cover
Contact Name
Ilham Hariaji
Contact Email
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Phone
+6281262082844
Journal Mail Official
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Gedung Kampus 1 UMSU Jalan Gedung Arca Nomor 53 Medan Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pandu Husada
ISSN : 27160254     EISSN : 27160254     DOI : https://doi.org/10.30596/jph.v4i1
Jurnal Pandu Husada merupakan jurnal yang di kelola oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Bekerjasama dengan Divisi Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Pandu Husada Terbit 4 Kali dalam Satu Tahun (Januari-April-Juli-Oktober) Meliputi Bidang Kesehatan, Kedokteran.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2024)" : 10 Documents clear
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Anak-Anak Sekolah Dasar Desa Bagan Kuala Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Purwoningsih, Emni; Utami, Ratih Yulistika; Lubis, Humaira Medina Liza
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.18972

Abstract

Desa Bagan Kuala terletak di Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai. Desa ini berada di daerah pesisir, dan kerap mengalami banjir akibat pasang air laut. Kondisi tersebut menyebabkan lingkungan menjadi lembab dan tidak sehat. Masalah mitra adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang budaya hidup bersih dan sehat, dan kualitas kebersihan lingkungan yang buruk. Metode pelaksanaan kegiatan dengan pendekatan participatory rural appraisal, yaitu melibatkan masyarakat sebagai agen perubahan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan kebersihan kuku, kemudian dilanjutkan dengan edukasi PHBS, cara mencuci tangan yang baik dan benar, dan jajanan bergizi. Edukasi menggunakan media poster, video interaktif dan praktik langsung.  Peserta kegiatan ini adalah siswa sekolah dasar 102052 kelas 3, 4, 5 dan 6, dengan jumlah 60 siswa, dan kegiatan dilaksanakan pada 30 Maret 2019). Para siswa dan guru terlibat aktif pada kegiatan tersebut. Kesimpulan: perilaku hidup bersih dan sehat dapat menjadi kebiasaan jika dilakukan edukasi PHBS yang berkelanjutan dan terus menerus, dan guru berperan aktif dalam monitoring dan evaluasi pelaksanaan PHBS.
Kadar Neutrophil Lympocyte Ratio (NLR) dan C-Reactive Protein (CRP) Berhubungan Dengan Tingkat Keparahan Pasien COVID-19 Khoiriyah, Rahmatul Al; Tambunan, Asri Ludin
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.19853

Abstract

Abstrak: Coronavirus (CoV) dengan genus yang sama juga dikaitkan dengan wabah penyakit yang terjadi pada tahun 2002 dan 2012 di Asia Timur dan Timur Tengah yang dikenal dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan  Middle East Respiratory Syndrome (MERS). sub-kelompok pasien dengan COVID-19 yang parah dapat memiliki dis-regulasi respons imun yang memungkinkan berkembangnya hiper inflamasi virus. Biomarker yang berada di sirkulasi dapat mempresentasikan status inflamasi dan imun yang dapat berguna sebagai nilai prediktif potensial untuk prognosis pasien COVID-19 yaitu NLR dan CRP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar NLR dan CRP dengan tingkat keparahan pasien COVID-19 di RSUD Drs. H. Amri Tambunan. Desain penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional. Dengan pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dimana pemilihan sampel dengan menetapkan subjek yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan dalam penelitian untuk menganalisis hubungan NLR dan CRP dengan tingkat keparahan pasien COVID-19 di RSUD Drs. H. Amri Tambunan. Terdapat hubungan kadar NLR dan CRP dengan tingkat keparahan COVID-19
UJI EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina Del.) TERHADAP ZONA HAMBAT BAKTERI Cutibacterium acnes Husna, Putri Sifahul; Lingga, Febrina Dewi Pratiwi
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.20762

Abstract

Abstrak : Latar belakang : Akne vulgaris (AV) merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan peradangan kronis folikel pilosebasea. Bakteri utama yang menyebabkan AV yaitu akibat bakteri Cutibacterium acnes. Daun afrika (Vernonia amygdalina Del.) adalah tumbuhan yang berasal dari benua Afrika dan negara yang beriklim tropis salah satunya adalah Indonesia. Daun afrika (Vernonia amygdalina Del.) diketahui memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid, glikosida, saponin, tanin dan triterpenoid/steroid yang memiliki efek sebagai antibakteri. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun afrika (Vernonia amygdalina Del.) terhadap zona hambat pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes. Metode : Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain post test control grup design dan jumlah sampel 24 koloni bakteri Cutibacterium acnes dalam 6 kali pengulangan. Hasil : Dalam 24 jam perlakuan konsentrasi ekstrak daun afrika (Vernonia amygdalina Del.) 20%, 30% dan 40% menunjukkan hasil efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes dengan rata-rata zona hambat pada konsentrasi 20% sebesar 5,33 mm, konsentrasi 30% sebesar 8,83mm dan konsentrasi 40% sebesar 11 mm. Kesimpulan : Ekstrak daun afrika (Vernonia amygdalina Del.) konsentrasi 20%, 30% dan 40% efektif sebagai antibakteri pada pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes. Zona hambat ekstrak daun afrika (Vernonia amygdalina Del.) pada konsentrasi 40% yang paling efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes.
Kemudahan Akses Pelayanan Kesehatan Dapat Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Medan Area Selatan Hutasuhut, Rizka Fadillah; Siregar, Pinta Pudiyanti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.18840

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat ketidakmampuan sel tubuh bereaksi terhadap insulin sehingga berisiko terjadinya komplikasi yang akan menurunkan kualitas hidup dan menyebabkan kematian mendadak. Penderita diabetes melitus tipe 2 yang kesulitan mengontrol gula darahnya dengan mengonsumsi obat lebih cepat mengalami komplikasi. Dalam hal ini, kepatuhan mengonsumsi obat dapat dicapai dengan adanya akses terhadap layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akses layanan kesehatan terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Medan Area Selatan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik  dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak 46 pasien Puskesmas Medan Area Selatan yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel ini didasarkan pada probability sampling dan dilakukan pengujian dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses pelayanan kesehatan berhubungan signifikan dengan tingkat kepatuhan minum obat (p = 0,01) yang mana mayoritas responden (75%) dengan akses pelayanan yang mudah patuh dalam mengonsumsi obat sedangkan mayoritas responden (83,3%) dengan akses pelayanan yang sulit tidak patuh dalam mengonsumsi obat. Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara akses pelayanan kesehatan dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien yang mana semakin mudah mengakses layanan kesehatan, pasien akan semakin patuh untuk mengonsumsi obat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persalinan Per Vaginam dan Caesarean Section Akbar, Aidil; Parhusip, Tiara Aulia
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.19416

Abstract

Abstrak: Persalinan ialah proses pengeluaran janin, plasenta dan membran dari rahim. Persalinan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu per vaginam dan per abdominal. Persalinan caesarean section 55% lebih cenderung mengalami komplikasi dibandingkan persalinan per vaginam. Ibu  yang menjalani persalinan caesarean section dapat mengalami komplikasi, yang mana salah satu penyebab tingginya kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu bersalin secara per vaginam dan caesarean section. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, Sampel pada penelitian diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu sebanyak 185 sampel. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh tidak terdapat pengaruh usia ibu P-value = 0.767, paritas P-value = 0.842, Indeks Massa Tubuh P-value= 0.709, jarak kehamilan P-value= 0.536, kadar Hemoglobin P-value= 0.159, riwayat penyakit P-value= 0.44 terhadap jenis persalinan. Hasil penelitian yang didapatkan ialah tidak terdapat pengaruh usia, paritas, indeks massa tubuh, jarak kehamilan, kadar hemoglobin, dan riwayat penyakit terhadap jenis persalinan.
Ukuran Penis Berbanding Terbalik Dengan Berat Badan Menurut Tinggi Badan Anak Laki-Laki Usia 2-5 Tahun Trilaksono, Hasabi Pratomo; Lubis, Irfan Darfika
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.19463

Abstract

Abstrak: Ukuran penis adalah indikator kecukupan janin jenis kelamin laki- laki. Status gizi anak bisa berdampak pada pertumbuhan serta pertumbuhan mereka secara keseluruhan, termasuk pertumbuhan panjang penis. Nutrisi yang cukup penting                         bagi tubuh untuk yang diperlukan untuk pertumbuhan serta pertumbuhan. Standar normatif ukuran penis bisa menjadi tolak ukur pada menentukan ada tidaknya kelainan genitalia atau sistem endokrin serta untuk memulai pengobatan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang penis pada anak 2-5 tahun dengan berat badan menurut tinggi badannya. Riset ini memakai metode observasional  analitik dengan pendekatan cross          -  sectional. Sebanyak 47 sampel anak laki-laki usia 2-5 tahun dikerjakan pengambilan sampel secara primer dengan mengukur panjang penis anak memakai penggaris serta atau kaliper geser dengan pengukuran dimulai dari pubo-penis hingga glans penis secara horizontal. Uji hipotesis yang digunakan untuk melihat besarnya hubungan ukuran panjang penis anak dengan berat badan berdasarkan tinggi badan mendapatkan hasil yang signifikan, koefisien hubungan yang didapat sebesar 0.521 menunjukkan korelasi yang kuat antara variabel serta arah positif menunjukkan hubungan kedua variabel tersebut searah. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dijumpai bahwa ada hubungan positif antara ukuran mikro penis dengan kategori kondisi berisiko gizi lebih, semakin kecil ukuran penis maka semakin besar angka berat badan menurut tinggi badan pada anak usia 2-5 tahun di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Gambaran Radiologi Toraks Dan Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) Dapat Menggambarkan Outcome Pada Anak Dengan COVID-19 Di Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan Rangkuti, Muhammad Farhan; Airlangga, Eka
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.19820

Abstract

Abstrak: WHO telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi global yang penyebarannya berlangsung cepat dengan angka kematian meningkat setiap tahunnya. Penyebaran tidak hanya pada dewasa tetapi juga anak-anak. Manifestasi klinis yang timbul pada anak yang terinfeksi berupa tanpa gejala hingga gejala berat. Identifikasi awal pemeriksaan laboratorium yang sederhana seperti pengukuran NLR dan rontgen toraks merupakan pemeriksaan yang penting dan langkah awal yang bisa dilakukan pada anak dengan COVID-19. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan metode potong lintang (cross sectional). Sampel pada penelitian ini berjumlah 134 sampel. Pengambilan data dilakukan dengan data sekunder, di mana data yang di ambil pada hari pertama anak di rawat dengan COVID-19, data ini diperoleh dari hasil rekam medis di RS Bunda Thamrin Medan, selanjutnya data dikumpulkan untuk dilakukan analisa data. Dari 134 sampel didapatkan nilai NLR kategori normal sebanyak 105 orang (78,4%), ringan sebanyak 27 orang (20,1%) dan sedang sebanyak 2 orang (1,5%). Gambaran rontgen toraks normal sebanyak 90 orang (67.2%), infiltrat parikardial sebanyak 12 orang (9%), infiltrat perihilar sebanyak 11 orang (8,2%), infiltrat sentral sebanyak 6 orang (4,5%), infiltrat kedua lapang paru sebanyak 7 orang (5,2%), ground glass opacities (GGO) sebanyak 5 orang (3,7%),  konsolidasi sebanyak 1 orang (0,7%), peningkatan corakkan bronkovaskular sebanyak 1 orang (0,7%), dan perselubungan homogen sebanyak 1 orang (0,7). Dari hasil uji Chi-Square didapatkan hubungan yang signifikan antara NLR dan Outcome (p=0,046) dan juga terdapat hubungan antara rontgen toraks dan Outcome (p=0,004). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa NLR anak dengan COVID-19 lebih dari 78% adalah kategori normal dan foto toraks yang paling banyak ditemukan adalah normal, serta terdapat hubungan signifikan antara kejadian outcome dengan NLR dan rontgen toraks.
Karakteristik Demografi Korban Pembunuhan Yang Diperiksa Di Departemen Forensik Dan Medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan Purwoko, Firda Syakirina; Ritonga, Mistar; Parinduri, Abdul Gafar; Handayani, Ahmad
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.20741

Abstract

Abstrak: Pembunuhan ialah sesuatu aksi melenyapkan nyawa seorang dengan metode melanggar hukum, maupun yang tidak melawan hukum, pembunuhan diatur dalam Pasal KUHP. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Utara, Provinsi SUMUT kasus pembunuhan tahun 2013 terdapat 118 kasus yang terdaftar sedangkan pada tahun 2017 menurun menjadi 98 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik demografi korban pembunuhan yang diperiksa di Departemen Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan restospektif. Penelitian ini dilakukan di Di Departemen Forensik Dan Medikolegal RS Bhayangkara TK Il Medan. Populasi yang digunakan dari penelitian ini adalah semua korban pembunuhan yang diperiksa di Departemen Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total population sampling dari data sekunder periode Agustus 2020 – Maret 2022. Didapatkan total 90 kasus pembunuhan di departemen forensik dan medikolegal RS Bhayangkara TK II Medan, Median usia rentang 30 tahun dengan subjek dalam penelitian ini mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu 74 kasus (82,2%). Data sebab kematian tersering pada subjek penelitian adalah kekerasan tumpul, dengan jumlah sebanyak 50 kasus (37,5%). Regio tubuh yang paling banyak menyebabkan kematian adalah regio kepala sebanyak 50 kasus (55,6%). Korban Pembunuhan sebagian besar berusia 26 sampai 35 tahun sebanyak 20 kasus (22,2 %) dan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki. Sebab kematian paling banyak diakibatkan oleh trauma tumpul paling banyak terjadi pada regio kepala.
Retensi Urine Akut Pada Pasien Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Tidak Berhubungan Dengan Usia dan Volume Prostat Rizki, Muhammad Devin Fauzan; Rizaldi, Aril
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.19854

Abstract

Abstrak: (BPH) Benign Prostatic Hyperplasia dapat  menyebabkan retensi urine dan kondisi ini juga menyebabkan penyempitan lumen uretra prostatika dan dapat menyebabkan terjadinya hambatnya aliran urine yang mana  kondisi ini sering dikaitkan dengan usia dan volume prostat pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan retensi urine akut pada pasien BPH dengan usia dan volume prostat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi observasional analitik secara retrospektif dengan pendekatan rancangan cross-sectional. Hasil uji Chi Square, didapatkan nilai. asymp sig (2-sided) yaitu 0,962 (P0.05) yang bermakna bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian retensi urine akut pada pasien BPH. Didapatkan nilai asymp sig (2-sided) yaitu 0,72 (P0.05) yang bermakna bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara volume prostat dengan kejadian retensi urine akut pada pasien BPH. Usia dan volume prostat tidak memiliki hubungan yang signifikan antara kejadian retensi urine akut pada pasien BPH.
KARAKTERISTIK PENDERITA HERNIA INGUINALIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Drs. H. AMRI TAMBUNAN TAHUN 2021-2022 Putra, Kevin Rhesa; Roslina, Ance
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.20748

Abstract

Abstrak : Hernia inguinalis merupakan kasus bedah terbanyak setelah apendisitis. Hernia adalah penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan.Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui bagian lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik dinding perut. Ini dapat menyebabkan seseorang kehilangan pekerjaan serta dapat mengakibatkan kecacatan dan berujung kematian. Hernia dapat terjadi akibat kelainan kongenital maupun didapat. Pada balita kejadian hernia inguinalis lebih sering disebabkan oleh kurang sempurnanya prosesus vaginalis menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Metode : Jenis penelitian yang digunakan yakni deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 sampel dari rekam medik Rumah Sakit Umum Daerah Drs. H. Amri Tambunan periode Januari 2021-Juni 2022 dilakukan dengan cara total sampling. Hasil : Hasil penelitian di per oleh dari 43 sampel didapatkan kelompok usia tertinggi penderita hernia inguinalis adalah 56-65 tahun dan terendah adalah kelompok usia 0-5 tahun. Karakteristik hernia berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh laki-laki daripada perempuan. Pekerjaan didapatkan kelompok pada pekerjaan berat dan terendah kelompok pekerjaan ringan. Klasifikasi hernia inguinalis didapatkan bahwa hernia inguinalis indirect (Lateralis) lebih banyak dijumpai daripada hernia inguinalis direct (Medialis) dan penanganan dengan tindakan operasi. Kesimpulan : penderita hernia ingunalis banyak terdapat pada hernia inguinalis indirect (Lateralis) dengan jenis kelamin didominasi oleh laki-laki pada usia 56-55 tahun dan pekerjaan dengan aktivitas berat dengan penanganan tindakan operasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10