JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah
The journal publishes writings on (1) History Education; (2) History of Education; (3) Social Sciences; (4) Social Sciences Education; (5) Sociology Education; (6) Economi; (7) Social Economi; (8) Law, (9) History of Military; (10) Philosophy of History; (11) Historiography; (12) Humanities; (13) communication science; (14) religious education; and (15) Technology
Articles
1,774 Documents
Peran Takmir Masjid Suciati Dalam Menguatkan Karakter Remaja Masjid Melalui Pendidikan Agama Islam
Salsabila Assyifa Putri*;
Mukh Nursikin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimps.v8i3.24885
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran takmir masjid dalam menguatkan karakter remaja melalui pendidikan islam. Dunia Pendidikan islam memang banyak yang perlu pengkajian ulang untuk diaplikasikan ke dalam lingkungan masyrakat khusunya pada penguatan karakter. Kajian ini seoptimal mungkin di bidang pendidikn dengan mengkaji peran takmir masjid untuk menguatkan karakter remaja masjid. Penguatan karakter ini diharapkan memberikan dampak positif bagi remaja masjid yang mempunyai karakter kuat lewat pendidikan agama islam dan juga dari masyarakat sekitar masjid. Harapannya, kajian ini memberikan nilai plus dalam pendidikan agama islam sehingga bisa berbagi ilmu dengan masyarakat. Kajian ini menggunakan penelitia kualitatif karena penelitiannya dilakukan dalam kondisi yang alamiah dengan peneliti sebaagai instrument kunci dan pengumpulan datanya dilakukan secara triangulasi (gabungan). Analisis datanya lebih bersifat induktif dan hasil penelitiannya lebih menekankan makna daripada generaisasi yang bersifat penelitian lapangan. Hasil dari kajian ini yaitu peran takmir masjid melalui DKM(dewan kemakmuran masjid) dalam menguatkan karakter remaja masjid melalui kajian ssetiap minggu dengan materi fiqih, tauhid, sholawat agar remja masjid mempunyai karakter yang berlandaskan agama.
Konsep Inovasi Pariwisata Berbasis Kebudayaan Dalam Penggunaan Pakaian Adat Bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Sekitar Landmark Jam Gadang Bukittinggi
M Hidayat Panuntun Muslim*;
Aldri Frinaldi
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): April, Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimps.v8i2.24578
Jam Gadang Merupakan Menara jam yang penanda atau sebuah ikon bagi Kota Bukittinggi. Keberadaan Jam Gadang menjadi tempat lokasi bersejarah pada masa kemerdekaan. Pada saat sekarang, Jam Gadang dijadikan objek wisata dengan memperluas taman di sekitarnya. Taman tersebut digunakan sebagai ruang interaksi bagi masyarakat baik pada hari kerja maupun hari libur. Sebagai tempat wisata yang di rindukan oleh para perantauan ataupun wisatawan menjadikan jam gadang perhatian pemerintah terumata Walikota Bukittinngi. Banyak para pedagang dari berbagai daerah menjadikan Kawasan jam gadang menjadi mata pencaharian mereka. Banyak masalah yang ditimbulkan oleh para pedagang kaki lima (PKL) dengan tidak tertib serta tidak mematuhi aturan yang ada. Disamping itu untuk menata para pedagang yang berjualan disekitar jam gadang, Walikota memberikan sebuah konsep inovasi kebijakan yang sekaligus untuk meningkatkan daya Tarik wisatawan. Para pedagang di wajibkan menggunakan seragam pakaian adat baju kurung basiba untuk perempuan dan baju taluak hitam babungo bagi laki-laki. Penelitian dilakukan dengan studi kepustakaan dengan mengalisa dari berbagai sumber tulisan. Ini bertujuan untuk melestarikan budaya dan juga untuk menarik wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi agar lebih mengenal budaya Minangkabau.
Perbedaan Kualitas Hidup Lansia yang Tinggal dengan Keluarga dan Lansia yang Tinggal di Panti Jompo UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Kota Banda Aceh
Uswatun Hasanah;
Nizam Ismail;
Aripin Ahmad
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2016): Oktober, Sejarah, Sosiologi dan Kajian Sosial
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lansia merupakan kelompok umur yang sangat rentan terkena masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia dan berdampak pada status derajat kesehatan masyarakat serta usia harapan hidup masyarakat. Kualitas hidup merupakan suatu konsep yang sangat luas yang dipengaruhi oleh kondisi fisik individu, psikologis, tingkat kemandirian, serta hubungan individu dengan lingkungan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian comparatif (studi perbandingan) dengan menggunakan desain crossectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh lansia yang tinggal di Panti Jompo UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang yang berjumlah 54 orang dan seluruh lansia yang tinggal dengan keluarga dan berada di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh sebanyak 54 orang. Sampel penelitian sebanyak 108 orang. Uji independen sampel t-test (alpha 0,05) digunakan untuk analisis data. Hasil uji dengan menggunakan independen t-test menunjukkan terdapat perbedaan kualitas hidup lansia yang tinggal dengan keluarga dan lansia yang tinggal di Panti Jompo. Perbedaan tersebut meliputi empat aspek kualitas hidup antara lain pada aspek fisik, aspek psikologis, aspek sosial dan aspek lingkungan. Terdapat hubungan antara status perkawinan dengan kualitas hidup lansia. Kepada pengelola panti Jompo UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Kota Banda Aceh agar dapat mengadakan pemeriksaan kesehatan rutin untuk menunjang kesejahteraan fisik lansia yang optimal.
Monitoring Tegangan Gardu Trafo Tiang Menggunakan Iot Berbasis Lorawan Pada Pln Distribusi Jawa Timur
Dwi Prasetyo Darmawan;
Erma Suryani*;
Hadziq Fabroyir
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimps.v8i3.23922
Peralatan GTT (Gardu Trafo Tiang) di PLN Distribusi Jawa Timur belum terpantau pada sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). Petugas UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) bersama dengan petugas di lapangan masih harus mengawasi peralatan GTT yang tersebar di wilayah Distribusi Jawa Timur secara manual. Pengawasan GTT ini dilakukan dengan menggunakan komunikasi radio atau melalui HT (Handy Talkie) dan web portal. Perkembangan teknologi IoT (Internet of Things) menciptakan teknologi baru seperti LoRa (Long Range) yang dapat digunakan pada jaringan LoRaWAN (Long Range Wide Area Network) untuk mewujudkan konektivitas antara peralatan di kejauhan dengan pusat kontrol. Dengan adanya teknologi tersebut, permasalahan yang dialami PLN Distribusi Jawa Timur dapat dipecahkan. Implementasi IoT berbasis LoRaWAN pada GTT memungkinkan adanya pengawasan jarak jauh langsung dari pusat kontrol. Tampilan dashboard di pusat kontrol yang menyajikan informasi visual berupa status dan single line diagram akan mempermudah pengawasan. Implementasi ini menjawab kendala yang dihadapi Kantor UP2D (Unit Pelaksana Pengatur Distribusi) Jawa Timur. Dengan terintegrasinya peralatan GTT dengan dashboard, proses pengawasan peralatan yang tersebar di wilayah Jawa Timur akan semakin efektif dan efisien.
Penerapan Rumusan Pengaturan Trading In Influence Dalam Revisi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Ditinjau Dari Asas Legalitas
Yogi Syahputra*;
Said Noor Prasetyo
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25196
Corruptio Est Actus Malus et Destruit Patriam yang artinya korupsi merupakan perbuatan yang jahat dan merusak Negara. Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang biasa dilakukan oleh penyelanggara Negara untuk kepentingan individu maupun kelompok, Dengan demikian Perkembangan modus tindak pidana korupsi dari waktu ke waktu dapat berubah sehingga hal ini menjadikan pemerintah harus senantiasa memperhatikan keberlakuan aturan yang diterapkan kepada pelaku korupsi itu sendiri. Salah satu modus operandi dari tindak pidana korupsi yang terjadi di Indonesia adalah Trading in Influence (Perdagangan pengaruh). Pada dasarnya perdagangan pengaruh pertama kali diatur di UNCAC pasal 18 huruf (a) dan (b) yang mengkategorikan perdagangan pengaruh sebagai salah satu bentuk modus tindakan korupsi. Sebagai Negara yang telah meratifikasi UNCAC melalui Undang-undang Nomor 7 tahun 2006, Melalui ratifikasi tersebut Indonesia sendiri sampai saat ini belum mengadopsi aturan terkait dengan Trading in Influence. Padahal jika kita telusuri sudah banyak kasus yang terjadi di tatanan lingkungan terkait perdagangan pengaruh dalam hal ini penyelasaian yang dipakai dalam kasus tersebut memakai pasal suap yang terdapat dalam Undang-undang PTPK itu sendiri. Konsekuensi tersebut timbulnya kekosongan hukum dalam menerapkan kasus terkait perdagangan pengaruh sehingga dibutuhkan pengaturan perdagangan pengaruh untuk menjadi sebuah dinamika dari modus kejahatan korupsi yang harus segera diatur dengan mengingat asas legalitas sebagai pijakanya dalam membuat regulasi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui dan menganalisa secara mendalam 1) Bagaimana Karakteristik dari Tindak Pidana Trading In Influence, 2) Bagaimana Penerapan Pengaturan Trading In Influence Dengan Merevisi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Jika Ditinjau Dari Asas Legalitas. Dengan memakai metode yuridis normative untuk menemukan aturan hukum, prinsip hukum serta dogma-dogma hukum dengan berbagai pendekatan seperti Pendekatan kasus-kasus yang terjadi di tatanan lingkungan (Case Apprcoach) dan Pendekatan perbandingan (Comparative approach) yang mana akan memahami aturan Trading in Influence di beberapa Negara. Alhasil penelitian ini dapat menjadi penelitian yang konseptual dan dapat dipertangungjawabkan secara ilmiah.
Kebijakan Pengelolaan Sampah Oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh Kerinci
Sisi Priska*;
Aldri Frinaldi;
Syamsir Syamsir
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): April, Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimps.v8i2.24834
Mengelola sampah merupakan perkara wajib yang dibuat oleh pemerintah yang telah membagikan kebebasan terhadap masing-masing masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Karena memiliki konsekuensi bahwasanya negara berkewajiban menyelenggarakan pelayanan administrasi publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana Pemerintah Kota Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh serta DPRD telah membentuk PERDA pengelolaan sampah dan bekerjasama membentuk PERDA pengelolaan sampah berkoordinasi dengan Kementerian. tentang pekerjaan umum dan perumahan rakyat, dalam hal pembebasan lahan untuk objek TPA, dan untuk mengetahui sejauh mana penambahan armada truk sampah dan pengawasan negara, sehingga masyarakat memiliki sikap yang lebih dapat diterima dalam pengelolaan sampah. Jenis penelitian ini adalah metode kualitatif sebagai studi kontekstual untuk menyelidiki kebijakan dan yurisdiksi pengelolaan sampah sebelum dikeluarkannya peraturan daerah pengelolaan sampah di Kota Sungai Penuh.
Community-Based Cultural Heritage Preservation: Study of Historical Relics in Palu City, Central Sulawesi
Ismail Ismail*;
Mutawakkil Mutawakkil;
Priyatna Prasetyawati
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2023): Januari, Social, Education, Political, Economic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimps.v8i1.23420
Palu City has a lot of Cultural Conservation, but none has been designated as Cultural Conservation. Reserve Culture in Palu City many have experienced it damage and neglected because it did not receive serious attention from the government and the local community. Study this aims to determine the preservation of Cultural Heritage in Palu City. This study uses a qualitative approach which characteristic descriptive through determining clusters and identifying community participation in Cultural Heritage in Palu City. The results of this study prove three things, namely (1) Cultural Heritage Preservation in Palu City has not been carried out in accordance with Law Number 11 of 2010 because there is no PERDA yet. (2) The efforts of the Palu City Government in preserving Cultural Conservation have not been maximized, so that many Cultural Conservation have been damaged. (3) Community participation in Cultural Conservation in Palu City is very minimal. This is caused by a lack of knowledge about the importance of cultural assets to be preserved.
Sistem Peradilan Pidana Dalam Kerangka Kebijakan Kriminal dan HAM
Hadi Hanuring;
Hanuring Ayu*;
Adhi Luhur Wicaksono
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimps.v8i4.27236
Indonesia sesuai amanat konsitusinya dalam undang undang dasar 1945 menjadikanya sebagai negara Hukum. Secara umum Hak Asasi Manusia sering sekali terdengar di telinga kita tentang Pelanggaran-pelanggaran HAM yang membuat kita prihatin tentang semua yang terjadi, sehingga perlunya kita tahu lebih jelas tentang hak asasi manusia. Maka darisitulah bisa ditarik benang merah bahwa dalam hukum pidana kita akan dihadapkan bahwa dia memiliki suatu sistem pada tatanan praktinya yang biasa disebut sebagai sistem peradilan pidana dan bagaimana kebijakan kriminal yang tercantum didalamnya. Dengan demikian kita perlu mengetahui bagaimanakah sistem peradilan pidana dalam kerangka kebijakan kriminal dan HAM yang ideal. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normative, karena di dalamnya mengkaji sebuah norma, kaidah dan aturan perundang undangan. Dengan demikian Proses Sistem peradilan pidana dalam kerangka kebijakan kriminal dan HAM ini menjelaskan bahwa adanya supremasi hukum itu penting. Dengan adanya hal tersebut, eksistensi peradilan pidana akan semakin membaik dengan selalu mengacu kepada asas-asas yang menjadi dasar diberlakukanya proses peradilan di lapangan.
Perlindungan Hukum Pembeli Tanah Kavling Atas Tindak Pidana Yang Dilakukan Oleh Perantara Pihak Penjual
Niken Febby Ayuningtyas*;
Suparnyo Suparnyo
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26737
Perumahan dan pemukiman merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi setiap manusia yang berpengaruh besar terhadap pemenuhan kebutuhan dasar manusia lainnya seperti sandang, pangan dan kesehatan. Perumahan juga dilihat sebagai salah satu fasilitas dasar bagi berhasilnya rencana pembangunan, serta dapat diartikan sebagai saran yang dapat memberi jasa-jasa bagi kelancaran kegiatan-kegiatan di bidang sosial, ekonomi dan administrasi pemerintahan. Pada mulanya orang menguasai tanah kavling berdasarkan surat penunjukan kavling, yang dikeluarkan oleh instansi yang mengelola kawasan setempat. Jadi pengertian asli tanah kavling tidak lain dari tanah yang sudah dipetak. Untuk dapat memiliki tanah kavling siap bangun ini masyarakat bisa memperolehnya dengan cara membeli, baik dengan cara tunai/kontan maupun kredit yang sebelumnya harus melalui suatu perjanjian terlebih dahulu. Metode yang di gunakan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yang didukung oleh wawancara. Tuntutan hukum perdata bagi penjual tanah kavling kepada pembeli tanah kavling yang mengalami kerugian akibat tindak pidana pemalsuan yang dilakukan oleh perantara adalah pembeli berhak menuntut adanya penggantian kerugian kepada pihak penjual berdasarkan perbuatan. Pihak penjual tanah kavling bertanggung jawab untuk memberikan kepastian perolehan hak atas tanah yang sudah dibeli para pembeli tanah kavling.
Hubungan Konsep Diri dan Citra Tubuh pada Remaja Perempuan Generasi Z Penggemar K-Pop
Prajna Paramita;
Anugriaty Indah Asmarany
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26204
Penampilan fisik yang menarik, membuat penggemar K-POP didominasi oleh remaja perempuan yang sangat memperdulikan penampilan fisiknya, generasi Z merupakan generasi yang aktif dalam penggunaan internet. Perhatian yang difokuskan pada penampilan disertai penggunaan internet secara terus menerus membuat remaja perempuan generasi Z penggemar K-POP mudah menginternalisasi standar kecantikan Korea, sehingga rentan akan citra tubuh negatif. Seiring perkembangan, remaja mulai melakukan refleksi terhadap dirinya dan kemudian membentuk pikiran, perasaan serta evaluasi terhadap diri yang disebut konsep diri. Konsep Diri yang positif berperan penting dalam pembentukkan Citra Tubuh positif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara Konsep Diri dan Citra Tubuh pada Remaja Perempuan Generasi Z penggemar K-POP. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan sampel penelitian remaja perempuan, berusia 14-21 tahun, lahir pada tahun 2000- 2008, dan merupakan penggemar K-POP dengan jumlah 250 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling. Pengambilan data menggunakan skala Citra Tubuh dan skala Konsep Diri dengan teknik Likert. Hasil analisis data menggunakan korelasi One Tailed Bivariate Pearson Product- Moment menunjukkan terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara Konsep Diri dan Citra Tubuh pada remaja perempuan generasi Z Penggemar K- POP (p=0,0000,01). Dengan nilai koefisien korelasi (r=0,642). Sehingga semakin tinggi konsep diri maka semakin tinggi Citra Tubuh dan semakin rendah Konsep Diri maka semakin rendah cira tubuh.