Nasuwakes : Jurnal Kesehatan Ilmiah
Journal Nasuwakes was created and developed by Health Polytechnic of the Ministry of Health of Aceh. This journal is published regularly 2 times a year in May and November which publishes research articles in the field of health in general. Articles submitted will be selected by editors and bestari partners. Nasuwakes in its next publication will receive all research articles, reviews, and case studies in the field of health science.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 17 No. 1 (2024): April"
:
10 Documents
clear
Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Berhubungan Dengan Status Gizi Bayi
Ismi, Cut Tasya;
Kartinazahri, Kartinazahri;
A Manaf, Salmiani
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 17 No. 1 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/nasuwakes.v17i1.458
Balita yang mengalami gizi sangat kurang di Aceh sebanyak 2.8% dan gizi kurang sebanyak 11.2%. Gangguan pertumbuhan bayi dan anak yang berumur 6-24 bulan di Indonesia disebabkan masih rendahnya mutu Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), yang meliputi terlalu dini umur bayi untuk pertama kali mendapatkan MP-ASI menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan gizi kurang. MP-ASI yang diberikan terlalu awal menyebabkan meningkatnya risiko terjadi diare dan infeksi saluran pencernaan sehingga menyebabkan keterlambatan pertumbuhan pada anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan umur pemberian MP-ASI dengan status gizi anak usia 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara. Desain yang dipakai dalam penelitian ini adalah crossectional, dengan sampel ibu-ibu yang memiliki bayi umur 6-12 bulan berjumlah 73 orang, dan merupakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan fisik berupa penimbangan berat badan. Data dianalisa menggunakan uji chi-square. Penelitian ini menghasilkan bahwa persentase status gizi buruk berjumlah 9,6% dan gizi kurang berjumlah 13,7%. Persentase diberikan MP-ASI yang pertama pada kategori umur kurang 6 bulan adalah 68,5%. Penelitian ini membuktikan bahwa Ada hubungan umur pertama kali diberikan MP-ASI dengan status gizi bayi umur 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara dengan p-value = 0,011. Penelitian ini menyimpulkan bahwa umur pemberian MP-ASI berhubungan dengan status gizi bayi yang berumur 6-12 bulan. Ibu-ibu diharapkan agar memberikan MP-ASI pada bayi sesuai rekomendasi yaitu umur lebih dari 6 bulan, sementara bayi umur 0-6 bulan yang hanya diberikan ASI saja..
Dinamika Sosial Budaya Terhadap Pengobatan Tradisional
Erin;
Riansyah, Ferdi;
Putra, Eridha;
Halizasia, Gadis
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 17 No. 1 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/nasuwakes.v17i1.504
Jurnal ini membahas dinamika sosial budaya yang terkait dengan praktik pengobatan tradisional melalui pendekatan sosioantropologi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana faktor-faktor sosial dan budaya memengaruhi penggunaan pengobatan tradisional dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis konten terhadap narasi-narasi lokal terkait praktik pengobatan tradisional.Hasil penelitian menggambarkan kompleksitas dinamika sosial budaya yang membentuk praktik pengobatan tradisional. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian observational yang bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Pemilihan responden dilakukan secara non random sampling dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 1G8 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar multiple choice dengan enam kategori pertanyaan. Gambaran penggunaan obat tradisional yang diperoleh, yaitu jenis obat tradisional yang digunakan masyarakat adalah jamu (52,38%), dengan alasan masyarakat menggunakan obat tradisional karena terbuat dari bahan alami (37,50%) dan sumber informasi yang didapat yaitu dari media cetak atau elektronik (47,G2%),tempat memperoleh obat tradisional dari apotek (G4,29%), jenis penyakit yang paling banyak diderita ialah masuk angin (37,50%) dan bentuk sediaan yang banyak digunakan ialah cairan (92,8G%).
Pengobatan Tradisional Menggunakan Media Daun Sirih
Rama, Rama Mutiara
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 17 No. 1 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/nasuwakes.v17i1.524
Pengobatan Tradisional menggunakan media daun sirih merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Madura. Salah satu tradisi yang masih dilakukan masyarakat Madura di Desa Wajok Hilir adalah pengobatan tradisional dengan menggunakan daun sirih atau dalam kalangan Madura disebut pengobatan tradisional asempur. Akar permasalahan dalam penelitian ini, masih banyak tradisi pengobatan tradisional tersebut yang digunakan oleh masyarakat Madura akan tetapi terdapat kurang pengetahuan generasi saat ini akan makna simbolik yang terkandung dalam pengobatan tradisional tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional menggunakan daun sirih sudah ada sejak lama di Mustakim, Arkanudin , Pabali Musa. Pengobatan Tradisional Menggunakan Media Daun Sirih pada Etnis Madura di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah 11 pulau Madura Jawa Timur. Asal usul pengobatan tradisional ini bermula dari kisah nabi Musa AS yang menderita penyakit begitu lama sehingga mendapatkan petunjuk dari Allah SWT untuk mengobati penyakitnya dengan menggunakan daun sirih yang mempunyai makna yang terkandung didalamnya. Faktor-faktor masyarakat Madura menggunakan pengobatan tradisional daun sirih antara lain faktor ekonomi, faktor waktu, dan faktor praktis.
Pemberian Obat Cacing Rutin Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Anak Usia 4-5 Tahun
Besmi, Besmi Sutira
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 17 No. 1 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/nasuwakes.v17i1.530
Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pemberian obat cacing sebagai strategi pencegahan stunting pada kelompok usia tersebut. Metode pengabdian ini melalui pendekatan proaktif, fokus pada pengaruh positif obat cacing terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Pengabdian masyarakat dilakukan di PAUD Walisongo dengan memberikan obat cacing setiap 6 bulan, melibatkan 15 anak sebagai peserta. Kegiatan pada Agustus 2023 sukses, semua anak menerima obat cacing, mencerminkan kelancaran program. Hasil pengukuran tinggi badan menunjukkan semua anak berada dalam kategori normal. Keberhasilan pengabdian masyarakat ini menjadi dasar untuk meluaskan program ke lingkungan sekolah dan komunitas lebih luas, menciptakan dampak positif dalam pencegahan stunting secara menyeluruh. Langkah-langkah ini, jika diteruskan, dapat menjadi model efektif untuk upaya pencegahan stunting di berbagai konteks masyarakat.
Hubungan Mengkonsumsi Makanan Kariogenik Dengan Status Karies Gigi Pada Siswa SMP Negeri 1 Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar
Andriani, Andriani;
Keumala, Cut Ratna;
Mardelita, Sisca
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 17 No. 1 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/nasuwakes.v17i1.547
renik dalam suatu karbohidrat yang diragikan. Faktor penyebab terjadinya karies gigi salah satunya adalah makanan kariogenik. Data awal pemeriksaan yang dilakukan pada 15 siswa di SMP Negeri 1 Peukan Bada menunjukkan status karies gigi dengan rata-rata DMF-T sebesar 3,6 pada kategori sedang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mengkonsumsi makanan kariogenik dengan status karies gigi pada siswa SMP Negeri 1 Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 600 siswa. Sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan rumus slovin dengan metode random sampling yaitu 86 siswa. Pengumpulan data dengan cara pemeriksaan karies gigi dan angket. Analisa ini di uji secara statistik menggunakan program SPSS dengan uji Chi- Square, α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang mengkonsumsi makanan kariogenik rata-rata pada kategori sedang yaitu 43 orang (50%). Status karies gigi dengan nilai rata-rata 3,1 (kategori sedang). Hasil analisis data menunjukkan nilai p-value = 0.001 < α = 0.05 sehingga adanya hubungan antara mengkonsumsi makanan kariogenik dengan status karies gigi pada siswa SMP Negeri 1 Peukan Bada. Disarankan kepada siswa agar lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan setelah mengkonsumsi makanan ada baiknya berkumur-kumur dan menyikat gigi teratur dua kali sehari. Dalam hal ini juga dibutuhkan bantuan dari orang tua dan guru
Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Boneka Tangan Terhadap Tingkat Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Murid MIN 8 Aceh Tengah Tahun 2023
Suryani, Linda;
Mardelita, Sisca;
Keumala, Cut Ratna;
Andriani, Andriani;
Liana, Intan;
Nur, Arnela
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 17 No. 1 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/nasuwakes.v17i1.548
Pengetahuan yang kurang mengenai kebersihan gigi dan mulut salah satu penyebab mengabaikan masalah kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus sebab pada usia ini anak sedang menjalani proses tumbuh kembang. Melalui program penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut salah satu cara dengan memberikan penyuluhan kesehatan dengan metode cerita boneka tangan pada pada murid. Berdasarkan pemeriksaan awal status kebersihan gigi dan mulut pada 10 murid MIN 8 Aceh Tengah diperoleh hasil 7 anak dengan kriteria sedang dengan rata-rata 2,3 dan 3 orang diantaranya dengan kriteria buruk dengan rata-rata 4,06.Penelitian ini bersifat analitik dengan desain one group pretest-postest design. Penentuan sampel dalam penelitian menggunakan teknik sampel jenuh berjumlah 30 murid. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembaran kuesioner Pretest dan posttest.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan murid sebelum (pretes) adalah 11,64 dan setelah (postest) diberikan penyuluhan adalah 8,50, nilai selisihnya 3,14 dengan nilai p value 0,000.Disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan dengan boneka tangan. Disarankan kepada guru dapat menggunakan metode penyuluhan dengan boneka tangan dalam proses belajar mengajar untuk dapat meningkatkan pengetahuan murid. Diharapkan kepada murid dengan adanya penyampaian materi kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat diterapkan dalam keseharian
Hubungan Peran Orang Tua Dalam UKGS Dengan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Siswa Kelas V MIN 5 Kota Banda Aceh
Lestari, Ramaika;
Wilis, Ratna;
Nurhayati, Nurhayati
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 17 No. 1 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/nasuwakes.v17i1.549
Peran orang tua dalam UKGS mempunyai pengaruh terhadap tingkat kebersihan gigi dan mulut pada anak, karena orang tua merupakan sosok yang mampu memahami dan dapat memberikan pemahaman dalam menjaga dan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan status kebersihan gigi dan mulut pada anak kelas V di MIN 5 Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada tanggal 25 s/d 28 Januari 2023. Pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling proporsional yaitu 60 responden. Analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square dengan nilai <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 responden, sebanyak 38 responden (63,3%) mempunyai peran orang tua dalam kategori kurang baik dengan status kebersihan gigi dan mulut dalam kategori sedang sebanyak 28 responden (46,7). Sehingga diperoleh (P value 0,002). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara peran orang tua dalam UKGS dengan status kebersihan mulut anak. Disarankan kepada orang tua siswa, agar meningkatkan perhatiannya dalam mencegah status kebersihan gigi dan mulut yang buruk, memberikan kebutuhan dalam hal kesehatan gigi dan mulut seperti menyediakan sikat gigi, pasta gigi dan mengajari anak cara menyikat gigi yang benar dan benar. benar.
Prototype Sistem Informasi Penelusan Lulusan (Tracer Study) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
Nindia, Yuni;
Darmiati, Darmiati;
Aditama, Wiwit
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 17 No. 1 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/nasuwakes.v17i1.556
Pengaruh Alumni sangat penting bagi institusi karena hubungan yang dibina secara profesional dan personal dapat membuka berbagai kesempatan untuk menjalin hubungan dengan Pemerintah Daerah, perusahaan, yayasan dan juga prospek-prospek besar lainnya. Secara tidak langsung anggota perkumpulan alumni dari suatu institusi pendidikan dapat memberikan pengalaman dan keahlian mereka untuk meningkatkan dan mengarahkan strategi (Renstra) institusinya. Jurusan Kesehatan Lingkungan perlu melakukan penelusuran lulusan (Tracer Study), ini salah satu hal strategis yang harus dilakukan oleh setiap institusi pendidikan. Tujuan penelitian untuk menghasilkan prototype Sistem Informasi Penelusan Lulusan (Tracer Study) Pada Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan judul Prototype Sistem Informasi Penelusuran Lulusan (Tracer Study) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh. Lokasi penelitian dilakukan Jurusan Kesehatan Lingkungan pada prodi D-IV dan D-III. ada tampilan ini berisi tampilan awal dari user desain interface. nama website, Home, Input Data Alumni, Data Alumni yang di dalamnya, Gallery, Search,Register dan login yang menjadi awal tampilan dari website tracer study alumni Jurusan Kesehatan Lingkungan juga ada tampilan untuk lowongan pekerjaan,sekilas tentang tracer study.
Hubungan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Penyakit Periodontitis Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat
Andriana, Rina;
Reca, Reca;
Aja Nurasikin, Cut
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 17 No. 1 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/nasuwakes.v17i1.557
Penderita Diabetes Mellitus mempunyai perilaku yang buruk terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulutnya disebabkan sering mengalami kegoyangan gigi dan gusi berdarah saat menggosok gigi, dan kurang kesadaran dalam merawat kebersihan gigi dan mulutnya. Periodontitis merupakan komplikasi tertinggi di berbagai macam komplikasi oral pada penderita diabetes mellitus mencapai 75%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan penyakit periodontitis pada pasien diabetes mellitus di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Tahun 2023. Jenis metode penelitian analitik, dilaksanakan pada tanggal 11- 26 April 2023 di Aceh Barat. Sampel 70 orang pasien diabetes mellitus, dengan metode wawancara dan pemeriksaan melihat ada tidaknya penyakit periodontitis. Menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian 70 responden pasien Diabetes mellitus memiliki tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kategori baik dengan tidak ada mengalami penyakit periodontitis berjumlah 17 orang (65,4%). Sedangkan responden penderita diabetes mellitus yang memiliki tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik dengan mengalami penyakit periodontitis berjumlah 33 orang (75%). Berdasarkan hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan antara tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan penyakit periodontitis pada penderita diabetes mellitus (P= 0,002). Kesimpulan ada hubungan antara tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan penyakit periodontitis pada pasien diabetes mellitus Aceh Barat. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk lebih sering memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada pasien diabetes mellitus dan menyikat gigi 2 kali sehari pagi setelah makan dan malam sebelum tidur, serta melakukan pemeriksaan gigi 2 kali dalam setahun.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Desa Lambaro Neujid Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar
Wahyuni, Srie;
Erna, Erna;
Nurhaliza, Nurhaliza
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 17 No. 1 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/nasuwakes.v17i1.558
Pengetahuan adalah hasil dari tahu, dan itu terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu, Perilaku Hidup bersih dan sehat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku agar dapat menerapkan cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara, meningkatkan kesehatan, mencegah risiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit khususnya penyakit infeksi serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di lingkungan masyarakat. Penelitian ini memiliki pendekatan Deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lambaro Neujid Kecamatan Peukan Bada kabupaten Aceh Besar dengan jumlah sampel Adapun sebanyak 206 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan p value = 0.000. Diharapkan tenaga Kesehatan dapat memotivasi masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS.