Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama publishes articles on religious moderation from various points of view, both case studies in literature studies and field studies. This journal places emphasis on aspects that include four pillars of strengthening Religious Moderation, namely national commitment, tolerance, non-violence, and respect for local culture. This journal warmly welcomes any contributions from scholars of the related disciplines.
Articles
134 Documents
MODERASI BERAGAMA DALAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
Afrina, Rita
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 2 No. 1 (2022): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Moderasi disalahpahami sebagai kompromi teologis keyakinan antara satu agama dengan agama lainnya. Oleh karena itu, masyarakat memerlukan pandangan, sikap, dan praktik keagamaan tertentu untuk digolongkan moderat atau ekstrem. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pemahaman ketika melaksanakan CSR telah menjadi tren baru yang menarik di dunia perbankan. Pelaksanaan CSR bertujuan untuk menjaga dan melestarikan manfaat serta menolak mafsadah (kerugian). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana moderasi dalam Corporate Social Responsibility (CSR) didalam perbankan syariah.
REALISASI RPJMN RI 2020-2024 TENTANG MODERASI BERAGAMA PADA BANK BUMN
Pratama, Apriliyanus R
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 2 No. 1 (2022): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia adalah salah satu negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Melihat fakta tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dengan melibatkan Pemerintah dan pengusaha Muslim mendirikan bank syariah di Indonesia pada tahun 1991. Prinsip-prinsip syariah tentunya diakomodasi dan disertakan dalam produk-produk yang disediakan bank syariah. Kemunculan bank syariah yang dipelopori pertama kali oleh Bank Muamalat diikuti kemunculan bank-bank syariah lainnya. Uniknya, bank-bank syariah yang hadir belakangan ini merupakan cabang-cabang dari bank konvensional. Yang membedakannya ialah sistem yang digunakan (berbasis syariah) dan nama banknya (menyematkan kata syariah). Minat masyarakat dalam menggunakan bank syariah masih sangat rendah karena kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap moderasi beragama dalam bank syariah, namun saat ini pelan pelan masyarakat mulai menyadari dan memahami sehingga sudah banyak masyarakat yang memilih menggunakan bank syariah. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi moderasi beragama di indonesia yang termaktub dalam RPJMN RI 2020-2024 dalam bank BUMN
REALITAS MODERASI BERAGAMA DALAM UCAPAN HARI BESAR KEAGAMAAN
Arifin, Sultonul
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 2 No. 1 (2022): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In understanding Christmas greetings, it must be understood holistically and integrally on the one hand but on the other hand it must also be separate. Confusion and misunderstanding will result in wrong actions and so on. So that the considerations used do not always start from the text and must also end in the text again. However, it must be viewed from various sources and existing approaches so as to produce a complete conclusion. By dividing the two concepts above, namely the concept of theology (shari>'ah) and tolerance above, differences will appear and conflicts that will arise are relatively avoidable.
PENGARUSUTAMAAN NILAI MODERASI BERAGAMA DI ERA SOCIETY 5.0
Mustaghfiroh, Siti
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 2 No. 2 (2022): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/moderatio.v2i2.5538
Penelitian ini mengkaji tentang pentingnya pengarusutmaan moderasi beragama di masyarakat multikultur pada era society 5.0. Era ini ditandai dengan perkembangan teknologi informasi yang menjadi fokus pergerakan kehidupan manusia, dan mampu memberikan dampak positif dan negatif. Perubahan perilaku sosial merupakan salah satu dampak yang paling besar, dan menjadi tantangan tersendiri dalam semua bidang kehidupan. Integrasi, kesatuan dan persatuan, toleransi atau solidaritas, kerukunan beragama, dalam batas yang semakin mengkhawatirkan. Pemahaman agama yang moderat diperlukan dalam hidup berdampingan dengan berbagai agama di era society 5.0. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini ada beberapa penguatan nilai moderasi beragama dalam menghadapai era society 5.0 yaitu 1) Internalisasi nilai keadilan dan keseimbangan dengan cara tidak merugikan hak orang lain, tidak provokatif, bijaksana dalam menerima informasi dan tidak mengarah pada pemahaman yang keliru. 2) Dibutuhkan sikap toleransi baik secara pasif maupun secara aktif. Toleransi secara pasif dilakukan dengan sikap menghargai, menghormati perbedaan, sedangkan toleransi secara aktif yaitu melakukan komunikasi baik di dunia nyata dan dunia maya (digital), membangun kebersamaan dan bekerjasama dalam kehidupan society 5.0. 3) Menjaga kerukunan dalam beragama dapat terwujud dengan upaya menjalin kerukunan baik intern umat beragama maupun menjalin hubungan baik antar umat beragama.
STRATEGIES OF RELIGIOUS MODERATION HOUSE IN RUNNING ITS ROLE ON PTKI
Ilmudinulloh, Rafiud;
Gunawan, Edi;
Bustomi, Ahmad;
Isroani, Farida
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 3 No. 1 (2023): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.5574
The mainstreaming of religious moderation is included in the 2020-2024 National Medium Term Development Plan (RPJMN) compiled by Bappenas. PTKI (Islamic Religious Colleges) has a strategic role in strengthening religious moderation by establishing RMB (Religious Moderation House) as the Leading Sector in the internalization of moderate religious understanding in the campus environment. However, the position of RMB in terms of the organization in several Islamic colleges is still unclear, thus affecting the sources of institutional funding. The purpose of this study is to describe RMB's strategies in disseminating Wasathiyyah Islam to students. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The data were then analyzed using the Huberman technique which consisted of data collection, data presentation, data reduction, and conclusions. The credibility of the data was tested using a triangulation technique of methods and data sources. The results showed that the RMB strategies in disseminating Wasathiyyah Islam to students consisted of 1) focusing on virtual world activities that minimized the use of budgets such as building social media networks by creating official institutional accounts on the website, Instagram, Facebook, YouTube, etc., 2) developing creative and interactive contents with messages and activities of religious moderation, 3) facilitating lecturers and students who wish to disseminate the results of their thoughts and research related to religious moderation, and 4) compiling a book containing a collection of articles from the RMB management as a final project.
GEREJA DAN MODERASI BERAGAMA
Luji, Daud Saleh
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 2 No. 2 (2022): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/moderatio.v2i2.5649
Tujuan dari penelitian ini adalah mencari nilai-nilai alkitabiah yang dapat dijadikan oleh gereja sebagai kekuatan dalam melakukan moderasi beragama. Penelitian ini dilakukan mengunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisa mendalam terhadap berbagai literatur dengan mangacu pada alkitab sebagai landasan biblis utama. Ada empat nilai yang ditemukan dari penelitian ini yaitu 1). Nilai kebaikan dan perdamaian yang direflesikan dari ajaran Raja Daud, Rasul Yohanes dan Rasul Paulus tentang berbuat baik, menjauhi yang jahat, tidak membenci orang lain dan selalu berupaya untuk mencari perdamaian. 2). Nilai mengasihi tanpa dibatasi oleh suku, agama, ras dan golongan. Nilai ini diperoleh dari cerita nabi Yunus, kisah orang Samaria yang murah hati, kisah penyembuhan yang Yesus lakukan bagi perempuan Sirofenesia dan hamba seorang perwira di Kapernaum dan terakhir karya penyelamatan yang dilakukan Yesus kepada semua orang tanpa memandang suku bangsa dan golongan. 3). Nilai kerukunan yang menurut mazmur Daud dapat mendatangkan berkat bagi semua orang. 4). Gereja yang dipanggil untuk melayani sesama. Yesus dalam keseharianNya bekerja untuk melayani orang dalam segala aspek kehidupan, karena itu gereja dipanggil menjadi alat untuk terus melayani sesama tanpa memandang muka dan inilah nilai pelayanan harus dilakukan oleh Gereja.
Syuhada A`Lannas: Road Map Penanaman Sikap Patriotisme Melalui Nilai Islam Wasathiyah dalam Al-Qur’an
Ali, Zezen Zainul;
Wulandari, Annisa
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 3 No. 1 (2023): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.5655
This study will discuss the Road Map or guidelines in the effort to form an attitude of patriotism through the concept of Syuhada 'ala Nas as an implementation of Islam Wasathiyah values so that Syuhada 'ala Nas can be a reference in attitude and become an example that can be applied in the life of the nation and state. patriotic. This research is library research, the data used is taken from several kinds of literature in the form of books, and journals that have similarities in the object of study. So, it was found that efforts in constructing an attitude of patriotism have been conceptualized and taught in Islam, namely in the meaning of Syuhada 'ala Nas in Surah Al-Baqarah: 143, Syuhada 'ala Nas has the meaning of testimony, as a witness must have fair and moderate values. middle as contained in Islam Wasathiyah values. The relevance between Islam Wasathiyah and the value of Patriotism provides a road map for inculcating patriotism, namely through the meaning of Syuhada 'ala Nas.
PERTIMBANGAN AGAMA CALON KEPALA DAERAH DAN ANGGOTA LEGISLATIF BAGI PEMILIH MUDA
Syarifudin, Ahmad
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 3 No. 1 (2023): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.5667
Religion-based identity politics is often carried out in the Pilkada and General Elections to accumulate support by the people. This study focuses on exploring religion considerations in the election of regional heads and legislative members for young voters by proposing two problem formulations, namely: 1) what are the views of young voters on religion and the state, especially on aspects of the implementation of elections and leadership in both the executive and legislative branches?; 2) what are the views of young voters on candidates for legislative members and Muslim or non-Muslim regional heads in the 2024 Simultaneous General Election and Regional Head Elections? Using qualitative methods with primary and secondary data sources which were then analyzed descriptively, concluded that: first, young voters view religion as a very important and main thing in determining candidates for regional heads and candidates for legislative members based on the relationship between state and religion in Indonesia which very strong, regardless of religion. Second, the criteria for Muslim or non-Muslim leaders for most young voters are not the first and foremost, because the important factor lies in the candidate's ability to carry out their duties. However, there are still more than 26 percent of respondents who will continue to prioritize Muslim leaders for reasons of Islamic doctrine and history in the past.
Moderasi Beragama Dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika Untuk Membentuk Generasi Millenial Ummatan Washatan
Salim, Choirul
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 3 No. 1 (2023): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/moderatio.v3i1.5681
Moderasi beragama dalam bingkai bhineka tunggal ika adalah sebuah paradigma berpikir yang mampu berpikir dengan caranya yang objektif tanpa menjatuhkan golongan apapun baik dari segi agama,kultur dan kehidupan sosial yang ada pada masyarakat indonesia. Konsep berpikir dan bersikap dengan cara yang moderat seperti yang di ajarkan dalam alquran surah Al Baqarah ayat 143 bahwa kita harus berpikir moderat di tengah kemajemukan yang ada pada masyarakat Indonesia. Genarasi millenial ummatan washatan adalah generasi yang mampu berpikir dan bersikap moderat di tengah keberagaman yang ada pada masyarakat Indonesia. Karaterisitk generasi millenial ummatan washatan antara lain adalah membangun keberagaman,membangun sikap toleransi di tengah keberagaman dan mempunyai sudut pandang yang insklusif (berpikir dengan cara yang positif). Hal ini menjadi karakteristik generasi millenial ummatan washatan di era 4.0 saat ini.
RELASI MAQASHID SYARI’AH DAN MODERASI BERAGAMA DALAM PROBLEMATIKA HUKUM KELUARGA
Septiana, Evy
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 2 No. 2 (2022): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/moderatio.v2i2.5698
Moderasi Beragama menjadi wacana khusus saat ini di Indonesia sebagai salah satu upaya nasional pemerintah dalam merencanakan perdamaian Negara. Tulisan ini mencoba memaparkan relasi maqashid syariah dengan moderasi beragama dalam memecahkan soal-soal hukum keluarga yang saat ini. Tulisan ini memanfaatkan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan kajian pustaka. Buku referensi utama menjadi sumber primer dan beberapa kajian tentang artikel terkait menjadi sumber sekunder. Adapun hasil tulisan ini adalah Maqashid syariah merupakan upaya hukum yang dapat ditempuh dalam menyelesaikan problematika hukum islam. Ilmu ini menjadi salah satu landasan hukum bagi pelopor moderasi beragama agar nantinya setiap masalah baru dalam hukum keluarga dapat dipecahkan dengan upaya hukum generasi baru tersebut.