cover
Contact Name
Ahmad Syauqi
Contact Email
sainsalami@unisma.ac.id
Phone
+6288210204258
Journal Mail Official
syauqi.fmipa@unisma.ac.id
Editorial Address
FMIPA Lanti 1 Gedung Usman bin Affan Kompleks Unisma Jl. MT. Haryono 193
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Alami (Known Nature)
ISSN : -     EISSN : 26571692     DOI : https://doi.org/10.33474/j.sa-v6i1.2023
Alami menunjuk kepada material yang ada dalam makhluk hidup (ciptaan). Semua senyawa yang ada dalam tubuh makhluk hidup dan sintesis oleh peristiwa biokimia merupakan produk organik. Proses perubahan menuju mineralisasi oleh mikroorganisme merupakan peristiwa dekomposisi dan dalam hal ini juga terjadi dalam suatu kehidupan. Selanjutnya, biogeokimia; studi proses-proses biologi pada tanah/lahan merupakan suatu perputaran zat dan hal ini sangat penting dalam kehidupan. (Natural refers to the material that exists in living things (creation). All compounds that exist in the body of living things and are synthesized by biochemical events are organic products. The process of change towards mineralization by microorganisms is a decomposition event and in this case also occurs in a life. Furthermore, biogeochemistry; study of biological processes on soil/land is a cycle of matter and this is very important in life).
Articles 114 Documents
Studi Perbandingan Aktivitas Harian Kelompok Lutung jawa Betina (Trachypithecus auratus) Sebelum dan Sesudah Dilepasliarkan Di Hutan Lindung Coban Talun Putri, Febrian Priska Amalia; Santoso, Hari; Zayadi, Hasan
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i1.13017

Abstract

The population of east javan langur (Trachypithecus auratus) the number in nature continues to decrease, rehabilitation is one way to preserve the population. This study aims to compare the daily activity before and after release the east javan langur. To approach the aim of the study, the researcher used focal animal sampling and scans sampling and noted with Instantaneous Sampling then calculated the percentage.  Data of the observation obtained by recording the daily activities of east javan langur in the barn or in the nature  includes the movement activity (walking, running, jumping and climbing) break time activity (sit back, sit alert, standing, sleeping, prone and supine),  agononistic social activity ( sound, chase, and snatch the food, hit and fight),  grooming activity (allo-grooming and auto-grooming) eat, drink, urination and defecation. The finding of this research showed that the presentation of daily activities of east javan langur in the barn is first, the break time activity (42, 9%), second, eat and drink activity (24, 1%), grooming (18.6%), movement (8.2%), social agonistic (3.3%), urination and defecation (2.3%) and  sexual (0.6%).  Then for the daily activities in the nature, movement (34.6%), break time activity (29.0%), eat and drink (22.7%), grooming (8.7%), urination and defecation (0.9%) and sexual (0%). The tentative conclusion before the high released activity in the nature is the break time activity. the highest activity of east javan langur presumed freedom of location area to doing activity like movement, temperature intensity, feed abundance and the presence of the opposite sex.Keywords: Javan Langur, Comparison of Activity, FactorABSTRAKPopulasi Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) jumlahnya di alam terus menurun, salah satu usaha pelestarianya dengan melakukan rehabilitasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan aktivitas harian sebelum dan sesudah pelepasliaran Lutung Jawa. Metode yang digunakan yaitu Focal Animal Sampling dan Scan Sampling dengan pencatatan Instantaneous Sampling kemudian dihitung persentasenya. Data pengamatan diperoleh dari pencatatan aktivitas harian lutung jawa di kandang maupun di hutan meliputi aktivitas bergerak (berjalan, berlari, melompat dan memanjat), aktivitas istirahat (duduk rileks, duduk waspada, berdiri, tidur, menelungkup dan terlentang), aktivitas sosial-agonistik (bersuara, mengejar, merebut makanan, memukul dan berkelahi), aktivitas grooming (allo-grooming dan auto-grooming), makan, minum, urinasi dan defekasi. Hasil penelitian menunjukkan persentase aktivitas di kandang yakni istirahat (42.9%), makan dan minum (24.1%), grooming (18.6%), bergerak (8.2%), sosial agonistic (3.3%), urinasi dan defekasi (2.3%) dan seksual (0.6%). Untuk aktivitas harian di hutan yakni bergerak (34.6%), istirahat (29.0%), makan & minum (22.7%), grooming (8.7%), urinasi dan defekasi (0.9%) dan seksual (0%). Kesimpulan sementara sebelum dilepasliarkan aktivitas tertinggi dalam kandang adalah istirahat. Setelah dilepasliarkan aktivitas tertinggi di hutan bergerak bebas. Tingginya aktivitas lutung jawa diduga kebebasan luasan lokasi untuk bergerak, intensitas suhu, kelimpahan pakan dan adanya lawan jenis.Kata kunci : Lutung Jawa, Perbandingan Aktivitas, Faktor
Analisis In Silico dan Aktivitas Antioksidan Senyawa Nano Kompleks Pada Daun dan Cabang Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk ): In Silico Analysis and Antioxidant Activity of Nano Complex Compounds on Leaves and Branches of Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk) Nisa, Kholisatun; Rahayu, Tintrim; Jayanti, Gatra Ervi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i1.13077

Abstract

Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk.) is a source of natural antioxidants that contain antioxidant compounds such as flavonoids, carotenoids, phenolic, and ascorbic acid. Antioxidants in this study were in the form of complex compounds without taking any of the compounds (single compounds). In addition to complex compounds, bidara with nano size can play a maximum role in carrying out its function as an antioxidant in the body. This study aims to determine the composition of active compounds that act as antioxidants in leaves, branches, and combinations of bidara leaves through in silico analysis and to determine the effectiveness of antioxidant tests on nano complex compounds of leaves, branches, and combinations of bidara leaves. In silico analysis of active compounds was carried out online using the Dr. website. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, Passonline, Smiles and Stitch. Experimental research using freeze dry so that bidara becomes a nanometer-sized powder. The samples used were leaves, branches and a combination of leaves and branches tested by the 2,2 Diphenyl 1 picrylhydrazyl (DPPH) method. The results of the in silico analysis showed that there are 4 compounds in the bidara plant that act as antioxidants, namely caumarin and rutin in the leaves, batulinic-acid and ceanothic-acid in the branches. The experimental results showed that the antioxidant activity of the three treatments had differences in antioxidant effectiveness. The color change of DPPH indicates the presence of antioxidants, the color of the leaf sample from dark purple to yellow, the color of the branch sample from dark purple to light purple, and the sample of the combination of leaves from dark purple to yellowish cloudy white. The color change indicates that the combination of leaves and branches has high antioxidant activity, then leaves and finally branches. Microscopic observations showed the formation of crystals in the bidara powder. The crystal structure shows an orderly and organized pattern. The active compounds in bidara that act as antioxidants are caumarin, rutin, batulinic-acid, and ceanothic-acid. The combination of leaves and branches has a high antioxidant activity compared to leaves and branches. Keywords: bidara, In silico, complex compound, antioxidant activity.   ABSTRAK Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk.) merupakan sumber antioksidan alami yang memiliki kandungan senyawa antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, fenolik, dan asam askorbat. Antioksidan dalam penelitian ini berupa senyawa kompleks tanpa mengambil salah satu senyawanya (senyawa tunggal). Selain senyawa kompleks, bidara dengan ukuran nano dapat berperan maksimal dalam menjalankan fungsinya sebagai antioksidan di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan pada daun, cabang, dan kombinasi daun-cabang bidara melalui analisis in silico serta untuk mengetahui efektivitas dari uji antioksidan pada senyawa nano kompleks daun, cabang, serta kombinasi daun-cabang bidara. Analisis senyawa aktif melalui in silico dilakukan secara online dengan menggunakan website Dr. Duke’s Phytochemical and Ethnobotanical Databases, Passonline, Smiles dan Stitch. Penelitian eksperimental dengan menggunakan freeze dry sehingga bidara menjadi serbuk berukunan nanometer. Sampel yang digunakan adalah daun, cabang dan kombinasi daun-cabang dan diuji dengan metode 2,2 Diphenyl 1 picrylhydrazyl (DPPH). Hasil analisis in silico terdapat 4 senyawa dalam tanaman bidara yang memiliki peran sebagai antioksidan yaitu caumarin dan rutin pada daun, batulinic-acid dan ceanothic-acid pada cabang. Hasil penelitian eksperimantal menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dari tiga perlakuan memiliki perbedaan efektivitas antioksidan. Perubahan warna DPPH menunjukkan adanya antioksidan, warna pada sampel daun dari ungu pekat menjadi kuning, warna pada sampel cabang dari ungu pekat menjadi ungu muda, dan sampel kombinasi daun-cabang dari ungu pekat menjadi putih keruh kekuningan. Perubahan warna tersebut menunjukkan bahwa kombinasi daun-cabang memiliki aktivitas antioksidan tinggi, kemudian daun dan terakhir cabang. Pada pengamatan mikroskop menunjukkan terbentuknya kristal dalam serbuk bidara. Struktur kristal menunjukkan pola yang teratur dan terorganisir. Senyawa aktif dalam bidara yang berperan sebagai antioksidan adalah caumarin, rutin, batulinic-acid dan ceanothic-acid. Kombinasi daun-cabang mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi dibandingkan daun dan cabang. Kata kunci: bidara, In silico, senyawa kompleks, aktivitas antioksidan.
Pengaruh Aplikasi Silika pada Pertumbuhan Tebu (Saccharum officinarum L.) terhadap Resistensi Hama Penggerek Batang (Chilo infuscatellus) dan Pucuk (Scirpophaga excerptalis) di Balittas Karangploso Malang: Effect of Silica Application on the Growth of Sugarcane (Saccharum officinarum L.) against Resistance of Stem Borer (Chilo infuscatellus) and Shoots (Scirpophaga excerptalis) in Balittas Karangploso, Malang Annisa, Silvia; Asbani, Nur; Zayadi, Hasan; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i2.13135

Abstract

This study aimed to determine the effect of silica application on the growth of sugarcane (Saccharum officinarum L.) Malang 52 varieties and the resistance of stem borer (Chilo infuscatellus) and shoots (Scirpophaga excerptalis). This research was conducted at the Experimental Garden of Balittas Karangploso, Malang, East Java. Pest identification activities were carried out at the Entomology Research Group Laboratory. The study was conducted from October 2020 to February 2021. The experiment was arranged in a Randomized Block Design with five treatments and three replications. The research parameters included plant height, stem hardness, leaf hardness, leaf chlorophyll content, percentage of stem borer and shoot borer attack intensity. The results showed that the growth of sugarcane varieties Malang 52 significantly affected plant height, stem hardness, leaf hardness, and leaf chlorophyll content and the percentage intensity of stem borer (Chilo infuscatellus) and shoot borer (Scirpophaga excerptalis) attacks.  Keywords : Stem borer (Chilo infuscatellus), Shoot borer (Scirpophaga excerptalis), Silica, Sugarcane (Saccharum officinarum L.) Malang 52   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi silika terhadap pertumbuhan tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) varietas Malang 52 dan dan resistensi hama penggerek batang (Chilo infuscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis). Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Balittas Karangploso, Malang, Jawa Timur. Kegiatan identifikasi hama dilakukan di Laboratorium Kelompok Peneliti Entomologi. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober 2020 sampai Februari 2021. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter penelitian meliputi  tinggi tanaman, kekerasan batang, kekerasan daun, kadar klorofil daun, presentase intensitas serangan hama penggerek batang dan penggerek pucuk. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tanaman tebu varietas Malang 52 secara signifikan berpengaruh terhadap tinggi tanaman, kekerasan batang, kekerasan daun, kadar klorofil daun serta berpengaruh terhadap persentase intensitas serangan hama penggerek batang (Chilo infuscatellus) dan penggerek pucuk (Scirpophaga excerptalis). Kata kunci : Penggerek batang (Chilo infuscatellus), Penggerek pucuk (Scirpophaga excerptalis), Silika, Tebu (Saccharum officinarum L.) Malang 52
Uji Abnormalitas Spermatozoa Sapi Limousin (Bos taurus) Berdasarkan Umur Kedewasaan di BBIB Singosari Malang: Spermatozoa Abnormality Test for Limousin Cattle (Bos taurus) Based on Age of Maturity at The Singosari Malang Artificial Insemination Center (BBIB) Izajati, Mustafidah Nur; Santoso, Hari; Latuconsina, Husain
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i2.14629

Abstract

This study aimed to compare the age of limousine cattle (Bos taurus) with the quality of spermatozoa at the Singosari Center for Artificial Insemination, Malang. The research method experimentally used limousine cattle aged three, five, and 12 years. Limousine cattle semen collection was carried out directly in the field using a set of artificial vaginal tools to obtain optimal sperm quality. Data were analyzed by IVOS II in order to include spermatozoa concentration, consistency, and motility of spermatozoa. The results showed that the lowest spermatozoa abnormality values were found in males aged five years with a mean value of 3.7333, and males aged three years with an average value of 5.0101, the highest spermatozoa abnormality values were found in males aged 12 years with a mean value of 6.4377. The conclusion from the results of this study is that the highest spermatozoa abnormality value is for a male aged 12 years, and the lowest is for a male aged five years. Keywords: Artificial Insemination (AI), Effect of Age, Abnormality, Spermatozoa, Limousine Cattle   ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui perbandingan umur sapi limousin (Bos taurus) terhadap kualitas spermatozoa di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan sapi limousin umur tiga, lima tahun dan 12 tahun. Penampungan semen sapi limousin dilakukan secara langsung di lapangan menggunakan seperangkat alat vagina buatan guna mendapatkan kualitas spermatozoa optimal. Data dianalisis dengan IVOS II agar meliputi konsentrasi spermatozoa, konsistensi, motilitas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan nilai abnormalitas spermatozoa terendah terdapat pada pejantan yang berumur 5 tahun dengan nilai rerata 3.7333, dan pejantan yang berumur 3 tahun dengan nilai rerata 5.0101, nilai abnormalitas spermatozoa tertinggi terdapat pada pejantang yang berumur 12 tahun dengan nilai rerata 6.4377.  Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah nilai abnormalitas spermatozoa tertinggi yaitu pejantan umur 12 tahun dan nilai abnormalitas spermatozoa terendah yaitu pejantan umur 5 tahun.  Kata kunci: Inseminasi Buatan (IB), Pengaruh Umur, Normalitas, Abnormalitas Spermatozoa, Sapi     Limousin.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Kotoran Rusa Bawean (Axis kuhlii) Dan Kotoran Kambing (Capra aegagrus hircus) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa): The Effect of Giving Organic Fertilizer Bawean Deer Manure (Axis kuhlii) and Goat Dung (Capra aegagrus hircus) on the Growth of Lettuce (Lactuca sativa) Plants Suhnin, Zuhria binti; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i2.15400

Abstract

 Goat dung (Capra aegagrus hircus) and bawean deer dung (Axis kuhlii) are grouped into groups with the same texture. The value of the ratio of C / N goat pukan is generally still above >30 While deer dung has a ratio level of C / N >35. This research took place at Jl Tambak Desa Tambak Keramat Kec.Tambak pulau bawean. The study was conducted from August 2021 to September 2021.The study used a complete randomized design experiment (RAL) using three 10 repetition treatments. The research data is analyzed by using ANOVA. If there is a significant influence, then the analysis continues with the BNT (Real Difference Tere¬cil) test of 5%.The results showed that the treatment that has a high and very good effect on the growth of lettuce plants (Lactuca sativa) treatment (P1), while in the treatment (P2) shows unfavorable results for the growth of lettuce plants (Lactuca sativa).  Keywords: Bawean Deer Dung, Goat Dung. Lettuce   ABSTRAK Kotoran kambing (Capra aegagrus hircus) dan kotoran rusa bawean (Axis kuhlii) dikelompokkan menjadi satu golongan dengan tekstur yang sama Nilai rasio C/N pukan kambing umumnya masih diatas >30 Sedangkan kotoran rusa mempunyai tingkat rasio C/N >35. Penelitian ini bertempat di Jl Tambak Desa Tambak Keramat Kec.Tambak pulau bawean dilakukan dari agustus 2021 sampai dengan bulan september 2021.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap  menggunakan tiga perlakuan 10 pengulangan.Data penelitian dianalisis dengan menggu­nakan ANOVA.Apabila terdapat pengaruh yang signifikan, maka analisis  dilanjut­kan dengan uji BNT (Beda Nyata Terke­cil) 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang berpengaruh yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa) adalah perlakuan campuran tanah humus dengan kotoran rusa bawean (P1) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun berat basah dan kering tanaman selada, sedangkan pada perlakuan campuran tanah humus humus dengan kotoran kambing yang masih fresh (P2) menunjukkan  hasil yang tidak signifikan bagi pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa). Kata kunci: Kotoran Rusa Bawean, Kotoran Kambing, Selada
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Fermentasi Buah Maja dan Pupuk Organik Cair NASA Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum) : Comparison of Application of Liquid Organic Fertilizer Fermentation of Maja Fruit and NASA Liquid Organic Fertilizer on Tomato Plant Growth (Lycopersicum esculentum) Kamilia, Wardah; Laili, Saimul; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i1.15416

Abstract

Tomato (Lycopersicum esculentum) is a multipurpose and multifunctional fruit vegetable that can be cultivated in lowland or highland land. One of the factors that greatly affect the yield of tomato plants is fertilization. Liquid organic fertilizer fermented maja fruit is a simple fertilizer extracted from maja fruit, liquid organic fertilizer fermented maja fruit can provide additional organic matter in the form of nutrients needed by plants. NASA liquid organic fertilizer is a liquid organic fertilizer which is an extraordinary invention in the world of agriculture and can provide nutrients to plants. This research was conducted in the garden of Jalan Joyo Suryo, Merjosari, Kec. Lowokwaru, Malang City in June – August 2021. The results showed that the best in the study was the administration of NASA liquid organic fertilizer with a concentration of 20 ml due to the availability of macro and micro nutrients which were more complete and easily absorbed than the liquid organic fertilizer fermented by maja fruit. which also has lower effectiveness at 5ml concentration. Keywords: Maja Fermentation liquid organic fertilizer, NASA liquid organic fertilizer, Tomato ABSTRAK Tomat (Lycopersicum esculentum) tergolong sayuran buah multiguna dan multifungsi yang dapat dibudidayakan di lahan dataran rendah ataupun lahan dataran tinggi. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil tanaman tomat adalah pemupukan. Pupuk organik cair hasil fermentasi buah maja merupakan pupuk sederhana yang diekstraksi dari buah maja, pupuk organik cair hasil fermentasi buah maja dapat memberi tambahan bahan organik berupa unsur hara yang diperlukan tanaman. Pupuk organik cair NASA adalah pupuk organik cair yang merupakan penemuan yang luar biasa dalam dunia pertanian serta dapat memenuhi nutrisi pada tanaman. Penelitian  ini dilaksanakan di kebun Jalan Joyo Suryo, Merjosari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang pada bulan Juni – Agustus 2021. Hasil penelitian menunjukkan yang terbaik dalam penelitian yaitu pada pemberian pupuk organik cair NASA konsentrasi 20ml karena ketersediaan unsur hara makro dan mikro yang lebih lengkap dan mudah  terserap dengan baik dibanding pupuk organik cair hasil fermentasi buah maja yang juga memiliki efektivitas lebih rendah dengan konsentrasi 5ml.  Kata kunci: POC Maja, POC NASA, Tomat
Pemeliharaan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) dengan Frekuensi Pemberian Pakan Berbeda Di UPT BBI Sukorejo Gondang Legi Malang: Carp (Cyprinus Carpio L.) Seed Maintenance with Different Feeding Frequency AT UPT BBI Sukorejo Gondang Legi, Malang Ningsih, Fitriyah; Santoso, Hari; Laili, Saimul
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i2.15511

Abstract

In fish farming, it is necessary to pay attention to the difference in concentration between the environmental media and body fluids to maintain osmoregulation. Factors that affect the growth and survival of fish, in addition to feed, are water quality. Temperature can affect fish activity in growth, respiration, and reproduction. The high temperatures can reduce dissolved oxygen and affect the appetite of fish. The optimum temperature for fish appetite is 25 C – 35 C. This study aimed to compare the effect of different feed frequencies on the growth and survival of carp (Cyprinus carpio L.) at UPT BBI Sukorejo Gondang legi. The research method was direct practice in the field using a RAK, consisting of three treatments, namely: T1 = fed one time/day (pk 07.00), T2 = fed two times/day (pk 07.00 and pk 17.00), and T3 = fed three times/day (07.00 pk, 12.00 pk and 17.00 pk) with six replications. The results showed a significant difference in the feeding frequency, which differed from the carp's growth rate and survival. This study concludes that the frequency of feeding significantly affects the growth and survival of carp, where the best survival is the third treatment.   Keywords: feed efficiency, growth and survival of goldfish (Cyprinus carpio L)   ABSTRAK Budidaya ikan memerlukan perbedaan konsentrasi dari konsentrasi cairan tubuh dan media lingkungan hidup agar osmoregulasi bisa pertahankan. Faktor yang berpengaruh pada kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan mas adalah pakan, kualitas air, dan suhu. Suhu berpengaruh pada aktivitas ikan di proses pertumbuhan, pernapasan, serta proses reproduksi. Suhu paling sesuai untuk makan ikan berkisar 25 ᵒC – 35 ᵒC. Penelitian ini bertujuan membandingkan antara pengaruh pemberian pakan dengan frekuensi  berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan ikan mas yang ada di UPT BBI Sukorejo Gondang legi. Penelitian ini bertempat di BBI Gondang Legi di bulan juni-juli 2021. Penelitian dilaksanakan memakai pratik langsung lapangan memakai RAK dengan  tiga perlakuan berikut : P1 = diberi pakan 1 kali/hari (pk 07.00), P2 = diberi pakan 2 kali/hari (pk 07.00 dan pk 17.00) dan P3 = diberi pakan 3 kali/hari (pk 07.00, pk 12.00  dan pk 17.00) dengan enam kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan angka laju pertumbuhan 95.00 dan kelangsungsan hidup 147.00 bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap frekuensi pemberian pakan yang berbeda terhadap kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan ikan mas. Kesimpulan penelitian ini yaitu dengan frekuensi pemberian pakan berbeda maka akan  berpengaruh signifikan terhadap kelulushidupan serta pertumbuhan  ikan mas. Kelulushidupan paling baik ada diperlakuan ke tiga. Kata kunci : Efesiensi Pakan, Pertumbuhan dan kelulus hidupan Ikan Mas (Cyprinus carpio L)
Gambaran Histopatologi Otak Pada Tikus Hipertensi (DOCA-Garam) yang Dipapar Ekstrak Metanolik Kombinasi Benalu Teh dan Benalu Mangga Model Preventif Susanti, Dyan Aprillia; Abdoes Sjakoer, Nour Athiroh; Mubarokati, Nurul Jadid
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i1.15541

Abstract

Hypertension is an increase in blood pressure that exceeds normal limits. In patients with hypertension, systolic blood pressure is 140 mmHg and diastolic blood pressure is 90 mmHg and comes from a complex and interconnected environment. Hypertension is a non-communicable disease that can cause death in humans and is closely related to cardiovascular disease. Hypertension is considered the main cause of 9.4 million deaths that occur in the world's population every year. Disorders of blood vessels around the brain due to hypertension can cause death. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the methanolic extract of the combination of Mango Mistletoe and Mistletoe Tea (EMKBTBM) given to rats with hypertension model on the histopathological features of the brain in hypertensive rats (DOCA-salt) preventive model. The method used in this study was the true experimental method and the RAL research design on 25 male wistar rats with 3 treatments (PI, PII, PIII), (K-) group without any treatment (without administration of DOCA Salt and EMKBTBM) and (K+) using DOCA-Salt induction without giving EMKBTBM, and 5 times replication. The EMKBTBM was given with a ratio of mango mistletoe: tea mistletoe which was 3:1 and then given at a dose of 50, 100, 200 mg/KgBB in the treatment of PI, PII, PIII. Data analysis was carried out by using ANOVA statistical test using the JAMOVI application. Based on the results of the study, it was shown that giving EMKBTBM to rats had the effect of reducing the amount of damage (necrosis) in the white matter area of the brain. The administration of EMBTBM at a dose of 50 mg/KgBW was the most optimum dose in reducing the amount of white matter cell necrosis in the male wistar rat brain.Keywords:3 Brain Necrosis, Hypertension, Mango Mistletoe, Tea MistletoeABSTRAKHipertensi merupakan bertambahnya tekanan darah melebihi batas normal. Pada penderita hipertensi, tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolik  90 mmHg serta berasal dari lingkungan yang kompleks dan saling berhubungan. Hipertensi ialah penyakit tidak menular yang dapat mengakibatkan kematian pada manusia dan berkaitan erat dengan penyakit kardiovaskular. Hipertensi dianggap sebagai sebab utama 9,4 juta kematian yang terjadi pada penduduk dunia pada setiap tahunnya. Gangguan pembuluh darah disekitar otak akibat hipertensi dapat menebabkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Ekstrak Metanolik Kombinasi Benalu Mangga dan Benalu Teh (EMKBTBM) yang diberikan pada tikus model hipertensi terhadap gambaran histopatologi otak pada tikus hipertensi (DOCA-garam) model preventif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode true eksperimental serta desain penelitian RAL pada 25 ekor tikus wistar jantan dengan 3 perlakuan (PI, PII, PIII), (K-) kelompok tanpa perlakuan apapun (tanpa pemberian DOCA Garam dan EMKBTBM) dan (K+) menggunakan induksi DOCA-Garam tanpa pemberian EMKBTBM, serta 5x ulangan. Pemberian EMKBTBM dengan perbandingan benalu mangga : benalu teh yaitu 3:1 kemudian diberikan dengan dosis 50, 100, 200 mg/KgBB pada perlakuan PI, PII, PIII. Analisis data dilakukan dengan uji statistic ANOVA menggunakan aplikasi JAMOVI. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pemberian EMKBTBM pada tikus mempunyai efek yaitu dapat mengurangi jumlah kerusakan (nekrosis) di area white matter otak. Pemberian EMBTBM dengan dosis 50 mg/KgBB merupakan dosis paling optimum dalam menurunkan jumlah nekrosis sel white matter otak tikus wistar jantan.Kata kunci: Benalu Teh, Benalu Mangga, Hipertensi, Nekrosis Otak
Pengaruh Suhu terhadap Aktivitas Antioksidan dalam Daun Zaitun (Olea europaea L.) dengan Metode DPPH Oey, Ulfi Abdul Rahman; Rahayu, Tintrim; Jayanti, Gatra Ervi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i1.15927

Abstract

Causes of degenerative diseases are caused by activities and unhealthy lifestyle. unhealthy lifestyle which in turn triggers free radicals. free radicals are moleculs that are not oxidized which cause the formation of new molecules that can damage body cells. free radicals can be overcome by giving natural antioxidants, one of which is form the olive plant (Olea europaea L.).The purpose of this study was to determine the effect of temperature treatment on antioxidant activity in olive leaves based on leaf age by calculating the IC50 value. The method used in this research is the DPPH method. Based on the results of the study, it can be concluded that the temperature of 31.6°c in young leaves according to calculations is categorized as a strong antioxidant because it provides a calculated value of 82.778 ppm and 165.093 ppm on old leaves and classified as moderate antioxidants, while temperature of 44°c give dominant level under 31.6°c with IC50 values 123.78 ppm for young leaves and 165.170 ppm for old leaves and classified as moderate antioxidants according to the theory that compounds that have very strong antioxidant activity values IC50 values are less than 50 ppm, strong if the IC50 are between 50 and 100, moderate antioxidant if the IC50 values are feasible 100-250 ppm, weak if the IC50 value is 250-500 ppm and inactive if the IC50 value is more than 500 ppm. and vice versa related to the selection of leaf age also affects the level of antioxidant activity seen from the comparison of results from the two treatments that young leaves have a higher level of antioxidant activity than old leaves in counteracting free radicals.Keywords : Temperature, Antioxidant, Olive (Olea europaea L.), DPPH.ABSTRAKPenyebab penyakit degeneratif disebabkan karena aktivitas dan pola hidup yang kurang sehat. Pola hidup kurang sehat yang pada akhirnya memicu radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang tidak teroksidasi yang menyebabkan terbentuk molekul baru yang dapat merusak sel tubuh. Radikal bebas dapat diatasi dengan pemberian antioksidan salah satunya dari tumbuhan zaitun (Olea europaea L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan suhu terhadap aktivitas antioksidan pada daun zaitun berdasarkan umur daun melalui perhitungan nilai IC50. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode DPPH. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan suhu 31.6°C pada daun muda  menurut perhitungan IC50 dikategorikan sebagai antioksidan kuat karena memberikan nilai hasil perhitungan IC50  sebesar 82.778 ppm dan 165.093 ppm pada daun tua dan tergolong antioksidan sedang, sementara pada perlakuan suhu 44°C memberikan pengaruh lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan suhu 31.6°C dengan nilai IC50 sebesar 123.78 ppm untuk daun muda dan 165.170 ppm untuk daun tua dan tergolong antioksidan sedang sesuai teori bahwa senyawa yang memiliki nilai aktivitas antioksidan sangat kuat jika nilai IC50 kurang dari 50 ppm, kuat apabila nilai IC50 bernilai antara 50 sampai 100, antioksidan sedang apabila jika nilai IC50 bernilai 100-250 ppm, lemah jika nilai IC50 bernilai 250-500 ppm dan tidak aktif jika nilai IC50 bernilai lebih dari 500 ppm, begitupun sebaliknya terkait pemilihan umur daun juga berpengaruh terhadap tinggi rendahnya aktivitas antioksidan dilihat dari perbandingan hasil dari kedua perlakuan bahwa daun muda memiliki tingkat aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan daun tua dalam menangkal radikal bebas.Kata Kunci : Suhu, Antioksidan, Zaitun (Olea europaea L.), DPPH.
Perbandingan pH dan BJ Susu Sapi (Bos taurus) pada Pemerahan Pagi dan Sore di KUD Argopuro Krucil Probolinggo: Comparison of pH and BJ of Cow's Milk (Bos taurus) at Morning and Afternoon Milking at KUD Argopuro Krucil Probolinggo Fitriah, Eka; Lisminingsih, Ratna Djuniwati; Ramadhan, Majida
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i2.16257

Abstract

Milk is a source of animal protein that has a strategic role in human life. BJ and pH are physical parameters that determine the quality of milk. Milking is done twice daily, in the morning and evening; different milking time intervals will produce different milk compositions. This study compared morning and evening milked milk's pH and BJ (specific gravity). The method used is observation, and the analysis used is the t-test. The analysis using the t-test showed that the pH and BJ of milk were significantly different (P>0.05) in the morning and afternoon milking. pH and BJ at the time of milking in the morning and evening, according to SNI No 01-3141-2011, regarding the quality of cow's milk.  Keywords: Specific Gravity, KUD Argopuro Krucil, pH, milking morning and afternoon.   ABSTRAK Susu merupakan sumber protein hewani yang mempunyai peran strategis dalam kehidupan manusia. BJ dan pH merupakan parameter fisika yang ikut menentukan kualitas susu. Pemerahan susu dilakukan dua kali dalam sehari yaitu di waktu pagi dan sore hari, interval waktu pemerahan yang berbeda akan menghasilkan komposisi susu yang berbeda. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk membandingkan pH, dan BJ (berat jenis) pada susu pemerahan pagi dan sore.  Metode yang digunakan yaitu observasi dan analisis yang digunakan adalah uji t.  Hasil analisis menggunakan uji t menunjukkan bahwa pH, dan BJ susu berbeda nyata (P>0,05) pada pemerahan pagi dan sore. pH dan BJ pada waktu pemerahan pagi dan sore hari sesuai  dengan SNI No 01-3141-2011, tentang kualitas susu sapi.   Kata kunci: Berat Jenis, KUD Argopuro krucil, pH, pemerahan pagi sore

Page 8 of 12 | Total Record : 114