cover
Contact Name
Antonius Primus
Contact Email
fatima.parepare28@gmail.com
Phone
+6242122167
Journal Mail Official
fatima.parepare28@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ganggawa, No. 22, Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
ISSN : 23563028     EISSN : 26563495     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan “Lentera Acitya” merupakan media komunikasi dan informasi ilmiah bidang ilmu kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare. “Lentera Acitya” merupakan hasil elaborasi berbagai pemikiran dan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para dosen dan para ahli serta mahasiswa di bidangnya, baik dalam lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare maupun di luar lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare. Jurnal ini diterbitkan secara berkala, dua kali setahun (Juni dan Desember). “Lentera Acitya” diterbitkan pertama kali pada Desember 2014. Jurnal Kesehatan Lentera Acitya terindeks LIPI, ISSN Indonesia, Google Schoolar, PKP Index, OJS, dan GARUDA (Garba Rujukan Digital) Dikti. Terintegrasi pada SINTA.
Articles 112 Documents
PENGARUH PERAWATAN METODE KANGGURU TERHADAP PENINGKATAN SUHU BADAN RENDAH BAYI BARU LAHIR DI RSUD SAWERIGADING KOTA PALOPO TAHUN 2023 Usman, Arifa; Irawati, Ayu; Susianti, Susianti; Djamir, A. Fatimah
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipotermi merupakan bayi dengan suhu dibawah normal 36,5-37 ◦ C, hipotermi merupakan awal penyakit yang berakhir dengan kematian. Perawatan dengan Metode Kangguru (PMK) ini sebagai alternatif bagi perawatan Suhu Badan Rendah (Hipotermi) yang telah melewati masa krisis tetapi masih memerlukan perawatan khusus untuk pemberian kehangatan beserta makanan bagi pertumbuhannya. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh perawatan metode kangguru terhadap peningkatan suhu badan rendah (Hipotermi) pada Bayi Baru Lahir (BBL) di RSUD Sawerigading Kota PalopoTahun 2019. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional analitik, dengan menggunakan pendekatan pre eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu Suhu Badan Rendah (Hipotermi) Bayi Baru Lahir (BBL) sebanyak 38 bayi dengan menggunakan total sampling.Pengumpulan data pretest dan posttest menggunakan lembar observasi, kemudian analisis data menggunakan wilcoxon test. Hasil: Penelitian ini menunjukkan ada peningkatan suhu badan rendah (pretest) dan sesudah diberikan perlakuan Perawatan Metode Kangguru (PMK) (posttest) yang menunjukkan bahwa nilai (p = ,000 < α = ,005). Kesimpulan: Ada pengaruhPerawatan Metode Kangguru (PMK) terhadap peningkatan suhu badan rendah (Hipotermi) pada Bayi Baru Lahir di RSUD Sawerigading Kota Palopo tahun 2023 bahwa H0 ditolak dan Ha diterimah.Kata Kunci: Peningkatan Suhu Badan Rendah (Hipotermi), Perawatan Metode Kangguru (PMK)ABSTRACTBackground: Hypothermia is a baby with a temperature below normal 36.5-37 ◦ C, hypothermia is the beginning of a disease that ends in death. Treatment using the Kangaroo Method (PMK) is an alternative for treating Low Body Temperature (Hypothermia) which has gone through a crisis period but still requires special care to provide warmth and food for growth. Objective: To determine the effect of kangaroo method treatment on increasing low body temperature (Hypothermia) in Newborn Babies (BBL) at Sawerigading Regional Hospital, Palopo City in 2019. Method: The research design used in this research is an analytical observational method, using a pre-experimental approach with a One GroupPretest Posttest Design. The population in this study was Low Body Temperature (Hypothermia) of Newborn Babies (BBL) as many as 38 babies using total sampling. Pretest and posttest data were collected using observation sheets, then data analysis used the Wilcoxon test. Results: This study showed that there was an increase in low body temperature (pretest) and after being given Kangaroo Method Treatment (PMK) (posttest) which showed that the value was (p = .000 < α = .005). Conclusion: There is an influence of Kangaroo Method Treatment (PMK) on increasing low body temperature (Hypothermia)in Newborn Babies at Sawerigading Hospital, Palopo City in 2023, that H0 is rejected and Ha is accepted.Keywords: Increased Low Body Temperature (Hypothermia), Kangaroo Method Treatment (PMK)
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS LAKESSI KOTA PAREPARE Randa, Yenny Djeny; Safitry, Rusni
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TIM FORUM KABUPATEN SEHAT DI KABUPATEN PANGKEP Talib, Nur Qalbi; Suparman, Sri Rahayu; Pratiwi, Putri
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan Kabupaten Kota Sehat secara resmi dan sistematis efektif sejak terbitnya Peraturan Bersama antara Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan pada tahun 2005. Implementasi Kebijakan Kabupaten Sehat di Kabupaten Pangkep dimulai sejak tahun 2007. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi kebijakan Tim Forum Kabupaten Sehat di Kabupaten Pangkep. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Informan penelitian berjumlah 8 informan. 4 diantaranya merupakan informan kunci dan 4 informan biasa. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi sudah dilakukan dengan baik dalam lingkup tim Pembina dan tim forum kabupaten sehat namun masih perlu dimaksimalkan agar sampai kepada masyarakat dan dari segi sumber daya, staf (tim Pembina dan tim forum kabupaten sehat) sudah terpenuhi namun tingkat partisipasi sudah berkurang dan beberapa staf mempunyai beban kerja berlebih, untuk sarana dan prasarana sudah mendukung dengan adanya kantor sekertariat, dan keterbatasan anggaran pada OPD dalam pencapaian indikator kabupaten sehat dan dana insentif bagi tim. Implementasi kebijakan kabupaten sehat di kabupaten pangkep sejauh ini sudah dilakukan dengan baik dari segi komunikasi dan sumberdaya. Tersedianya sumberdaya manusia dalam tim forum yang dinilai memiliki power untuk mempengaruhi masyarakat dalam pelaksanaan kabuten sehat. Namun pelaksanaan sosialisasi kabupaten sehat di tingkat tim forum kecamatan dan desa masih kurang dikarenakan kabupaten pangkep memiliki wilayah yang sangat luas sehingga harus menggunakan dana yang besar sementara dana yang tersedia untuk kabupaten sehat sangat terbatas.Kata kunci : implementasi, kebijakan kabupaten sehat, kabupaten pangkepABSTRACTThe Healthy City Regency Policy has been officially and systematically effective since the publication of a Joint Regulation between the Ministry of Home Affairs and the Ministry of Health in 2005. Implementation of the Healthy Regency Policy in Pangkep Regency began in 2007. The aim of this research is to analyze the implementation of the Healthy Regency Forum Team policy in Pangkep Regency . This research is a qualitative research. Data collection techniques used in-depth interviews and document review. There were 8 research informants. 4 of them were key informants and 4 were regular informants. Data analysis uses content analysis. The results of the research show that communication has been carried out well within the scope of the supervisory team and the healthy district forum team but still needs to be maximized so that it reaches the community and in terms of resources, staff (the supervisory team and healthy district forum team) have been fulfilled but the level of participation has decreased and some staff have excessive workloads, facilities and infrastructure are already supported by the existence of a secretariat office, and budget limitations for OPD in achieving healthy district indicators and incentive funds for teams. The implementation of the healthy district policy in Pangkep district has so far been carried out well in terms of communication and resources. The availability of human resources in the forum team which is considered to have the power to influence the community in implementing healthy habits. However, the implementation of socialization on healthy districts at the sub-district and village forum team level is still lacking because Pangkep district has a very large area so it has to use large amounts of funds while the funds available for healthy districts are very limited.Keywords: implementation, healthy district policy, Pangkep district
ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTENSI DENGAN TERAPI MUSIK TERHADAP RESIKO FERFUSI FERIFER TIDAK EFEKTIF DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANDI MAKKASAU KOTA PAREPARE Sukri, Sukri; Taliabo, Petrus; Nurasima, Nurasima
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH TINGKAT EKONOMI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PREVALENSI KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS LAPADDE, PAREPARE Malla, Martina; Palinggi, Yunita
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Stunting saat ini menjadi permasalahan serius pada anak-anak dan generasi muda yang mengancam calon Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kurang gizi dalam jangka waktu lama. Masalah gizi kurang disebabkan oleh kemiskinan. Program pemerintah dalam upaya penanganan stunting di Indonesia yang telah terpublikasi yaitu menyediakan dan memastikan akses terhadap air bersih, melakukan fortifikasi bahan pangan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), menyediakan bantuan dan jaminan sosial bagi keluarga miskin, dan meningkatkan ketahanan pangan dan gizi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Gambaran Tingkat Ekonomi dan Pemberian ASI Ekslusif terhadap kejadian stunting pada anak di Wilayah Kerja PKM Lapadde Kota Parepare. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan instrument berupa lembar kuesioner. Subyek penelitian semua anak yang menderita stunting di wilayah kerja PKM Lapadde yaitu 45 anak. Hasil penelitian dari 45 responden didapatkan responden yang berpenghasilan >3.400.000 sebanyak 5 keluarga (11,1%) dan berpenghasilan <3.400.000 sebanyak 40 keluarga (88,9%). Dari 45 responden didapatkan yang memberikan ASI Ekslusif sebanyak 19 responden (42,2%) dan tidak memberikan ASI Ekslusif sebanyak 26 responden (57,8%). Saran kepada keluarga terutama ibu diharapkan memberikan perhatian lebih pada anak terutama pola pengasuhannya serta MP-ASI.Kata Kunci : Stunting, Tingkat Ekonomi, ASI EklusifABSTRACTBackground : Stunting is currently a serious problem for children and the younger generation which threatens qualified Indonesian Human Resources (HR) candidates. Stunting is a condition of failure to grow in toddlers due to long-term malnutrition. The problem of malnutrition is caused by poverty, poor environmental sanitation and ignorance about nutrition and the importance of giving children exclusive breast milk for 6 months. Government programs in efforts to deal with stunting in Indonesia that have been published include providing and ensuring access to clean water, fortifying food, providing additional food (PMT), providing assistance and sosial security for poor families, and increasing food and nutrition security. This research was conducted to determine the description of the economic level and exclusive breastfeeding on the incidence of stunting in children in the PKM Lapadde Working Area, Parepare City. Research methods used in this research is quantitative descriptive with an instrument in the form of a questionnaire sheet. Research subject of all children suffering from stunting in the PKM Lapadde working area, namely 45 children. Research result Of the 45 respondents, 5 families (11.1%) had an income of >3,400,000 and 40 families (88.9%) had an income of <3,400,000. Of the 45 respondents, it was found that 19 respondents (42.2%) gave exclusive breastfeeding and 26 respondents (57.8%) did not give exclusive breast milk. Suggestion Families, especially mothers, are expected to pay more attention to their children, especially their parenting patterns and MP-ASI.Keywords : Stunting, Economic Level, Exclusive Breastfeeding
PENGARUH EDUKASI PERNIKAHAN DINI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG RESIKO PERNIKAHAN DINI DI PUSKESMAS BULAWA Irawati, Ayu; Susianti, Susianti; Usman, Arifa; Rosdiana, Rosdiana
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pernikahan usia anak merupakan pernikahan yang terjadi secara formal dan tidak formal yang dilakukan dibawa usia 18 tahun. Pernikahan dini sebaiknya dicegah, salah satu Langkah yang dapat diambil oleh tenaga Kesehatan untuk mengurangi insiden pernikahan dini dan mengurangi efek negative dari pernikahan di usia remaja adalah dengan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai dampak negative pernikahn dini. Tujuan : untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Tentang Pernikahan Dini Terhadap Pengetahuan Pada Remaja Tentang Resiko Pernikahan Dini Di Puskesmas Bulawa Kab. Bone Bolango Tahun 2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan One Group Pre-Test dan Post-test Design.Populasi adalah seluruh Remaja usia 10-18 tahun yang berada diwilayah kerja puskesmas Bulawa sebanyak 188 remaja dan sampel sebanyak 22 orang dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil : berdasarkan uji Wilcoxon Pengetahuan sebelum diberikan edukasi dengan nilai rata-rata 57,73 dan setelah diberikan edukasi dengan nilai rata-rata 79,32, ada pengaruh edukasi tentang pernikahan dini terhadap pengetahuan pada remaja tentang resiko pernikahan dini di Puskesmas Bulawa Kab. Bone Bolango tahun 2024 dengan pvalue 0,000. Kesimpulan : ada pengaruh edukasi tentang pernikahan dini terhadap pengetahuan pada remaja tentang resiko pernikahan dini di Puskesmas Bulawa Kab. Bone Bolango tahun 2024.Kata kunci : Edukasi, Pengetahuan, Risiko Pernikahan DiniABSTRACTBackground: Child marriage is a marriage that occurs formally and informally before the age of 18. Early marriage should be prevented, one of the steps that can be taken by health workers to reduce the incidence of early marriage and reduce the negative effects of marriage in adolescence is by increasing the knowledge of adolescents about the negative impacts of early marriage. Objective: To determine the Influence of Education on Early Marriage on Knowledge of Adolescents about the Risks of Early Marriage at Bulawa Public Health Center, Bone Bolango Regency in 2024. Method: This research is an experimental study with a One Group Pre-Test and Post-test Design. The population is all adolescents aged 10-18 years in the Bulawa Public Health Center work area, totaling 188 adolescents, and a sample of 22 people using purposive sampling. Results: Based on the Wilcoxon test, knowledge before being given education with an average value of 57.73 and after being given education with an average value of 79.32, there is an influence of education on early marriage on knowledge of adolescents about the risks of early marriage at Bulawa Public Health Center, Bone Bolango Regency in 2024 with a p-value of 0.000. Conclusion: There is an influence of education on early marriage on knowledge of adolescents about the risks of early marriage at Bulawa Public Health Center, Bone Bolango Regency in 2024.Keywords: Education, knowledge, risk of early marriage
PENERAPAN MANAJEMEN LOGISTIK KESEHATAN PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DI PROVINSI SULAWESI BARAT Febrianti, Erni; Sahariah, Sahariah; Nurwahita, Nurwahita; Sahriana, Sahriana; Natalia, Natalia
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen persediaan obat menjadi salah satu pilar penting dalam menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan di tingkat pelayanan dasar/pelayanan tingkat pertama. Studi ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam manajemen logistik di tiga puskesmas di provinsi Sulawesi Barat, yakni Puskesmas Tinambung (Kabupaten Polewali Mandar), Puskesmas Banggae II (Kabupaten Majene), dan Puskesmas Massenga (Kabupaten Polewali Mandar). Melalui pendekatan literatur kualitatif dari hasil penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa salah satu faktor penghambat dalam manajemen logistik yaitu sistem manual, ketidaksesuaian antara permintaaan dan pemakaian, serta kurangnya sistem peringatan dini terkait stok kritis. Temuan ini memperkuat pentingnya penerapan teknologi informasi dan metode prediktif berbasis data seperti algoritma apriori dan analisis reorder poin dalam pengambilan keputusan farmasi. Implementasi strategi yang terstruktur dan berbasis data mampu meningkatkan efisiensi penyediaan obat serta menurunkan risiko kerugian akibat stagnan atau kekosongan obat.Kata kunci: manajemen logistik, persediaan obat, puskesmas, teknologi informasiABSTRACTDrug inventory management is one of the important pillars in ensuring the sustainability of health services at the basic service/first level of service. This study aims to examine in depth the logistics management in three health centers in West Sulawesi province, namely Tinambung Health Center (Polewali Mandar Regency), Banggae II Health Center (Majene Regency), and Massenga Health Center (Polewali Mandar Regency). Through a qualitative literature approach from previous research results, it was found that one of the inhibiting factors in logistics management is the manual system, the mismatch between demand and usage, and the lack of an early warning system related to critical stock. These findings reinforce the importance of implementing information technology and data-based predictive methods such as a priori algorithms and reorder point analysis in pharmaceutical decision making. The implementation of a structured and data-based strategy can increase the efficiency of drug provision and reduce the risk of losses due to stagnant or empty drugs. Keywords: logistics management, drug inventory, health centers, information technology
KAJIAN BASIS PELAKSANAAN MANAJEMEN LOGISTIK KESEHATAN PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT LANJUT DI PROVINSI SULAWESI BARAT Alim, Muh Chandra; Febrianti, Erni; Kandacong, Rika Kurnia; Batter, Sherly Rudianti; Natalia, Natalia
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP PENERAPAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN DALAM PENCEGAHAN INFEKSI DI RSUD DAYA KOTA MAKASSAR Suparman, Sri Rahayu
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD ANDI MAKKASAU Irawati, Ayu; Susianti, Susianti; Usman, Arifa; Azis, Sukmawati
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 11 of 12 | Total Record : 112