cover
Contact Name
Kiki Kristiandi
Contact Email
kikikristiandi@pakisjournal.com
Phone
-
Journal Mail Official
miki@pakisjournal.com
Editorial Address
Jl. Tabrani, Saing Rambi, Sambas, 79462 Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia
ISSN : 29875404     EISSN : 29874009     DOI : https://doi.org/10.58184/miki
Core Subject : Health,
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia (MIKI) is a peer-reviewed and open-access triannually (January, Mei, and September) published by the PAKIS JOURNAL INSTITUTE. The aim of MIKI is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in nutrition, public health, midwifery, and nursing. Processes submitted original scripts related to scope nutrition, public health, midwifery, and nursing and not being published by other publishers. This journal gives readers the state of the art of the theory and its applications in all aspects of nutrition, public health, midwifery, and nursing.
Articles 44 Documents
ANALISIS KANDUNGAN KADAR AIR PADA KOPI FERMENTASI MENGGUNAKAN METODE GRAVIMETRI Yani, Fitri; Miswandi, Miswandi; Trisni, Devi Nur; Fajar, Fajar; Yolanda, Evril; Nurya, Anis; Juanda, Juanda
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v3i3.538

Abstract

Kopi fermentasi adalah biji kopi yang telah mengalami proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme, seperti bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar air pada kopi fermentasi menggunakan metode gravimetri. Sampel yang digunakan adalah kopi fermentasi dengan perlakuan waktu 12, 24, dan 36 jam. Proses pengujian melibatkan alat seperti neraca analitik, oven, dan desikator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air pada perlakuan 12 jam adalah 2,807%, pada 24 jam sebesar 4,315%, dan pada 36 jam mencapai 4,17%. Berdasarkan standar SNI 01-3542-2004, batas maksimum kadar air untuk kopi adalah 7%. Kopi dengan kadar air rendah memiliki daya simpan lebih lama, sedangkan kadar air tinggi dapat menyebabkan kopi mudah tengik dan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian ini menunjukkan bahwa waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap kadar air biji kopi. Perlakuan 12 jam menghasilkan kadar air terendah, yang menunjukkan penguapan air lebih optimal dalam waktu singkat. Sebaliknya, fermentasi 24 jam memiliki kadar air tertinggi, kemungkinan akibat penyerapan kelembapan selama fermentasi. Hasil ini memberikan wawasan penting tentang pengolahan kopi fermentasi yang dapat diterapkan untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan kualitas produk. Dengan kadar air yang sesuai standar, kopi fermentasi dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi pengaruh proses fermentasi terhadap karakteristik lain, seperti rasa, aroma, dan kandungan antioksidan.
ANALISIS MANFAAT DAN TANTANGAN PENERAPAN PICTURE ARCHIVING AND COMMUNICATION SYSTEM (PACS) DI INSTALASI RADIOLOGI Darmawan, Zulkifli Tri; Angraeni, Dian; Mirfauddin, Mirfauddin; Rakhmansyah, A.AR.; Rusli, Muh; Wulandari, Andi Nur Intan; Syuhada, Firdha Adlia; Normawati, Sitti; Musdalifah, Indah
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v3i3.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat dan tantangan penerapan sistem Picture Archiving and Communication System (PACS) di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Otak dan Jantung Pertamina Royal Biringkanaya. PACS merupakan sistem digital yang menggantikan metode penyimpanan berbasis film konvensional guna meningkatkan efisiensi pelayanan radiologi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari enam orang radiografer dan satu orang dokter radiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PACS memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pelayanan. Berdasarkan hasil kuesioner, 62% radiografer menyatakan sangat setuju dan 38% setuju terhadap manfaat PACS. Respons dokter menunjukkan 80% sangat setuju, 10% setuju, dan 10% tidak setuju. Hasil wawancara memperkuat data kuantitatif tersebut, terutama dalam hal kemudahan akses gambar, kecepatan pelaporan, dan efisiensi alur kerja. Meski demikian, tantangan seperti gangguan jaringan dan perlunya pelatihan berkelanjutan masih ditemui. Hasil observasi menunjukkan bahwa infrastruktur PACS seperti komputer dan monitor sudah memadai, serta pelatihan yang diberikan umumnya cukup. Namun, responden menyarankan adanya pembaruan sistem dan pemeliharaan berkala. Secara keseluruhan, PACS terbukti meningkatkan kualitas pelayanan radiologi tetapi optimalisasi sistem masih diperlukan melalui peningkatan infrastruktur dan kapasitas pengguna.
ANALISIS KADAR GULA DAN PROTEIN PADA MINUMAN FUNGSIONAL NABATI (KEDELAI DAN JAGUNG) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN KACANG HIJAU, KACANG MERAH, DAN BERAS MERAH Sarah, May
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v3i3.753

Abstract

merupakan gabungan dari bahan kacang kedelai, jagung, kacang hijau, kacang merah, dan beras merah. Tujuan penelitian ini, yaitu menganalisis kadar gula dan protein pada minuman fungsional nabati berbahan dasar kedelai dan jagung dengan variasi penambahan bahan berupa kacang hijau, kacang merah, dan beras merah. Pendekatan yang dilakukan, yaitu secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor perlakuan, yakni jenis bahan tambahan dan waktu pemasakan (20, 25 dan 30 menit) pada suhu 70°C. Analisis kadar gula dengan metode refraktometer brix, sementara kadar protein metode kjeldahl. Hasil analisis kadar gula menunjukkan bahwa kombinasi bahan dan waktu pemasakan tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar gula. Perlakuan terbaik terdapat pada kombinasi kacang hijau, waktu 20 menit dengan kadar gula terendah 14,77%. Hasil analisis kadar protein menunjukkan adanya perbedaan signifikan, baik dari segi jenis bahan maupun waktu pemasakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi kacang hijau, waktu 25 menit dengan kadar protein tertinggi sebesar 7,32%. Kesimpulannya adalah kadar gula tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jenis bahan dan waktu pemasakan serta belum memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan yang berkisar antara 5-7%. Kadar protein memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jenis bahan dan waktu pemasakan serta telah memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan karena minimal 2,5% kadar protein dalam minuman nabati.
ANALISIS KADAR KARBOHIDRAT DAN VISKOSITAS PADA MINUMAN FUNGSIONAL NABATI (KEDELAI DAN JAGUNG) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN KACANG HIJAU, KACANG MERAH DAN BERAS MERAH Sa’diyah, Halimatus
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v3i3.754

Abstract

Minuman fungsional dengan bahan dasar nabati dari kombinasi biji-bijian dan kacang-kacangan menjadi salah satu alternatif yang menarik perhatian konsumen karena kandungan gizinya yang kompleks dan manfaat kesehatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kadar karbohidrat dan viskositas pada minuman fungsional nabati berbahan dasar kedelai dan jagung dengan variasi penambahan kacang hijau, kacang merah dan beras merah. Metode yang digunakan kuantitatif dengan Rancangan Acak Kelompok faktorial 3x3 dengan dua faktor, yaitu jenis bahan tambahan kacang hijau, kacang merah, beras merah dan waktu pemasakan 20 menit, 25 menit, 30 menit pada suhu 70 ˚C. Analisis kadar karbohidrat dilakukan menggunakan metode Luff-Schoorl, sedangkan viskositas diukur menggunakan viskometer tipe NDJ-9S. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan (kacang hijau, 25 menit) menghasilkan kadar karbohidrat tertinggi sebesar 8,8380%. Sedangkan, viskositas terbaik diperoleh pada perlakuan (kacang merah, 25 menit) sebesar 205,33 cP, sesuai dengan standar ideal minuman fungsional (200-400 cP). Hasil uji Analysis of Variance menunjukkan bahwa faktor bahan tambahan, waktu pemasakan dan interaksinya berpengaruh sangat nyata terhadap kadar karbohidrat dan viskositas. Kedua faktor tersebut memengaruhi sifat fisik akhir minuman. Kesimpulannya, kombinasi optimal bahan dan waktu pemasakan sangat penting untuk mencapai kualitas nutrisi dan karakteristik fisik yang optimal dalam minuman fungsional nabati.