cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
Pemetaan Partisipatif Sebagai Gerakan Sosial Pengakuan Masyarakat Hukum Adat : (Studi Kasus Pada Masyarakat Adat Suku Mapur Bangka) Nazriansyah, Ahmad; Zulkarnain , Iskandar; Jeffri Sinabutar, Michael
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i8.11735

Abstract

Gerakan sosial yang dilakukan Masyarakat Adat Mapur sebagai bentuk aksi perlawanan atas kebijakan yang di buat oleh pemegang kekuasaan yang di rasa memiliki dampak negatif bagi masyarakat. Gerakan sosial orang Mapur melalui pemetaan partisipatif wilayah adat merupakan gerakan yang dilaksanakan oleh sejumlah orang yang tergabung dalam sebuah organisasi adat di lakukan secara terus menerus dan bersifat terorganisir serta memiliki tujuan yang sama untuk mendapatkan pengakuan sebagai Masyarakat Hukum Adat (MHA). Tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Mendeskripsikan bagaimana Lembaga Adat Mapur (LAM) melakukan pemetaan partisipatif sebagai sarana gerakan sosial dalam mendapatkan pengakuan sebagai MHA, 2). Menganalisis bagaimana visibilitas pemetaan partisipatif dalam memperjuangkan pengakuan MHA. Penelitian ini menggunakan teori gerakan sosial oleh Charles Tilly dengan pendekatan studi kasus. Data yang di gunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder yang di kumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Gerakan sosial yang di lakukan oleh LAM adalah pemetaan partisipatif, LAM berhasil mendapatkan sketsa pemetaan dalam beberapa periode yang meliputi perbatasan wilayah dan hutan adat, artefak peninggalan leluhur seperti air terjun Kasak Tade, makam adat, dan tanaman obat-obatan. Hasil sketsa dari pemetaan yang dilakukan LAM digunakan sebagai evidensi dalam mendapatkan pengakuan sebagai Masyarakat Hukum Adat 2). Gerakan sosial yang di lakukan oleh LAM menciptakan visibilitas yang positif yaitu terbentuknya tim identifikasi pengakuan Masyarakat Adat Mapur kerja sama antara LAM dan Pemerintah Daerah, sehingga mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Daerah melalui SK Bupati Bangka dan terbitnya SK Bupati Bangka mengenai Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah tentang pengakuan MHA. Kata kunci : Gerakan Sosial; Pemetaan Partisipatif ; Orang Mapur ; Pengakuan.
PERSEPSI IBU RUMAH TANGGA MENGENAI KASUS VOICE PHISHING DI KABUPATEN CIREBON Gani, Julia; Chamidah, Nurul; Aziza, Dina Kholis
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i8.11761

Abstract

This research aims to determine the perceptions of housewives in Cirebon Regency regarding voice phishing, which is a mode of telephone fraud that is currently widespread. Using qualitative research methods, this research systematically describes and analyzes the facts and characteristics of these perceptions. Housewives as research subjects were chosen because they are considered a group that is vulnerable to voice phishing cases, due to the main factor, namely, a lack of understanding of information and communication technology. Data collection was carried out through in-depth interviews, observation and documentation of housewives who had been victims of voice phishing. The research results show that the majority of housewives in Cirebon Regency have a low understanding of voice phishing techniques and modes. This is caused by a lack of digital literacy and awareness about the dangers of cybercrime. Respondents expressed that they felt worried and unsafe when using telecommunications devices due to the increasing risk of fraud. This research identified several factors that influence housewives' perceptions and vulnerability to voice phishing, including low digital literacy, lack of access to information, and high trust in unknown callers. This research also underlines the importance of education and counseling regarding digital security as an effort to prevent voice phishing among housewives. The conclusion of this research emphasizes that prevention efforts such as increasing digital literacy and educational campaigns regarding voice phishing need to be increased to protect housewives from the risk of telephone fraud. With a better understanding of this method, it is hoped that housewives in Cirebon Regency can be more alert and protect themselves from the threat of voice phishing.
KUALITAS PELAYANAN SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM) DI KEPOLISIAN RESORT (POLRES) METRO BEKASI KOTA Ivander Rafa Erol; Meirinawati Meirinawati
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i8.11762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Metro Bekasi Kota menggunakan lima indikator Ban & Kim (2019): tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Latar belakang penelitian ini berangkat dari berbagai keluhan masyarakat, seperti proses yang berbelit, waktu tunggu lama, dan kurangnya transparansi dalam administrasi, meskipun telah diterapkan beberapa inovasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan dalam fasilitas pelayanan, seperti sistem antrean otomatis dan ruang tunggu yang lebih nyaman. Namun, efisiensi waktu pelayanan serta transparansi administrasi masih menjadi kendala utama. Petugas menunjukkan sikap responsif dan profesional, tetapi empati terhadap kelompok rentan masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, kualitas pelayanan SIM di Polres Metro Bekasi Kota telah mengalami peningkatan, tetapi masih membutuhkan optimalisasi dalam aspek transparansi, efisiensi, dan profesionalisme petugas. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan pelatihan petugas, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan, serta penguatan pengawasan terhadap prosedur administrasi guna meningkatkan kepuasan masyarakat. This study aims to analyze the quality of driver’s license (SIM) services at the Metro Bekasi City Police Resort (Polres) using the five indicators of Ban & Kim (2019): tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The background of this research stems from various public complaints regarding convoluted procedures, long waiting times, and a lack of transparency in administration, despite the implementation of several innovations. A descriptive qualitative research method was used, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate improvements in service facilities, such as an automated queue system and a more comfortable waiting area. However, efficiency in service time and administrative transparency remain key challenges. Officers demonstrate responsiveness and professionalism, but empathy towards vulnerable groups still needs improvement. Overall, the quality of SIM services at Polres Metro Bekasi City has improved, but further optimization is needed in terms of transparency, efficiency, and officer professionalism. Recommendations include enhanced officer training, greater use of technology in services, and stricter oversight of administrative procedures to improve public satisfaction.
IMPLEMENTASI TRADISI “MAKAN TAUN” DALAM PERSEPEKTIF TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER DI DESA RIDING PANJANG KECAMATAN BELINYU KABUPATEN BANGKA Titria Agustia Dau , Enchi; Sulaiman , Aimie; Ramadhani, Tiara
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i8.11772

Abstract

Makan taun merupakan tradisi budaya yang berkembang di masyarakat sebagai wujud dari penghargaan terhadap hasil bumi serta rasa syukur atas rezeki yang diberikan sepanjang tahun. Dalam perspektif sosiologi dapat dianalisis melalui dua pendekatan utama yang dikemukakan oleh Max Weber, yakni tindakan sosial tradisional dan tindakan sosial rasionalitas nilai. Tujuan dari penelitian ini yang pertama untuk mendeskripsikan implementasi Tradisi Makan Taun. Kedua, Menganalisis implementasi Tradisi Makan Taun. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. Penelitian ini sendiri menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian kualitatif deskptif. Subjek penentuan informan penelitian dilakukan melalui teknik puposive sampling dengan wawancara pada 10 orang informan yang terdiri dari ketua adat Dusun Bukit Bangkadir dan ketua adat Dusun Bukit Tulang, tokoh masyarakat, pemerintahan desa serta masyarakat yang memiliki ume. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang yang dilakukan untuk ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi, juga sebagai sarana untuk memperkuat ikatan sosial antar anggota masyarakat. Tindakan sosial tradisional ini dilihat dari praktik-praktik ritual adat seperti menyajikan hidangan makanan yang mengandung makna simbolis, dan tindakan sosial rasionalitas nilai dilihat dari ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi, memperkuat solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap alam dan leluhur. Kata Kunci : Masyarakat yang memiliki ume, Tindakan sosial Max Weber, Tradisi Makan Taun
DARI TAMBANG TIMAH KE TAMBAK UDANG : RASIONALITAS BURUH TIMAH DI KABUPATEN BANGKA Kalsum, Umi; Zulkarnain , Iskandar; Pratama Saputra , Putra
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i8.11773

Abstract

Eksistensi timah yang diharapkan mampu menopang perekonomian dalam jangka panjang perlahan mulai meredup. Kondisi ini mendorong masyarakat yang bekerja sebagai penambang timah inkonvensional (TI) mencari alternatif mata pencaharian lain yang dapat menopang hidup dalam jangka panjang. Hadirnya perusahaan yang bergerak di bidang pertambakan menjadi alternatif baru bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis pilihan rasional penambang timah inkonvensional (TI) menjadi pekerja tambak udang. Teori yang digunakan adalah rasionalitas instrumental Max Weber. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga indikator yang mendukung rasionalitas tindakan penambang timah inkonvensional (TI) beralih menjadi pekerja tambak udang yaitu; (1) tujuan (motif ekonomi) ingin memperoleh pendapatan yang stabil. (2) Perhitungan rasional, dalam hal ini mencakup perimeter timah, penghasilan menambang timah tidak menutu, dan risiko pekerjaan. (3) efisiensi yang meliputi manajemen keuangan, investasi, pendidikan, dan kesehatan. Kata kunci: Tambak Udang, Kalkulasi Risiko, Investasi dan Efisiensi.
PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DISABILITAS TULI DI SERONA COFFEE BINTARO Azahra, Muthia; Sahrul, Muhammad
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i8.11789

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan kecakapan hidup (life skill) dalam meningkatkan kemandirian individu dengan disabilitas tuli di Serona Coffee Bintaro. Serona Coffee menunjukkan komitmen kuat melalui strategi rekrutmen inklusif dan program pelatihan langsung di tempat kerja. Informasi lowongan disebarkan melalui komunitas seperti GERKATIN dan media sosial untuk memastikan akses yang luas bagi calon pekerja disabilitas tuli. Proses seleksi berdasarkan kriteria jelas, dengan memberikan kesempatan probation bagi yang belum berpengalaman. Serona Coffee aktif mengatasi tantangan komunikasi dengan strategi komunikasi inklusif seperti pelatihan bahasa isyarat untuk staf dan edukasi bagi pelanggan. Program ini tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis dan soft skills, tetapi juga mempromosikan kesetaraan dan kesempatan kerja bagi individu dengan disabilitas. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan data perolehan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukan bahwa hasil program menunjukkan perubahan signifikan dalam kemandirian dan keterampilan hidup disabilitas tuli, dengan motivasi tinggi untuk belajar dan beradaptasi. Serona Coffee memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan keterampilan melalui pelatihan teknis dan lingkungan kerja inklusif. Tantangan seperti perbedaan sistem bahasa isyarat dan kurangnya pemahaman dari masyarakat umum tetap menjadi hambatan yang perlu diatasi
PENGARUH KINERJA PEGAWAI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN APLIKASI MOBILE JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) KEPADA PESERTA BPJS KESEHATAN CABANG DENPASAR Ni Putu Eka Purnamayanti; I Dewa Ayu Putri Wirantari; Juwita Pratiwi Lukman
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i8.11803

Abstract

This study aims to determine the effect of employee performance on the service quality of the Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) application for BPJS Kesehatan participants at the Denpasar Branch. This research is a quantitative study with an associative causal approach, aiming to explain the influence relationship between independent and dependent variables through hypothesis testing. The study uses a sample of 100 respondents, with questionnaires distributed online via Google Forms. The sampling technique applied is non-probability sampling using purposive sampling. The sample consists of users of the Mobile JKN application in Denpasar City. The research instruments include validity testing, reliability testing, classical assumption tests, and simple linear regression analysis using SPSS version 26. Hypothesis testing is conducted using the t-test, and the results indicate that employee performance has a positive and significant effect on the service quality of the Mobile JKN application.
IMPLEMENTASI PROGRAM IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MADIUN Auryn Rifa Yasa; Tauran Tauran
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i8.11813

Abstract

Salah satu langkah penting dalam peningkatan efektivitas pelayanan publik adalah dengan transformasi digital administrasi kependudukan. Inovasi yang diterapkan yaitu program Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang memungkinkan masyarakat mengakses dokumen kependudukan secara daring. Salah satu daerah yang melaksanakan inisiatif ini sesuai dengan kebijakan nasional dalam Permendagri Nomor 72 Tahun 2022 adalah Kabupaten Madiun. Program IKD masih harus mengatasi sejumlah tantangan agar dapat terlaksana, antara lain minimnya pemahaman masyarakat tentang IKD, minimnya infrastruktur, dan perangkat digital yang dimiliki masyarakat tidak mendukung. Model implementasi kebijakan George C. Edward III yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi akan digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji bagaimana IKD dilaksanakan di Kabupaten Madiun. Metodologi penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, sedangkan metode pengumpulan data meliputi studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi IKD di Kabupaten Madiun masih belum optimal. Kesadaran masyarakat terhadap IKD masih rendah, sosialisasi belum efektif, dan infrastruktur teknologi belum merata. Rekomendasi yang diberikan untuk meningkatkan keberlangsungan program IKD yaitu disarankan agar sosialisasi ditingkatkan melalui pendampingan teknis, pembangunan infrastruktur teknologi, dan transparansi pengelolaan anggaran. One important step in increasing the effectiveness of public services is through the transformation of digital population administration. The innovation implemented is the Digital Population Identity (IKD) program which allows the public to access population documents boldly. One of the areas implementing this initiative in accordance with the national policy in Permendagri Number 72 of 2022 is Madiun Regency. The IKD program still has to overcome a number of challenges in order to be implemented, including the lack of public understanding of IKD, lack of infrastructure, and digital devices owned by the community do not support it. The George C. Edward III policy implementation model which considers factors such as communication, resources, disposition, and bureaucratic structure will be used in this study to examine how IKD is implemented in Madiun Regency. The methodology of this research is qualitative descriptive, while data collection methods include literature studies, observations, interviews, and documentation. The results of the study show that the implementation of IKD in Madiun Regency is still not optimal. Public awareness of IKD is still low, socialization has not been effective, and technological infrastructure is not evenly distributed. Recommendations given to improve the sustainability of the IKD program include increasing socialization through technical assistance, development of technological infrastructure, and transparency in budget management.
NELAYAN DAN TRADISI BETUNGKAH : PERLAWANAN KULTURAL TERHADAP AKTIVITAS TAMBANG LAUT DI TANJUNG SUNOR LESTARI KABUPATEN BANGKA Fitriani, Kiki; Zulkarnain , Iskandar; Jeffri Sinabutar, Michael
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i8.11830

Abstract

Kerusakan sumber daya perairan dan terganggunya aktivitas melaut yang diakibatkan oleh aktivitas tambang ilegal membuat nelayan dan masyarakat di Tanjung Sunor Lestari melakukan perlawanan sebagai upaya mempertahankan kelestarian sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika perlawanan kultural terhadap aktivitas tambang laut dan menganalisis dampak sosial perlawanan kultural terhadap aktivitas tambang laut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Mobilisasi Sumber Daya John D McCarthy dan Mayer N Zald, menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatoris. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dinamika perlawanan kultural yang dilakukan nelayan dan masyarakat terhadap aktivitas tambang laut berawal dari gagalnya perlawanan langsung dalam memberhentikan tambang, sehingga menempuh perlawanan baru dengan membentuk tradisi betungkah. Landasan mengapa tradisi betungkah dijadikan sebagai alat perlawanan sesuai dengan tema yang digunakan “menjaga adat, melestarikan peradaban” adalah menjaga dan melestarikan lingkungan Tanjung Sunor Lestari, serta menjaga dan melestarikan kearifan lokal. Perlawanan kultural ini melibatkan peran partisipan sebagai penggerak dalam memobalisasi sumber daya berupa moral, kultural, organisasi sosial, manusia, dan material. Metode perlawanan kultural tradisi betungkah diawali dengan betulong bekepong, kemudian sesi bekisah yang membahas tentang keberlanjutan Sunor, dan dilanjutkan dengan perlombaan betungkah yang mengemas simbol dan nilai di dalamnya yang dapat dijadikan sebagai pesan kepada publik untuk mengembalikan kesadaran, serta melestarikan lingkungan dan kearifan lokal Tanjung Sunor Lestari, diantaranya nilai ekologi, nilai kolektivitas, dan nilai teritorialisasi. Perlawanan kultural melalui tradisi betungkah menghasilkan dampak sosial berupa menguatnya solidaritas sosial, hubungan antara nelayan dan penambang tidak harmonis, dan aktivitas tambang ilegal berkurang namun belum dapat dihentikan. Kata Kunci : Perlawanan Kultural, Tambang laut, Tradisi Betungkah.
PENGARUH PARIWISATA MICE TERHADAP PEREKONOMIAN DAN BRANDING KOTA SOLO Deliana, Dian
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i8.11852

Abstract

Pariwisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) telah menjadi salah satu sektor utama dalam strategi pengembangan Kota Solo sebagai destinasi wisata unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak MICE terhadap perekonomian Kota Solo serta kontribusinya dalam branding kota sebagai destinasi wisata bisnis dan budaya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari berbagai penelitian terkait, penelitian ini menemukan bahwa MICE berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan citra Solo sebagai pusat kebudayaan dan bisnis. Infrastruktur yang mendukung, kebijakan pemerintah, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan MICE di Kota Solo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan event MICE tidak hanya meningkatkan sektor perhotelan dan jasa, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi sektor ekonomi lainnya. Dengan akselerasi industri MICE yang semakin berkembang di Indonesi, strategi yang berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat posisi Solo sebagai kota MICE yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. MICE tourism (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) has become one of the main sectors in Solo City's development strategy as a leading tourism destination. This study aims to analyze the impact of MICE on Solo City's economy and its contribution to city branding as a business and cultural tourism destination. Using a qualitative approach with literature studies from various related research, this study found that MICE significantly contributes to increasing regional income, job creation, and strengthening Solo’s image as a cultural and business hub. Supporting infrastructure, government policies, and community involvement are key factors in the success of MICE in Solo. The findings show that MICE events not only boost the hospitality and service sectors but also provide a multiplier effect for other economic sectors. With the rapid acceleration of the MICE industry in Indonesia, a sustainable strategy is needed to strengthen Solo's position as a competitive MICE city at the national and international levels.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue