cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
DAMPAK BRANDING APPLE DALAM KONSUMERISME REMAJA DI INDONESIA Bita, Maria Magdalena; Sopiandi, Dafa Pratama; Herwindi, Karin; Shoffa, Dhia Alya
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i2.10750

Abstract

Apple sebagai salah satu merek teknologi global memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku konsumen, terutama di kalangan remaja Indonesia. Branding Apple tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga pada citra merek yang membangkitkan emosi dan identitas bagi penggunanya. Remaja sering kali terpengaruh oleh persepsi bahwa memiliki produk Apple, seperti iPhone atau MacBook, adalah simbol status sosial yang mencerminkan gaya hidup modern dan prestise. Selain itu, Apple berhasil menciptakan komunitas pengguna yang solid, di mana remaja merasa terhubung melalui penggunaan produk yang sama, memperkuat rasa eksklusivitas dan belongingness. Konsumerisme di kalangan remaja Indonesia sering kali dipengaruhi oleh media sosial, di mana Apple menjadi simbol tren dan keinginan untuk terlihat up-to-date dengan teknologi terkini. Fenomena ini diperburuk dengan adanya pemasaran yang sangat efektif dan pengalaman pengguna yang intuitif, membuat remaja merasa bahwa memiliki produk Apple adalah kebutuhan untuk mempertahankan citra diri mereka di dunia digital. Dalam konteks ini, branding Apple mengarah pada pembentukan keinginan yang lebih dari sekadar fungsi produk itu sendiri, melainkan pada identitas yang ingin diperoleh oleh remaja. Kesadaran merek yang kuat, disertai dengan nilai-nilai aspiratif yang ditanamkan melalui iklan dan desain produk, memperkuat daya tarik Apple di pasar remaja Indonesia. Akibatnya, fenomena konsumerisme remaja tidak hanya dipicu oleh kebutuhan praktis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan sosial yang terkait dengan citra merek yang melekat pada Apple.
PERAN PATEMBAYAN DI STADION GBK TERHADAP SOSIALISASI MENONTON BOLA Neny Widiyanti; Nabela Puspita Sari
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i2.10654

Abstract

Patembayan merupakan kelompok kelompok sosial yang anggotanya mempunyai rasa harga diri yang tinggi sehingga harus mengutamakan kepentingan pribadi, kelompok, atau golongannya. Patembayan juga dikenal dengan sebutan gesellschaft. Patembayan juga seringkali diperuntukkan dapat meringankan beban anggota kelompoknya serta memprioritaskan kebutuhan golongannya, umumnya hubungan batin yang terjalin dalam jangka waktu relatif pendek dan terbentuk atas dasar visi atau tujuan bersama sehingga bersifat sementara (skunder) dan formal, dalam masa yang singkat kelompok patembayan mempunyai hubungan perjanjian atau kontrak yang didasarkan pada ikatan timbal balik. Penonton bola adalah orang orang yang hanya mengamati perilaku bola. Metode yang bisa dilakukan dalam dalam pengumpulan data berupa mengadakan wawancara dengan pengunjung dan patembayan untuk mengeksplorasi peran patembayan dalam sosialisasi menonton selanjutnya bisa dilaksanakan dengan observasi yakni mengamati interaksi sosial di stadion GBK dan bagaimana patembayan berinteraksi dengan pengunjung. Sosialisasi adalah konsep umum yang diartikan sebuah proses di mana kita belajar interaksi dengan orang lain, tentang cara bertindak, berpikir, dan merasakan, di mana semua itu merupakan hal penting dalam menghasilkan partisipasi sosial yang efektif. Secara umum berbicara , pengertian masyarakat adalah kumpulan individu​ yang tinggal hidup bersama dan saling bekerja sama untuk menegakkan nilai -nilai suatu masyarakat yang telah memiliki norma , adat istiadat , serta tatanan kehidupan yang berlaku di lingkungannya bersama-sama dan bergotong royong menegakkan nilai -nilai masyarakat yang telah memiliki norma , adat istiadat , serta tatanan kehidupan yang berlaku di lingkungannya
PERSEPSI PENAMPILAN FISIK YANG DIBENTUK OLEH MEDSOS DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT KOTA MALANG Rita Elviany; Devi Wulandari
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i2.10655

Abstract

Penampilan fisik yang dibentuk oleh media sosial telah menjadi fenomena yang signifikan dalam kehidupan sosial masyarakat modern. Media sosial, sebagai platform yang mendominasi interaksi sosial, sering kali mempromosikan standar kecantikan yang tidak realistis melalui gambar dan konten yang diunggah oleh pengguna, termasuk influencer dan selebriti. Penggunaan filter dan aplikasi pengeditan foto semakin memperkuat citra ideal yang sering kali tidak mencerminkan kenyataan, menciptakan tekanan bagi individu untuk memenuhi ekspektasi tersebut. Metode penelitian yang kami gunakan adalah pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi masyarakat mengenai penampilan fisik dan dampaknya dalam konteks sosial di Kota Malang. Pendekatan kualitatif dipilih karena memberikan kesempatan untuk menggali pengalaman, pemikiran, dan sudut pandang individu yang tidak dapat diukur dengan angka-angka kuantitatif. Penelitian ini juga mencatat perubahan nilai dan norma sosial yang terjadi akibat pengaruh media sosial, yang dapat mengubah cara masyarakat menilai dan berinteraksi dengan satu sama lain. Kesadaran akan dampak negatif ini sangat penting untuk membantu individu menerima diri mereka sendiri dan mengurangi tekanan sosial yang dihasilkan oleh media sosial.
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP FENOMENA THRIFTING DI INDONESIA Miradiana Elekta Lojam; Rostina
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i2.10656

Abstract

Globalisasi dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terus meningkat telah mendorong terjadinya penghematan, dan karena media sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap penyebaran informasi dan tren, maka semakin banyak pula tren yang tercipta yang tidak dapat dipisahkan dari media sosial. Salah satunya adalah tren menabung. Thrifting adalah kegiatan membeli dan menjual pakaian bekas yang tersedia dengan harga murah, yang memungkinkan orang mendapatkan pakaian bermerek dengan harga lebih murah tanpa menyadari dampak negatifnya terhadap kesehatan dan lingkungan. Tidak ada kampanye media yang menentang penghematan impor, yang dapat berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan. Metode observasi, wawancara dan angket digunakan untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam perancangan ini.
TEKNIK DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA KUANTITATIF DAN KUALITATIF (METODOLOGI PENELITIAN IPS) Mulatiningsih Mulatiningsih; Sulastri Rini Rindrayani
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i2.10769

Abstract

Penelitian merupakan proses sistematis yang melibatkan pengumpulan data untuk memahami, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan tertentu. Teknik dan instrumen pengumpulan data memainkan peran penting dalam memastikan validitas dan reliabilitas hasil penelitian. Makalah ini membahas secara mendalam berbagai teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dalam pendekatan kuantitatif, instrumen seperti tes dan angket dijelaskan sebagai alat pengukur yang terstandar dan akurat untuk menghasilkan data numerik. Sementara itu, dalam pendekatan kualitatif, wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen dibahas sebagai metode fleksibel untuk menggali pemahaman mendalam terhadap fenomena yang dikaji. Pemilihan teknik dan instrumen yang tepat tidak hanya meningkatkan kualitas data tetapi juga mendukung keberhasilan penelitian secara keseluruhan. Research is a systematic process that involves collecting data to understand, analyze, and solve a particular problem. Data collection techniques and instruments play a vital role in ensuring the validity and reliability of research results. This paper discusses in depth various data collection techniques and instruments used in quantitative and qualitative approaches. In quantitative approaches, instruments such as tests and questionnaires are described as standardized and accurate measuring tools to produce numerical data. Meanwhile, in qualitative approaches, in-depth interviews, observations, and document analysis are discussed as flexible methods to gain an in-depth understanding of the phenomenon being studied. The selection of appropriate techniques and instruments not only improves the quality of data but also supports the overall success of the research.
PERAN PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK GENERASI DENGAN RASA SOSIAL YANG TINGGI Revalina Annisa Gita Kusuma; Melania Amelia Simpat
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.10772

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi sosial yang mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai sarana utama untuk mentransfer nilai-nilai, pengetahuan, dan keterampilan, pendidikan tidak hanya membentuk individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membangun karakter yang berlandaskan moral, etika, dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks sosial, pendidikan mendorong terciptanya kesadaran akan keberagaman, toleransi, dan solidaritas, yang merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. Artikel ini mengulas bagaimana sistem pendidikan dapat dioptimalkan untuk mendukung pembentukan generasi yang tangguh secara sosial melalui pendekatan kurikulum yang inklusif, metode pembelajaran yang interaktif, dan penguatan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Melalui pendidikan, individu belajar tentang berbagai disiplin ilmu, mulai dari sains dan matematika hingga seni dan humaniora, yang membentuk pemikiran kritis dan kemampuan analitis mereka. Selain itu, pendidikan sosial dan kewarganegaraan mengajarkan siswa tentang hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, serta pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya meningkatkan kapabilitas individu tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial yang lebih inklusif dan harmonis
KERJASAMA NESTLÉ DAN INDONESIA MELALUI PEMBERDAYAAN PETANI KOPI DI LAMPUNG Abduh, Azizah Ratu Felita; Syahidah, Balqis Syawkati; Putri, Nadhira Zahra Aulia; Sabiq, Sayyid
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i2.10780

Abstract

Kerjasama antara Nestlé dan pemerintah Indonesia melalui pemberdayaan petani kopi di Lampung menjadi salah satu contoh kolaborasi yang berhasil meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian. Nestlé, melalui program seperti Nescafé Plan, memberikan pelatihan agronomi, penyediaan bibit unggul, dan teknik pertanian regeneratif kepada lebih dari 20.000 petani di Lampung. Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani lokal tetapi juga memperkuat rantai pasok kopi berkelanjutan bagi Nestlé. Dampak ekonomi yang dihasilkan termasuk kontribusi signifikan terhadap GDP, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan ekspor kopi senilai USD 80 juta per tahun. Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan koordinasi, kerjasama ini berhasil menciptakan nilai tambah bagi kedua belah pihak serta mendukung keberlanjutan lingkungan. Model kolaborasi ini menunjukkan potensi besar bagi Indonesia sebagai negara agraris dalam menarik minat mitra global melalui praktik pertanian modern dan berkelanjutan.
ANALISIS STRATEGI BAGIAN PERUNDANG-UNDANGAN SEKRETARIAT DPRD PROVINSI LAMPUNG DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN MASYARAKAT PASCA IMPLEMENTASI PELAYANAN INFORMASI PUBLIK Pranata, Angga
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i2.10786

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi yang diterapkan oleh Bagian Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Provinsi Lampung dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat pasca-implementasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pelayanan Informasi Publik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini mengkaji lima dimensi strategi berdasarkan kerangka teori Henry Mintzberg: perencanaan, manuver, pola tindakan, posisi, dan perspektif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun strategi yang diterapkan telah meningkatkan partisipasi masyarakat, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan anggaran, distribusi informasi yang belum merata, dan aksesibilitas yang terbatas di daerah terpencil. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami strategi tata kelola pemerintahan dan menekankan pentingnya inklusivitas serta adaptabilitas dalam implementasi kebijakan. Rekomendasi praktis diberikan untuk meningkatkan efektivitas proses legislasi dan membangun lingkungan pemerintahan yang lebih partisipatif.
PERAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN DARING MAHASISWA HUBUNGAN MASYARAKAT Nisa, Fadilah Kholifatun; Purbaningrum, May Ayu
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i2.10795

Abstract

Online learning allows students to access materials and participate in learning anytime and anywhere without being bound by space and time. At Esa Unggul University Tangerang, online communication media, especially for Public Relations students, plays an important role in supporting the learning process. The presence of communication media such as the Internet, Zoom, and e-learning has had a major impact on increasing the effectiveness of learning, enabling distance learning, and providing flexibility for students with limited time. This study aims to examine how much influence online communication media has on the learning process of Public Relations students at Esa Unggul University Tangerang and the quality of learning they receive. This type of research is qualitative, using interviews and observations as data collection methods. Interviews were conducted with five public relations students who were users of the online learning platform during their learning activities. Observations were conducted face-to-face at the research location to obtain a broader picture of the communication process in online learning. The results of the study show that hybrid learning provides flexibility and convenience for students. However, challenges related to limited internet access, technical disruptions, and dependence on technology are obstacles to the smooth process of learning. Pembelajaran daring memungkinkan mahasiswa untuk mengakses materi dan berpartisipasi dalam pembelajaran kapan saja dan dimana saja tanpa terikat ruang dan waktu. Di Universitas Esa Unggul Tangerang, media komunikasi daring, khususnya untuk mahasiswa jurusan Hubungan Masyarakat, memainkan peran penting dalam mendukung proses pembelajaran. Kehadiran media komunikasi seperti internet, Zoom, dan e-learning telah membawa dampak besar dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, memungkinkan pembelajaran jarak jauh, serta memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar pengaruh media komunikasi online terhadap proses pembelajaran mahasiswa Public Relations Universitas Esa Unggul Tangerang serta bagaimana kualitas pembelajaran yang mereka terima. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, menggunakan wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Wawancara dilakukan terhadap lima mahasiswa Hubungan Masyarakat selaku pengguna media pembelajaran online dalam kegiatan belajar mereka. Observasi dilakukan secara tatap muka di lokasi penelitian untuk memperoleh gambaran lebih luas tentang proses komunikasi dalam pembelajaran online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran hybrid memberikan fleksibilitas dan kemudahan bagi mahasiswa. Akan tetapi, tantangan terkait keterbatasan akses internet, gangguan teknis, dan ketergantungan pada teknologi menjadi hambatan dalam proses kelancaran suatu pembelajaran.
WOLFIT APPS : PLATFORM DIGITAL INOVATIF UNTUK MENGATASI IMPLIKASI FOODWASTE DARI INDUSTRI FOOD AND BEVERAGE HOTEL DAN RESTORAN Ani Setiowati; Awin Mulyati
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i2.10824

Abstract

Food waste is a significant issue in the food and beverage (F&B) industry, particularly in the hotel and restaurant sectors, which not only result in financial losses but also have a negative impact on the environment. Every year, the F&B industry contributes significantly to the global food waste figures, which amount to 1.3 billion tons. To address this problem, the author and the team of students from the Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2024 at the University of 17 Agustus Surabaya developed WOLFIT APPS, a digital platform designed to help manage inventory, predict food demand, and optimize food waste management. WOLFIT APPS utilizes advanced technology to reduce raw material waste and minimize its environmental impact. This application focuses not only on operational efficiency but also on more responsible food waste management, allowing F&B business managers to recycle or donate leftover food. With WOLFIT APPS, it is expected that the F&B industry will transition to a more sustainable and environmentally friendly model while also providing positive impacts to society.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue