cover
Contact Name
Humiras Betty Marlina Sihombing
Contact Email
lembagappmuda@gmail.com
Phone
+6282217442010
Journal Mail Official
lembagappmuda@gmail.com
Editorial Address
Jl. DR. TD. Pardede, MEDAN
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL RETENTUM
ISSN : 26865432     EISSN : 26865440     DOI : 10.46930
Core Subject : Humanities, Social,
Retentum Journal is an Online Published Journal of law Department of Postgraduate School in Darma Agung University in Collaboration with Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). The Publication is officially managed by LPPM UDA. The journal is publish 6 monthly and sited in https://jurnal.darmaagung.ac.id/index.php/retentum For those who want to submit the article, here is the official Author Guidelines of Retentum Journal. The submission has not been previously published, nor is it before another journal for consideration (or an explanation has been provided in Comments to the Editor). The submission file is in Open Office, Microsoft Word, or RTF document file format. Where available, URLs for the references have been provided The article contains scientific studies in the field of Secretary, Human Resource Management, Marketing Management, Financial Management, General Management, International Economics, Management Information Systems, Organizational Behavior and Business Ethics. The article must be original and novelty. The article is written by 4 writers maximally. Every single writer put the e-mail address. The abstract is Written in International Official Languages The text is single-spaced; uses a 12-point font; employs italics, rather than underlining (except with URL addresses); and all illustrations, figures, and tables are placed within the text at the appropriate points, rather than at the end. The text is 10-15 pages. We suggest you to construct a shocking title. It only consists of 16 words maximally. We do not take the responsibility for the content of your article.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 215 Documents
KEPASTIAN HUKUM PERJANJIAN BAGI HASIL PENGELOLAAN WISATA DI LAHAN PERSAWAHAN DESA PUNDEN REJO Hasyim, Rhizka Annisa; Erwinsyahbana, Tengku; Mansar, Adi
JURNAL RETENTUM Vol 7 No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Pascasarjana UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/retentum.v7i1.5382

Abstract

Pelaksanaan perjanjian yang dilakukan oleh pihak pengelola dengan pihak pemilik lahan pada dasarnya tidak sepenuhnya dapat dikatakan sebagai bentuk perjanjian yang adil, sebagaimana perihal mengenai kerusakan dalam pengelolaan objek wisata tersebut masih dirasa bagi pemilik lahan tidak setimpal dengan hasil yang diterima oleh pemilik lahan, sehingga kerjasama yang dilakukan tidak adil bagi pihak pemilik lahan atas kerusakan lahan yang terjadi. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan wisata Punden Rejo di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, perjanjian bagi hasil pengelolaan wisata Punden Rejo di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, dan menganalisis kepastian hukum perjanjian wisata Punden Rejo di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang dalam perspektif hukum kontrak di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif, dengan menggunakan 3 metode pendekatan yaitu berupa pendekatan perundang-undangan (statue approach), pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Penelitian ini bersifat deskriptif analisis, serta hasil penelitian menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan wisata Punden Rejo dalam pelaksanaan pengelolaannya memberikan kuasa kepada pengelola wisata. Pemberian hak pengelolaan ini didasari atas perjanjian tidak tertulis dan tidak dituangkan dalam akta tertulis antara kedua belah pihak tersebut. Perjanjian pengelolaan wisata Punden Rejo berupa kesepakatan tidak tertulis. Pengelola wisata dan pemilik lahan sama-sama mendapatkan hasil 50%. Pembagian hasil tersebut dari penerimaan penjualan karcis masuk, penerimaan penjualan karcis parkir, penerimaan sewa tempat kios, dan lain-lain penerimaan yang sah. Kepastian hukum perjanjian wisata Punden Rejo berdasarkan hak dan kewajiban di antara kedua belah pihak sudah tercermin keadilan walaupun sesungguhnya perlu terdapat perubahan yang harus dilakukan demi tercapainya suatu keadilan secara utuh. Jika dilihat dari ketentuan hak yang diperoleh dari pihak pemilik lahan persawahan, sudah dipastikan adanya ketidakseimbangan antara masing-masing pihak, hal tersebut terkesan menguntungkan salah satu pihak yaitu Pengelola objek wisata. Hal ini terlihat kepentingan politik pengelola wisata yang hanya mementingkan profit mengejar pendapatan dengan mengabaikan hak-hak pemilik lahan persawahan.
Urgensi Kebijakan Mengenai Upaya Hukum Gugatan Atas Sengketa Kepabeanan Herman, KMS; Kartika, Tantri; Fauzi Februari, Buana; Beni Lumenta, D.
JURNAL RETENTUM Vol 5 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Pascasarjana UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/retentum.v7i1.5405

Abstract

This study discusses the unclear regulation regarding legal remedies for lawsuits in resolving customs disputes in Indonesia, as well as its impact on the legal system and protection of the rights of the parties involved. Although the Customs Law has regulated objection and appeal channels, there are no clear regulations regarding the lawsuit mechanism as a follow-up legal remedy. This ambiguity has the potential to cause legal uncertainty, hinder the dispute resolution process, and reduce protection of the rights of the parties involved, such as importers, exporters, and other related parties. This study also compares it with the legal systems of other countries and provides recommendations for improving regulations in order to create legal certainty, justice, and efficiency in resolving customs disputes. This study suggests that lawsuit regulations be included in the Customs Law to strengthen the supervision and law enforcement system, and increase public trust in the customs system in Indonesia.
Pembaharuan Hukum Perlindungan Jurnalistik Dalam Rangka Kebebasan Pers Berdasarkan Nilai Keadilan Sara, Rineke; Lineker, Tyson; Daton, Febianus Seran; Batubara, Muhamad Iqbal Zein
JURNAL RETENTUM Vol 5 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Pascasarjana UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/retentum.v7i1.5388

Abstract

Freedom of the press as a pillar of democracy often faces threats from regulations that are open to multiple interpretations, such as articles in the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE) that can be used to criminalize journalists and limit the public's right to information. This study aims to reconstruct ideal regulations based on the value of justice by placing press freedom as the main priority, as well as guaranteeing the public's right to obtain correct and transparent information. The study uses a normative legal method with a legislative and conceptual approach to evaluate the weaknesses of existing regulations, especially the ITE Law and the Press Law, and to provide concrete recommendations. The results of the study underline the importance of revising the multi-interpretable articles in the ITE Law, strengthening the Press Law as a legal umbrella for press freedom, and developing a more efficient dispute resolution mechanism to protect journalists from legal or physical intimidation. The main conclusion shows that collaboration between the government, supervisory institutions, and the community is needed to ensure a safe environment for journalists, so that press freedom can be realized optimally as the main link between the public and information.
Rekonstruksi Mekanisme Hukum dalam Pencabutan Izin Usaha Pertambangan Berdasarkan Asas Kemanfaatan Hukum Situmeang, Ojak; Redi, Ahmad
JURNAL RETENTUM Vol 5 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Pascasarjana UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/retentum.v7i1.5384

Abstract

The application of the principle of legal benefit in the revocation of Mining Business Licenses (IUP) in Indonesia plays an important role in achieving the goals of social welfare, environmental sustainability, and economic sustainability. This principle prioritizes the use of law for the benefit of society and the state, with an emphasis on the balance between natural resource management and environmental protection. This study discusses the application of the principle of legal benefit in the process of revoking IUP, the factors that influence the decision, and the obstacles faced in its implementation. Improvements in the legal system, supervision, and transparency are needed to overcome existing challenges, as well as improvements to laws and regulations to support economic sustainability and environmental protection. Improving the application of the principle of legal benefit will ensure that the mining sector can operate responsibly and sustainably.
PENGARUH KOMPETENSI DAN KEPEMIMPINAN PERWIRA MARINIR TERHADAP IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI LINGKUNGAN MILITER Putra, Erwin Wisnu; Nurhartonosuro, Imam Munajata; Muhadi, Muhadi
JURNAL RETENTUM Vol 6 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Pascasarjana UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/retentum.v6i2.5418

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan militer sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kesehatan personel, terutama konteks menantang seperti satuan marinir. Terdapat kurangnya pemahaman kompetensi dan kepemimpinan Perwira Marinir memengaruhi efektivitas kebijakan K3. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kompetensi dan kepemimpinan Perwira Marinir terhadap penerapan K3, serta untuk mengevaluasi sejauh mana kedua faktor ini berkontribusi terhadap keberhasilan penerapan kebijakan K3 di lingkungan militer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, melibatkan 40 responden perwira marinir. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur variabel kompetensi, kepemimpinan dan penerapan K3. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk memastikan kualitas instrumen, sedangkan analisis regresi linier digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa kompetensi Perwira Marinir (b = 0,45, β = 0,30, p = 0,001) dan kepemimpinan Perwira Marinir (b = 0,55, β = 0,35, p = 0,002) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan K3. Secara keseluruhan model regresi signifikan dengan nilai F = 12,45 (p = 0,000) yang menunjukkan bahwa model ini secara substansial mampu menjelaskan variansi penerapan K3. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel dengan Cronbach's Alpha di atas 0,80. Kompetensi dan kepemimpinan Perwira Marinir memegang peranan penting dalam efektivitas penerapan K3. Temuan ini memberikan dasar yang kuat untuk meningkatkan strategi dan kebijakan pelatihan K3 di lingkungan militer, yang pada gilirannya akan meningkatkan keselamatan dan kesehatan personel.
PROBLEMATIKA SISTEM PENDAFTARAN TANAH SEBAGAI AKIBAT KETIDAKPASTIAN HUKUM PADA PERJANJIAN NOMINEE Budidarmo, Widodo; Kalyana, Lily
JURNAL RETENTUM Vol 6 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Pascasarjana UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/retentum.v6i2.5484

Abstract

Praktik perjanjian nominee dalam kepemilikan tanah di Indonesia menjadi isu hukum yang berpotensi mengancam prinsip kepastian hukum dalam sistem pendaftaran tanah. Meskipun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 24 Tahun 1997 telah mengatur secara tegas mengenai kepemilikan dan pendaftaran tanah guna memberikan perlindungan hukum bagi pemilik yang sah, celah hukum dalam regulasi memungkinkan pihak asing menghindari larangan kepemilikan tanah melalui skema nominee. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi hukum dari perjanjian nominee terhadap kepastian hukum dalam pendaftaran tanah di Indonesia. Dengan menggunakan metode yuridis normatif berbasis studi peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, penelitian ini menemukan bahwa perjanjian nominee sering kali bertentangan dengan asas kepastian hukum dan berpotensi dibatalkan oleh pengadilan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang lebih tegas serta pengawasan yang lebih ketat guna memastikan bahwa sistem pendaftaran tanah tidak disalahgunakan dan tetap berjalan sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku.
REHABILITASI MEDIS BAGI PENGGUNA NARKOBA DENGAN MELATONIN YANG TIDAK MEMENUHI SEMA NO. 4 TAHUN 2010 Rezky, Kartika Bunga; Setiawan, Bambang
JURNAL RETENTUM Vol 6 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Pascasarjana UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/retentum.v6i2.5565

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas penggunaan melatonin dalam rehabilitasi medis pengguna narkoba di Indonesia dan menyoroti ketidakpatuhan terhadap Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 4 Tahun 2010. Melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur-bangun, telah mendapat perhatian sebagai terapi suportif untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pengguna narkoba selama proses rehabilitasi. Dengan meninjau berbagai studi klinis, penelitian ini mengkaji dampak melatonin dalam meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan psikologis di antara pengguna narkoba. Temuan penelitian menunjukkan bahwa melatonin dapat membantu mempercepat pemulihan siklus tidur, memberikan kontribusi positif terhadap keseluruhan proses rehabilitasi. Namun, implementasinya saat ini belum sepenuhnya sejalan dengan pedoman hukum yang ada. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi lebih lanjut terhadap terapi ini dalam kerangka hukum yang jelas dan penyesuaian peraturan untuk meningkatkan efektivitas rehabilitasi medis bagi pengguna narkoba.
TINJAUAN HUKUM PENERAPAN PIDANA MATI DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA Sinaga, Brisman Herbet; Simatupang, Binka L.G; Simatupang, Boturan N.P; Sirait, Rian Mangapul
JURNAL RETENTUM Vol 7 No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Pascasarjana UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/retentum.v7i1.5574

Abstract

Dalam Undang-undang Narkotika No 35 thn 2009 yang dimana mengatur tentang pidana serta memberikan sangksi kepada penyalah gunaan Narkotika yaitu mengedarkan narkotika dan pemakai narkotika. Peraturan Narkotika mendefinikan bahwa Narkoba merupakan Narkotika dan/atau Obat serta bahan-bahan yang berbahayanya ke tubuh. Narkotika yang biasa di sebut dengan Napza yaitu NArkotika,Psikotripika, dan Zat adiktif yang dimana senyawa ini memiliki efek samping memberikan resiko kecanduan kepada penggunanya yang membuat rusaknya otak yang mengakibatkan melakukan tindakan-tindakan tidak bermoral dan menjadi ancaman seruis bagi masa depan Bangsa. Permasalahan dalam penulisan ini diangkat merupakan aturan Tindak Pidana narkotika menurut UU No 35 thn 2009 tentang penyalah gunaan narkotika, Aturan Pidana Mati diatur Psl 114 ayat ke 2 UU No. 35 thn 2009 dan pertimbangan hakim dalam penerapan pidana mati dalam putusan tingkat Pertama dan Banding tetap berlaku yaitu Keputusan PN Jakarta Barat No: 2267/Pid .Sus/2013 /PN. Jkr.Bar Metode Deskriptif merupakan metode yang yang di gunakan dalam penelitian ini menitik beratkan terhadap kondisi-kondisi yang terjadi di masyarakat dan menghuibungkan ke kasus yang diteliti. Bahwa Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian Normatif atau PPenelitian kepustakaan (Library Research). Tindak Pidana Narkotika berdasarkan UU No 35 thn 2009 mengatur terkait Penyalah gunaan Narkotika , tindak pidana narkotika menurut UU No 35 thn 2009 tentang narkotika mengatur hukuman pidana mati terhadap pelaku kejahatan berat narkotika yang tindak pidana dengan kejahatan berat dikarekanan dengan sadar dan sengaja mengedarkan narkoba. Pengedar narkoba dengan pengguna narkoba berbeda dikarenakan penguna dianggap korban jika hanya terpengaruh menggunakan atau memakai narkoba namun jika terlibat mengedarkan akan dianggap tetap menjadi pelaku. Penjatuhan hukuman mati sangat lah tepat karena dapat memberantas peredaran narkoba di kalangan masyarakat dan melindungi negara dari kejahatan yang timbul diakibatkan penyalahgunaan narkoba tersebut. Aturan Pidana Mati diatur Psl 114 ayat yang 2 UU No. 35 Thn 2009 adanya unsur tanpa hak atau perbuatan yang melanggar Hukum bahwasanya dalam undang-undang ini perbuatan mengedarkan dengan Modus menjadi perantara kurir, menukar, menyerahkan dan menerima barang erlarang dalam bentuk tanaman yang beratnya. 1 kilogram ataupun lebih dari 5 pohon dan /atau dalam bentuk bukan tanaman. Penerapan hukuman pidana mati Hakim memiliki Pertimbangan dalam menerapkan Keputusan mati. Bahwa putusan tingkat Pertama dan Banding tetap berlaku yaitu Keputusan PN Jakbar No 2267 /Pid.Sus /2013 /PN. JKT.BAR sudah tepat dikarenakan pelaku terbukti pemukatan jahat dengan melawan hak melakukan bisnis gelap Narkotika dan penggunaan Narkotika secar Ilegal dengan barang bukti Narkotika seperti ekstasi tersebut begitu banyak dengan Jumlah1.412.476 butir dengan beratnya mencapai 380.996,9 gram yang merusak Generasi muda bangsa. Sehingga sudah tepat Pelaku dijatuhi Hukuman Mati.
PERLUNYA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA ATAS PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA SEPIHAK OLEH PERUSAHAAN Kadir, Sykron Abdul
JURNAL RETENTUM Vol 7 No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Pascasarjana UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/retentum.v7i1.5556

Abstract

Indonesia sebagai negara yang menjunjung hukum telah mengatur berbagai aspek kehidupan, termasuk tenaga kerja, untuk menjaga keadilan sosial. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan oleh perusahaan sering kali menjadi masalah yang mengganggu di kalangan buruh, mengingat hal tersebut dapat menyebabkan ketidakadilan dan pelanggaran terhadap hak-hak pekerja. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor dan proses PHK yang tidak sesuai dengan undang-undang serta untuk memahami perlindungan hukum yang seharusnya diterima oleh pekerja yang mengalami PHK. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi literatur yang menganalisis Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja beserta regulasi terkait lainnya. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa meskipun ada regulasi yang mengatur tata cara PHK, pelaksanaan PHK sepihak masih sering dilakukan dengan alasan yang tidak jelas, seperti efisiensi atau kerugian perusahaan. Perlindungan hukum bagi pekerja yang mengalami PHK harus ditingkatkan, khususnya terkait dengan pemberian kompensasi yang sesuai dan penyelenggaraan program pelatihan kerja. Sebagai kesimpulan, penerapan hukum ketenagakerjaan yang lebih jelas dan tegas sangat penting untuk mencegah pelanggaran terhadap hak-hak pekerja serta menjamin keadilan bagi seluruh pihak
PRINSIP FREE, PRIOR, AND INFORMED CONSENT (FPIC) SEBAGAI PILAR HAK ASASI MANUSIA DALAM RESOLUSI KONFLIK WILAYAH ADAT PULAU REMPANG N.A, Nasywa Kayla; Nasa, Safar; Salsabila, Anisa
JURNAL RETENTUM Vol 7 No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Pascasarjana UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/retentum.v7i1.5599

Abstract

Prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) merupakan kerangka kerja yang krusial untuk melindungi hak-hak masyarakat adat dalam menghadapi proyek pembangunan dan sengketa wilayah. Penelitian ini mengkaji penerapan FPIC dalam penyelesaian konflik wilayah adat di Pulau Rempang, Indonesia, dengan menyoroti perannya sebagai pilar perlindungan hak asasi manusia. Dengan menggunakan pendekatan sosio-legal, penelitian ini mengevaluasi kesesuaian implementasi FPIC dengan standar hak asasi manusia internasional serta efektivitasnya dalam melindungi hak kolektif masyarakat adat. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam penerapan prinsip FPIC, termasuk minimnya keterlibatan masyarakat, kurangnya transparansi dalam penyampaian informasi, dan pelanggaran prosedural oleh pihak berwenang. Kelemahan ini memperburuk marginalisasi masyarakat adat dan merugikan hak mereka atas tanah dan sumber daya. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan implementasi FPIC melalui reformasi hukum, inisiatif peningkatan kapasitas, dan mekanisme akuntabilitas yang lebih baik, sehingga FPIC dapat menjadi alat yang efektif untuk mencapai keadilan dan kesetaraan dalam resolusi konflik. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus yang lebih luas tentang hak asasi manusia dan hak-hak masyarakat adat, dengan menekankan pentingnya integrasi FPIC ke dalam kerangka hukum nasional.