cover
Contact Name
Fadli Kurnia
Contact Email
fadli.kurnia@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7864730
Journal Mail Official
Jurnal.artesis@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering 3rd Floor at Faculty of Engineering Building Lenteng Agung Raya St, Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta, DKI Jakarta 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Artesis
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 28096231     EISSN : 28094441     DOI : https://doi.org/10.35814/artesis
Artesis Journal is scientific journal published periodically every 6 (six) months (in May and November) by Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering - Universitas Pancasila. It contains papers related to student or student-lecturer research activities. Artesis Journal has an area of expertise consisting of Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, and Transportation Engineering.
Articles 183 Documents
ANALISIS PENGARUH AKTIVITAS U-TURN TERHADAP KINERJA LALU LINTAS JALAN RAYA BOGOR KM.19 KOTA JAKARTA TIMUR Ahmad Syahril; Imam Hagni Puspito
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4296

Abstract

Seiring bertambahnya jumlah penduduk serta volume kendaraan tidak sesuai dengan peningkatan ruas jalan di kota Jakarta Timur menyebabkan jalan rentan dengan kemacetan, pada kasus ini jalan Raya Bogor. Ditambah adanya beberapa fasilitas putaran balik (u-turn) disepanjang jalan Raya Bogor Km.19, tepatnya di depan akses masuk Mall Lippo Plaza Kramat Jati. Penelitian menggunakan data survey geometrik ruas jalan Raya Bogor Km.19, volume kendaraan yang melintas pada jam sibuk dihari Rabu tanggal 08 Juni 2022 pukul 06.00 – 09.00 dan pukul 16.00 - 19.00. Data jumlah penduduk didapat dari BPS kota Jakarta Timur. Analisis kinerja ruas jalan Raya Bogor berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil analisis menunjukkan pada jam sibuk nilai arus lalulintas (Q) Yang melalui Jalan Raya Bogor Km.19 Arah ke Cililitan sebesar 2516 smp/jam Dan arah Ke Bogor Sebesar 2584 smp/jam, Kecepatan arus bebas (FV) arah Ke Cililitan Maupun arah ke Bogor sebesar 47,59 km/jam, kapasitas (C) arah Ke Cililitan Maupun ke Bogor Sebesar 2767,56 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) arah ke Cililitan sebesar 0,91 dan Arah ke Bogor sebesar 0,93, untuk Nilai DS Sesuai syarat HCM 1994 > 0,85 Masuk klasifikasi Tingkat pelayanan/ LoS E, hal Ini menunjukkan Ruas Jalan Raya Bogor Km.19 mempunyai kinerja yang belum optimal, maka diperlukan evaluasi. Berdasarakan hasil uji coba analisis solusi dilakukan dengan rekayasa lalu-lintas penerapan ganjil genap, didapatkan hasil nilai derajat kejenuhan ruas jalan arah ke Cililitan sebesar 0,74 dan arah ke Bogor sebesar 0,75.
ANALISIS BIAYA, MUTU, WAKTU PADA BEKISTING MULTIPLEKS DENGAN PHENOLIC UNTUK PEKERJAAN KOLOM DAN BALOK Fransmeisa Putra; Azaria Andreas; Nicco Plamonia
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4297

Abstract

Bekisting yang sering digunakan pada konstruksi di Indonesia adalah multipleks. Multipleks merupakan bekisting yang efisien karena mudah untuk diproduksi, harga terjangkau dan flexible. Namun dengan seiring perkembangan teknologi, saat ini telah muncul inovasi baru dalam material bekisting yaitu Phenolic/Phenofilm. Penelitian ini akan membahas analisis biaya, mutu dan waktu untuk pekerjaan pemasangan bekisting kolom dan balok. Untuk studi kasus yang akan dianalisis adalah proyek Rumah Kost Palmerah. Tujuan dilakukannya analisis ini adalah untuk dapat mengetahui material mana yang lebih layak digunakan dari segi biaya, mutu dan waktu, sehingga dari hasil tersebut nantinya dapat mengontrol dan menghemat biaya yang dikeluarkan untuk pekerjaan konstruksi yang akan datang. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis ini adalah dengan melakukan perhitungan volume berdasarkan gambar rencana, menganalisis biaya, mutu, durasi waktu dan data-data lainnya seperti data primer dan data sekunder yang dibutuhkan. Dari hasil studi analisis yang telah dilakukan pada proyek Rumah Kost Palmerah, diperoleh bahwa material multipleks lebih baik digunakan dibandingkan dengan material phenolic. Hal tersebut dikarenakan biaya multipleks lebih murah, namun untuk kualitas permukaan beton tidak halus/rata, sehingga perlu dilakukan pekerjaan tambahan seperti pekerjaan plester/acian. Untuk waktu pelaksanaan tidak ada perbedaan antara material mutipleks dengan phenolic.
ANALISIS NILAI KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN METODE BINA MARGA Gilang Aditya; Achmad Hermanto Dardak; Azaria Andreas
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4298

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat penggunaan kendaraan bermotor tertinggi di dunia, diperkirakan sekitar 85% setiap rumah tangga memiliki setidaknya kendaraan bermotor. Dengan kondisi jalan yang baik akan memudahkan masyarakat dalam mengadakan kegiatan sosial lainnya. Jalan Serpong-Parung ini merupakan jalan provinsi, jalan ini berada pada kabupaten bogor yang menghubungkan kabupaten bogor dengan kota tangerang selatan. Dengan jalan yang menghubungkan antar kota tersebut sebagai jalan penghubung masyarakat untuk melakukan aktivitas. Titik lokasi Ruko Wijaya – Masjid Al-Ittihad dengan sepanjang 1 km merupakan segmen jalan yang mengalami cukup banyak kerusakan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tingkat kerusakan jalan dan perbaikan jalan dengan metode yang digunakan yaitu metode Bina Marga. Metode Bina Marga adalah metode yang menggabungkan nilai yang diperoleh dari survei LHR (Lalu Lintas Harian Rata-Rata) serta survei visual yaitu jenis kerusakan jalan yang selanjutnya diperoleh nilai kodisi jalan. Berdasarkan hasil yang diteliti didapat hasil nilai Kelas LHR Jalan yaitu kategori 4, untuk nilai kerusakan pada ruas jalan yang diteliti sebesar 2,5. Didapat nilai urutan prioritas yaitu 10,5, maka Tindakan yang diambil untuk perbaikan jalan yaitu program pemeliharaan rutin. Metode perawatan dan perbaikan untuk kerusakan jalan seperti lubang, tambalan dan retak kotak dilakukan dengan penambalan aspal dan pemadatan. Lalu untuk kerusakan retak dapat dilakukan pengisian celah retak (crack sealing) dan perbaikan tepi kerusakan. Adapun kerusakan kegemukan dilakukan dengan dipanaskan alat pemanas khusus ditabur material halus atau pasir atau dihanguskan kemudian pemadatan. Dikarenakan pada jalan ini tingkat kerusakannya sedikit maka hanya dilakukan perawatan dengan pengaspalan ulang, sehingga tidak mengganti jenis material perkerasan jalan.
ANALISIS EFEKTIVITAS PELICAN CROSSING SEBAGAI MEDIA PENYEBERANGAN Rangga Dewa Setra; A.R. Indra Tjahjani
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4299

Abstract

Sebagai kota metropolitan, Jakarta Pusat padat akan aktivitas. Menurut Badan Pusat Statistik Kota Jakarta Pusat, kepadatan penduduk di kota ini pada tahun 2021 mencapai 21.959 jiwa/km2. Menurut Kepolisian RI, tahun 2020 jumlah kendaraan bermotor di DKI Jakarta mencapai 20 juta. Hal ini memungkinkan terjadinya lonjakan volume penduduk dan kendaraan bermotor di tahun berikutnya. Perlu dilakukan penelitian terhadap eksistensi penyeberangan sebidang menurut jenis dan efektivititasnya di tengah situasi padat lalu lintas. Direktorat Jenderal Bina Marga membagi kriteria fasilitas penyeberangan sebidang kedalam zebra cross dan pelican cross, baik dengan lapak tunggu ataupun tidak. Penelitian dilakukan di pelican crossing Halte Bundaran HI. Data primer diperoleh dari pengamatan selama 1 hari kerja dan 2 hari akhir pekan pada jam puncak selama 2 jam. Jumlah kendaraan dan penyeberang jalan dihitung volume dan kecepatan setempatnya. Sehingga kemudian dapat ditentukan kriteria penyeberangan jalan yang sesuai dengan Pedoman Perencanaan Jalur Pejalan Kaki Pada Jalan Umum dan efektivitasnya.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PEKERJAAN BOX GIRDER CAST IN – SITU Sisi Isnaeni; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4300

Abstract

Pada proses pembangunan proyek konstruksi seringkali ditemukan ketidakpastian yang terkadang sulit untuk diprediksi sehingga, dibutuhkannya sebuah analisis risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor risiko yang sesuai dengan lingkup penelitian dan menganalisis tingkat/ranking risiko pada proses pelaksanaan pekerjaan box girder cast in – situ pada struktur jembatan (elevated). Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan tahapan identifikasi risiko – risiko yang mungkin terjadi, melakukan penilaian risiko, dan risk maping agar dapat diketahui kategori risiko – risiko yang termasuk dalam high risk, moderate risk, dan low risk. Pembuatan Risk Map dan penentuan kategori risiko merupakan acuan dalam perencanaan pengendalian risiko. Pengendalian risiko dilakukan terhadap variabel risiko yang signifikan terhadap aspek waktu. Potensi risiko yang terdapat pada identifikasi awal adalah sebanyak 60 risiko dan tereduksi menjadi 43 risiko yang relevan setelah dilakukan validasi oleh pakar penelitian. Sampel penelitian yang digunakan untuk kuesioner adalah setiap staff atau karyawan proyek yang merupakan orang – orang yang mengamati, mempelajari, dan ikut terlibat dalam pekerjaan box girder cast in – situ di proyek kereta cepat Jakarta – Bandung Stasiun Halim sebanyak 37 orang. Data hasil dari kuesioner kemudian dilakukan uji data berupa uji validitas, uji reliabilitas, dan uji homogenitas. Data yang sudah dinyatakan valid, reliabel, dan homogen kemudian dianalisa menggunakan metode severity index untuk menentukan nilai tingkat risiko dan kategori risiko. Hasil dari analisa menunjukan bahawa dari 43 risiko relevan terdapat 7 risiko yang tergolong high risk, 31 risiko yang tergolong moderate risk, dan 5 risiko yang tergolong low risk. Pengendalian risiko terhadap risiko yang tergolong tinggi terbagi menjadi pengendalian proaktif dan pengendalian reaktif berdasarkan hasil wawancara pakar dan didukung dengan jurnal ilmiah terkait. Pengendalian risiko secara proaktif dapat dilakukan dengan melakukan persiapan baik di awal berupa optimalisasi persiapan, pengawasan, dan efisiensi. Pengendalian risiko secara reaktif dilakukan dengan melakukan investigasi lapangan, peningkatan mutu K3 dan melakukan evaluasi Kembali.
ANALISIS STRUKTUR GEDUNG DENGAN MODIFIKASI PELAT LANTAI DAN DINDING DENGAN METODE PENERAPAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) Boni Syahrul Fikri Pratama; Fadli Kurnia
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4301

Abstract

Zaman berkembang sangat pesat sehingga banyak masyarakat mencari hunian mewah, aman dan nyaman. Untuk dapat menghemat dan mempercepat pembangunan dengan memunculkan inovasi baru untuk konstruksi gedung bertingkat yaitu penggunaan panel lantai. Panel lantai juga dikenal sebagai panel yang relatif ringan. Elemen ini terbuat dari bahan berkualitas tinggi, ringan dan lebih mudah dipasang. Dengan menggunakan pelat lantai, pembangunan vertikal, sehingga mempercepat proses renovasi. Pelat lantai merupakan alternatif, di mana pelat lantai tidak dicetak dengan cara tradisional, tetapi menggunakan metode yang lebih efisien, pemasangan langsung. Penelitian ini dilakukan dengan Studi kasus pada Pembangunan Gedung Gedung Pusat Data Keanekaragaman Hayati (KEHATI) – Paket I. Berlokasi di Jl. Raya Jakarta-Bogor Km. 47, Cibinong, Bogor, Jawa Barat 16911, perencanaan ini untuk Mengetahui perbandingan penggunaan alternatif material yang paling optimal dalam membuat perencanaan pembangunan yang dipakai dalam pembangunan gedung. Rancangan ini didasarkan pada aturan perencanaan keselamatan gempa struktural dan non-struktural SNI 1726-2019. Dan juga untuk Mengetahui perbedaan perencanaan struktur pada tiap-tiap opsi yang direncanakan pada perencanaan gedung Dengan metode penelitian (Value Engineering). Untuk memecahkan masalah secara spesifik, dengan Mengganti pelat lantai dengan beton pracetak sebagai pengganti beton cor biasa, telah mencapai pengurangan berat yang signifikan sebesar ± 4.725 ton. Berdasarkan hasil yang diperoleh, alternatif yang digunakan adalah skenario 1 dan 2. Panel prefabrikasi direkomendasikan untuk pembuatan dinding eksterior. Lantai beton bertulang asli dapat didukung oleh pelat prefabrikasi, mengurangi manfaat struktural sebesar 36,55%.
KINERJA PELAYANAN “BIS KITA” TRANS PAKUAN BOGOR BERDASARKAN PERSEPSI KEPUASAN MASYARAKAT Prima Jiwa Osly; Wita Meutia; Erwin Kurniawan
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4302

Abstract

Bis Kita Trans Pakuan Bogor merupakan salah satu layanan angkutan umum di Kota Bogor yang pelayanannya mirip dengan Transjakarta namun tidak menggunakan lajur khusus. Pelayanan Bis Kita yang seperti transjakarta diharapkan mampu untuk menarik minat masyarakat beralih menggunakan angkutan umum. Selain itu, dengan adanya armada baru diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi umum. tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kepuasan pengguna Bis Kita terhadap Pelayanan yang telah diberikan. Data dalam penelitian diperoleh dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada pengguna Bis Kita Trans Pakuan Bogor Koridor 2 Rute Terminal Bubulak - Ciawi. Selanjutnya hasil kuesioner dianalisis dengan Index Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui kepuasan pengguna terhadap pelayanan yang ada di Bis Kita Trans Pakuan Bogor. Dari hasil analisis diperoleh variabel kecepatan, “Kecepatan pengemudi sesuai dengan standar pelayanan angkutan umum”, “biskita memiliki jadwal pemberangkatan yang tepat waktu”, “Waktu tunggu biskita di halte <5 menit)”, “Adanya protokol kesehatan yang diterapkan di dalam biskita” perlu ditingkatkan. Variabel-variabel yang telah baik dan perlu dipertahankan antara lain “Terhindar dari tindakan pelecehan seksual”, “terhindar dari tindakan penculikan, pencopetan, dan kriminalitas”, “pengemudi memberikan rasa aman dan nyaman saat perjalanan”, “pengemudi tidak ugal-ugalan dalam mengemudikan biskita”, “kebersihan biskita selalu terjaga”.
ANALISIS KESTABILAN TIMBUNAN DENGAN METODE LIMIT EQUILIBRIUM DAN PERBAIKANNYA Rini Trisno Lestari
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4303

Abstract

Konstruksi jalan di Indonesia banyak terjadi kerusakan, hal ini dikarenakan pembangunannya banyak dibagun di atas tanah lunak. Ketidakstabilan pada konstruksi bangunan merupakan kasus yang paling umum terjadi dalam dunia rekayasa, hal ini juga terjadi pada lereng dan timbunan konstruksi. Analisis kestabilan lereng diperlukan untuk menganalisis potensi kelongsoran yang mungkin terjadi, salah satunya yaitu dengan Metode Penyeimbang Batas. Metode ini merupakan salah satu metode yang umum digunakan untuk menganalisi kestabilan dari lereng/timbunan. Nilai safety factor di dalam perhitungan metode ini dilakukan untuk melihat potensi kelongsoran yang akan terjadi. Pada kasus ini analisis timbunan dihitung dan didapatkan nilai safety factor (SF) sebesar 0,76 kurang dari 1,5 dan Resisting Momen (MR) 350,30 kNm, sehingga perlu adanya perkuatan tambahan. Alternatif perkuatan yang digunakan adalah geotextile dengan hasil perhitungan didapatkan 2 lapisan pemasangan dengan nilai Resisting Momen (MR) dihasilkan sebesar 667,400 kNm dengan panjang pemasangan 18 m.
PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON DENGAN TAMBAHAN WATER REDUCING ADMIXTURE Riska Ayu Melyanti Sabang; Fadli Kurnia
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4304

Abstract

Beton merupakan salah satu material konstruksi yang mempunyai berbagai keunggulan. Beton terbuat dari campuran semen, air, agregat kasar dan agregat halus serta dengan atau tanpa bahan campuran tambahan. Dalam penelitian ini menggunakan bahan campuran tambahan berupa serbuk kayu dan Water Reducing Admixture. Penggunaan serbuk kayu pada campuran beton dapat meningkatkan kekuatan beton karena serbuk kayu mengandung senyawa selulosa dan hemiselulosa yang dapat meningkatkan kekuatan ikat antar material pada campuran dan menghambat penyebaran air dalam material. Serta penggunaan Water Reducing Admixture dapat meningkatkan nilai mutu beton, mempermudah proses pengecoran dan pemadatan, meningkatkan kualitas dan beton lebih ekonomis. Banyaknya serbuk kayu yang digunakan adalah hasil dari substitusi dengan agregat halus. Variasi campuran beton yang digunakan yaitu campuran 7%, 7.5% dan 8% dari serbuk kayu dan Tricosal BV 0.8%. Pengujian kuat tekan beton dilakukan dengan menggunakan benda uji silinder dengan kuat tekan rencana 25 MPa pada beton umur 7, 14 dan 28 hari. Pengujian ini menghasilkan kuat tekan tertinggi terdapat pada beton normal sebesar 20.3 MPa dan untuk beton yang menggunakan limbah serbuk kayu dan Tricosal BV kuat tekan tertinggi berada pada presentasi serbuk kayu 8% dan Tricosal BV 0.8% yaitu sebesar 12.8 MPa, persentase penurunan kuat tekan yaitu sebesar 36.9%. Pemakaian limbah serbuk kayu tidak dapat meningkatkan kuat tekan beton. Semakin banyak persentase serbuk kayu yang digunakan dalam campuran beton, semakin berkurang juga kuat tekan yang dihasilkan. Water Reducing Admixture (Tricosal BV) dapat meningkatkan kuat tekan beton karena bersifat mengurangi jumlah air (fas rendah) sehingga dapat meningkatkan kuat tekan beton.
EVALUASI FASILITAS PEDESTRIAN Rafly Tirta Putra; Nuryani Tinumbia
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4305

Abstract

Kemacetan merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya minat masyarakat untuk berjalan kaki dikarenakan fasilitasnya yang masih kurang memadai. Jalan Margonda Raya yang disana terletak pusat perkantoran, mall, perkantoran, dan pertokoan yang saling berdekatan dan mudah dijangkau oleh pejalan kaki. Selain itu sering terjadi kemacetan di sepanjang jalan ini. Berjalan kaki seharusnya menjadi solusi, namun fasilitas yang disediakan nampaknya masih kurang memadai. Perlu dilakukannya evaluasi fasilitas pedestrian di jalan ini yang menjadi tujuan penulisan ini, dan memberikan solusi terbaik agar para pengguna fasilitas pejalan kaki merasa nyaman dan menaikkan minat masyarakat untuk berjalan kaki. Penilaian Indeks Walkability dibutuhkan untuk mengetahui penilaian fasilitas pejalan kaki di sepanjang jalan Margonda Raya. Penilaian dilakukan dengan membagi segmen jalan sebanyak 27 segmen yang pembagiannya berdasarkan jalur keluar-masuk kendaraan dan jenis infrastruktur. Pembagian segmen ini bertujuan untuk memudahkan penelitian. Hasil yang didapatkan adalah 68,77. Penilaian parameter tentang infrastruktur penunjang kelompok penyandang disabilitas mendapatkan skor yang paling kecil yaitu 34% dan juga fasilitas pendukung dengan skor 46%. Berdasarkan hasil wawancara 30 responden tentang indeks kepuasan perihal fasilitas pejalan kaki di Jalan Margonda, para responden masih belum puas tentang parameter infrastruktur penunjang kelompok disabilitas dan mendapat skor indeks sebesar 34%, yang berarti responden menilai parameter tersebut masih buruk. Hal tersebut bisa menjadi perhatian instansi terkait untuk dilakukan perbaikan. Namun responden sudah sangat puas dengan ketersediaan jalur pejalan kaki dengan memperhatikan pemeliharaan dan kebersihannya dan mendapat skor indeks sebesar 83,33.

Page 6 of 19 | Total Record : 183