cover
Contact Name
Ilham Hariaji
Contact Email
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Phone
+6281262082844
Journal Mail Official
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Gedung Kampus 1 UMSU Jalan Gedung Arca Nomor 53 Medan Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pandu Husada
ISSN : 27160254     EISSN : 27160254     DOI : https://doi.org/10.30596/jph.v4i1
Jurnal Pandu Husada merupakan jurnal yang di kelola oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Bekerjasama dengan Divisi Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Pandu Husada Terbit 4 Kali dalam Satu Tahun (Januari-April-Juli-Oktober) Meliputi Bidang Kesehatan, Kedokteran.
Articles 204 Documents
Efek Pemberian Rebusan Kulit Jengkol (Archidendron pauciflorum) Sebagai Antidiabetik Terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) Tikus Putih Yang Diinduksi Streptozotocin Raden Febrian Dwi Cahyo Edi Prabowo; Fani Ade Irma
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i4.5393

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme dengan banyak gejala di mana peningkatan stres oksidatif berperan penting dalam patogenesis penyakit dan dapat menyebabkan pembentukan spesies oksigen reaktif (ROS) sehingga dapat meningkatkan radikal bebas. lipid pada akhirnya akan menghasilkan aldehida, salah satunya malondialdehida (MDA) yang biasa digunakan sebagai biomarker biologis peroksidasi lipid dan menggambarkan tingkat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan jengkol terhadap kadar malondialdehida (MDA) dalam plasma darah tikus putih Wistar jantan yang diinduksi streptozotocin (Rattus novergicus L.). Penelitian ini menggunakan metode post test eksperimental hanya desain kelompok kontrol. Hasil yang signifikan dari kadar malondialdehida plasma (MDA) antara kelompok kontrol dan perlakuan adalah p0,05. Pemberian rebusan jengkol dengan konsentrasi 80% dengan dosis 40 mg/KgBB/tikus/hari selama 14 hari mempengaruhi penurunan plasma MDA yang sebelumnya diinduksi streptozotosin 
Perbandingan Antara Durasi Senam Diabetes Dengan Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Klinik Tiara Medistra Desa Bandar Setia Khalisa Tsamarah; Muhammad Khadafi
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i1.5367

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah sekelompok gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Pengendalian DM menjadi tujuan penting dalam mengontrol kadar gula darah. Latihan DM terbagi menjadi dua macam durasi, yaitu 15 menit dan 30 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara lama olahraga dengan penurunan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2. Penelitian ini merupakan Quasi eksperimen dengan desain pretest dan post test two group design. Subjek penelitian berjumlah 40 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok latihan durasi 30 menit dan kelompok latihan durasi 15 menit. Kadar glukosa darah diukur menggunakan Glucometer. Analisis data menggunakan Paired t-test pada data berdistribusi normal dan uji Wilcoxon pada data tidak terdistribusi untuk membedakan pretest dan posttest. Latihan selama 30 menit menurunkan kadar glukosa darah sekitar 20,3 mg / dl (p 0,001) sedangkan olahraga dalam durasi 15 menit hanya menurunkan kadar glukosa darah sekitar 5,05 mg / dl (p 0,05). Kesimpulan: Latihan durasi 30 menit menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan sedangkan latihan durasi 15 menit tidak menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan.
Uji Efektivitas Antibiotik Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Billimbi L) Terhadap Pertumbuhan Staphyloccus aureus Secara In Vitro Dhifo Indratama; Yenita Yenita
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i1.3874

Abstract

Abstract: Infection is the most common disease in Indonesia. Infection diseases arecaused by microorganisms such as the Staphylococcus aureus. While in fact, many plantscan be used as traditional medicine, one of those is the leaves of belimbing wuluh tree (Averrhoa bilimbi L.) This study aims to determine the inhibitory power of leaves ofCucumber tree (Averrhoa bilimbi L.) on growth of Staphylococcus aureus in vitro. Thisstudy used an experimental method. The technique used to measure antibiotic activity isthe method of disk diffusion and continued by Kruskal- Wallis test and Mann-Whitney test.Leaves of belimbing wuluh tree (Averrhoa bilimbi L.) at concentrations of 40%, 60%,80%, 100%, amoksisilin, and aquabidest resulted in average diameter of clear zone.leaves of belimbing wuluh tree (Averrhoa bilimbi L.) have an inhibitory power againstStaphylococcus aureus. Keywords: Leaves of belimbing wuluh tree (Averrhoa bilimbi L.), Staphylococcusaureus.
Penggunaan Flap Transposisi Untuk Rekonstruksi Pipi Setelah Eksisi Nevus Kongenital Multipel I Nyoman Putu Riasa; Desak Putu Oki Lestari; Alexandria Stephanie Suparman
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.7002

Abstract

Nevus kongenital multipel pada wajah memberikan dampak kosmetik yang buruk dan merupakan tantangan bagi ahli bedah plastik untuk mencapai hasil kosmetik terbaik. Hal ini memberikan dampak yang signifikan terhadap efek psikososial negatif pada pasien anak bahkan setelah pengobatan. Sebuah kasus anak laki-laki berusia 5 tahun datang dengan nevus kongenital multipel di pipi kanannya dalam dimensi yang bervariasi. Eksisi dilakukan untuk menghilangkan banyak nevus, kemudian menggunakan flap transposisi pedikel distal untuk menutup defek. Kemudian nevus dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan histopatologi menggunakan pewarnaan heamtoxylin dan eosin. Hasil patologi menunjukkan spilus nevus. Eksisi nevus kongenital multipel wajah, diikuti oleh flap transposisi, adalah metode rekonstruksi yang sangat baik dan cepat dengan hasil estetika yang menjanjikan. Flap lokal memberikan hasil terbaik untuk rekonstruksi wajah karena kesesuaian yang baik dengan kulit dalam hal warna, tekstur, dan ketebalan serta mematuhi salah satu prinsip dasar dalam operasi plastik "ganti seperti dengan" untuk menyamarkan bekas luka operasi, margin garis flap didesain agar berada di sepanjang batas anatomis. Selain itu, kesimetrian wajah perlu diperhatikan dalam rekonstruksi ini. Flap transposisi untuk rekonstruksi pipi merupakan pilihan terbaik untuk menutup defek tentunya dengan mempertimbangkan unit fungsional dan aspek estetika pasien.
Pengaruh Protektif Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum) terhadap Fungsi Ginjal Tikus Wistar Jantan yang Diinduksi Aspartam Nurhakiki Zahara Arif; Des Suryani
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4664

Abstract

Aspartam adalah salah satu pemanis buatan yang paling banyak digunakan di dunia. Konsumsi aspartam dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang ditandai dengan adanya peningkatan dari kadar ureum dan kreatinin. Daun kemangi sudah lama digunakan sebagi obat. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki efek sebagai antioksidan dan renal protektor namun dosis masih berbeda-beda antar peneliti.Penelitian ini bertujuan untuk menilai manakah dosis ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum) yang paling efektif dan dibandingkan dengan kurkuma (Curcuma xanthorrhiza) terhadap fungsi ginjal tikus Wistar jantan yang di induksi aspartam.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan dengan rancanganPost Test Only Control Group Design. Penelitian ini menganalisis data dengan menggunakanOne Way ANOVAdanPost HocLSD.Dengan menggunakan One Way ANOVA, penelitian ini menunjukkan hasil p=0,00 (p0,05) untuk ureum dan nilai p=0,00 (p0,05) untuk kreatinin yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada setiap kelompok. Pada ujiPost HocLSD didapatkan p0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada setiap kelompok.Dosis yang paling efektif dari ekstrak daun kemangi adalah 300 mg/kgBB/hari namun dibandingkan dengan kontrol negatif belum tercapai dosis yang diharapkan
Efek Jus Buah Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) Terhadap Kadar Kolesterol LDL Pada Serum Surya Alinta Putri; Shahrul Rahman
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i4.5652

Abstract

Abstrak: Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian tertinggi di sebagian besar negara berkembang. Peningkatan kolesterol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner dan penyakit hati berlemak yang meningkatkan beban/beban kedua penyakit tersebut. Salah satu alternatif yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam plasma darah jangka panjang adalah menggunakan bahan-bahan alami seperti buah jambu biji yang diketahui mengandung flavonoid sebagai antioksidan yang dapat menghambat oksidasi LDL sehingga kadar LDL dapat menurun dan arteriosklerosis dapat dicegah juga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain pre-test dan post-test tanpa control group, kemudian subjek penelitian diberi 240 mL sari buah jambu biji merah selama 14 hari. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai rata-rata LDL sebelum perlakuan (pretest) adalah 129,08 mg/dl dan nilai rata-rata LDL setelah perlakuan (posttest) 82,92mg/dl. Pemberian jus jambu biji memiliki nilai pretest dan post-test, memiliki p-value sebesar 0,0001.
Hubungan Diabetes Melitus Tipe-2 Dengan Terjadinya Gangguan Pendengaran Pujhi Meisya Sonia; Muhammad Edy Syahputra Nasution
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i1.5402

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, yang terjadi karena gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan tapi masih dapat dikontrol. Salah satu komplikasi yang dapat disebabkan oleh DM adalah gangguan pendengaran, terutama tuli sensorineural yang disebabkan karena adanya kelainan mikroangiopati terutama pada telinga bagian dalam. Namun hubungan kejadian antara DM Tipe-2 dengan gangguan pendengaran masih sering menjadi perdebatan, karena belum ada konsesus yang pasti. Untuk mengetahui hubungan DM Tipe-2 dengan gangguan pendengaran. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan data yang diperoleh dari pemeriksaan Kadar Glukosa Darah (KGD), pemeriksaan fisik telinga, hidung, dan tenggorokan, pemeriksaan dengan garpu tala dan pemeriksaan audiometri nada murni yang dilakukan terhadap 52 subjek, yang terdiri dari 26 penderita DM Tipe-2 sebagai kelompok kasus dan 26 orang sehat sebagai kelompok kontrol. Teknik analisis data menggunakan statistik uji chi square Didapatkan hubungan antara DM Tipe-2 dengan Gangguan pendengaran dimana dari hasil analisis dengan uji chi square didapatkan hasil yang bermakna antara DM Tipe-2 dengan gangguan pendengaran dengan nilai (p=0,005) atau p0,05. Terdapat hubungan yang bermakna antara DM Tipe-2 dengan gangguan pendengaran.
Pengaruh Stress Dan Pola Makan Dengan Frekuensi Kekambuhan Penyakit Pada Penderita Gastritis Di RSUD DR. Pirngadi Medan Tahun 2020 Murni Aritonang
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.6685

Abstract

AbstrakGastritis merupakan salah satu penyakit yang tersebar diseluruh dunia dan bahkan diperkirakan diderita lebih dari 1,7 milyar orang. Menurut WHO, prevalensi gastritis pada masyarakat diperkirakan antara 8 20% sebagian (+95%) penderita di masyarakat adalah termasuk gastritis akut. Kota Surabaya angka kejadian gastritis sebesar 31,2%, Denpasar 46% sedangkan di Medan angka kejadian cukup tingga sebesar 91,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stress dan pola makan dengan frekuensi kekambuhan penyakit pada penderita gastritis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan tahun 2020. Penelitian ini bersifat Deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah populasi sebanyak 65 orang. Sampel dalam penelitian adalah penderita yang terdiagnosa gastritis yang di rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan tehnik accidental sampling sebanyak 15 responden dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan stress dengan frekuensi kekambuhan gastritis dengan nilai p=0,002 dan r= 0,732 berarti ada hubungan kuat. Pola makan berhubungan dengan frekuensi kekambuhan gastritis dengan nilai p=0,009 dan r=-0,645 yang berarti ada hubungan yang kuat, diperoleh dengan menggunakan uji Spearman Rank. Kesimpulan bahwa stress dan pola makan berhubungan dengan frekuensi kekambuhan penyakit gastritis.
Perbandingan Efek Protektif Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum) dan Kurkuma (Curcuma xanthoriza) Terhadap Fungsi Hepar Tikus Wistar jantan yang Diinduksi Aspartam Vici Vitricia Melja; Des Suryani
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4665

Abstract

Latar Belakang: Aspartam merupakan pemanis buatan pengganti sukrosa yang digunakan untuk bahan tambahan makanan, minuman serta obat. Aspartam berpotensi untuk merusak hepar karena dimetabolisme di hepar dan menghasilkan metabolit berupa formaldehid yang dapat merusak sel hepar. Obat herbal yang digunakan sebagai pencegahan gangguan hepar adalah kurkuma. Ekstrak daun kemangi bekerja dengan mengendalikan kerusakan hepatosit yang diakibatkan oleh penggunaan aspartam, menurunkan kadar lipid peroksidase dan meningkatkan kadar antioksidan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh ekstrak daun kemangi terhadap fungsi hepar tikus jantan galur Wistar yang di induksi aspartam. Metode: Penelitian eksperimental laboratorik dengan posttest only with control group design. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok dan diberi perlakuan selama 30 hari. Penelitian ini menganalisis kadar SGOT dan SGPT setiap kelompok perlakuan. Analisis data menggunakan analisa one-way ANOVA post hoc Games-Howell. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian aspartam pada kerusakan hepar pada tikus yang diberi aspartam dosis 100 mg/KgBB/hari dengan tikus yang diberi aquabides (p0,05). Pemberian ekstrak daun kemangi dosis 200 mg/KgBB dan dosis 300 mg/KgBB bepengaruh terhadap hepar yang telah diinduksi aspartam (p0,05). Kesimpulan: Pemberian aspartam memiliki pengaruh terhadap kerusakan hepar tikus. Adanya perbaikan dari hepar setelah diberikan ekstrak daun kemangi dan kurkuma pada tikus yang diinduksi aspartam.Kata Kunci: Aspartam, ekstrak daun kemangi, hepar, kurkuma, SGOT, SGPT
Hubungan Pendidikan Dan Pengetahuan Wanita Dewasa Terhadap Perilaku Pencegahan Kanker Payudara Dan Kanker Serviks Di Lingkungan Keluarga Binaan Kesehatan Kelurahan Tegal Sari Mandala II Sacca Tiara Harlin; Dwi Mayaheti Nasution
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i3.5391

Abstract

Abstrak: Kanker payudara dan serviks adalah masalah kesehatan utama pada wanita di dunia dan di Indonesia. Faktor pendidikan dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker payudara dan serviks menyebabkan peningkatan kejadian penyakit ini. Pentingnya pengetahuan tentang payudara dan kanker serviks diharapkan agar masyarakat termotivasi untuk melakukan perilaku preventif dan melalui perilaku preventif diharapkan dapat menurunkan kejadian kanker payudara dan serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pendidikan dan pengetahuan seorang wanita terhadap perilaku yang dicegah dari kanker payudara dan rahim dalam lingkup keluarga yang diawasi di Tegal Sari Mandala II.  Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Hasil: Penelitian ini menggunakan uji Kruskal-Wallis. Analisis uji Kruskal-Wallis yang kami dapatkan dari P Value menunjukkan sig asim dalam korelasi antara pendidikan dengan perilaku kanker payudara yang dicegah (P Value=0,004), antara pengetahuan dengan perilaku kanker payudara yang dicegah (P Value=0,008), antara pendidikan dengan perilaku kanker rahim yang dicegah (P Value=0,037). Ada korelasi antara pendidikan dengan pengetahuan seorang wanita mencegah perilaku terhadap perilaku kanker payudara dan rahim yang dicegah dalam wilayah keluarga yang diawasi di Tegal Sari Mandala II.

Page 7 of 21 | Total Record : 204