cover
Contact Name
Muhammad Mujib Baidhowi
Contact Email
mujibbaidhowi@metrouniv.ac.id
Phone
+6282378475889
Journal Mail Official
moderatio@metrouniv.ac.id
Editorial Address
https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/Moderatio/about/editorialTeam
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama
ISSN : 27975096     EISSN : 27980731     DOI : -
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama publishes articles on religious moderation from various points of view, both case studies in literature studies and field studies. This journal places emphasis on aspects that include four pillars of strengthening Religious Moderation, namely national commitment, tolerance, non-violence, and respect for local culture. This journal warmly welcomes any contributions from scholars of the related disciplines.
Articles 134 Documents
LITERASI MODERASI BERAGAMA SEBAGAI REAKTUALISASI “JIHAD MILENIAL” ERA 4.0 Wahyudi, Dedi; Kurniasih, Novita
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 1 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v1i1.3287

Abstract

Pada ruang-ruang digital yang dikendalikan kecepatan elektronika, eksistensi manusia berubah dari sebuah bentuk tubuh yang bergerak dalam sebuah ruangan, berubah menjadi sebuah bentuk tubuh diam di tempatnya serta hanya mampu menyerap semua informasi yang ada melalui simulasi elektronik. Tidak jarang ruang-ruang digital tersebut diisi dengan berbagai muatan yang menyulut konflik dan menghidupkan perpecahan. Pemaknaan jihad yang luas melahirkan “jihad milenial” sebagai upaya dalam kontekstualisasi makna jihad yang tidak homogen dan tunggal, akan tetapi dapat fleksibel, lentur sesuai dengan konteks zamannya. Kajian ini akan mendedah bagaimana literasi moderasi beragama di era 4.0 yang memanfaatkan kemajuan pengetahuan dan teknologi informasi diharapkan dapat menjadi salah satu upaya “jihad milenial” dalam menyebarkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kajian ini adalah bentuk penelitian kualitatif yang menggunakan studi kepustakaan atau library research sebagai pendekatannya. Sumber penelitian yang digunakan didapatkan dari berbagai sumber ilmiah yaitu buku, artikel jurnal, serta berbagai sumber lainnya yang berhubungan dengan kajian penelitian. Selanjutnya dengan teknik analisis data berupa deskriptif-analitik, peneliti akan melakukan analisis terhadap data-data yang ditemuinya sebelum menyajikannya kepada pembaca di tengah-tengah masyarakat multikultural. Keyword: Literasi, Moderasi Beragama, Jihad Milenial, Era 4.0
POTRET PENGARUSUTAMAAN MODERASI BERAGAMA DI GORONTALO Saputera, AbdurRahman Adi
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 1 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v1i1.3351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelisik upaya pengarusutamaan Moderasi Beragama di Gorontalo melalui eksistensi kearifan lokal dan sinergitas kolaborasi pemerintah bersama NU dan Muhammadiyah, serta meneropong peluang dan tantangan moderasi bergama di daerah tersebut. Secara keseluruhan penelitian ini menggunakan Mix Method Kuantilatif karena bersifat Field Research dan mengaplikasikan alternatif Library Research. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kearifan lokal adalah piranti kunci dalam menguatkan nilai-nilai moderasi beragama di Gorontalo, melalui Praktek Huyula dan Tiayo, Timoa dan Duluhu, serta Dembulo dan Depito. Sinergitas kolaborasi pemerintah bersama NU dan Muhammadiyah dalam upaya pengarusutamaan moderasi beragama di Gorontalo selama ini dapat dikatakan sangat baik, dimana realisasi nyata dari pada upaya tersebut terejawantahkan dalam dimensi sosial-politik, pendidikan-edukasi, keimanan, dan akhlak. Peluang pengarusutamaan Moderasi beragama di Gorontalo, sangat terbuka dan potensial. Kembali pada prinsip dan karakteristik masyarakat Gorontalo sendiri yang mempunyai pandangan hidup yang harmonis antara agama dan budaya " Adati hula-hula’a to syara’a wau syara’a hula-hula’a to Qurani ", Sedangkan tantangannya secara normatif lahir dari diksi moderasi beragama itu sendiri masyarakat pada umumnya menyalah pahami makna moderasi beragama dengan tudingan sebagai agenda untuk meliberalisasi agama.
DERADIKALISASI PEMAHAMAN AGAMA AKTIVIS DAKWAH KAMPUS DI PERGURUAN TINGGI PROVINSI LAMPUNG Murdiana, Elfa; Sudiono, Titut; P, Toto Andri
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 1 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v1i1.3485

Abstract

Agama dan Radikalisasi selalu menjadi fokus kajian yang menarik untuk dibahas begitu hal nya dengan Deradikalisasi, namun faktanya teror dari tindakan radikalisasi yang dilakukan tak juga menemui format sempurna dalam pencegahan dan penangananya. Pemahaman terhadap teks agama menjadi bagian utama dari penyebab munculnya Radikalisme dikalangan mahasiswa seperti yang terjadi di beberapa perguruan tinggi Propinsi Lampung. Olehkarnanya gerakan Deradikalisasi gencar disosialisasikan, bahkan menjadi program khusus penerapannya di Perguruan Tinggi Provinsi Lampung. Melalui pendekatan sosiologis dan metode purposive sampling dan snowball, diperoleh data melalui wawancara dan observasi yang dilakukan kepada Mahasiswa yang tergabung sebagai Aktivis Dakwah Kampus bahwa terdapat problematika yang dihadapi oleh mahasiswa dalam memahami teks- tek Islam sehingga pengaruh secara eksternal yang hadir dalam wadah kurikulum matakuliah Agama Islam dipahami secara tekstual tanpa penelaahan secara komprehensif. Faktor Intern dan Ekstern menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap kelirunya pemahaman agama. Dan pada perjalanannya terjadi deradikalisasi secara personal Aktivis Dakwah Kampus (ADK) yang disebabkan oleh kejenuhan pada penggunaan literasi dan metodologi pemahaman agama, sehingga tanpa disadari terjadi Deradikalisasi dengan sendirinya, tanpa bentuk penanganan khusus kepada mereka Reformulasi Kurikulum dan Metode pengajaran yang disesuikan dengan keraifan lokal dan Moderasi beragama harus dihadirkan dalam rangka deradikalisasi Pemahaman Agama di Lingkungan Perguruan Tinggi . Formulasi Kebijakan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan terjadinya Radikalisasi merupakan upaya yang dapat dilakukan demi meciptakan Perlindungan dan Kepastian Hukum. Tak kalah pentingnya bahwa out-put adalah eksplorasi story para ADK yang mengalami Deradikalisasi diri dapat menjadi acuan konkrit dan kepastian hukum penanggulangan Radikalisasi agama di kalangan mahasiswa Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung yang berbasis moderasi beragama
MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Habibie, M. Luqmanul Hakim; Al Kautsar, Muhammad Syakir; Wachidah, Nor Rochmatul; Sugeng, Anggoro
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 1 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang isinya sangat relevan untuk semua zaman dan tempat (mashalih li kulli zamanin wa makanin), salah satu konsepsi al-Quran yang menarik ialah tentang Moderasi beragama. Moderasi beragama ialah suatu teori yang berisikan tentang gagasan berlaku moderat, adil dan tengah-tengah dalam setiap aspek kehidupan didunia ini. Baik berlaku Moderat dalam Aqidah, Ibadah, Muamalah/akhlaq, maupun moderat dalam Tasyri' (Pembentukan Syariat). Sedangkan istilah Moderasi beragama selalu digambarkan dalam al-Quran dalam satu himpunan besar berbagai tipe karakter antara lain karakter Kejujuran, keterbukaan pola pikir, cinta kasih, dan karakter luwes, yang saling terintegrasi satu sama lain, holistic dan universal, semuanya tidak dapat dipisahkan, saling menguatkan dan memberi manfaat. Moderasi Beragama juga dipentingkan dalam pendidikan Islam di Indonesia terutama pada aspek teknik pembelajaran dan isi materi yang meliputi materi Al-Quran hadist, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, Syariah (hukum islam) dan Tarikh islam (sejarah islam). Semua materi pendidikan islam diatas disajikan dengan cara dan teknik yang menjunjung tinggi nilai dan prinsip-prinsip moderasi beragama sehingga menumbuhkan karakter dan pribadi yang memiliki keluwesan, cinta kasih, pluralis, kepedulian dan mampu berlaku adil dan tengah-tengah dalam menghadapi setiap masalah yang datang dan semakin banyak generasi pluralitas yang menjunjung tinggi asas persamaan dan saling menghargai asas perbedaan, semakin muncul generasi yang cinta keberagaman dalam keberagamaan sehingga Indonesia menjadi Negara yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.
IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI MUSHOLA NUR AHMAD Zahdi, Zahdi; Iqrima, Iqrima
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 1 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v1i1.4353

Abstract

Being a country with the most Muslim population makes Indonesia a country with many mosques as places of worship. Which then gave rise to many Al-Qur'an Reading Gardens that stood in every mosque. One of the functions of the mosque is a means of education, both formal and non-formal. Since the time of the Prophet Muhammad, the mosque has not only functioned as a place of worship. The mosque functioned as a meeting room to gain knowledge and wisdom from the Prophet Muhammad. It is narrated that at the time of the Prophet Muhammad, the Prophet's Mosque, apart from being used as a place of worship, also functioned for the companions of the Prophet who did not have a place to live. Therefore, in this case, how is religious moderation in Arrohim Mosque and its application to TPQ children and the surrounding community? This is the main problem in this research whose answers can be found through a qualitative approach. For the purpose of collecting accurate data, researchers used interviews and direct observation techniques conducted at the Arrohim Mosque, Nampirejo Village, Batanghari District, East Lampung Regency. This study reveals several things, including that religious moderation in the Arrohim Mosque is going well and the existence of the mosque is able to raise the enthusiasm of the community and also the surrounding children to worship and get closer to the Almighty and to be more enthusiastic in learning Islam
MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG ILMU TAJWID KEPADA ANAK-ANAK DI DESA SUMBERREJO KEC. BATANGHARI KAB. LAMPUNG TIMUR Hariroh, Nur; Novitasari, Delfi Olvia
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 2 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v1i02.4354

Abstract

There are many problems, especially in understanding the science of recitation which is the way of the Prophet Muhammad in reading the Qur'an. In this day and age most people do not know about the science of recitation.The results can be self-defeating. In today's life, humans should always give the example of the Prophet Muhammad as an example in reading the Qur'an.The purpose of this activity is to increase understanding of the science of recitation for children in Sumberrejo village,Batanghari sub-district,East Lampung district. Where the science of recitation is very important in reading the Qur'an. The service program carried out is to increase children's understanding of the science of recitation, the priority of the program is as a forum to develop children's understanding activities.In this case the formation of improving children's understanding is TPA Assistance, the priority of the program is teaching Tajweed, the ability to read the Qur'an.
MENILIK HISTORIKAL PRAKTIK MODERASI BERAGAMA WALISONGO DI INDONESIA Ningtyas, Dea Tara
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 2 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walisongo or Walisanga is known as a propagator of Islam in Java in the 14th century. They live in three important areas, namely the north coast of Java Island, namely Surabaya, Gresik, Lamongan and Tuban in East Java, then Demak, Kudus, and Muria in Central Java, then Cirebon in West Java.
CHARACTER OF RELIGIOUS MODERATION IN SHARIA MAQHASID REVIEW Zaka, Thoha Aufadin
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 2 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The understanding and practice of Islamic religious practice of Wasathiyah has several characteristics, namely Tawassuth (moderate), Tawazun (balanced), I'tidâl (straight and firm), Tasamuh (tolerant), Musawah (egalitarian and non-discriminatory), Aulawiyah (puts priority on priority). ), Tahaddhur (civilized), Tathawwur wa Ibtikar (dynamic, creative, and innovative). The concept is expected to be able to be applied in the life of the state and nation. So that this moderation concept will bring Indonesia to a better direction, so that there is no discrimination in diversity and creates a sense of security and comfort.
SOCIALIZATION OF THE GRANTING OF INTEGRATION RIGHTS TO NON-HEIRS OF RELIGIOUS MODERATION PERSPECTIVE Al Kautsar, Muhammad Syakir; Mahmudah, Nurul
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 1 No. 2 (2021): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The socialization of granting inheritance rights to non-heirs from a moderate perspective is to take place in religion because there are two important factors, namely social environmental factors and family factors. This socialization is greatly influenced by education and the ability of the community to accept opinions. Thus, the supporting and inhibiting factors of the Community Service team's socialization activities were carried out. If young people are active and invite people to participate in religious activities, one of the activities is understanding Islamic law. Then behavior in activities based on sharia, especially Islamic inheritance can be reduced
STUDI ISLAM INTERDISIPLINER DALAM PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MODERASI BERAGAMA Wahyudi, Dedi; Kurniasih, Novita
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 2 No. 1 (2022): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v2i1.4380

Abstract

Abstract The movement of the times encourages science to transform into an increasingly flexible and dynamic form. Today's phenomenon shows a new scientific trend which is based on inter-scientific integrations. Islam has never lost its allure for scientists to study more deeply about it. Various kinds of religious-related problems often occur due to the radically portrayed religious expressions of the adherents. Clashes between various sects, various beliefs, and various interests are unavoidable. The implication of this phenomenon is the destruction and loss of peace, whereas the purpose of Islam is to bring mercy to the universe. Building Islamic education based on religious moderation through interdisciplinary Islamic studies is one of the links that cannot be separated. By using library research, this paper was born from deep thoughts from the literature review obtained. In an effort to realize the interdisciplinary Islamic studies movement in strengthening Islamic education based on religious moderation, it is necessary to make steps that are carried out with firmness, encouragement and cooperation from various parties. Keywords: Religious Moderation, Interdisciplinary Islam, Islamic Education Abstrak Pergerakan zaman mendorong ilmu pengetahuan untuk bertransformasi menjadi bentuk yang semakin fleksibel dan dinamis. Fenomena hari ini menunjukkan sebuah trend baru keilmuan yang mmeiliki basis pada integrasi-interkoneksi antar keilmuan. Islam tidak pernah kehilangan daya pikatnya bagi para ilmuan untuk mengkaji lebih dalam tentangnya. Macam-macam problematika berbau agama seringkali terjadi disebabkan ekspresi keagamaan pemeluknya yang diperankan secara radikal. Benturan antara berbagai aliran, bermacam kepercayaan, dan berbagai kepentingan menjadi tidak terhindarkan. Implikasi dari adanya fenomena tersebut adalah kehancuran dan hilangaknya kedamaian, padahal tujuan dari agama Islam adalah untuk membawa rahmat bagi semesta. Membangun pendidikan Islam berbasis moderasi beragama melalui studi Islam interdisipliner merupakan salah satu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Dengan menggunakan library research, tulisan ini lahir dari pemikiran mendalam dari kajian literatur yang didapatkan. Dalam upaya merealisasikan gerakan studi Islam interdisipliner dalam memperkokoh pendidikan Islam berbasis moderasi beragama, maka perlu untuk membuat langkah yang berjalan dengan dengan tegap, dorongan dan kerjasama dari berbagai pihak. Kata Kunci: Moderasi Beragama, Islam Interdisipliner, Pendidikan Islam

Page 6 of 14 | Total Record : 134