cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 208 Documents
Efektifitas mindfulness terhadap tingkat kecemasan siswa SMK dalam menghadapi ajaran baru Indarna, Asep Aep; Derajat, Agus Miraj; Widyawati, Widyawati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.477

Abstract

Background: Students' anxiety in facing new school teachings needs to be considered. Many studies have been conducted and show that anxiety is one of the factors that threatens students' quality of life and achievement at school. Mindfulness training is able to develop students' availability of learning resources, strengthen their availability to feelings, and reduce the impact of stress that threatens students' quality of life. Mindfulness combined with the availability of learning resources and awareness of feelings can help reduce students' anxiety levels in facing new school teachings. Purpose: To determine the effectiveness of mindfulness on vocational school students' anxiety levels in facing new teachings. Method: Experimental research with a quasi-experimental approach. The research design uses a pretest and posttest design. The research was carried out at the Bhakti Kencana Cimahi Health Vocational School in October 2024. The population in this study was all 228 class X students. The intervention group consisted of 50 participants and the control group consisted of 50 participants using a stratified random sampling technique. The instruments used were questionnaire sheets and observation sheets. The statistical test uses the Wilcoxon Sign Rank Test with a significance value of α = 0.05. Results: Before giving the mindfulness intervention to 50 participants there was a moderate level of anxiety (68%), and after being given the intervention the level of anxiety became mild (60%). The Wilcoxon Sign Rank Test results show a value of ρ = 0.001 (ρ<α). Conclusion: Mindfulness is effective in reducing the anxiety level of vocational school students in facing new teachings.   Keywords: Anxiety;  Mindfulness; Students.   Pendahuluan: Kecemasan siswa dalam menghadapi ajaran baru sekolah perlu dipertimbangkan. Banyak penelitian yang telah dilakukan dan menunjukkan bahwa kecemasan adalah salah satu faktor yang mengancam kualitas hidup dan prestasi siswa di sekolah. Pelatihan mindfulness mampu mengembangkan ketersediaan sumber daya belajar siswa, memperkuat ketersediaan mereka pada perasaan, dan mengurangi dampak stres yang mengancam kualitas hidup siswa. Mindfulness digabung dengan ketersediaan sumber daya belajar dan ketersederahan pada perasaan yang dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ajaran baru sekolah. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas  mindfulness terhadap tingkat kecemasan siswa SMK dalam menghadapi ajaran baru. Metode: Penelitian eksperimental  dengan pendekatan quasi eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan pretest and posttest design. Penelitian dilaksanakan di SMK Kesehatan Bhakti Kencana Cimahi pada bulan Oktober 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X sebanyak 228 orang. Kelompok intervensi sebanyak 50 partisipan dan kelompok kontrol sebanyak 50 partisipan dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi. Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank dengan nilai kemaknaan α = 0.05. Hasil: Sebelum pemberian intervensi  mindfulness kepada 50 partisipan terdapat tingkat kecemasan sedang (68%), dan setelah diberikan intervensi tingkat kecemasan menjadi ringan (60%). Hasil Uji Wilcoxon Sign Rank menunjukkan nilai ρ = 0.001 (ρ < α). Simpulan:  Mindfulness efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan siswa SMK dalam menghadapi ajaran baru.   Kata Kunci: Kecemasan;  Mindfulness; Siswa.
Penggunaan calcium alginate dressing terhadap penyembuhan luka dm: Case report Suprapti, Tuti; Muslim, Dede Nur Aziz; Anri, Anri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.479

Abstract

Background: The use of calcium alginate dressing in the wound healing process in diabetes mellitus (DM) plays an important role as a wound dressing material that can help speed up the healing process. Calcium alginate functions to absorb exudate from wounds, create a moist environment that supports tissue regeneration, and prevents infection. This material is also able to stimulate the hemostasis process and reduce swelling, which is very beneficial for DM sufferers who often experience problems healing wounds due to disorders of blood circulation and the immune system. Purpose: To find out the healing process in DM wounds with the wound care method using Calcium Alginate Dressing with the aim of speeding up the wound healing process in DM Patients. Method: Pre-experiment method without control one group pre-test post-test design. The population of this study were DM patients with diabetic wounds and samples were taken using purposive sampling so that the total sample was 3 people. The research instrument used was the Bates-Jensen wound assessment tool (BWAT) with assessment criteria for a minimum BWAT severity score of 13-20, BWAT mild severity score of 21-30, BWAT moderate severity score of 31-40, BWAT Critical severity score of 41-60. The data analysis used in this research is descriptive analysis. Results: There was a change in the acceleration of the wound healing process from a critical severity score of 41-50 to a moderate severity score. The principle of wound care by creating a moist wound healing environment or keeping the wound environment always moist (not wet or dry) is in line with the modern principle of moisture balance dressing, namely selecting the type of dressing with a moist method to increase fibrinolysis, reduce infection, stimulate the formation of active cells and angiogenesis. Conclusion: There are significant changes in the wound healing process in DM patients.Suggestion: Further research is still needed to explore the optimal duration of calcium alginate use and further evaluate its effectiveness in various types of diabetic wounds.   Keywords: Calcium Alginate; DM Patient; Wound Healing Process   Pendahuluan: Penggunaan kalsium alginat Dressing dalam proses penyembuhan luka pada diabetes melitus (DM) berperan penting sebagai bahan pembalut luka yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Kalsium alginat berfungsi untuk menyerap eksudat dari luka, menciptakan lingkungan lembap yang mendukung regenerasi jaringan, serta mencegah infeksi. Material ini juga mampu merangsang proses hemostasis dan mengurangi pembengkakan, yang sangat bermanfaat bagi penderita DM yang sering mengalami masalah dalam penyembuhan luka akibat gangguan peredaran darah dan sistem imun. Tujuan: Untuk mengetahui proses penyembuhan pada luka DM dengan metode perawatan luka menggunakan balutan Calcium Alginate Dressing dengan tujuan untuk mempercepat proses penyembuhan Luka Pada Pasien DM. Metode: Metode pre-eksperimen tanpa control one group pre-test post-test design. Populasi penelitian ini adalah pasien DM dengan luka diabetik dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 3 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah alat penilaian luka bates-jensen (BWAT) dengan kriteria penilaian skor keparahan minimal BWAT 13-20, skor keparahan ringan BWAT 21-30, skor keparahan sedang l BWAT 31-40, skor keparahan Kritis BWAT 41- 60. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisa Deskriptif. Hasil: Adanya perubahan percepatan proses penyembuhan luka dari skor keparahan kritis 41-50 menjadi skor keparahan sedang. Prinsip perawatan luka dengan menciptakan lingkungan moist wound healing atau menjaga supaya lingkungan luka selalu dalam keadaan lembab (tidak basah atau kering) sejalan dengan prinsip modern dressing moisture balance yaitu pemilihan jenis balutan (dressing) dengan metode moist untuk meningkatkan fibrinolisis, mengurangi infeksi, menstimulasi pembentukan sel aktif dan angiogenesis. Simpulan: Ada perubahan yang signifikan dalam proses penyembuhan luka pada pasien DM. Saran: Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengeksplorasi durasi optimal penggunaan kalsium alginat dan evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitasnya pada berbagai jenis luka diabetik.   Kata Kunci: Calcium Alginate; Pasien DM; Proses Penyembuhan Luka
Pengalaman ibu post partum tentang perawatan luka perineum dalam perspektif budaya Ulfah, Diana; Marlina, Yani; Tambunan, Irisanna
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.480

Abstract

Background: The post partum period is an important period for mothers because perineal wound care plays a crucial role in recovery. Cultural beliefs and values ​​often influence maternal compliance with medical education. Many mothers still choose traditional practices, such as the use of herbal concoctions or restricted bathing, which sometimes conflict with medical standards. Understanding post partum mothers' experiences of perineal wound care from a cultural perspective is important for a scientifically based, culturally sensitive care approach. Purpose: To explore the experiences of post partum mothers in caring for perineal wounds and provide an understanding of how to care for these wounds which is influenced by local culture. Apart from that, to broaden nurses' horizons to better appreciate cultural values ​​in society and be able to provide appropriate education regarding perineal wound care. Method: The research design uses a descriptive qualitative phenomenological approach. The informants taken in this research were 6 post partum mothers who were carried out in the independent practice of midwives in the Cileunyi Kulon sub-district area in September - November 2024. The data analysis in this study used the Collaizzi method which has simple, systematic and detailed stages. Results: Beliefs influence mothers' compliance with health education and mothers often prefer traditions. The use of herbal concoctions and activity restrictions dominate wound care so that the family's role is to provide support and advice, thereby influencing treatment decisions. Conclusion: Culture influences post partum mothers' compliance with medical education. There are still many mothers who choose traditional practices in treating perineal wounds. Three main themes were found, namely the influence of culture on compliance, culturally based perspectives on perineal wound care, and the role of family and community. Suggestion: Further research is needed to explore the influence of culture on maternal compliance in perineal wound care.   Keywords: Culture; Perineal Wound Care; Post partum Mothers.   Pendahuluan: Masa post partum adalah periode penting bagi ibu karena perawatan luka perineum memegang peran krusial dalam pemulihan. Kepercayaan dan nilai-nilai budaya sering memengaruhi kepatuhan ibu terhadap edukasi medis. Banyak ibu masih memilih praktik tradisional, seperti penggunaan ramuan herbal atau pembatasan mandi yang kadang bertentangan dengan standar medis. Pemahaman tentang pengalaman ibu post partum dalam perawatan luka perineum dari perspektif budaya penting untuk pendekatan keperawatan peka budaya berbasis ilmiah. Tujuan: Untuk menggali pengalaman ibu post partum dalam merawat luka perineum dan memberikan pemahaman tentang cara merawat luka tersebut yang dipengaruhi oleh budaya setempat. Selain itu untuk memperluas wawasan perawat untuk lebih menghargai nilai-nilai budaya di masyarakat serta mampu memberikan edukasi yang tepat mengenai perawatan luka perineum. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif fenomenologi. Informan yang diambil dalam penelitian ini adalah 6 orang ibu post partum yang dilaksanakan di praktek mandiri bidan wilayah kelurahan Cileunyi Kulon pada bulan September - November 2024. Adapun analisa data pada penelitian ini menggunakan metode Collaizzi yang memiliki tahapan sederhana, sistematis, dan rinci. Hasil: Kepercayaan memengaruhi kepatuhan ibu terhadap edukasi kesehatan dan seringkali ibu lebih memilih tradisi. Penggunaan ramuan herbal dan pembatasan aktivitas mendominasi perawatan luka sehingga peran keluarga adalah memberi dukungan dan nasihat sehingga memengaruhi keputusan perawatan. Simpulan: Budaya mempengaruhi kepatuhan ibu post partum terhadap edukasi medis. Masih banyak ibu yang memilih praktik tradisional dalam perawatan luka perineum. Tiga tema utama ditemukan yaitu pengaruh budaya terhadap kepatuhan, perspektif perawatan luka perineum berbasis budaya, dan peran keluarga serta komunitas. Saran: Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali pengaruh budaya terhadap kepatuhan ibu dalam perawatan luka perineum.   Kata Kunci: Budaya; Ibu Post Partum; Perawatan Luka Perineum
Penerapan yoga brahmari pranayama dalam mengontrol resiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia: Case report Pratiwi, Amanda Septia; Dewi, Marita Kumala; Suyani, Sri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.494

Abstract

Background: The risk of violent behavior is one of the problems of schizophrenia where individuals are at risk of harming themselves, other people and the environment. Patients with problems at risk of violent behavior who are treated in the Helikonia Room at RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten generally still experiences signs of symptoms such as unstable emotions, anger, tantrums, throwing things and speaking harshly. Therefore, pharmacological and non-pharmacological interventions are needed during hospital treatment, namely Brahmari Pranayama Yoga to control the risk of violent behavior in patients. Purpose: To determine the effectiveness of applying Brahmari Pranayama yoga in controlling the risk of violent behavior in schizophrenia patients. Method: This descriptive qualitative research uses a case study approach method on schizophrenia patients who experience problems with the risk of violent behavior by providing Brahmari Pranayama yoga therapy. This research was conducted in the Helikonia Room at RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten, Central Java Province. The measuring tool used in this research was an observation sheet of signs and symptoms of risk of violent behavior. Case study ethics uses informed consent, anonymity, and confidentiality. Results: RUFA score before the brahmari pranayama yoga intervention was carried out on Mrs. N is 15 (Intensive II) and after carrying out independent yoga intervention, listening to patient complaints, training to control anger verbally and spiritually, and administering medication according to the program. Conclusion: Providing brahmari pranayama yoga intervention carried out for 4 days was effective in reducing signs and symptoms in patients with a risk of violent behavior in patients. Suggestion: Future researchers can use the results of this intervention as basic data and reference in future research related to actions to control the risk of violent behavior with different interventions or other types of yoga.   Keywords: Risk of Violent Behavior; Yoga Brahmari Pranayama   Latar Belakang: Resiko perilaku kekerasan sebagai salah satu masalah skizofrenia dimana individu beresiko dapat mencelakai dirinya, orang lain, maupun lingkungan. Pasien dengan masalah resiko perilaku kekerasan yang dirawat di Ruang Helikonia RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten pada umumnya masih mengalami tanda gejala yang muncul seperti emosi yang belum stabil, marah-marah, mengamuk, membanting barang, dan bicara kasar. Oleh sebab itu, dibutuhkan intervensi farmakologis dan non farmakologis selama perawatan di Rumah Sakit yaitu dengan Yoga Brahmari Pranayama untuk mengontrol resiko perilaku kekerasan pada pasien. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penerapan yoga brahmari pranayama dalam mengontrol resiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan metode pendekatan studi kasus pada pasien skizofrenia yang mengalami masalah resiko perilaku kekerasan dengan pemberian terapi yoga brahmari pranayama. Penelitian ini dilakukan di Ruang Helikonia RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten Provinsi Jawa Tengah. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan. Etika studi kasus menggunakan informed consent, anonymity, and confidentiality. Hasil: Skor RUFA sebelum dilakukan intervensi yoga brahmari pranayama pada Ny. N sebesar 15 (Intensif II) dan setelah dilakukan intervensi yoga secara mandiri, mendengarkan keluhan pasien, melatih mengendalikan marah dengan verbal dan spiritual, dan memberikan obat sesuai program. Simpulan: Pemberian intervensi yoga brahmari pranayama yang dilakukan selama 4 hari efektif menurunkan tanda dan gejala pada pasien dengan resiko perilaku kekerasan pasien. Saran: Peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil intervensi ini sebagai data dasar dan acuan dalam penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan tindakan untuk mengontrol resiko perilaku kekerasan dengan intervensi yang berbeda atau jenis yoga yang lain.   Kata Kunci: Resiko Perilaku Kekerasan; Yoga Brahmari Pranayama.
Kombinasi mobilization with movement dan mckenzie terhadap peningkatan fleksibilitas lumbal pada pasien wanita lanjut usia dengan chronic low back pain melalui pemeriksaan kadar serum lipid (ldl) tinggi: case report Zulfikar, Zulfikar; Saputra, Rinaldi Prima; Nuurudin, Muhammad Faris
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.543

Abstract

Background: Low Back Pain (LBP) is a complaint of pain felt in the lower back which originates from the spinal region (lower back), muscles, nerves and other structures around it7. Low back pain is caused by muscle stretching or injury, sufferers with complaints of LBP experience a decrease in lumbar range of motion, therefore researchers will carry out mobilization with movement treatment with McKenzie Exercise to find out which is the best approach to increase lumbar flexibility. Purpose: To determine the effectiveness of the combination of mobilization with movement and Mckenzie exercise in increasing spinal flexibility in patients complaining of back pain due to high LDL lipid serum. Method: This research design uses a descriptive case study design with a two group pretest-posttest design with an approach through physiotherapy assessment and physiotherapy intervention which includes history taking, diagnosis, intervention and evaluation, directly with respondents at the STIKES Baitul Hikmah physiotherapy clinic. The type of data used in this research uses primary data with the implementation of this activity going through several stages, namely filling in the biodata then carrying out a pre-test and post-test with a modified Schober test. Results: The results of Mrs. N before being given the combination therapy of MWM and Mckenzie exercise had a pre-test modified Schober test value of 3.7 cm and after being given the combination therapy for 2 months twice a week had a modified Schober test value of 6.3 cm. Suggesstion: This research can be developed with more variables such as their relationship with various types of low back pain, age and gender.   Keywords: Health Education; Balance; Flexibility; Elderly   Pendahuluan: Low Back Pain (LBP) adalah keluhan rasa nyeri yang dirasakan pada bagian punggung bawah yang sumbernya dari tulang belakang daerah spinal (punggung bawah), otot, saraf dan struktur lain yang berada disekitarnya. Low back pain disebabkan adanya peregangan otot maupun cedera, penderita dengan keluhan LBP mengalami penurunan range of motion lumbal oleh karena itu peneliti akan melakukan treatment mobilisation with movement dengan McKenzie exercise untuk mengetahui mana pendekatan terbaik untuk meningkatkan fleksibilitas lumbal. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas kombinasi mobilization with movement dan mckenzie exercise pada peningkatan fleksibilitas lumbal dengan pasien keluhan sakit pinggang akibat serum Lipid LDL tinggi. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan desain deskriptif studi kasus dengan two group pretest-posttest design dengan pendekatan melalui assessment fisioterapi dan intervensi fisioterapi yang meliputi anamnesis, diagnosa, intervensi, dan evaluasi, secara langsung dengan responden di klinik fisioterapi STIKES Baitul Hikmah. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer dengan pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu mengisi biodata lalu melakukan pre-test dan post-test dengan modified schober test. Hasil: Hasil kasus Ny. N sebelum diberikan terapi kombinasi MWM dan Mckenzie exercise memiliki nilai pre-test modified schober test 3.7 cm dan setelah diberikan terapi kombinasi selama 2 bulan setiap 2 kali seminggu memiliki nilai modified schober test 6.3 cm. Simpulan: Terdapat efektivitas signifikan oleh kedua perlakuan terhadap peningkatan fleksibilitas lumbal pada pasien low back pain dengan kadar serum lipid LDL tinggi. Saran: Penelitian ini dapat dikembangkan dengan lebih banyak variable seperti hubungannya dengan berbagai jenis low back pain, usia maupun jenis kelamin.   Kata Kunci: Fleksibilitas lumbal; Mobilisation With Movement; McKenzie ; Lansia
Pengaruh Cognitive Behavior Therapy Untuk Menurunkan Depresi Pada Pensiunan yang Mengalami Penipuan di PT X Ermilda, Ermilda
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 2 No 1 (2022): Perawatan Pasien Yang Mengalami Depresi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v2i1.230

Abstract

Pendahuluan: Sebanyak 30 pensiunan dari 1512 pensiunan menjadi korban penipuan pada perusahaan minyak dan gas PT X. Munculnya pikiran pesimis dalam memandang masa depan setelah tertipu merupakan bentuk ketidakberdayaannya memberikan jaminan masa depan keluarga. Mereka berpikir bahwa semua orang berlaku baik karena ada maksud tertentu, kemudian berkhianat mengakibatkan korban penipuan menilai dirinya orang yang bodoh. Akibatnya mereka mengalami penurunan kondisi fisik, kesulitan tidur, menarik diri, sedih, putus asa, dan terlintas ingin mengakhiri hidupnya. Salah satu terapi untuk mengurangi gejala depresi dengan membantah pikiran otomatis yang menyimpang yaitu dengan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Tujuan: Menurunkan Gejala Depresi Pada Pensiunan PT X Yang Mengalami Korban Penipuan. Metode: Pre eksperimen dengan desain pretest dan posttest satu kelompok atau one-group pretest-posttest design yaitu desain penelitian pra eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Hasil: Pada penelitian ini diperoleh bahwa terapi CBT berperan dalam menurunkan gejala depresi. Objek penelitian dapat mengenali gejala-gejala depresi sehingga mampu membantah pemikiran irasional dengan pemikiran rasional, sedangkan perusahaan PT X di bagian HR Training Center dapat mengidentifikasi karakteristik korban maupun modus penipuan baik dari orang terdekat maupun orang asing. Simpulan: CBT berperan terhadap menurunkan gejala depresi. Penurunan gejala depresi yang dialami oleh kedua subjek (H dan N) cenderung pada simptom kognitif dan simptom emosional. Kedua simptom tersebut menurun ditandai dengan munculnya pemikiran rasional yang menimbulkan perasaan positif.
Efektivitas tindakan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem reproduksi postpartum dengan tindakan Seksio Sesaria Goretik, Maria; Len, Widia; Riki Nazarius, Yustina
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 2 No 1 (2022): Perawatan Pasien Yang Mengalami Depresi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v2i1.240

Abstract

Background: Sectio Caesarean is the most common surgical procedure performed by ginecologist. Sectio Caesarea, is a method of giving birth by making an incision in the uterine wall through the front wall of the abdomen. Purpose: To be able to provide nursing care for patients with reproductive system disorders postpartum with Caesarean section. Methods: Qualitative research using a case study approach. Qualitative method is a research method used to examine the condition of natural objects, where the researcher is the key instrument, the data collection technique is triangulation (combined),  the  data  analysis  is  inductive  and  the  results  of  qualitative  research  emphasize  meaning  rather  than generalization. Result: There is a major nursing problem, that is acute pain associated with physical injury agents: surgical procedures/cesarean section. Conclusion: After nursing actions, the patient's problem can be partially resolved by decreasing the pain scale. Keyword: Effectiveness; Nursing Actions; Patients; Reproductive System Disorders; PostPartum; Caesarean Section.  Pendahuluan: Operasi Caesarea merupakan tindakan pembedahan yang paling sering dilakukan oleh ahli kandungan. Proses persalinan Sectio Caesarea suatu cara melahirkan dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Tujuan: Mengetahui Gambaran asuhan keperawatan pada Ny.R dengan gangguan sistem reproduksi postpartum dengan tindakan Seksio Sesaria. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Hasil: terdapat masalah keperawatan utama yaitu Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik: prosedur operasional/Seksio sesaria. Simpulan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan masalah pasien dapat teratasi sebagian dengan terjadinya penurunan skala nyeri.
Hubungan kecemasan dengan kejadian insomnia pada pasien pre operasi Sormin, Tumiur; Puri, Anita; Azzahra, Ulfa
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 2 No 1 (2022): Perawatan Pasien Yang Mengalami Depresi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v2i1.244

Abstract

Background: Some operations cause a certain level of anxiety that is different for each person, such as major surgery that requires general anesthesia, making patients feel anxious with a percentage of 20-50% anxiety, excessive fear and sleep disturbances. While secondary surgery only requires local anesthesia for a short time with a percentage of 10-30% characterized by feelings of nervousness, anxiety, worry and sleep disturbances. A survey conducted at a hospital in the United States showed that stimuli that can interfere with sleep in the hospital include difficulty in finding a comfortable body position (62%), pain (58%), anxiety (30%), fear (25 %), and a new environment (18%), uncomfortable bed (10%). Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between anxiety and the incidence of insomnia in preoperative patients at Bhayangkara Polda Lampung Hospital in 2021. Methods: This type of research is a quantitative research with a cross sectional approach. The sampling technique used a purposive sampling with non random sampling, a sample of 45 respondents. The analysis test in this study used the Chi-Square test. This type of research is a quantitative research with a cross sectional approach. The sampling technique used a purposive sampling technique with non-random sampling, a sample of 45 respondents. The analysis test in this study used the Chi-Square test. Results: The results showed that there was a significant relationship between anxiety and the incidence of insomnia. It can also be interpreted that anxiety can affect the incidence of insomnia in preoperative patients and obtained p-value (0.05), Ho is rejected, there is a relationship. Conclusion: There is a relationship between anxiety and the incidence of insomnia in preoperative patients at Bhayangkara Hospital Polda Lampung in 2021.  Pendahuluan: Beberapa tindakan operasi menyebabkan tingkat kecemasan tertentu yang berbeda pada setiap orang, seperti operasi besar yang membutuhkan anastesi umum membuat pasien merasa cemas dengan persentase 20-50% kecemasan, ketakutan berlebihan dan gangguan tidur. Sedangkan operasi sekunder hanya butuh anastesi lokal dengan waktu singkat dengan persentase 10-30% ditandai dengan perasaan gugup, gelisah, khawatir dan juga dapat mengalami gangguan tidur. Sebuah survei yang dilakukan di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat menunjukkan bahwa rangsangan yang dapat mengganggu tidur di rumah sakit antara lain kesulitan dalam menemukan posisi tubuh yang nyaman (62%), nyeri (58%), kecemasan (30%), ketakutan (25%), dan lingkungan baru (18%), tempat tidur tidak nyaman (10%). Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kejadian insomnia pada pasien pre operasi di RS Bhayangkara Polda Lampung Tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan non rendom sampling, sampel sebanyak 45 responden. Uji analisis dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kejadian insomnia. Hal ini dapat diartikan pula bahwa kecemasan dapat mempengaruhi kejadian insomnia pada pasien pre operasi dan didapatkan  p-value ≤ α (0,05), Ho ditolak maka ada hubungan. Simpulan: Ada hubungan kecemasan dengan kejadian insomnia pada pasien pre operasi di RS Bhayangkara Polda Lampung Tahun 2021.
Pengaruh edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi terhadap kemampuan mobilisasi pada pasien post operasi fraktur Murhan, Al; Putri, Adelia; Fatonah, Siti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 2 No 1 (2022): Perawatan Pasien Yang Mengalami Depresi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v2i1.245

Abstract

Background: Fractures are the case with the highest incidence of the 10 most cases found in General Ahmad Yani Metro Hospital. Patients with a diagnosis of fracture often experience pain and impaired physical mobility. Patients were given health education about Range Of Motion (ROM) without using media. Objective: To determine the effect of active ROM education in combination with booklet media and demonstration on the ability to mobilize in postoperative fracture patients. Methods: The design of this research is quasi-experimental and quantitative type. The population is post-fracture patients at RSUD Jendral Ahmad Yani Metro in 2021, with a sample of 32 respondents. Analysis with Independent T test. Research time is from 01 June to 17 July 2021. Results: The average mobilization ability in the experimental group with active ROM education combined with booklet and demonstration media was 17.19, while the average mobilization ability in the control group (without active ROM education combined with booklet and demonstration media) was 14.88. The results of the analysis show the results of -value = 0.04. Conclusion: There is a significant effect of active ROM education therapy with a combination of booklet and demonstration media on the ability to mobilize in post-fracture patients, where the level of mobilization ability in the group with active ROM education with a combination of booklet and demonstration media is higher than in patients who are not given active ROM education with a combination of media. booklets and demonstrations. Suggestion: It is recommended that the active ROM education program with a combination of booklets and demonstration media can be given to every special surgical treatment room at the hospital.   Pendahuluan: Fraktur menjadi kasus dengan angka kejadian tertinggi dari 10 kasus terbanyak yang ditemui di RSUD Jendral Ahmad Yani Metro. Pasien dengan diagnosa fraktur sering mengalami nyeri dan hambatan mobilitas fisik.  Pasien diberikan edukasi kesehatan mengenai ROM tanpa menggunakan media. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi terhadap kemampuan mobilisasi pada pasien post operasi fraktur. Metode: Desain penelitian ini dengan quasy eksperimen dan jenis kuantitatif. Populasi adalah pasien post fraktur di RSUD Jendral Ahmad Yani Metro tahun 2021, dengan sampel sebanyak 32 responden. Analisis dengan uji T test Independen. Waktu penelitian mulai 01 Juni sampai 17 Juli 2021. Hasil: Menunjukkan rata-rata kemampuan mobilisasi pada kelompok eksperimen dengan edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi adalah 17,19, sedangkan rata-rata kemampuan mobilisasi pada kelompok kontrol (tanpa edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi) adalah 14,88.  Hasil analisis  menunjukkan hasil ρ-value = 0,04. Simpulan: Ada pengaruh yang signifikan terapi edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi  terhadap kemampuan mobilisasi pada pasien post fraktur, dimana tingkat kemampuan mobilisasi pada kelompok yang edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi lebih tinggi daripada pasien yang tidak diberikan edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi. Saran: Sebaiknya program edukasi ROM aktif kombinasi media booklet dan demonstrasi ini bisa diberikan pada setiap ruangan perawatan bedah kusus rumah sakit.
Gambaran Gambaran pengetahuan pasien TB paru tentang pentingnya pengobatan tuntas diwilayah kerja Puskesmas Cibiru: Pentingnya Pengobatan Tuntas pada Psien TB Darajat, Agus Miraj; Yosinta, Yossy; Anri, Anri; Muslim, Dede Nur Aziz; Pratama, Angga satria
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 2 No 2 (2022): Perawatan Pasien Yang Menderita Tuberkulosis Paru
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v2i2.262

Abstract

Background: Tuberculosis is a major health problem in the world. The number of tuberculosis cases in 2020 has reached 845,000 confirmed cases worldwide and 98,000 deaths due to tuberculosis. From June to December 2021, data for patients with confirmed pulmonary TB in the working area of the Cibiru Health Center reached 256 cases, and was the area with the highest positive cases reaching 32 cases with patients confirmed positive for pulmonary TB. Purpose: To describe the knowledge of pulmonary TB patients about the importance of complete treatment in the working area of the Cibiru Health Center. Method: This type of research uses total sampling with the number of samples used are 32 people from the total population. Data collection used a questionnaire which totaled 18 questions offline using paper which was distributed to each pulmonary TB patient. Results: Knowledge of the importance of complete treatment in the sense that most (56.3 percent) have less understanding. Knowledge The importance of complete treatment in treatment goals most (59.4 percent) have less treatment goals. Knowledge The importance of complete treatment in the principle of treatment half of the respondents (59.4 percent) had the principle of sufficient treatment. Knowledge The importance of complete treatment in treatment outcomes almost half (34.4 percent) had good treatment outcomes. Knowledge The importance of complete treatment in treatment failure almost half (59.4 percent) had less treatment failure. Conclusion: Most of the respondents had sufficient knowledge of pulmonary TB patients. Suggestion: It is hoped that the Cibiru Health Center can provide support to the community in providing health education as a means and infrastructure to add insight into the importance of complete treatment of pulmonary TB.   Pendahuluan: Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang besar di dunia. Jumlah kasus tuberculosis pada tahun 2020 mencapai 845.000 kasus terkonfirmasi diseluruh dunia dan 98.000 kasus kematian karena tuberculosis. Sejak Juni hingga Desember 2021 data pasien terkonfirmasi TB Paru diwilayah kerja Puskesmas Cibiru mencapai 256 kasus, dan merupakan wilayah dengan kasus positif tertinggi mencapai 32 kasus dengan pasien terkonfirmasi positif TB Paru. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien TB Paru tentang pentingnya pengobatan tuntas diwilayah kerja Puskesmas Cibiru. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel yang digunakan adalah 32 orang dari total populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berjumlah 18 pertanyaan secara offline menggunakan kertas yang disebar ke setiap pasien TB Paru. Hasil: Pengetahuan Pentingnya pengobatan tuntas dalam pengertian sebagian besar (56,3 persen) memiliki pengertian kurang. Pengetahuan Pentingnya pengobatan tuntas dalam tujuan pengobatan sebagian besar (59,4 persen) memiliki tujuan pengobatan kurang. Pengetahuan Pentingnya pengobatan tuntas dalam prinsip pengobatan setengah rsponden (59,4 persen) memiliki prinsip pengobatan cukup. Pengetahuan Pentingnya pengobatan tuntas dalam hasil pengobatan hampir setengah (34,4 persen) memiliki hasil pengobatan baik. Pengetahuan Pentingnya pengobatan tuntas dalam kegagalan pengobatan hampir setengahnya (59,4 persen) memiliki kegagalan pengobatan kurang. Simpulan: Sebagian besar responden sudah cukup dalam pengetahuan pasien TB Paru. Saran: Diharapkan bagi Puskesmas Cibiru dapat memberikan dukungan kepada masyarakat dalam menyediakan penyuluhan kesehatan sebagai sarana dan prasarana dalam menambah wawasan dalam pentingnya pengobatan tuntas TB Paru.

Page 8 of 21 | Total Record : 208