cover
Contact Name
Fenti Dewi Pertiwi,
Contact Email
jurnalpromotor@uika-bogor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpromotor@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H.Sholeh Iskandar KM.2 Kota Bogor-Jawa Barat- Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26547899     EISSN : 26548127     DOI : https://doi.org/10.32832/pro
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ini adalah wadah mahasiswa untuk Meningkatkan ketrampilan dan wadah informasi penelitian kesehatan bagi akademisi. Praktisi masyakarakt dan pemamgku kebijakan. Selain itu jurnal ini merupakan karya tulis ilmiah mahasiswa yang diharapkan dapat memeberikan masukan dan manfaat untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat
Articles 447 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekskluisf pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Puskesmas Tanah Sareal Tahun 2022 Malda Afrianti Setiadi; Tika Noor Prastia; Fenti Dewi Pertiwi
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.271

Abstract

Prevalensi ibu yang memberikan ASI eksklusif terus menurun tiap tahunnya. Di dunia, prevalensi ibu yang memberikan ASI eksklusif pada bayi dibawah usia 6 bulan sebanyak 40%. Dampak yang mungkin timbul jika memberikan minuman ataupun makanan <6 bulan bisa menyebabkan penyakit infeksi, alergi, diare, kekurangan gizi, hingga menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Tanah Sareal. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik serta pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 61 ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan, dengan sampel sebanyak 58 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner yang dilakukan dengan metode wawancara terstruktur kepada responden penelitian di Puskesmas Tanah Sareal. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan (p-value < 0,05) antara status gizi (p-value 0,004) dan pendidikan (p-value 0,038) dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Sareal. Tidak ada hubungan antara usia ibu (p-value 0,175), paritas (p-value 0,205), pengetahuan (p-value 0,322), pekerjaan (p-value 1,000), akses informasi (p-value 0,122) dan dukungan suami (p-value 1,000). Kesimpulan terdapat 2 variabel yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif yaitu status gizi ibu dan pendidikan, sedangkan ada 6 variabel yang tidak berhubungan yaitu usia ibu, paritas, pengetahuan, pekerjaan, akses informasi dan dukungan suami.
Hubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Bogor Utara Nahdiani Siregar; Humaira Anggie Nauli; Ade Saputra Nasution
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.272

Abstract

Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umumnya terjadi ketika kadar sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh menjadi rendah. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor tahun 2019 jumlah ibu hamil yang menderita anemia sebanyak 7,60%. Data khusus kasus anemia pada ibu hamil di Puskesmas Bogor Utara tahun 2022 sebanyak 83 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Bogor Utara tahun 2022. Metode Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 173 ibu hamil, dengan sampel sebanyak 90 responden menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner,serta pengecekan Hb. Hasil penelitian didapatkan hasil 38 responden yang anemia (42,2%), dan 52 responden tidak anemia (57,8%),tidak ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p value 0,070), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p value 0,509), tidak ada hubungan antara status ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p value 1,000), tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p value 1,000), tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p value 0,760), tidak ada hubungan antara jarak kepatuhan konsumsi tablet Fe denga kejadian anemia pada ibu hamil (p value 0,356), ada hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadan anemia pada ibu hamil (p value 0,037) OR 0.261.Hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil yaitu riwayat penyakit infeksi .Saran bagi petugas kesehatan meningkatkan penyuluhan tentang anemia, meningkatkan pengetahuan gizi ibu hamil, bagi ibu hamil agar sering memeriksakan kehamilannya. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti faktor lain yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil seperti dukungan sosial atau lingkungan.
Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Bantargebang Tahun 2022 Try Melliniawati; Wirda Syari; Indira Chotimah
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.276

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan adalah suatu hal yang diharapkan dan sudah menjadi kebutuhan dasar setiap orang. Terdapat lima dimensi mutu pelayanan kesehatan yaitu responsivenes, reliability, assurance, empathy, dan tangibles. Kepuasan pasien merupakan cerminan mutu pelayanan kesehatan yang diterima. Belum adanya survei maupun penelitian tentang kepuasan pasien dan belum bekerjasamanya RSUD Bantargebang dengan BPJS Kesehatan adalah hal yang mendasari peneliti melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Bantargebang. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan RSUD Bantargebang tahun 2021 yaitu sebanyak 2.195 dan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan rumus Slovin, sehingga didapatkan 96 responden menjadi sampel penelitian. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari jumlah kunjungan pasien. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square dan confidence interval sebesar 90%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara mutu pelayanan kesehatan berdasarkan dimensi responsivenes, reliability, assurance, empathy, dan tangibles terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Bantargebang tahun 2022 dengan p-value = 0,000 (< 0,10). Berdasarkan hasil penelitian ini, RSUD Bantargebang diharapkan dapat melakukan perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatannya dengan mengadakan pelatihan pengembangan kemampuan petugas, menetapkan peraturan dan sanksi, menerapkan budaya kerja tanpa kesalahan, meluangkan waktu mendengarkan keluhan dan kebutuhan pasien, serta meningkatkan fasilitas untuk pasien.
Hubungan antara Obesitas, Kebiasaan Merokok dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Gang Kelor Yeni Agustiani; Humaira Anggie Nauli; Asri Masitha Arsyati
PROMOTOR Vol. 6 No. 2 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.277

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 menyatakan saat ini prevalensi hipertensi di seluruh dunia sebesar 22% dari total jumlah penduduk dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas, kebiasaan merokok dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Gang Kelor. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak3.427 lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Gang Kelor dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 107 lansia. Pengambilan sampel dalaam penelitian ini menggunakan Simpel Random Sampling dan cara pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data dalam penelitian dilakukan dengan analisis univariate dan bivariate dengan menggunnakan rumus Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan nilai p-value 0.939. ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan nilai p-value 0.047, ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan nilai p-value 0.041. Tidak terdapat hubungan obesitas, terdapat hubungan kebiasaan merokok dan aktivitas fisik.
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Merokok pada Usia Sekolah Menengah Pertama di Wilayah Mekar Wangi Evi Fitria; Sevrima Anggraini; Andreanda Nasution
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.279

Abstract

Perilaku merokok adalah suatu kegiatan menghisap gulungan tembakau yang berbalut daun nipah atau kertas yang dibakar kemudian asapnya dimasukan ke dalam tubuh dan menghembuskanya kembali keluar. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku siswa merokok antara lain pengaruh orang tua, pengaruh teman, pengaruh iklan dan kepribadian. Adanya kalangan siswa yang terlihat merokok di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah menjadi perhatian serius. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada usia sekolah menengah pertama di wilayah mekar wangi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah Siswa MTs Bina Madani Kota Bogor sebanyak 54 responden, Teknik penentuan sampel dengan simple random sampling, dengan alat ukur yang digunakan kuesioner serta analisa data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan pengaruh orang tua dengan perilaku merokok yang ditunjukkan dengan nilai p value sebesar 0,002 dan nilai OR sebesar 12,500, ada hubungan yang signifikan pengaruh teman dengan perilaku merokok yang ditunjukkan dengan nilai p value sebesar 0,004 dan nilai OR sebesar 10,385, ada hubungan yang signifikan pengaruh iklan dengan perilaku merokok yang ditunjukkan dengan nilai p value sebesar 0,013 dan nilai OR sebesar 5,159, tidak ada hubungan yang signifikan kepribadian dengan perilaku merokok yang ditunjukkan dengan nilai p value sebesar 1,000 dan nilai OR sebesar 1,122.
Perception of Dating Style and Extramarital Sex Behavior in Adolescents of University X in Surakarta City Dzul Fahmi Afriyanto; Wijayanti Wijayanti; Wahyu Rizky
PROMOTOR Vol. 6 No. 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i5.231

Abstract

Adolescence is a time when physical, sexual, psychological, and social changes occur. Adolescence and adolescence are periods of life that range from 10 to 24 years and are risky periods for adolescents. These changes lead adolescents to engage in high-risk behaviors, such as initiation to sexual intercourse, which have important consequences on health. Adolescent girls are at risk of groping/stimulating sensitive body parts during courtship. It also encourages teenagers to engage in sex outside of marriage. The objective is to analyze the perception of dating style towards extramarital sex behavior in adolescents at University X in Surakarta City. This research method uses a qualitative approach, with a case study design. The research informants consisted of the main informants, namely adolescent girls who were students at University X in Surakarta City. The results showed that the majority of adolescent girls' dating style by meeting in person and communicating via WhatsApp. Informants feel sexual attraction or urges when dating. The perception of adolescent vulnerability is high and the perception of seriousness is high to the dangers and impacts of extramarital sex. Adolescents who have a perception of benefits and perceptions of obstacles in dating behavior and sex outside marriage are beneficial, tend to have more encouragement in engaging in extramarital sex acts. Adolescents have confidence and cues to behave in dating and extramarital sex, so they are encouraged to consistently engage in these behaviors.
The Relationship Between the Family Environment and the Role of Friends with Drug Abuse re-Abuse at the Pamardi Putra Social Rehabilitation Center, Lembang, West Bandung Regency Ahmad Zaelani; Fikri Ardiansyah
PROMOTOR Vol. 6 No. 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i5.296

Abstract

According to data in the Pamardi Putra Social Rehabilitation Lembang, the number of rehabilitated former drug users from May - July 2023 has fluctuated. The problem that often occurs is the tendency of former drug users to have difficulty avoiding their desire to stop using drugs. A preliminary study of the 10 respondents, shows that 7 people use drugs back due to the influence of friends, 2 people think using drugs can eliminate the problems in the family, and one person feels more confident when using the drug. The purpose of this study was to determine the correlations between family environment and the role of friends' social environment with repeated drug abuse. The method used is correlative analytics with the cross-sectional approach. The research population is 49 people and samples taken by total sampling technique are 62 people. Data obtained through questionnaires were analyzed through univariate tests and bivariate (chi-square). The results were obtained by respondents who experienced repeated drug abuse of 14 people (28,6%), respondents with a negative family environment of 25 people (51%), and respondents with the role of friends of 20 people (40,8%). There is no relationship between family environment with repeated drug abuse (p-value = 1), and there is no relationship role of friends with repeated drug abuse (p-value = 0.002). It is recommended that Pamardi Putra Rehabilitation Center Lembang consider making a counseling program for the former drug users to be aware of the various kinds of negative influences and can choose to get along with a good friend to avoid the repeated of drug abuse stemming from the influence of peers.
Literature Study: Decreased Productivity in Adolescents Due to Undernutrition Dimas Rizky Eddeliyanto Widodo; Brigitte Sarah Renyoet
PROMOTOR Vol. 6 No. 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i5.361

Abstract

Malnutrition is a nutritional deficiency, and lack of nutritional intake due to low consumption of energy and protein in food so it does not meet nutritional intake needs. Problems that can arise from malnutrition are stunting, wasting, and underweight. The purpose of this study was to determine the relationship between adolescent productivity and malnutrition. The method used in this research is a literature review using databases in PubMed/NCBI, Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, and BMC Research Notes, with keywords using English and Indonesian. Five journals were obtained with details of two international journals and three national journals, which discussed malnutrition in adolescents which affected productivity in the academic, physical, mental, nutritional intake, and social environment. The nutritional status of adolescents can be influenced by several factors, one of which is diet. Erratic eating patterns can lead to undernutrition which results in a lack of nutrition knowledge. The importance of following health education and nutrition education to increase knowledge about balanced nutrition.
Parental Self-Efficacy in Foresting Independence in Children with Down Syndrome: A Case Study on Individuals with Down Syndrome Anggit Rahayu; Umi Nur Kholifah; Resy Vahmi
PROMOTOR Vol. 6 No. 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i5.393

Abstract

The formation of independence for children with Down syndrome can be implemented using democratic parenting patterns carried out by parents for children with special needs, democratic parenting patterns are strict and independent parenting patterns with no opportunities for children to determine their desires, it can be said that democratic parenting patterns are the process of giving punishment and reward given by parents to their children. Parents' self-efficacy plays an important role in the process of independence for children with Down syndrome in overcoming abnormalities in their children due to abnormalities in chromosome 21/trisomy, namely abnormalities that occur in the indicated child's cell metabolism system. The purpose of this article is to describe the self-efficacy of parents in fostering the independence of children with Down syndrome (case studies on individuals with Down syndrome). This study uses a descriptive qualitative method based on case studies. The results of the study show that parents' self-efficacy in fostering the independence of children with Down syndrome is closely related to the child's independence process. Seen in democratic parenting patterns, parents provide rewards if the child can work according to the instructions given. On the other hand, the child will be given punishment when he fails to adjust the orders given. So, parents' self-efficacy in fostering children's independence with a democratic parenting pattern is one of the tips for implementing children's independence through actions and challenges given to children so that children can hone their soft skills and hard skills.
Analysis of Security and Safety of Tourists at Waterfalls in Gianyar Regency Cokorda Istri Dharmayanti; Agnes Ayu Biomi; Marniati Marniati
PROMOTOR Vol. 6 No. 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i5.395

Abstract

Background: Nature tourism is in great demand because it offers a different sensation, one of which is waterfalls. Waterfall natural tourism has experienced very rapid development in various places in the province of Bali, one of which is the waterfall in Gianyar district. However, in its development, it has not been balanced with security and safety standards according to the rules that have been set. From the pre-research conducted by the researchers, there were still several incidents at waterfall destinations. There are no handrails on the stairs, the position of the road/stairs is steep and there are no warning signs. Therefore, it is necessary to analyze security and safety so that the researcher raises the title "Analysis of security and work safety of tourists in waterfall tourism in Gianyar Regency". Method: This study uses a descriptive research method with a qualitative approach. The aim is to find out about Occupational Security and Safety at Waterfalls in Gianyar Regency. Results: The results of the analysis show that from observations of waterfall natural tourist destinations in Gianyar Regency, human resources, infrastructure, and warning signs are inadequate from infrastructure and there is no special medical treatment room that should be available to anticipate if an accident occurs on the spot. Conclusion: Tourist Safety and Security in terms of Human Resources factors lack of training needed in handling accidents when they occur, inadequate infrastructure such as stairs and banisters, lack of warning signs such as evacuation routes, and natural factors there are several deficiencies. Natural waterfall destinations need to create work safety and security in that place, workers, tourists, and people who are around these tourist attractions.

Page 6 of 45 | Total Record : 447