cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Komplek House of Glory Belakang Ruko Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam City, 29432 Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau. (Kampus STT Real Batam)
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 29632935     DOI : -
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, Sekolah Tinggi Teologi (STT) Real Batam dengan ISSN: 2963-2935 (online). Jurnal Real Kiddos bermaksudkan untuk mempublikasikan karya-karya penelitian dosen, mahasiswa, dan alumni baik yang berada di lingkungan STT Real Batam maupun para pendidik anak usia dini yang berada di luar STT Real Batam. Jurnal ini memuat artikel-artikel penelitian yang berfokus pada pengembangan ilmu dan praktik pendidikan anak usia dini. Fokus Jurnal Real Kiddos adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedangkan cakupannya adalah Desain Program PAUD, Strategi Pembelajaran PAUD, Kurikulum PAUD, Psikologi PAUD, Evaluasi PAUD, Manajemen PAUD, PAUD Berbasis Budaya Lokal dan Anak Berkebutuhan Khusus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Hospitalitas sebagai Imajinasi Etis: Kontribusi Perjanjian Lama bagi Filsafat Pendidikan Anak Usia Dini Bimo Setyo Utomo
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2: March 2026
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/9w05qv41

Abstract

The instrumentalist tendency in early childhood education which positions academic achievement as the primary goal, has displaced the relational dimension as the foundational basis of human formation. The absence of a philosophical framework capable of restoring education to its relational orientation represents a pressing concern, particularly at the most critical phase of child development. This study aims to reconstruct hospitality as an ethical imagination in the Old Testament and to articulate its contribution to the philosophy of early childhood education. A qualitative approach with a library research design was employed, utilizing philosophical-theological analysis of selected biblical texts (Genesis 18; Exodus 22:21; Leviticus 19:33–34; Deuteronomy 10:18–19) and normative conceptual reconstruction. The findings reveal that hospitality in the Old Testament is not merely a social virtue but an ethical imagination that shapes the moral orientation of the community through three core structures: openness to alterity, an ethics grounded in collective memory, and solidarity that transcends group boundaries. The philosophical reconstruction affirms that hospitality constitutes an educational foundation in which pedagogical action begins with receiving the child as a subject of alterity, education is understood as a practice of welcoming, and relationality is positioned as the pedagogical basis. This study contributes to the development of a relationally grounded philosophy of education by bringing Old Testament biblical ethics into dialogue with contemporary pedagogical reflection, while simultaneously offering a critique of performance-oriented educational paradigms. Keywords: biblical ethics; early childhood education; ethical imagination; hospitality; relationality Abstrak Kecenderungan instrumentalisme dalam pendidikan anak usia dini yang menempatkan capaian akademik sebagai tujuan utama telah menggeser dimensi relasional sebagai fondasi pembentukan manusia. Kekosongan kerangka filosofis yang mampu mengembalikan pendidikan pada orientasi relasionalnya menjadi persoalan mendesak, khususnya pada fase perkembangan anak yang paling krusial. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi hospitalitas sebagai imajinasi etis dalam Perjanjian Lama serta merumuskan kontribusinya bagi filsafat pendidikan anak usia dini. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan digunakan, melalui analisis filosofis-teologis terhadap teks-teks biblika (Kejadian 18; Keluaran 22:21; Imamat 19:33-34; Ulangan 10:18-19) dan rekonstruksi konseptual normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hospitalitas dalam Perjanjian Lama bukan sekadar kebajikan sosial, melainkan imajinasi etis yang membentuk orientasi moral komunitas melalui tiga struktur utama: keterbukaan terhadap alteritas, etika berbasis memori kolektif, dan solidaritas melampaui batas kelompok. Rekonstruksi filosofis menegaskan bahwa hospitalitas merupakan landasan konstitutif pendidikan, di mana tindakan pedagogis dimulai dari penerimaan anak sebagai subjek alteritas, pendidikan dipahami sebagai praktik menyambut, dan rasionalitas ditempatkan sebagai fondasi pedagogis. Studi ini berkontribusi pada pengembangan filsafat pendidikan berbasis relasional dengan mempertemukan etika biblika Perjanjian Lama dan refleksi pedagogis kontemporer, sekaligus menawarkan kritik terhadap paradigma pendidikan yang terlalu berorientasi pada peforma. Kata Kunci: etika biblika, hospitalitas; imajinasi etis; pendidikan anak usia dini; relasionalitas
Spiritualitas Anak Usia Dini dalam Perspektif Yesus: Analisis Eksegetis Markus 10:13–16 Yudhy Sanjaya; Agiana Her Visnhu Ditakristi; Upa Silaen
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2: March 2026
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/prg7sr63

Abstract

The development of pedagogy in early childhood Christian Religious Education (CRE) often emphasizes the cognitive transmission of doctrine, while the spiritual dimension of children as theological subjects has not been sufficiently articulated through exegetical readings focused on Gospel texts. This article analyzes Mark 10:13–16 to explain how the passage presents children as those who are received by Jesus and presented as a model for receiving the Kingdom of God, and to examine its relevance for the pedagogy of early childhood Christian Religious Education. This study employs a descriptive qualitative method with a narrative and lexical exegetical approach to Mark 10:13–16, enriched by a reading of the parallel texts in Matthew 19:13–15 and Luke 18:15–17 as well as a review of literature on child theology and Christian education. The specific contribution of this article lies in the formulation of three characteristics of early childhood spirituality derived from the reading of this passage, namely receptivity to grace, incarnational relationality, and the paradigmatic function of the child for the life of discipleship. The findings show that Mark 10:13–16 not only affirms Jesus’ acceptance of children, but also positions them as theological subjects who reveal the logic of the Kingdom of God. These findings imply the need to develop a more child-friendly, relational, and community-based pedagogy of Christian Religious Education that involves family and church, while giving space to children’s experiences of faith within the Christian community. Keywords: Mark 10:13–16; children's spirituality; Christian religious education; narrative exegesis; pedagogy of children’s faith formation Abstrak Perkembangan pedagogi Pendidikan Agama Kristen (PAK) anak usia dini kerap berfokus pada transmisi kognitif doktrin, sementara dimensi spiritualitas anak sebagai subjek teologis belum banyak dirumuskan melalui pembacaan eksegetis yang terfokus pada teks Injil. Artikel ini menganalisis Markus 10:13–16 untuk menjelaskan bagaimana perikop tersebut menampilkan anak sebagai pihak yang diterima Yesus dan dijadikan acuan dalam menerima Kerajaan Allah, serta menelaah relevansinya bagi pedagogi PAK anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksegesis naratif dan leksikal terhadap Markus 10:13–16, yang diperkaya dengan pembacaan teks paralel Matius 19:13–15 dan Lukas 18:15–17 serta studi pustaka teologi anak dan pendidikan Kristen. Kontribusi khusus artikel ini terletak pada perumusan tiga ciri spiritualitas anak usia dini dari pembacaan perikop tersebut, yakni reseptivitas terhadap anugerah, relasionalitas yang inkarnasional, dan fungsi paradigmatik anak bagi kehidupan murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Markus 10:13–16 tidak hanya menegaskan penerimaan Yesus terhadap anak-anak, tetapi juga menempatkan mereka sebagai subjek pembinaan iman yang mengungkapkan logika Kerajaan Allah. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan pedagogi PAK yang lebih ramah anak, berbasis relasi, melibatkan keluarga dan gereja, serta memberi ruang bagi pengalaman iman anak dalam komunitas Kristen. Kata Kunci: Markus 10:13-16; spiritualitas anak; pendidikan agama Kristen; eksegesis naratif; pedagogi iman anak
Pedagogi Tubuh dan Etika Kristen Inkarnasional: Refleksi Nilai Tou Limak dalam Budaya Rote Pada Anak Usia Dini Merling Messakh
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2: March 2026
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/yyyfwv39

Abstract

Character education in early childhood often falls into the trap of rote and verbal teaching, failing to touch the child’s lived experience. This study aims to reflect on the value of Tou Limak in Rote culture within the framework of incarnational Christian ethics and its implications for early childhood education. This research employs a qualitative approach with a phenomenological design through observations and interviews with teachers, parents, and community leaders in Rote Ndao. The findings reveal that Tou Limak is not merely a cultural practice but a form of body pedagogy that embodies relational values such as empathy, togetherness, and respect. These values are expressed through concrete gestures such as handshaking, holding hands, and equal interactions. From the perspective of incarnational Christian ethics, this practice represents the values of love (agape), humility (kenosis), recognition of human dignity (imago Dei), and fellowship (koinonia) as lived experiences in children’s daily interactions. The findings indicate that ethical education becomes more effective when faith values are integrated with local culture and embodied in contextual relational practices. This study contributes to the development of a contextual Christian ethical education model based on local wisdom, in which Tou Limak serves as a medium for the incarnation of faith values and as a pedagogical approach to shaping children’s relational character. Keywords: body pedagogy; Christian incarnational ethics; early childhood education; tou limak, Rote culture Abstrak Pendidikan karakter pada anak usia dini seringkali terjebak pada pendekatan instruktif yakni pengajaran nilai yang bersifat hafalan dan verbal, sehingga kurang menyentuh dimensi pengalaman hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan nilai Tou Limak dalam budaya Rote dalam kerangka etika Kristen inkarnasional serta implikasinya bagi pendidikan anak usia dini (PAUD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis melalui observasi dan wawancara terhadap pendidik, orang tua, dan tokoh masyarakat di Rote Ndao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tou Limak tidak sekadar praktik budaya, tetapi merupakan pedagogi tubuh yang mengandung nilai relasional seperti empati, kebersamaan, dan penghormatan. Nilai-nilai tersebut dihidupi melalui gestur konkret seperti berjabat tangan, berpegangan tangan, dan interaksi yang setara. Dalam perspektif etika Kristen inkarnasional, praktik ini merepresentasikan nilai kasih (agape), kerendahan hati (kenosis), pengakuan martabat manusia (imago Dei), dan persekutuan (koinonia) yang diwujudkan dalam pengalaman sehari-hari anak. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan etika menjadi lebih efektif ketika nilai iman diintegrasikan dengan budaya lokal dan diwujudkan dalam praktik relasional yang kontekstual. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan model pendidikan etika Kristen berbasis kearifan lokal, di mana Tou Limak berfungsi sebagai medium inkarnasi nilai iman sekaligus pendekatan pedagogis dalam pembentukan karakter relasional anak. Kata Kunci: budaya Rote; etika Kristen inkarnasional; pedagogi tubuh; pendidikan anak usia dini; tou limak