cover
Contact Name
Nasrudin
Contact Email
anazhaitami@stai-siliwangi.ac.id
Phone
+6282240015474
Journal Mail Official
jurnal@stai-siliwangi.ac.id
Editorial Address
Jl. Terusan Jenderal Sudirman - Kebon Rumput Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
ISLAMICA : Jurnal Ilmu-Ilmu Agama Islam
ISSN : 20855982     EISSN : 29864836     DOI : https://doi.org/10.59908/Islamica
ISLAMICA is a scientific journal which discusses Islamic Sciences published by Sekolah Tinggi Agama Islam Siliwangi Bandung. This journal is published twice a year: in June and December. Authors should submit only papers that have been carefully proofread and polished. Before submission please make sure that your paper is prepared using the journal paper template. The authors must refer to journal writing format and style Please download and use as a template for initial manuscript submission. This will ensure fast processing and publication. Any papers not fulfilling the requirements based on the guideline to authors will not be processed. We strongly prefer to receive manuscripts via our online submission system. Using this system, authors can upload manuscript files (text, figures, and supplementary information, including video) directly to our office and check on the status of their manuscripts during the review process. First, kindly please register as an author, and then you should login to submit your papers. Please don´t forget to tick the author when you make a registration. We strongly prefer to receive manuscripts via our online submission system. By using our system, authors can upload manuscript files (text, figures, and supplementary information) directly to our office and check on the status of Reviews their manuscripts during the review process.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
Kontekstualisasi Pemikiran Abu Yusuf dalam Kebijakan Makroekonomi Islam: Keadilan Fiskal, Stabilitas, dan Kemaslahatan Indonesia Nina Nursari; Nasrudin Nasrudin; Clara Vidhia; Nur Tahiyat
ISLAMICA Vol 10 No 1 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i1.163

Abstract

Perkembangan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan bahwa persoalan distribusi kesejahteraan dan efektivitas kebijakan fiskal masih menjadi tantangan dalam memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan secara lebih luas. Meskipun tingkat kemiskinan pada September 2025 menurun menjadi 8,25% atau 23,36 juta penduduk dan Gini Ratio turun menjadi 0,363, realisasi penerimaan pajak 2025 hanya mencapai Rp1.917,6 triliun atau 87,6% dari target APBN sebesar Rp2.189,3 triliun, yang menunjukkan perlunya penguatan efektivitas dan orientasi kebijakan fiskal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persoalan distribusi ekonomi dan ketidaktepatan orientasi kebijakan makroekonomi Indonesia pada tahun 2025, serta menawarkan solusi untuk tahun berikutnya melalui kontekstualisasi pemikiran Abu Yusuf. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode deskriptif-analitis. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji aspek historis, konseptual, dan kebijakan melalui kajian Kitāb al-Kharāj, literatur ekonomi Islam, data statistik, serta kebijakan fiskal Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Abu Yusuf mengenai keadilan pemungutan, perlindungan produktivitas, optimalisasi penerimaan, distribusi belanja, dan kemaslahatan publik dapat menjadi landasan korektif bagi kebijakan yang terlalu berorientasi pada penerimaan tanpa optimalisasi fungsi distribusi dan pemberdayaan ekonomi. Kontekstualisasi tersebut menghasilkan arah kebijakan fiskal yang berkeadilan, produktif, distributif, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.
Penguatan Literasi Keagamaan dan Pembentukan Kesadaran Hukum Islam dalam Kehidupan Masyarakat Pedesaan Putri Reginata Prasutia; Erni Kusmiat; Yudi Kuswandi; Lena Ishelmiany Ziaharah
ISLAMICA Vol 10 No 1 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i1.172

Abstract

Literasi keagamaan masyarakat pedesaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami ajaran agama, tetapi juga berpengaruh terhadap pembentukan kesadaran dalam menjalankan ketentuan Hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara pengetahuan keagamaan normatif dan penerapannya dalam praktik sosial masyarakat Kampung Citegel, Desa Padasuka, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan literasi keagamaan sebagai proses pembentukan kesadaran Hukum Islam dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan metode kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan masyarakat, tokoh agama, dan aktor sosial yang berperan dalam proses pendidikan dan pembinaan keagamaan, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen dan literatur yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi keagamaan berkontribusi terhadap pembentukan kesadaran Hukum Islam melalui peningkatan pemahaman, internalisasi nilai, dan penerapan norma dalam praktik kehidupan sosial. Efektivitasnya dipengaruhi oleh peran tokoh agama, lingkungan keluarga, lembaga keagamaan, dan konteks budaya lokal. Kebaruan penelitian terletak pada pemaknaan literasi keagamaan sebagai mekanisme pembentukan kesadaran Hukum Islam berbasis pengalaman sosial masyarakat, bukan sekadar transfer pengetahuan agama. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kajian empiris Hukum Islam dan Ilmu Agama mengenai hubungan antara literasi, kesadaran hukum, dan praktik keberagamaan masyarakat pedesaan.
Kepatuhan Syariah melalui Penerapan Prinsip Hukum Ekonomi Syariah dalam Operasional Baitul Maal wat Tamwil Hani Hani; Cicin Suryati; Ni’mawati Ni’mawati; Ending Solehudin
ISLAMICA Vol 10 No 1 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i1.180

Abstract

Baitul Maal wat Tamwil (BMT) merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan keuangan berbasis prinsip syariah. Perkembangan aktivitas BMT menuntut penerapan prinsip Hukum Ekonomi Syariah secara konsisten agar kegiatan operasional tidak hanya memenuhi aspek formal akad, tetapi juga mencerminkan keadilan, kemaslahatan, transparansi, dan kepatuhan terhadap ketentuan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Hukum Ekonomi Syariah dalam operasional BMT dan mengidentifikasi upaya penguatan kepatuhan syariah dalam pelaksanaan kegiatan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif empiris dengan metode deskriptif analitis melalui kajian terhadap prinsip Hukum Ekonomi Syariah, fatwa DSN-MUI, peraturan perundang-undangan, dan literatur yang relevan dengan operasional BMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kepatuhan syariah perlu dilakukan secara menyeluruh melalui kesesuaian akad dalam transaksi, kejelasan hak dan kewajiban para pihak, penguatan fungsi pengawasan syariah, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan transparansi serta akuntabilitas kelembagaan. Pembahasan menunjukkan bahwa kepatuhan syariah tidak cukup diukur berdasarkan kesesuaian bentuk akad, tetapi harus mencakup substansi transaksi dan tata kelola operasional. Kebaruan penelitian terletak pada penempatan prinsip Hukum Ekonomi Syariah sebagai kerangka evaluatif yang menghubungkan aspek akad, operasional, dan tata kelola BMT dalam satu kesatuan. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan konseptual kepatuhan syariah sebagai instrumen tata kelola BMT yang berorientasi pada keadilan dan kemaslahatan.
Dinamika Perbedaan Pendapat Hukum dalam Pengembangan Asuransi Syariah di Indonesia Ariyanto Ariyanto; Oyo Sunaryo Mukhlas; Dedah Jubaedah
ISLAMICA Vol 10 No 1 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i1.182

Abstract

Perkembangan asuransi syariah di Indonesia menunjukkan dinamika hukum yang tidak terlepas dari perbedaan pendapat dalam memahami konstruksi akad, mekanisme pengelolaan dana, kedudukan peserta dan perusahaan, serta penerapan prinsip tabarru’ dan tijarah. Perbedaan tersebut tidak hanya bersumber dari keragaman pandangan fikih, tetapi juga muncul dalam proses transformasi norma fikih menjadi fatwa dan regulasi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perbedaan pendapat hukum dalam pengembangan asuransi syariah di Indonesia dan mengidentifikasi implikasinya terhadap kepastian hukum, kepatuhan syariah, dan pengembangan industri. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui penelaahan terhadap sumber fikih, fatwa DSN-MUI, peraturan perundang-undangan, serta literatur hukum ekonomi syariah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pendapat hukum terutama berkaitan dengan konstruksi hubungan hukum antara peserta dan perusahaan, status dan pengelolaan dana tabarru’, mekanisme ujrah, surplus underwriting, serta batas transformasi akad fikih ke dalam praktik kelembagaan modern. Pembahasan menunjukkan bahwa fatwa DSN-MUI dan regulasi nasional berperan sebagai instrumen moderasi untuk mengakomodasi keragaman pandangan fikih sekaligus menciptakan standar operasional industri, meskipun masih terdapat ruang interpretasi yang berpotensi menimbulkan ketidakseragaman praktik. Kebaruan penelitian terletak pada pemetaan dinamika perbedaan pendapat hukum sebagai proses transformasi norma fikih menuju hukum positif, bukan semata-mata sebagai persoalan ikhtilaf. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model harmonisasi antara fikih, fatwa, dan regulasi sebagai dasar penguatan kepastian hukum dan keberlanjutan industri asuransi syariah di Indonesia.
Analisis Kualitas Instrumen Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Mengukur Kompetensi Peserta Didik di Sekolah Dasar Syifa Khoirun Nisa; Ahmad Hidayat; Laila Sabrina; Dzikra Fu’adiah
ISLAMICA Vol 10 No 1 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i1.188

Abstract

Evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada jenjang Sekolah Dasar memerlukan instrumen yang mampu mengukur kompetensi peserta didik secara valid, reliabel, dan proporsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas instrumen evaluasi PAI berdasarkan validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran butir soal, serta menentukan kelayakan penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-evaluatif. Data berupa respons peserta didik terhadap 25 butir soal, terdiri atas 20 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian, yang kemudian dianalisis menggunakan program ANATES. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas butir soal bervariasi pada kategori tinggi, cukup, dan rendah, sedangkan reliabilitas instrumen mencapai 0,78 dan berada pada kategori tinggi. Dari aspek tingkat kesukaran, terdapat 7 butir (28%) berkategori sukar, 9 butir (36%) berkategori sedang, dan 9 butir (36%) berkategori mudah, yang menunjukkan distribusi relatif yang seimbang. Daya pembeda juga menunjukkan variasi dari kategori baik, cukup, hingga jelek. Berdasarkan integrasi hasil analisis, 12 butir (48%) dapat digunakan, 10 butir (40%) memerlukan revisi, dan 3 butir (12%) harus dibuang. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian empat indikator analisis butir dengan keputusan pedagogis terhadap instrumen evaluasi PAI pada jenjang Sekolah Dasar. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan dasar empiris bagi guru untuk melakukan seleksi, revisi, dan pengembangan instrumen evaluasi PAI secara sistematis sehingga mampu mendukung pengukuran kompetensi peserta didik secara lebih akurat.
Transformasi Konsep Halal dan Ṭayyib Pada Produk Turunan Hewani Perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah Fadilla Ramadania Adissifa; N. Nasrudin; Nina Nursari; Vanisa Camila
ISLAMICA Vol 10 No 2 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i2.171

Abstract

Perkembangan teknologi pangan, farmasi, kosmetika, dan produk konsumsi telah mengubah bahan hewani menjadi berbagai produk turunan yang secara fisik tidak lagi mudah dikenali sumber asalnya. Gelatin, kolagen, gliserin, asam lemak, enzim, rennet, sistein, plasma darah, dan bahan turunan lainnya menunjukkan bahwa persoalan halal tidak lagi dapat ditentukan hanya berdasarkan identifikasi nama produk akhir, tetapi memerlukan penelusuran sumber bahan, proses penyembelihan, transformasi substansi, bahan penolong, dan kemungkinan kontaminasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi konsep halal dan ṭayyib pada produk turunan hewani dengan mengintegrasikan fikih halal-haram, konsep istihālah, istihlāk dan tanajjūs, sains autentikasi halal, dan maqāṣid al-sharī‘ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan konseptual, fikih, dan interdisipliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, halal dan ṭayyib merupakan kesatuan normatif yang menghubungkan legalitas sumber bahan dengan keamanan, kemurnian, dan kemanfaatan produk. Kedua, transformasi bahan hewani menyebabkan status halal tidak cukup ditentukan hanya melalui identitas produk akhir, karena perubahan fisik dan kimia menimbulkan persoalan istihālah yang memerlukan dialog antara fikih dan sains. Ketiga, autentikasi saintifik berfungsi sebagai instrumen pembuktian fakta material, sedangkan penetapan status hukum tetap memerlukan parameter normatif syariah. Keempat, maqāṣid al-sharī‘ah memperluas jaminan halal dari sekadar kepatuhan formal menjadi perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, harta, dan hak-hak konsumen. Penelitian ini menawarkan kerangka integratif source–transformation–process–authentication–maqāṣid sebagai basis penilaian produk turunan hewani dalam industri halal kontemporer.
Reorientasi Evaluasi Pembelajaran Fiqih Dari Pengukuran Kognitif Menuju Pemahaman Keagamaan Yunita Fajaryani Safitri; Ahmad Farikhin; M. Bintang Alfaturrahaman; Ulfa Futri Hasyimiyah Qissa 'Ali; Pepep Pepep; Depi Purnamasari
ISLAMICA Vol 10 No 2 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i2.189

Abstract

Evaluasi pembelajaran Fiqih di madrasah masih menghadapi persoalan ketika keberhasilan belajar lebih banyak direpresentasikan melalui capaian kognitif, sementara kemampuan memahami, menalar, mengontekstualisasikan, dan mengamalkan ketentuan Fiqih belum memperoleh ruang pengukuran yang proporsional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas instrumen evaluasi formatif pembelajaran Fiqih sekaligus merumuskan reorientasi evaluasi dari dominasi pengukuran kognitif menuju pemahaman keagamaan yang lebih substantif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang diperkaya dengan analisis substantif terhadap karakteristik instrumen. Data bersumber dari naskah ujian formatif Fiqih berbasis Google Forms, respons peserta didik, kisi-kisi soal, dan dokumen pembelajaran. Kualitas empiris instrumen dianalisis melalui validitas butir, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda, sedangkan kualitas substantif dianalisis berdasarkan kemampuan butir merepresentasikan pengetahuan konseptual-normatif, penalaran hukum, kontekstualisasi, dan orientasi pengamalan Fiqih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas instrumen tidak seragam dan validitas psikometrik belum tentu menjamin kemampuan instrumen dalam merepresentasikan kedalaman pemahaman keagamaan. Reorientasi evaluasi membutuhkan integrasi antara validitas psikometrik dan validitas substantif-keagamaan melalui diversifikasi instrumen, penggunaan soal kontekstual, pengembangan penalaran hukum, serta asesmen autentik. Penelitian menawarkan kerangka evaluasi Fiqih multidimensional yang menggeser orientasi dari sekadar mengetahui hukum menuju kemampuan memahami, menalar, mengontekstualisasikan, dan mengamalkannya dalam kehidupan.
Validitas Instrumen Penilaian Pendidikan Agama Islam dalam Mengukur Pemahaman Keagamaan Peserta Didik Salmaa Dewi Anjeli; Helmi Fitriansyah; Hamida Farkhati; Annisa Sri Rahayu; Amalia Muazzah Adawiah; Nurhasanah Nurhasanah
ISLAMICA Vol 10 No 2 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i2.205

Abstract

Penilaian Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berfungsi untuk mengukur penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga seharusnya mampu merepresentasikan kemampuan peserta didik dalam memahami, memaknai, dan mengontekstualisasikan ajaran Islam dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas instrumen penilaian PAI dan menilai sejauh mana kelayakan psikometriknya dapat merepresentasikan pemahaman keagamaan peserta didik. Penelitian menggunakan jenis data kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif-evaluatif. Instrumen berupa 30 butir tes objektif PAI diujicobakan pada peserta didik sekolah dasar dan dianalisis menggunakan ANATES. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 butir (66,67%) memenuhi kriteria validitas, sedangkan 10 butir (33,33%) memerlukan revisi. Koefisien reliabilitas sebesar 0,68 berada pada kategori sedang. Sebanyak 19 butir (63,33%) memiliki daya pembeda yang memadai, sedangkan 11 butir (36,67%) masih memiliki daya pembeda yang rendah. Tingkat kesukaran terdiri atas 12 butir mudah (40,00%), 14 butir sedang (46,67%), dan 4 butir sukar (13,33%). Temuan tersebut menunjukkan kelayakan psikometrik yang cukup, tetapi validitas statistik belum sepenuhnya sejalan dengan validitas substantif dalam mengukur pemahaman keagamaan. Tes objektif lebih kuat merepresentasikan pengetahuan faktual-konseptual dibandingkan dengan kemampuan interpretatif, reflektif, kontekstual, dan internalisasi nilai. Penelitian ini menawarkan validitas integratif penilaian PAI melalui keterkaitan kualitas psikometrik, keterwakilan konstruk, kesesuaian inferensi, dan triangulasi bukti untuk menghasilkan representasi pemahaman keagamaan yang lebih utuh.
Self-Love Transformatif dan Tazkiyat al-Nafs dalam Spiritualitas Islam Kontemporer Putri Reginata Prasutia; Muhammad Fery Mustika; Muhammad Parhan Mubarok; Mochamad Edwin Iskandar; Uus Putria; Devia Nurbaeti
ISLAMICA Vol 10 No 2 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i2.209

Abstract

Perkembangan wacana self-love menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap penerimaan diri, kesehatan mental, dan kesejahteraan psikologis. Meskipun memberikan kontribusi positif, pemaknaan self-love yang terlalu berorientasi pada kenyamanan emosional dan validasi diri berisiko melepaskannya dari tanggung jawab moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis self-love dalam diskursus spiritualitas Islam kontemporer dan merumuskan pemahamannya melalui perspektif tazkiyat al-nafs. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan data kualitatif. Sumber data meliputi Al-Qur’an, hadis, khazanah intelektual tasawuf, dan artikel ilmiah mengenai self-love, self-compassion, spiritualitas Islam, muhasabah, dan tazkiyat al-nafs. Data dianalisis secara deskriptif dan interpretatif, kemudian disintesis secara konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-love dalam perspektif Islam tidak identik dengan pemanjaan diri, melainkan berakar pada pengakuan terhadap martabat manusia, tanggung jawab untuk memelihara diri sebagai amanah dari Allah, dan komitmen untuk melakukan perbaikan diri. Tazkiyat al-nafs memberikan kerangka transformatif melalui muhasabah, mujahadah, riyadhah, dan pembentukan akhlak. Penelitian ini menawarkan konsep self-love transformatif yang mencakup lima dimensi, yaitu pengakuan terhadap martabat manusia, penerimaan diri yang bertanggung jawab, evaluasi diri, pengendalian diri, dan transendensi diri. Kebaruan penelitian ini adalah pergeseran pemaknaan self-love dari paradigma afirmatif-psikologis menuju paradigma etis-spiritual yang menempatkan cinta terhadap diri sebagai bagian dari proses penyucian jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah.
Kepercayaan Diri dan Motivasi Belajar sebagai Prediktor Kemampuan Pemecahan Masalah Perspektif Psikologi Pendidikan Islam Nur Tahiyat; Ahmad Hafidz; Asep Suhana; Jaka Lordra Ardita; Erni Kusmiat; Barzan Faizin
ISLAMICA Vol 10 No 2 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i2.248

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran, karena menunjukkan kemampuan peserta didik mengintegrasikan pengetahuan, penalaran, ketekunan, dan pengambilan keputusan ketika menghadapi persoalan. Dalam perspektif psikologi pendidikan Islam, kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kapasitas kognitif, tetapi juga dengan kondisi psikologis yang membentuk keyakinan terhadap kemampuan diri, kesungguhan dalam berikhtiar, orientasi belajar, dan ketahanan dalam menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepercayaan diri dan motivasi belajar sebagai prediktor kemampuan pemecahan masalah fisika serta menginterpretasikan hubungan tersebut dari perspektif psikologi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris berbasis data kuantitatif dengan desain korelasional ex post facto untuk menganalisis hubungan antarvariabel berdasarkan kondisi yang telah terjadi tanpa memberikan perlakuan terhadap subjek penelitian. Responden terdiri atas 86 siswa kelas X MIA yang diambil dari tiga SMA swasta di Kota Bandung. Data kepercayaan diri dan motivasi belajar dikumpulkan menggunakan skala psikologis, sedangkan kemampuan pemecahan masalah diukur menggunakan tes. Data dianalisis melalui regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan motivasi belajar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah dengan R = 0,778, R² = 0,606, dan F = 63,760 (p < 0,001). Secara parsial, kepercayaan diri (β = 0,278; p = 0,019) dan motivasi belajar (β = 0,537; p < 0,001) merupakan prediktor signifikan. Dalam perspektif psikologi pendidikan Islam, temuan tersebut menunjukkan bahwa keyakinan terhadap kemampuan diri perlu ditempatkan dalam relasi ikhtiar dan tawakal, sedangkan motivasi belajar diperluas melalui niat, kesungguhan, tanggung jawab, dan orientasi kemanfaatan ilmu.