cover
Contact Name
Elen Nurjanah
Contact Email
elennurjanah@iainkediri.ac.id
Phone
+6285288779765
Journal Mail Official
jurnaltbin@gmail.com
Editorial Address
Alamat Kantor di Jln. Sunan Ampel No. 7, Ngronggo, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya
ISSN : 29880564     EISSN : 29875463     DOI : https://doi.org/10.30762/narasi
Core Subject : Education, Social,
Fokus utama dari jurnal ini adalah kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia
Articles 90 Documents
Konstruksi dan Fungsi Sintaksis Frasa Eksosentris Direktif dan Nondirektif: Studi Deskriptif pada Cerpen “Robohnya Surau Kami” Novita Anggi Lusiani; Santy Nur Wahyuni; Fariz Naida Zulfa; Nailul Muna; Husna Karing
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v3i2.7421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi frasa eksosentris direktif serta nondirektif dalam cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana struktur sintaksis frasa eksosentris membangun narasi serta bagaimana keterkaitannya dengan konteks sastra dalam cerpen tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan frasa eksosentris direktif dengan preposisi di, ke, dan dari mendominasi teks sebagai penanda latar tempat yang krusial bagi alur cerita. Sementara itu, frasa eksosentris nondirektif yang menggunakan penanda si dan yang berfungsi memperkuat karakterisasi tokoh secara kritis. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengaitan unsur lingustik sintaksis dengan makna sastra, di mana frasa eksosentris terbukti menjadi instrumen penting dalam menyampaikan kritik sosial dan pesan moral A.A. Navis. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi pada pengayaan kajian sintaksis, khususnya pada teks sastra Indonesia klasik.
Representasi Nilai Islam Al-Ghazali sebagai Penguat Agensi Tokoh Perempuan dalam Novel Laut Tengah: Kajian Hermeneutika Azzahra Sindhi Latifa; Iswatun Khasanah; Safira Mufida ’Azmi; Ismi Nur Hidayah; Suci Ariyanti
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.5977

Abstract

  Diskursus agensi perempuan dalam masyarakat muslim kontemporer sering kali terjebak dalam dikotomi antara fatalisme teologis dan emansipasi sekuler, di mana praktik domestikasi sering kali membatasi otoritas masa depan perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai-nilai Islam sebagai instrumen penguat agensi perempuan melalui tokoh Haia dalam novel Laut Tengah karya Berliana Kimberly. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan hermeneutika Gadamerian-Ricoeurian, penelitian ini membedah data melalui parameter Rub’ul Munjiyat Al-Ghazali (ikhtiar, sabar, tawakal, dan takdir). Hasil penelitian menunjukkan adanya rekonstruksi terhadap paradigma fatalisme melalui representasi tokoh yang aktif secara intelektual dan spiritual. Nilai ikhtiar bermanifestasi sebagai resistensi spasial dan agensi intelektual, sementara sabar dan tawakal berfungsi sebagai instrumen regulasi diri (self-regulation) serta terapi jiwa (soul therapy) dalam menghadapi tekanan struktural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa religiusitas dalam novel tersebut tidak hadir sebagai belenggu dogmatis, melainkan fondasi etis yang memungkinkan perempuan mengonstruksi otoritas dirinya di tengah restriksi sosial. Temuan ini berkontribusi pada penguatan diskursus sastra berbasis nilai Islam yang progresif dan transformatif sebagai solusi atas problem subordinasi perempuan.
Struktur Naratif Gerard Genette dalam Novel Batu Berkaki dan Pemanfaatannya sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Sastra Retno Wulan Andari; Furoidatul Husniah; Akhmad Taufiq; Inno Cahyaning Tyas
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.8482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana keterjalinan unsur tense, mood, dan voice dalam novel Batu Berkaki dapat membentuk strategi naratif yang menunjang tujuan pengarang, serta mendeskripsikan pemanfaatan temuan sebagai alternatif materi pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan struktural berdasarkan teori Naratologi oleh Gerard Genette. Data dianalisis dengan mengelaborasikan teknik analisis parsial-integral oleh Herman Didipu dan model Miles and Huberman untuk membangun pemahaman secara menyeluruh mengenai relasi antarunsur dalam cerita. Hasil analisis menyimpulkan bahwa strategi naratif dalam novel Batu Berkaki dibangun melalui keterjalinan antara unsur tense, mood, dan voice yang saling menguatkan. Untuk mendukung waktu atau tense yang rumit dan acak, narator memainkan teknik naratif dalam unsur mood dan voice, dan menghasilkan suasana menegangkan khas genre thriller dan misteri di dalam cerita. Novel Batu Berkaki menyajikan ragam teknik menulis yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif materi pembelajaran sastra di kelas 12 jenjang SMA, elemen menulis.
Antara Karomah dan Tirakat: Motif Kepahlawanan dalam Teks Nabi Sam’un dan Si Pitung Melsa Nurpuzianah; Atiqotul Fitriyah; Irvan Aladip Mahfudin
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.8507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif motif kepahlawanan dalam kisah Nabi Sam’un dan legenda Si Pitung melalui kerangka teori Motif-Index of Folk-Literature karya Stith Thompson. Meskipun kedua narasi ini berasal dari tradisi yang berbeda, yakni teks religius-hagiografis dan folklor urban, keduanya menunjukkan pola struktural yang serupa dalam konstruksi sosok pahlawan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi unit-unit motif terkecil yang membangun narasi kepahlawanan. Temuan penelitian menunjukkan adanya kesamaan pada motif Secret Power yang tergolong dalam kategori Marvels (Motif D). Perbedaan signifikan ditemukan pada lokus kekuatan; Nabi Sam’un merepresentasikan pahlawan dengan kekuatan organik-internal (Motif D1831), sedangkan Si Pitung merepresentasikan pahlawan dengan kekuatan artifisial-eksternal (Motif D1381.11). Analisis ini menyimpulkan bahwa terdapat pola universal dalam imajinasi kolektif manusia mengenai sosok pahlawan yang melampaui batas-batas budaya dan religiusitas.
Relasi Kuasa Orang Dewasa-Anak dalam Novel Di Tanah Lada Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie Adelia Savitri; Dhita Hapsarani
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.8514

Abstract

Relasi kuasa orang dewasa-anak dapat menimbulkan perilaku diskriminatif terhadap anak dan dominasi tersebut dianggap sebagai hal yang wajar dalam masyarakat. Novel Di Tanah Lada menawarkan pandangan lain dalam memandang dan memosisikan anak-anak dengan memberikan suara bagi tokoh anak untuk keluar dari dominasi tokoh dewasa. Melalui konsep relasi kuasa orang-dewasa anak dan konsep anak sebagai liyan, penelitian ini berupaya membongkar relasi kuasa tokoh dewasa-anak dalam Di Tanah Lada. Hal ini bertujuan untuk melihat bagaimana novel ini membangun kesadaran bagi orang dewasa dalam memandang anak-anak sehingga tidak menjadikan dominasi terhadap anak sebagai sesuatu yang wajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi dari tokoh dewasa menimbulkan resistensi pada diri dua tokoh anak yang menjadi tokoh utama. Resistensi kedua tokoh anak tersebut diperlihatkan dari penolakan mereka untuk kembali pada mata rantai kekerasan dan pada relasi kuasa yang dibentuk oleh tokoh dewasa. Dengan memilih kematian sebagai jalan keluar, kedua tokoh anak bergantung pada diri mereka sendiri sebagai individu yang bebas, memiliki subjektivitas atas dunianya, dan atas hidupnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan, novel ini menunjukkan kritik terhadap orang dewasa yang menempatkan anak-anak di posisi marjinal
Kalimat Interogatif dalam Dialog Lintas Agama pada Konten YouTube Habib Main ke Kampung Bante Elen Nurjanah; Jokhio Amjad Ali
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.8549

Abstract

Kalimat interogatif dalam dakwah digital memiliki fungsi strategis yang melampaui sekadar pencarian informasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk sintaksis, fungsi pragmatis, dan strategi kesantunan kalimat interogatif dalam video YouTube Habib Main ke Kampung Bante. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pragma-sintaksis, data dikumpulkan melalui teknik simak-catat dari 15 tuturan yang dipilih secara purposive berdasarkan relevansi komunikatifnya. Hasil analisis sintaksis menunjukkan dominasi bentuk yes-no question dan tag question yang digunakan untuk membangun kesepahaman. Secara pragmatis, ditemukan fungsi direktif, retoris, dan fatis yang berperan sebagai sarana refleksi moral serta penjaga keakraban sosial. Strategi kesantunan positif dan negatif diterapkan untuk menjaga citra diri (face) mitra tutur. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan kalimat tanya yang santun dan terbuka merupakan implementasi nyata dari nilai moderasi beragama dalam ruang publik digital.
Strategi Menyimak sebagai Regulasi Kognitif dan Metakognitif dalam Pembelajaran Berbasis Proyek Dedy Setyawan; Fitri Anugrah Kilisuci Fiiarum
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.8517

Abstract

Penelitian mengenai strategi menyimak di perguruan tinggi masih relatif terbatas, padahal menyimak merupakan keterampilan fundamental yang berperan penting dalam proses pembelajaran akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi menyimak mahasiswa dalam pembelajaran berbasis proyek dengan menempatkannya sebagai bentuk regulasi kognitif dan metakognitif dalam mengelola beban kognitif. Menyimak dipahami sebagai proses aktif yang melibatkan pengendalian perhatian, pemantauan, dan evaluasi pemahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 30 mahasiswa semester pertama Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Data diperoleh melalui observasi, refleksi tertulis, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara iteratif melalui reduksi, pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengembangkan strategi menyimak yang adaptif melalui integrasi strategi kognitif, metakognitif, dan afektif. Strategi seperti note-taking, repeated listening, dan inferencing berfungsi tidak hanya untuk memahami informasi, tetapi juga untuk mengelola keterbatasan kapasitas kognitif. Kesulitan menyimak muncul dari interaksi kompleks antara faktor kognitif, teknis, dan afektif yang meningkatkan beban kognitif. Dalam kondisi tersebut, strategi menyimak berperan sebagai mediator antara listening effort dan pemahaman. Temuan ini menegaskan bahwa strategi menyimak merupakan bagian dari sistem regulasi diri yang terintegrasi dengan metakognisi dan beban kognitif, serta memiliki implikasi penting bagi pengembangan pembelajaran menyimak yang lebih reflektif dan strategis.
Penubuhan dan Otoritas Tubuh Perempuan dalam Novel Korpus Uterus Peni Puspitasari; Heri Isnaini
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.8628

Abstract

Artikel ini menelaah representasi tubuh perempuan sebagai pengalaman penubuhan (embodiment) dalam novel Korpus Uterus (2025) dengan menggunakan perspektif feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir dan pemikiran Toril Moi tentang tubuh, subjektivitas, dan konstruksi makna dalam teks sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pembacaan kritis terhadap narasi, tokoh, dan konflik yang berkaitan dengan rahim, kehamilan, aborsi, serta kekerasan seksual. Analisis difokuskan pada bagaimana tubuh perempuan tidak hanya diposisikan sebagai entitas biologis, tetapi sebagai tubuh yang dinegosiasikan dan dikendalikan melalui relasi kuasa patriarkal. Hasil kajian menunjukkan bahwa tubuh perempuan dalam novel ini dapat dibaca sebagai tubuh yang bermakna, yakni tubuh yang diproduksi oleh bahasa, wacana, dan pengalaman hidup, bukan semata-mata oleh kodrat biologis. Novel ini memperlihatkan bahwa praktik aborsi dan penolakan terhadap kehamilan tidak dihadirkan sebagai tindakan amoral, melainkan sebagai ekspresi penubuhan yang lahir dari pengalaman traumatis, kemiskinan, dan ketimpangan gender. Novelty penelitian ini terletak pada pembacaan Korpus Uterus sebagai teks sastra yang menempatkan rahim bukan hanya sebagai simbol reproduksi, tetapi juga sebagai ruang konflik eksistensial dan politis tubuh perempuan. Dengan menggabungkan feminisme eksistensialis Beauvoir dan pendekatan antiesensialis Toril Moi, artikel ini menawarkan pemahaman baru bahwa tubuh perempuan dalam sastra Indonesia kontemporer merupakan medan perlawanan simbolik terhadap hegemoni moral, hukum, dan budaya patriarki.
Perempuan, Lingkungan, dan Perlawanan terhadap Eksploitasi Alam dalam Film Petualangan Sherina 2 Erawati Dwi Lestari; Guntur Sekti Wijaya
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.9058

Abstract

Krisis lingkungan dan meningkatnya eksploitasi alam telah mendorong munculnya berbagai representasi tentang hubungan manusia dan lingkungan dalam media populer, termasuk film. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan, lingkungan, dan perlawanan terhadap eksploitasi alam dalam film Petualangan Sherina 2 menggunakan perspektif ekofeminisme Vandana Shiva. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data primer berupa film Petualangan Sherina 2, sedangkan data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan telaah pustaka, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, perempuan direpresentasikan sebagai agen kesadaran ekologis melalui kepedulian Sherina terhadap konservasi orangutan. Kedua, film menampilkan solidaritas pengetahuan ekologis perempuan melalui kolaborasi antara Sherina dan Sindai dalam upaya penyelamatan satwa liar. Ketiga, perempuan direpresentasikan sebagai aktor perlawanan terhadap eksploitasi alam melalui penyelamatan orangutan, pengungkapan perdagangan satwa liar, serta penyebaran informasi yang mendorong kesadaran publik. Penelitian ini memperkaya kajian ekofeminisme dalam studi film Indonesia dengan menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya direpresentasikan sebagai sosok yang dekat dengan alam, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membangun kesadaran ekologis dan mendorong perlindungan lingkungan.
Representasi Kejawen sebagai Sinkretisme Keyakinan Masyarakat Jawa Banyumasan dalam Novel-Novel Ahmad Tohari Hary Sulistyo; Ahmad Mustolih; Widya Putri Ryolita; Dimas Indianto S.; Bahrul Anam
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.8491

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai representasi kejawen sebagai sinkretisme Islam dengan keyakinan lokal dalam novel-novel karya Ahmad Tohari dengan perspektif unsur-unsur kebudayaan Koentjaraningrat. Sebagai karya sastra yang merepresentasikan budaya Banyumasan, terepresentasi aspek-aspek spiritualitas tak terkecuali mistisme, yang merupakan akulturasi spiritualitas dan realitas dalam hidup. Tujuan penulisan ini adalah: 1. Menjabarkan bentuk-bentuk Kejawen di dalam novel-novel Ahmad Tohari sebagai bentuk tanda dalam perspektif unsur-unsur kebudayaan Koentjaraningrat; 2. Menjabarkan makna kultural masyarakat Banyumasan mengenai representasi Kejawen di dalam novel-novel tersebut. Teori dalam penelitian ini adalah unsur-unsur kebudayaan Koentjaraningrat, yang meliputi tahapan ide, tingkah laku, dan benda hasil kebudayaan.  Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan langkah-langkah: 1. Pembacaan terhadap novel-novel Ahmad Tohari sebagai populasi penelitian; 2. Pemilihan terhadap novel-novel yang mengandung unsur kejawen sebagai sampel penelitian; dan 3. Melakukan analisis terhadap   representasi   kejawen   di   dalam   novel-novel   tersebut   dengan   teori   unsur-unsur kebudayaan Koentjaraningrat.  Hasil penelitian menunjukkan:  1.  Berdasarkan karya-karya Ahmad Tohari, novel Ronggeng Dukuh Paruk dan Di Kaki Bukit Cibalak memiliki representasi yang kuat mengenai Kejawen sebagai ciri masyarakat Banyumasan; 2. Representasi Kejawen dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk pada peristiwa peresmian Srintil menjadi ronggeng, yaitu saat pentas di makam keramat. Representasi kejawen dalam novel Di Kaki Bukit Cibalak, tercermin pada peristiwa Bu Lurah yang mendatangi dukun sakti, agar suaminya gagal dalam  pernikahannya  dengan  istri  muda;  3.  Representasi  kejawen  dalam  karya-karya  Ahmad Tohari menunjukkan secara kultural, masyarakat Banyumasan, memiliki pola pikir dialektis antara realitas dan mistisme, sekaligus   memegang teguh  tradisi   kultural,   dengan   salah   satunya   tetap menghormati leluhur sebagai nilai dan identitas.