggunakan angket. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase banyaknya siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika yang berada pada kategori tuntas mengalami peningkatan di setiap siklus yaitu, 31.25%, 56.25%, 81.25%. Rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah dari siklus ke siklus berturut-turut 60.62, 70.93, 78,02. Selain itu, skor tanggapan siswa telah berada dalam kategori positif dengan rata-rata skor 63.50. Peningkatan optimal pada kemampuan pemecahan masalah terjadi karena guru lebih menekankan pada pemberian: (1) pertanyaan arahan dalam menggali kembali konsep yang sudah dipelajari, (2) kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk menerapkan konsep dalam menyelesaikan masalah matematika serta penekanan proses penyelesaian permasalahan (3) modul yang meningkatkan rasa ingin tahu siswa serta arahan eksplorasi terhadap materi yang akan dipelajari, (4) bimbingan dan motivasi kepada siswa dalam proses pembelajaran.
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK MELALUI PEMODELAN TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA N.P.D. Agustina; N.M.S. Mertasari; M. Candiasa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v10i2.1036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran matematika realistik berbeda jika dibandingkan dengan kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan scientific. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha pada semester II tahun ajaran 2018/2019. Kelas VII SMP Laboratorium Undiksha tersebar ke dalam 4 kelas sehingga populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII-1, VII-2, VII-3, dan VII-4. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Penelitian ini dikategorikan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian pre-test post-test control group design. Data kemampuan komunikasi matematis siswa dikumpulkan melalui tes, baik untuk pre-test maupun post-test. Selanjutnya skor tes kemampuan komunikasi matematis dianalisis dengan menggunakan uji-ANACOVA (Analisis Kovarians) dengan kovariabel pre-test pada taraf signifikan 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa F*A = 4, 792 sedangkan dengan taraf signifikansi 5% diperoleh Ftabel = 4, 09. Nilai statistik ini memiliki makna kemampuan komunikasi matematis siswa yang di belajarkan dengan pembelajaran matematika realistik berbeda dengan kemampuan komunikasi matematis siswa yang di belajarkan dengan pendekatan scientific. Rerata skor kemampuan komunikasi matematis untuk kelas eksperimen dan kontrol berturut-turut yaitu 7, 80 dan 3, 95. Nilai mean tersebut bermakna bahwa rata-rata skor kemampuan matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran matematika realistik lebih baik daripada siswa yang di belajarkan dengan pendekatan scientific.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN PLATFORM EDMODO UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA S. Anggraini; I.N. Suparta; I.G.P. Sudiarta
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 12 No 1 (2023): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v12i1.1235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta validitas, kepraktisan dan efektivitas perangkat pembelajaran matematika berbasis model discovery learning dengan platform Edmodo yang mampu meningkatkan minat belajar dan kemampuan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilaksanakan dengan mengacu pada prosedur pengembangan Plomp, meliputi: (1) penelitian awal, (2) fase prototipe, dan (3) fase penilaian. Objek penelitian ini adalah SMPK 1 Harapan dengan guru dan siswa kelas VIII SMPK 1 Harapan sebagai subjek penelitian. Data kualitas perangkat pembelajaran dikumpulkan dengan lembar validasi, lembar keterlaksanaan, angket respons guru dan siswa, angket minat belajar serta tes kemampuan pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki karakteristik : (1) Buku siswa (berbasis Discovery Learning, kontekstual dan terdapat ruang bagi siswa untuk menuliskan kesimpulan dari kegiatan yang dilaksanakan); (2) Buku guru (berbasis Discovery Learning, berisi alternatif tindakan dan penyelesaian masalah yang terdapat pada buku siswa); dan (3) Untuk RPP, Prosedur atau langkah-langkah pembelajaran yang diterapkan oleh guru disesuaikan model Discovery Learning dan platform Edmodo. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkualitas valid (skor rata-rata 3,14), praktis (skor rata-rata 3,03 didasarkan pada keterlaksanaan perangkat pembelajaran dari sudut pandang pengamat, guru, dan siswa) dan efektif (skor rata-rata 80,22 kemampuan pemahaman konsep siswa dan 3,14 untuk rata-rata minat belajar siswa).

Page 2 of 12 | Total Record : 117