cover
Contact Name
Kiki Kristiandi
Contact Email
kikikristiandi@pakisjournal.com
Phone
-
Journal Mail Official
miki@pakisjournal.com
Editorial Address
Jl. Tabrani, Saing Rambi, Sambas, 79462 Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia
ISSN : 29875404     EISSN : 29874009     DOI : https://doi.org/10.58184/miki
Core Subject : Health,
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia (MIKI) is a peer-reviewed and open-access triannually (January, Mei, and September) published by the PAKIS JOURNAL INSTITUTE. The aim of MIKI is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in nutrition, public health, midwifery, and nursing. Processes submitted original scripts related to scope nutrition, public health, midwifery, and nursing and not being published by other publishers. This journal gives readers the state of the art of the theory and its applications in all aspects of nutrition, public health, midwifery, and nursing.
Articles 44 Documents
PENGARUH PEMBERIAN MEDIA BOOKLET TERHADAP IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PONTIANAK Rini Sulistiawati; Emy Yulianti
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v1i2.136

Abstract

Nyeri pinggang merupakan ketidaknyamanan yang sangat umum terjadi selama kehamilan yang berhubungan dengan perubahan anatomi dan fisiologis serta aspek emosi dalam kehamilan. Nyeri pinggang memengaruhi antara 45% dan 75% wanita selama kehamilan. Nyeri pinggang yang tak tertangani dapat menimbulkan peningkatan intensitas nyeri dan kecemasan, serta sakit punggung postpartum yang berkepanjangan dan kekambuhan pada 6 tahun kemudian. Penanganan nyeri pinggang berpusat pada pencegahan karena penanganan yang terlambat dalam kehamilan sering terjadi sulit dilakukan. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian booklet pada ibu hamil di puskesmas wilayah Kota Pontianak. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan rancangan quasi experiment Non Equivalent Group dan pre-post test with control group design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebesar 84 orang, yang meliputi 42 orang kelompok perlakuan dan 42 orang kelompok control. Pemilihan sampel teknik non probalility sampling secara consecutive sampling pengumpulan data wawancara, instrumen penelitian kuesioner, uji yang digunakan Mann Whitney. Berdasarkan hasil analisis yang digunakan adanya perbedaan bermakna  dari tingkat nyeri pinggang pada ibu hamil sebelum dan setelah pemberian booklet pada kelompok perlakuan (nilai p 0,001), sedangkan perbedaan bermakna pada tingkat nyeri pinggang pada ibu hamil sebelum dan setelah pemberian informasi oleh bidan disampaikan pada kelompok kontrol (nilai p 0,034). Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa adanya pengaruh positif terhadap pemberian booklet pada tingkat nyeri pinggang pada ibu hamil.
PENGARUH FOOD TABOO, KONSUMSI TABLET FE DAN KAFEIN TEH TERHADAP NILAI KADAR HAEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL Akbarini, Oon Fatonah; Pramuwidya, Asmaurika; Lamana, Aspia
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i1.208

Abstract

Anemia kehamilan merupakan keadaan tubuh yang memiliki kadar hemoglobin dalam darah <11% dengan kondisi kehamilan di trimester 1 & 3 dan dapat terjadi pada kondisi trimester ke-2 (kadar hemoglobin <10,5%). Kejadian anemia yang terjadi pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Antibar Kecamatan Mempawah Timur terdapat 61 orang tahun 2021. Anemia pada ibu hamil ini memberikan dampak seperti abortus, pendarahan pada kehamilan, persalinan prematur, gangguan janin, gangguan proses persalinan, gangguan masa nifas, cacat bawaan, BBLR, kematian perinatal dan lain - lain. Berdasarkan hasil pendahuluan masih terdapat ibu hamil yang melaksanakan tabu makanan pada kehamilannya. Tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 82, 50 %). Saat ini masyarakat di Kabupaten Mempawah masih memiliki budaya minum teh dalam keseharian termasuk ibu hamil. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh food taboo, konsumsi tablet Fe dan kafeina teh terhadap nilai kadar hemoglobin. Jenis penelitian ini adalah studi kuantitatif, dengan rancangan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil, sampel penelitian ini berjumlah 40 ibu hamil. Analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,937 artinya tidak ada hubungan antara food taboo dengan kadar hemoglobin, ada hubungan antara konsumsi tablet Fe dengan kadar hemoglobin dengan nilai p-value 0,021 dan ada hubungan antara kebiasaan minum teh dengan kadar hemoglobin dengan nilai p-value 0,04. Dari hasil tersebut bahwa sangat penting bagi ibu hamil untuk lebih diperhatikan pola konsumsi minum teh dan tablet Fe agar tidak terjadi penurunan hemoglobin selama kehamilan.
IDENTIFIKASI ASUPAN ZAT BESI, KALSIUM, DAN PHOSPOR PADA MAHASISWA PANGAN SEMESTER 5 Izzati, Fatin; Juliani, Juliani; Supriyanti, Dina
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i1.210

Abstract

Kecukupan gizi adalah salah satu kebutuhan harian yang disarankan bagi tubuh. Tingkat kecukupan gizi ditentukan berdasarkan rata-rata kebutuhan gizi penduduk dan dijadikan sebagai pedoman untuk memastikan bahwa individu seseorang mengonsumsi makanan yang seimbang dalam memenuhi kebutuhan gizinya. Metode yang digunakan adalah pencatatan makanan dalam bentuk kuantitatif, yaitu pencatatan secara perinci kebutuhan makanan selama 7 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan zat besi, kalsium serta kebutuhan fosfor pada laki-laki maupun wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kebutuhan kalori laki-laki dan wanita terhadap kalsium. Sejak hari pertama sampai hari ketujuh, kebutuhan kalsium pada laki-laki mengalami kelebihan tertinggi pada hari ketiga sebesar -6186,9. Berbeda dengan kebutuhan kalsium wanita, pada hari pertama, kelima dan ketujuh kebutuhan kalsium sangat tinggi, namun pada hari kedua, ketiga, keempat dan keenam kebutuhan kalsiumnya berkurang. Kadar kekurangan kalsium pada wanita paling rendah terjadi pada hari ketiga sebesar 1717,0935. Kebutuhan fosfor pada laki-laki terjadi pengurangan dari hari kesatu sampai hari keempat sedangkan hari kelima, keenam dan ketujuh kebutuhan fosfor pada laki-laki mengalami kelebihan. Kelebihan fosfor paling tinggi pada laki-laki, yaitu terjadi pada hari keenam sebesar -3688,85. Kebutuhan fosfor pada wanita mengalami kelebihan dari hari kesatu sampai hari ketujuh, yaitu terjadi peningkatan pada hari kelima sebesar -3807,5472. Tingkat kebutuhan zat besi pada laki-laki mengalami kelebihan, yaitu terjadi pada hari pertama, kedua, keempat, kelima dan ketujuh. Sedangkan, kebutuhan zat besi pada wanita mengalami kekurangan pada hari pertama sampai hari kelima, untuk hari keenam dan ketujuh mengalami kelebihan zat besi.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM MENGHADAPI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI KELAS X SMA N 1 SALEM KABUPATEN BREBES Sulymbona, Nurdewi
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i1.214

Abstract

Sebagian besar remaja di seluruh negara mengalami dismenore, yang dapat menyebabkan kontraksi rahim. Periode pematangan organ reproduksi manusia yang disebut masa pubertas biasanya terjadi pada usia 10 hingga 19 tahun. Hasil penelitian di beberapa negara berkembang menunjukkan bahwa sekitar 75% remaja perempuan dan 30-55% perempuan mengalami dismenore. Antara 5 dan 20% remaja putri yang mengalami dismenore dilaporkan mengalami nyeri yang sangat parah sehingga menghambat aktivitas sehari-hari mereka. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa remaja putri tidak cukup memahami dismenore sehingga banyak dari mereka tidak tahu bagaimana menangani dismenore dengan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap dismenore pada remaja putri di kelas X SMA N 1 Salem. Penelitian ini melakukan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Semua remaja perempuan dari kelas X SMA N 1 Salem berjumlah 181 orang terlibat dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, total sampling digunakan. Studi ini menggunakan kuesioner. Uji chi-kuadrat digunakan untuk menganalisis data univariate dan bivariate. Hasil penelitian yang dilakukan di SMAN 1 Salem Kabupaten Brebes menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri tentang dismenore termasuk dalam kategori cukup, yaitu 76 orang (42 persen), dan sikap mereka terhadap dismenore termasuk dalam kategori positif, yaitu 100 orang (55,2%) p-value 0,000.
GAMBARAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA-SISWI SMK DI KABUPATEN BULELENG Ariantini, Nyoman Sri; Purnamasari, Ayu
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i1.217

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang produktif dan memiliki potensi yang besar dalam pengembangan wilayah dan daerah. Potensi dalam pertumbuhan ini perlu diberikannya upaya maksimal dalam mendorong kemajuan bangsa yang akan datang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Siswa remaja SMK  DI Kabupaten Buleleng pada usia 15-19 tahun. Pendekatan yang digunakan, yaitu secara cross sectional study design. Jumlah sampel yang berkontribusi dalam penelitian ini sebanyak 175 sampel dengan tingkat pendidikan pada kelas X dan XI.  Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pengetahuan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi tergolong dalam kategori cukup baik dengan jumlah persentase sebanyak 47,4%, sedangkan untuk perilaku positif dengan nilai sebesar 90,9%. Hasil analisis dengan menggunakan chi-square dapat dilihat bahwa adanya hubungan antara pengetahuan dengan kesehatan reproduksi dengan perilaku kesehatan reproduksi. Peningkatan pengetahuan ini dibutuhkan agar tidak ada kesalahan dalam perilaku dan siswa menjadi lebih memahami kondisi kesehatan reproduksinya.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP ANTIBIOTIK DI LINGKUNGAN KALUBIBING KELURAHAN MAMUNYU Sartika, Sartika; Tikirik, Wita Oileri; Tarnoto, Tenny
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i1.230

Abstract

Antibiotik adalah golongan obat yang paling banyak digunakan di dunia dan berhubungan dengan banyak infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan penyebab utama penyebaran resistansi antibiotik, penggunaan antibiotik harus tepat sasaran, dan pasien harus mewaspadai efek samping obat antibiotik. Pengamatan awal dilakukan di lingkungan Kalubibing dan diperoleh informasi bahwa masyarakat cenderung menggunakan antibiotik karena indikasi yang tidak tepat. Kebanyakan orang menggunakan antibiotik sebagai pereda nyeri atau pereda nyeri, dan dosis yang digunakan hanya satu tablet atau dua tablet. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotik di sekitar Kalubibing Desa Mamunyu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, responden yang berpengetahuan baik sebanyak 33 orang (41, 2%) dan responden yang berpengetahuan cukup sebanyak 31 orang (38, 8%). Sedangkan pengetahuan kurang baik sebanyak 16 orang (20, 0%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa responden yang berpengetahuan baik lebih banyak dibandingkan responden yang berpengetahuan cukup baik dan kurang. Berdasarkan hasil penelitian penelitian ini, dapat diasumsikan bahwa masyarakat sekitar Kalubibi lebih mengetahui tentang penggunaan antibiotik, terutama tentang aturan pakai, cara menghentikan antibiotik.
GAMBARAN PENERIMAAN VAKSIN COVID-19 PADA ANAK DI KOTA MAKASSAR Firman, Firman; Fitriana, Fitriana; Jumardin, Jumardin
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i2.298

Abstract

Vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk melindungi tubuh  dengan menciptakan respons antibodi (sistem kekebalan) dengan tujuan meminimalkan penularan virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penerimaan orang tua murid terhadap vaksin COVID-19 pada anak Sekolah Dasar usia (6-11 tahun). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif non eksperimental. Populasi dalam penelitian adalah seluruh orang tua murid yang memiliki anak usia sekolah (6-11 tahun) di Kota Makassar yang dikategorikan layak mendapatkan vaksinasi, yaitu sekitar 264.000 orang dan besar sampel sebanyak 1.073 orang tua murid. Teknik pengambilan sampel yang digunakan, yaitu snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerima vaksin anak 83,8% dibandingkan dengan yang menolak 12,6%. Ada lima alasan mengapa responden menerima vaksin. Alasan yang paling banyak, yaitu “Keinginan sendiri Karena sadar akan manfaat vaksin anak” sebesar (75,1%) atau sebanyak 675 orang, sedangkan alasan yang paling sedikit, yaitu “ikut-ikutan dengan orang tua murid yang lain” sebesar (0,1%) atau sebanyak satu orang dan terdapat enam alasan mengapa responden menolak vaksin. Alasan yang paling banyak, yaitu “Takut terhadap efek samping vaksin” sebesar (8%) atau sebanyak 86 orang, sedangkan alasan yang paling sedikit, yaitu “Karena dari lahir anak saya tidak pernah di vaksin” sebesar (0,3%) atau sebanyak 3 orang. Disarankan kepada seluruh pihak terkait agar saling bersinergi dalam melakukan sosialisasi terkait pentingnya vaksin COVID-19 pada anak sebagai salah satu upaya dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran virus COVID-19.
KUALITAS HIDUP DOMAIN KESEHATAN PSIKOLOGIS PENDERITA STROKE: STUDI CROSS SECTIONAL DI KOTA MAKASSAR Mahendra B, Viky Indra; Firman, Firman
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i2.302

Abstract

Stroke di Asia merupakan penyakit yang menimbulkan masalah serius. Hal ini mengingat jumlah penduduk benua Asia yang mencapai 60% dari penduduk dunia. Stroke mempunyai angka kesakitan, kematian dan kelompok umur yang berbeda-beda, sehingga masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan memengaruhi kualitas hidup meliputi kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, serta lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kualitas hidup penderita strok pada domain kesehatan psikologis. Desain penelitian cross sectional. Besar sampel penelitian sebanyak 145. Studi ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Kota Makassar selama dua bulan, dari 27 Januari hingga 14 Maret 2022. WHOQOL-BREF, Peringkat Stres Persepsi (PSS), dan Kuesioner Dukungan Keluarga adalah instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-kuadrat digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p=0,117), jenis kelamin (p=0,202), lama menderita penyakit (p=0,827), tingkat stres (p=0,647), dan dukungan keluarga (p=0,878) tidak memiliki hubungan dengan kualitas hidup domain kesehatan psikologis pada penderita strok. Studi ini menemukan bahwa faktor-faktor yang mepengaruhi kualitas hidup individu yang menderita strok di bidang kesehatan psikologis termasuk status pekerjaan mereka, tingkat pendidikan mereka, dan penyakit penyerta (komorbid).
OVERVIEW OF EARLY BREASTFEEDING INITIATION (IMD) MANAGEMENT IN THE ERA OF NEW HABITS FROM THE MOTHER'S SIDE Trianingsih, Indah; Marlina, Marlina; Octaviana, Amrina; Roslina, Roslina; Indrasari, Nelly
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i2.319

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) memiliki peran penting dalam menyukseskan ASI Ekslusif. Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia di tahun 2019, terjadi banyak perubahan di segala sektor, termasuk dalam pelayanan kesehatan. Pada Desember 2022, dengan pencabutan status PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Indonesia status pandemi beralih menjadi endemi. Meskipun demikian, Tata laksana IMD pada era kebiasaan baru masih diterapkan, IMD dapat dilaksanakan dengan kesepakatan orang tua, menggunakan masker, dan mencuci tangan sebelum IMD. Hal ini dikarenakan ibu hamil, bersalin, dan bayi baru lahir termasuk dalam golongan berisiko tinggi yang masih memerlukan protokol kesehatan (prokes). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk melihat  gambaran pelaksanaan IMD di Era Kebiasaan Baru dari sisi ibu bersalin. Variabel yang diteliti meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan sikap ibu bersalin terhadap pelaksanaan IMD di Era Kebiasaan Baru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin normal di tempat praktik mandiri bidan (TPMB) di Kota Bandar Lampung periode April sampai dengan Oktober 2023 yang berjumlah 971 orang. Adapun jumlah sampel yang diambil setelah menggunakan rumus slovin didapatkan 109 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa sebagian besar ibu berada pada usia reproduksi sehat 80 responden (73,4%), berpendidikan rendah 92 responden (84,4%), dan bekerja sebagai Ibu Rumah tangga 76 responden (69,7%). Sedangkan untuk pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan IMD sebagian besar ibu memilki pengetahuan yang baik 100 responden (91,7%), dan sikap yang positif 99 responden (9,2%) terhadap tata laksana IMD di Era Kebiasaan Baru. Sebagian besar ibu bersalin juga telah me`laksanakan IMD sesuai tata laksana IMD di Era Kebiasaan Baru, yaitu sebanyak 70 responden (64,2%).
ANALISIS TOTAL COLIFORM DAN FECAL ESCHERICHIA COLI PADA SAMPEL AIR GALON DI PT. XYZ Fertiasari, Rini; Lasmono, Krisna Nurdin; Kristiandi, Kiki; Yunianto, Andi Eka
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i2.346

Abstract

Penggunaan air dalam kemasan mengalami peningkatan konsumsi di Indonesia, salah satunya adalah penggunaan air galon. Bentuk pencemaran yang dapat terjadi pada air galon isi ulang adalah karena saat proses pencucian yang rentan terhadap kontaminan dan menjadi peluang terjadinya penyebaran bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total coliform dan fecal E.coli pada sampel air galon di PT. XYZ. Pendekatan yang digunakan, yaitu secara kuantitatif deskpriptif. Dalam penelitian ini diberikan perlakuan pada dua suhu, yaitu 36 ˚C dan 40 ˚C dengan satu pengambilan hasil uji. Analisis yang digunakan dalam pengujian Total Coliform dan Fecal E-coli dengan menggunakan acuan MA PPOM 61/MIK/06, metode ini digunakan untuk dapat melihat adanya pertumbuhan koloni bakteri aerob mesofil setelah cuplikan diinokulasikan pada media lempeng agar dengan cara tuang dan diinkubasi pada suhu yang sesuai. Media padat yang digunakan dalam pengujian ini adalah ENDO dan MFC. Hasil dari penelitian dengan menggunakan suhu dengan Methode For Water and Waste Water 21th Edition Section 9100 tidak ditemukannya koloni bakteri E.coli pada air isi ulang galon atau hasil uji koloni nol (0). Sehingga air isi ulang dapat dikonsumsi dengan baik meskipun penelitian ini tidak mengambil sampel secara menyeluruh dari bagian lain, namun tidak menurunkan kewaspadaan terhadap indikator kualitas air minum isi ulang galon.