cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
TERPAAN WESTERNISASI TERHADAP GAYA HIDUP ISLAMI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA Muhammad Zaki Arrafi; Indriani Frasiska; Rany Masiytah Ujung; Irfan Arya Hasibuan; Suci Ihwatul Hasanah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i2.10856

Abstract

Westernisasi telah menjadi fenomena signifikan yang memengaruhi generasi Z, terutama mahasiswa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak budaya Barat terhadap nilai-nilai Islam dan budaya lokal mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi respons mahasiswa terhadap westernisasi, dengan fokus pada religiusitas, penggunaan media sosial, dan konsumsi budaya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat religiusitas yang lebih tinggi lebih selektif dalam mengadopsi elemen budaya Barat, sehingga dapat mempertahankan identitas lokal mereka. Media sosial diidentifikasi sebagai saluran utama paparan budaya Barat, yang memengaruhi gaya hidup, preferensi berpakaian, dan pola konsumsi. Penelitian ini menyoroti dampak ganda westernisasi: di satu sisi, mendorong kreativitas dan akses inovasi global, namun di sisi lain, menantang pelestarian budaya lokal dan nilai-nilai Islam. Studi ini merekomendasikan integrasi pendidikan agama dalam kurikulum akademik, penguatan dukungan komunitas dan keluarga, serta pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan nilai-nilai Islam dan lokal secara kreatif. Strategi ini bertujuan memberdayakan generasi Z untuk menghadapi modernisasi tanpa kehilangan identitas budaya dan agama mereka. Westernization has emerged as a significant phenomenon influencing Generation Z, particularly university students in Indonesia. This study aims to examine the impact of Western culture on the Islamic and local values of students at Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). A qualitative approach with a descriptive method was employed to explore students' responses to Westernization, focusing on religiosity, social media usage, and cultural consumption. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. The findings reveal that students with higher religiosity levels demonstrate greater selectivity in adopting Western cultural elements, effectively maintaining their local identity. Social media is identified as the primary channel for exposure to Western culture, affecting lifestyle, clothing preferences, and consumption patterns. This research highlights the dual impact of Westernization: while it fosters creativity and access to global innovation, it also poses challenges to preserving local culture and Islamic values. The study recommends integrating religious education into academic curricula, fostering community and family support, and leveraging social media for promoting Islamic and local values creatively. These strategies aim to empower Generation Z to navigate modernization while retaining their cultural and religious identity.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS GENERASI MUDA Agustinus Dawa; Yulius katoda
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.10880

Abstract

Media sosial sudah menjadi bagian yang memang tidak bisa di pisahkan di dalam kehidupan generasi di era digital. Dengan penelitian ini untuk bertujuan menganalisis peran sosial media di dalam membentuk identitas generasi muda, untuk mencakup berbagai dampak positif ataupun negatif. Dengan hal penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial sangat memberikan ruang semua generasi muda untuk berekspresi, dengan membangun berbagai hubungan sosial, dengan mengakses informasi ataupun tren di berbagai global yang dapat mempengaruhi berbagai pandangan hidup mereka. Tetapi namun, sangat bergantungan terhadap media sosial yang sangat dapat menimbulkan berbagai tekanan dengan sosial, dengan Krisis identitas, ganguan berbagai kesehatan mental semua orang. Maka karena dengan itu, maka di perlukan berbagai manfaat media sosial dengan secara bijak, dengan pengawasan dan supor di keluarga dengan pendidikan, dengan untuk menstabilkan dampak positif dengan menimalkan dampak negatif.
10 TAHUN FESTIVAL KOMUKINO JATENG BUNGAH SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DALAM MELESTARIKAN WARISAN BUDAYA BATIK BERSAMA “ KATUN UNGU “ KAWULA TUNARUNGU Vega Febriano
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.10886

Abstract

Festival Komukino Jateng Bungah telah mencapai dekade pertamanya sebagai salah satu media komunikasi yang efektif dalam melestarikan warisan budaya batik di Jawa Tengah. Selama sepuluh tahun terakhir, festival ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya warisan budaya di Indonesia. Campaign kain tradisional batik bersama paguyupan “Katun Ungu” Kawula Tunarungu dimana melibatkan komunitas tunarungu, dalam berbagai kegiatan kreatif dan edukatif. Melalui kolaborasi ini, festivak batik Katun Ungu ini bertujuan untuk memberikan ruang inklusif bagi semua lapisan masyarakat, sekaligus mendorong keberlanjutan budaya batik dengan pendekatan yang inovatif dan adaptif. Bersama paguyupan Katun Ungu ini sebagai media komunikasi yang menginspirasi dan memberdayakan komunitas lokal dalam melestarikan warisan budaya dan menciptakan ruang yang inklusif serta memberdayakan bagi semua kalangan masyarakat terutama generasi muda saat ini, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran. Dalam festival kain tradisional batik ini berbagai kegiatan seperti workshop membatik, pameran jembreng kain, praktik berbusana batik, dan juga pameran hasil karya dari Katun Ungu itu sendiri. Dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan untuk memperkenalkan dan mempromosikan batik, festival batik Katun Ungu ini berhasil menginspirasi dan memberdayakan masyarakat untuk terus menghargai dan melestarikan warisan budaya batik.
ANALISA PENDEKATAN TRIPLE HELIX DALAM PENGENDALIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DAMPAK LIMBAH PABRIK GULA TJOEKIR DI KABUPATEN JOMBANG Mochamad Rifaldi Farhan Fadeli
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.10908

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan kerusakan lingkungan akibat limbah Pabrik Gula Tjoekir di Kabupaten Jombang, yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pendekatan Triple Helix dalam pengendalian dampak limbah, melibatkan peran pemerintah, industri, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara ketiga aktor sangat penting untuk menciptakan solusi yang efektif. Pemerintah, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), berperan sebagai pengatur dan fasilitator, memastikan kepentingan masyarakat dan industri terakomodasi. Perusahaan diharapkan lebih transparan dalam pengelolaan limbah, sementara masyarakat perlu dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan untuk meningkatkan rasa memiliki dan partisipasi. Namun, terdapat faktor penghambat yang signifikan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat yang disebabkan oleh kurangnya komunikasi dan forum diskusi yang memadai. Selain itu, sumber daya DLH yang terbatas menghambat efektivitas pengawasan dan edukasi kepada masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan interaksi antara pabrik, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang baik.
PENGARUH ETIKA ADMINISTRASI PUBLIK TERHADAP KUALITAS PELAYANAN APARATUR NEGARA Ineke Adiva Prita Ramadania; Hayat
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.10919

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan harapan peneliti dapat mempelajari dan menjelaskan masalah etika yang dihadapi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam upaya mewujudkan tata kelola yang baik. Etika administrasi merupakan peran penting dalam menjalankan sebuah kebijakan publik baik pelayanan publik maupun tugas wewenang dari Aparatur Sipil Negara. Salah satu masalah dalam administrasi publik yang belum teratasi adalah adanya penyimpangan etika, yang menyebabkan masyarakat meragukan kemampuan pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas. Menghadapi situasi ini, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi sangat penting. Keluhan masyarakat mengenai berbagai masalah dalam pelayanan publik, seperti praktik pungutan liar (pungli) dan ketidakmerataan layanan, menunjukkan bahwa upaya mencapai good governance masih jauh dari optimal serta terhadap kualitas pelayan publik. Pelanggaran etika pemerintahan tidak hanya terjadi di tingkat pemerintah pusat, tetapi juga merambah ke tingkat pemerintahan daerah, termasuk di tingkat desa. Sejak diberlakukannya UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat adanya peningkatan yang signifikan dalam kasus korupsi di desa-desa. Pada tahun 2020, tercatat 129 kasus dengan 172 tersangka.
TRANSFORMASI DIGITAL UMKM: MENGGALI PELUANG DAN TANTANGAN ERA ONLINE SHOP DI INDONESIA Bahrun Ario Johan; Vita Lukviana Wati
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.10947

Abstract

Artikel ini membahas tentang transformasi digital umkm: menggali peluang dan tantangan era online shop di indonesi. Transformasi digital menjadi elemen strategis bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam merespons perkembangan pesat era digital dan online shop di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM serta tantangan yang harus diatasi dalam proses transformasi digital. Dengan menggunakan metode tinjauan pustaka yang berfokus pada literatur dan penelitian terdahulu, artikel ini mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mendukung keberhasilan transformasi digital, termasuk adopsi teknologi, penguatan literasi digital, dan optimalisasi pemasaran melalui platform online. Di sisi lain, artikel ini juga menyoroti kendala signifikan yang dihadapi UMKM, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, dan akses pendanaan yang terbatas. Pembahasan menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi digital UMKM tidak hanya bergantung pada kesiapan internal pelaku usaha, tetapi juga pada dukungan kebijakan pemerintah, penyediaan infrastruktur digital yang memadai, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Rekomendasi praktis diberikan untuk mendorong keberlanjutan digitalisasi UMKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
MELEMAHNYA BUDAYA TATAKRAMA DI DESA: KAJIAN SOSIAL DAN KULTURAL Andrean Prayoga
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.10949

Abstract

Budaya tatakrama telah lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat di desa-desa Indonesia, mengatur hubungan antarindividu dan mencerminkan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, budaya tatakrama di desa mulai menunjukkan tanda-tanda melemah akibat modernisasi, globalisasi, dan perubahan sosial. Teknologi informasi seperti media sosial memperkenalkan nilai-nilai asing yang sering kali bertentangan dengan nilai-nilai lokal, menyebabkan sikap individualisme, kurangnya rasa hormat, dan konflik antar generasi. Selain itu, peran lembaga adat, tokoh masyarakat, dan pendidikan formal yang minim menguatkan pergeseran nilai-nilai tradisional, semakin mempercepat erosi budaya tatakrama. Dampaknya tidak hanya terasa dalam hubungan sosial, tetapi juga pada stabilitas sosial, hilangnya solidaritas, dan identitas budaya lokal yang perlahan memudar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab utama melemahnya budaya tatakrama di desa dari perspektif sosial dan kultural. Kajian ini akan mengeksplorasi bagaimana modernisasi, globalisasi, dan perubahan sosial mempengaruhi nilai-nilai tatakrama, serta bagaimana generasi muda dan institusi lokal berkontribusi dalam pelestarian atau pergeseran budaya tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan studi kasus, melalui observasi, wawancara, dan diskusi kelompok untuk mengungkap makna dan pengalaman masyarakat desa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang perubahan budaya tatakrama, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis seperti revitalisasi tradisi lokal, pendidikan berbasis nilai-nilai lokal, serta peran keluarga untuk menjaga dan menghidupkan kembali budaya tatakrama di tengah tantangan modernisasi. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menjadi bahan refleksi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam melestarikan nilai luhur yang menjadi kekayaan bangsa, memperkuat identitas budaya, serta menciptakan harmoni sosial di desa-desa yang tengah menghadapi perubahan zaman.
DAMPAK SOSIALISASI KULIAH TERHADAP ANAK SMA Fitri Andini Damayanti
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.10951

Abstract

Artikel ini membahas dampak sosialisasi perkuliahan terhadap siswa SMA Islam YAKIN Tutur. Sosialisasi merupakan proses pembelajaran norma, nilai, dan kebiasaan dalam masyarakat yang penting untuk membantu individu menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan struktur sosial. Kuliah dianggap sebagai fase penting setelah menyelesaikan pendidikan di SMA, memberikan peluang bagi siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam. Melalui penelitian kualitatif dengan metode wawancara, ditemukan bahwa sosialisasi kuliah memberikan manfaat signifikan bagi siswa, membantu mereka dalam menentukan langkah setelah lulus dari SMA. Hasil wawancara menunjukkan bahwa banyak siswa merasa terbantu dengan informasi mengenai cara mendaftar, biaya, dan peluang karier setelah kuliah. Namun, terdapat pula keraguan dari sebagian siswa mengenai prospek pekerjaan setelah lulus. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sosialisasi perkuliahan memberikan pengenalan yang penting bagi siswa SMA tentang dunia perkuliahan, meskipun reaksi terhadap sosialisasi ini bervariasi tergantung pada perspektif masing-masing siswa
ANALISIS PELANGGARAN HAM BERAT YANG TERJADI DI TANAH PAPUA Timotius Gwijangge; Karolus kama putra lelang Ayaq
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.10953

Abstract

Papua merupakan wilayah yang menjadi komponen vital Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fakta ini tidak dapat dipungkiri jika kita mencermati realitas sejarah negara Indonesia dan proses-proses kemerdekaan yang telah terjadi. Berbagai macam kebijakan telah ditempuh oleh pemerintah Indonesia untuk memperkokoh status dan jati diri Papua yang terus berkembang seiring dengan bergantinya rezim pemerintahan di Indonesia. Status Papua sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) telah dicabut pada tahun 1998, namun hal tersebut tidak menyurutkan pengerahan pasukan ke wilayah Papua. Hingga tahun 2022, masih banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konflik-konflik pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi dalam masyarakat Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif dengan studi kasus untuk memperoleh data deskriptif, pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan. Banyak tulisan dan laporan yang membahas tentang konflik-konflik yang terjadi di Papua. Pemerintah telah lama meningkatkan pengamanan di Papua dengan mengerahkan sejumlah aparat keamanan, seperti TNI dan Polri. Alih-alih mengamankan Papua, korban, baik warga sipil maupun aparat keamanan, justru terus bertambah. Pemerintah Indonesia berupaya untuk memperkuat status dan identitas Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga tahun 2022, masih banyak pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Papua. Pemerintah pusat Negara Indonesia dinilai gagal menciptakan kedamaian dan kesejahteraan di wilayah Papua. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat Papua menginginkan kemerdekaan dari NKRI
PERAN EVALUASI ORGANISASI DALAM MENCAPAI TUJUAN STRATEGIS Muhammad Rifki Azizi; Dinar Wahyu Al Jabbar; Fajar Anugerah Esa Sakti; Muhammad Dava Putrariansyah; Jose Mario Chrisyanto Hutasoit; Ahmad Muksin
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.10999

Abstract

Evolusi teori organisasi menunjukkan perkembangan pemahaman tentang cara organisasi berfungsi dan beradaptasi dalam lingkungan yang dinamis, melalui tahapan teori klasik, hubungan manusia, sistem, kontingensi, dan postmodern. Setiap teori menekankan aspek yang berbeda, mulai dari efisiensi dan struktur formal hingga pentingnya motivasi karyawan, adaptasi terhadap lingkungan, dan fleksibilitas dalam menghadapi kompleksitas modern. Perkembangan ini menggambarkan bahwa konsep manajemen terus berubah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan bisnis, mendorong organisasi untuk berinovasi dan lebih responsif terhadap tantangan zaman.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue