cover
Contact Name
Muhammad Haqqiyuddin Robbani
Contact Email
muha198@brin.go.id
Phone
+62881010041900
Journal Mail Official
jtl@brin.go.id
Editorial Address
Gedung BJ Habibie Lantai 8, Jl. M.H. Thamrin No.8 Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan
Published by BRIN Publishing
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : https://doi.org/10.55981/jtl
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers and case studies focused on environmental sciences, environmental technology as well as other related topics to environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation. Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi platform peer-review dan sumber informasi yang otoritatif. JTL diterbitkan dua kali setahun dan menyediakan publikasi ilmiah bagi para peneliti, insinyur, praktisi, akademisi, dan pemerhati di bidang yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan. Kami menerbitkan makalah penelitian asli dan studi kasus yang berfokus pada ilmu lingkungan, teknologi lingkungan serta topik terkait lainnya yang berhubungan dengan lingkungan termasuk sanitasi, biologi lingkungan, pengolahan air limbah, pengolahan limbah padat, desain dan manajemen lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan, pengendalian pencemaran lingkungan dan konservasi lingkungan.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 25 No. 2 (2024)" : 30 Documents clear
Pengaruh Tutupan Lahan dan Suhu Permukaan Terhadap Potensi Risiko Bencana di Kabupaten Sidoarjo Nuurlaily Rukmana, Siti; Moch. Shofwan; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.255

Abstract

The dynamic development of the city affects the high use of land. Therefore, changes in the pressure of natural spaces, including conservation spaces, also experience changes in function. The high pressure on natural spaces such as open spaces, water catchment areas, and wetlands has caused a decrease in the ability to absorb and store water during the rainy season. Hence, flooding is commonly occurred, especially in urban areas. This also took place in Sidoarjo Regency, where there has been a significant change in land cover. Prior studies showed that changes in land cover are due to the transformation of built-up area of 13.83% in 2008–2018. This caused an increase in surface temperature, which was initially 23 °C in 2008 to 25 °C in 2018. In addition, the Sidoarjo Regency also has a moderate level of susceptibility to flooding. This research aims to determine the effect of land cover and surface temperature on disaster risk with respect to the five selected hazards. The method used was a quantitative, explorative, and spatial approach. In order to find out the characteristics of land cover, the analysis method was the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Furthermore, to identify the characteristics of surface temperature distribution, an analysis of Land Surface Temperature (LST) was carried out, followed by a regression analysis using the Statistical Program for Social Science (SPSS). Land cover and surface temperature do not affect the disaster risk in the Sidoarjo Regency, which is the result of this study.Abstrak Perkembangan kota yang dinamis mempengaruhi tingginya penggunaan lahan, sehingga perubahan desakan ruang alami termasuk ruang konservasi juga mengalami perubahan fungsi. Tingginya desakan ruang alami seperti ruang terbuka, kawasan resapan air dan lahan basah mengakibatkan menurunnya kemampuan dalam menyerap dan menampung air pada saat musim hujan, sehingga tidak jarang pula terjadi banjir khususnya di kawasan perkotaan. Hal ini juga terjadi di Kabupaten Sidoarjo, yang telah mengalami perubahan tutupan lahan yang cukup signifikan. Berdasarkan penelitian terdahulu, perubahan tutupan lahan dibuktikan dengan adanya transformasi penggunaan lahan terbangun sebesar 13,83% pada tahun 2008–2018. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan suhu permukaan, yang awalnya 23 °C pada tahun 2008 menjadi 25 °C pada tahun 2018. Selain itu, Kabupaten Sidoarjo juga memiliki tingkat kerawanan bencana banjir di tingkat sedang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh tutupan lahan dan suhu permukaan terhadap risiko bencana pada lima jenis ancaman bencana terpilih. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, eksploratif, dan keruangan (spasial). Guna mengetahui karakteristik tutupan lahan, maka metode yang digunakan adalah analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Selanjutnya, guna mengidentifikasi karakteristik persebaran suhu permukaan, maka dilakukan analisis Land Surface Temperature (LST), dilanjutkan dengan analisis regresi menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS). Tutupan lahan dan suhu permukaan tidak mempunyai pengaruh terhadap potensi risiko bencana di Kabupaten Sidoarjo merupakan hasil dari kajian ini.  
Perencanaan Sistem Pemanenan Air Hujan Sebagai Teknologi Alternatif Penyediaan Air Bersih Di Kawasan Pemukiman Kepadatan Tinggi Dirgawati, Mila; Sururi, Mohamad Rangga; Ridwan, Yanti Susanti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.290

Abstract

Abstract Rainwater harvesting system (RWH) is a technology to collect and store rainwater as an alternative clean water source. The aim of this study to plan RWH, including determining strategies, feasibility analysis based on rainwater quality and quantity, and planning basic engineering design of RWH. The planning was carried out in Jelegong Village, Bandung Regency, an area with critical water catchment conditions that has not been served by clean water piping networks, and only uses groundwater with limited availability as the only source of water in the dry season. Primary data were collected through field surveys and sampling of rainwater quality in the early rainy period (September, 2022). The selected catchment area is the roof surface of the house. In terms of quantity, with 55 houses served, the potential rainwater supply (4,318.88 m3 / year) can meet the needs of non-drinking water use (2,369.65 m3 / year) such as bathing activities, toilet needs, and laundry activities. In terms of quality, rainwater color parameters have not met the quality of clean water based on Permenkes 32/2017. Communal RWH is planned due to limited land and high population density. The collected rainwater will go through a disinfection and filtration process to meet clean water quality standards, then be stored in ground tanks (70 m3) and roof tanks (5 m3) to be distributed to each house. Thus, the planned RWH is able to provide alternative sources of clean water for communities in the Jelegong Village area.   Abstrak Sistem pemanenan air hujan (SPAH) merupakan teknologi mengumpulkan dan menampung air hujan untuk sumber air bersih alternatif. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perencanaan SPAH mencakup penentuan strategi, analisis kelayakan berdasarkan kualitas dan kuantitas air hujan, dan perencanaan basic engineering design SPAH. Perencanaan dilakukan di Desa Jelegong Kabupaten Bandung, yaitu wilayah dengan kondisi resapan air yang kritis, belum terlayani jaringan perpipaan air bersih, dan hanya menggunakan air tanah dengan ketersediaan yang terbatas sebagai satu-satunya sumber air pada musim kemarau. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan dan sampling kualitas air hujan pada periode awal hujan (September, 2022). Daerah tangkapan air terpilih adalah permukaan atap rumah. Secara kuantitas, dengan 55 rumah yang dilayani, potensi pasokan air hujan (4.318,88 m3/tahun) dapat memenuhi kebutuhan penggunaan air non-minum (2.369,65 m3/tahun) seperti aktivitas mandi dan keperluan WC, dan kegiatan mencuci pakaian. Secara kualitas, parameter warna air hujan belum memenuhi kualitas air bersih berdasarkan Permenkes 32/2017. SPAH komunal diimplementasikan karena lahan terbatas dan tingkat kepadatan penduduk tinggi. Air hujan yang dikumpulkan akan melalui proses desinfeksi dan filtrasi sehingga memenuhi baku mutu air bersih, kemudian disimpan pada ground tank (70 m3) dan roof tank (5 m3) untuk didistribusikan ke setiap rumah. Dengan demikian, SPAH yang direncanakan mampu menyediakan sumber air bersih alternatif bagi masyarakat di wilayah Desa Jelegong.
Pengaruh Tekanan pada Reverse Osmosis terhadap Penyisihan Kadar Ion Klorida (Cl-) dan Total Dissolved Solids (TDS) pada Pengolahan Air Payau Rifai, Agus; Hartaja, Dinda Rita Krishumartani; Sulaeman, Oman; Setiadi, Imam; Ikhsan, Iik Nurul; Darmawangsa, Muhammad Rizky; Ardiana, Citra; Sofian, Achmad; Yunus
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.705

Abstract

In the operation and maintenance of reverse osmosis (RO) systems, various challenges arise. One common issue faced is pressure fluctuations that can affect the quality of the produced water, shorten the lifespan of the membrane, and lead to system failure. This study aims to evaluate the performance of thin film composite spiral wound RO membranes in reducing Chloride ion (Cl-) and Total Dissolved Solids (TDS) levels in brackish water using low pressure. The RO membrane used in this research is made of polysulfone (PSF) with a thin film composite spiral wound type. The variables analyzed are the flow rate (Q) ranging from 1,000 to 2,000 mL/minute and the operational pressure (P) between 3.5 and 5 bar. The research results show that the RO membrane can reduce the Cl- level by 99.79% and TDS by 99.92% at a flow rate of 2000 mL/minute with an operational pressure of 5 bar. From the research findings, it can be concluded that an increase in operational pressure enhances the efficiency of reducing Cl- and TDS levels. This is due to the strong push on the feed that accelerates the salt penetration process through the membrane, which is then expelled through the retentate or wastewater stream. Abstrak Selama pengoperasian dan pemeliharaan sistem reverse osmosis (RO), berbagai tantangan muncul. Masalah yang umum terjadi adalah fluktuasi tekanan yang dapat mempengaruhi kualitas air yang dihasilkan, memperpendek umur membran dan menyebabkan kegagalan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja membran RO tipe thin film composite spiral wound dalam mengurangi kadar ion klorida (Cl-) dan TDS (Total Dissolved Solid) dalam air payau dengan menggunakan tekanan rendah. Membran RO yang digunakan dalam penelitian ini terbuat dari polysulfon (PSF) dengan jenis thin film composite spiral wound. Variabel yang dianalisis adalah laju aliran (Q) antara 1.000–2.000 mL/menit dan tekanan operasional (P) antara 3,5–5 bar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran RO mampu mengurangi kadar Cl- sebesar 99,79% dan TDS sebesar 99,92% pada laju aliran 2.000 mL/menit dengan tekanan operasional 5 bar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan tekanan operasional meningkatkan efisiensi pengurangan kadar Cl- dan TDS. Hal ini disebabkan oleh dorongan kuat pada umpan yang mempercepat proses penetrasi garam melalui membran, yang kemudian dikeluarkan melalui aliran retenate atau air buangan.
Pengaruh Rasio Campuran Abu Sekam Padi dan Zeolit terhadap Waktu Ikat, Berat Isi, dan Kuat Tekan Mortar Geopolimer Ramah Lingkungan Hikmah, Prettysesar Nurul; Nurjaya, Dwi Marta; Sumarno, Agung
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.730

Abstract

Portland cement is an ingredient in mortar in the building industry. Portland cement manufacturing emits vast amounts of CO2, causing detrimental repercussions such as global warming. As a result, a less harmful cement alternative material, such as geopolymer, is required. The production of geopolymer materials requires components containing large amounts of Si and Al, such as rice husk ash (RHA) and zeolite, as well as alkaline activators, such as NaOH and Na2SiO3, which function as binding solutions for Si and Al in the geopolymerization reaction. The purpose of this study was to determine the mixed ratio effect of rice husk ash and zeolite on the setting time, density, and compressive strength. The method was used experimentally, with making samples size 5 cm x 5 cm x 5 cm and oven curing at 60°C for 24 hours to retain the quality of the geopolymer mortar. To study the effects of precursor on mortar compressive strength and compare the compressive strength of RHA-zeolite geopolymer mortar with portland cement mortar, five different geopolymer mortar compositions were used: 100% RHA, 90% RHA-10% zeolite, 70% RHA-30% zeolite, 50% RHA-50% zeolite, and 100% zeolite. The results of this study reveal that a high Si concentration in the geopolymer mortar increases compressive strength. The highest geopolymer mortar compressive strength values  were in the composition of 100% ASP with values at 7, 14, and 28 days, respectively 1.7 MPa, 2.5 MPa, and 2.8 MPa, despite the fact that geopolymer mortar has a lower compressive strength than portland cement mortar.   ABSTRAK Semen portland merupakan bahan yang digunakan pada mortar dalam industri bangunan. Terdapat dampak negatif pada proses produksi semen portland di mana menghasilkan gas CO2 yang besar sehingga pemanasan global terjadi. Adanya dampak negatif tersebut diperlukan material semen alternatif yang ramah lingkungan, seperti geopolimer. Produksi geopolimer memerlukan bahan yang mengandung Si dan Al tinggi, seperti abu sekam padi dan zeolit, selain itu perlu alkali aktivator sebagai binder dalam reaksi geopolimerisasi seperti NaOH dan Na2SiO3. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rasio campuran antara abu sekam padi dan zeolit terhadap waktu ikat, berat isi, dan kuat tekan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan membuat sampel berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm kemudian diberi perlakuan berupa perawatan oven di 60 °C selama 24 jam untuk menjaga kualitas mortar geopolimer. Dalam mempelajari efek unsur prekursor pada campuran mortar melalui perbandingan kuat tekan mortar geopolimer dan mortar semen yang diuji menggunakan mesin kompresi beton, terdapat 5 jenis komposisi campuran mortar yang dipakai yaitu 100% ASP, 90% ASP-10% zeolit, 70% ASP-30% zeolit, 50% ASP-50% zeolit, dan 100% zeolit. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah mortar geopolimer dengan kandungan Si yang tinggi meningkatkan kekuatan tekannya. Nilai kuat tekan mortar geopolimer terbaik adalah pada komposisi 100% ASP dengan nilai kuat tekan pada 7, 14, dan 28 hari sebesar 1,7 MPa, 2,5 MPa dan 2,8 MPa, tetapi kuat tekan mortar geopolimer masih lebih rendah daripada mortar semen portland.
Analysis of Sustainable Development in the Sarbagita Area Wiryananda, Ngakan Gede Agung Khrisna; Parahita, I Gede Andy Andika
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.744

Abstract

Abstrak Provinsi Bali memiliki kawasan metropolitan yang disebut dengan Kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan). Sektor pariwisata menjadi sektor terbesar yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan di Kawasan Sarbagita. Kontribusi positif dari sektor pariwisata terhadap perekonomian di Kawasan Sarbagita berbanding terbalik dengan kondisi dari aspek sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan serta merumuskan strategi pembangunan berkelanjutan di kota dan kabupaten yang ada pada Kawasan Sarbagita. Metode yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif dan studi literatur. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis tren, perhitungan indeks keberlanjutan, dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten/Kota yang ada di Kawasan Sarbagita cenderung mengarah pada tidak berkelanjutan. Hal tersebut ditandai dengan belum seimbangnya ketiga aspek berkelanjutan, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kinerja ekonomi dan lingkungan di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan cenderung mengalami penurunan, sedangkan kinerja sosial cenderung stagnan selama periode 2017–2019. Kinerja aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan di Kabupaten Gianyar cenderung stagnan selama kurun waktu 2017–2019. Strategi yang dapat diterapkan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di Kawasan Sarbagita adalah dengan meningkatkan peran Desa Adat. Desa Adat telah terbukti berhasil memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan.   Abstract The Bali Province has a metropolitan area called the Sarbagita Area (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan). The tourism sector is the largest sector that influences financial performance in the Sarbagita Area. The positive contribution of the tourism sector to the economy in the Sarbagita Area is inversely proportional to the conditions from the social and environmental aspects. This research aims to analyze economic, social, and environmental aspects and formulate sustainable development strategies in cities and districts in the Sarbagita Area. The method used is a quantitative approach and literature study. The analysis techniques used are trend analysis, sustainability index calculation, and descriptive. The results of the study show that the regencies/cities in the Sarbagita Area tend to lead to unsustainability. This is indicated by the unbalanced three aspects of sustainability, namely economic, social, and environmental. Economic and environmental performance in Denpasar City, Badung Regency, and Tabanan Regency tended to decline, while social performance tended to stagnate during the 2017–2019 period. The performance of economic, social, and environmental aspects in Gianyar Regency tends to be stagnant during the 2017–2019 period. The strategy that can be implemented to achieve sustainable development in the Sarbagita Area is increasing the role of Adat Villages. Adat Villages have been proven successful in providing a positive impact on economic, social, and environmental development.
Pengaruh Perbedaan Proporsi Sampah Polystyrene Paper (PSP) terhadap Pertumbuhan dan Kesintasan Larva Kumbang Hitam (Zophobas morio Fab.) Subchan, Wachju; Susilo, Vendi Eko; Wijaya, Rafael Wahyu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.830

Abstract

Plastic pollution is a global problem that is urgent to be solved immediately. Meanwhile, the increase in world population has resulted in an increase in plastic waste. One type of plastic that is widely used by people is polystyrene paper (PSP). Darkling beetle larvae (Zophobas morio Fab.) are known to be able to degrade polystyrene. This study aims to determine the effect of the proportion of Polystyrene Paper (PSP) on of Z. morio larvae’s growth and survival rate as well as PSP degradation rate by Z. morio larvae. The research was conducted at Center for Development of Advanced Science and Technology, University of Jember, Indonesia. The Z. morio larvae used had a body length of 3 - 4 cm and a body biomass of 0,17 - 0,27 g. The study used a completely randomized design (CRD) for 4 weeks. Parameters measured included body length growth, wet and dry biomass growth, survival rate, and PSP degradation rate. The results showed that the proportion of PSP had a significant effect on the larvae growth and PSP degradation rate by Z. morio larvae. The lower the proportion of PSP waste, the higher the growth of Z. morio larvae. However, the difference in the proportion of PSP waste had no significantly effect on the survival rate of Z. morio larvae. The highest proportion responding to PSP waste degradation occurred in P4 (10% concentrate + 80% PSP + 10% chayote) was 1.492 mg/g-larvae/week.   ABSTRAK Pencemaran plastik merupakan salah satu permasalahan global yang urgen untuk segera diatasi. Sementara, pertumbuhan penduduk dunia yang terus meningkat memberikan konsekuensi kecenderungan peningkatan sampah plastik. Dari berbagai jenis plastik, Polystyrene Paper (PSP) merupakan salah satu jenis plastik yang sering digunakan masyarakat. Larva Kumbang Hitam (Zophobas morio Fab.) diketahui mampu mendegradasi polystyrene (PS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proposi sampah PSP terhadap pertumbuhan dan kesintasan larva Zophobas morio Fab. (Z. morio) serta tingkat degradasi sampah PSP oleh larva Z. morio. Penelitian dilaksanakan di Gedung Laboratorium Terpadu dan Sentra Inovasi Teknologi (LTSIT) Universitas Jember, Indonesia. Larva Z. morio yang digunakan berukuran panjang tubuh 3 - 4 cm dan biomassa tubuh 0,17 - 0,27 g. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) selama 4 minggu. Parameter yang diukur antara lain pertumbuhan panjang tubuh, pertumbuhan biomassa basah tubuh, pertumbuhan biomassa kering tubuh, kesintasan larva, dan tingkat degradasi sampah PSP. Pengambilan data parameter penelitian dilakukan setiap tujuh hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi sampah PSP berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan larva dan tingkat degradasi sampah PSP oleh larva Z. morio. Semakin rendah proporsi sampah PSP, maka semakin tinggi pertumbuhan larva Z. morio. Namun, perbedaan proporsi sampah PSP berpengaruh tidak signifikan terhadap kesintasan larva Z. morio. Proporsi yang memberikan respons terjadinya degradasi sampah PSP tertinggi terjadi pada P4 (10% konsentrat + 80% PSP + 10% labu siam) sebesar 1,492 mg/g-larva/minggu.
Evaluasi Produksi Refuse-Derived Fuel (RDF) dari Sampah Perkotaan (Studi Kasus: RDF Plant di Kabupaten Cilacap) Maulidayanti, Esti Mega; Yuliani, Manis; Robbani, Muhammad Haqqiyuddin; Wiharja, Wiharja; Hambali, Erliza; Setyaningsih, Dwi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.1008

Abstract

Indonesia’s prevailing waste management paradigm, which still employs a collect-transport-dispose system, results in waste accumulation and adverse effects on health and the environment. In contrast, the cement sector’s necessity for renewable and environmentally benign energy is increasing. Refused-derived fuel (RDF) technology is one of the potential ways to solve both concerns. This study aimed to assess the viability of RDF manufacturing processes and products for the cement industry and to offer recommendations for a national standard. This research procedure included identifying waste composition and characteristics, observing RDF production, and evaluating RDF product quality, such as testing water content, ash content, and heating value. The results demonstrated that the Cilacap RDF Plant successfully produced RDF from municipal solid waste using the mechanical-biological treatment (MBT) method. The biodrying process could reduce waste’s moisture content from 55.44% to 23.63% and increase the heating value to approximately 15 MJ/kg. Nevertheless, the quality of RDF products must be enhanced to align with the biomass standards for the industry (SNI 8675: 2018). The Cilacap Plant RDF products were feasible for application in the cement industry, with further product quality improvement and production process optimization. The findings could be a reference for developing national standards in manufacturing RDF as an alternative fuel in the cement industry.   Abstrak Pengelolaan sampah di Indonesia masih menggunakan sistem kumpul-angkut-buang, menyebabkan penumpukan sampah dan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Di sisi lain, kebutuhan energi terbarukan dan ramah lingkungan di sektor industri semen terus meningkat. Teknologi bahan bakar jumputan padat atau refuse-derived fuel (RDF) dianggap mampu menyelesaikan kedua permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan proses pembuatan dan produk RDF untuk industri semen serta memberikan rekomendasi untuk pembuatan standar nasional. Prosedur penelitian ini mencakup identifikasi komposisi dan karakteristik sampah, observasi tahapan proses produksi RDF, dan evaluasi kualitas produk RDF seperti kadar air, kadar abu, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RDF Plant Cilacap berhasil memproduksi RDF dari sampah kota menggunakan metode mechanical-biological treatment (MBT). Proses biodrying mampu menurunkan kadar air sampah dari 55,44% menjadi 23,63% dan meningkatkan nilai kalor menjadi sekitar 15 MJ/kg. Namun, kualitas produk RDF masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi standar biomassa untuk industri (SNI 8675:2018). Produk RDF Plant Cilacap dinilai cukup layak untuk industri semen, dengan beberapa rekomendasi untuk peningkatan kualitas produk dan optimalisasi proses produksi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pembuatan standar nasional dalam produksi RDF sebagai bahan bakar alternatif di industri semen.
Pengaruh Penambahan Kamper sebagai Aditif terhadap Karakteristik dan Emisi Gas Buang Mesin Berbahan Bakar Bensin Nuryoto; Sobarsah, G. Awaludin; Rahmayetty, Rahmayetty; Jayanudin
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.1055

Abstract

Abstract The automotive industry, synonymous with motorized vehicles, has experienced rapid development, and every motorized vehicle requires fuel as its power source. To ensure optimal engine performance, some individuals add additives to fuel using camphor. Research on camphor as a fuel additive is not new, as it has been studied by several researchers before, although with the use of premium gasoline in previous studies. In this study, we observed a different type of fuel, namely "pertalite," and conducted tests to assess camphor's solubility in pertalite, variations in octane number, and their impact on exhaust gas emissions. Therefore, the study aimed to understand the effects of camphor addition on the increase in octane number, changes in fuel characteristics, camphor dissolution time, and emissions from exhaust gas. The study involved varying camphor additions from 1 to 8% in pertalite fuel. The results of the study indicate that the use of camphor as a fuel additive in pertalite fuel does not have a negative impact on the environment in terms of exhaust gas emissions. However, it is not fuel-efficient due to the minimal increase in octane number, only rising from 90 to 90.4 (with an 8% camphor addition). Furthermore, it causes fluctuations in vapor pressure, ranging from 45 to 58.8 kPa, which can affect the combustion process in the chamber. On the other hand, the dissolution time of camphor is relatively long, requiring 5–26 minutes for concentrations of 1–8%, making it inefficient. The study results are expected to provide initial insights for developing other additives, such as alcohol, which is a renewable and safe chemical.   Abstrak Industri otomotif yang identik dengan kendaraan bermotor mengalami perkembangan yang sangat pesat, dan setiap kendaraan bermotor membutuhkan bahan bakar sebagai pengeraknya. Agar performa mesin tetap terjaga baik, ada sebagian masyarakat menambahkan aditif ke dalam bahan bakar menggunakan kamper. Penelitian terkait kamper sebagai aditif bahan bakar bukanlah hal baru, karena telah dilakukan riset oleh beberapa peneliti sebelumnya, tetapi menggunakan bahan bakar jenis premium. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan menggunakan bahan bakar yang berbeda yaitu jenis pertalite, serta melakukan pengujian kelarutan kamper ke dalam pertalite, perubahan karakteristik, bilangan oktana, serta pengaruhnya terhadap emisi gas buang. Oleh karena itu, penelitian ini mempunyai tujuan untuk menguji dan mengetahui pengaruh penambahan kamper terhadap peningkatan bilangan oktana, perubahan karakteristik bahan bakar jenis pertalite, waktu pelarutan kamper, dan emisi pada gas buang. Pengamatan dilakukan dengan memvariasikan penambahan kamper sebesar 1–8% pada bahan bakar pertalite. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan aditif berupa kamper pada bahan bakar pertalite tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan terkait emisi gas buang, tetapi tidak ekonomis karena peningkatan bilangan oktana yang dihasilkan sangat kecil yaitu hanya meningkat dari 90 menjadi 90,4 (pada penambahan kamper sebanyak 8%). Selain itu berakibat fluaktiatif terhadap tekanan uap yaitu dari 45 menjadi 58,8 kPa, selanjutnya turun lagi dibawah 58,8 kPa, yang mana akan mempengaruhi proses pembakaran pada ruang bakar. Pada sisi yang lain, waktu pelarutan kamper tergolong lama karena membutuhkan waktu 5–26 menit untuk kadar 1–8%, sehingga menjadi tidak efisien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi awal untuk pengembangan aditif yang lain seperti alkohol yang merupakan bahan kimia yang dapat diperbarui dan aman.
Strategi Pengendalian Pencemaran Perairan Danau Sentani di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Morin, Ciana Magdalena; Muhammad, Fuad; Maryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.1675

Abstract

Sentani Lake, one of Indonesia's national priority lakes, serves a multitude of roles, including ecological, economic, tourism, and transportation functions. The local community has been exploring Sentani's Lake natural resources and potentials, which could potentially pose the lake to pollution and environmental deterioration. Pollution and environmental degradation are mainly caused by the erosion of the lake's boundaries and catchment areas, human settlements, transportation activities, agriculture, mining, and the use of floating net cage aquaculture. This research was performed to propose an effective pollution control strategy for Sentani Lake, with a particular focus on the East Sentani District. This descriptive quantitative research involved respondents who were selected using a purposive random sampling technique. In this research, SWOT analysis was employed to identify and formulate priority strategies for pollution control. The findings of this study underscore the paramount importance of water quality improvement strategies through concerted pollution control and environmental preservation efforts to be carried out by the Jayapura Regency Government. Those strategies require solid collaboration with traditional leaders and robust engagement with the local community. The key components of the strategies include augmenting the frequency of water quality monitoring, strategic planning and construction of domestic wastewater treatment facilities, fostering knowledge and expertise in floating net cage aquaculture, and enlisting the guidance of traditional leaders in delineating zones for the responsible utilization of Sentani Lake waters. ABSTRAK Sebagai salah satu danau prioritas nasional di Indonesia, Danau Sentani memiliki banyak fungsi seperti fungsi ekologi, ekonomi, pariwisata, dan transportasi. Masyarakat sudah sejak lama memanfaatkan potensi yang dimiliki Danau Sentani, tetapi pemanfaatan ekosistem danau dapat menimbulkan permasalahan berupa pencemaran dan kerusakan lingkungan danau. Pencemaran dan kerusakan tersebut disebabkan oleh rusaknya sempadan dan daerah tangkapan air, pemukiman penduduk, transportasi, pertanian, pertambangan, dan kegiatan perikanan budidaya keramba jaring apung (KJA). Tujuan dari penelitian deskriptif kuantitatif ini adalah untuk merumuskan strategi pengendalian pencemaran perairan danau khususnya di wilayah Distrik Sentani Timur. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling untuk menentukan responden dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi serta merumuskan prioritas strategi pengendalian pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi prioritas yang tepat untuk pengendalian pencemaran adalah meningkatkan kualitas perairan Danau Sentani melalui pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura dengan dukungan tokoh adat dan masyarakat,  menambah frekuensi pemantauan kualitas air, perencanaan dan pembangunan IPAL domestik, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan budidaya KJA serta melibatkan tokoh adat untuk menetapkan zonasi pemanfaatan perairan danau.
Coagulation-Flocculation of Tofu Wastewater using Natural Coagulant of Chempedak (Artocarpus integer) Seed Anifah, Eka Masrifatus; Sholikah, Umi; Ariani, Ismi Khairunnissa; Yorika, Rahmi; Raharti, Henny Widya
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.1678

Abstract

Limbah cair tahu mencemari badan air dan menyebabkan bau tidak sedap di lingkungan. Koagulasi-flokulasi adalah metode efektif untuk menyisihkan kontaminan di limbah cair tahu karena metode ini memiliki efisiensi tinggi dan kebutuhan energi rendah. Namun, penggunaan koagulan kimia menghasilkan lumpur yang berbahaya, sehingga koagulan dari bahan alami lebih disukai karena aman untuk lingkungan dan manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi ekstrak biji cempedak untuk menyisihkan COD, TSS, dan kekeruhan pada limbah cair tahu. Biji cempedak diekstrak menggunakan n-heksana dan NaCl untuk meningkatkan karakteristik koagulan. Eksperimen dilakukan secara batch menggunakan jar-tes. Dosis yang digunakan adalah 1,5–4 mL/L dengan pengadukan cepat 120 rpm selama 3 menit, pengadukan lambat 60 rpm selama 15 menit, dan sedimentasi 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koagulan biji cempedak dapat menurunkan kekeruhan dan TSS, tetapi meningkatkan konsentrasi COD. Gugus fungsi hidroksil dan karboksil memegang peranan penting dalam proses koagulasi. Kenaikan dosis koagulan dapat meningkatkan efisiensi penyisihan kekeruhan dan TSS. Dosis berlebih dapat menyebabkan resuspensi yang meningkatkan kekeruhan air. Dosis optimum untuk menyisihkan kekeruhan dan TSS di limbah cair tahu adalah 2,5 mL/L pada pH 9 dengan efisiensi penyisihan 78%. Efisiensi penyisihan TSS sebesar 77% didapatkan pada dosis 3,5 mL/L. Abstract The tofu wastewater contaminates water bodies and causes unpleasant odors to the environment. Coagulation-flocculation is an effective method to remove contaminants because of its high removal efficiency and low energy requirement. However, the use of chemical coagulants generates a significant amount of toxic sludge. Thus, a natural coagulant is more favorable because it is biodegradable and safe for human health. The objective of this study is to analyze the performance of chempedak seed extract to remove chemical oxygen demand (COD), total suspended solids (TSS), and turbidity in tofu wastewater. Chempedak seed was extracted using n-hexane and NaCl to improve the coagulant characteristics. The experiment was conducted in the batch system using a jar test apparatus. The experiment was carried out on a dosage range of 1.5–4 mL/L with a flash mixing rate of 120 rpm for 3 minutes, slow mixing of 60 rpm for 15 minutes, and sedimentation for 60 minutes. The result proved that the chempedak seed coagulant could reduce turbidity and TSS but increase COD concentration. The hydroxy and carboxy functional groups play a crucial role in coagulation activity. The increasing coagulant dosage increased the removal efficiency of turbidity and TSS. Overdosing can influence resuspension conditions that increase final turbidity. The optimum dosage to remove turbidity and TSS in tofu wastewater was 2.5 mL/L at a pH of 9 with a removal efficiency of 78%. The TSS removal efficiency of 77% was achieved at a dosage of 3.5 mL/L.

Page 1 of 3 | Total Record : 30