cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Komplek House of Glory Belakang Ruko Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam City, 29432 Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau. (Kampus STT Real Batam)
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 29632935     DOI : -
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, Sekolah Tinggi Teologi (STT) Real Batam dengan ISSN: 2963-2935 (online). Jurnal Real Kiddos bermaksudkan untuk mempublikasikan karya-karya penelitian dosen, mahasiswa, dan alumni baik yang berada di lingkungan STT Real Batam maupun para pendidik anak usia dini yang berada di luar STT Real Batam. Jurnal ini memuat artikel-artikel penelitian yang berfokus pada pengembangan ilmu dan praktik pendidikan anak usia dini. Fokus Jurnal Real Kiddos adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedangkan cakupannya adalah Desain Program PAUD, Strategi Pembelajaran PAUD, Kurikulum PAUD, Psikologi PAUD, Evaluasi PAUD, Manajemen PAUD, PAUD Berbasis Budaya Lokal dan Anak Berkebutuhan Khusus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
Pendekatan Alkitabiah dalam Membantu Anak Usia 2-5 Tahun Mengembangkan Kemampuan Berbicara Duha, Sang Putra Immanuel; Tulus, Jekson; Marpaung, Nona Beta; Hendi, Hendi; Marlianus, David
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i2.536

Abstract

Speech delays in children aged 2-5 years are a common problem that hinders their language development. In this context, a Biblical approach can be a valuable source of guidance for parents and educators in helping children aged 2-5 years develop their speaking skills. However, there has not been much literature review regarding the use of a Biblical approach in this context. This literature review aims to explore the use of a Biblical approach in helping children aged 2-5 years develop their speaking skills. The objectives of this research include identifying relevant Biblical principles, developing methods for Biblical approaches, and evaluating the results achieved through the application of these methods. The research approach method uses a qualitative approach by examining relevant Biblical principles through a Biblical text approach, consulting with theologians through literature study and research from related journals. Based on these principles, a Biblical approach method was developed, including the use of Bible stories, spiritual songs, prayers, and positive affirmations in children's daily activities. In the end, the results of applying this Biblical approach showed positive results in developing the speaking abilities of children aged 2-5 years. Children show improved speaking ability through recognizing words from Bible stories, using hymns to practice language skills, and using prayers involving simple words and phrases. Apart from that, positive affirmations based on Bible teachings also help build children's confidence in communicating.Keywords: Biblical Approach; Children 2-5 years; Speaking ability.AbstrakKeterlambatan bicara pada anak usia 2-5 tahun merupakan masalah umum yang menghambat perkembangan bahasa mereka. Dalam konteks ini, pendekatan Alkitabiah dapat menjadi sumber bimbingan yang berharga bagi orang tua dan pendidik dalam membantu anak-anak usia 2-5 tahun mengembangkan kemampuan berbicara mereka. Namun, tinjauan literatur terkait penggunaan pendekatan Alkitabiah dalam konteks ini belum banyak dilakukan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan pendekatan Alkitabiah dalam membantu anak usia 2-5 tahun mengembangkan kemampuan berbicara mereka. Tujuan penelitian ini mencakup identifikasi prinsip-prinsip Alkitab yang relevan, pengembangan metode pendekatan Alkitabiah, dan evaluasi hasil yang dicapai melalui penerapan metode tersebut. Adapun metode pendekatan pada penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan meneliti prinsip-prinsip Alkitab yang relevan melalui pendekatan teks Alkitab, konsultasi dengan ahli teologi melalui studi kepustakaan dan penelitian dari jurnal yang terkait. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, metode pendekatan Alkitabiah dikembangkan, termasuk penggunaan cerita-cerita Alkitab, lagu-lagu rohani, doa, dan afirmasi positif dalam kegiatan sehari-hari anak-anak. Pada akhirnya hasil dari penerapan pendekatan Alkitabiah ini menunjukkan hasil yang positif dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak usia 2-5 tahun. Anak-anak menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara melalui pengenalan kata-kata dari cerita-cerita Alkitab, penggunaan lagu-lagu rohani untuk melatih kemampuan bahasa, dan penggunaan doa yang melibatkan kata-kata dan frasa-frasa sederhana. Selain itu, afirmasi positif berdasarkan ajaran Alkitab juga membantu membangun kepercayaan diri anak-anak dalam berkomunikasi.Kata Kunci: Pendekatan Alkitabiah; Anak 2-5 tahun; Kemampuan berbicara.
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Kegiatan Cooking Class Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD KB Mandiri Gunung Kijang Terserani, Linda Dewi; Lase, Mitra Bina Riang
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.570

Abstract

Abstract This study is motivated by the low proficiency in proper language skills among early childhood students, as well as complaints from teachers at PAUD KB Mandiri Gunung Kijang. Therefore, this study aims to improve the language skills of children aged 5-6 years at PAUD KB Mandiri Gunung Kijang through cooking class activities. The study utilizes the Classroom Action Research (CAR) method. The results show a significant improvement in children's language skills during the first cycle, and a very substantial improvement in the second cycle. During the cooking class activities, the children appeared enthusiastic and actively communicated with their peers and teachers in the classroom. They showed high learning motivation and were actively engaged in the activities. Keywords: language skills; cooking class; early childhood educationAbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbahasa yang baik dan benar pada anak-anak usia dini, serta adanya keluhan dari guru di PAUD KB Mandiri Gunung Kijang. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di PAUD KB Mandiri Gunung Kijang melalui kegiatan cooking class. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbahasa anak yang cukup signifikan pada siklus pertama, dan peningkatan yang sangat baik pada siklus kedua. Selama kegiatan cooking class, anak-anak tampak antusias dan aktif berkomunikasi dengan teman-temannya maupun dengan guru di kelas. Mereka menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan terlibat secara aktif dalam kegiatan tersebut.Kata Kunci: kemampuan bahasa; cooking class; PAUD
Pemanfaatan Media Loose Part Dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Pelita Kasih Batam Center Siburian, Ester Debora; Siregar, Viktor Deni; Naibaho, Agatha Pebrian.M.; Situmorang, Esterlina
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.578

Abstract

This study stems from a common issue in the field of education, where early childhood students beginning their education at the kindergarten level are required to grow and develop according to the developmental aspects appropriate for their age. Therefore, this study aims to utilize loose parts as a medium to enhance children's language skills in a more creative way, based on their developmental needs. The research focuses on two main aspects: how the use of loose parts can improve the language skills of children aged 5-6 years at TK Pelita Kasih, and how children's language skills are affected by the use of loose parts at TK Pelita Kasih Batam Center. This study employs a qualitative methodology with a Classroom Action Research (CAR) approach. Data were collected through observations conducted at the school, which were then processed to identify key issues among the students. Following this, action cycles were implemented with the students, and after each cycle, data were collected and analyzed, leading to conclusions based on the data analysis. The results indicate that the use of loose parts as a medium significantly improves the language skills of early childhood students, particularly at TK Pelita Kasih Batam.Keywords: loose parts; children's language; children aged 5-6 yearsAbstrakPenelitian ini berangkat dari masalah yang sering terjadi di dunia pendidikan, di mana anak-anak usia dini yang mulai belajar di tingkat Taman Kanak-Kanak diwajibkan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan aspek perkembangan yang sesuai dengan usia mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan media loose parts dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak secara lebih kreatif berdasarkan kebutuhan perkembangan anak. Penelitian ini merumuskan dua hal utama: bagaimana pemanfaatan loose parts dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK Pelita Kasih, dan bagaimana kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun dipengaruhi oleh penggunaan media loose parts di TK Pelita Kasih Batam Center. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Data penelitian dikumpulkan berdasarkan hasil observasi terhadap sekolah, kemudian hasil observasi tersebut diolah untuk menemukan permasalahan yang substansi terhadap peserta didik. Lalu dirumuskan siklus pelakasanaan terhadap peserta didik, setelah dilakukan tahapan siklus maka akan ditemukan hasil data dan kemudian dianalisis, sehingga penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan hasil analisis data. Hasil penelitian ini terlihat bahwa dengan pemanfaatan media loose part dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini khususnya di TK Pelita Kasih Batam.Kata Kunci: lose part; bahasa anak; aud 5-6 tahun
Bercerita Sebagai Jembatan: Membangun Pemahaman Rohani Pada Anak Sejak Dini Boiliu, M.Pd., Fredik Melkias; Silaban, Berton
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.586

Abstract

A child's lack of understanding of God's Word can hinder their spiritual development. This is due to the use of inappropriate methods in conveying God's Word to children. Understanding God's Word is a crucial aspect in shaping children's knowledge and attitudes. This study aims to explore storytelling as an effective tool to enhance the understanding of God's Word and foster spiritual growth. It also emphasizes the important role of teachers in guiding and directing children to connect spiritual lessons with everyday experiences, thereby strengthening the relationship between daily life and Christian values. The study employs a descriptive qualitative method with a literature review approach to understand the impact of storytelling on children's spiritual development. The results of this research demonstrate that the use of storytelling is highly effective in reinforcing the understanding of God's Word and nurturing children's spiritual dimensions. Moreover, engaging biblical narratives and the selection of stories relevant to the child’s developmental stage make it easier for them to grasp spiritual concepts and religious values. Consequently, the interaction between teachers and children during storytelling creates space for deep discussions and questions, enriching their understanding of the spiritual meanings embedded in the stories. Thus, it can be concluded that storytelling is an effective approach to enhancing children's understanding of God's Word and fostering their spiritual growth from an early age. Keywords: storytelling method; understanding God's Word; spiritual growthAbstrak       Kurangnya pemahaman anak terhadap firman Tuhan dapat menghambat perkembangan kerohaniannya. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode yang tidak tepat dalam menyampaikan firman Tuhan kepada anak. Pemahaman firman Tuhan merupakan aspek penting dalam membangun pengetahuan dan sikap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode bercerita sebagai alat yang efektif untuk meningkatkan pemahaman firman Tuhan dan pengembangan kerohanian. Penelitian ini juga akan menekankan pentingnya peran guru dalam membimbing, mengarahkan anak untuk menghubungkan pelajaran rohani dengan pengalaman sehari-hari, sehingga memperkuat hubungan antara kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka untuk memahami dampak metode bercerita pada perkembangan spiritual anak-anak. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan metode bercerita sangat efektif dalam memperkuat pemahaman firman Tuhan dan mengembangkan dimensi spiritual anak. Selain itu, narasi firman Tuhan yang menarik dan pemilihan cerita-cerita yang relevan dengan tahap perkembangan anak, maka lebih mudah memahami konsep-konsep spiritual dan nilai-nilai agama. Untuk itu, interaksi antara guru dan anak-anak selama proses bercerita menciptakan ruang bagi diskusi dan pertanyaan yang mendalam, memperdalam pemahaman akan makna-makna spiritual yang terkandung dalam cerita-cerita tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode bercerita adalah pendekatan yang efektif dalam meningkatkan pemahaman Firman Tuhan dan kualitas kerohanian bagi anak sejak diniKata Kunci: metode bercerita; pemahaman firman tuhan; pertumbuhan kerohanian
Fungsi Kontrol Keluarga Kristen dan Pembentukan Karakter Anak Generasi Alpha: Sebuah Studi Kasus di GKI EL-ROI Sentani Pattipeiluhu, Krislina; Tasijawa, Riski
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.589

Abstract

This study aims to explore the control functions within Christian families at the GKI El Roi Church in Sentani, Papua, in shaping the character of Generation Alpha children. Using a qualitative descriptive method, the research identifies four main functions: religious, affection, supervision, and social-educational. Data were collected through interviews and observations of 25 families with Generation Alpha children, and analyzed through transcript data, data reduction, and presentation to draw conclusions. The findings show that the religious function is well-implemented, shaping children's morals and spirituality from an early age. However, the affection function is not fully optimized due to parents' time constraints and family environment influences. Supervision within the community is adequate, but control over gadget use remains insufficient. Meanwhile, the social and educational functions are carried out effectively. Optimization of the control function is necessary to shape children's character according to parental expectations. Better supervision of gadget use would also reduce children's dependency and promote healthier interactions. In conclusion, a holistic approach to the control function in Christian families at GKI El Roi is essential to shaping strong and wise children capable of facing the challenges of the digital era. Keywords: control function; Christian family; character; Generation Alpha; GKI El-Roi SentaniAbstrakPenelitian ini bertujuan mengeksplorasi fungsi kontrol dalam keluarga Kristen di Jemaat GKI El Roi Sentani, Papua, dalam membentuk karakter anak Generasi Alpha. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi empat fungsi utama: keagamaan, cinta kasih, pengawasan, serta sosial dan pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap 25 keluarga yang memiliki anak Generasi Alpha, lalu dianalisis melalui transkrip data, reduksi data, dan penyajian hingga mencapai kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi keagamaan diterapkan dengan baik, membentuk moral dan spiritual anak sejak dini. Namun, fungsi cinta kasih belum maksimal karena keterbatasan waktu orang tua dan pengaruh lingkungan keluarga. Pengawasan di lingkungan berjalan cukup baik, namun kontrol penggunaan gadget masih kurang optimal. Sementara itu, fungsi sosial dan pendidikan dilaksanakan dengan baik. Optimalisasi fungsi kontrol diperlukan agar karakter anak terbentuk sesuai harapan orang tua. Pengawasan lebih baik terhadap penggunaan gadget juga akan mengurangi ketergantungan anak dan mendorong interaksi yang lebih sehat. Kesimpulannya, pendekatan holistik dalam fungsi kontrol keluarga Kristen di Jemaat GKI El Roi diperlukan untuk membentuk karakter anak yang kuat dan bijaksana dalam menghadapi tantangan era digital.Kata Kunci: fungsi kontrol; keluarga kristen; karakter; generasi alpha; GKI El-Roi Sentani
Efektifitas Pola Asuh Guru: Membangun Karakter Anak Usia Dini May, May
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.590

Abstract

Teacher parenting style refers to the approach or method teachers use to educate, guide, and treat children in school. Character formation in children is a crucial stage in their growth and development, involving various aspects such as thinking, moral knowledge, feelings, and moral behavior. Early childhood is a period where individuals undergo rapid growth and development. During this phase, children's brains absorb and assimilate various information without differentiating between right and wrong. It is during this period that children's physical, mental, and spiritual development begins to take shape. The purpose of this study is to examine the parenting styles applied by teachers in shaping the character of early childhood students. This research employs a descriptive qualitative method through a literature review. The results of the study indicate that a democratic parenting style is considered the most effective in fostering independence, responsibility, and initiative in children. It is important to note that synergy between teachers, parents, and a conducive learning environment plays a crucial role in optimizing the character development of early childhood students. Keywords: parenting; teacher; child character; synergyAbstrakPola asuh guru adalah cara atau gaya guru dalam mendidik, membimbing, dan memperlakukan anak di sekolah. Pembentukan karakter anak merupakan tahapan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, hal ini juga penting untuk pembentukan karakter anak dan melibatkan berbagai aspek antara lain pemikiran, pengetahuan moral, perasaan dan berperilaku bermoral. Anak usia dini merupakan individu yang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Pada usia tersebut, otak anak mampu menerima dan mengasimilasi berbagai informasi tanpa menilai mana yang benar atau salah. Inilah saat di mana perkembangan fisik, mental, dan spiritual anak mulai terbentuk.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola asuh yang diterapkan oleh guru dalam pembentukan karakter anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah pola asuh demokratis dianggap paling efektif dalam membentuk karakter anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan inisiatif. Hal yang perlu diperhatikan bahwa adanya sinergi antara guru dan orang tua serta lingkungan belajar yang kondusif memainkan peran penting dalam optimalisasi perkembangan karakter anak usia dini.Kata Kunci: pola asuh; guru; karakter anak; sinergi

Page 4 of 4 | Total Record : 36