cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnaldzurriyat@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnaldzurriyat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
ISSN : 30262909     EISSN : 2987128X     DOI : https://doi.org/10.61104/jd.v1i2
Core Subject : Education,
DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini adalah jurnal akses terbuka peer-reviewed dan mengikuti kebijakan single-blind review, bertujuan untuk menukar hasil penelitian anak usia dini yang menganalisis masalah, tren, praktik, dan kebijakan sejak lahir hingga usia delapan tahun. Jurnal ini menerbitkan kebutuhan akademisi anak usia dini, teori dasar dan terkini terkait, dan untuk praktisi, metode pengajaran dan pembelajaran terkait, perkembangan anak usia dini, pola asuh anak usia dini, bermain dan permainan anak usia dini, media pembelajaran anak usia dini, manajemen pendidikan anak usia dini, inovasi pembelajaran anak usia dini, strategi pembelajaran anak usia dini, hasil belajar anak usia dini, dan penelitian yang relevan. DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini adalah jurnal akses terbuka dan akses gratis (dan pendaftaran gratis). Penulis dapat mendaftar secara online di website dan tidak dipungut biaya apapun dari proses pendaftaran. Para penulis dari universitas atau yang diteliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkati. Jurnal ini memberikan kesempatan untuk berbagi wawasan mendetail dari akademisi dan praktisi terkait dengan masalah anak usia dini, stimulasi, atau pendidikan keluarga dan lain sebagainya
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): 2025" : 7 Documents clear
Efektivitas Kurikulum Berbasis Al-Qur’an dalam Pendidikan Anak Usia Dini : Studi pada Platform Alkindi Online Preschool dengan Konsep Ibuku Guruku Septia Ayunda Wardana; Mahmud Yunus Mustofa
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v3i2.1295

Abstract

Transformasi pembelajaran anak usia dini menuntut model yang mampu mengintegrasikan penguatan nilai spiritual, pembentukan karakter, dan pencapaian perkembangan kognitif secara seimbang. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kurikulum berbasis Al-Qur’an pada Alkindi Online Preschool melalui konsep Ibuku Guruku dalam menanamkan nilai keislaman dan membentuk karakter anak. Penelitian menggunakan pendekatan etnografi digital dengan observasi partisipatif, wawancara terarah, dan penelusuran konten pada platform, kemudian dianalisis melalui analisis konten atas modul, video, interaksi orang tua–pendidik, serta portofolio daring anak. Hasil menunjukkan kurikulum efektif meningkatkan regulasi diri, keterampilan literasi dan numerasi awal, kemampuan sosial-emosional, serta kesadaran spiritual melalui integrasi kegiatan hands-on dan fun learning yang ditautkan dengan tadabbur ayat dan praktik keseharian. Keterlibatan ibu sebagai madrasatul ula, dukungan teknologi, dan umpan balik berbasis portofolio memperkuat personalisasi pembelajaran dan konsistensi pembiasaan akhlak. Temuan ini mengindikasikan bahwa kurikulum berbasis Al-Qur’an yang dipadukan dengan teknologi dan keterlibatan keluarga layak dijadikan model praktik baik bagi lembaga PAUD dan pemangku kepentingan pendidikan Islam di era digital
Mengenal Panca Indra Melalui Kegiatan Eksploratif Pada Anak Usia Dini Widya Saflitha; Nurul Zahriani Jf
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v3i2.2091

Abstract

Masa kanak-kanak awal merupakan fase kritis di mana pengalaman sensorik memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran kegiatan eksploratif dalam mengenalkan panca indra pada anak usia dini. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan melibatkan 42 anak berusia 5–6 tahun di RA Maghfirah, Medan, melalui observasi partisipatif, wawancara guru, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksploratif tidak hanya meningkatkan kepekaan sensorik dan kemampuan diskriminasi, tetapi juga memperkuat rentang perhatian, daya ingat, perkembangan bahasa, serta keberanian anak mengekspresikan emosi. Anak-anak tampak antusias, aktif berpartisipasi, berkolaborasi dengan teman sebaya, dan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menghubungkan pengalaman sensorik dengan konsep literasi maupun numerasi. Temuan lain memperlihatkan bahwa kegiatan eksploratif turut menumbuhkan kreativitas, keterampilan pemecahan masalah, serta ketahanan sosial-emosional. Implikasi dari hasil ini menegaskan perlunya integrasi pembelajaran berbasis eksplorasi sensorik dalam kurikulum PAUD untuk mendukung perkembangan holistik sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna
Integrating Technology in Early Childhood Education: Opportunities and Challenges in Thailand Miss Fatihah Saman
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v3i2.2101

Abstract

Early childhood education (ECE) plays a critical role in shaping children’s cognitive, social, and emotional development in the digital era. This study aims to analyze the opportunities and challenges of integrating technology into early childhood education in Thailand by examining national policies, teacher preparedness, and community engagement. Employing a qualitative descriptive approach, this research applies a systematic literature review of policy frameworks, UNESCO reports, and high-impact scholarly articles published within the last decade (2015–2025). The findings reveal that technology integration provides significant opportunities to enhance learning quality, personalize instruction, and expand access to education. However, challenges persist, including infrastructure disparities, limited digital literacy among teachers, insufficient culturally relevant content, and low parental involvement. The study highlights the need for collaborative strategies among policymakers, educators, parents, and technology developers to build an inclusive, sustainable, and child-centered learning ecosystem.
Evaluating the Implementation of Early Childhood Education Curriculum in Vietnam: Perspectives from Teachers and Parents Cham Is Na Uy
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v3i2.2102

Abstract

Early childhood education (ECE) in Vietnam has experienced substantial reforms over the past decades, shifting from traditional teacher-centered practices to competency-based, child-centered approaches designed to promote holistic development. This study aims to evaluate the implementation of Vietnam’s early childhood curriculum from the perspectives of teachers and parents. Using a systematic literature review approach, empirical and theoretical studies published between 2010 and 2025. The findings reveal significant gaps between policy intentions and practical realities. Teachers reported limited resources, insufficient professional training, and cultural constraints rooted in Confucian traditions, while parental involvement remained low due to limited awareness and diverse family dynamics. At the systemic level, disparities in infrastructure, funding, and policy coherence continue to hinder equitable curriculum implementation across regions. These findings emphasize the need for enhanced teacher capacity-building, culturally responsive school–parent partnerships, and context-sensitive policy strategies to improve curriculum fidelity and educational quality
Transforming Early Childhood Education Management: Integrating Technology and Holistic Approaches Said Maskur; Hasyamuddin Bin Othman
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v3i2.2103

Abstract

Transforming early childhood education (ECE) management has become an essential effort to address the challenges of 21st-century education. This study aims to analyze transformative ECE management strategies by integrating digital innovation, holistic approaches, and transformational leadership to establish adaptive and sustainable institutional models. The research employed a qualitative descriptive design with data collected through interviews, observations, and document analysis across several ECE institutions that have adopted digital management systems and holistic curricula. The findings show that the integration of digital technology enhances management effectiveness, facilitates personalized learning, expands parental participation, and strengthens stakeholder collaboration. Furthermore, holistic approaches positively influence children’s cognitive, emotional, social, and physical development, while transformational leadership emerges as a key driver for fostering innovation, improving service quality, and ensuring institutional sustainability.
Implementasi Kurikulum PAUD Berbasis Karakter dalam Pembentukan Kebiasaan Shalat Anak di TK IQRA’ Malang Nur Hana Azizah; Iftidatul Nurul Maiyah; Ahmad Samawi; Yudithia Dian Putra
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v3i2.2780

Abstract

Pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter religius anak, yang menjadi dasar bagi pembentukan kebiasaan shalat melalui praktik harian yang konsisten dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kurikulum berbasis karakter dalam mengembangkan kebiasaan shalat anak di TK IQRA’ Malang. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai rutinitas keagamaan yang terintegrasi dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan shalat dilakukan melalui kegiatan shalat Dhuha berjamaah, doa harian, dan hafalan surah pendek yang diperkuat dengan pembelajaran menyenangkan, keteladanan guru, dan kolaborasi orang tua di rumah. Praktik tersebut menumbuhkan disiplin, kesadaran spiritual, dan regulasi diri pada anak usia dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pembiasaan shalat dalam kurikulum berbasis karakter efektif menanamkan nilai religius dan moral sejak dini serta memperkuat perkembangan holistik anak
Peran Ayah terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak dalam Buku Gentle Parenting vs VOC Parenting: Tinjauan Psikologi Anak Nur Hana Azizah; Zaitun Nur Rizqi Ilahi; Pramono; Muh Arafik
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v3i2.2837

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi peran ayah dalam membentuk perkembangan sosial-emosional anak sebagaimana digambarkan dalam buku Gentle Parenting vs VOC Parenting karya Titiek Limarty. Kajian ini berfokus pada empat aspek utama, yaitu pembentukan sosial-emosional, pengaruh empati ayah terhadap regulasi emosi, pola komunikasi ayah dalam pengembangan kompetensi sosial, serta peran dukungan ayah terhadap kepercayaan diri dan kemandirian anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melalui analisis isi terhadap teks buku serta literatur pendukung terkait psikologi perkembangan, teori keterikatan, dan pengasuhan anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pendekatan Gentle Parenting, ayah direpresentasikan sebagai figur pengasuhan yang hangat, responsif, dan empatik sehingga mampu memperkuat regulasi emosi, rasa percaya diri, dan keterampilan sosial anak. Sebaliknya, pola VOC Parenting yang bersifat otoriter dan menekankan kepatuhan tanpa dialog emosional berpotensi menimbulkan hambatan dalam pengungkapan emosi, pengambilan inisiatif, dan perkembangan sosial-emosional anak. Temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan ayah yang konsisten dan suportif memiliki kontribusi terhadap pembentukan secure attachment, kontrol diri, serta kemandirian anak sejak usia dini

Page 1 of 1 | Total Record : 7