cover
Contact Name
Megan Asri Humaira
Contact Email
megan.asri@unida.ac.id
Phone
+6281314039779
Journal Mail Official
karimah.tauhid@unida.ac.id
Editorial Address
Universitas Djuanda cc. Badan Pengembangan Keilmuan Jl Tol Ciawi No 1, Bogor, Jawa Barat, Indonesia email: karimah.tauhid@unida.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Karimah Tauhid
ISSN : -     EISSN : 2963590X     DOI : https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v2i5
Karya Ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian maupun pengabdian yang mencakup semua bidang ilmu baik dalam bidang sosial maupun eksakta.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,459 Documents
Meningkatkan Kemampuan Dasar Bahasa Inggris Siswa SD melalui Kalimat Sehari-hari Cahyani, Fitri; Utami, Nazwa
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22653

Abstract

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menganalisis 20 jurnal nasional yang membahas pemanfaatan cerita pendek, media digital, seperti YouTube, dialog interaktif, pembelajaran berbasis konteks, dan pendampingan guru dalam praktik Bahasa Inggris. Data di analisis secara kualitatif melalui proses kategorisasi tema berdasarkan metode, pelaksanaan pembelajaran, dan hasil yang di capai pada setiap artikel. Hasil studi ini menunjukan bahwa penggunaan Bahasa Inggris sehari-hari, media digital, aktivitas berbasis konteks, pembelajaran yang menyenangkan, dan dialog sederhana secara konsisten meningkatkan keterampilan dasar siswa, terutama dalam hal wawasan kepercayaan diri berbicara, dan pemahaman. Hambatan yang paling menonjol meliputi kurangnya motivasi, keterbatasan literasi, dan metode pengajaran yang monoton. Keterbatasan studi ini terletak pada konteks yang beragam di setiap jurnal, sehingga temuannya sulit di generalisasi. Penelitian selanjutnya menyarankan untuk menguji efektivitas pendekatan ini pada populasi yang lebih luas.
Meningkatkan Kepercataan Diri dalam Berbicara Bahasa Inggris dengan Media Digital Interaktif Duolingo Rosmalia, Siti Sarah; Agnes
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22654

Abstract

Pada saat era global ini, berbicara bahasa Inggris telah menjadi suatu keterampilan komunikasi bagi seseorang. Namun demikian masih banyak seseorang yang masih kurang percaya diri saat mengucapkan bahasa Inggris karena minimnya latihan untuk pengucapannya, tujuan dari artikel ini untuk membantu seseorang meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara bahasa Inggris melalui latihan rutin dan pemanfaatan media digital interaktif. Dengan adanya penggunaan metode tinjauan kualitatif yang dikumpulkan dari beberapa data jawaban mahasiswa dengan cara memahami dan mempelajari gagasan-gagasan hasil dari wawancara pada mahasisswa agar dapat dikembangkan pada saat ini. Dan dapat disimpulkan bahwa berlatih menggunakan media digital interaktif misalnya aplikasi Duolingo dapat membuat seseorang lebih fasih ketika dalam pengucapan bahasa inggris karena seringnya latihan secara rutin dan aplikasinya yang fleksibel. Dengan cara umpan balik bersama teman maka dapat membuat seseorang lebih percaya diri dalam pengucapannya. Dengan itu berbicara bahasa inggris membuat seseorang lebih mudah untuk dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi,  baik di tingkat nasional maupun internasional.
Penggunaan Film Berbahasa Inggris sebagai Media untuk Meningkatkan Pemahaman Listening pada Mahasiswa Hestianty, Amalia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22665

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, media pembelajaran telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam berbagai bentuk, salah satunya yaitu media dalam meningkatkan keterampilan mendengarkan. Namun masi banyak orang yang mengalami kesulitan dalam memahami dan mendengarkan kata atau kalimat bahasa Inggris. Salah satu cara yang efektif untuk belajar adalah melalui film berbahasa Inggris. Melalui film tersebut memiliki banyak keuntungan yang bisa didapatkan, seperti dapat meningkatkan kemampuan pengucapan bahasa Inggris yang baik langsung dari contoh yang ditampilkan dalam film, dapat menambah pemahaman baru, juga dapat melatih belajar tata bahasa yang baik dan benar dan dapat melatih keterampilan mendengarkan mereka. Selain itu, film juga dapat digunakan sebagai media yang dapat membuat seseorang menjadi lebih aktif dan percaya diri dalam berbicara, dan tidak membosankan juga dapat menarik seseorang untuk belajar bahasa Inggris dengan cara menonton film. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif pemanfaatan film dalam meningkatkan keterampilan mendengarkan dalam bahasa Inggris, serta untuk memahami pandangan seseorang terkait pemanfaatan film sebagai sarana media pembelajaran. Penelitian yang dilakukan ini, menerapkan metode studi kualitatif dengan mengumpulkan data dari beberapa hasil wawancara secara langsung dengan beberapa orang.
Pengembangan Interaktif untuk Menigkatkan Motivasi Belajar Bahasa Inggris Syifa, Zahra Mutiara; Kiram, Ghea Zanafa Regina
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22735

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan materi ajar interaktif yang dirancang untuk meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris pada peserta didik. Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis ditemukan bahwa siswa membutuhkan media pembelajaran yang lebih menarik, variatif, dan mampu mendukung pembelajaran mandiri. Materi ajar interaktif kemudian dikembangkan dengan memadukan elemen multimedia seperti audio, video, dan kuis responsif yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Validasi oleh ahli materi dan ahli media menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan sangat layak digunakan, baik dari aspek isi, bahasa, tampilan, maupun interaktivitas. Uji coba terbatas di kelas menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa, ditandai dengan meningkatnya minat, perhatian, dan partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, siswa menyatakan bahwa materi interaktif membantu mereka memahami materi lebih cepat dan membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan. Dengan demikian, materi ajar interaktif ini dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris.
Media Lagu Berbahasa Inggris sebagai Sarana Inovatif dalam Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris pada Mahasiswa Vinata, Angelika Adha Surya
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22747

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris di masa sekarang menuntut adanya inovasi dalam pemilihan media belajar supaya pembelajaran terasa menyenangkan dan mudah dipahami. Akan tetapi, kenyataannya masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memperluas kosakata. Bahasa Inggris mereka karena pembelajaran yang terlalu fokus pada teori dan hafalan tanpa melibatkan media belajar yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media lagu berbahasa Inggris bisa dimanfaatkan sebagai serana Inovatif dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dengan 3 mahasiswa semester satu di Jawa Barat. Hasilnya menunjukkan bahwa musik membantu mahasiswa mengenali dan mengingat kosakata baru lewat lirik dan pengulangan kata dalam lagu, meskipun beberapa mahasiswa masih menghadapi tantangan seperti sulit fokus pada arti kata ketika melodinya terlalu menarik. Selain itu, lagu juga membuat suasana lebih santai dan meningkatkan semangat belajar mereka.
Cara Gen Z Belajar Pronounciation dengan Menirukan Dialog Film pada Era Digital Naylover, Nazma
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22748

Abstract

Siswa sering mengalami hambatan dalam berbicara bahasa Inggris karena keterbatasan kosakata, kesalahan pengucapan, serta minimnya penguasaan aspek pronunciation dan vocabulary. Selain itu, rasa percaya diri yang rendah membuat mereka takut berbicara, terutama ketika merasa kemampuan mereka kurang memadai atau ketika lawan bicara tidak memahami ucapan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas penggunaan film sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan pronunciation Bahasa Inggris pada Generasi Z di era digital. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif menggunakan wawancara dengan 2 responden dan juga studi pustaka. Wawancara adalah metode pengumpulan data yang dilakukan melalui pertemuan langsung dan proses tanya jawab antara peneliti dengan informan sebagai sumber informasi. Studi literatur dilakukan dengan memanfaatkan 20 jurnal ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar. Penggunaan film sebagai media pembelajaran pada era digital terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pronunciation Bahasa Inggris pada Generasi Z. Media digital seperti film, YouTube, TikTok, dan platform streaming memainkan peran penting dalam pembelajaran pronunciation bagi Gen Z karena menyediakan model pelafalan autentik, akses mudah, serta peluang latihan berulang. Film juga memberi konteks visual dan emosional yang membantu pemahaman makna serta memperkuat motivasi belajar.
Pentingnya Bahasa Inggris untuk Komunikasi di Era Digital Fatahilah, Imam Ahmad
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22749

Abstract

Bahasa Inggris semakin berperan krusial dalam interaksi digital, khususnya seiring dengan bertambahnya penggunaan platform media sosial dan aplikasi internasional. Namun, banyak pengguna belum sepenuhnya memahami bagaimana bahasa Inggris mendukung pemahaman informasi digital serta interaksi lintas negara. Penelitian ini bertujuan menggambarkan peran bahasa Inggris dalam aktivitas digital mahasiswa dan faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara kepada dua mahasiswa Universitas Djuanda dengan fokus pada frekuensi penggunaan bahasa Inggris di internet, manfaatnya dalam memahami informasi digital, serta bagaimana paparan melalui aplikasi memengaruhi peningkatan kemampuan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cukup sering menggunakan dan terpapar bahasa Inggris melalui TikTok, game online, dan pencarian informasi di Google. Bahasa Inggris membantu memahami konten digital, memperluas akses ke sumber informasi global, serta mempermudah komunikasi dengan pengguna internasional. Konten hiburan seperti film, lagu, dan game juga berkontribusi dalam menambah kosakata secara natural. Meski demikian, responden masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kosakata dan lingkungan yang kurang mendukung praktik bahasa Inggris secara langsung. Penggunaan smartphone dan aplikasi digital tetap memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan bahasa Inggris secara bertahap. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah responden yang sedikit sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan. Secara keseluruhan, penelitian menegaskan bahwa bahasa Inggris merupakan kompetensi penting dalam literasi digital dan perlu terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi global di era modern.
Reading Comprehension Cara Memahami Teks Bahasa Inggris Dasar Aulia, Azmi Difa; Sarah, Siti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22753

Abstract

Artikel ini mebahas strategi-strategi mendasar untuk meningkatkan reading comprehension (pemahaman bacaan) bagi mahasiswa.pemahaman bacaan merupakan kemampuan penting  yang seringkali menjadi hambatan bagi pemula.strategi yang diuraikan meliputi: pembagunan kosakata yang konsisten dengan fokus pada pemahaman dalam konteks; penggunaan teknik skimming dan scanning untuk membaca cepat dan mencari informasi spesifik, identifikasi ide utama paragraf,yang sering ditemukan pada kalimat topik. pemanfaatan petunjuk konteks (context clues) untuk menebak makna kata yang tidak dikenal;dan pentingnya latihan materi yang sesuai tingkat untuk membangun kepercayaan diri.dengan menerapkan langkah-langkah praktis ini.mahasiswa dapat secara efektif meningkatkan kemampuan mereka dalam memproses dan memahami teks bahasa inggris.
Peran Simple Present Tense dalam Komunikasi Bahasa Inggris Saprida, Nuri
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22756

Abstract

Simple present tense merupakan salah satu struktur dasar bahasa Inggris yang keberadaannya tidak dapat dibantah karena menjadi alat utama dalam menyampaikan fakta, kebiasaan, dan informasi yang bersifat tetap. Namun, dalam praktik pembelajaran dan komunikasi, penggunaannya masih sering menimbulkan kesalahan, terutama bagi mahasiswa yang masih berada pada tahap penguasaan dasar bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran simple present dalam komunikasi bahasa Inggris serta mengidentifikasi kendala penggunaannya oleh pembelajar. Metode penelitian menggunakan wawancara terhadap dua orang mahasiswa program studi Pendidikan Sekolah Dasar  untuk menggali pemahaman, pengalaman komunikasi, dan masalah yang sering mereka hadapi. Hasil kajian menunjukkan bahwa simple present membantu mahasiswa menyampaikan rutinitas dan pendapat secara jelas, tetapi mereka masih mengalami kesulitan dalam memilih bentuk kata kerja yang benar serta memahami konteks penggunaannya. Selain itu, wawancara mengungkap bahwa kurangnya latihan praktik menjadi salah satu faktor utama kesalahan berulang. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih aplikatif, pemberian contoh kontekstual, serta peningkatan latihan komunikasi agar mahasiswa mampu menggunakan simple present secara tepat dalam interaksi sehari-hari.
Afektivitas Penerapan Metode role Play dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Lestari, Sundari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi landasan teoretis dan implementasi praktis metode Role Play sebagai pendekatan transformatif untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan berbicara (speaking skill) dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kemampuan berbicara merupakan tantangan signifikan bagi banyak pembelajar di Indonesia akibat metode konvensional yang kurang interaktif. Role play diyakini dapat mengatasi hambatan ini dengan menciptakan lingkungan kelas yang aman dan dinamis, memungkinkan siswa mempraktikkan ekspresi linguistik dan non-linguistik dalam konteks yang relevan.Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi wawancara semi-terstruktur terhadap dua mahasiswa pendidikan, penelitian ini menggali persepsi, tantangan, dan wawasan yang diperoleh peserta selama sesi role play. Hasil wawancara menunjukkan bahwa metode role play terbukti memberikan pengaruh positif yang signifikan. Awalnya, siswa menghadapi tantangan seperti rasa takut salah dalam pengucapan (pronunciation) dan kurang percaya diri. Namun, setelah penerapan berulang, terjadi peningkatan yang jelas dalam kepercayaan diri, penguasaan kosa kata, dan kejelasan pengucapan/pelafalan.Metode ini dianggap mudah dipahami, menyenangkan, dan relevan karena secara langsung melibatkan keterampilan berbicara dan mendengarkan. Selain mengasah kemampuan komunikasi, role play juga berhasil meningkatkan motivasi dan membantu siswa mengatasi rasa gugup. Meskipun variasi skenario menjadi salah satu keterbatasan, efektivitas metode ini tetap tinggi dan berpotensi menjadi komponen penting dalam kurikulum bahasa Inggris yang komunikatif.