cover
Contact Name
Arif Fadillah
Contact Email
afifah170114@gmail.com
Phone
+6282281701148
Journal Mail Official
lp2misaintek@gmail.com
Editorial Address
IKesT Muhammadiyah Palembang Jl. Jend. A. Yani, 13 Ulu, Palembang, Indonesia, 30262
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
ISSN : 29857031     EISSN : 29861748     DOI : https://doi.org/10.52523/jhast.v1i2
JHAST adalah kepanjangan dari Journal Health Applied Science And Technology, JHAST merupakan jurnal fakultas Sains dan Teknologi Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang. Fakultas Sains dan Teknologi terdiri dari Program studi : 1. Prodi S1 GIZI 2. Prodi S1 Sistem Informasi 3. Prodi DIV Teknologi Laboratorium Medis 4. Prodi DIII Kesehatan Lingkunagn Jurnal ini Membahas tentang Ilmu Gizi (Gizi dan Pangan), Ilmu Sistem Informasi (Aplikasi web, Aplikasi mobile, digital bisnis, data science, big data, keamanan dan Multimedia), Teknik Laboratorium Medis (Flebotomi, fisika, kimia) menjadi Teknologi Laboratorium Medis (Flebotomi, Kimia Klinik, Hematologi, Bakteriologi, Parasitologi, Toksikologi, Imunserologi, Sitohistoteknologi, Biologi Molekuler dan Manajemen Mutu Laboratorium) dan Ilmu Kesehatan Lingkungan (Penyakit berbasis Lingkungan, Air dan Sanitasi, Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit, Kemanan Makanan, Analisis Resiko Kesehatan Lingkungan dan Tosikologi Lingkungan). Jurnal ini sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan dan Ilmu Sains dan teknologi yang terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik, Terbitan pertama bulan Maret 2023.
Articles 73 Documents
a ANALISA HASIL PEMERIKSAAN LINE PROBE ASSAY DAN MYCOBACTERIUM GROWTH INDIKATOR TUBE LINI DUA GOLONGAN FLUOROQUINOLONE PADA PASIEN TB-MDR Dewi Hartati; Bastian
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 4 No 1 (2026): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jhast.v4i1.93

Abstract

atar belakang : TB merupakan penyakit infeksi mudah menular melalui udara yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. TBmenjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat global dan Indonesia menempati posisi kedua kasus TB tertinggi di dunia. Diagnosa dan penatalaksaan pasien TB akan berpengaruh dalam penanggulan TB. TB-MDR atau Multi Drug Resistant adalah TB resisten obat terhadap minimal 2 obat anti TB lini pertama. Mycobacterium Growth Indicator Tube (MGIT) merupakangold standardalam pemeriksaan TB namun membutuhkan waktu yang cukup lama. Salah satu alternative yang dikembangkan WHO adalah Line Probe Assay dengan metode genotypeyang memberikan diagnosa lebih cepat. Sehingga deteksi dan pengobatan TB-MDR dapat segera dilakukan. Tujuan penelitian: Untuk menganalisisLine Probe Assay dan Mycobacterium Growth Indicator Tube pada pasien TB-MDR. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasionaldengan metode cross sectional dengan desain post test only control desain antara Line probe assay dan Mycobacterium Growth Indicator Tube terhadap hasil uji OAT Lini dua golongan Fluoroquinolone. Hasil : Hasil Analisa menunjukkan LPA Genotype MTBDRsI ver 2.0dengan Mycobacterium Growth Indicator Tube sebagai gold standar adalah sensitivitas 100%. Simpulan: Line Probe Assayterbukti mampu mendeteksi resistensi Fluoroquinolonedengan akurasi yang sama baiknya dengan Mycobacterium Growth Indicator Tube, namun lebih cepat sehingga berpotensi mempercepat terapi TB-MDR.”
ANALISA PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PEMERIKSAAN ENZIM HATI BERDASARKAN ATURAN WESTGARD DI LABORATORIUM RUMAH SAKIT: Accuracy, Enzyme heart, Precision, Consolidation Quality Control Internal Ainuzzahroh, Adinda; Aristoteles; Bastian
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 4 No 1 (2026): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jhast.v4i1.96

Abstract

Latar Belakang: Pemantapan Mutu Internal (PMI) merupakan kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh masing-masing laboratorium secara terus menerus agar tidak terjadi atau mengurangi kejadian error/penyimpangan. Cakupan objek pemantapan mutu internal salah satunya adalah tahap anlitik yaitu quality controlyang merupakan tahap dengan dilakukanya uji presisi (presisi) dan ketelitian (akurasi). Salah satu penerapan yang dilakukan dapat dilakukan dengan menggunakan grafik Levey Jennings kemudian pembacaannya dapat digunakan aturan Westgard untuk mengukur akurasi (d%) dan presisi (CV%)pemeriksaan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini untuk mengetahui Pemantapan Mutu Internal Pemeriksaan Enzim Hati Berdasarkan Aturan Westgard diLaboratorium Rumah Sakit. Metode Penelitian : Deskriptif Kuantitatif, penelitian ini dilakukan di RS X dan RS Y pada tanggal 10 -16 Maret 2025. Populasi yang diambil adalah seluruh data sekunder hasil quality control pemeriksaan enzim hati (AST dan ALT) Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder pada bulan Agustus-Desember 2024. Hasil: Nilai pada perhitungan pemeriksaan enzim hati pada RS X memiliki nilai bias yang baik dengan tidak ada nilai bias yang mencapai batas maksimal ±10% dan RS Y memiliki hasil bias yang cukup baik dengan 4 bulan hasil QC tidak melebihi batas maksimal dan 1 bulan hasil QC yang tidak akurat karena melebihi batas maksimal.Tingkat presisi pada pemeriksaan enzim hati RS X dan RS Y memiliki tingkat presisi yang cukup teliti karena tidak ada hasil CV yang melebihi batas maksimal 7%, Evaluasi grafik levey-jenning menggunakan aturan wesgrad pada pemeriksaan enzim hati pada RS X ditemukan banyak aturan 1-2 S, dan 10x. sedangkan pada RS Y banyak ditemukan aturan 1-2S, 4-1S, dan 10x.Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan hasil penelitian pemantapan mutu pemeriksaan internal enzim hati berdasarkan aturan westgard dilaboratorium rumah sakit.
Implementasi Sistem Absensi Otomatis Smart Attendance Berbasis Kecerdasan Buatan dengan Deteksi Wajah Menggunakan YOLOv11 di Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang Arif Fadillah; Ilhamdani Saputra
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 4 No 1 (2026): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jhast.v4i1.101

Abstract

The development of artificial intelligence technology has made significant contributions in various fields, including education. One problem still frequently encountered in higher education is the manual student attendance system. This manual process often creates various obstacles, such as the potential for fraud in the form of absenteeism, delays in recording, and the risk of administrative errors. This condition shows the urgency of providing a more modern, effective, and accurate attendance system through the use of AI-based technology. Using the YOLOv11 algorithm, known for its ability to detect objects quickly and with high precision, this research is directed at designing a Smart Attendance system based on facial detection that can improve the quality of academic services at Muhammadiyah Ahmad Dahlan University, Palembang. The purpose of this research is to develop and implement an automatic attendance system based on facial detection with the YOLOv11 algorithm integrated with the campus academic database. This system is expected to be able to recognize student faces in real-time, record attendance automatically, and present data that can be accessed by lecturers and administration in a transparent manner. Furthermore, this research aims to improve the efficiency of academic processes, reduce attendance fraud, and encourage the adoption of AI technology in higher education environments. Conclusion: Thus, the implementation of this AI-based attendance system not only improves operational efficiency but also encourages digital transformation in higher education environments. Going forward, this system can be further developed with improved features and scalability for wider adoption across various educational institutions.