cover
Contact Name
Ilham Hariaji
Contact Email
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Phone
+6281262082844
Journal Mail Official
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Gedung Kampus 1 UMSU Jalan Gedung Arca Nomor 53 Medan Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pandu Husada
ISSN : 27160254     EISSN : 27160254     DOI : https://doi.org/10.30596/jph.v4i1
Jurnal Pandu Husada merupakan jurnal yang di kelola oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Bekerjasama dengan Divisi Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Pandu Husada Terbit 4 Kali dalam Satu Tahun (Januari-April-Juli-Oktober) Meliputi Bidang Kesehatan, Kedokteran.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2024)" : 10 Documents clear
Pengaruh Jus Buah Pare Terhadap Kadar Kolesterol HDL Pada Tikus Putih Galur Wistar Yang Diinduksi Pakan Tinggi Lemak Hasanah, Nadya; Faried Lubis, Taufik Akbar
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.16631

Abstract

Abstrak: Kolesterol memiliki peran penting dalam tubuh yang apabila jumlahnya berlebihan dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. Salah satu faktor pemicunya adalah dislipidemia. Jus buah pare (Momordica charantia L.)  mengandung bahan aktif yang dapat menurunkan kadar lemak dalam darah, seperti flavonoid yang berperan sebagai antilipid.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah pare terhadap kadar HDL tikus wistar yang diberi pakan tinggi lemak. Penelitian true experimental dengan rancangan pre and post test with control group design. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus putih jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi diet tinggi lemak, dibagi sebanyak 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan pertama (1.8 mL) dan perlakuan kedua (2.7 mL). Hasil uji T-berpasangan menunjukkan peningkatan bermakna pada kadar HDL dengan dosis 1.8 mL (p0,001). Kesimpulan penelitian ini, terdapat pengaruh dalam pemberian jus buah pare (Momordica charantia L.) selama 7 hari dalam meningkatkan kadar HDL pada tikus putih jantan Galur Wistar
Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian Perdarahan Pasca Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kambang Tahun 2023 Aneisca, Atiqah Salsabila; Batubara, Heppy Jelita Sari
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.18828

Abstract

Abstrak: Perdarahan pasca persalinan merupakan kondisi dimana ibu kehilangan darah 500 mL setelah persalinan pervaginam atau lebih dari 1.000 ml setelah persalinan sesar. Salah satu faktor resiko terjadinya perdarahan pasca pesalinan adalah anemia dalam kehamilan. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan karena kadar Hb yang kurang menyebabkan oksigen yang ikat juga berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil terhadap kejadian perdarahan pasca persalinan di wilayah Puskesmas Kambang Sumatera Barat tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel 237 responden, diambil dengan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan data rekam medik dan buku KIA yang melakukan persalinan pada Januari sampai dengan Juni 2023 di wilayah kerja Puskesmas Kambang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji chi square. Terdapat 227 ibu yang mengalami anemia dalam kehamilan dan dari 227 terdapat 120 orang diantaranya mengalami perdarahan pasca persalinan. Berdasarkan hasil uji statistik uji chi square diperoleh p=0,001 (p≤0,05) yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan hubungan anemia pada ibu hamil terhadap kejadian pendarahan pasca persalinan di Wilayah Puskesmas Kambang Sumatera Barat Tahun 2023. Ada hubungan anemia pada ibu hamil terhadap kejadian perdarahan pasca persalinan di wilayah kerja Puskesmas Kambang tahun 2023.
Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Induksi Persalinan Ketuban Pecah Dini pada Kehamilan Aterm Putri, Radita Oktaverina; Setiabudi, Muhamad Taufiqy; Handaria, Diana
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.10155

Abstract

Abstrak: Angka terjadinya kejadian KPD di dunia mencapai 12,3% dari seluruh total jumlah persalinan. Salah satu pengelolaan secara aktif yang sering dilakukan pada kasus KPD yaitu induksi persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan induksi persalinan pada KPD aterm. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Usia, paritas, kadar Hb dan berat lahir bayi merupakan variabel bebas dan induksi KPD aterm merupakan variabel terikat. Subjek penelitian yaitu ibu KPD yang menggunakan induksi persalinan. Penelitian dilakukan di RSUD Tugurejo Semarang periode 2019-2020. Dengan teknik purposive sampling, yang kemudian diuji dengan uji regresi logistik, dan uji chi-square. Sampel didapatkan sebanyak 112 orang di RSUD Tugurejo Semarang. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa nilai signifikan usia (p = 0,048; OR=2,483), paritas (p= 0,036 ; OR=2,494), kadar Hb ibu(p= 0,030; OR=2,242), dan tidak menunjukkan nilai signifikan berat lahir bayi (p= 0,299; OR=0,368). Pada hasil analisis multivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang berpengaruh paling kuat yaitu usia (p=0,006, OR=3,825). Usia merupakan faktor yang paling dominan di antara faktor lain yang berhubungan dengan induksi persalinan KPD aterm. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, paritas dan kadar Hb ibu sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara berat lahir bayi dengan kejadian induksi persalinan pada KPD aterm.
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Risiko Terjadinya Baby Blues Di Puskesmas Medan Area Siregar, Pinta Pudiyanti; Valdivia Ritonga, Zimly Khatif; Sembiring, Ranggi Heryagung; Adinda, Adinda; Aghla Pane, Syafiqah Tsamara; Siregar, Suci Auliyah
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.18519

Abstract

Abstrak: Ibu pasca melahirkan bisa saja mengalami perasaan sedih mengenai bayinya (baby blues) yang disebabkan oleh perubahan perasaan yang dialami saat hamil sehingga sulit untuk menerima kehadiran bayinya. Dukungan   sosial   merupakan   salah   satu   karakteristik Ibu pasca melahirkan yang   dapat mempengaruhi baby  blues. Faktor  dukungan  dari  suami menjadi  salah  satu penyebab utama baby blues, dukungan dari suami berupa dukungan sosial kepada  istri  sangat  utama  sebelum  dukungan  dari  pihak  lain. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui tingkat risiko terjadinya dan dukungan sosial terhadap pengaruh terjadinya baby blues di puskesmas Medan Area di puskesmas Medan Area. Penelitian ini menggunakan pendekatan baby blues kuantitatif non eksperimen menggunakan deskripsi korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pada penelitian ini subjek penelitian akan diberikan kuesioner tentang dukungan sosial terhadap risiko terjadinya baby blues. Penelitian ini dilakukan hanya satu kali pada suatu waktu, tanpa follow up. Terdapat hubungan antara dukungan sosial terhadap kecenderungan terjadinya baby blues.
Hubungan Intensitas Shalat Tahajud Dengan Tingkat Kecemasan Pada Tenaga Kesehatan Selama Pandemi COVID-19 Alfiana, Yusin Aulia; Yazid, Noor; Faizin, Chamim
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.18535

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 sedang mewabah di seluruh dunia. Kecemasan menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari di saat pandemi COVID-19. Kondisi lingkungan kerja para tenaga kesehatan yang penuh tekanan menyebabkan tingkat kecemasan yang dialami mengalami peningkatan. Adaptasi terhadap ancaman dan tekanan sangat diperlukan. Shalat tahajud dinilai sebagai salah satu terapi spiritual penting untuk menghadirkan ketenangan dan ketenteraman jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara intensitas shalat tahajud dengan tingkat kecemasan pada tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Demak. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan jumlah sampel sebanyak 52 responden. Pengukuran intensitas shalat tahajud menggunakan kuesioner dan tingkat kecemasan menggunakan skala Zung Self-rating Anxiety Scale. Analisis bivariat menggunakan korelasi rank spearman. Hasil analisis berdasarkan intensitas shalat tahajud dan tingkat kecemasan diketahui nilai p = 0,000 (p0,05) dan r = -0.512. Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas shalat tahajud dengan tingkat kecemasan pada tenaga kesehatan yang berkerja di Puskesmas selama pandemi COVID-19. Dapat disimpulkan apabila intensitas shalat tahajud tinggi, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami oleh tenaga kesehatan.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Abortus Spontan di RSUD Tugurejo Semarang Atmodjo, Delanaura Puspitasari; Setyabudi, Muhamad Taufiqy; Fuad, Wijayanti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.10154

Abstract

Latar Belakang: Abortus menjadi masalah kesehatan yang mempengaruhi morbiditas dan mortalitas ibu di seluruh dunia. Data dari studi WHO, satu dari setiap empat ibu hamil mengalami aborsi. Insidensi abortus di Indonesia masih meresahkan, diperkirakan sebanyak 10 15% dari lima juta tahun setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian abortus spontan di RSUD Tugurejo Semarang.Metode: Penelitian observasional berdesain cross sectional pada ibu hamil dengan usia gestasi kurang dari 20 minggu yang mengalami abortus di RSUD Tugurejo Semarang. Data diperoleh dari rekam medik periode Januari Desember 2020. Penelitian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Sebanyak 154 sampel dianalisis dan didapatkan hasil adanya hubungan antara usia ibu (p=0,020; OR=4,047), pekerjaan (p=0,043; OR=2,239), dan riwayat aborsi (p=0,046; OR=2,480) dengan kejadian aborsi spontan. Paritas (p=1,000; OR=1,267) dan riwayat trauma (p=1,000; OR=1,267) tidak berhubungan dengan kejadian abortus spontan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa usia ibu adalah variabel yang paling kuat untuk menduga kejadian abortus spontan. Kesimpulan: Faktor risiko aborsi diantaranya usia ibu, pekerjaan, dan riwayat aborsi. Paritas dan riwayat trauma bukan faktor risiko untuk kejadian abortus spontan.Kata kunci: abortus, usia, pekerjaan, paritas, trauma
Clinical Experiences: Edukasi Pengenalan Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Di Lingkungan 6, Teladan Barat Zahran, Fadly; Gurusinga, Nabira Maharani; Putri, Rania Gusmi; Fauzio, Revo; Frisilia Saputri, Anggi Yulisna; Hariaji, Ilham
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.18982

Abstract

Abstrak : Jumlah penderita penyakit diabetes melitus di Indonesia terus mengalami peningkatan, sehingga dibutuhkan edukasi agar dapat menekan angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang masalah kesehatan keluarga di lingkungan 6, Teladan Barat. Observasi masalah kesehatan ini berkaitan tentang penyakit diabetes melitus tipe 2. Metode yang penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode observasi (pengamatan), penggunaan kuesioner dan pendekatan terhadap keluarga secara langsung. Data penelitian ini adalah hasil observasi dan hasil pendekatan yang dilakukan ke keluarga terkait masalah kesehatan. Penganalisisan data dilakukan dengan pengumpulan data yang kemudian dilakukan pemilahan data serta mengklasifikasi data yang akhirnya menyajikan hasil dari observasi. Dari penyuluhan yang dilakukan didapatkan peningkatan tingkat pengetahuan
Tuberkulosis Paru pada Human Immunodeficiency Virus (HIV) Hapsah, Hapsah
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.18594

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan infeksi opurtunistik dan penyebab utama kematian pada pasien HIV/AIDS di negara berkembang, sekitar 25%-65% pasien HIV/AIDS menderita TB di organ mana pun. Namun, ada kesulitan dalam mencapai tujuan mengurangi beban tuberkulosis karena beberapa tantangan, seperti kesulitan dalam mendiagnosis tuberkulosis pada pasien terinfeksi HIV karena gambaran klinis yang tidak biasa, sputum BTA negatif pada tuberculosis paru, dan foto toraks yang atipikal. Peningkatan infeksi TB pada pasien HIV dipengaruhi rendahnya system imunitas pada pasien HIV
Clinical Experiences: Bahaya Obesitas Dan Cara Pencegahannya Lingkungan Jl. Tapian Nauli No 37a Kel.Teladan Barat Prayoga, Muhammad Iqbal; Bakhreni, Neyla Fitri; Shafira, Adinda; Jannah, Rhadatul; Nabila, Windy; Hariaji, Ilham
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.19007

Abstract

Abstrak: Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering muncul di tengah masyarakat, hal ini dapat terjadi karena pola makan dan menu makan yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang masalah kesehatan keluarga terutama dalam mencegah terjadinya obesitas dan penanganannya di lingkungan JL.Tapian Nauli NO37A Kel.Teladan Barat. Observasi masalah kesehatan ini berkaitan tentang bahaya obesitas. Penelitian dilakukan dengan metode observasi (pengamatan) .Penganalisaan data dilakukan dengan pengumpulan data yang kemudian dilakukan pemilahan data serta mengklasifikasi data yang akhirnya menyajikan hasil dari observasi. Kesimpulan keluarga binaan sudah mengetahui dan paham  tentang bahaya dan cara penjegahan obesitas sebelum diberikan edukasi  sudah banyak.
Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Status Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Handayani, Ahmad; Nasution, Ria Wenny
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.18619

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) dan juga data dari USA's Centers for Disease Control dan Prevention (CDC), penyakit yang membunuh setidaknya 17 juta orang per tahun ialah penyakit jantung dan stroke, yang mana data tersebut jumlahnya secara global hampir sepertiga dari semua kematian. Berdasarkan American Heart Association (AHA), menyatakan bahwa penyakit jantung koroner juga sebagai penyebab 1 dari 7 kematian di Amerika Serikat yang mana data tersebut  menewaskan sekitar 3% orang dewasa lanjut usia. Faktor risiko penyakit jantung dapat dibedakan menjadi 2 faktor yaitu  faktor yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia pasien, jenis kelamin, dan predisposisi genetik keluarga dan juga ada faktor yang dapat dimodifikasi seperti dislipidemia, hipertensi, diabetes melitus, kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik dan pola diet yang menyebabkan obesitas. Metode: Analitik observasional dengan pendekatan observasional, minimal sampel penelitian ini 100 pasien penyakit jantung koroner yang dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan akan dilakukan analisis bivariat dengan metode chi-square untuk menguji hubungan tingkat pendidikan dan sosial ekonomi terhadap tingkat pengetahuan tentang faktor risiko penyakit jantung koroner pada pasien penyakit jantung koroner. Hasil: Hasil analisis bivariat dari 106 sampel data kuesioner pasien penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Mitra Medika Amplas untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi dengan tingkat pengetahuan tentang faktor resiko penyakit jantung koroner pada pasien penyakit jantung koroner, setelah dilakukan uji Chi Square diperoleh nilai p=0,000 (p0,05). Kesimpulan: Terdapat adanya hubungan antara tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi terhadap tingkat pengetahuan tentang faktor risiko penyakit jantung koroner pada pasien penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Mitra Medika Amplas.

Page 1 of 1 | Total Record : 10