cover
Contact Name
Eko Gunawan
Contact Email
Egoen3397@gmail.com
Phone
+628125672200
Journal Mail Official
Egoen3397@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Kuala Pembuang, Kab. Seruyan, Prov. Kalimantan Tengah, Indonesia
Location
Kab. seruyan,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Published by Politeknik Seruyan
ISSN : -     EISSN : 28091086     DOI : -
Core Subject : Science,
urnal ini adalah merupakan versi online tahun 2021. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Budidaya Ikan Politeknik Seruyan. Jurnal ini memuat artikel yang berhubungan dengan hasil penelitian di bidang perikanan yang meliputi Teknologi pembuatan pakan , Rekayasa akuakultur, Teknologi pembenihan dan pembesaran ikan, Rekayasa genetik, Pengendalian hama dan penyakit ikan, Budidaya pakan alami dan Pembenihan Ikan Lokal
Articles 38 Documents
ANALISIS NORMATIF PENEGAKAN HUKUM PADA KEJAHATAN PERIKANAN SETELAH PEMBERLAKUAN UNDANG-UNDANG NOMOR 45 TAHUN 2009 Robiyanoor *
Jurnal Penelitian Belida Indonesia Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Publisher : Jurnal Penelitian Belida Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pbelida.v2i2.93

Abstract

Pelanggaran laut di Indonesia tidak bisa dipungkiri sangat banyak. Dampaknya akan mengurangi sumber daya perikanan di yang dapat dikelola untuk kemaslahatan umat. Salah satu hal yang akan dibahas dalam artikel ini adalah tentang landasan yuridis filosofis tentang sumber daya alam, mengetahui tinjauan normatif di bidang perikanan untuk pengetahuan tentang keuntungan dan kerugian perubahan undang-undang perikanan. Dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap penegakan hukum bagi tindak pidana tindak pidana di bidang perikanan yang meliputi penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan namun pada prakteknya belum maksimal. Saran dalam artikel ini adalah aturan hukum mengenai hukum perikanan yang masih berlaku saat ini harus direkonstruksi dan diperbaharui agar aparat penegak hukum lebih mampu meningkatkan pengawasan dan tindakan di laut Indonesia, termasuk perlunya sikap dan kesadaran terhadap hukum khususnya di bidang perikanan.
EFEKTIVITAS HIDROLISAT PEPTIDA UNTUK PENGOBATAN INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN NILA Oreochromis niloticus Herawati Rasid; Dinamella Wahjuningrum
Jurnal Penelitian Belida Indonesia Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Publisher : Jurnal Penelitian Belida Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pbelida.v1i1.6

Abstract

Penyakit yang menyerang ikan nila salah satunya adalah penyakit motile aeromonad septicaemia (MAS). Hidrolisat peptida merupakan alternatif untuk mengendalikan infeksi A. hydrophila penyebab penyakit MAS. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dosis optimal penggunaan hidrolisat peptida untuk pengobatan infeksi A. hydrophila pada ikan nila. Penelitian terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan yaitu K- (tanpa injeksi A. hydrophila dan tanpa hidrolisat peptida), HP 0% (injeksi A. hydrophila dan tanpa hidrolisat peptida), HP 50% (injeksi A. hydrophila dan hidrolisat peptida 50 µL + 50 µL PBS), HP 100% (injeksi A. hydrophila dan hidrolisat peptida 100 µL), dan OTC (injeksi A. hydrophila dan oxytetracyclin 50 ppm). Uji tantang dilakukan pada awal pemeliharaan dengan menginjeksikan bakteri A. hydrophila sebanyak 0.1 mL per ekor ikan dengan kepadatan 106 CFU mL-1. Pengobatan dengan hidrolisat peptida dan oxytetracyclin sebanyak 0.1 mL per ekor ikan dilakukan pada hari ke tiga setelah uji tantang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hidrolisat peptida dengan dosis 50% efektif untuk mengobati ikan nila yang terinfeksi bakteri A. hydrophila dengan nilai kelangsungan hidup sebesar 70%.
IVENTARISASI ENDOPARSIT PADA IKAN LAYUR (Trichiurus lepturus) DI PASAR SAIK KUALA PEMBUANG Sri Herlina; Emelina Agus
Jurnal Penelitian Belida Indonesia Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pbelida.v3i1.124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megiventarisasi jenis endoparasit yang infeksi pada ikan layur (T. lepturus) di Pasar Saik Kuala Pembuang. Ikan layur (T. lepturus) yang diteliti sebanyak 30 ikan dan diidentifikasi di Laboratorium Program Studi Budidaya Ikan, Politeknik Seruyan. Parasit yang diamati yaitu endoparasit. Data hasil penelitian dianalisis dengan menghitung perbedaan prevalensi dan perhitungan secara deskriptif untuk mengetahui tingkat infeksi pada berbagai organ. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi infeksi parasit pada ikan layur (T. lepturus) yang dipasarkan di Pasar Saik Kuala Pembunag termasuk dalam kategori ‘selalu’ dengan nilai sebesar 93,2%. Menurut William dan Bunkley (1996), kategori ‘selalu’ ini menggambarkan bahwa parasit menginfeksi ikan sebesar 90- 98 %.
PENGARUH PENAMBAHAN AQUAENZYM PADA PAKAN KOMERSIL TERHADAP KONVERSI PAKAN IKAN PATIN (Pangasius pangasius) Rustiana Widaryati; Nurlaili Dini
Jurnal Penelitian Belida Indonesia Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Publisher : Jurnal Penelitian Belida Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pbelida.v2i1.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Aquaenzym pada pakan terhadap nilai konversi pakan ikan patin (Pangasius pangasius). Metode penelitian yaitu dengan penambahan booster Aquaenzym pada pakan komersil dengan 4 perlakuan yaitu A (1,25%/kg), B. (2,5% /kg), C. (3,75%/kg), D. Tanpa penambahan aquaenzym yang diberikan 3 kali sehari. selama penelitian dikumpulkan data pertumbuhan berat mutlak dan rasio konversi pakan serta data kualitas air sebagai data penunjang. parameter kualitas air yang diukur adalah suhu, dan ph,. Hasil penelitian menunjukkan pemberian aquaenzym pada pakan komersial memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap konversi pakan dan pertumbuhan ikan patin (Pangasius pangasius) dengan nilai konversi pakan dan pertumbuhan ikan terbaik terlihat pada perlakuan C dengan penambahan aquaenzym sebesar 3,75%/kg yang berarti sangat efektif dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai masing-masing sebesar 1.19 untuk konversi pakan dan 8,66 gram untuk pertumbuhan berat mutlak.
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L) DENGAN METODE PERENDAMAN PADA MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Rustiana Widaryati; Sri Herlina
Jurnal Penelitian Belida Indonesia Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Publisher : Jurnal Penelitian Belida Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pbelida.v2i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun pepaya melalui perendaman terhadap kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus) dan dosis ekstrak daun pepaya yang efektif untuk meningkatkan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus).Metode penelitian yaitu dengan penambahan booster Aquaenzym pada pakan komersil dengan 4 perlakuan yaitu perlakuan A tanpa pemberian ekstrak daun pepaya, perlakuan B Pemberian Ekstrak Daun Pepaya 10 gram/liter, perlakuan C ekstrak daun papaya 20 gram/liter, perlakuan D ekstrak daun papaya 30 gram/liter selama penelitian dikumpulkan data kelangsungan hidup ikan nila serta data kualitas air sebagai data penunjang. parameter kualitas air yang diukur adalah suhu, dan ph,. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L) efektif untuk meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan Dosis ekstrak Daun Papaya (Carica papaya L) adalah 30gr/liter yang direndam selama 1 bulan pemeliharaan.
IDENTIFIKASI MARKA MOLEKULER DAYA TAHAN INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA LELE DUMBO Clarias gariepinus DENGAN METODE RAPD-PCR Ika Safitri; Hasan Nasrullah
Jurnal Penelitian Belida Indonesia Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Publisher : Jurnal Penelitian Belida Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pbelida.v1i1.5

Abstract

Pencegahan penyakit motile aeromonas septicemia (MAS) pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus)  dapat dilakukan melalui seleksi ikan berbasis marka molekuler menggunakan teknik random amplified polymorphic DNA PCR (RAPD-PCR) untuk mengidentifikasi keberadaan fragmen pita yang kemungkinan terkait dengan daya tahan terhadap penyakit MAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandidat marka molekuler daya tahan penyakit pada ikan lele dumbo setelah diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini menggunakan 4 jenis primer RAPD dengan sekuen berbeda sebagai tahap optimasi kerja. Sampel DNA yang diamati berasal dari ikan yang tahan (resistant) dan rentan (susceptible) pascainfeksi masing-masing sebanyak 8 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandidat marka molekuler terkait daya tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada lele dumbo bertahan hidup pasca penyuntikan bakteri A.hydrophila 107 CFU ml-1 memiliki pita DNA berukuran sekitar 1700 bp dengan peluang populasi resistan sebesar 87.5%.
ANALISIS PERAN HUKUM DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN DI INDONESIA Robiyanoor *
Jurnal Penelitian Belida Indonesia Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pbelida.v3i1.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran hukum dalam pengelolaan sumberdaya perikanan di Indonesia. Studi ini dilakukan dengan menggunakan metodologi penelitian yang mencakup tinjauan pustaka dan studi kasus. Hasil analisis menunjukkan bahwa peraturan hukum yang ada saat ini belum efektif dalam mencegah over-eksploitasi sumberdaya perikanan dan tidak memberikan insentif bagi pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkualitas. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk mengoptimalkan peran hukum dalam pengelolaan sumberdaya perikanan agar dapat menjaga keberlangsungan sumberdaya perikanan dan memperkokoh pembangunan ekonomi. Hasil penelitian bahwa peran hukum sangat penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan di Indonesia. Rekomendasi yang diberikan meliputi perbaikan regulasi hukum yang ada dan pengembangan sistem insentif bagi pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkualitas. Implementasi dari rekomendasi ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan sumberdaya perikanan dan memperkokoh pembangunan ekonomi.Kata kunci: Hukum, Sumberdaya perikanan, Pengelolaan, Indonesia, Analisis.
TINGKAT INSIDENSI DAN DOMINASI EKTOPARASIT PADA IKAN PATIN (Pangasius-pagasius) YANG DI BUDIDAYAKAN SECARA MONOKULTUR Norhalimah -; Sri Herlina; Rustiana Widaryati
Jurnal Penelitian Belida Indonesia Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Publisher : Jurnal Penelitian Belida Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pbelida.v2i1.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat insidensi dan dominasi ektoparasit yang menginfeksi pada ikan patin . Sampling dilakukan pada tiga kolam di Desa Sungai Undang Kecamatan Seruyan Hilir dengan jumlah sampel sebanyak 40 ekor. Parameter yang diamati adalah tingkat insidensi dan dominasi. Analisa deskriftif digunakan untuk mengambarkan tingkat insidensi dan dominasi ektoparsit pada ikan pati (Pangasius-pangasius). Hasil penelitian menunjukan jenis ektoparasit yang ditemukan Dactylogyrus, Ichthyophthirius multifilis dan Trichodin sp. Nilai insidensi dan dominasi masing-masing ektoparasit perkolam berkisar antara 2,5-5,7% sedangkan dominasi antara 20-40%
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oliefera) UNTUK MENURUNKAN INFESTASI EKTOPARASIT Tricodina sp. PADA IKAN NILA (Oreocromis sp) Sri Herlina; Tania Serezova Augusta
Jurnal Penelitian Belida Indonesia Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Publisher : Jurnal Penelitian Belida Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pbelida.v2i2.95

Abstract

Parasit Tricodina sp. adalah jenis parasit yang menginfeksi nila dan menempel pada kulit. Parasit ini menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan terganggunya pertumbuhan serta menurunkan sistem pertahanan tubuh ikan nila. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengobati serangan parasit Tricodina sp. yaitu menggunakan bahan alami seperti ekstrak daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap kelangsungan hidupan dan penurunan infestasi parasit Tricodina sp. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Dosis ekstrak daun kelor yang digunakan pada penelitian ini adalah A (3 ml/L), B (5 ml/L), dan C (8 ml/L). Ikan nila yang digunakan sebanyak 45 ekor, dan dipelihara dalam 9 akuarium dengan kepadatan 5 ekor/akuarium. Rata-rata kelulus hidupan nila merah yaitu 88,87 (perlakuan A), 76,45 (perlakuan B ), 66,65 (perlakuan C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi Tricodina sp. menurun karena perendaman ekstrak daun kelor, ikan nila menujukkan respon pasif dan pasca perendaman dari ekstrak daun kelor tidak memiliki pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup nila yang terinfeksi Tricodian sp. namun ekstrak daun kelor menyebabkan tingkat kelangsungan hidupan tinggi pada ikan nila yang terinfeksi.
IDENTIFIKASI KANDIDAT MARKA MOLEKULER PADA IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) RENTAN STRES MENGGUNAKAN TEKNIK RAPD-PCR Amalia Hayati; Odang Carman
Jurnal Penelitian Belida Indonesia Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Publisher : Jurnal Penelitian Belida Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pbelida.v1i1.7

Abstract

Ikan nilem (Osteochilus hasselti) merupakanikan budidaya air tawar di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Transportasimenyebabkan ikan stres, dan perubahan respons fisiologis. Penelitian ini bertujuanmengidentifikasi kandidat marka molekuler menggunakan teknik RAPD-PCR pada ikan nilem yang rentan stres. Ikan berukuran panjang total 4.82±0.54 cm, ditransportasikan selama 4 jam dengan jarak tempuh sekitar 76 km. Kepadatan ikan dibedakan menjadi 100, 300, dan 500 ekor per lima liter air, dengan tiga ulangan. Ekstraksi DNA genom dilakukan dengan mengambil masing-masing dua ekor dari tiap kepadatan ikan yang sehat dan moribund, kemudian sirip ekor dipotong 10-20 mg.Amplifikasi PCR dilakukan menggunakan lima primer(OPA08, OPA11, OPB06, OPC03, dan OPC09), amplikon dielektroforesis dengan gel agarosa 1.5%. Pasca transportasi kualitas air parameter suhu, CO2, amonia, nitrit, dan suhu mengalami peningkatan, sementara parameter DO dan pH mengalami penurunan pada setiap kepadatan.Persentase ikan nilem sehat kepadatan 100(99.33±0.57)  lebih tinggi dari kepadatan 500 ekor(96.27±0.80). Persentase ikan nilem moribund pada kepadatan 100 (0.67±0.58) lebih rendah dari kepadatan 500 ekor (1.93±0.12).Primer OPA11 menghasilkan pita berukuran 1250 bp yang terdapat pada ikan yang moribund, dengan peluang kemunculan pita sebesar 67%. Pita tersebut menjadi pembeda antara ikan nilem yang sehat dengan moribund dan dapat menjadi kandidat marka molekuler penanda ikan yang rentan stres.

Page 2 of 4 | Total Record : 38