cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Komplek House of Glory Belakang Ruko Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam City, 29432 Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau. (Kampus STT Real Batam)
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 29632935     DOI : -
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, Sekolah Tinggi Teologi (STT) Real Batam dengan ISSN: 2963-2935 (online). Jurnal Real Kiddos bermaksudkan untuk mempublikasikan karya-karya penelitian dosen, mahasiswa, dan alumni baik yang berada di lingkungan STT Real Batam maupun para pendidik anak usia dini yang berada di luar STT Real Batam. Jurnal ini memuat artikel-artikel penelitian yang berfokus pada pengembangan ilmu dan praktik pendidikan anak usia dini. Fokus Jurnal Real Kiddos adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedangkan cakupannya adalah Desain Program PAUD, Strategi Pembelajaran PAUD, Kurikulum PAUD, Psikologi PAUD, Evaluasi PAUD, Manajemen PAUD, PAUD Berbasis Budaya Lokal dan Anak Berkebutuhan Khusus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
Urgenitas Pendidikan Usia Dini Dalam Mengembangkan Kecerdasan Anak Berbicara Di Keluarga Susmiati Susmiati; Talizaro Tafonao
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i1.375

Abstract

The purpose of writing this article looks at what is the urgency of age education in dealing with children who have problems in speaking. Based on the study conducted by the author in this paper that almost all parents do not understand in detail, that every child has problems in speaking. The method used in this study is a qualitative research method with a literature review approach. The results obtained in the study are that parenting and parental knowledge are needed in overcoming children's speech problems. In order for this to be done well, parents always invite children to talk and avoid children to interact a lot with technology media. Through this study can provide understanding and understanding to all parties about the importance of early childhood education in developing children's intelligence in speaking as explained in this article.Keywords: early childhood education; family; language; child AbstrakTujuan penulisan artikel ini melihat apa urgenitas pendidikan usia dalam menghadapi anak-anak yang memiliki masalah dalam berbicara. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh penulis dalam tulisan ini bahwa hampir semua orang tua belum memahami secara detail, bahwa setiap anak memiliki masalah dalam berbicara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil yang didapat dalam penelitian adalah polah asuh dan pengetahuan orang tua sangat diperlukan dalam mengatasi masalah anak berbicara. Agar hal ini dapat terlaksana dengan baik maka orang tua selalu mengajak anak berbicara dan menghindari anak untuk banyak berinteraksi dengan media teknologi. Melalui kajian ini dapat memberi pemahaman dan pengertian kepada semua pihak tentang pentingnya pendidikan anak usia dini dalam mengembangkan kecerdasan anak dalam berbicara sebagaimana yang dijelaskan di dalam artikel ini.Kata Kunci: pendidikan usia dini; keluarga; bahasa; anak 
Manajemen Pengembangan Profesionalitas Guru Taman Kanak-kanak Marzuki Marzuki; Ria Rahayu; Bunga Mercewilly; Hasan Syahrizal
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i1.249

Abstract

This study aims to analyze the management of the professional development of kindergarten teachers. Teachers are believed to be one of the dominant factors that determine the success rate of students in carrying out the teaching and learning process in schools which is the spearhead of the implementation of education in the classroom. The approach used in this study is quality with a descriptive type. The subjects in this study were 1 (one) principal who was responsible for the school, and 3 (three) teachers. The object of this study is the management of the professional development of kindergarten teachers. Data collection techniques in the study used observation techniques and in-depth interviews. The data analysis technique in this study used interactive model analysis. The results showed that the principal's management in teacher professional development has been carried out well, where the principal directs these teachers to take part in basic training on early childhood learning which is carried out once a year.Keywords: development; teacher professionalism; managementAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengembangan profesionalitas guru Taman Kanak-kanak. Guru diyakini sebagai salah satu faktor dominan yang menentukan tingkat keberhasilan peserta didik dalam melakukan proses belajar mengajar di sekolah yang menjadi ujung tombak pelaksanaan pendidikan di kelas. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualtitatif dengan jenis desktriptif. Subjek pada penelitian ini adalah 1 (satu) orang kepala sekolah yang bertanggung jawab terhadap sekolah, dan 3 (tiga) orang guru. Objek penelitian ini adalah manajemen pengembangan profesionalitas guru Taman Kanak-kanak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya manajemen kepala sekolah dalam pengembangan profesional guru sudah terlaksana dengan baik, dimana kepala sekolah mengarahkan guru-guru tersebut untuk mengikuti diklat dasar mengenai pembelajaran anak usia dini yang di laksanakan setahun sekali.Kata Kunci: pengembangan; profesionalitas guru; manajemen
Peran Orang Tua dalam Menanamkan Pendidikan Agama dan Moral bagi Anak Usia Dini Desetina Harefa; Ellyzabeth Sinaga; Alfred Mey Ronaldo Hia; Agatha Pebriani M. Naibaho
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i2.370

Abstract

Religion and morals are the main foundations in the formation of the character of a human being including children. Instilling religious and moral education for children begins within the family. Being a parent means carrying a great responsibility, namely educating children in all aspects including religious and moral education. Early childhood religious and moral education depends largely on the role of parents, because the community of each child is the family and who knows his children better. In general, parents have done their role, but there are still parents who have not maximized it, this happens because there are still parents who do not understand the importance of instilling religious and moral education from an early age to children. The purpose of this research is to find out how parents perform their role in instilling religious and moral values for children from an early age. This research uses qualitative methods with a literature study approach. The results of this research are that parents must instill religious and moral education repeatedly anytime and anywhere to children through daily life practices, parents must understand their main task in educating children and parents must give the best time in educating children. The thing that parents need to pay attention to is that the values instilled are clear and consistent.Keywords: early childhood; parents; instilling religious and moral education AbstrakAgama dan moral merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter seorang manusia termasuk anak. Penanaman pendidikan agama dan moral bagi anak dimulai dari dalam keluarga. Menjadi orang tua berarti mengemban tanggung jawab yang besar yaitu mendidik anak dalam segala aspek termasuk pendidikan Agama dan moralnya. Pendidikan agama dan moral anak usia dini sangat tergantung pada peran orang tua, karena kumunitas setiap anak adalah keluarga dan yang lebih mengenal anak-anaknya. Pada umumnya orang tua telah melakukan perannya akan tetapi masih ada orang tua yang belum maksimal melakukannya, hal ini terjadi karena masih ada orang tua yang kurang memahami pentingnya menanamkan pendidikan agama dan moral sejak dini kepada anak. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana orang tua melakukan perannya dalam menanamkan nilai agama dan moral bagi anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Adapun hasil penelitian ini adalah orang tua harus menanamkan pendidikan agama dan moral dengan berulang-ulang kapanpun dan dimanapun kepada anak lewat praktik kehidupan sehari-hari, orang tua harus memahami tugas utamanya dalam mendidik anak dan orang tua harus memberikan waktu yang terbaik dalam mendidik anak. Hal yang perlu diperhatikan orang tua adalah nilai yang ditanamkan jelas dan bersifat konsistensi.Kata Kunci: anak usia dini; orang tua; pendidikan agama dan moral
Strategi Orang Tua dalam Mendampingi Anak Menggunakan Gadget Maria Fatima Mardina Angkur; Sesilia Wati
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i1.290

Abstract

The problem with this research is that all young parents have tools, tools are given to calm children when angry, children are given tools to help parents parents do their jobs. The purpose of this research is to describe parenting strategies in helping Veronika KB use children's devices. This research used descriptive qualitative research. The subjects of this research were ten parents of children since childhood in KB Veronika. The methods used to collect data in this research were interviews and questionnaires. In general, it can be concluded that most children of birth control. Veronika, following all the rules set by parents so as not to be easily addicted, including choosing according to age, limiting time, avoiding addiction, choosing applications, playing gadgets with children, calling children while playing, to introducing the internet to children wisely, inviting children to charity.Keywords: parental strategies; gadgets; childAbstrak Permasalahan dari penelitian ini adalah semua orang tua muda memiliki alat bantu, alat diberikan untuk menenangkan anak saat marah, anak diberi alat untuk membantu ayah orang tua dapat melakukan pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pengasuhan dalam membantu Veronika KB menggunakan gawai anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian ini adalah sepuluh orang tua dari anak-anak sejak kecil di KB Veronika. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sebagian besar anak KB. Veronika, mengikuti semua aturan yang ditetapkan orang tua agar tidak mudah kecanduan, antara lain memilih sesuai usia, membatasi waktu, menghindari kecanduan, memilih aplikasi, bermain gadget dengan anak, memanggil anak sambil bermain, hingga mengenalkan internet pada anak dengan bijak, mengajak anak beramal.Kata Kunci: strategi orang tua; gadget; anak
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Anak Usia 5-6 Tahun di Desa Perak Kecamatan Cibal Maria Fatima Mardina Angkur; Maria D. V. Banggur; Herlinda Jeminda
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i1.239

Abstract

This study was conducted with the aim of knowing and describing the application of clean and healthy living behaviors for children aged 5-6 years in Perak Village, Cibal District. This research uses a qualitative descriptive research type. The subjects in this study were parents of children aged 5-6 years in Perak Village, Cibal District, totaling 10 people and children aged 5-6 years totaling 10 people. Data collection techniques in this study in the form of interviews and observations. The results showed that the application of clean and healthy living behavior for children aged 5-6 years in Perak Village, Cibal District, as many as 7 people had implemented PHBS well, this was indicated by the child's nutritional needs being met by their parents, the child was accustomed to throwing garbage in its place, children always keep the environment clean, children always wash their hands with soap, children always get used to bathing, children always brush their teeth, and children always dress neatly. However, there are 3 children who have not fully implemented clean and healthy behavior such as children not washing their hands with soap, children not brushing their teeth 2 times a day, children not accustomed to bathing 2 times a day.Keywords: early childhood; children aged 5-6 years; clean and healthy life behaviorAbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat anak usia 5-6 tahun di Desa Perak Kecamatan Cibal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak usia 5-6 tahun di Desa Perak Kecamatan Cibal, yang berjumlah 10 orang tua dan anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perilaku hidup bersih dan sehat anak usia 5-6 tahun di Desa Perak Kecamatan Cibal sebanyak 7 orang telah menerapkan PHBS dengan baik, hal ini di tandai dengan anak sudah di penuhi kebutuhan gizi oleh orang tuanya, anak sudah membiasakan membuang sampah pada tempatnya, anak selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih, anak selalu mencuci tangan dengan sabun, anak selalu membiasakan mandi, anak selalu menggosok gigi, dan anak selalu berpakaian rapi, namun terdapat 3 orang anak yang belum sepenuhnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti anak tidak mencuci tangan menggunakan sabun, anak tidak menggosok gigi 2 kali sehari, anak tidak terbiasa mandi 2 kali sehari.Kata kunci: anak usia dini; anak usia 5-6 tahun; perilaku hidup bersih dan sehat
Efektifitas Pola Asuh Guru: Membangun Karakter Anak Usia Dini May, May
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.590

Abstract

Teacher parenting style refers to the approach or method teachers use to educate, guide, and treat children in school. Character formation in children is a crucial stage in their growth and development, involving various aspects such as thinking, moral knowledge, feelings, and moral behavior. Early childhood is a period where individuals undergo rapid growth and development. During this phase, children's brains absorb and assimilate various information without differentiating between right and wrong. It is during this period that children's physical, mental, and spiritual development begins to take shape. The purpose of this study is to examine the parenting styles applied by teachers in shaping the character of early childhood students. This research employs a descriptive qualitative method through a literature review. The results of the study indicate that a democratic parenting style is considered the most effective in fostering independence, responsibility, and initiative in children. It is important to note that synergy between teachers, parents, and a conducive learning environment plays a crucial role in optimizing the character development of early childhood students. Keywords: parenting; teacher; child character; synergyAbstrakPola asuh guru adalah cara atau gaya guru dalam mendidik, membimbing, dan memperlakukan anak di sekolah. Pembentukan karakter anak merupakan tahapan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, hal ini juga penting untuk pembentukan karakter anak dan melibatkan berbagai aspek antara lain pemikiran, pengetahuan moral, perasaan dan berperilaku bermoral. Anak usia dini merupakan individu yang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Pada usia tersebut, otak anak mampu menerima dan mengasimilasi berbagai informasi tanpa menilai mana yang benar atau salah. Inilah saat di mana perkembangan fisik, mental, dan spiritual anak mulai terbentuk.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola asuh yang diterapkan oleh guru dalam pembentukan karakter anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah pola asuh demokratis dianggap paling efektif dalam membentuk karakter anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan inisiatif. Hal yang perlu diperhatikan bahwa adanya sinergi antara guru dan orang tua serta lingkungan belajar yang kondusif memainkan peran penting dalam optimalisasi perkembangan karakter anak usia dini.Kata Kunci: pola asuh; guru; karakter anak; sinergi
Pengaruh Gerak dan Lagu Aku Tresno Yesus Pada Kecerdasan Anak Sekolah Minggu di GBI Apostolic Center Papua: Kajian Interaktif Prasetya, Didimus Sutanto B.; S, Dewi Lidya
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i2.533

Abstract

Improving learning in Sunday school at the GBI Apostolic Center is hampered by limited methods, such as storytelling, question and answer activities, discussions and lectures, as well as limited media and teaching tools such as story books, hand puppets, simple musical instruments and television. Holistic intelligence, namely complete intelligence including intellectual intelligence (IQ), emotional intelligence (EQ), and spiritual intelligence (SQ), is intelligence that every child must have. This intelligence can be stimulated through choreographed movements and songs. This research aims to find and explain the impact of the movement and song Aku Tresno Jesus in stimulating the holistic intelligence of Sunday school children at the GBI Apostolic Center Papua. The research method uses interactive qualitative research with a case study approach. As a result, the use of movement and the song Aku Tresno Jesus can improve children's holistic intelligence. The resulting intellectual intelligence includes kinesthetic, linguistic, musical, intrapersonal and interpersonal. Emotional intelligence is related to children's ability to recognize and manage emotions, enrich their understanding of themselves and others, and foster empathy towards others. The resulting spiritual intelligence is having a relationship and deep love with God.Keywords: Holistic Intelligence; Choreography; Children's SongsAbstrakPeningkatan pembelajaran di sekolah minggu GBI Apostolic Center terkendala pada metode yang terbatas, seperti kegiatan bercerita, tanya jawab, diskusi, dan ceramah, serta keterbatasan media dan alat pengajaran seperti buku cerita, boneka tangan, alat musik sederhana, dan televisi. Kecerdasan holistik yaitu kecerdasan utuh meliputi kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosi (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) merupakan kecerdasan yang harus dimiliki oleh setiap anak. Kecerdasan ini dapat distimulasi melalui koreografi gerak dan lagu. Penelitian ini bertujuan menemukan dan menjelaskan tentang dampak gerak dan lagu Aku Tresno Yesus dalam menstimulasi kecerdasan holistik anak sekolah minggu di GBI Apostolic Center Papua. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif interaktif dengan pendekatan studi kasus. Hasilnya, penggunaan gerak dan lagu Aku Tresno Yesus dapat meningkatkan kecerdasan holistik anak. Kecerdasan intelektual yang dihasilkan meliputi kinestetik, linguistic, musical, intrapersonal, dan interpersonal. Kecerdasan emosional terkait dengan kemampuan anak mengenali dan mengelola emosi, memperkaya pemahaman diri dan orang lain, serta menumbuhkan empati terhadap sesama. Kecerdasan spiritual yang dihasilkan adalah memiliki hubungan dan adanya kecintaan yang mendalam dengan Tuhan.Kata Kunci: Kecerdasan Holistik; Koreografi; Lagu Anak
Bercerita Sebagai Jembatan: Membangun Pemahaman Rohani Pada Anak Sejak Dini Boiliu, M.Pd., Fredik Melkias; Silaban, Berton
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.586

Abstract

A child's lack of understanding of God's Word can hinder their spiritual development. This is due to the use of inappropriate methods in conveying God's Word to children. Understanding God's Word is a crucial aspect in shaping children's knowledge and attitudes. This study aims to explore storytelling as an effective tool to enhance the understanding of God's Word and foster spiritual growth. It also emphasizes the important role of teachers in guiding and directing children to connect spiritual lessons with everyday experiences, thereby strengthening the relationship between daily life and Christian values. The study employs a descriptive qualitative method with a literature review approach to understand the impact of storytelling on children's spiritual development. The results of this research demonstrate that the use of storytelling is highly effective in reinforcing the understanding of God's Word and nurturing children's spiritual dimensions. Moreover, engaging biblical narratives and the selection of stories relevant to the child’s developmental stage make it easier for them to grasp spiritual concepts and religious values. Consequently, the interaction between teachers and children during storytelling creates space for deep discussions and questions, enriching their understanding of the spiritual meanings embedded in the stories. Thus, it can be concluded that storytelling is an effective approach to enhancing children's understanding of God's Word and fostering their spiritual growth from an early age. Keywords: storytelling method; understanding God's Word; spiritual growthAbstrak       Kurangnya pemahaman anak terhadap firman Tuhan dapat menghambat perkembangan kerohaniannya. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode yang tidak tepat dalam menyampaikan firman Tuhan kepada anak. Pemahaman firman Tuhan merupakan aspek penting dalam membangun pengetahuan dan sikap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode bercerita sebagai alat yang efektif untuk meningkatkan pemahaman firman Tuhan dan pengembangan kerohanian. Penelitian ini juga akan menekankan pentingnya peran guru dalam membimbing, mengarahkan anak untuk menghubungkan pelajaran rohani dengan pengalaman sehari-hari, sehingga memperkuat hubungan antara kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka untuk memahami dampak metode bercerita pada perkembangan spiritual anak-anak. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan metode bercerita sangat efektif dalam memperkuat pemahaman firman Tuhan dan mengembangkan dimensi spiritual anak. Selain itu, narasi firman Tuhan yang menarik dan pemilihan cerita-cerita yang relevan dengan tahap perkembangan anak, maka lebih mudah memahami konsep-konsep spiritual dan nilai-nilai agama. Untuk itu, interaksi antara guru dan anak-anak selama proses bercerita menciptakan ruang bagi diskusi dan pertanyaan yang mendalam, memperdalam pemahaman akan makna-makna spiritual yang terkandung dalam cerita-cerita tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode bercerita adalah pendekatan yang efektif dalam meningkatkan pemahaman Firman Tuhan dan kualitas kerohanian bagi anak sejak diniKata Kunci: metode bercerita; pemahaman firman tuhan; pertumbuhan kerohanian
Pendekatan Alkitabiah dalam Membantu Anak Usia 2-5 Tahun Mengembangkan Kemampuan Berbicara Duha, Sang Putra Immanuel; Tulus, Jekson; Marpaung, Nona Beta; Hendi, Hendi; Marlianus, David
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i2.536

Abstract

Speech delays in children aged 2-5 years are a common problem that hinders their language development. In this context, a Biblical approach can be a valuable source of guidance for parents and educators in helping children aged 2-5 years develop their speaking skills. However, there has not been much literature review regarding the use of a Biblical approach in this context. This literature review aims to explore the use of a Biblical approach in helping children aged 2-5 years develop their speaking skills. The objectives of this research include identifying relevant Biblical principles, developing methods for Biblical approaches, and evaluating the results achieved through the application of these methods. The research approach method uses a qualitative approach by examining relevant Biblical principles through a Biblical text approach, consulting with theologians through literature study and research from related journals. Based on these principles, a Biblical approach method was developed, including the use of Bible stories, spiritual songs, prayers, and positive affirmations in children's daily activities. In the end, the results of applying this Biblical approach showed positive results in developing the speaking abilities of children aged 2-5 years. Children show improved speaking ability through recognizing words from Bible stories, using hymns to practice language skills, and using prayers involving simple words and phrases. Apart from that, positive affirmations based on Bible teachings also help build children's confidence in communicating.Keywords: Biblical Approach; Children 2-5 years; Speaking ability.AbstrakKeterlambatan bicara pada anak usia 2-5 tahun merupakan masalah umum yang menghambat perkembangan bahasa mereka. Dalam konteks ini, pendekatan Alkitabiah dapat menjadi sumber bimbingan yang berharga bagi orang tua dan pendidik dalam membantu anak-anak usia 2-5 tahun mengembangkan kemampuan berbicara mereka. Namun, tinjauan literatur terkait penggunaan pendekatan Alkitabiah dalam konteks ini belum banyak dilakukan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan pendekatan Alkitabiah dalam membantu anak usia 2-5 tahun mengembangkan kemampuan berbicara mereka. Tujuan penelitian ini mencakup identifikasi prinsip-prinsip Alkitab yang relevan, pengembangan metode pendekatan Alkitabiah, dan evaluasi hasil yang dicapai melalui penerapan metode tersebut. Adapun metode pendekatan pada penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan meneliti prinsip-prinsip Alkitab yang relevan melalui pendekatan teks Alkitab, konsultasi dengan ahli teologi melalui studi kepustakaan dan penelitian dari jurnal yang terkait. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, metode pendekatan Alkitabiah dikembangkan, termasuk penggunaan cerita-cerita Alkitab, lagu-lagu rohani, doa, dan afirmasi positif dalam kegiatan sehari-hari anak-anak. Pada akhirnya hasil dari penerapan pendekatan Alkitabiah ini menunjukkan hasil yang positif dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak usia 2-5 tahun. Anak-anak menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara melalui pengenalan kata-kata dari cerita-cerita Alkitab, penggunaan lagu-lagu rohani untuk melatih kemampuan bahasa, dan penggunaan doa yang melibatkan kata-kata dan frasa-frasa sederhana. Selain itu, afirmasi positif berdasarkan ajaran Alkitab juga membantu membangun kepercayaan diri anak-anak dalam berkomunikasi.Kata Kunci: Pendekatan Alkitabiah; Anak 2-5 tahun; Kemampuan berbicara.
Fungsi Kontrol Keluarga Kristen dan Pembentukan Karakter Anak Generasi Alpha: Sebuah Studi Kasus di GKI EL-ROI Sentani Pattipeiluhu, Krislina; Tasijawa, Riski
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v3i1.589

Abstract

This study aims to explore the control functions within Christian families at the GKI El Roi Church in Sentani, Papua, in shaping the character of Generation Alpha children. Using a qualitative descriptive method, the research identifies four main functions: religious, affection, supervision, and social-educational. Data were collected through interviews and observations of 25 families with Generation Alpha children, and analyzed through transcript data, data reduction, and presentation to draw conclusions. The findings show that the religious function is well-implemented, shaping children's morals and spirituality from an early age. However, the affection function is not fully optimized due to parents' time constraints and family environment influences. Supervision within the community is adequate, but control over gadget use remains insufficient. Meanwhile, the social and educational functions are carried out effectively. Optimization of the control function is necessary to shape children's character according to parental expectations. Better supervision of gadget use would also reduce children's dependency and promote healthier interactions. In conclusion, a holistic approach to the control function in Christian families at GKI El Roi is essential to shaping strong and wise children capable of facing the challenges of the digital era. Keywords: control function; Christian family; character; Generation Alpha; GKI El-Roi SentaniAbstrakPenelitian ini bertujuan mengeksplorasi fungsi kontrol dalam keluarga Kristen di Jemaat GKI El Roi Sentani, Papua, dalam membentuk karakter anak Generasi Alpha. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi empat fungsi utama: keagamaan, cinta kasih, pengawasan, serta sosial dan pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap 25 keluarga yang memiliki anak Generasi Alpha, lalu dianalisis melalui transkrip data, reduksi data, dan penyajian hingga mencapai kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi keagamaan diterapkan dengan baik, membentuk moral dan spiritual anak sejak dini. Namun, fungsi cinta kasih belum maksimal karena keterbatasan waktu orang tua dan pengaruh lingkungan keluarga. Pengawasan di lingkungan berjalan cukup baik, namun kontrol penggunaan gadget masih kurang optimal. Sementara itu, fungsi sosial dan pendidikan dilaksanakan dengan baik. Optimalisasi fungsi kontrol diperlukan agar karakter anak terbentuk sesuai harapan orang tua. Pengawasan lebih baik terhadap penggunaan gadget juga akan mengurangi ketergantungan anak dan mendorong interaksi yang lebih sehat. Kesimpulannya, pendekatan holistik dalam fungsi kontrol keluarga Kristen di Jemaat GKI El Roi diperlukan untuk membentuk karakter anak yang kuat dan bijaksana dalam menghadapi tantangan era digital.Kata Kunci: fungsi kontrol; keluarga kristen; karakter; generasi alpha; GKI El-Roi Sentani

Page 2 of 4 | Total Record : 36