cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 306 Documents
Asuhan keperawatan pada lansia diabetes mellitus tipe II dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah Darajat, Agus Miraj; Fitri, Devi; Indarna, Asep Aep
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 1 (2023): July Edition 2023: Penanganan Kecemasan Pasien Menjelang Operasi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i1.369

Abstract

Backgroung: Diabetes Mellitus in Indonesia is ranked 7th out of 10 countries with a total of 10.7 million sufferers. Indonesia is the only country in Southeast Asia on the list, so it can be estimated that Indonesia's contribution to the prevalence of diabetes cases in Southeast Asia. Purpose: Nursing care is a series of interactions with clients and the environment to achieve the goal of fulfilling needs and independence in caring for themselves. Method: Case studies are to explore a problem/phenomenon with detailed boundaries, have in-depth data collection and include various sources of information. This case study was conducted on two patients with type 2 diabetes mellitus with unstable blood sugar levels. Results: Based on the results of the study that patient 1 Mr. A is 77 years old and patient 2 Mrs. R, 77 years old, with a diagnosis of unstable blood glucose levels intervened in the form of setting a 3J diet every day for the management of hyperglycemia, the results showed that the problem was resolved in both patients. There was a temporary decrease in blood glucose in both patients with the following criteria: blood glucose levels improved, marked by decreased GDS values ​​in both patients. Patient 1 Mr.A from 352 mg/dL to 239 mg/dL and Patient 2 Mrs.R, from 241 to 168 mg/dL. The data was obtained after the implementation of diet education by regulating eating patterns with 3J (amount, type, schedule). Conclusion: Patients with type 2 diabetes mellitus with unstable blood sugar levels can implement diet education and hyperglycemia management. Suggestion: Executing nurses can provide comprehensive nursing care and education to every patient with diabetes mellitus. Keywords: Nursing Care; Diabetes Mellitus; Instability of Blood Sugar Levels Pendahuluan: Diabetes Mellitus di Indonesia berada di peringkat ke-7 di antara 10 negara dengan jumlah penderita sebesar 10,7 juta. Indonesia menjadi sațu-satunya negara di Asia Tenggara pada daftar tersebut, sehingga dapat diperkirakan besarnya kontribusi Indonesia terhadap prevalensi kasus diabetes di Asia Tenggara. Tujuan: Asuhan keperawatan merupakan rangkaian interaksi dengan klien dan lingkungan untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan kemandirian dalam merawat dirinya. Metode: Studi kasus yaitu untuk  mengeksplorasi suatu masalah/fenomena dengan batasan terperinci, memiliki pengambilan data  yang mendalam dan menyertakan berbagai sumber informasi. Studi kasus ini dilakukan pada dua  orang pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan ketidakstabilan kadar gula darah. Hasil: Berdasarkan hasil pengkajian bahwa pasien 1 Tn. A berusia 77 tahun dan pasien 2 Ny. R berusia 77 tahun, dengan diagnose ketidakstabilan kadar glukosa darah melakukan intervensi berupa pengaturan pola makan 3J setiap harinya untuk manajemen hiperglikemia, didapatkan hasil bahwa masalah teratasi pada kedua pasien. Terjadi penurunan glukosa darah sewaktupada kedua pasien dengan kriteria hasil : kadar glukosa dalam darah membaik, ditandai dengan nilai GDS pada kedua pasien menurun. Pasien 1 Tn.A dari 352 mg/dL menjadi 239 mg/dL dan Pasien 2 Ny.R , dari 241 menjadi 168 mg/dL. Data tersebut diperoleh setelah dilakukan implementasi berupa edukasi diet dengan mengatur pola makan dengan 3J (Jumlah,Jenis,Jadwal). Simpulan: Pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan ketidakstabilan kadar gula darah dapat dilakukan implementasi edukasi diet dan manajemen hiperglikeimia. Saran: Kepada perawat pelaksana dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan edukasi kepada setiap pasien diabetes mellitus.
Efektifitas perawatan metode kanguru terhadap kualitas tidur bayi berat badan normal (studi kasus) Oktaliana, Oktaliana; Rilyani, Rilyani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 2 (2023): December Edition 2023: Penanggulangan penyakit berpotensi kejadian luar biasa
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i2.381

Abstract

Background: Infancy is a golden period for children's growth and development so it needs special attention. One of the factors that influences a baby's growth and development is sleep and rest. Sleeping soundly is very important for a baby's growth, because during sleep the baby's brain growth reaches its peak. Apart from that, when the baby sleeps, the baby's body produces three times more growth hormone when the baby is sleeping than when the baby is awake. The quality and quantity of a baby's sleep greatly influences the baby's growth. A sleeping baby will experience activation of the regeneration of body cells and brain development, therefore the quality of the baby's sleep needs to be maintained. Babies who sleep enough without frequently waking up are fitter and less fussy the next day. Sleep has a big effect on mental, emotional and physical health, as well as the body's immune system. Considering the importance of sleep time in a baby's development, their sleep needs must be fully met so that it does not have a negative effect on their development. Purpose: To determine nursing care for sleep quality problems in babies with normal weight using the kangaroo method in Giliharjo Village, Merbau Mataram District, South Lampung Regency in 2022. Method: This research uses an approach to writing case studies focusing on case studies of nursing care on the problem of sleep quality of babies with normal weight, namely kangaroo method care in Giliharjo Village, Merbau Mataram District, South Lampung Regency in 2022. The subjects in this study were 3 patients managed by used in this case study were babies with problems getting enough sleep to meet the criteria. Results: Diagnosis and intervention from the results of the assessment carried out on An. I, An. And. S found a disturbed resting pattern. During the study, it was found that An. I, An. And. S with the problem of lack of sleep, namely less than 12 hours. P (Provocate) or the cause of lack of sleep time is because the baby is fussy, Q (Quality) is the perceived quality in the form of inadequate sleep duration and fussiness at night, R (Region) rest pattern disturbance occurs if the baby starts to fuss at night, S (Severety) the perceived severity can be measured by the baby's sleep hours, namely 10, 11 hours in An. I, An. And. S (Time) The time that feels worse is when sleeping at night. Conclusion: Based on the results of an evaluation carried out over three days, it shows that there is a change in the baby's sleep time, namely that initially the sleep duration was only 10-11 hours, but after being given the kangaroo method of care, it increased to between 14-14.5 hours with a difference of 3.5-4 hours. Suggestion: Future research should use a larger sample size. The kangaroo method of treatment should be carried out by parents, both father and mother, which can be done equally between one baby and another. Further research can be carried out by assessing the quality of the baby's sleep, not just the quantity.   Keywords: Baby Sleep Quality; Kangaroo Method Treatment; Normal Body Weight.   Pendahuluan: Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi adalah tidur dan istirahat. Tidur nyenyak sangat penting bagi pertumbuhan bayi, karena saat tidur pertumbuhan otak bayi mencapai puncaknya. Selain itu pada saat tidur tubuh bayi memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak pada saat bayi tidur dibandingkan ketika bayi terbangun. Kualitas dan kuantitas tidur bayi sangat berpengaruh pada pertumbuhan bayi, bayi yang tidur akan mengalami aktivasi regenerasi sel-sel tubuh dan perkembangan otak, oleh karena itu kualitas tidur bayi perlu dijaga. Bayi yang tidur cukup tanpa sering terbangun, lebih bugar dan tidak rewel pada keesokan harinya. Tidur mempunyai efek yang besar terhadap kesehatan mental, emosi dan fisik, serta sistem kekebalan imunitas tubuh. Mengingat akan pentingnya waktu tidur pada perkembangan bayi maka kebutuhan tidurnya harus benar-benar terpenuhi agar tidak berpengaruh buruk terhadap perkembangannya. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada masalah kualitas tidur bayi dengan berat badan normal dengan metode kanguru di Desa Giliharjo Kecamatanmerbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan pada penulisan studi kasus berfokus pada studi kasus asuhan keperawatan pada masalah kualitas tidur bayi dengan berat badan normal yakni perawatan metode kanguru di Desa Giliharjo Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Subyek pada penelitian ini yaitu sebanyak 3 pasien terkelola yang digunakan dalam studi kasus ini adalah bayi dengan masalah pemenuhan istirahat tidur yang memenuhi kriteria. Hasil: Diagnosa dan intervensi dari hasil pengkajian yang dilakukan pada An. I, An. D, An. S  didapatkan gangguan pola istrahat. Saat pengkajian didapatkan pada An. I, An. D, An. S dengan masalah kurangnya waktu tidur yaitu kurang dari 12 jam. P (Provocate) atau penyebab kurangnya waktu tidur disebabkan karena bayi rewel, Q (Quality) kualitas yang dirasakan berupa durasi tidur yang tidak adekuat dan rewel pada malam hari, R (Region) gangguan pola istirahat terjadi apabila bayi mulai rewel dimalam hari, S (Severety) keparahan yang dirasakan dapat diukur dengan jam tidur bayi yaitu 10, 11 jam pada An. I, An. D, An. S (Time) waktu yang dirasakan memperberat adalah saat tidur dimalam hari. Simpulan: Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan selama tiga hari menunjukkan adanya perubahan waktu tidur bayi yaitu semula durasi tidur hanya sebanyak 10-11 jam namun setelah pemberian perawatan metode kanguru mengalami peningkatan antara 14-14.5 jam dengan selisih kenaikan 3.5- 4 jam. Saran: Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan sampel dengan jumlah yang lebih besar. Pemberian perlakuan metode kanguru hendaknya dilakukan oleh orangtua baik ayah ataupun ibu yang dilakukan dapat sama antara bayi yang satu dengan yang lainnya. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menilai kualitas tidur bayi bukan hanya kuantitas saja.   Kata kunci: Berat Badan Normal; Kualitas Tidur Bayi; Perawatan Metode Kanguru.
Pengaruh pelvic rocking exercise terhadap nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III (studi kasus) Gustiani, Dwi; Gunawan, Muhammad Ricko; Keswara, Umi Romayati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 2 (2023): December Edition 2023: Penanggulangan penyakit berpotensi kejadian luar biasa
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i2.382

Abstract

Background: Data obtained from Basic Health Research in 2021 shows that 82.1% of pregnant women underwent K4 in Lampung and the proportion of health facilities where they were first referred when experiencing pregnancy complications was 6.9% in the Community Health Center. Based on the Balai Krakatau Clinic register data for the last 3 months (January-March) 2022, there were 120 pregnant women in the third trimester of 2022, with 60 pregnant women in the first trimester, 30 people in the second trimester, and 30 people in the third trimester. Of the 30 third trimester pregnant women, 20 people (66.7%) complained of back pain both upper and lower, and 10 people (33.3%) complained of pain in the hips, buttocks and spreading to the leg area. Purpose: To determine nursing care for pregnant women in the third trimester with discomfort and lower back pain using the pelvic rocking method at the Balai Krakatau Kemiling Clinic, Bandar Lampung in 2022. Method: This research uses an approach to writing a case study report that focuses on nursing care for pregnant women in the third trimester with low back pain comfort disorders using the pelvic rocking method. The subjects or patients managed in this study were 3 third trimester pregnant women used in this case study, TM III pregnant women who met the criteria. The criteria for the sample as a subject of nursing care were attending pregnancy classes at the Balai Krakatau Clinic, the patient experiencing low back pain in the third trimester, the mother's age in the range of 25-35 years, primiparous and multiparous parity, an ideal weight gain of 9 kg during pregnancy from the first trimester to the third trimester, have complete medical records in the clinical register, the patient is willing to be sampled, and receives nursing care as outlined in an informed consent letter. Results: Assessment of Mrs. D Mrs. A, And Mrs. W found that the patient's main complaint was lower back pain during the third trimester of pregnancy. The nursing diagnosis obtained was discomfort and pain related to changes in body weight and musculoskeletal burden of TM III pregnant women. The intervention was carried out for 3 days by providing pelvic rocking for 3 days with a duration of 30 minutes for 1 treatment. The 3-day implementation study showed that some of the problems had been resolved, which was indicated by a decrease in the scale of lower back pain in pregnant women in the third trimester. The results of the evaluation carried out over three days showed that all problems could be resolved. Conclusion: The nursing diagnosis obtained was discomfort and pain related to changes in body weight and musculoskeletal load of TM III pregnant women. Providing intervention for 3 days with 30 minutes of pelvic rocking for 1 treatment showed a decrease in the scale of lower back pain in pregnant women in the third trimester. Suggestion: The results of this research can be applied as a rational consideration for approaching pregnant women in the third trimester who experience low back pain by providing education on pelvic rocking exercises during pregnancy classes. Next researchers used different variables by comparing other complementary therapies, such as warm compresses and yoga therapy.   Keywords: Lower Back Pain; Pelvic Rocking; TM III Pregnancy.   Pendahuluan: Data yang diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2021 menunjukkan bahwa ibu hamil yang melakukan K4 sebanyak 82.1 % di Lampung dan proporsi fasilitas kesehatan tempat rujukan pertama saat mengalami komplikasi kehamilan 6.9 % di Puskesmas. Berdasarkan data register Klinik Balai Krakatau pada 3 bulan terakhir (Januari-Maret) 2022 pada data ibu hamil trimester III tahun 2022 terdapat 120 orang dengan jumlah ibu hamil trimester I sebanyak 60 orang, trimester II sebanyak 30 orang, dan trimester III sebanyak 30 orang. Dari 30 orang ibu hamil trimester III sebanyak 20 orang (66.7%) yang mengeluh nyeri punggung baik bagian atas ataupun bawah, dan 10 orang (33.3%) mengeluhkan nyeri dibagian pinggul, bokong dan menyebar ke area tungkai kaki. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan ibu hamil trimester  III dengan gangguan rasa nyaman nyeri punggung bawah melalui metode pelvic rocking di Klinik Balai Krakatau Kemiling Bandar Lampung Tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan pada penulisan laporan studi kasus yang berfokus pada asuhan keperawatan ibu hamil trimester III dengan gangguan rasa nyaman nyeri punggung bawah melalui metode pelvic rocking. Subyek atau pasien kelolaan pada penelitian ini sebanyak 3 orang ibu hamil trimester 3 yang digunakan dalam studi kasus ini adalah ibu hamil TM III yang memenuhi kriteria. Kriteria sampel sebagai subyek asuhan keperawatan yakni mengikuti kelas hamil di Klinik Balai Krakatau, pasien mengalami masalah nyeri pinggang trimester III, usia ibu pada rentang 25-35 Tahun, paritas primipara dan multipara, kenaikan BB Ideal 9 Kg selama kehamilan trimester I hingga trimester III, memiliki rekam medik lengkap dalam register klinik, pasien bersedia dijadikan sampel, dan menerima asuhan keperawatan yang dituangkan dalam surat persetujaun (informed consent). Hasil: Pengkajian pada Ny. D Ny. A, Dan Ny. W didapatkan keluhan utama pasien mengatakan nyeri punggung bawah selama kehamilan Trimester III. Diagnosa keperawatan yang didapat adalah gpangguan rasa nayam nyeri bd perubahan berat badan dan beban muskuloskeltas ibu hamil TM III. Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan pemberian pelvic rocking selama 3 hari dengan durasi 30 menit selama 1 kali perlakuan. Kajian implementasi selama 3 hari didapat hasil sebagian msalah teratasi, yang ditandai dengan menurunnya skala nyeri punggung bawah pada ibu hamil Trimester III. Hasil evaluasi yang dilakukan selama tiga hari menunjukkan semua masalah dapat teratasi. Simpulan: Diagnosa keperawatan yang didapat adalah gpangguan rasa nayam nyeri berhubungan dengan perubahan berat badan dan beban muskuloskeltas ibu hamil TM III. Pemberian intervensi selama 3 hari dengan pemberian pelvic rocking berdurasi 30 menit selama 1 kali perlakuan menunjukkan adanya penurunan skala nyeri punggung bawah pada ibu hamil Trimester III. Saran: Hasil penelitian ini dapat diaplikasikan sebagai pertimbangan secara rasional untuk pendekatan pada ibu hamil Trimester III yang mengalami nyeri pinggang dengan memberikan edukasi latihan pelvic rocking saat kelas hamil. Peneliti selanjutnya menggunakan variabel yang berbeda dengan membandingkan terapi komplementer lainnya, seperti kompres hangat dan terapi yoga.   Kata kunci: Kehamilan TM III; Nyeri Punggung Bawah; Pelvic Rocking.
Efektifitas therapy aktivitas kelompok terhadap kecemasan pada lansia penderita diabetes melitus Indarna, Asep Aep; Rahayu, Sri Mulyati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 2 (2023): December Edition 2023: Penanggulangan penyakit berpotensi kejadian luar biasa
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i2.383

Abstract

Background: Elderly people with chronic illnesses are prone to experiencing anxiety, one of which is diabetes mellitus sufferers. Efforts made to overcome anxiety in the elderly can come from family factors, environmental factors, and group activity therapy (GAT). Purpose: To determine the effectiveness of group activity therapy (GAT on anxiety levels in elderly people with diabetes mellitus at PKM Cibiru, Bandung City. Method: With a quasi-experiment research design with a pre-posttest one-group design approach. The population of all elderly people suffering from diabetes mellitus is 40, with a sample of all elderly people suffering from diabetes mellitus of 40 taken using the total sampling method. The independent variable is group activity therapy (GAT), and the dependent variable is anxiety. The instruments used were questionnaire sheets and observation sheets. Statistical tests used the Wilcoxon test with a significance value of α = 0.05. The research results before the group activity therapy (GAT) activity from 40 respondents showed a moderate anxiety level of 65.5%. After the group activity therapy (GAT) activity, there was a ligth anxiety level of 72.5%. The Wilcoxon Sign Rank test in the treatment group showed ρ = 0.001, ρ < α. Conclusion: Meaning that group activity therapy (GAT) was effective in reducing anxiety levels in elderly people with diabetes mellitus Keywords: Anxiety; Elderly; Group Activity Therapy (GAT). Pendahuluan: Lansia dengan penyakit kronis, rentan mengalami kecemasan salah satunya adalah penderita diabetesmelitus. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kecemasan pada lansia bisa dari faktor keluarga, kemudian faktor lingkungan dan terapi aktivitas kelompok (TAK). Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas terapi aktivitas kelompok (TAK) terhadap tingkat kecemasan pada lansia penderita diabetes melitus di PKM Cibiru Kota Bandung. Metode: Desain penelitianQuasy-Experiment dengan pendekatanpre posttest one group design. Populasi seluruh lansia penderita diabetes melitus sebanyak 40 orang dengan sampel seluruh lansia penderita diabetes melitussebesar 40 diambil menggunakan metode total sampling. Variabel independen terapi aktivitas kelompok (TAK), variabel dependen adalah kecemasan. Instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi. Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rankdengan nilai kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebelum kegiatan terapi aktivitas kelompok (TAK) dari 40 responden terdapat tingkat kecemasan sedang 65,5 %, dan setelah kegiatan terapi aktivitas kelompok (TAK)terdapat tingkat kecemasan ringan72,5 %. Uji Wilcoxon Sign Rank pada lansia penderita diabetes melitus menunjukkan ρ = 0,001, ρ<α. Simpulan: Terapi aktivitas kelompok (TAK) efektif dilakukan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada lansia penderita diabetes melitus.
Diagnosa dan tatalaksana tetanus: Laporan kasus Putri, Pratiwi Hendro; Refyanus , Alfath; Priambodo, Nanang; Waldan , Reta Ameilia; Olitia , Archangela; Dewi , Azzah Kurnia
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 2 (2023): December Edition 2023: Penanggulangan penyakit berpotensi kejadian luar biasa
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i2.387

Abstract

Background: Tetanus is an acute toxicosis caused by neurotoxin produced by Clostridium tetani and is characterized by periodic and severe muscle spasms. Tetanus is usually acute and causes tetanospasmin-induced spastic paralysis. Tetanospasmine is a neurotoxin produced by clostridium tetanus. To date, tetanus remains a public health concern in developing countries due to inadequate access to vaccination programs and modern tetanus management including intensive care units for patients with severe tetanus. This disease can affect the nervous system caused by tetanospasmin toxicity produced by bacteria. Tetanus occurs when bacteria enter the body through wounds, insect bites, tooth infections, ear infections, puncture wounds, or cutting the umbilical cord. Purpose: To discuss aspects of definition, epidemiology, etiology and risk factors, classification, pathophysiology, diagnosis, management, complications and prognosis of Generalized Tetanus. Method: This type of research uses a qualitative descriptive method with a nursing care case study approach design. This case study is to discuss aspects of definition, epidemiology, etiology and risk factors, classification, pathophysiology, diagnosis, management, complications and prognosis of Generalized Tetanus. This research was conducted at RSUD Jend. Ahmad Yani Metro in September 2023. The case study subject is an observation that must be seen and observed regarding the reality or social phenomena needed in the research. Results: A 42 year old man came to the emergency room at Jendral Ahmad Yani Metro Hospital accompanied by his family with the main complaint of stiffness throughout the body. The patient has been experiencing this for approximately one week and has gotten worse in the last 2 days. Patients also complain of difficulty opening their mouth, difficulty swallowing, and a stiff stomach. Previous history of seizures was denied. Approximately 2 weeks ago the patient also complained of high fever and chills. The patient denied any previous history of trauma and injury. The patient has a history of cavities and often experiences toothache. There was no history of seizures, headaches, and vomiting. On general examination, the abdomen is tense/stiff, on palpation, abdominal rigidity is found, on motor examination the superior and inferior extremities are difficult to assess. On neurological examination it was found that M. pterygoideus' motor skills were difficult to assess, mouth opening was limited to 1 finger, facial expressions were found to be ricus sardonicus, the position of the uvula was difficult to assess. Conclusion: Tetanus is an acute toxicosis caused by neurotoxins produced by B. Tetani and is characterized by periodic and severe muscle spasms. Tetanus is usually acute and causes spastic paralysis induced by tetanospasmin, a neurotoxin produced by the tetanus bacillus. Keywords: Bacteria; Tetanus; Tetanospasmine. Pendahuluan: Tetanus merupakan toksikosis akut yang disebabkan oleh neurotoksin yang dihasilkan oleh clostridium tetani dan ditandai dengan spasme otot yang periodik dan parah. Tetanus biasanya akut dan menyebabkan kelumpuhan spastik yang diinduksi tetanospasmin. Tetanospasmin adalah racun saraf yang diproduksi oleh clostridium tetanus. Sampai saat ini, tetanus tetap menjadi perhatian kesehatan masyarakat di negara berkembang karena akses yang tidak memadai ke program vaksinasi dan manajemen tetanus modern termasuk unit perawatan intensif untuk pasien dengan tetanus berat. Penyakit ini dapat mempengaruhi sistem saraf yang disebabkan oleh toksis tetanospasmin yang dihasilkan oleh bakteri. Tetanus terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka, gigitan serangga, infeksi gigi, infeksi telinga, luka tusukan, atau pemotongan tali pusat. Tujuan: Untuk membahas aspek definisi, epidemiologi, etiologi dan faktor risiko, klasifikasi, patofisiologi, diagnosis, tatalaksana, komplikasi, dan prognosis Tetanus Generalisata. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain pendekatan studi kasus asuhan keperawatan. Studi kasus ini adalah untuk membahas aspek definisi, epidemiologi, etiologi dan faktor risiko, klasifikasi, patofisiologi, diagnosis, tatalaksana, komplikasi, dan prognosis Tetanus Generalisata. Penelitian ini dilakukan di RSUD Jend. Ahmad Yani Metro pada bulan September 2023. Subjek studi kasus merupakan suatu pengamatan yang harus dilihat dan diamati mengenai kenyataan atau gejala-gejala sosial yang diperlukan dalam penelitian. Hasil: Seorang laki-laki usia 42 tahun datang ke IGD RSUD Jendral Ahmad Yani Metro diantar oleh keluarganya dengan keluhan utama kaku seluruh tubuh. Hal ini dialami pasien sejak kurang lebih satu minggu dan semakin memberat sejak 2 hari terakhir. Pasien juga mengeluhkan sulit membuka mulut, sulit menelan, dan perut terasa kaku. Riwayat kejang sebelumnya disangkal. Kurang lebih 2 minggu lalu pasien juga mengeluhkan adanya demam tinggi dan seperti menggigil. Riwayat trauma dan luka sebelumnya disangkal pasien. Pasien memiliki riwayat gigi bolong dan sering mengalami sakit gigi. Riwayat kejang, sakit kepala, dan muntah menyembur tidak ada. Pada pemeriksaan generalis didapatkan inspeksi abdomen tegang/kaku, pada palpasi didapatkan rigiditas perut, pada pemeriksaan motorik ekstremitas superior dan inferior sulit dinilai. Pada pemeriksaan neurologis ditemukan pemeriksaan motorik M. pterygoideus sulit dinilai, membuka mulut terbatas yaitu sebatas 1 jari, mimik wajah ditemukan ricus sardonicus, posisi uvula sulit dinilai. Simpulan: Tetanus adalah toksikosis akut yang disebabkan oleh neurotoksin yang dihasilkan oleh B.Tetani dan ditandai dengan spasme otot yang periodik dan parah. Tetanus biasanya akut dan menyebabkan kelumpuhan spastik yang diinduksi tetanospasmin suatu racun saraf yang diproduksi oleh basil tetanus.
Asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester III dengan masalah kecemasan menggunakan terapi prenatal yoga di Kelurahan Sumberrejo Sejahtera Kota Bandar Lampung Agustina, Marlina; Wardiyah, Aryanti; Rilyani, Rilyani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.396

Abstract

Background: Anxiety is a vague feeling of anxiety or worry that involves an autonomic response (the cause is often not specific or unknown to the individual) and is a feeling of fear caused by the anticipation of danger. Pregnant women tend to feel anxious when the time of delivery approaches. Prenatal Gentle Yoga during pregnancy has many benefits for pregnant women because it prioritizes breathing rhythm and prioritizes safety and comfort. Purpose: To make a report on maternity nursing care using exercise therapy for the anxiety felt by pregnant women in the third trimester in Sumberrejo Sejahtera Village, Bandar Lampung City in 2024. Method: This type of research uses qualitative descriptive research. The research design uses a descriptive research approach and a case study approach to nursing care, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. Results: The results of the evaluation of prenatal yoga exercises which were carried out during 6 meetings showed that there was a significant reduction in anxiety levels for both respondents. Conclusion: Based on the results obtained, it can be concluded that there is an influence between the application of prenatal yoga exercises and reducing anxiety levels in third trimester pregnant women. Keywords: Anxiety; Pregnant Mother; Prenatal Yoga. Pendahuluan: Kecemasan adalah perasaan cemas atau kekhawatiran samar-samar yang melibatkan respons otonom (penyebabnya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui individu) dan merupakan perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Ibu hamil cenderung merasa cemas ketika mendekati waktu persalinan. Prenatal Gentle Yoga saat hamil memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil karena mengedepankan ritme pernapasan serta mengutamakan keamanan dan kenyamanan. Tujuan: Untuk membuat laporan asuhan keperawatan maternitas dengan penerapan terapi senam terhadap kecemasan yang dirasakan pada ibu hamil trimester III di Kelurahan Sumberrejo Sejahtera Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa  keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Hasil evaluasi tindakan senam prenatal yoga yang telah dilakukan selama 6 kali pertemuan menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecemasan yang signifikan terhadap kedua responden. Simpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara penerapan senam prenatal yoga dengan penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III.
Asuhan keperawatan pada lansia diabetes melitus dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah di Kecamatan Cibiru Kota Bandung Darajat, Agus Miraj; Muslim, Dede Nur Aziz; Indarna, Asep Aep; Pratidina, Eki; Rizqi, Soni Mochamad
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.404

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycemia which occurs because the pancreas is unable to secrete insulin, insulin action is disrupted, or both. There has been an increase in the global prevalence of DM of around 8.3% in the 20-79 year age group and it is estimated that there are 2.2 million deaths with the percentage due to DM occurring before the age of 70 years, especially in developed countries. country. with low and middle economic status. Purpose: To compile the results of nursing care and identify the benefits of DM exercise in stabilizing the effectiveness of unstable sugar levels in nursing care for elderly DM. Method: Descriptive research with a case study approach on 2 elderly people suffering from diabetes mellitus (DM). This research was conducted in Cibiru District, Bandung City, using a nursing care format for the elderly. Examination data was collected using the Bartel Index and Katz Index on the elderly body. Researchers carry out inspection, palpation, auscultation and percussion on clients. Results: After being given 3J DM diet education, namely type, amount and hours as well as teaching DM exercises, sugar levels decreased, the feeling of tingling decreased, and they were able to do DM exercises. Conclusion: DM exercise is useful in controlling unstable glucose levels in elderly DM nursing care. Suggestion: There is a need for further examination and monitoring of elderly people who experience physical changes in DM sufferers so that their physical health is maintained. Community health centers can carry out intensive visit programs specifically for elderly people who require total dependency. Further research is needed by adding family support variables and actors that worsen elderly illnesses.   Keywords: Blood Glucose Instability; Diabetes Mellitus; Glucose Levels.   Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang terjadi karena pankreas tidak mampu mensekresi insulin, gangguan kerja insulin,ataupun keduanya. Terjadi peningkatan prevalensi global DM sekitar 8.3% pada kelompok usia 20-79 tahun dan diperkirakan terdapat 2.2 juta kematian dengan persentase akibat penyakit DM yang terjadi sebelum usia 70 tahun, khususnya di negara-negara dengan status ekonomi rendah dan menengah. Tujuan: Untuk menyusun hasil asuhan keperawatan dan mengidentifikasi manfaat senam DM dalam menstabilkan efektifitas ketidakstabilan kadar gula pada asuhan keperawatan lansia penderita DM. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus kepada 2 lansia yang mengalami diabetes melitus (DM). Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cibiru Kota Bandung menggunakan format asuhan keperawatan pada lansia. Pengumpulan data pemeriksaan dengan cara Bartel Index dan Katz Indeks pada tubuh lansia. Peneliti melakukan tindakan inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi yang dilakukan pada klien. Hasil: Setelah dilakukan edukasi diit DM 3J yaitu, jenis, jumlah, dan jam serta mengajarkan senam DM, kadar gula mengalami penurunan, kesemutan berkurang, dan mampu melakukan senam DM. Simpulan: Senam DM bermanfaat dalam mengontrol ketidakstabilan kadar glukosa pada asuhan keperawatan lansia dengan DM. Saran: Perlu adanya pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut pada lansia yang mengalami perubahan fisik dengan DM agar terjaga kesehatan jasmaninya. Pihak puskesmas dapat melakukan program khusus kunjungan intensif pada lansia yang membutuhkan ketergantungan total. Penelitian selanjutnya dibutuhkan dengan menambahkan variabel dukungan keluarga dan aktor yang memperberat penyakit lansia.   Kata Kunci: Diabetes Melitus; Kadar Glukosa; Ketidakstabilan Glukosa Darah.
Efektivitas spiritual emotional freedom technique (SEFT) terhadap perilaku merokok pada remaja di Kelurahan Sidosari Yuniati, Yuniati; Furqoni, Prima Dian; Elliya, Rahma
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.405

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence experiences a process of growth and development to achieve maturity, both mentally, emotionally, socially and physically. Currently, Indonesia is facing a serious threat due to the increasing number of smokers. The prevalence of male smoking in Indonesia is the highest in the world and it is estimated that more than 97 million Indonesians are exposed to cigarette smoke. The smoking habit is caused by many factors, it can come from internal or external factors. Some smokers said that at first they just tried it, they said they were gentle with teenage smokers and various other factors such as the influence of friends, parents, advertising and so on. Purpose: To determine nursing care for adolescent smokers using spiritual emotional freedom technique (SEFT) therapy. Method: The type of research uses a case study approach that focuses on the application of spiritual emotional freedom technique (SEFT) therapy, mental nursing care is carried out to reduce smoking habits or intensity in adolescents. This research was conducted in Sidosari Village, Natar District, South Lampung on May 17-19, 2024 involving two clients who had smoked since elementary school. Results: After SEFT therapy was carried out for 3 meetings, there was a decrease in An. I from a score of 110 to 79 and An. D from a score of 94 to 68. Conclusion: The SEFT therapy that was carried out was proven to be successful in reducing the level of smoking behavior in both clients. Suggestion: This case study is expected to be useful and provide information on the application of SEFT therapy in psychiatric nursing care to reduce smoking habits or intensity in adolescents, so that it can later improve the quality of service in accordance with existing standard operating procedures.   Keywords: Adolescences; Smokers; Spiritual Emotional Freedom Technique Therapy (SEFT).   Pendahuluan: Masa remaja adalah suatu periode peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa, masa remaja mengalami proses tumbuh dan berkembang untuk mencapai kematangan, baik mental, emosional, sosial, dan fisik. Saat ini Indonesia menghadapi ancaman serius akibat meningkatnya jumlah perokok, prevalensi perokok laki-laki di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dan diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok. Kebiasaan merokok disebabkan oleh banyak faktor yang dapat berasal faktor internal maupun eksternal. Sebagian perokok mengatakan awalnya hanya untuk coba-coba, agar dikatakan gentle pada perokok usia remaja dan berbagai faktor lainnya seperti pengaruh teman, orangtua, iklan dan sebagainya. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada remaja perokok menggunakan terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT). Metode: Jenis penelitian menggunakan pendekatan studi kasus yang difokuskan pada penerapan terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT), asuhan keperawatan jiwa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan atau intensitas merokok pada remaja. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sidosari Kecamatan Natar Lampung Selatan pada tanggal 17-19 Mei 2024 melibatkan dua klien yang telah merokok sejak SD. Hasil: Setelah dilakukan terapi SEFT selama 3 kali pertemuan terdapat penurunan pada An. I dari skor 110 ke 79 dan An. D dari skor 94 ke 68. Simpulan: Terapi SEFT yang telah dilakukan menunjukkan adanya keberhasilan dalam mengurangi tingkat perilaku merokok pada kedua klien. Saran: Studi kasus ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan informasi penerapan terapi SEFT asuhan keperawatan jiwa untuk mengurangi kebiasaan atau intensitas merokok pada remaja, sehingga nantinya dapat meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan SOP yang telah ada dan didapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan.   Kata Kunci: Remaja; Perokok; Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT).
Asuhan keperawatan pada pasien kanker payudara dengan masalah anemia menggunakan sari kurma Sofa, Taufik; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.407

Abstract

Background: Breast cancer is a disease resulting from abnormal cell growth in the breast, 41% of all breast cancer patients experience anemia (hemoglobin <12g/dl). Dates contain very high fiber, apart from that they also contain potassium, manganese, phosphorus, iron, sulfur, calcium and magnesium which are very good for consumption. Purpose: To provide nursing care with the intervention of giving date palm juice to breast cancer patients with anemia. Method: This research uses a descriptive research design with a case study approach to nursing care which includes assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. Results: There is an effect of applying date palm juice to increase hemoglobin in breast cancer patients. Conclusion: Peripheral perfusion nursing management was not effective in breast cancer patients with anemia by applying the date palm juice nursing action that the author carried out for 3 days and 10 days of observation found that both clients resolved everything as evidenced by the increase in hemoglobin in both clients and during the second procedure the clients were cooperative. Keywords: Breast Cancer; Date Palm Juice; Hemoglobin. Pendahuluan: Kanker payudara merupakan penyakit akibat dari pertumbuhan sel yang abnormal pada payudara, 41% dari semua pasien kanker payudara mengalami anemia (hemoglobin <12g/dl). Buah kurma mengandung serat yang sangat tinggi, selain itu juga mengandung kalium, mangan, fosfor, besi, belerang, kalsium juga magnesium yang sangat baik untuk dikonsumsi. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan dengan intervensi pemberian sari kurma terhadap pasien kanker payudara dengan anemia. Metode: Menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: Terdapat pengaruh penerapan sari kurma untuk meningkatkan hemoglobin pasien kanker payudara. Simpulan: Pengelolaan keperawatan perfusi perifer tidak efektif pada pasien kanker payudara dengan anemia dengan penerapan tindakan keperawatan sari kurma yang penulis lakukan selama 3 hari dan observasi 10 hari didapatkan pada kedua klien teratasi semua dibuktikan kedua klien hemoglobinnya meningkat dan selama tindakan kedua klien koperatif.
Asuhan keperawatan pada pasien chronic kidney disease (CKD) on HD terhadap ansietas menggunakan terapi relaksasi genggam jari Erpiyana, Refsi; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha; Ayu, Shinta Arini
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.408

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive and irreversible kidney function disorder where the body cannot maintain metabolism, cannot maintain fluid and electrolyte balance, resulting in increased urea levels. In 2015, WHO said that CKD in the world reached 10% of the population, while the prevalence of CKD on HD reached around 1.5 million people in the world. The incidence rate is estimated to increase by 8% every year. Purpose: Providing Nursing Care to Chronic Kidney Disease (CKD) Patients on HD Against Anxiety Using Finger Hold Relaxation Therapy at Abdul Moeloek Regional Hospital, Bandar Lampung City in 2024. Method: This research uses quantitative research and quasi-experimental methods. The research design uses a One group pretest–posttest design without a control group where this research design is included in pre-experimental research. Results: In this nursing care, 2 patients experienced a moderate level of anxiety. After carrying out the finger-hold relaxation technique approximately 3 times a day for 2 days, the results showed a decrease in the level of anxiety in Mr.D and Mrs R mild level of anxiety. Conclusion: Nursing care provided to Mr.D and Mrs.R namely providing finger-hold relaxation technique therapy to reduce the level of anxiety experienced by the client so that the level of anxiety can decrease.  Keyword: Anxiety; CKD; Finger Grip Therapy. Pendahuluan: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan yang terjadi pada fungsi ginjal yang progresif dan irreversible dimana tubuh tidak dapat mempertahankan metabolisme, tidak dapat menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga terjadi peningkatan kadar ureum. Pada tahun 2015 WHO mengatakan CKD didunia mencapai 10% dari penduduk, sedangkan prevalensi CKD on HD mencapai sekitar 1,5 juta orang di dunia. Angka kejadiannya diperkirakan meningkat 8% setiap tahunnya. Tujuan: Melakukan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) On HD Terhadap Ansietas Menggunakan Terapi Relaksasi Genggam Jari Di RSUD Abdul Moeloek Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan metode quasy eksperimental. Desain penelitian menggunakan One group pretest – posttest desain tanpa kelompok control dimana desai penelitian ini termasuk dalam penelitian pre-eksperimental. Hasil: Dalam asuan keperawatan ini terdapat 2 pasien yang mengalami tingkat kecemasan derajat sedang, setelah dilakukan teknik relaksasi genggam jari kurang lebih 3x pertemuan /hari selama 2hari didapatkan hasil adanya penurunan tingkat kecemasan pada Tn.D dan Ny.R yang semula tingkat kecemasan sedang menjadi tingkat kecemasan ringan. Simpulan: Asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap Tn.D dan Ny.R yaitu memberikan terapi teknik  relaksasi genggam jari untuk menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh klien sehingga tingkat kecemasan dapat menurun.

Page 6 of 31 | Total Record : 306