cover
Contact Name
Ilham Hariaji
Contact Email
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Phone
+6281262082844
Journal Mail Official
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Gedung Kampus 1 UMSU Jalan Gedung Arca Nomor 53 Medan Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pandu Husada
ISSN : 27160254     EISSN : 27160254     DOI : https://doi.org/10.30596/jph.v4i1
Jurnal Pandu Husada merupakan jurnal yang di kelola oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Bekerjasama dengan Divisi Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Pandu Husada Terbit 4 Kali dalam Satu Tahun (Januari-April-Juli-Oktober) Meliputi Bidang Kesehatan, Kedokteran.
Articles 204 Documents
Flap Miokutan Trapezius Vertikal Untuk Penutupan Defek Bahu Pasca Eksisi Fibrosarkoma Siti Fairuz Nadya; Yugos Juli Fitra; Taufik Akbar Faried Lubis
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4747

Abstract

Fibrosarkoma merupakan kanker jaringan lunak yang ganas dan jarang terjadi. Eksisi radikal merupakan salah satu pilihan terapi, namun defek rekonstruksi pasca eksisi harus diperhatikan.Skin graftdanskin flapmerupakan metode untuk penutupan defek. Metode skin graft dapat menyebabkan ketidaknyamanan karena pergerakan sendi terbatas dan resiko terjadinya kontraktur. Pada kasus ini, kami memilih metodeskin flapmenggunakan miokutan trapezius. Laki laki, 60 tahun datang pasca eksisi fibrosarkoma di bahu dengan ukuran 11x15 cm. Eksisi fibrosarkoma dilakukan oleh dokter bedah umum kemudian dilakukan pemeriksaan patologi anatomi. Kami menggunakanflapmiokutan trapezius vertikal dari cabang pembuluh darah servikalis transversal untuk penutupan defek. Desain rancangan yang digunakan, aksis panjang dariflap dibentuk dari pertemuan tulang belakang dan titik tengah skapula. Ujung batas dariflap sepanjang 10 cm di bawah skapula. Diseksi hingga bagian bawah fasia.Flaptrapezius kemudian dipindahkan untuk penutupan defek. Seminggu paska operasi, ditemukan nekrotik epidermis yang kecil di areaflap, sehingga tidak diperlukan nekrotomi. Pada minggu ke-3, jaringan yang sehat menggantikan area nekrotik. Hasil akhir dari tindakan, secara estetika baik, dan tidak ditemukan kontraktur. Pengamatan jangka panjang menunjukkan sedikit penurunan dari jangkauan pergerakan skapula dan fungsi bahu. Jadi, flapmiokutan trapezius vertikal dapat digunakan untuk penutupan defek bahu yang luas.
Hubungan Perilaku Personal Hygiene Dan Kualitas Air Dalam Ember Kamar Mandi Terhadap Keputihan Patologis Di Panti Asuhan Yatim Piatu Siti Khadijah Rizma Ayu Vanindita Putri
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i1.10639

Abstract

Abstrak: Keputihan adalah masalah kesehatan reproduksi pada remaja. Keputihan di bagi dalam dua jenis yakni keputihan fisiologi dan patologis. Keputihan fisiologis disebabkan yang dapat menyebabkan keputihan fisiologis adalah gairah seksual, pra-menstruasi, ovulasi dan kehamilan. Keputihan patologis adalah kelainan atau adanya infeksi, memiliki ciri-ciri antara lain: warna kekuningan, gatal pada daerah genital dan berbau. Keputihan patologis merupakan infeksi yang dapat menjadi masalah kesehatan reproduksi pada wanita. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis perilaku personal hygiene dan kualitas air dalam ember kamar mandi terhadap keputihan patologis Penelitian dilakukan di Panti Asuhan Siti Khadijah dengan jumlah responden sebanyak 34 orang. Penelitian ini berupa penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan metode pengambilan sampel secara total sampling. Data mengenai perilaku personal hygiene dan keputihan patologis diperoleh dari wawancara dengan remaja putri. Data mengenai kualitas air diambil berdasarkan hasil laboratorium. Analisis data dijalankan dengan mengaplikasikan uji statistik chi-square. Didapati adanya hubungan yang bermakna antara perilaku personal hygiene buruk dengan keputihan patologis (p=0,000), terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas air kamar mandi dengan keputihan patologis (p=0,012). Perilaku personal hygiene buruk dapat menyebabkan keputihan patologis. Kualitas air yang tak memenuhi syarat bisa memicu keputihan patologis Perilaku personal hygiene baik dan kualitas air yang memenuhi syarat dapat mencegah terjadinya keputihan patologis
Hubungan Subtipe Stroke Dengan Angka Kejadian Demensia Pada Pasien Pasca Stroke Di RSUD Deli Serdang Rahma Mardian Tini; Anita Surya
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i1.5385

Abstract

Stroke merupakan penyakit dengan kejadian yang cukup tinggi terutama pada pasien usia lanjut meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa stroke dapat terjadi pada masa remaja. Stroke yang identik dengan penyakit lanjut ini sejalan dengan demensia yang dalam istilah awam dikenal dengan istilah pikun. Menurut data WHO (2012) terdapat sekitar 17,5 juta meningeal di dunia akibat penyakit kardiovaskular dan 38,3% disebabkan oleh stroke. Sedangkan menurut Departemen Kesehatan Indonesia 46 juta orang menderita Alzheimer. Indonesia merupakan negara yang setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah penderita demensia, penderita demensia pada tahun 2013 sebanyak satu juta jiwa dan diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2030. Untuk mengetahui hubungan subtipe atau subtipe stroke iskemik dengan penyebab stroke hemoragik tertinggi insiden demensia. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian ini menggunakan uji chi-square. Analisis uji chi square diperoleh nilai P: 0,05 p 0,01 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik antara subtipe stroke dengan kejadian demensia pada pasien pasca stroke di RSUD Deli Serdang. Ada hubungan antara subtipe stroke dengan kejadian demensia pada pasien pasca stroke di RSUD Deli Serdang.
Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Terhadap Produktifitas Kerja Perawat Pelaksana Di Igd Rsud Dr. Pirngadi Medan Tahun 2019 Siti Meilan Simbolon
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.6684

Abstract

Rumah Sakit sebagai suatu institusi pemberi jasa pelayanan kesehatan masyarakat harus mampu melaksanakan pelayanan kesehatan yang bermutu dengan pengelolaan sumber daya manusia yang professional. Gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi bawahan agar mau melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan yang diharapkan agar tercapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, yakni keseluruhan perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr.Pirngadi Medan. Dimana jumlah perawat pelaksana di Instalasi Gawat Darurat dan berjumlah 17 orang. Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat produktivitas kerja perawat pelaksana di IGD RSUD Dr. Pirngadi Medan adalah dalam bidang Efikasi sebanyak 15 responden (baik) dan 2 responden (cukup), bidang Efektifitas sebanyak 14 responden (baik) dan 3 responden (cukup), dan bidang Efisiensi sebanyak 13 responden (baik) dan 4 responden (cukup). Kepemimpinan dan produktivitas kerja perawat merupakan aspek penting yang saling berhubungan dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di Rumah Sakit.
Pemberdayaan Kader Masyarakat Dalam Upaya Berantas Kebutaan Di Dukuh Karang Tengah, Nogotirto, Yogyakarta Ika Setyawati; Nur Shani Meida
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4761

Abstract

Kasus gangguan kesehatan mata cukup banyak di Dukuh Karang Tengah, salah satunya adalah katarak. Sekitar 25 warga diketahui menderita katarak. Keterlambatan deteksi dini dan pengobatan penyakit mata seperti katarak tentunya dapat menyebabkan keadaan yang semakin parah. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan untuk upaya mencegah kejadian kebutaan dengan memberdayakan kader masyarakat di dukuh Karang Tengah Nogotirto melalui metode pelatihan ketrampilan fisik pemeriksaan mata. Hasil program PKM ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan kader dalam pemeriksaan fisik mata yang ditunjukkan dengan meningkatnya rerata nilai post-test (97,5) dibandingkan dengan rerata nilai pre-test (61,5). Harapan selanjutnya, kader dapat mempraktekkan ketrampilan pemeriksaan fisik mata dan dapat mendeteksi awal kelainan mata secara mandiri.
Perbandingan Daya Hambat Ekstrak Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Konsentrasi 10% Dan 20% Terhadap Pertumbuhan Jamur Dermatofita Pada Pasien Tinea Korporis Secara In Vitro Fitri Dyana Siagian; Melviana Lubis
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i3.5443

Abstract

Abstrak: Dermatofitosis adalah salah satu kelompok dermatomikosis superfisial yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit pada kulit, terjadi sebagai reaksi inang terhadap produk metabolit jamur dan karena invasi oleh organisme dalam jaringan hidup. Daun Cinnamomum burmannii memiliki efek antijamur pada jamur. Flavonnoid, saponin, alkaloid, dan tanin pada daun kayu manis diketahui dapat menghambat jamur dermatofit. Jenis penelitian ini  merupakan penelitian percobaan karena pada penelitian ini dilakukan perlakuan yaitu pemberian ekstrak daun kayu manis (Cinnamomun burmannii) dengan konsentrasi 10% dan 20% dan kemudian akan terlihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan jamur dermatofit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian komparatif kelompok statis (Static Group Comparison) yaitu dengan melakukan pengukuran (observasi) yang dilakukan setelah kelompok perlakuan menerima program atau intervensi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kayu manis (Cinnamomum burmannii) dengan konsentrasi 10% dan 20% dapat menghambat pertumbuhan Microsporum sp. pada pasien keempat. Ekstrak daun Cinnamomun burmannii dengan konsentrasi 10% dan 20%  memiliki kemampuan sebagai anti jamur terhadap pertumbuhan mikrosporum sp. pada pasien keempat dan ekstrak daun Cinnamon burmannii konsentrasi 20% merupakan yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan mikrosporum sp.
Perbandingan Efektivitas Pirantel Pamoat Dengan Albendazol Terhadap Infeksi Soil Transmitted Helminth pada Siswa SD Tahun 2018 Nurhasanah Nurhasanah; Nelli Murlina
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i4.5435

Abstract

Soil Transmitted Helminth (STH) merupakan kelompok cacing parasit nematoda yang menyebabkan infeksi pada manusia melalui kontak dengan telur parasit atau larva yang tumbuh subur di tanah yang hangat dan lembab di negara tropis dan subtropis dunia. Sebagai cacing dewasa, cacing yang ditularkan melalui tanah hidup dan di saluran pencernaan manusia. Cara yang paling aman dalam menangani infeksi STH adalah memutus lingkaran hidup cacing, yaitu dengan cara memperbaiki pengetahuan masyarakat dan penggunaan obat cacing. World Health Organization (WHO), World Bank dan Perserikatan BangsaBangsa (PBB) memberi perhatian khusus untuk memperbaiki infeksi kecacingan. Pirantel pamoate merupakan salah satu obat anti helminth yang umum digunakan di Indonesia dan Albendazol berkerja dengan cara menghambat pembentukan energi cacing sehingga dapat mengakibatkan kematian pada cacing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pretest Posttest Control Group Design. Jumlah sampel pada penelitian diperoleh dengan metode total sampling. Tidak terdapat perbedaan perbandingan efektivitas antara pemberian pirantel pamoat dan albendazol terhadap infeksi STH. Kesimpulan : Dari penelitian ini dijumpai bahwa pemberian pirantel pamoate dan albendazol pada infeksi STH setelah 1 minggu terdapat penurunan telur STH, namun tidak terdapat perbedaan yang bermakna.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kejadian Acne Vulgaris Pada Remaja di SMA Muhammadiyah 02 Medan Arda Tilla; Hervina Hervina
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i1.3849

Abstract

Acne Vulgaris is a skin disease caused by inflammation in the pilosebaseusfollicleAbstract: Acne Vulgaris is a skin disease caused by inflammation in the pilosebaseusfollicle and this is the most common disease in adolescents within aged 15 to 18. Theaesthetic patients usually complained about Acne Vulgaris. There are many factors thatcan make Acne Vulgaris such as ages, ras, hereditary, unbalance of hormonal, stress,food, cosmetic, types of skin, lackage of knowledge and attitude of adolescents. Thepurpose of this study is to determine the relationship between the level of knowledge andattitudes of adolescents at Muhammadiyah 02 Medan High School with the incidence ofAcne Vulgaris. This research used descriptive analytic method with cross-sectional design.The subjects in this study were students from Muhammadiyah 02 Medan High School. Thetechnique in this study was using simple random sampling and data analysis was using thechi square test. Retrieving data through filling in questionnaires. Test about the level ofknowledge of the students of Muhammadiyah 02 Medan High School about Acne vulgarismajority is categorized as sufficient (48.4%) and the results of attitude tests on Acnevulgaris were mostly categorized as good (66.7%). knowledge and attitude with theincidence of Acne vulgaris obtained p -0.877 (p 0.05) and p 0.000 (p 0.05) There wasno relationship between the level of knowledge with the incidence of Acne vulgaris, butthere was relationship between attitude with the incidence of Acne vulgaris. Keywords : acne, teenagers, knowledge, attitudeand this is the most common disease in adolescents within aged 15 to 18. The aesthetic patients usually complained about Acne Vulgaris. There are many factors that can make Acne Vulgaris such as ages, ras, hereditary, unbalance of hormonal, stress, food, cosmetic, types of skin, lackage of knowledge and attitude of adolescents. The purpose of this study is to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes of adolescents at Muhammadiyah 02 Medan High School with the incidence of Acne Vulgaris. This research used descriptive analytic method with cross-sectional design. The subjects in this study were students from Muhammadiyah 02 Medan High School. The technique in this study was using simple random sampling and data analysis was using the chi square test. Retrieving data through filling in questionnaires. Test about the level of knowledge of the students of Muhammadiyah 02 Medan High School about Acne vulgarismajority is categorized as sufficient (48.4%) and the results of attitude tests on Acne vulgaris were mostly categorized as good (66.7%). knowledge and attitude with the incidence of Acne vulgaris obtained p -0.877 (p 0.05) and p 0.000 (p 0.05) There was no relationship between the level of knowledge with the incidence of Acne vulgaris, but there was relationship between attitude with the incidence of Acne vulgaris. Keywords : acne, teenagers, knowledge, attitude
Korelasi Suhu Tubuh Dengan Derajat Keparahan Pada Stroke Iskemik Akut Lubis, Irfan Darfika; Fadhillah, Tarisyah Nur
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i3.16605

Abstract

Tercatat bahwa prevalensi stroke iskemik sebesar 10,8% di Indonesia pada tahun 2018. Stroke iskemik disebabkan oleh thrombosis atau emboli pada arteri cerebral dan stroke iskemik lebih sering terjadi daripada stroke hemoragik. Penentuan suhu tubuh membantu memperkirakan beratnya penyakit, sumber serta lamanya penyakit, dan efek pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Melngeltahuil  korellasil suhu tubuh delngan delrajat kelparahan pada pasileln strokel ilskelmilk akut dil RSU Hajil Meldan. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 34 orang pasien stroke iskemik yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dari penelitian ini yaitu suhu tubuh dengan derajat keparahan pada hari ke-1 diperoleh nilai P-Value= 0.000 dan nilai r=0.817. Suhu tubuh dengan derajat keparahan pada hari ke-7 diperolah nilai P-Value= 0.000 dan nilai r=0.697. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat korelasi yang bermakna antara suhu tubuh dengan derajat keparahan pada pasien stroke iskemik akut di RSU Haji Medan. Arah hubungan korelasi positif yang berarti semakin tinggi suhu tubuh maka akan semakin berat derajat keparahan nya serta  untuk kekuatan hubungannya ada pada kategori kuat
Dermoskopi Juliyanti Juliyanti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i2.16539

Abstract

Abstrak: Dermoskopi adalah teknik diagnostik non invasi menggunakan magnifikasi optik yang memungkinkan visualisasi gambaran morfologis yang tidak terlihat dengan mata telanjang sehingga membuat hubungan antara dermatologi klinis makroskopis dan dermato-patologi mikroskopik. Pada makalah ini akan dipaparkan penggunaan dermoskopi pada tumor kulit. Studi literatur review ini dilakukan dengan melakukan penelusuran literatur dengan menggunakan kata kunci dermoskopi menggunakan pada aplikasi google scholar Dari hasil penelusuran literatur ini didapatkan artikel yang membahas tentang sejarah dermoskopi, perinsip dasar penggunaan dermoskopi, desain dasar dermoskopi, tipe tipe instrumen pada dermoskopi, teknik penggunaan, kriteria desmoskopi serta penggunaan penggunaan dermoskopi pada berbagai kasus.Efisiensi dermoskopi telah diselidiki oleh banyak penulis. Penggunaannya meningkatkan akurasi diagnostik sekitar 530% dibandingkan inspeksi visual klinis, tergantung pada tipe lesi kulit dan pengalaman dari dokter. Ini dikonfirmasi oleh publikasi berdasarkan bukti belakangan ini dan meta analisis dari literatur. Dermoskopi memperbaiki akurasi diagnostik untuk melanoma dibandingkan dengan inspeksi dengan mata tanpa alat bantu. Bagaimanapun, dermoskopi membutuhkan training yang cukup dan tidak dapat direkomendasikan untuk pengguna yang tidak terlatih. Diagnosis konsensus melibatkan dua atau lebih ahli direkomendasikan untuk menghasilkan kemungkinan yang paling tinggi dari akurasi diagnostik. Dermatoskopi adalah alat yang terbaik untuk klasifikasi diagnostik dari lesi melanositik dan non melanositik, terutama untuk diagnosis awal dari melanoma maligna. Baku emas untuk diagnosis final adalah pemeriksaan histopatologi. Pemeriksaan follow up digital, teledermoskopi dan diagnosis lesi kulit berpigmen dengan dibantu komputer adalah alat baru yang menarik yang akan merubah tentunya manajemen dari lesi kulit berpigmen.

Page 9 of 21 | Total Record : 204