MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary is a peer-reviewed journal that aims to provide a platform for scholars, researchers, academics, and practitioners from diverse fields of study to contribute and exchange their knowledge, insights, and research findings. MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary is published by the Institute of Educational, Research, and Community Service. The journal seeks to promote interdisciplinary collaboration by accepting submissions from various disciplines, including but not limited to: Social Sciences: Sociology, Anthropology, Political Science, Psychology, Communication Studies, and Cultural Studies. Humanities: Literature, Linguistics, Philosophy, History, Arts, and Cultural Heritage. Business and Economics: Management, Marketing, Finance, Entrepreneurship, and International Business. Education: Educational Research, Curriculum Development, Teaching Methods, Islamic Studies, and Educational Technology. Health Sciences: Medicine, Nursing, Public Health, Nutrition, and Healthcare Management. Natural Sciences: Biology, Chemistry, Physics, Environmental Science, and Geology. Engineering and Technology: Computer Science, Information Technology, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, and Civil Engineering. Applied Sciences: Agriculture, Environmental Management, Food Science, and Biotechnology. And other disciplines not mentioned. The journal welcomes original research articles, review papers, case studies, and theoretical perspectives that contribute to the advancement of knowledge in their respective fields and foster a holistic understanding of global challenges and solutions. MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary focuses on the exploration of contemporary issues, emerging trends, and innovative practices in various disciplines. The journal emphasizes the significance of a multidisciplinary approach to address complex problems and encourages discussions on their social, economic, environmental, and cultural implications. MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary aims to facilitate the dissemination of research findings that have practical applications and societal relevance, contributing to sustainable development and progress of global communities. By promoting interdisciplinary research, the journal seeks to create a collaborative and dynamic space for scholars and professionals to bridge gaps between disciplines and contribute to a more comprehensive understanding of our interconnected world. Submission to MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary is open to researchers and scholars from around the globe, who are committed to advancing knowledge, promoting diversity of perspectives, and contributing to the betterment of societies worldwide.
Articles
605 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Karies Pada Anak Usia Prasekolah Di Tk Kemala Bhayangkari I Banda Aceh
Fitri Mawar;
Teuku Salfiaydi
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anak-anak pada umumnya menyukai makanan manis dan lengket yang dapat menyebabkan pembentukan plak apabila tidak dibersihkan. Adanya plak di permukaan gigi, sukrosa (gula) dari sisa makanan dan bakteri berproses dengan waktu tertentu yang berubah menjadi asam laktat yang akan menurunkan pH mulut menjadi kritis menyebabkan demineralisasi email berlanjut menjadi karies gigi. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies pada anak usia pra sekolah. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain observasional prospektif bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap timbulnya karies gigi selama periode penelitian. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan total sampling dengan jumlah populasi 63 siswa. Hasil penelitian menujukkan dari 63 siswa, terdapat 42 siswa yang mengalami karies gigi. Pada faktor pengetahuan, hasil uji statistic p= value 0,00. Oleh karena p>0,05, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara frekuensi pengetahuan dengan kejadian karies gigi pada Anak Usia Pra Sekolah di Kemala Bhayangkari I Banda Aceh. Sedangkan pada faktor menyikat gigi, hasil hasil uji statistic p= value 0,000. Oleh karena p>0,05, sehingga dapat disimpulkan hubungan antara frekuensi menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada Anak Usia Pra Sekolah di Kemala Bhayangkari I Banda Aceh. Dapat disimpulkan terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian karies pada anak usia pra sekolah, seperti faktor pengetahuan dan faktor tata cara menyikat gigi. Disarankan kepada orang tua siswa agar selalu memperhatikan cara atau teknik menyikat gigi, menjaga makanan yang sesuai dengan anjuran tim kesehatanan.
Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Masyarakat Menggunakan Gigi Tiruan Di Desa Tumbo Baro Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar
Yandi Saputra;
Cut Ratna Keumala
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Kehilangan gigi dapat menurunkan kenyamanan dan kepercayaan diri, sehingga membutuhkan penggunaan gigi tiruan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan motivasi masyarakat dalam menggunakan gigi tiruan di Desa Tumbo Baro, Kecamatan Kutamalaka, Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling, yaitu 45 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 08 sampai dengan 14 juni 2024. Hasil penelitian dengan uji statistic chi-square, yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan dengan motivasi masyarakat dalam menggunakan gigi tiruan di Desa Tumbo Baro, Kecamatan Kuta malaka, Kabupaten Aceh Besardengan p value = 0,003 (p<0,05). degan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi masyarakat dalam menggunakan gigi tiruan di Desa Tumbo Baro, Kecamatan Kutamalaka, Kabupaten Aceh Besar
Hubungan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Kepuasan Pasien Di RSUD DR. Fauziah Bireun
Irawati;
Herry Imran
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kepuasan pasien merupakan indikator utama dalam menilai kualitas suatu fasilitas kesehatan, khususnya dalam pelayanan kesehatan. Berdasarkan penelitian awal yang melibatkan 10 pasien yang berkunjung ke Poli Gigi RSUD dr. Fauziah Bireuen, ditemukan bahwa 7 (70%) di antaranya merasa kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan kepuasan pasien di RSUD dr. Fauziah Bireuen. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional, yang dilakukan di Poli Gigi RSUD dr. Fauziah Bireuen pada tanggal 4-22 Maret 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung ke Poli Gigi RSUD dr. Fauziah Bireuen, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang dikategorikan baik berada pada kriteria puas sebanyak 5 (55,6%) responden, sementara pelayanan yang dikategorikan kurang baik berada pada kriteria kurang puas, yaitu sebanyak 21 (100%) responden. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan kepuasan pasien di RSUD dr. Fauziah Bireuen, dengan nilai ρ= 0,001 yang lebih kecil dari α 0,05. Disarankan agar petugas kesehatan gigi meningkatkan kualitas pelayanan, terutama pada aspek bukti fisik dan keandalan, untuk memastikan pasien merasa puas dengan pelayanan yang diterima
Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak SDN Pertiwi Lamgarot Kec. Ingin Jaya Kab. Aceh Besar
Julida Zhuhra;
Sisca Mardelita
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang kesehatan gigi yaitu edukasi dengan menggunakan media audio visual yang penyampaian pesannya dapat diterima oleh dua alat indra sekaligus. Hasil penjaringan kesehatan tahun 2023, terdapat siswa yang mengalami permasalahan kesehatan gigi dan mulut sebesar 68%. Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan pada 10 siswa didapatkan bahwa 8 siswa terkena karies gigi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan melalui video audio visual terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak SDN Pertiwi Lamgarot, Kec. Ingin Jaya, Kab.Aceh Besar. Jenis penelitian ini Quasi experiment, dengan rancangan pretest and posttest group design with kontrol group design. Populasi berjumlah 52 orang dengan menggunakan teknik total dengan menggunakan uji statistik Paired T-Test. Penelitian dilakukan pada tanggal 20 Mei s.d 3 Juni 2024 Hasil uji Paired T test pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol menunjukkan nilai p value yaitu 0,001 (p value < α) dimana kelompok intervensi mengalami peningkatan pengetahuan lebih signifikan dari pada kelompok kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada anak SDN Pertwi Lamgarot, Kec. Ingin Jaya, Kab. Aceh Besar. Disarankan untuk menggunakan media audio visual dalam melakukan penyuluhan karena media audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta hasil belajar siswa
Hubungan Kecemasan Anak Usia 6-12 Tahun Dengan Pencabutan Gigi Di Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Siti Jumra Agma;
Andriani
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
: Kecemasan dalam pencabutan gigi anak dapat menimbulkan sikap tidak kooperatif yang akan menghambat proses pencabutan gigi. Berdasarkan survei awal di Poli Gigi Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, ditemukan dari 10 anak yang melakukan pencabutan gigi, 60% pasien anak terlihat cemas dan gelisah yang menyebabkan pencabutan gigi tidak terlaksana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kecemasan anak usia 6-12 tahun dengan pencabutan gigi di di Poli Gigi Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, Sampel dalam penelitian ini adalah pasien anak yang berusia 6-12 tahun yang melakukan pencabutan gigi ke Poli Gigi Puskesmas Ingin Jaya dengan menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 Mei s/d 8 Juni 2024. Hasil analisa menggunakan uji statistik Chi Square terdapat 11 (36,7%) orang memiliki kecemasan berat dimana 2 orang terlaksana pencabutan giginya dan 9 orang tidak terlaksana. Sedangkan 9 orang memiliki kecemasan sedang, 7 orang yang pencabutan giginya terlaksana dan 2 orang tidak terlaksana dengan p=0,001. Sehingga kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan kecemasan anak usia 6-12 tahun dengan pencabutan gigi di Poli Gigi Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Disarankan kepada orang tua agar dapat memberikan pemahaman tentang pencabutan gigi dan mengurangi ancaman dengan memaksakan anak untuk menerima pencabutan.
Pengaruh Menguyah Buah Apel Malang Sebagai Self Cleansing Terhadap Debris Index Pada Murid Kelas V SDN 1 Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara
Mustaqim;
Andriani
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Apel mempunyai partikel besar yang harus dikunyah sebelum ditelan. Proses pengunyahan akan merangsang dan meningkatkan produksi saliva yang akan membantu membersihkan gigi dari sisa makanan, pada umumnya murid tidak mengetahui bahwa buah-buahan berserat dan mengandung air dapat membantu mengendalikan debris, mereka hanya mengetahui penyikatan gigi sebagai cara untuk membersihkan gigi. Tujuan penelitian mengetahui debris index sebelum dan sesudah mengunyah buah apel sebagai self cleansing pada murid kelas V SDN 1 Dewantara. Jenis penelitian eksperimen semu/quasi experiment menggunakan metode one group pre test – post test bertujuan mengetahui indeks debris sebelum diberi perlakuan mengunyah apel dan indeks debris sesudah diberi perlakuan buah apel. Adapun teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan total sampling dengan seluruh populasi jumlah 44 murid. Hasil Penelitian Sebelum mengunyah buah apel malang skor debris berada pada kategori tinggi yaitu kategori kriteria baik 4 murid (14%), Kriteria Sedang 14 murid (32%), Kriteria Buruk 26 murid (59%), Sesudah mengunyah buah apel malang skor debris paling tinggi menurun menjadi kriteria baik 23 siswa (52%), kriteia sedang 17 siswa (39%), kriteria buruk 4 siswa (9%). Adapun nilai rata – rata indeks debris sebelum mengunyah buah apel 19.4 dan indeks debris sesudah mengunyah buah apel 6.9 penurunan debris index 13,1. kesimpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh mengunyah buah apel terhadap penurunan debris index, disarankan kepada siswa untuk dapat mengkonsumsi buah yang berserat dan banyak mengandung air terutama apel dengan cara dikunyah sebagai alternatif mengatasi debris gigi sehingga terhindar dari karies gigi
Hubungan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Gigi Berjejal (Crowded) Pada Pasien Anak Yang Berkunjung Ke Poli Gigi Uptd Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh
Irawati;
Intan Liana
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa gigi susu hanyalah gigi sementara dan akan digantikan oleh gigi tetap, sehingga sering kali orang tua beranggapan bahwa rusaknya gigi susu akibat kebersihan mulut yang buruk tidak perlu dikhawatirkan. Berdasarkan data awal di Puskesmas Kopelma Darussalam terdapat 409 kasus pencabutan gigi decicui dan 178 diantaranya pencabutan karena kasus persistensi yang meyebabkan gigi berjejal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dengan kejadian gigi berjejal pada pasien anak yang berkunjung ke Poli Gigi UPTD Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh. Desain penelitian cross sectional pada 39 orang sampel yang bermur 6-12 tahun, dilakukan di poli gigi UPTD Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh tanggal 18 Mei-4 Juni 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dengan pengetahuan baik memiliki anak yang mengalami gigi berjejal sebanyak 7 (50%) dan tidak mengalami gigi berjejal sebanyak 7 (50%), sedangkan orang tua dengan pengetahuan kurang baik memiliki anak yang mengalami gigi berjejal sebanyak 21 (84%) dan tidak mengalami gigi berjejal sebanyak 11 (28,2%). Disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan orang tua dengan kejadian gigi berjejal (crowded) anak 6-12 tahun yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh. Disarankan kepada orang tua mencari informasi tentang masa pertumbuhan gigi susu dengan gigi berjejal serta lebih memperhatikan tumbuh kembang gigi anak
Wujud Visual Figur Penari dan Pemusik Tradisional Indonesia dalam Karya seni Lukis
Jocelyn Shania Cayadi;
Natasha Kasih Eylena;
ZiYi Chen;
Eunike Noviana Sukaja;
Amanda Nizrina Azzahra
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengangkat tema penari dan pemusik tradisional Indonesia sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap warisan budaya Indonesia yang kaya dan beragam. Indonesia memiliki banyak pulau dan keragaman budaya, salah satunya seni tari dan musiknya. Seni tari dan musik memiliki keunikan identitas yang berbeda-beda namun tetap satu sebagai Negara Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap keindahan, kesenian, dan keunikan identitas budaya seni tari dan budaya seni musik Indonesia. Metodenya menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan artistik research. Sampel dalam penelitian ini merupakan hasil karya seni lukis di atas kanvas. Teknik pengumpulan data yaitu 1) Studi literatur dan studi visual, 2) mengidentifikasi data, 3) alih visual dari referensi yang sudah dipilih keatas media kanvas. Hasil penelitian penciptaan ini merupakan 5 karya seni lukis yang memvisualisasikan penari dan pemusik tradisional Indonesia. Simpulan penelitian ini, penari dan pemusik tradisional yang divisualisasikan ke atas kanvas dalam wujud karya seni lukis membutuhkan improvisasi dalam mengatur komposisi figur, pemilihan warna yang artistik, arah datang cahaya agar dapat memperkuat figur yang divisualisasikan, detail kostum, sehingga sevara keseluruhan secara visual dapat menunjukkan budaya Indonesia.
Ungkapan Visual Religiusitas Melalui Karya Seni Lukis Di Atas Kanvas
Nauval Ismail Hamdany;
Kevin Aditya;
Cecilia Febianti Sinaga;
Timothy Daniel;
Vallerie Nathanael
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Memperkenalkan nilai-nilai tradisional dan estetika budaya sembahyang masyarakat Bali, kaya akan sejarah dan spiritualitas, memberikan pemahaman mendalam tentang warisan budaya luhurnya. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan lukisan yang mengekspresikan budaya tradisional Bali dengan memadukan unsur sejarah, spiritual dan estetika, sehingga diharapkan dapat menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada khalayak luas dan memperkenalkan kekayaan budaya Bali. Strategi yang digunakan untuk mencapai hal tersebut digunakan metode penelitian deskripsi kulaititatif dengan pendekatan bahasa visual. Sampel dalam penelitian ini adalah karya seni lukis yang di buat oleh 5 perupa dari Bandung. Teknik pengumpulan data studi literatur, mengidentifikasi data visual, membuat goresan dengan karakteristik setiap rupa di atas kertas lalu di alihkan ke atas kanvas. Hasil dari penelitian ini adalah berupa lima karya seni lukis yang memvisualisasikan kegiatan ritual sembahyang dalam adat Bali. Temuan dalam penelitian ini, nilai religiusitas dapat diungkapkan secara visual dengan mengusung nilai artistik seperti warna putih untuk memunculkan kesan suci, warna cerah yang dipilih untuk kebaya bagi objek figur perempuan menyiratkan perempuan muda yang tekun sembahyang. Brush stroke dalam kekaryaan ini memiliki goresan yang ekspresif dan antara satu dengan yang lain sangat berbeda Sesuai dengan karakter senimannya. Secara keseluruhan kelima karya seni lukis ini mengusung nilai religiusitas dan memiliki makna yang mendalam. Hasil karya ini berpotensi memperkenalkan dan meningkatkan apresiasi terhadap estetika dan nilai-nilai tradisional budaya Bali.
Analisis Pemahaman Orang Tua Siswa Terhadap Gizi Seimbang Di SDI Mutiara Islam Al-Ittiba
Nurwanaliyanti;
Farida Catur Wahyu Anggriyani
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman orang tua dalam pemenuhan gizi seimbang pada siswa SDI Mutiara Islam Al-Ittiba. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Subjek penelitian adalah Orang Tua dan Guru SDI Mutiara Islam Al-Ittiba. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu berupa angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan Kegiatan pemenuhan gizi anak bisa dilihat dari jenis makanan anak yang sudah Mencakup 4 sehat 5 sempurna, Kebutuhan gizi anak cukup baik terdiri dari karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Pemahaman orang tua dalam pemenuhan gizi anak tentunya orang tua dimulai dari Kesadaran orang tua untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal melalui pemenuhan gizi dan pemenuhan gizi melalui pengecekan kesehatan anak yang bekerja sama dengan pihak puskesmas. Guru dan orang tua pasti mempunyai kendala untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang berbeda- beda. Secara garis besar orang tua sudah memahami tentang pemenuhan gizi anak.